Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA DALAM KECAMATAN WAYLIMA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2013 Agung Aji Perdana; Samino Samino; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i1.387

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih terjadi transmisi malaria atauberisiko malaria (risk malaria), karena tahun 2011 jumlah pasien malaria yangmeninggal tahun 2011 adalah 388 orang. Angka API di Provinsi Lampung pada tahun2011 sebesar 0,62‰, di Kabupaten Pesawaran angka API pada tahun 2011 sebesar14,77‰, di Puskesmas Kota Dalam angka API pada tahun 2011 sebesar 4,81‰.Tingginya kasus malaria disebabkan oleh masih adanya nyamuk Anopheles sebagaiperantara penularan malaria, perubahan lingkungan yang tidak terkendali, mobilitaspenduduk yang tinggi, dan perilaku masyarakat yang tidak sehat. Tujuan penelitian iniadalah untuk diketahui hubungan perilaku masyarakat dan lingkungan dengan kejadianpenyakit malaria di wilayah kerja Puskesmas Kota Dalam, Kecamatan Way Lima,Kabupaten Pesawaran Tahun 2013.Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan Case Control. Jumlah sampeldalam penelitian 128 responden. Kelompok kasus 64 responden dan kontrol 64responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa yang analisaunivariat dan bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan keluarrumah pada malam hari (p-value 0,001, OR sebesar 3,432 (CI 95% : 1,655 – 7,115),tempat perindukan nyamuk (p-value 0,001, OR sebesar 3,462 (CI 95% : 1,664 – 7,200),kerapatan dinding rumah (p-value 0,013, OR sebesar 2,616 (CI 95% : 1,279 - 5,351),pemasangan kawat kassa (p-value 0,008, OR sebesar 2,781 (CI 95% : 1,359 - 5,691)dengan kejadian malaria. Tidak terdapat hubungan antara penggunaan obat anti nyamukdengan kejadian malaria (p-value 0,111)Disarankan agar masyarakat mencegah gigitan nyamuk, jika keluar rumah padamalam hari hendaknya menggunakan baju lengan panjang atau menggunakan obat antinyamuk oleh (rappelent). Bagi instansi kesehatan dilakukan penyuluhan secara intensifguna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara mencegah danmenanggulangi malaria.Kata Kunci : Perilaku Masyarakat, Lingkungan, Kejadian Malaria
EFEKTIFITAS PENANAMAN TANAMAN SERAI WANGI (Cymbopogon nardus) TERHADAP INDIKATOR MAYA INDEX DBD DI KABUPATEN PRINGSEWU, LAMPUNG Achmad Farich; Agung Aji Perdana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2113

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Kejadian demam berdarah meningkat secara drastis di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir, sebanyak 390 juta orang terinfeksi dengue per tahun. Peningkatan jumlah penderita penyakit DBD di Indonesia terjadi pada tahun 2015 sampai 2016 dengan jumlah kasus 201.885 dan jumlah kematian sebesar 1.585 orang. Berdasarkan profil kesehatan Provinsi Lampung Kabupaten Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Metro merupakan kabupaten dengan angka Incidence rate (IR) tertinggi. Kabupaten Pringsewu mengalami peningkatan kasus DBD pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2015 dengan jumlah kasus 680 kasus, 3 diantaranya meninggal dunia. Dibutuhkan suatu model yang dapat meningkatkan perilaku pencegahan Demam Berdarah Dengue dengan kegiatan ekonomi produktif, melalui pengembangan tanaman pengusir nyamuk yang memiliki nilai ekonomi. Dikenal ada banyak tanaman yang bisa menjadi pengusir nyamuk seperti tanaman serai. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas tanaman serai wangi terhadap indikator Maya Index (MI) di Desa Wonodadi Kabupaten Pringsewu. Metode : Jenis penelitian adalah studi kuantitatif dengan desain pretest-postest nonequivalent group design. Desa Wonodadi merupakan desa yang menjadi kelompok intervensi dan Desa Rejosari merupakan desa yang menjadi kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan selama 10 bulan, sebelum dan sesudah penanaman serai wangi dilakukan pengukuran indikator entomolognya. Pengukuran indikator entomologi dilakukan secara visual yaitu dilakukan dengan melihat ada atau tidaknya jentik di setiap tempat potensial perindukan nyamuk aedes aegypti  tanpa mengambil jentiknya. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar formulir ceklis pengamatan jentik didalam dan diluar rumah. Hasil : Jumlah jentik pada jenis TPA controllable sites, disposable sites, undercontrollable sites mengalami kecenderungan menurun sebelum dan sesudah dilakukan intervensi di Desa Wonodadi dan Desa Rejosari. Indikator BRI dan HRI sebelum dan sesudah intervensi masuk dalam kategori tinggi di Desa Wonodadi dan Desa Rejosari. Indikator Maya index sesudah dilakukan intervensi di Desa Wonodadi mengalami kecenderungan menurun (33,3%) dibandingkan Desa Rejosari yang mengalami kecenderungan meningkat (34,72%). Maya index digunakan untuk mengidentifikasi sebuah lingkungan beresko tinggi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti atau tidak. Kesimpulan : Peningkatan kegiatan PSN diperlukan untuk menekan angka kasus DBD dan perlu adanya sebuah kebijakan daerah yaitu penanaman sereh untuk mengurangi resiko tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kata Kunci : Maya index, Controllable Sites, Breeding Risk Index
PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA KELOMPOK HOMOSEKSUAL DI KOTA BANDAR LAMPUNG Nurul Aryastuti; Christin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2105

