Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Tentang Pencegahan Stunting Anggraini, Anggraini; Agustin, Feni Nia; Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Yantina, Yuli
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.22287

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah standar kurva pertumbuhan. Kondisi ini terutama terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab utama stunting, dampak yang ditimbulkannya, serta upaya pencegahan dan penanganannya berdasarkan literatur ilmiah terbaru.Penyebab stunting bersifat multifaktorial, mencakup asupan nutrisi yang tidak memadai, praktik pemberian makan yang kurang tepat, sanitasi dan akses air bersih yang buruk, serta kurangnya pendidikan kesehatan pada ibu (Kemenkes RI, 2021). Dampak stunting tidak hanya terbatas pada masalah fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami kesulitan belajar, penurunan produktivitas di usia dewasa, dan peningkatan risiko penyakit metabolik di kemudian hari (Black et al., 2020). Secara makro, tingginya prevalensi stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi suatu negara karena menurunkan kualitas sumber daya manusia (UNICEF, 2021).Berbagai intervensi telah dirancang untuk mengatasi masalah ini, termasuk program pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan peningkatan akses layanan kesehatan. Pencegahan menjadi kunci utama, dengan fokus pada periode kritis dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun (WHO, 2022).
Effect Of Health Promotion On The Bride And Groom Knowledge About The First 1000 Days Of Life Ermawati, Rosi; Mariza, Ana; Astriana, Astriana; Aryawati, Wayan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.7875

Abstract

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan fase kehidupan yang sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Berdasarkan data UNICEF (United Nations Children's Fund) tahun 2019, sebanyak 21,3% anak mengalami stunting, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 1420 balita, di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo. Balita tersebut termasuk dalam kategori sangat pendek sebanyak 107 orang dan balita pendek sebanyak 263 orang. Upaya penurunan stunting yang dilakukan adalah dengan memberikan promosi kesehatan kepada calon pengantin terkait fase 1000 HPK balita. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah tahun 2022.Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan one group pretest-postest. Populasi penelitian ini adalah seluruh calon pengantin dengan sampel sebanyak 31 orang secara total sampling dengan pendekatan one group pretest-postest. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Juli 2022. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi.Hasil rerata pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan sebelum diberikan promosi kesehatan adalah 35,3 dan setelah diberikan promosi kesehatan adalah 95,9. Pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan calon pengantin tentang 1000 hari pertama kehidupan di Wilayah Kerja Puskesmas Candi Rejo, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah tahun 2022 menunjukkan nilai p = 0,000. Saran: Bagi tenaga kesehatan, diharapkan untuk lebih meningkatkan edukasi yang diberikan berupa leaflet kepada calon pengantin tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan. Kata Kunci : 1000 hari pertama kehidupan, promosi kesehatan, pengetahuan, calon pengantin ABSTRACT The First Thousand Days of Life (1000 HPK) is a very important phase of life in stunting prevention efforts. Based on UNICEF (United Nations Children's Fund) data in 2019, as many as 21,3% of children are stunted, particularly in Central Lampung Regency as many as 1420 toddlers, in the Working Area of the Candi Rejo Health Centre. The toddler is included in the very short category as many as 107 people and short toddlers as many as 263 people. The efforts to reduce stunting are providing health promotion to brides and grooms related to the 1000 HPK toddler phase. The purpose of the study is to determine the effect of health promotion on the bride and groom's knowledge about the first 1000 days of life in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in 2022.Quantitative research was used with one group pretest-postest approach. The population of this study is the entire bride and groom with a sample used as many as 31 people in total sampling by means of one group pretest-postest. The study was conducted in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in July 2022. Data collection used observation sheet.The average results of the bride and groom knowledge about the first 1000 days of life before given health promotion was 35.3 and after given health promotion was 95.9. The effect of health promotion on the knowledge of the bride and groom about the first 1000 days of life in the Working Area of the Candi Rejo Health Center, Way Pengubuan District, Central Lampung Regency in 2022 showed a p-value = 0.000. Suggestion: For health workers, it is expected to further improve the education given in the form of leaflets to the bride and groom on the importance of 1000 days of life. Keywords : first 1000 days, health promotion, knowledge, bride and groom 
The Effect Of Honey Application On Perineal Wound Healing Among Postpartum Women I Yusmaniar, Erma; Anggraini, Anggraini; Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i12.23127

