Keswara, Umi Romayati
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan Gita Ramadhani; Umi Romayati Keswara; Dian Asih Rianty
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1852

Abstract

Background: Fishermen must be prepared to provide Basic Life Support to reduce the number of deaths from drowning. Community empowerment is crucial in emergency situations, providing training and simulations to prepare them for emergencies. Purpose: To determine the effect of basic life support health education on the knowledge of fishermen. Method: A quantitative analytical design with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The population in this study was 57 fishermen from Surung Batang Hamlet, with a sample of 32 respondents. Sampling was conducted using a purposive sampling technique. Data analysis used a dependent test (paired t-test). Results: Based on the results, the average knowledge score before health education was 7.84 and the average score after health education was 18.94. The paired t-test results obtained a significance value of 0.000 or P < 0.005. Conclusion: Health education significantly impacted the knowledge of fishermen, with a P-value of 0.000 < 0.005. Keywords: Basic Life Support; Fishermen; Health Education; Knowledge.   Pendahuluan: Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan harus memiliki kesiapan dalam melakukan basic life support untuk menurunkan angka kematian akibat tengelam. Pemberdayaan Masyarakat sangat penting dalam situasi gawat darurat untuk dapat memberikan pelatihan dan simulasi agar mereka siap menghadapi situasi darurat. Tujuan:  Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan basic life support terhadap pengetahuan nelayan. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasy eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat Dusun Surung Batang yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 57 orang dengan sampel 32 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Berdasarkan hasil nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 7.84 dan nilai rata-rata setelah diberikan pendidikan kesehatan yaitu 18.94. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.000 atau P < 0.005. Simpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan nelayan dengan nilai P Value 0.000 < 0.005. Kata Kunci: Basic Life Support; Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan; Nelayan.
Teknik Handgrip untuk Menurunkan Tekanan Darah di Dusun Aryo Jipang Kelurahan Suka Jaya Lempasing Pesawaran Dewa Ayu Neli Elvania; Dian Asih Rianty; Umi Romayati Keswara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.16030

Abstract

ABSTRAK Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2023 diperkirakan 1,28 Miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun diseluruh dunia menderita hipertensi. Faktor risiko lain penyebab hipertensi adalah kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik diketahui yang mampu menurunkan risiko hipertensi melalui mekanisme penurunan resistensi pembuluh darah dan penekanan aktivitas sistem saraf simpatik dan sistem renin angiotensin. Latihan menggenggam alat handgrip merupakan intervensi dengan mengontraksikan otot tangan secara statis tanpa diikuti dengan pergerakan berlebih dari otot dan sendi. Diketahui pengaruh handgrip terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Dusun Aryo Jipang Kelurahan Suka Jaya Lempasing Pesawaran. Jenis penelitian ini menggunakan jenis kualitatifdengan metode one group pretest-posttest untuk mengetahui hasil penerapan intervensi handgrip yang dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan pada pasien kelolaan. Sampel menggunakan 2 orang dewasa yang memenuhi kriteria inklusi. Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga dengan terapi handgrip kepada dua responden selama 5 hari dengan 1 kali intervensi didapatkan hasil dari masing-masing responden 1 dapat menurunkan tekanan darah 157/95 mmHg menjadi 151/91 mmHg. Responden 2 tekanan darah 155/94 mmHg menjadi 150/90 mmHg. Ada pengaruh terapi handgrip untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi derajat 1. Saran kepada keluarga terapi handgrip dapat digunakan secara mandiri dan terus dilakukan untuk mengontrol tekanan darah tinggi pada pasien. Untuk keluarga dapat mendampingi responden saat terapi dilakukan. Kata Kunci: Handgrip, Hipertensi, Dewasa.  ABSTRACT According to data from the World Health Organization (WHO), in 2023 it is estimated that 1.28 billion adults aged 30-79 years worldwide will suffer from hypertension. Another risk factor for hypertension is lack of physical activity. Physical activity is known to reduce the risk of hypertension through the mechanism of reducing vascular resistance and suppressing the activity of the sympathetic nervous system and the renin angiotensin system. Handgrip grip training is an intervention that involves statically contracting the hand muscles without excessive movement of the muscles and joints. To determine the effect of handgrips on blood pressure in hypertensive patients in Aryo Jipang Hamlet, Suka Jaya Lempasing Pesawaran Village. This type of research uses a qualitative type with a one group pretest-posttest method to determine the results of implementing the handgrip intervention carried out before and after the action is carried out on managed patients. The sample used 2 adults who met the inclusion criteria. After providing family nursing care with handgrip therapy to two respondents for 5 days with 1 intervention, the results showed that each respondent 1 was able to reduce blood pressure from 157/95 mmHg to 151/91 mmHg. Respondent 2's blood pressure was 155/94 mmHg to 150/90 mmHg. There is an effect of handgrip therapy in lowering blood pressure in sufferers of grade 1 hypertension. Advice to families, handgrip therapy can be used independently and continuously to control high blood pressure in patients. The family can accompany the respondent when therapy is carried out. Keywords: Handgrip, Hypertension, Mature.
Asuhan Keperawatan pada Lansia dengan Hipertensi Menggunakan Pemberian Air Rebusan Daun Alpukat di Pekon Kandang Besi Kabupaten Tanggamus Uswatun Hasanah; M. Arifki Zainaro; Umi Romayati Keswara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26472

