Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FLUOR ALBUS PADA SISWI DI SMPN DI WILAYAH KECAMATAN TELUK BETUNG BARAT KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Ana Mariza; Marsal Usman; Lolita sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i3.398

Abstract

Sepanjang kehidupan kesehatan seorang wanita terdapat beberapa keluhanpenyakit, salah satu keluhan yang amat mengganggu itu adalah fluor albus (keputihan).Kasus kanker leher rahim 90% ditandai dengan keputihan. Data penelitian tentangkesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderitakeputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminyasebanyak dua kali atau lebih. Hasil survey Pusat Penelitian Kesehatan (PUSLITKES)Universitas Indonesia bekerja sama dengan Sentra Kawula Muda (SKALA) dan WorldPopulation Foundation (WPF) Indonesia diketahui bahwa remaja putri pada tahun 2011sebanyak 65% pernah mengalami keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuifaktor resiko yang berhubungan dengan kejadian fluor albus pada siswi di SMPN diWilayah Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung Tahun 2013.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional.Populasi berjumlah 795 siswi. Dilakukan teknik proportional stratified random samplingdidapatkan sampel sejumlah 259 siswi. Pengambilan data secara langsung denganmetode wawancara menggunakan kuisioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi-squaredan analisis multivariate dengan uji regresi logistik ganda.Hasil penelitian pada analisa bivariat menunjukkan bahwa ada hubunganpenggunaan celana dengan kejadian fluor albus (p=0,000, OR=14,960), kebersihanorgan kewanitaan dengan kejadian fluor albus (p=0,002, OR=13,490), penggunaansabun pembersih kewanitaan dengan kejadian fluor albus (p=0,000, OR=22,000),penggunaan toilet umum dengan kejadian fluor albus (p=0,000, OR=18,242),penggunaan pembalut dengan kejadian fluor albus (p=0,000, OR=15,547), penggunaanpantyliner dengan kejadian fluor albus (p=0,000, OR=(12,364). Dari analisis multivariatfaktor yang paling berhubungan dengan kejadian fluor albus adalah penggunaan sabunpembersih kewanitaan dengan OR= 21,044. Saran yang diberikan adalah para siswidianjurkan tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan karena akan merusak floranormal vagina.Kata kunci : Fluor albus, faktor yang berhubungan
ANALISIS FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FLUOR ALBUS PADA SISWI DI SMPN DI WILAYAH KECAMATAN TELUK BETUNG BARAT KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Ana Mariza; Marsal Usman; Lolita sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i2.426

Abstract

Sepanjang kehidupan kesehatan seorang wanita terdapat beberapa keluhan penyakit, salah satu keluhan yang amat mengganggu itu adalah fluor albus (keputihan). Kasus kanker leher rahim 90% ditandai dengan keputihan. Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih. Hasil survey Pusat Penelitian Kesehatan (PUSLITKES) Universitas Indonesia bekerja sama dengan Sentra Kawula Muda (SKALA) dan World Population Foundation (WPF) Indonesia diketahui bahwa remaja putri pada tahun 2011 sebanyak 65% pernah mengalami keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian fluor albus pada siswi di SMPN di Wilayah Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung Tahun 2013.Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 795 siswi. Sampel proportional stratified random sampling sejumlah 259 siswi. Pengambilan data wawancara dengan kuisioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariate dengan uji regresi logistik ganda.Hasil penelitian pada analisa bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan penggunaan celana dengan kejadian fluor albus (p=0.000, OR=1.960), kebersihan organ kewanitaan dengan kejadian fluor albus (p=0.002, OR=13.490), penggunaan sabun pembersih kewanitaan dengan kejadian fluor albus (p=0.000, OR=22.000), penggunaan toilet umum dengan kejadian fluor albus (p=0.000, OR=18.242), penggunaan pembalut dengan kejadian fluor albus (p=0.000, OR=15.547), penggunaan pantyliner dengan kejadian fluor albus (p=0.000, OR=(12.364). Dari analisis multivariat faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian fluor albus adalah penggunaan sabun pembersih kewanitaan dengan OR= 21.044. Kesimpulan terdapat hubungan penggunaan celana, kebersihan organ kewanitaan, sabun pembersih kewanitaan, toilet umum, pembalut dan pantyliner dengan kejadian fluor albus, serta variabel sabun pembersih kewanitaan merupakan paling dominan. Disarankan, para siswi untuk tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan.Kata kunci : Celana, organ kewanitaan, sabun, toilet, pembalut, dan pantyliner, fluor albus
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI BPS RHOMA SARTIKA NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2015 Ana Mariza
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i4.449