Abstract

Background: Perineal tears after childbirth are common and can cause pain, dyspareunia, psychological trauma, and a risk of incontinence, all of which impact the mother’s quality of life. Approximately 85% of women who give birth vaginally experience perineal trauma, with 32–33% due to episiotomy and 52% due to spontaneous lacerations. WHO reports that nearly 90% of normal deliveries experience perineal tears. Honey is one of the natural alternatives known to accelerate tissue regeneration and has proven superior in wound healing. This study aims to determine the effect of honey application on perineal wound healing among postpartum women in the working area of Pekurun Community Health Center, North Lampung Regency.Methods: This quantitative study employed a quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest approach. The population consisted of 46 postpartum mothers in the working area of Pekurun Community Health Center, and a total of 30 respondents were selected as samples using purposive sampling. They were divided into two groups: 15 in the intervention group and 15 in the control group. Data were collected through observation sheets and analyzed using univariate and bivariate analysis (paired sample t-test).Results: The research results showed that in the intervention group, the mean perineal wound healing score on day 1 was 10.60 and decreased to 0.53 on day 7, while in the control group, the mean score on day 1 was 10.67 and decreased to 1.60 on day 7. There was a significant effect of honey application on perineal wound healing among postpartum women in the working area of Pekurun Community Health Center, North Lampung Regency (p-value = 0.000). It is recommended that postpartum mothers use honey as one of the complementary treatments for perineal wounds by applying 5 ml of honey twice daily.
Terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) dengan Aromaterapi Lavender terhadap Penurunan Nyeri Kanker Serviks Apriana, Henita; Mariza, Ana; Utami, Vida Wira; Lathifah, Neneng Siti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.16720

Abstract

ABSTRACT Cancer pain is one of the most frequently felt complaints besides bleeding caused by cervical cancer. The treatment for pain that is often given is pharmacological therapy or drugs which have many side effects if used for a long time.The aim of this study was to determine the effect of of the combination of Slow Stroke Back Massage (SSBM) therapy with lavender aromaterapy on reducing pain intensity in cervical cancer sufferers at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province. The research is a quantitative research with a quasi experimental design using a randomized control group pretest-posttest method in the experimental group and control group. Carried out from February-July 2024 on 19 people in the intervention group and 19 people in the control group. Data was collected using a questionnaire and then analyzed univariately and bivariately using the T Test, and presented in the form of a frequency distribution table of pretest, posttest pain intensity, and a comparison of the reduction in pain intensity in the intervention group and the control group. Based on the results using the mean difference test (T Test),it was found that there was a difference average reduction in pretest and posttest pain intensity between the control group and the intervention group with a p-value (0,000). Conclusion is It can be conclude that the combination of Slow Stroke Back Massage (SSBM) therapy with lavender aromatherapy has an effect on reducing pain intensity in cervical cancer sufferers at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province. It is hoped that an SOP for the combination of SSBM therapy with lavender aromatherapy can be develoved so that it can be applied by health workers to cervical cancer patients to reduce their pain.  Keywords: Cancer Pain, Cervical Cancer, Lavender Aromatherapy, Pain, Slow Stroke Back Massage (SSBM) ABSTRAK Nyeri kanker merupakan salah satu keluhan yang paling sering dirasakan selain perdarahan oleh pasien kanker serviks. Penanganan nyeri yang sering kali diberikan adalah pemberian terapi farmakologi atau obat-obatan yang memberikan banyak efek samping apabila digunakan dalam jangka waktu lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM)  dengan aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita kanker serviks di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi experiment menggunakan metode randomized control group pre test-post test  pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dilakukan dari Februari-Juli 2024 terhadap 19 orang kelompok intervensi dan 19 orang kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji T Test, dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi intensitas nyeri pretest, posttest, dan perbandingan penurunan intensitas nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil dengan menggunakan uji beda rata-rata (T-Test) bahwa didapatkan perbedaan penurunan rata-rata intensitas nyeri pre test dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan nilai p-value (0,000).  Dapat disimpulkan bahwa kombinasi terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) dengan aromaterapi lavender berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita kanker serviks di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Diharapkan SOP kombinasi terapi SSBM dengan aromaterapi lavender dapat dikembangkan sehingga dapat diaplikasikan oleh tenaga kesehatan kepada pasien kanker serviks untuk mengurangi nyerinya. Kata Kunci: Aromaterapi Lavender, Kanker Serviks, Nyeri, Nyeri Kanker Serviks, Slow Stroke Back Massage (SSBM)
The Effect Of Giving Red Ginger Water On Dysmenorrhea Pain In Adolescent Women In The Regionsari Building Health Center Work Rianti, Maria Asih; Susilawati, Susilawati; Mariza, Ana; Nurliani, Nurliani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.17303

