Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kepuasan Pasien Rawat Jalan terhadap Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Zaleha Ulfa; Dessy Hermawan; Riyanti Riyanti; Koidar Amirus; Nurhalina Sari
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i11.7060

Abstract

ABSTRACK                                                                 The drug administration worldview has moved from drug direction to medication and patient direction. Fulfillment is a significant piece of wellbeing administrations since patient fulfillment can't be isolated from the nature of wellbeing administrations. This study aims to determine the relationship between outpatient satisfaction with pharmaceutical services at Pertamina Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung. The independent factors are reliability, tangible, responsiveness, assurance, empathy and the dependent factor is patient satisfaction. It's a cross-sectional study that uses a quantitative approach. All patients/families of outpatients taking medication at the outpatient pharmacy unit within one week of working hours were included in this study. Samples were taken using a technique called purposive sampling. Multivariate and univariate data analysis was performed. known that there is  a significant relationship between reliability, tangibles, responsiveness, assurance, and empathywith  patient satisfaction with  pharmaceutical services, obtained respectively – each value [(reliability;  p-value = 0.037: OR = 2,130),(tangibles = p-value = 0.017 : OR = 2.251), (responsiveness ;  p-value = 0.036: OR = 2.080), (assurance ;  p-value = <0.001 : OR = 3.931) and (empathy ;  p-value = 0.027 : OR = 2.141). Known the most dominant variable that affects outpatient satisfaction with pharmaceutical services is assurance with a p.value of <0.001: Exp B (OR): 5,262. Patients' satisfaction with pharmacy services is affected by the following factors: dependability, tangibles, responsiveness; assurance; and empathy; the most prominent of these is the assurance dimension.   Keywords: Patient Satisfaction,Outpatient, Pharmaceutical Services  ABSTRAK Pandangan dunia pemberian obat telah berpindah dari arah obat ke arah pengobatan dan pasien. pemenuhan adalah bagian penting dari pelayanan kesehatan karena pemenuhan pasien tidak dapat dipisahkan dari sifat pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan farmasi di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Faktor independen adalah reliability, tangible, responsiveness, assurance,empaty dan faktor dependen kepuasan pasien.Merupakan penelitian potong lintang yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Semua pasien/keluarga pasien rawat jalan yang minum obat di unit farmasi rawat jalan dalam waktu satu minggu jam kerja diikutsertakan dalam penelitian ini. Sampel diambil dengan menggunakan teknik yang disebut purposive sampling. Analisis data multivariat dan univariat dilakukan.  Keandalan, bukti fisik, respon cepat, jaminan, dan empati dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian terbukti memiliki hubungan yang signifikan. Setiap skor diperoleh [(reliability ; p-value = 0,037: OR = 2,130),(tangibles = p-value = 0,017 : OR = 2,251), (responsiveness ; p-value = 0,036: OR = 2,080), (assurance ; p-value = <0,001 : OR = 3,931) dan (empathy ; p-value = 0,027 : OR = 2,141).Diketahui variabel yang paling dominan yang mempengaruhi kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan farmasi adalah assurance dengan nilai p.value <0.001: Exp B (OR) : 5.262 Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut: ketergantungan, bukti fisik, daya tanggap, jaminan, dan empati, yang paling menonjol adalah dimensi jaminan. Kata Kunci : Kepuasan Pasien, Rawat Jalan, Pelayanan Farmasi
Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Peningkatan Risiko Stunting pada Anak Balita di Kota Bandar Lampung Dessy Hermawan; Devi Kurniasih; Nurhalina Nurhalina; Susanto Susanto; Prima Dian Furqoni; Rivan Nur Rizki; Sekar Dewi Cahyani; Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari; Miftah Lisalwa Lubis; K Widhi Indra Pagestu
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i12.8370