Abstract

Berdasarkan hasil perhitungan data SUSENAS tahun 2012, presentasi bayi usia 0-6 bulan yang menerima ASI Eksklusif di Propinsi Lampung sebesar 30,5%. Jika diperkabupaten atau kota, Bandar Lampung masih dibawah rata-rata yaitu sebesar 21,46%. Tujuan dari penelitian ini diketahui hubungan pendidikan dengan pekerjaan ibu terhadap pemberian asi eksklusif di BPS Rhoma Sartika, SST Natar, Lampung Selatan 2015.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan analitik pendekatan cross sectional, dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan sebanyak 39 dan sampel sebanyak 39 orang yang diambil dengan tehnik total sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji statistik Chi Square.Hasil analisa dalam penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi frekuensi Distribusi frekuensi pemberian ASI eksklusif sebagian besar dengan kategori tidak memberikan sebanyak 21 responden (53,8%). Distribusi frekuensi pendidikan responden sebagian besar dengan kategori pendidikan rendah sebanyak 24 responden (61,5%). Distribusi frekuensi pekerjaan responden sebagian besar dengan kategori tidak bekerja sebanyak 22 responden (56,4%). Ada hubungan pendidikan dengan pemberian ASI eksklusif (p-value 0,000 < α 0,05). OR: 24,700. Ada hubungan pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif (p-value 0,003 < α 0,05). OR: 11,050.Disarankan ibu menyusui untuk dapat lebih aktif dalam mencari informasi dan lebih meningkatkan pengetahuanagar lebih mengetahui tentang pemberian ASI eksklusif, sehingga diharapkan lebih meningkatnya kesadaran dalam pemberian ASI eksklusif.Kata Kunci : Pendidikan - Pekerjaan - ASI Eksklusif.
Penyuluhan Penggunaan Jahe Merah Sebagai Terapi Non Farmakologi Untuk Mengatasi Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Ana Mariza; Sunarsih Sunarsih; Dewi Yuliasari; Anggraini Anggraini
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3758