Abstract

 Latar belakang: Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan masalah ginekologi yang umum dialami oleh wanita dari berbagai usia. WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore. Prevalensi dismenore mencapai 59,7%, dengan 12% berat, 37% sedang, dan 49% ringan. Di Provinsi Lampung dismenore cukup tinggi, hasil penelitian sebanyak 54,9% wanita mengalami dismenore (Indrayani et al., 2022). Dari hasil presurvey dipuskesmas gedung sari dar 7 responden yang mengalami nyeri dismenore nyeri berat sebanyak 1 (15%), nyeri sedang 4 (60%), nyeri ringan 2 (25%). Dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi remaja, Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial menjadi penting untuk dijadikan sebagai pintu masuk promosi kesehatan (Mariza et al., 2020)..Tujuan penelitian: untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Air Jahe Merah Terhadap Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Sari Tahun 2024..Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada bulan Juni – Juli 2024 terhadap remaja putri dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 30 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel karakteristik.Hasil penelitian: rata-rata nyeri dismenore sebelum intervensi adalah 4,67 dan menurun menjadi 3,20 setelah pemberian air jahe merah. Analisis statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pemberian air jahe merah terhadap penurunan nyeri dismenore (p-value = 0,000) pada remaja putri dengan nyeri dismenore usia ≤12 sebanyak 7 orang (23,3%) dan ≥13 sebanyak 23 orang. orang (76,7%).Kesimpulan: Dari penelitian ini terdapat pengaruh pemberian air jahe merah terhadap nyeri desminorea pada 26 remaja putri di wilayah Puskesmas Gedung Sari. Sehingga disarankan bagi remaja putri yang mengalami nyeri desminore untuk mempertimbangkan penggunaan jahe sebagai alternatif alami untuk mengurangi nyeri. Kata Kunci: Dismenore, air jahe merah, remaja ABSTRACT Background:  Dysmenorrhea or menstrual pain is a common gynecological problem experienced by women of all ages. WHO found that the incidence of 1,769,425 people (90%) of women experienced dysmenorrhea. The prevalence of dysmenorrhea reached 59.7%, with 12% severe, 37% moderate, and 49% mild. In Lampung Province, dysmenorrhea is quite high, research results show that 54.9% of women experience dysmenorrhea (Indrayani et al., 2022). From the results of the presurvey at the Gedung Sari Health Center, 1 (15%) of the 7 respondents experienced severe dysmenorrhea, 4 (60%) had moderate pain, 2 (25%) had mild pain. In an effort to improve adolescent reproductive health, Essential Reproductive Health Services are important as an entry point for health promotion (Mariza et al., 2020).The purpose This research aims to determine the effect of giving red ginger water on dysmenorrhea pain in young women in the Gedung Sari Health Center work area in 2024Methods: This research uses a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The research was conducted in June - July 2024, on young women using a purposive sampling technique so that 30 respondents were obtained. Data was collected using a questionnaire and then analyzed and presented in the form of a characteristic table.Results showed that the average dysmenorrhea pain before the intervention was 4.67 and decreased to 3.20 after administering red ginger water. Statistical analysis showed that there was a significant effect of giving red ginger water on reducing dysmenorrhea pain (p-value = 0.000) among young women with dysmenorrhea pain aged ≤12 as many as 7 people (23.3%) and ≥13 as many as 23 people (76.7%).Conclusion: From this research, there was an effect of giving red ginger water on desminorrhea pain in 26 young women in the Gedung Sari health center area. So it is recommended that young women who experience desminore pain consider using ginger as a natural alternative to reduce pain. Keywords: Dysmenorrhea, ginger water, adolescents
Efektivitas Pemberian Air Rebusan Jahe Merah terhadap Penurunan Intensitas Dismenorea pada Remaja Putri di MTS Darul Falah Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara Wiwin Lestari; Ana Mariza; Susilawati Susilawati; Khoidar Amirus
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.11614