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala hingga terjadi komplikasi. Menurut WHO tahun 2023, sekitar 1,28 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Salah satu upaya pengendalian hipertensi secara nonfarmakologis adalah pemberian air rebusan daun alpukat (Persea americana Mill) yang mengandung flavonoid dan quersetin yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Diketahuiasuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi menggunakan pemberian air rebusan daun alpukat di Pekon Kandang Besi Kabupaten Tanggamus. Pada penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Subjek yang digunakan 2 orang hipertensi. Penerapan terapi air rebusan daun alpukat sesuai standar operating procedur (SOP) yang dilakukan yaitu diminum 1 kali sehari saat sore hari sebelum makan diberikan selama 7 hari. Terdapat penurunan tensi darah menggunakan terapi air rebusan daun alpukat pada pasienhipertensi di Pekon Kandang Besi Kabupaten Tanggamus. Pengelolaan keperawatan dengan penerapan  tindakan  keperawatan terapi air rebusan daun alpukat yang  penulis  lakukan  selama  7 hari  pada pasien hipertensi, kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  Ny  Z 130/80mmgHg dan Tn. B TD 120/80 mmgHg dan selama tindakan kedua klien koperatif. Kata Kunci: Hipertensi, Air Rebusan Daun Aplukat, Lansia.  ABSTRACT Hypertension is a noncommunicable disease known as the “silent killer” because it often causes no symptoms until complications arise. According to the WHO in 2023, approximately 1.28 billion people worldwide suffer from hypertension. One nonpharmacological approach to managing hypertension is the administration of avocado leaf (Persea americana Mill) decoction, which contains flavonoids and quercetin that have the potential to lower blood pressure. It is known that nursing care for the elderly with hypertension involves the administration of avocado leaf decoction in Pekon Kandang Besi, Tanggamus Regency. This final project report employs a descriptive research design with a case study approach. The subjects were 2 individuals with hypertension. The avocado leaf decoction therapy was administered according to standard operating procedures (SOP), specifically taken once daily in the afternoon before meals for 7 days. A decrease in blood pressure was observed in hypertensive patients in Pekon Kandang Besi, Tanggamus Regency, following treatment with avocado leaf decoction. The nursing management involving the application of avocado leaf decoction therapy, which the author administered for 7 days to hypertensive patients, both clients’ conditions were resolved, as evidenced by Ms. Z’s blood pressure of 130/80 mmHg and Mr. B’s blood pressure of 120/80 mmHg, and both clients were cooperative throughout the intervention. Keywords: Hypertension, Aplukat Leaf Decoction, Elderly.
Hubungan waiting time dengan kepuasan pasien AHMADMUAMAR KHADAFI; Triyoso Triyoso; Umi Romayati Keswara
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i1.117