Abstract

ABSTRAK  Dismenorea merupakan keluhan pasien ginekologi yang paling umum terjadi. Dismenorea adalah nyeri pada waktu haid terasa diperut bagian bawah atau daerah bujur sangkar michaelis, nyeri terasa  sebelum, selama dan sesudah haid. Dapat bersifat kholik atau terus-terus.Dismenorea primer sering terjadi pada usia muda/remaja dengan keluhan nyeri seperti kram dan lokasinya ditengah bawah rahim. Tujuan kegiatan penyuluhan ini  untuk agar remaja putri mengerti mengenai cara menangani dismenorea secara non-farmakologi tanpa ada efek samping serta tidak menimbulkan kekhawatiran yang akan berdampak kepada kelangsungan siklus hormonal wanita dan proses kesehatan reproduksi. jika tidak mendapat penanganan dapat menghambat aktivitas dan kreatifitas remaja putri  sebagai calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus bangsa. Selain itu dismenorea merupakan salah satu keluhan paling umum pada endometriosis. Dimana endometriosis dapat mengakibatkan seorang wanita mengalami infertilitas. Kegiatan ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja putri mengenai nyeri haid. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Hasil kegiatan ini adalah didapatkan peningkatan pengetahuan remaja tentang nyeri haid sebanyak 70%. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi khususnya remaja putri untuk dapat mengatasi keluhan nyeri haid dengan terapi non farmakologi Kata Kunci : Penyuluhan, jahe merah, remaja putri, nyeri haid  ABSTRACT Dysmenorrhoea is the most common complaint of gynecological patients. Dysmenorrhoea is pain when menstruation is felt in the lower abdomen or the Michaelis square area, pain is felt before, during and after menstruation. Can be cholic or persistent. Primary dysmenorrhoea often occurs at a young age / adolescent with complaints of pain such as cramps and its location in the middle of the uterus. The purpose of this counseling activity is to make young women understand how to treat dysmenorrhoea in a non-pharmacological manner without any side effects and does not cause concerns that will impact the continuity of women's hormonal cycles and reproductive health processes. if not treated, it can hamper the activities and creativity of young women as prospective mothers who will give birth to the nation's next generation. In addition, dysmenorrhea is one of the most common complaints of endometriosis. Where endometriosis can result in a woman experiencing infertility. This activity was carried out at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. This activity begins by asking questions about the knowledge of young women about menstrual pain. Followed by providing material using power points and giving leaflets. The result of this activity was an increase in adolescent knowledge about menstrual pain by 70%. This activity is the first step to improve reproductive health, especially young women, to be able to overcome menstrual pain complaints with non-pharmacological therapy Key Words : Counseling,  Red ginger, Adolescent, dysmenorrhoea
Penyuluhan Tentang Fluor Albus (Keputihan) Pada Remaja Putri Di SMPN 27 Bandar Lampung Ana Mariza; Susilawati Susilawati; Ike Ate Yuviska
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.2683

Abstract

Dalam kehidupan kesehatan seorang wanita terdapat beberapa keluhan penyakit, salah satu keluhan yang amat mengganggu itu adalah fluor albus (keputihan). Fluor albus adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (dalam keadaan normal) namun bisa juga bersifat patologis (karena penyakit). Tidak banyak wanita yang tahu apa itu keputihan dan terkadang menganggap enteng persoalan keputihan ini. Padahal keputihan tidak bisa dianggap enteng, karena akibat dari keputihan ini bisa sangat fatal bila lambat ditangani.Tujuan kegiatan penyuluhan ini  untuk agar remaja putri mengerti mengenai penyebab serta penanganan keputihan karena jika tidak ditangani keputihan dapat mengganggu kesehatan alat reproduksi sehingga bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil diluar kandungan, keputihan juga bisa merupakan gejala awal dari kanker leher rahim, yang bisa berujung pada kematian. Kegiatan ini dilakukan di SMPN 27 Bandar Lampung. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja putri mengenai keputihan. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Hasil kegiatan ini adalah didapatkan peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan sebanyak 60%. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi khususnya remaja putri yang merupakan calon ibu yang kelak akan melahirkan generasi penerus bangsa ini. Kata Kunci : Penyuluhan, Remaja Putri, Fluor Albus,  ABSTRACT In a woman's health life there are several complaints of illness, one of the complaints that is very disturbing is fluor albus (leucorrhoea). Fluor albus is excessive fluid that comes out of the vagina. Leucorrhoea can be physiological (under normal circumstances) but can also be pathological (due to disease).. Not many women know what vaginal discharge is and sometimes underestimate this vaginal discharge problem. Though vaginal discharge cannot be taken lightly, because the effects of vaginal discharge can be very fatal if it is slowly handled. The purpose of this counseling activity is to make adolescent understand about the causes and treatment of vaginal discharge because if not treated vaginal discharge can interfere with reproductive health so that it can result in infertility and pregnancy outside uterine, vaginal discharge can also be an early symptom of cervical cancer, which can lead to death. This activity was carried out at SMPN 27 Bandar Lampung. This activity begins by giving questions about the knowledge of young women about vaginal discharge. Followed by giving material using power points and giving leaflets. The results of this activity are obtained an increase in adolescent knowledge about vaginal discharge as much as 60%. This activity is the first step to improve reproductive health, especially young women who are future mothers who will give birth to the next generation of this nation.Key Words : Counseling,  Adolescent, Fluor AlbusPenyuluhan Tentang Fluor Albus (Keputihan) Pada Remaja Putri Di SMPN 27 Bandar Lampung
MANFAAT MINUMAN JAHE MERAH DALAM MENGURANGI DISMENOREA PRIMER Ana Mariza; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i1.886