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is a symptom of pain or discomfort in the lower abdomen during menstruation so that it can interfere with daily activities, which is most often found in young and reproductive women in Indonesia. Dysmenorrhea is also a complaint that is often found in young women. In Indonesia, the incidence of menstrual pain in 2018 was 107,673 people (64.24%), consisting of 59,671 people (54.89%) experiencing primary menstrual pain and 9,496 people (9.36%) experiencing secondary menstrual pain. Research objective: to determine the effectiveness of giving Red Ginger boiled water to reduce the intensity of dysmenorrhea in young women at Mts Darul Falah, Abung Tengah District, North Lampung Regency in 2023. The type of research used was pre-experimental with a one-group pre-test and post-test design approach. Research population The population in this study were all young women in grades VII, VIII, IX at Mts Darul Falah in the 2023 academic year. The sample in this study was 37 people. Analysis using the Wilcoxon test. The result are the average level of dysmenorrhea before administration of red ginger boiled water (zingibers officinale) in young women was 3.65 with a standard deviation of 0.716. Minimum 3 (mild pain) and maximum 5 (moderate pain). The average level of dysmenorrhea after red ginger cooking (zingibers officinale) in young women was 1.65 with a standard deviation of 0.484. Minimum 1 (mild pain) and maximum 2 (mild pain). There is a significant difference between giving ginger concoction to the level of dysmenorrhea pain in young women at Mts Darul Falah, Abung Tengah District, North Lampung Regency p value 0.000 (α 0.05). Suggestion of the study, it is suggested to use red ginger for dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhea, Red Ginger, Young Women   ABSTRAK Dismenore merupakan suatu gejala rasa sakit atau rasa tidak enak diperut bagian bawah pada masa menstruasi sampai dapat menggangu aktifitas sehari-hari yang paling sering ditemui pada wanita muda dan reproduktif di Indonesia dismenore juga merupakan keluhan yang sering ditemukan pada wanita usia muda. Di Indonesia angka kejadian nyeri haid tahun 2018 sebanyak 107.673 jiwa (64,24%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami nyeri haid primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami nyeri haid sekunder. Tujuan penelitian : untuk mengetahui efektivitas pemberian air rebusan Jahe Merah terhadap penurunan intensitas dismenorea  pada remaja putri  di Mts Darul Falah Kecamatan Abung Tengah   Kabupaten Lampung Utara  Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment dengan pendekatan one group pre test and post test desaign. Populasi penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Remaja Putri kelas VII, VIII, IX di  Mts Darul Falah tahunajaran 2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang. Analisa menggunkan uji Wilcoxon. Hasil penelitian diketahui Rata-rata Tingkat Disminore sebelum Pemberian Air Rebusan Jahe Merah (zingibers officinale) pada remaja putri 3.65 dengan Standar Deviasi 0,716. Minimal 3 (Nyeri ringan) dan maksimal 5 (nyeri sedang). Rata-rata Tingkat Disminore Sesudah Pemberian Air Rebusan Jahe Merah (zingibers officinale) pada remaja putri 1,65 dengan Standar Deviasi 0,484. Minimal 1 (Nyeri ringan) dan maksimal 2 (Nyeri ringan). Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan antara pemberian ramuan jahe terhadap tingkat nyeri disminore pada remaja putri di Mts Darul Falah Kecamatan Abung Tengah   Kabupaten Lampung Utara  p value 0,000 (α 0,05) . Disarankan untuk memanfaatkan jahe merah untuk dismenore. Kata Kunci: Disminore, Jahe merah, Remaja Putri
The Effect of Health Education with Video Media on Mother's Knowledge about Complementary Foods Febrianti Febrianti; Ana Mariza; Riyanti Riyanti; Yuli Yantina
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i5.11858