Abstract

Jumlah penderita baru HIV/AIDS di Indonesia sebanyak 90.915 orang pada tahun 2016, dan persentase tertinggi penderita HIV pada laki-laki (63,3%). Persentase infeksi HIV tertinggi adalah melalui hubungan seks berisiko pada homoseksual (28%). Berdasarkan data kota Bandar Lampung jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan dari tahun 2008 - 2016 sebanyak 294 orang dan jumlah kumulatif kasus AIDS sebanyak 609 orang. Berdasarkan data jumlah tes HIV dan HIV positif per kelompok risiko pada tahun 2017 kelompok risiko homoseksual merupakan penularan infeksi HIV yang lebih banyak setelah dibandingkan dengan kelompok risiko lainnya, dari 82 kasus kelompok risiko homoseksual 10 kasus diantaranya dinyatakan positif HIV. Tujuan penelitian diketahui perilaku seksual berisiko pada kelompok homoseksual di Kota Bandar Lampung.Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh laki-laki homoseksual di Kota Bandar Lampung sejumlah 82 orang. Sampel diperoleh dengan metode pengambilan sampel snowballing sampling. Analisis univariat dengan deskriptif untuk menggambarkan perilaku seks berisiko pada kelompok homoseksual.Hasil penelitian menunjukkan, usia pertama melakukan hubungan seksual pada kelompok homoseksual adalah 76,7% pada kelompok usia remaja akhir (17-25 tahun) dengan pasangan seks pertama sesame pria (69,8%). Perilaku seksual kelompok homoseksual dengan persentase tertinggi adalah seks oral anal/rimming (67,7%). Perilaku penggunaan kondom pada kelompok homoseksual selalu menggunakan kondom (59,4%) dengan sesama jenis, dengan pasangan tetap tidak pernah menggunakan kondom (30%), jenis kelamin lainnya tidak pernah menggunakan kondom (47,6%). Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi tentang penggunaan kondom dan pemeriksaan infeksi menular seksual sebagai upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS, khususnya kepada kelompok homoseksual.
FAKTOR KEJADIAN STUNTING BALITA BERUSIA 6-23 BULAN DI PROVINSI LAMPUNG Cristin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana; Humairoh Humairoh
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i3.507

Abstract

Prevalensi stunting secara nasional pada 2010 (35,6%), dan 2013 37.2%, yang berarti terjadi peningkatan dibandingkan sebelumnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyebab kejadianstunting balita berusia 6-23 bulan di Provinsi Lampung 2017. Data yang digunakan adalah data Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016.Sampel 164. Data dianasis dengan chi square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil univariat didapatkan prevalensi kejadian stunting sebesar 20,1% dan normal 79,9%. Prevalensi perempuan 50.6%, sedangkan berjenis kelamin laki-laki 49,4%. jumlah anggota rumah tangga <=4 yaitu 78%, sedangkan jumlah anggota rumah tangga >4 sebanyak 22%, inisiasi menyusu dini 54,9%, sedangkan responden yang tidak melakukan IMD sebanyak 45.1%, tidak ASI Eksklusif sebanyak 57,3%, sedangkan responden yang memberikan ASI eksklusif 42.7%. Hasil analisis bivariat diperoleh danya hubungan jenis kelamin (p value= 0,043 OR= 2,441), IMD (p value= 0,010 OR= 3,308), dan ASI ekslusif (p value= 0,028 OR= 2,808) dengan kejadian stunting. Tidakada hubungan yang bermakna antara jumlah anggota rumah tangga dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,197 OR=0,247). Dapat disimpulkan jenis kelamin, Inisiasi Menyusui Dini, ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian stunting balita usia 6-23 bulan, dan jumlah anggota rumah tangga tidak berhungannya. Perlu meningkatkan upaya promotif dan preventif mengenai IMD dan ASI eksklusif agar dapat meningkatkan angka sesuai target yang telah ditetapkan agar kejadianstunting pada balita dapat dicegah
Evaluasi Pengadaan Obat Secara E-Purchasing Berdasarkan E-Katalog Menggunakan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur Restina Sapta Risa; Dina Dwi Nuryani; Agung Aji Perdana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2974