Abstract

Dismenorea merupakan keluhan pasien ginekologi yang paling umum terjadi. Dismenorea primer sering terjadi pada usia muda/remaja dengan keluhan nyeri seperti kram dan lokasinya ditengah bawah rahim. Dismenorea dialami 75% dari seluruh wanita. Sebanyak 14-26% remaja tidak dapat mengikuti kegiatan sebagai akibat dari dismenorea. Dismenorea dapat ditangani melalui terapi non farmakologis, salah satunya menggunakan jahe  merah.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat jahe merah dalam mengurangi dismenorhea primer pada siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung.Jenis penelitian eksperimen, rancangan penelitian menggunakan pre eksperimental pendekatan one group pre test post test design). Pupolasi adalah siswi SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung sebanyak 224 siswi, sampel berjumlah 34 dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi skala nyeri NRS. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji T-Test.            Hasil penelitian menunjukkan hasil uji T bahwa p-value 0,000 < α ( 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa jahe merah bermanfaat dalam mengurangi dismenorea primer pada remaja. Bagi remaja diharapkan untuk dapat mengkonsumsi minuman jahe merah dalam menangani dismenorea
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA ISPA PADA BAYI (1-12 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJABASA INDAH BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Ana Mariza; Trisnawati Trisnawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.544

Abstract

Infeksi saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan satu contoh penyakit infeksi yang menular pada pernafasan dan merupakan penyakit infeksi akut menular yang masih menjadi isu kesehatan global disemua negara. Berdasarkan hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) di Provinsi Lampung tahun 2011 penyakit ISPA merupakan penyakit saluran pernafasan yang banyak diderita oleh responden (19.0%) diikuti oleh pneumonia (0.9%).Berdasarkan hasildiagnosis tenaga kesehatan Bandar Lampung menempati urutan keempat terbesar prevalensi ISPA yaitu 8,9% (2). Tujuan penelitian Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya ISPApada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah tahun 2013.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung tahun 2013 sebesar 105 orang. Besar sampelnya 58 orang. Analisa data menggunakan chi square.    .Hasil penelitian didapat Pengetahuan ibu tentang pencegahan ISPA yang kurang baik sebesar 41 orang (70,7%) dan bayi yang terkena ISPA sebesar 26bayi (63,4%). Hasil uju chi square didapat ada hubungan pengetahuan ibu tentangpencegahan ISPA dengan terjadinya ISPA pada bayi p value < ???? ( 0,038 < 0,05). Status gizi bayi yang kurang sebesar 28 orang (48,3%) dan bayi yang terkena ISPA sebesar 20 orang (71,4%). Hasil uji chi square didapat ada hubungan status gizi pada bayi dengan terjadinya ISPA p value < (0,017 < 0,05). Keberadaan anggota keluarga yang merokok kategori ada sebesar 32 orang (55,2%) dan bayi yang terkena ISPA 23 bayi (71,9%). Hasil uji chi square didapat ada hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok dengan terjadinya ISPA pada bayi p-value < ???? (0,04 < 0,05). Diharapkan petugas kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah dapat mensosialisasikan pentingnya pencegahan ISPA dengan cara melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Kata kunci  : ISPA, Pengetahuan, Status Gizi, Keberadaan Anggota Keluarga yang Merokok
PEMBERIAN SARI KURMA DAPAT MENINGKATKAN KADAR HB PADA IBU Dainty Maternity; Auda Audrias; Dewi Yuliasari; Ana Mariza
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4888