Abstract

ABSTRACT Weaning foods are additional food given to babies after the age of six months to 24 months old. The proportion of consumption of various weaning foods in children aged 6-23 months only reached 46.6% and in Srimulyo Village 4 mothers (80%) did not know the stages of giving weaning foods. Health education is an effort to increase mothers' knowledge about weaning foods. The objective of this research is to determine the effect of health education using videos on mothers' knowledge about weaning foods in Srimulyo Village in the work area of Bandar Negeri Suoh Public Health Center in 2023. This study was quantitative research using a pre-experimental method with the one-group pretest and posttest design. The population in this study were 30 mothers who had babies aged 0-6 months in Srimulyo Village in the work area of Bandar Negeri Suoh Public Health Center. The sample in this study was 30 people. A total sampling technique was used in this study. Then, the data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of this study indicated that the mean score of mothers' knowledge about weaning foods before being given health education using videos was 68.03 and after being given health education increased to 89.9. Then, the results of the Wilcoxon test obtained a p-value of 0.000 0.05, meaning that there was an effect of health education using videos on mothers' knowledge about weaning foods in Srimulyo Village in the work area of Bandar Negeri Suoh Public Health Center in 2023. An effect of health education using videos on mothers' knowledge about weaning foods in Srimulyo Village in the work area of Bandar Negeri Suoh Public Health Center in 2023. Keywords: Weaning Foods, Health Education, Knowledge
Hubungan Pola Asuh, Pemberian Asi Eksklusif, dan Riwayat Infeksi dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat Ernawati Ernawati; Ana Mariza; Wayan Aryawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.11776