Abstract

Background: Patient satisfiction is one of indicators to measure health service quality. A prolonged waiting time influences the satisfiction of a patient toward health service quality. According to the data from health agency of pesisir barat regency in 2016, the utilization of health center was low, it is 26.7%. The utilization was lower than the Lampung Province utilization, 32.6%. Purpose: The study was to identifi the correlation between waiting time and patient satisfaction. Method: The study was conducted through quantitative method with cross sectional approach. The population involved 134 patients registred at Bengkunat Belimbing Healty Center. The data collection was through questionnaires. The data analysis was through chi squer. Results: There were 81 respondents (60.4%) experinced good waiting time. 88 respondents (68.7%) felt satisfied with the health center service. There was a correlation between waiting time and patient satisfaction at Bengkunat Belimbing Health Center of Pesisir Barat in 2019 with p value = 0.048, in such a way that p value < α (0.048 < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between waiting time and patient satisfaction with the service. Suggestion: The service, which complies with the SOP, meets patient expectations and needs to be maintained and improved to achieve service and waiting times above 90%.   Keywords: Patient; Satisfaction; Waiting time.   Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator untuk mengukur kualitas layanan kesehatan. Waktu tunggu pasien lama akan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2016, pemanfaatan fasilitas kesehatan di Puskesmas masih rendah, yaitu 26.7% masih rendah dibandingkan pemanfaatan fasilitas kesehatan puskesmas  di Provinsi Lampung yaitu 32.6%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan waiting time dengan kepuasan pasien. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara cross sectional, dengan populasi seluruh pasien yang berkunjung di Puskesmas Belimbing Kabupaten Pesisir Barat  yang berjumlah 421 responden. Tekhnik pengambilan sampel dengan accidental sampling dengan jumlah sampel 134 responden. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Pada penelitian menunjukkan sebagian besar responden merasa waiting time yang sudah sesuai (baik) yaitu sebanyak 81 (60.4%) responden. Sebagian besar responden puas dengan pelayanan puskesmas, yaitu sebanyak 88 (68.7%) responden. Terdapat hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bengkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2019 p-value = 0.048, sehingga  p-value < α (0.048< 0.05). Simpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara waiting time dengan kepuasan pasien dalam mendapatkan pelayanan. Saran: Pelayanan sesuai SOP sudah sesuai yang diharapkan pasien, dan perlu dipertahankan serta ditingkatkan pelayanan dan waiting time sehingga bisa mencapai lebih dari 90%.   Kata Kunci: Kepuasan; Pasien; Waiting Time.
Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Pertolongan Pertama Pada Patah Tulang (Fraktur) Terhadap Pengetahuan Penanganan Fraktur Pada Siswa Siswi di SMKN 2 Bandar Lampung Putri Anisa Rizki; Umi Romayati Keswara; Umi Romayati Keswara; Dian Asih Rianty
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25547