Abstract

Background Anemia in pregnancy is a maternal condition with hemoglobin values below 11 g/dl in the first and third trimesters, or hemoglobin levels less than 10 g/dl in the second trimester. Data on visits by pregnant women at Independent Practice Midwife Betty, Amd. Keb Based on a pre-survey conducted at BPS Okdiah Betty Amd. Keb Kec. Trimurjo Kab. Central Lampung, by looking at the visit data of pregnant women TM I-TM II for the last 3 months as many as 67 people, with the results of HB 8.0-10.0 examination with mild anemia category as many as 26 pregnant women (38.8%), and HB 10.1-13.0 with normal category as many as 14 people (20.9%), from the overall data it can be seen if there are 27 people (40.2 %) who did not do Hb checks during pregnancy. The purpose of this study was to determine the effect of giving date palm juice on increasing HB levels in pregnant women in the Independent Practice of Midwife Okdiah Betty, Amd. Keb Kec. Trimurjo Kab. Lampung in the middle of 2021..Methods This type of research is quantitative, the research design is pre-experimental method with a one group pretest - posttest design approach. Data on visits by pregnant women at Independent Practice Midwife Betty, Amd. Kec. Trimurjo Kab. Central Lampung, obtained the number of pregnant women TM I and III during the last 3 months as many as 67 people, purposive sampling technique., univariate and bivariate data analysis using t-testResult The average HB level in pregnant women before being given date palm juice with a mean of 10, 270gr/dl, a min value of 9.3gr/dl and a max value of 10.8gr/dl. The average Hb level at week 7 with a mean of 10.480gr/dl, a min value of 9.7gr/dl and a max value of 11.0gr/dl, and a Hb at week 14 with a mean of 10,807gr/dl, a min value of 10.2gr/dl and a max 11.2gr/dl. Conclusion there is an effect of giving date palm juice to increase Hb levels in pregnant women Suggestion Conducting outreach to the community as a form of promotional and preventive efforts to overcome and minimize the incidence of anemia. Keywords: Dates Extract, Hb Level, Pregnant Women ABSTRAK Latar Belakang Anemia dalam kehamilan merupakan suatu kondisi ibu dengan kadar nilai hemoglobin di bawah 11 gr/dl pada trimester satu dan tiga, atau kadar hemoglobin kurang dari 10 gr/dl pada trimester dua. Data Kunjungan ibu hamil di Praktik Mandiri bidanokdiah Betty, Amd. Keb Berdasarkan prasurvey yang dilakukan di BPS Okdiah Betty Amd.Keb Kec.Trimurjo Kab.Lampung Tengah, dengan melihat data kunjungan ibu hamil TM I-TM II selama 3 bulan terakhir sebanyak 67 orang,dengan hasil pemeriksaan HB 8,0-10,0 dengan kategori anemia ringan sebanyak 26 ibu hamil (38,8%),dan HB 10,1-13,0 dengan kategori normal sebanyak 14 orang (20,9%),dari data keseluruhan dapat diketahui jika terdapat 27 orang (40,2%) yang tidak melakukan pemeriksaan Hb saat hamil. Tujuan penlitian ini diketahuipengaruh pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar HB pada ibu hamildi Praktik Mandiri Bidan Okdiah Betty, Amd. Keb Kec.Trimurjo Kab.Lampung tengahtahun 2021..Metode Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian metode Pra Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Data Kunjungan ibu hamil di Praktik Mandiri bidanokdiah Betty, Amd. Kec.Trimurjo Kab.Lampung Tengah, didapat jumlah ibu hamil TM I dan III selama 3 bulan terakhir sebanyak 67 orang, teknikpurposive sampling., analisa data univariat dan bivariat menggunakan t-testHasil Rata-rata kadar HB pada ibu hamilsebelum diberi sari kurma dengan Mean10, 270gr/dlnilai min 9,3gr/dl dan nilai max 10,8gr/dl.Rata-rata kadar Hb minggu ke 7 dengan Mean10,480gr/dlnilai min 9,7gr/dl dan nilai max 11,0gr/dl, dan Hb minggu ke 14 dengan Mean10,807gr/dlnilai min 10,2gr/dl dan nilai max 11,2gr/dl. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar Hb pada ibuSaran Melakukan penyuluhan kepada masyarakat sebagai bentuk upaya promosi dan preventif untuk menanggulangi dan meminimalkan angka kejadian anemia. Kata Kunci : Sari Kurma, Kadar Hb, Ibu Hamil 
PEMBERIAN AIR KELAPA HIJAU DAPAT MENURUNKAN DISMENORE Irma Rismaya; Rosmiyati Rosmiyati; Ana Mariza
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.1764