Abstract

ABSTRACT Stunting remains a health issue that requires attention. Stunting data in West Lampung Regency in 2021 was 22.7%. The prevalence of stunting at Kebun Tebu Public Health Center in West Lampung is high, reaching 27.1%. The impact of stunting on toddlers includes metabolic disorders, infections and immunity issues, digestive system disturbances, neural development and intelligence effects, socioeconomic implications, and health risks. The purpose is To understand the relationship between parenting patterns, exclusive breastfeeding, and history of infections with the occurrence of stunting. Methods in This study was quantitative design, utilizing an analytical survey design with a cross-sectional time approach. The population for this research consisted of all mothers with toddlers in the working area of Kebun Tebu Public Health Center in West Lampung, totaling 193 individuals. The sampling technique employed is proportional random sampling. Chi-square test is used for statistical analysis. Result is The statistical test results showed that variable parenting patterns get a p-value = 0.034, and OR = 2.308, exclusive breastfeeding p-value = 0.000, and OR = 6.369, and history of infectious diseases (p-value = 0.000, and OR = 5.995), and the occurrence of stunting. Conclusion is The research findings indicated a relationship between parenting patterns, exclusive breastfeeding, history of infectious diseases, and the occurrence of stunting. Suggestion: hoped that healthcare professionals enhance efforts to improve the nutritional status of toddlers through supplementary feeding and provide education on exclusive breastfeeding and Early Initiation of Breastfeeding (EIB) for mothers starting from pregnancy. Keywords: Parenting Patterns, Exclusive Breastfeeding, History of Infections, Stunting  ABSTRAK Stunting hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Data stunting di Kabupaten Lampung Barat tahun 2021 yaitu 22,7%. Prevalensi stunting di Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat cukup tinggi yaitu 27,1%. Dampak stunting bagi balita meliputi gangguan metabolik, infeksi dan imunitas, sistem digestif/ pencernaan, dampak perkembangan saraf dan kecerdasan, sosial ekonomi, serta risiko kesehatan. Tujuan penelitian ini Diketahui hubungan pola asuh, pemberian ASI eksklusif, dan riwayat infeksi dengan kejadian stunting. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat, dengan jumlah 193 orang, dan teknik sampling proportional random sampling. Uji stastistik menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik variabel pada  pola asuh orangtua diperoleh  p-value = 0,034, dan OR = 2,308, pemberian ASI eksklusif p-value = 0,000, dan OR= 6,369, dan riwayat penyakit infeksi p-value = 0,000, dan OR= 5,995. Kesimpulan yaitu Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pola asuh orangtua, pemberian ASI eksklusif, dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting. Saran dalam penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan upaya perbaikan status gizi balita dengan pemberian makanan tambahan dan penyuluhan ASI eksklusif dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) bagi ibu sejak masa kehamilan. Kata Kunci: Pola Asuh, Pemberian ASI Eksklusif, Riwayat Infeksi, Stunting
Pengaruh Penyuluhan dengan Media LCD terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) Sri Utami; Ana Mariza; Wayan Aryawati; Anisa Ermasari
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.11855

Abstract

ABSTRACT Leucorrhoea is discharge other than blood from the vaginal canal that is out of the ordinary, whether it smells or not, and is accompanied by itching. Leucorrhoea can be caused by an infection/inflammation. In addition, it can be caused by hormonal problems and lack of awareness and knowledge to maintain good feminine hygiene. Leucorrhoea is a common thing experienced by women, one of which is young women, especially high school students. Quantitative research, quasy experimental research design with a two group pre and posttest approach. The population of this study were all teenagers at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) as many as 192 people with a sample used as many as 66 respondents divided into 33 intervention groups and 33 control groups using quota sampling. The research was conducted at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) in June 2023. Data collection by questionnaire. Data analysis was univariate (average) and bivariate (wilcoxon). There is an effect of counseling with LCD media on increasing the knowledge of adolescent girls about vaginal discharge at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS). Showed that the knowledge of adolescents about vaginal discharge before being given to the intervention group was 7.8 and after the intervention was 11.8. While the knowledge of adolescents about vaginal discharge before the control group was 9.12 and knowledge of adolescents about vaginal discharge after the control group was 11.0. There is an effect of counseling with LCD media on increasing the knowledge of adolescent girls about vaginal discharge at SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) (p-value = 0.000). For the school to further improve the counseling about vaginal discharge in collaboration with the local health center to provide information about reproductive health. Keywords: Counseling, Vaginal Discharge, Adolescent Knowledge  ABSTRAK Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik berbau atau tidak, serta disertai gatal. Keputihan dapat disebabkan oleh adanya infeksi/peradangan.Salah satu cara untuk mencegah keputihan adalah meningkatkan pengetahuan melalui  penyuluhan melalui media LCD. Dari 10 remaja tersebut sebanyak 70% diantaranya belum mendapatkan informasi tentang keputihan. Hal ini disebabkan karena belum pernah diadakan penyuluhan terkait keputihan di sekolah. Sebanyak 60% dari 10 siswa tersebut, tidak mengetahui bagaimana cara membasuh setelah BAB dan BAK yang benar (dari depan kebelakang).Tujuan penelitian ini adalah diketahui pengaruh penyuluhan dengan media LCD terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunakan quasy eksperimen dengan pendekatan two group pre and posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja yang berada di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) sebanyak 192 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 66 responden dibagi menjadi 33 kelompok intervensi dan 33 kelompok kontrol dengan teknik sampling yang digunakan yaitu sampling kuota. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner serta analisis data  yang dilakukan secara univariat (rata-rata) dan bivariat (wilcoxon). Ada pengaruh penyuluhan dengan media LCD terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh. Hasil Penelitian diketahui pengetahuan remaja tentang keputihan sebelum diberikan pada kelompok intervensi adalah 7,8 dan sesudah intervensi adalah 11,8. Sedangkan pengetahuan remaja tentang keputihan sebelum kelompok kontrol adalah 9,12 dan pengetahuan remaja tentang keputihan sesudah kelompok kontrol adalah 11,0. Ada pengaruh penyuluhan dengan media LCD terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh (BNS) (p-value = 0,000). Bagi pihak sekolah agar lebih meningkatkan lagi penyuluhan tentang keputihan dengan bekerjasama dengan pihak puskesmas setempat untuk memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Penyuluhan, Keputihan, Pengetahuan Remaja
Konseling Gizi terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur dengan Kekurangan Energi Kronik Ana Mariza; Mei Lidia Utami; Sunarsih Sunarsih; Rosmiyati Rosmiyati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.18985