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Puskesmas Sekampung yaitu jumlah realisasi obat yang tidak sesuai dengan Rencana Kebutuhan Obat yang telah diajukan dimana pada tahun 2017 hanya terealisasi sebanyak 38,7% dan tahun 2018 hanya terealisasi sebanyak 26,3%. Hal ini berdampak pada pasien karena akan terjadi kekosongan obat. Kesenjangan antara perencanaan dan realisasi pengadaan obat tersebut yang menyebabkan peneliti merasa tertarik melakukan penelitian dengan tujuan mengevaluasi proses pengadaan obat secara e-purchasing berdasarkan e-katalog menggunakan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan informan penelitian meliputi pejabat Pengadaan Barang, Pejabat Pembuat Komitmen, dan Apoteker dan triangulasi sumber berupa dokumentasi pengadana obat. Analisis data menggunakan analisis isi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadinya kesenjangan antara jumlah obat yang didapatkan dibandingkan dengan obat yang telah diajukan melalui RKO diantranya yaitu: 1) proses pengeluaran Surat Keputusan untuk setiap pihak yang terlibat dalam proses e-purchasing yang terlalu lama, 2) proses approve yang cukup panjang, 3) waktu pemasanan yang dilakukan diakhir tahun dan bersamaan oleh seluruh puskesmas yang membuat distributor tidak dapat memenuhi semua pesanan yang masuk berkaitan dengan stock barang yang sudah mulai habis. Penelitian ini menyarankan agar pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur  untuk dapat mempercepat proses pengeluaran Surat Keputusan tugas bagi pihak-pihak yang terkait dengan proses e-purchasing.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KEPALA KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA DI DESA DURIAN KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN Agung Aji Perdana; Khoidar Amirus; Prayoga Yushananta
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i4.499

Abstract

Malaria sebagai salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, berdampak kepada penurunan kualitas sumber daya manusia yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial ekonomi.Salah satu Desa dengan jumlah kasus malaria tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Padang Cermin Kabupaten Pesawaran terdapat di Desa Durian dengan 175 kasus pada tahun 2016.Tujuan penelitian yaitu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepala keluarga dalam pencegahan penyakit malaria di Desa Durian Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran tahun 2017. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh kepala keluarga di Desa Durian sebesar 580 kepala keluarga, besar sampel 182 orang dan pengambilan sampel proporsional random sampling.Analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian didapat distribusi frekuensi pengetahuan kepala keluarga dalam pencegahan penyakit malaria lebih tinggi pada kategori kurang baik sebesar 143 orang (78.6%), sikap lebih tinggi pada kategori negatif sebesar 122 orang (67.0%), pendidikan kepala keluarga lebih tinggi pada kategori rendah sebesar 132 orang (72.5%), perilaku pencegahan penyakit malaria lebih tinggi pada kategori kurang baik sebesar 126 orang (69,2%). Hasil uji chi square ada hubungan pengetahuan p value = 0,031, ada hubungan sikap p value = 0,039 dan ada hubungan pendidikan p value = 0,010 dengan perilaku kepala keluarga dalam pencegahan penyakit malaria. Disarankan bagi petugas kesehatan Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Kabupaten Pesawaran untuk dapat meningkatkan sosialisasi informasi tentang pencegahan penyakit malaria dengan menggunakan bahasa yang mudah difahami dan menggunakan media yang menarik
Health Belief Model: Selfcare Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kalirejo Kabupaten Pesawaran Dhiny Easter Yanti; Agung Aji Perdana; Nina Okta Rina
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2956