Abstract

ABSTRACT  Backgrund : Dysmenorrhea is the occurrence of discomfort during menstruation, usually with pain and centering on the lower abdomen. In Indonesia, in 2014 the incidence of dysmenorrhea was 64.25%, consisting of 54.89% of primary dysmenorrhea and 9.36% of secondary dysmenorrhea. One of the non-pharmacological treatments that can be done to treat pain in dysmenorrhea is to use green coconut water Purpose : It is known that there is an effect of giving green coconut water to decrease dysmenorrhea in Midwifery Students Level I and II Malahayati University. Methode : This type of research uses quantitative research methods. The research design used was an experiment (pre-experiment) with a Pretest - posttest with control group design approach. The study population was all of the first and second grade midwifery students of Malahayati University as many as 54 people. The  sampling technique used purposive sampling as many as 30 midwifery students who experienced dysmenorrhea every menstruation . Bivariate analysis using the Independent T-test sample test Result : The results obtained an average value of dysmenorrhea pain before being given coconut water by 8.40 and the average after being given coconut water by 2.73 in the intervention group. And obtained the average value of dysmenorrhea pain in the control group with a pretest value of 8.67 and posttest 4.00. Independent Ttest sample test results obtained p-value (0.006). Conclusion there is an influence of coconut water administration to decrease dysmenorrhea in midwifery students level I and II, Malahayati University. Sugestion: It is recommended that teenagers consume green coconut water as an alternative to reduce and reduce dysmenorrea.  Keywords : teenagers, green coconut water, dysmenorrhea  ABSTRAK  Latar Belakang : Dismenore adalah kejadian ketidaknyamanan selama menstruasi, biasanya dengan rasa sakit dan berpusat pada perut bagian bawah . Di Indonesia, pada tahun 2014 angka kejadian dismenore 64,25 %, terdiri dari 54,89 % dismenore primer dan 9,36 % dismenore Sekunder. Salah satu pengobatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri pada dismenore adalah dengan menggunakan air kelapa hijau. Tujuan : Diketahui ada pengaruh pemberian air kelapa hijau terhadap penurunan dismenore pada Mahasiswi Kebidanan Tingkat I dan II Universitas Malahayati  Metode : Jenis penelitian mengunakan metode penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen (preeksperimen) dengan pendekatan Pretest – posttest with control grup design .Populasi penelitian adalah seluruh seluruh mahasiswi kebidanan tingkat I dan II Universitas Malahayati sebanyak 54 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak  30 mahasiswi kebidanan yang mengalami dismenore setiap menstruasi.. Analisa bivariat dengan menggunakan uji T-test sample Independent  Hasil : Hasil penelitian diperoleh nilai rata – rata nyeri dismenore sebelum diberikan air kelapa sebesar 8.40 dan rata – rata setelah diberikan air kelapa sebesar 2.73 pada kelompok intervensi. Dan diperoleh nilai rata  - rata nyeri dismenore pada pada kelompok kontrol dengan nilai pretest 8.67 dan posttest 4.00. Hasil uji T-test sample Independent diperoleh nilai p-Value (0.006). Disarankan para remaja mengkonsumsi air kelapa hijau sebagai salah satu alternative untuk menurunkan serta mengurangi dismenorea.   Kesimpulan : ada pengaruh pemberian air kelapa terhadap penurunan dismenore pada mahasiswi kebidanan tingkat I dan II Universitas Malahayati.  Kata Kunci : remaja , air kelapa hijau , dismenore  
PENGARUH AROMA TERAPI BLEND ESSENTIAL MINYAK LAVENDER TERHADAP NYERI PADA PASIEN PASCA OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD PRINGSEWU 2016 Ana Mariza; Desfia HaryatiHS
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i3.664