Abstract

ABSTRACT The incidence of chronic energy deficiency (CED) in developing countries such as Bangladesh, India, Thailand, Indonesia, Myanmar, and Sri Lanka ranges from 15% to 47%, indicated by a Body Mass Index (BMI) of less than 18.5%. According to WHO (2018), CED among women of reproductive age (WRA) is one of the causes of 20 million or 15-20% of infants experiencing nutritional problems, such as low birth weight (LBW). A preliminary study conducted in the Bangun Rejo area found that there are still women of reproductive age who appear thin or underweight. The general objective of this study was to determine the effect of nutritional counseling on the knowledge of women of reproductive age with chronic energy deficiency in the working area of Bangun Rejo Primary Health Care, Bangun Rejo District, Central Lampung Regency. The research design used was a One-Group Pretest-Posttest Design, with an experimental type of research and a Pre-Experimental Design form using primary data. The population of WRA with CED in the working area of Bangun Rejo Primary Health Care was 94 people. The research was conducted in July 2024 with 30 respondents, and data collection was carried out using a questionnaire, followed by analysis using a paired t-test in SPSS.Results: The study results showed that the average knowledge level of respondents before receiving nutritional counseling was 50.17. After receiving nutritional counseling, the average knowledge level increased to 82.50. There was a significant effect of nutritional counseling on the knowledge of women of reproductive age with chronic energy deficiency in the working area of Bangun Rejo Primary Health Care, Bangun Rejo District, Central Lampung Regency, with a p-value of 0.000. The conclusion drawn is that there was an increase in the knowledge level before and after counseling, with an average increase of 32.33. It is recommended that respondents continue to improve their knowledge by attending youth health post to further enhance their understanding of CED and health in other adolescents. Keywords: Nutrition, CED, Knowledge, WRA    ABSTRAK Kejadian kekurangan energi kronik di Negara-negara berkembang seperti Bangladesh, india, Thailand, Indonesia, Myanmar, dan Srilangka adalah 15%-47% yaitu dengan BMI 18,5%. WHO (2018) mengatakan KEK pada WUS menjadi salah satu penyebab dari 20 juta atau 15-20% bayi mengalami masalah gizi, seperti berat badan lahir rendah (BBLR). Hasil studi pendahuluan di wilayah Bangunrejo masih didapati wanita usia subur yang terlihat kurus atau memiliki berat badan yang rendah.  Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh konseling gizi Terhadap Pengetahuan Pada Wanita Usia Subur Dengan Kekurangan Energi Kronik  di Wilayah Kerja Puskesmas bangunrejo Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah. Metode Penelitian: Desain penelitian dilakukan secara One Group Pretest-Posttest Design dengan jenis penelitian eksperimen dengan bentuk Pre-Experimental Designs menggunakan data primer. Populasi WUS KEK yang ada diwilayah kerja puskesmas Bangunrejo yaitu 94 orang, penelitian Dilakukan pada bulan Juli 2024 terhadap 30 orang responden dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian dianalisa dengan uji paired t-test menggunakan SPSS. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan responden sebelum diberi konseling gizi  rata-rata 50,17, Tingkat pengetahuan setelah diberi konseling gizi Tingkat pengetahuan responden rata-rata naik menjadi 82,50, Ada Pengaruh konseling gizi Terhadap Pengetahuan Pada Wanita Usia Subur Dengan Kekurangan Energi Kronik  di Wilayah Kerja Puskesmas bangunrejo Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah dengan p value 0,000. Diikuti kesimpulan: Ada kenaikan Tingkat pengetahuan sebelum dan setelah dengan rata-rata sebesar 32,33. Diharapkan bagi responden untuk terus meningkatkan pengetahuannyan dengan cara mengikuti posyandu remaja agar semakin tahu tentang Pengetahuan KEK dan Kesehatan pada remaja lainnya. Kata Kunci: Gizi, KEK, Pengetahuan, WUS
Co-Authors A.S, Veronica Dyah Adelia, Martha Afriani, Nasita Agustin, Feni Nia Ana Tince Wati Sihombing Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anisa Ermasari Annisa Umi Kalsum Apriana, Henita Apridayanti Apridayanti Ariesty, Ghina Ayu Aryawati, Wayan Asih Dwi Astuti Aslam, Fatmawati Asni Lazary Astriana Astriana, Astriana Auda Audrias Christika Lucia Anggraini Dainty Maternity Dayu Linda Sari Desfia HaryatiHS Desi Risna Purnamasari Dewi Yuliasari Dewi Yuliasari Diana Sari Diyan Azhari Dwi Sriwinih Efia, Nur Eka Rohmayanti Endang Tri Wulandari Ermasari, Anisa Ermasari, Anissa Ermawati, Rosi Ernawati Ernawati Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Fajar Amaliah Febrianti Febrianti Feni Mustilah Fitriana, Fajar - Fradika, Agustina Hera Mutmainah Hermawan, Dessy Idayani, Tri Iqmy, Ledy Octaviani Irma Rismaya Khoidar Amirus Kiswari Kiswari Kurniasari, Devi Lala Putriyaza Lala Putriyaza Lathifah, Neneng Siti Linawati Novikasari Livia Nizaranuki Lolita Sari Maida Nurahmah Maria Ulfa, Ade Marina, Ni Nyoman Marsal Usman Mei Lidia Utami Meilita, Masti Meliya Adiya Putri Mulia, Anissa Nana Kristina Nana Kristina Naswati, Wawat Neneng Siti Lathifah Neni, Neni Ni Putu Eka Budi Sulistiyawati Ningsih, Astri Cahya Nita Andriani Nita Evriana Sari Novi Sulistiyowati Nurliani Nurliani Nurliyani Nurliyani Nurul Isnaini Nurul Isnaini Parina, Febriyantina Primadianti, Annisa Putri Lia Rosa Putri, Ratna Dewi Putri, Ratna Dewi Putriyaza, Lala Putu Candrawati Rachmawati, Fijri Ramadhani, Andesta Ratnaningsih, Tri Astuti Rianti, Maria Asih Riska, An Risma Ayu Perdana Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rizki Novita Ratna Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Samino Samino Samino Samino Sari, Dewi Yulia Sari, Nita Evriana Selmi Rita A Serin Jonitha Setiawati Setiawati Siti Julaeha, Siti Siti Maysaroh Siti Soleha Sri Utami Suharman Suharman Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Syamraini Silda Tia Erlina Trisnawati Trisnawati Udrotusaniah, Ita Ulfa, Ade Maria Utami, Vida Wira wahyuni wahyuni Wayan Aryawati Wiwin Lestari Yuli Yantina Yusmaniar, Erma Yuspita, Yeni Yuviska, Ike Ate Yuviska, Ike Ate Zaima Zaima zarma Zarma