Abstract

ABSTRACT Stunting threatens the future of the nation's next generation, until 2022 the incidence of stunting nationally is still high, including in Lampung Province. The incidence of stunting is still far from the target of under 14% in 2024. The purpose of this study was to analyze the dominant factors associated with the risk of stunting in children under five aged 12-59 months in the city of Bandar Lampung in 2022. This study is an analytical survey research with a cross sectional approach that analyzes the dominant factors associated with the risk of stunting in children under five in the city of Bandar Lampung in 2022. The sampling technique used is cluster sampling, by selecting 20% of 10 locations which are priority areas for stunting control in the city of Bandar Lampung. After selecting two locations, then a sample of 20% of the total children under five in that location was selected. The number of samples was 262 children under five aged 12-59 months who came to the posyandu in the selected area. The data obtained were analyzed using logistic regression. The results showed that maternal height (pV=0.001) and planned pregnancy status (pV=0.001) were the most dominant factors associated with the risk of stunting in Bandar Lampung City in 2022. In addition, the completeness of the child's immunization status (pV=0.014), history of exclusive breastfeeding (pV=0.05) and the child's body length at birth (pV=0.043) were also significantly related to the risk of stunting in children under five in the city of Bandar Lampung. Special attention needs to be paid to pregnant women who have short height and/or mothers whose pregnancies are not planned/desired must get optimal nutritional intake during pregnancy and ensure that when their children are born, they must receive exclusive breastfeeding and receive complete immunizations to avoid the risk of stunting. Keywords: Stunting, Pregnant Women, Children      ABSTRAK Stunting mengancam masa depan generasi penerus bangsa, hingga tahun 2022 ini angka kejadian stunting secara nasional masih tinggi, termasuk di Propinsi Lampung. Angka kejadian stunting masih jauh dari target di bawah 14% pada tahun 2024. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor apa saja yang dominan berhubungan dengan risiko kejadian stunting pada anak balita usia 12-59 bulan di kota Bandar Lampung tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang mencoba menganalisis faktor apa saja yang berhubungan dengan risiko stunting pada anak balita di kota Bandar Lampung tahun 2022. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling, dengan memilih 20% dari 10 lokasi yang merupakan daerah prioritas pengendalian stunting di kota Bandar Lampung. Setelah terpilih dua lokasi/kelurahan, kemudian diambil sampel sebesar 20% dari total anak balita di lokasi/kelurahan tersebut. Adapun jumlah sampelnya adalah 262 anak balita usia 12-59 bulan yang datang ke posyandu di daerah yang terpilih. Data yang di dapat dianalis dengan mengunakan regresi logistic. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor tinggi badan ibu (pV=0,001) dan status kehamilan yang direncanakan (pV=0,001) merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan risiko kejadian stunting di Kota Bandar Lampung tahun 2022. Selain itu, faktor kelengkapan status imunisasi anak (pV=0,014), riwayat mendapatkan ASI eksklusif (pV=0,05) serta panjang badan anak saat lahir (pV=0,043) juga berhubungan bermakna dengan risiko kejadian stunting pada anak balita di kota Bandar Lampung tahun 2022. Perlu adanya perhatian khusus pada ibu hamil yang memiliki tinggi badan pendek dan atau ibu yang hamil tidak direncanakan/diinginkan harus mendapatkan asupan nutrisi yang optimal selama kehamilannya serta memastikan saat anaknya lahir, harus mendapatkan ASI eksklusif serta mendapatkan imunisasi lengkap agar terhindar dari risiko stunting. Kata Kunci:  Stunting, Wanita Hamil, Anak-anak
STATUS KADAR VITAMIN D DALAM DARAH, FAKTOR JENIS KELAMIN, SOSIAL EKONOMI, AKTIFITAS FISIK DAN FAKTOR HEREDITAS TERHADAP KEJADIAN OBESITAS Slamet Widodo; Dessy Hermawan; Nurhalina Sari; Dewi Sri Sumardilah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i3.5426