Abstract

an data World Health Organization (WHO) menetapkan indikatorap negara, jika tidak sesuai indikasi caesar dapat meningkatkan bu dan bayi. Berdasarkan data RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasdi indonesia sebanyak 15,3 %. Persalinan dengan Sectio pak nyeri.adapun tehnik penurunan nyeri dapat menggunakan ogi, dan penelitian ini menggunakan terapi non farmakologi dengessential minyak lavender. Tujuan dari penelitian ini adalah diessential minyak lavender terhadap nyeri pada pasien pasca oprasu 2016. itian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelidengan pendekatan quasi eksperimen one group pretest – posttest desRSUD Pringsewu dari 30 maret – 30 april 2016, dengan jumlah sar. Penelitian ini menggunakan tehnik accidental sampling dengan mengan kemaknaan 0,05. itian diproleh skala nyeri pada 32 ibu pasca operasi caesar sean nilai mean 7,12, setandar deviasi 0,707 dengan nilai minimum 6 dan mudah pemberian aromaterapi pada 32 ibu pasca caesar dengan man nilai minimum 4 dan maksimum 6. Dan terdapat pengaruh yherapi blend essential minyak lavender terhadap penurunan skan p-value 0,000. Sehingga diharapkan hasil  penelitian ini ehnik pengurangan rasa nyeri pada ibu pasca oprasi caesar
Co-Authors A.S, Veronica Dyah Adelia, Martha Afriani, Nasita Agustin, Feni Nia Ana Tince Wati Sihombing Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Annisa Umi Kalsum Apridayanti Apridayanti Ariesty, Ghina Ayu Aryawati, Wayan Aslam, Fatmawati Asni Lazary Astriana Astriana, Astriana Auda Audrias Christika Lucia Anggraini Dainty Maternity Desfia HaryatiHS Desi Risna Purnamasari Dewi Yuliasari Dewi Yuliasari Diana Sari Diyan Azhari Dwi Sriwinih Efia, Nur Eka Rohmayanti Ermasari, Anisa Ermasari, Anissa Ermawati, Rosi Ernawati Ernawati Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Fajar Amaliah Febrianti Febrianti Feni Mustilah Fitriana, Fajar - Fradika, Agustina Hera Mutmainah Idayani, Tri Iqmy, Ledy Octaviani Irma Rismaya Khoidar Amirus Kurniasari, Devi Lala Putriyaza Lala Putriyaza Lathifah, Neneng Siti Lestari, Wiwin Lolita Sari Maida Nurahmah Maria Ulfa, Ade Marina, Ni Nyoman Marsal Usman Meilita, Masti Meliya Adiya Putri Mulia, Anissa Nana Kristina Nana Kristina Naswati, Wawat Neneng Siti Lathifah Neni, Neni Ni Putu Eka Budi Sulistiyawati Ningsih, Astri Cahya Nita Andriani Nita Evriana Sari Novi Sulistiyowati Nurliyani Nurliyani Nurul Isnaini Nurul Isnaini Parina, Febriyantina Primadianti, Annisa Putri Lia Rosa Putri, Ratna Dewi Putri, Ratna Dewi Putriyaza, Lala Putu Candrawati Rachmawati, Fijri Ramadhani, Andesta Ratnaningsih, Tri Astuti Riska, An Risma Ayu Perdana Riyanti Riyanti Rizki Novita Ratna Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Samino Samino Samino Samino Sari, Dayu Linda Sari, Dewi Yulia Sari, Nita Evriana Selmi Rita A Serin Jonitha Siti Julaeha, Siti Siti Maysaroh Siti Soleha Sri Utami Suharman Suharman Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Syamraini Silda Tia Erlina Trisnawati Trisnawati Udrotusaniah, Ita Ulfa, Ade Maria Utami, Mei Lidia Utami, Vida Wira wahyuni wahyuni Yuli Yantina Yuspita, Yeni Yuviska, Ike Ate Yuviska, Ike Ate Zaima Zaima zarma Zarma