Abstract

Sebanyak 1,13 juta orang di seluruh dunia menderita Hipertensi, prevalensi penderita Hipertensi di dunia adalah 22%, dimana prevalensi tertinggi berada di Afrika 27%, dan terendah di Amerika 18% (WHO, 2020). Pada tahun 2019 Hipertensi merupakan penyakit menular tertinggi dengan 2.630 kasus di Puskesmas Kalirejo. Self-care adalah strategi utama dari promosi kesehatan pada level individu dan merupakan pergeseran filosofi dari “(upaya) penyembuhan (penyakit)”  menjadi filosofi ”peduli (kesehatan)” khususnya pengendalian penyakit kronis seperti Hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komponen HBM dengan self-care Hipertensi di wilayah kerja UPT.Kalirejo Kabupaten Pesawaran. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan data primer. Sampel sebesar 360 responden dan cara pengambilan sampel secara cluster random sampling lalu kemudian dianalisis dengan chi square dan regresi logistik. Terdapat hubungan Self-care Hipertensi dengan jenis kelamin (p-value <0.001; OR 2.6), perceived susceptibility (p-value <0.001; OR 3.4), perceived severity (p-value 0.004 OR= 5,1), perceived benefit (p-value <0.001; OR=2,3), Perceived barrier (p-value <0.001;), perceived self-eficacy  (p-value <0.001; OR 5.4), cues to action (p-value <0.001; OR 2.8). Variabel  yang dominan berhubungan dengan Self-Care adalah jenis kelamin. Saran: hendaknya meningkatkan kegiatan edukasi pada kelompok sasaran khususnya perempuan penderita Hipertensi dalam kerangka Germas dan PIS-PK.
Pendidikan Kesehatan Kepatuhan Pengobatan Pasien TBC di Wilayah Kerja Puskesmas Banjar Baru Tulang Bawang Agung Aji Perdana; Husnul Khotimah; Novita Eka Rahmawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3783

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tujuan adalah Untuk menganalisis Kepatuhan Pengobatan Pasien TBC Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjar Baru Tulang Bawang, Metode pangkajian data di lakukan dengan pengumpulan data primer dan skunder,  Masalah potensial (terpilih) dengan pendekatan Fish Bone dengan cermat (rinci). Prioritas masalah  menggunakan PAHO. Hasil evaluasi yaitu Tanggapan yang baik pada edukasi yang di berikan pada keluarga dan pasien, mengerti yang telah di sampaikan oleh penyuluh dan akan melakukan pemeriksaan dan kunjungan kepatuhan pengobatan, keluarga yang terus menerus mendukung menjadi salah satu kekuatan penderita dalam melakukan pengobatan, selain itu tokoh masyarakat yang memberikan respon baik, akan melakukan sosialisasi pada masyarakatnya dan mengajak untuk melakukan pemeriksaan jika terjadi suatu gejala TBC dan mengingatkan untuk terus melakukan pengobatan. Kata Kunci: Edukasi , Kepatuhan pengobatan  ABSTRACT Pulmonary Tuberculosis (Pulmonary TB) is a direct infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. The objective is to analyze the compliance of TB patients treatment in the Banjar Baru Community Health Center, Tulang Bawang Public Health Center. The data assessment method was carried out by studying the primary and secondary data, potential problems (selected) with the Fish Bone approach carefully (in detail). Priority problems using PAHO. The results of evaluating a good response to the education provided to families and patients, understanding what the instructor has said and will conduct medical examinations and visits, families who continue to support become one of the sufferer's strengths in carrying out treatment, in addition to community leaders who provide a response well, will do outreach to the community and invite them to check if there is a TB symptom and remind them to continue to take medication. Keywords: education, medication adherence
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Christin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana; Tati Diana sari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 1 (2021): Februari 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i1.367

Abstract

Hampir tiga perempat dari semua kematian penyakit tidak menular dan 82% dari 16 juta orang yang meninggal sebelum mencapai usia 70 tahun, terjadi pada penduduk berpenghasilan rendah dan menengah. Munculnya PTM disebabkan empat faktor risiko utama: penggunaan tembakau, aktivitas fisik, konsumsi alkohol dan diet yang tidak sehat. Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sumber penelitian ini masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tegineneng Kabupaten Pesawaran sebanyak 27.208 Jiwa, sampel sebanyak 385 pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan realibilitas pada penelitian sebelumnya, analisis data secara univariat untuk mendapatkan gambaran umum tentang tiap variabel, bivariat dengan uji chi square dan multivariat menggunakan analisis regresi linier logistik berganda. Hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada hubungan ekonomi, tingkat pendidikan dengan pemanfaatan posbindu dan ada hubungan persepsi, sikap, peran petugas kesehatan, dukungan keluarga dan akses dengan pemanfaatan posbindu. Sikap merupakan faktor yang paling dominan dalam pemanfaatan posbindu jika dibandingkan faktor yang lainnya karena Exp (B) paling besar yaitu nilai OR 4,060.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Sehat Di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Tahun 2021 Zelda Duwieka Restu; Vera Yulyani; Agung Aji Perdana
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i4.4104