Abstract

Peningkatan prevalensi obesitas pada orang dewasa usia 18 tahun ke atas terus mengalami peningkatan secara signifikan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga promosi kesehatan masyarakat, dimana salah satu tugas promotor kesehatan adalah memberikan edukasi terhadap pencegahan penyakit yang mungkin bisa disebabkan oleh obesitas. Kejadian obesitas akhir-akhir ini sering dikaitkan dengan kondisi kadar vitamin D dalam darah dan beberapa faktor risiko penyebab obesitas seperti jenis kelamin, sosial ekonomi, aktifitas fisik dan faktor hereditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar vitamin D dalam darah dan faktor-faktor risiko seperti faktor jenis kelamin, sosial ekonomi, aktifitas fisik dan faktor hereditas terhadap kejadian obesitas pada civitas akademika universitas Malahayati tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dengan desain penelitian case control. Analisis data menggunakan uji chi-square. Diketahui faktor hereditas dengan kategori obes berhubungan erat terhadap kejadian obesitas pada civitas akademika universitas malahayati tahun 2020. Dari hasil statistik diketahui bahwa responden dengan faktor hereditas obes terdapat 22 (73,3%), dibandingkan responden yang tidak memiliki riwayat obese yaitu sebanyak 7 (23,3%). Pada uji chi-square didapatkan hasil p-value = 0,00 (p< 0,05) OR= 9,036. Secara statistik dapat dijelaskan bahwa terdapat hubungan antara faktor hereditas terhadap kejadian obesiatas pada civitas akademika universitas Malahayati tahun 2020. Meskipun secara analisis statistik faktor risiko defisiensi kadar vitamin D dalam darah tidak berhubugan dengan kejadian obesitas, namun di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 30 responden kasus kesemuanya mengalami defisiensi vitamin D. Meskipun benar bahwa terdapat 29 dari 30 responden pada kelompok kontrol juga mengalami defisiensi vitamin D. Dapat disimpulkan bahwa obesitas dapat mempengaruhi terjadinya defisiensi vitamin D dalam darah dan jika masyarakat memiliki faktor hereditas obes, maka berpotensi untuk mengalami obesitas juga.     
Kesulitan Keluarga Dalam Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa di Wilayah Puskesmas Kesumadadi Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2020 mislianti -; Dhiny Easter Yanti; nurhalina sari
JIKMI (Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kesulitan keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa dilihat dari  faktor keluarga, faktor budaya dan faktor peran petugas kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kesumadadi Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Oktober 2020. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologis dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara snowballing sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara mendalam terhadap 8 orang informan utama (Keluarga penderita gangguan jiwa), dan 1 orang informan kunci yaitu petugas kesehatan pemegang program di Puskesmas Kesumadadi, dan dilakukan focus group discussion (FGD) kepada 4 orang perwakilan dari keluargapenderita gangguan jiwa.Hasil penelitian diketahui bahwa kesulitan dalam merawat orang dengan gangguan jiwa adalah pengetahuan keluarga tentang perawatan orang dengan gangguan jiwa yang kurang, kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu dan jarak tempuh dari rumah ke puskesmas yang jauh. Masih adanya keluarga yang percaya dan membawa pasien melakukan pengobatan ke dukun. Petugas kesehatan telah berperan aktif dalam pelaksanaan program kesehatan jiwa dengan cara melakukan kunjungan rutin untuk memantau perkembangan pasien, memberikan edukasi dan motivasi kepada keluarga pasien.
Analisis Kepuasan Pasien Tes Pcr Di Laboratorium Patologi Klinik Rsud Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021 Robby Dewan Tanjung; Dina Dwi Nuryani; Nurhalina Sari; Dessy Hermawan; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i3.6850