Abstract

ABSTRACT School accidents, such as falls or slips, can cause injuries and fractures. First aid can be administered by anyone as long as it is safe and adheres to basic principles. Knowledge of first aid is crucial to ensure appropriate action and prevent worsening the victim's condition. Lectures are effective for conveying information quickly to a large number of students, but are less interactive than demonstrations and simulations in enhancing understanding and skills. To determine the effect of providing first aid education for fractures on students' knowledge of fracture management at SMKN 2 Bandar Lampung in 2025. This study used a quantitative quasi-experimental design with a group pre-test and post-test. The study population was all 171 grade 10 students at SMKN 2 Bandar Lampung. Using the Dempsey formula, 49 respondents were recruited. Purposive sampling was used, and statistical analysis was used to generate information using bivariate analysis using the sample t-test. The average student knowledge before education was 10.21 (min–max 7–14) and increased to 15.35 (min–max 11–19) after education. The dependent t-test showed a p-value of 0.000 (0.05). There is an effect of health education on first aid for fractures on knowledge among students at SMKN 2 Bandar Lampung in 2025. The school is expected to collaborate with health workers to regularly implement first aid education and training on fractures. This activity can be integrated into the health program or extracurricular activities to improve student knowledge and preparedness. Keywords: Health Education, First Aid, Fracture, Knowledge, High School Students.  ABSTRAK Kecelakaan di sekolah seperti jatuh atau terpeleset dapat menyebabkan luka hingga fraktur. Pertolongan pertama bisa dilakukan siapa saja selama aman dan sesuai prinsip dasar. Pengetahuan tentang pertolongan pertama sangat penting agar tindakan yang diberikan tepat dan tidak memperparah kondisi korban. Metode ceramah efektif untuk menyampaikan informasi ke banyak siswa dengan cepat, tetapi kurang interaktif dibanding demonstrasi dan simulasi dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan. Diketahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan pertolongan pertama pada patah tulang (fraktur) terhadap pengetahuan penanganan fraktur pada siswa siswi di SMKN 2 Bandar Lampung Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen dengan tipe group pre-test dan post-test, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMKN 2 Bandar Lampung total 171 siswa dengan menggunakan teknik perhitungan rumus dempsey diperoleh hasil 49 responden. Menggunakan teknik purposive sampling, diolah secara statistik untuk menghasilkan informasi menggunakan analisis bivariat uji sample t-test. Hasil: Rata-rata pengetahuan siswa sebelum edukasi adalah 10,21 (min–maks 7–14) dan meningkat menjadi 15,35 (min–maks 11–19) setelah edukasi. Uji t-dependen menunjukkan p-value 0,000 (0,05). Terdapat pengaruh edukasi kesehatan penanganan pertama pada patah tulang terhadap pengetahuan pada siswa siswi di SMKN 2 Bandar Lampung Tahun 2025. Diharapkan pihak sekolah bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk melaksanakan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama patah tulang secara rutin. Kegiatan ini dapat diintegrasikan dalam program UKS atau ekstrakurikuler guna meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pertolongan Pertama, Fraktur, Pengetahuan, Siswa Sekolah Menengah.
Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Pertolongan Pertama Pada Patah Tulang (Fraktur) Terhadap Pengetahuan Penanganan Fraktur Pada Siswa Siswi di SMKN 2 Bandar Lampung Putri Anisa Rizki; Umi Romayati Keswara; Umi Romayati Keswara; Dian Asih Rianty
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25547