Abstract

Masalah kepemilikan jamban sehat masih menjadi sorotan bagi sebagian besar masyarakat. Sekitar 4,5 miliar orang di dunia tidak memiliki toilet yang sehat. Pencapaian akses jamban sehat untuk Indonesia baru mencapai 81,04%, Provinsi Lampung 90,64%, Kota Bandar Lampung 96,01%, Kecamatan Teluk Betung Selatan 87,55% dan Kelurahan Pesawahan baru 87,82%. Wilayah yang berada di pesisir sungai memicu masyarakat tidak memiliki septic tank sebagai penampungan tinja (110 KK). Tujuan penelitian ini untuk diketahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 2521 KK, jumlah sampel 207 KK dari 3 RT dengan teknik pengambilan data menggunakan Purposive Sampling dan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan (p value = 0,004) status ekonomi (p value = 0,018) dengan kepemilikan jamban sehat. Tidak ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepemilikan jamban sehat (p value = 0,648). Kesimpulan ada hubungan pengetahuan dan status ekonomi dengan kepemilikan jamban sehat dan tidak ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepemilikan jamban sehat, oleh karna itu masyarakat, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan berkomitmen untuk menyelenggarakan arisan jamban sehat guna membangun jamban komunal.
Co-Authors Achmad Farich Ade Sinta Purnama Adelita, Audrey AHMAD ANSORI Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Anang Wahyudi Andoko Andoko Annisa Mayang Soliha Ansar Antika, Bernadeta Ramah Arisandi, Syafik Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Audrey Adelita Aulyya Rahmah Bella Tania Putri Billal Anugrah Putra Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Cipta Nengsih Cristin Angelina Febriani Damayanti, Septiyana Dedy Heriyanto Delima Selviyani Putri Diah Adelia Emilda Dian Yunita Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dinarti, Wita Dinda Rachma Syarifah Dwi Astuti, Ikes Dwi Nuryani, Dina Dwi Ruth Rahayuning Asih Budi Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Eko Kurniawan Erna Listyaningsih F, Christin Angelina Fahrul Islam Farich, Achmad Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Fitri Ekasari Giri, Dewi Dwipayanti Haeranah Ahmad Hamonangan Pasaribu, Asrul Humairoh Humairoh Husnul Khotimah Irianto, Torry Duet Jovasco Allenfaza Kadar Ramadhan Kadijah Hamid, St. Kapitan, Rifki Kartini, Maharani Kartini, Maharani Khoidar Amirus Kuntoro, Selamet Kurnia Ramayudha Lolita Sary Maryam, Riyanti Masnaeni Ahmad Meliyana, Rossy Muhammad Syukri Muhani, Nova Nina Okta Rina Ningsih, Nining Ade Ningtyas, Febrianti Harum Nova Nur Aziyah Zamil Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Novita Eka Rahmawati Nurbaya Nurhalina Sari Nurul Isnaini Nuryani, Dina Dwi Oktarina, Devi Oktavia, Mutiara Pratama, Muhammad Putra Pratama, Muhammad Putra Prayoga Yushananta Puspita, Elvia Puspitasari, Frida Putri, Delima Selviyani Rahmat Agung Renna Oktavia Rudi Restina Sapta Risa Retnaningsih, Agustina Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rossy Meliyana Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Santoso, Angga Bayu Santoso, Angga Bayu Saputri, Desty Alifia Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Selamet Kuntoro Sembiring, Rinawati Sepriyani Sepriyani Setiawati Setiawati Siregar, Deborah Siska Aulia Sari Siti Helmyati Siti Mariam Surtini, Surtini Syafran Arrazy Syahdila Nur Izzati Syarifah, Dinda Rachma Tati Diana sari Trio Adiwibowo Wayan Aryawati Wayan Aryawati, Wayan Winahyu, Diah Astika yani, cindri Yanti, Dhiny Easter Yohanes, Efriza Yolan Sasana Putra Yuliati Amperaningsih Yulyani, Vera Zelda Duwieka Restu