Abstract

Robby Dewan Tanjung1, Dina Dwi Nuryani 2, Nurhalina Sari 3, Dessy Hermawan 4, Yuliati Amperaningsih5.Pasien Covid-19 masih mendapatkan stigma negatif di masyarakat, baik yang baru memeriksakan dirinya maupun yang sudah sembuh dari penyakit ini. Bahkan masih banyak orang yang enggan memeriksakan dirinya karena faktor ekonomi dan stigma negatif yang diterima. masalah testing juga membingungkan, apakah mereka harus rapid tes ataukah PCR Di sisi lain, antrian ketika menunggu untuk PCR seringkali lama dan banyak yang berpikir akan tertular Covid saat menunggu. Hasil study pendahuluan kehandalan (reliability) 81%, cepat tanggap (responsiveness) 73%, kepastian (assurance) 68%, empati (empathy) 72%, kenyataan (tangibles) 77%. Tujuan Diketahui Kepuasan Pasien Tes PCR Di Laboratorium RSUD Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan study kasus. Subjek pada penelitian ini adalah peserta Test PCR SWAB dan perwakilan Institusi terkait yang melakukan test PCR di RSUAM. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Agustus 2021 di Laboratorium Patologi Klinik Di Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021, Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, analisis data dengan conten analysis.Hasil: Hasil kehandalan (reliability) di dapatkan bahwa bebagian besar mengatakan tidak sesuai karena terjadi keterlambatan hasil keluar dan antrian lama, kenyaman pasien pada saat swab kurang baik, keahlian petugas baik, Hasil cepat tanggap (responsiveness) di dapatkan bahwa respon petgas kurang baik, petugas seperti terburu-buru saat pelaksanaan, tidak memberikan penjelasan jelas pada proses PCR. Hasil kepastian (assurance) di dapatkan hasil Pengetahuan petugas sudah bagus, informasi belum di sampaikan kepada peserta secara menyeluruh, kesopanan kurang. Hasil empati (empathy) di dapatkan Kepeduliaanya kurang baik. Hasil sub fokus kenyataan (tangibles) di dapatkan Fasilitas fisiknya kurang luasnya ruang tunggu, kelengkapan APD sudah baik Petugasnya memakai APD lengkap. Saran Petugas diikutkan pelatihan caring dengan melakukan upgrading pelatihan bagi staff analis agar dapat melayani klien dengan baik, sehingaa cepat tanggan atau responsive petugas tercapai. Kata Kunci : PCR, Kepuasan, covid-19
METODE PEMICUAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) Prince Syahtri; Dina Dwi Nuryani; Nurhalina Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v12i1.1918

Abstract

Masih sekitar 70 juta penduduk Indonesia yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS), dengan jumlah terbesar berada di perdesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) terhadap perubahan perilaku buang air besar sembarangan (BABS). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan/desain penelitian quasy experiment pendekatan Times Series Design. Penelitian dilaksanakan di Desa Tanjung Agung Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Sampel sebanyak 24 kepala rumah tangga menggunakan teknik Cluster Sampling, Jenis data yang digunakan adalah data primer. Analisa bivariat ini dilakukan pengujian statistik Uji repeated anova. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh penerapan metode pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) terhadap perubahan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) dengan nilai ρ-value perilaku sebesar
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup penderita hipertensi Nurul Atika; Samino Samino; Nurhalina Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 7 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i7.8329