Abstract

ABSTRACT School accidents, such as falls or slips, can cause injuries and fractures. First aid can be administered by anyone as long as it is safe and adheres to basic principles. Knowledge of first aid is crucial to ensure appropriate action and prevent worsening the victim's condition. Lectures are effective for conveying information quickly to a large number of students, but are less interactive than demonstrations and simulations in enhancing understanding and skills. To determine the effect of providing first aid education for fractures on students' knowledge of fracture management at SMKN 2 Bandar Lampung in 2025. This study used a quantitative quasi-experimental design with a group pre-test and post-test. The study population was all 171 grade 10 students at SMKN 2 Bandar Lampung. Using the Dempsey formula, 49 respondents were recruited. Purposive sampling was used, and statistical analysis was used to generate information using bivariate analysis using the sample t-test. The average student knowledge before education was 10.21 (min–max 7–14) and increased to 15.35 (min–max 11–19) after education. The dependent t-test showed a p-value of 0.000 (0.05). There is an effect of health education on first aid for fractures on knowledge among students at SMKN 2 Bandar Lampung in 2025. The school is expected to collaborate with health workers to regularly implement first aid education and training on fractures. This activity can be integrated into the health program or extracurricular activities to improve student knowledge and preparedness. Keywords: Health Education, First Aid, Fracture, Knowledge, High School Students.  ABSTRAK Kecelakaan di sekolah seperti jatuh atau terpeleset dapat menyebabkan luka hingga fraktur. Pertolongan pertama bisa dilakukan siapa saja selama aman dan sesuai prinsip dasar. Pengetahuan tentang pertolongan pertama sangat penting agar tindakan yang diberikan tepat dan tidak memperparah kondisi korban. Metode ceramah efektif untuk menyampaikan informasi ke banyak siswa dengan cepat, tetapi kurang interaktif dibanding demonstrasi dan simulasi dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan. Diketahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan pertolongan pertama pada patah tulang (fraktur) terhadap pengetahuan penanganan fraktur pada siswa siswi di SMKN 2 Bandar Lampung Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen dengan tipe group pre-test dan post-test, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMKN 2 Bandar Lampung total 171 siswa dengan menggunakan teknik perhitungan rumus dempsey diperoleh hasil 49 responden. Menggunakan teknik purposive sampling, diolah secara statistik untuk menghasilkan informasi menggunakan analisis bivariat uji sample t-test. Hasil: Rata-rata pengetahuan siswa sebelum edukasi adalah 10,21 (min–maks 7–14) dan meningkat menjadi 15,35 (min–maks 11–19) setelah edukasi. Uji t-dependen menunjukkan p-value 0,000 (0,05). Terdapat pengaruh edukasi kesehatan penanganan pertama pada patah tulang terhadap pengetahuan pada siswa siswi di SMKN 2 Bandar Lampung Tahun 2025. Diharapkan pihak sekolah bekerja sama dengan tenaga kesehatan untuk melaksanakan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama patah tulang secara rutin. Kegiatan ini dapat diintegrasikan dalam program UKS atau ekstrakurikuler guna meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pertolongan Pertama, Fraktur, Pengetahuan, Siswa Sekolah Menengah.
Co-Authors A&#039;raaf Almaera Febrian Ade Gunawati Sandi Adelta, Yosi Adha, Adinda Wulan Adinda Wulan Adha Ahmad Muammar Khoddafi AHMADMUAMAR KHADAFI Akbar Cholidin Alparizi, Melki Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Andriyanto Andriyanto Anita Bustami Ari Yunita Arozan, Dimas Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Asep Rahmad Hidayat Athaya Hafizhah Aulia Cyntia Gumas A’raaf Almaera Febrian Bagus Pranata Budi, Wahyu Setianing Cahyani, Annida Arrum Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Dewa Ayu Neli Elvania Dewi Kusumaningsih Dian Arif Wahyudi Dian Asih Rianty Dimas Ning Pangesti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Easter Yanti, Dhiny Edison, Shandi Setiawan Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Trismiyana Eka Yuhda Chrisanto Elliya, Rahma Eriyani Eriyani Erna Yulianti Fadila, Enggar Febrian, A’raaf Almaera Firamita Yusticia Fitria Fitria Gita Ramadhani Gunawan, M. Ricko Gustiani, Dwi Heni Kartika Sari Hermawan , Dessy Hermawan, Dessy Hesti Wulandari Hesti Wulandari Ibnu Hasyim Ibnu Samsul Bahri Juana, Rika Kusuma, Intania Laili Pritasari Leni Marlena Lidya Ariyanti Lodry Yano Ludiana Ludiana M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan Made Novita Sari Mahdi Antoni Mardani Mardani Marlena, Leni Maya Maya Melki Alparizi Muhamad Arifki Zaenaro Nepiana, Nurul Novikasari, Linawati Novrita Syuhada Nurlita, Ela Nurliyani Nurliyani Palupi, Antika Pragumansyah, Juanda Prima Dian Furqoni Pritasari, Laili Putri Anisa Rizki Putri Indaman Rafli, Muhammad Rahma Elliya Rahmat Hidayat Rahmawati, Reka Putri Ray Krisna Dhitya Reka Putri Rahmawati Resna Mahdewi Puteri Ria Aryani Riadini, Irma Rianty, Dian Asih Rika Yulendasari Rilyani Rilyani Rilyani Simahaya Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rita, Desi Risna Rudi Winarno Rudi Winarno Safutri, Apriyanti Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Siska Mutiara Slamet Widodo Slamet Widodo Slivia, Andi Bunga Slivia, Eka Solbari Solbari Sri Haryani Stevian Ahmad Yuliansyah Super Adinata Teguh Pribadi Teguh Pribadi Tomi Saputra Trismiyana, Eka Triyono, Taufiq Hidayat Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy Uswatun Hasanah Utami, Vida Wira Wahid Tri Wahyudi Wahyu Karhiwikarta Wiwik Erni Puspita Sari Wiwin Mardiani Yeni Novita Yopita Sari Yuliasari, Dewi Yuni Hastuti