Abstract

Background: The prevalence of hypertension in Lampung Province was 15.10 percent and the majority affects the pre-elderly and the elderly. The prevalence of hypertension in Pesisir Barat was 12.22 percent and at Puskesmas Krui was 21.19 percent. Treatment and care services for hypertension aim to improve the quality of life of patients. The purpose of this study was to analyze factors related to the quality of life of patients with hypertension in the posyandu for the elderly in the working area of the Puskesmas Krui Pesisir Barat.Purpose: To determine the factors related to the quality of life of hypertensive patients in the Elderly Posyandu in the working area of the Krui Pesisir Barat Health Center.Method: Quantitative with a cross-sectional design, a population of 998 people and a sample of 514 people with purposive sampling, then analyzed by chi square and logistic regression.Results: Showed that there was a relationship between adherence to antihypertensive medication (p value <0.001 OR=2.0), physical activity (p-value <0.001 OR=5.5), comorbid disease (p-value <0.001 OR=4.2), stress level (p value <0.001 OR=2.6) with quality of life. The variable of physical activity became the variable with the most dominant influence on the quality of life with an OR of 4.4, followed by a comorbid variable with an OR of 2.9. Conclusion: physical activity is the most influential variable with the quality of life of hypertensive patients at the Elderly Posyandu with an OR of 4,4.Suggestion: The management of the Pesisir Barat District Health Office to facilitate the elderly with hypertension in sports facilities such as green open spaces for the elderly for elderly gymnastics activities, conducting healthy walking competitions for the elderly and complete equipment such as sound systems for the continuity of the activities of the elderly posyandu, especially to improve the quality of life.Conclusion: There is a relationship between the quality of life of patients with hypertension at the Posyandu for the elderly at the Krui Pesisisr Barat Public Health Center.Keywords: Integrated Service for the Elderly; Hypertension; Quality of Life.Pendahuluan: Prevalensi hipertensi di Provinsi Lampung 15,10 persen dan mayoritas diderita pra lansia dan lansia. Prevalensi hipertensi di Pesisir Barat sebesar 12,22 persen dan di Puskesmas Krui sebesar 21,19 persen. Pelayanan pengobatan dan perawatan hipertensi bertujuan meningkatkan kualitas hidup penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis factor yang berhubungan dengan kualitas hidup penderita hipertensi di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Krui Pesisir Barat.Tujuan: Untuk menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup penderita hipertensi di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Krui Pesisir Barat.Metode: Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi 998 orang dan sampel 514 orang dengan purposive sampling, lalu dianalisis dengan chi square dan regresi logistik.Hasil: Hasil penelitian mendapatkan ada hubungan kepatuhan minum obat anti hipertensi (p value <0,001 OR=2,0), aktivitas fisik (p value <0,001 OR=5,5), adanya penyakit komorbid (p value <0,001 OR=4,2), tingkat stress (p value <0,001 OR=2,6) dengan kualitas hidup. Variabel  aktivitas fisik menjadi variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap kualitas hidup dengan OR 4,4 disusul oleh variable komorbid dengan OR 2,9. Kesimpulan: aktivitas fisik merupakan variable yang paling berpengaruh dengan kualitas hidup penderita hipertensi di Posyandu Lansia dengan OR 4,4.Saran: Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat agar memfasilitasi lansia penderita hipertensi akan fasilitas olahraga seperti ruang terbuka hijau untuk lansia beraktivitas senam lansia, melakukan lomba jalan sehat bagi lansia serta peralatan kelengkapan alat seperti sound sistem untuk keberlangsungan kegiatan aktivitas posyandu lansia khususnya untuk meningkatkan kualitas hidup.Simpulan: Terdapat hubungan Kualitas hidup penderita hipertensi di posyandu lansia Puskesmas Krui Pesisisr Barat.
Penyuluhan kesehatan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) Dina Dwi Nuryani; Nurul Aryastuti; Nurhalina Sari; Echa Rafika; Eka Yuliana; Endang Setiawati; Desy Fatmawaty
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.45 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i4.239

Abstract

Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for a long time, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or shorter (short) than the normal standard of growth. From the results of the validation of data validation of families at risk of stunting in neighbourhood 5-16, Srengsem Village, Panjang District, Bandar Lampung, it is known that not many people know about stunting and how to prevent it. So that some of them think that their children/toddlers are shorter than their age due to genetic or hereditary factors so that they do not require further treatment. Purpose: Respondents can know, understand about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program Methods: The implementation of the method used in community service is carried out in 2 stages, namely, firstly, Public Health students explain stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program using power points and secondly after being given counseling about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program, respondents were given questions and answers about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program and demonstrating the prepared Healthy Kitchen menu. Results: Respondents understand about stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program. Conclusion: Respondents can understand stunting and its prevention by applying the Healthy Kitchen program and are expected to be able to apply it in their respective homes and in their daily food menu.   Pendahuluan: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar normal pertumbuhannya. Dari hasil verifikasi validasi data KK yang beresiko stunting yang ada di Rt 5-16 Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung diketahui bahwa belum banyak yang mengetahui stunting dan bagaimana pencegahan nya. Sehingga beberapa dari mereka beranggapan bahwa anak/ balitanya lebih pendek dari usianya adalah karena faktor genetik atau keturunan sehingga tidak memerlukan penanganan lebih lanjut. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat). Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa Kesehatan Masyarakat menjelaskan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) menggunakan power point dan kedua setelah diberikan penyuluhan tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat), responden diberikan tanya jawab tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) dan mendemonstrasikan menu DASHAT yang telah disiapkan. Hasil: Responden memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat). Simpulan: Responden dapat memahami tentang stunting dan pencegahan nya dengan mengaplikasikan program DASHAT (Dapur Sehat) dan diharapkan dapat mengaplikasikannya di rumah masing-masing dan pada menu makanan sehari-hari.
PENYULUHAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (FE) DI POSYANDU KARTINI LABUHAN RATU Nurhalina Sari; Lolita Sary; Khoidar Amirus; Eka Yuliana; Aulyya Rahmah; Delima Selviyani Putri; Echa Rafika; Sri Wulandari; Febrianti Febrianti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.515-519

Abstract

Kematian ibu disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang terjadi dimulai dari fase sebelum hamil yaitu pada wanita usia subur yang mengalami anemia, obesitas, tuberculosis, kurang energi kronis, dan lain–lain.Berdasarkan riskesdas tahun 2018 didapatkan data bahwa persentase ibu hamil yang mengalami anemia sebesar 48,9 %. Dari jumlah persentase anemia pada ibu hamil mengartikan bahwa sekitar 5 dari 10 ibu hamil di Indonesia mengalami anemia . Tujuan penyuluhan ini yaitu Ibu hamil mengetahui manfaat mengkonsumsi tablet Fe, Ibu hamil dapat mengerti tentang bahaya jika kurang mengkonsumsi Tablet Fe. Metode penyuluhan ini menggunakan media leaflet dan kuesioner untuk mengukur tingkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu hamil sebelum dan sesudah diadakanya penyuluhan . Hasil kegiatan yang didapat dari kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan di Posyandu Kartini Labuhan Ratu yaitu sebelum dilakukan penyuluhan 30% ibu hamil memahami tentang Tablet Fe. Setelah diberikan materi terkait Tablet Fe terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil yaitu terdapat 90% ibu memahami terkait Tablet Fe. Untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil selain disebabkan karena kekurangan zat besi diharapkan tenaga kesehatan lebih rutin memberikan penyuluhan mengenai tablet Fe. Ibu hamil juga diharapkan dapat meningkatkan kesadarannya untuk mengkonsumsi tablet Fe minimal minum 90 tablet Fe selama hamil. Dengan dilakukanya penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet Fe.
Determinants of cesarean delivery in Indonesia: An analysis of the 2017 Indonesia demographic and health survey Dinda Dwi Fajarwati; Nurhalina Sari
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v5i2.9573

Abstract

Background: According to a statement by the World Health Organization (WHO), the optimal proportion of sectio caesarea (SC) is considered to be between 10-15%. In Indonesia, based on survey data for deliveries using the sectio caesarea (SC) method, the cases increased from 9.8% in 2013 and 17.6% in 2018.Purpose: To determinants of cesarean delivery in Indonesia:  An analysis of the 2017 Indonesia demographic and health surveyMethod: This type of research is a quantitative study with a cross-sectional design. The population and sample in this study were 14,087 women of childbearing age 15-49 years who had complete variables. Data analysis used chi-square and multiple logistic regression.Results: Found that there was a significant relationship between sectio caesarea with maternal age, mother's occupation, wealth index, place of residence, spouse's occupation, partner's education, type of birth, history of ANC visits, baby size, health facilities, history of pregnancy complications and delivery, history of miscarriage with p-value < 0,001. And there is no relationship between sectio caesarea and maternal education with a p-value of 0.862. The dominant factor that affects mothers giving birth by cesarean section is the type of birth with an OR of 2.854 times (CI 95% 1,932 – 4,206).Suggestion: It is expected that people who have undergone IVF or pregnancy insemination will carry out the fertilization alone in order to reduce the risk of giving birth by cesarean section and women who are already pregnant with multiple pregnancies are expected to be more diligent in conducting ante-natal care visits so that they can better detect the progress of their pregnancy and prevent complications. which will allow delivery by cesarean section.
Co-Authors Abdullah, Rochman Aribowo Aditia Arief Firmanto Afriza, Zelda Nora Agung Aji Perdana Agung Supriyadi Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Amalia Amraini Anisa, Zahra Apriyani, Risma Aprizal Hendardi Ardika, Muhammad Fajar Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Aulyya Rahmah Chanita Sari Manulang Christin Angelina F Christin Angelina Febriani Delima Selviyani Putri Desna Sari Putri Destriana Hasan Desy Fatmawaty Devi Kurnia Sari Dewi Sri Sumardilah Dewi, Friska Novira Maya Diah Astika Winahyu Diah Astika Winahyu Diana Sari Diana, Liza Dias Dumaika Dias Dumaika Diki Septian Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dinda Dwi Fajarwati Dwi Nuryani, Dina Dwita Canggi Siregar Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Yuliana Eka Yuliana Eka Yuliana Eliza Eka Nurmala Endang Setiawati Fahrul Syah Fani Santika Hermawan Farich, Achmad Fatmawaty , Desy Fatmawaty, Desy Febrianti Febrianti Febrianti Febrianti Febrianti Febrianti, Christin Angelina Firdayunsari, Firdayunsari Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Friska N M Dewi Hafiratul Fitri Usfa Hardini Ariningrum Hermawan, Dessy Hikmah Ifayanti K Widhi Indra Pagestu Khoidar Amirus Kiki Karlina Koidar Amirus Kurniati, Mala Lolita Sary Madeleine Randell Manjorang, Marlida Yuliza Manulang, Chanita Sari Marlida Yuliza Manjorang Miftah Lisalwa Lubis mislianti - Mislianti Mislianti Muhammad Ricky Pratama Muhani, Nova Nadia Nur Azizah Nanang Dismiantoni Nanang Dismiantoni Natalina Natalina Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nurmala, Eliza Eka Nurul Atika Prima Dian Furqoni Prince Syahtri Prince Syahtri Putra, Agung Pradana Putra, Indra Jaya Putri, Desna Sari Rafika, Echa Rahmadhan, Arif Rahmah, Aulyya Ramadayanti, Desty Monica Randell, Madeleine Rissa Afni Matinouva Rita Utari Rivan Nur Rizki Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rizka Rahmawati, Rizka Robby Dewan Tanjung Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Saputra, Firman Dwi Sari, Fitri Eka Sekar Dewi Cahyani Selviyani Putri, Delima SETIAWATI, ENDANG Slamet Widodo Sri Wulandari Sri Wulandari Suralaga, Febri Anindita Susanto Susanto Taufiqqurokhim, Taufiqqurokhim Torry Duet Irianto Torry Duet Irianto Trisia Dira Yuniar Usfa, Hafiratul Usfa, Hafiratul Fitri Wayan Aryawati Winahyu, Diah Astika Windy Febriani Yanti, Dhiny Easter Yasi, Indi Iska Yelfi Yanti Yuli Yandara Yuliati Amperaningsih Yuniar, Trisia Dira Yusuf, Ghina Gabrilla Zakiyah Zakiyah Zakiyah Zakiyah Zaleha Ulfa Zelda Nora Afriza