Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR KEJADIAN STUNTING BALITA BERUSIA 6-23 BULAN DI PROVINSI LAMPUNG Cristin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana; Humairoh Humairoh
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i3.507

Abstract

Prevalensi stunting secara nasional pada 2010 (35,6%), dan 2013 37.2%, yang berarti terjadi peningkatan dibandingkan sebelumnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyebab kejadianstunting balita berusia 6-23 bulan di Provinsi Lampung 2017. Data yang digunakan adalah data Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016.Sampel 164. Data dianasis dengan chi square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil univariat didapatkan prevalensi kejadian stunting sebesar 20,1% dan normal 79,9%. Prevalensi perempuan 50.6%, sedangkan berjenis kelamin laki-laki 49,4%. jumlah anggota rumah tangga <=4 yaitu 78%, sedangkan jumlah anggota rumah tangga >4 sebanyak 22%, inisiasi menyusu dini 54,9%, sedangkan responden yang tidak melakukan IMD sebanyak 45.1%, tidak ASI Eksklusif sebanyak 57,3%, sedangkan responden yang memberikan ASI eksklusif 42.7%. Hasil analisis bivariat diperoleh danya hubungan jenis kelamin (p value= 0,043 OR= 2,441), IMD (p value= 0,010 OR= 3,308), dan ASI ekslusif (p value= 0,028 OR= 2,808) dengan kejadian stunting. Tidakada hubungan yang bermakna antara jumlah anggota rumah tangga dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,197 OR=0,247). Dapat disimpulkan jenis kelamin, Inisiasi Menyusui Dini, ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian stunting balita usia 6-23 bulan, dan jumlah anggota rumah tangga tidak berhungannya. Perlu meningkatkan upaya promotif dan preventif mengenai IMD dan ASI eksklusif agar dapat meningkatkan angka sesuai target yang telah ditetapkan agar kejadianstunting pada balita dapat dicegah
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KEPALA KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA DI DESA DURIAN KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN Agung Aji Perdana; Khoidar Amirus; Prayoga Yushananta
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i4.499

Abstract

Malaria sebagai salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, berdampak kepada penurunan kualitas sumber daya manusia yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial ekonomi.Salah satu Desa dengan jumlah kasus malaria tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Padang Cermin Kabupaten Pesawaran terdapat di Desa Durian dengan 175 kasus pada tahun 2016.Tujuan penelitian yaitu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepala keluarga dalam pencegahan penyakit malaria di Desa Durian Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran tahun 2017. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh kepala keluarga di Desa Durian sebesar 580 kepala keluarga, besar sampel 182 orang dan pengambilan sampel proporsional random sampling.Analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian didapat distribusi frekuensi pengetahuan kepala keluarga dalam pencegahan penyakit malaria lebih tinggi pada kategori kurang baik sebesar 143 orang (78.6%), sikap lebih tinggi pada kategori negatif sebesar 122 orang (67.0%), pendidikan kepala keluarga lebih tinggi pada kategori rendah sebesar 132 orang (72.5%), perilaku pencegahan penyakit malaria lebih tinggi pada kategori kurang baik sebesar 126 orang (69,2%). Hasil uji chi square ada hubungan pengetahuan p value = 0,031, ada hubungan sikap p value = 0,039 dan ada hubungan pendidikan p value = 0,010 dengan perilaku kepala keluarga dalam pencegahan penyakit malaria. Disarankan bagi petugas kesehatan Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Kabupaten Pesawaran untuk dapat meningkatkan sosialisasi informasi tentang pencegahan penyakit malaria dengan menggunakan bahasa yang mudah difahami dan menggunakan media yang menarik
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Christin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana; Tati Diana sari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 1 (2021): Februari 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i1.367

Abstract

Hampir tiga perempat dari semua kematian penyakit tidak menular dan 82% dari 16 juta orang yang meninggal sebelum mencapai usia 70 tahun, terjadi pada penduduk berpenghasilan rendah dan menengah. Munculnya PTM disebabkan empat faktor risiko utama: penggunaan tembakau, aktivitas fisik, konsumsi alkohol dan diet yang tidak sehat. Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sumber penelitian ini masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tegineneng Kabupaten Pesawaran sebanyak 27.208 Jiwa, sampel sebanyak 385 pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan realibilitas pada penelitian sebelumnya, analisis data secara univariat untuk mendapatkan gambaran umum tentang tiap variabel, bivariat dengan uji chi square dan multivariat menggunakan analisis regresi linier logistik berganda. Hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada hubungan ekonomi, tingkat pendidikan dengan pemanfaatan posbindu dan ada hubungan persepsi, sikap, peran petugas kesehatan, dukungan keluarga dan akses dengan pemanfaatan posbindu. Sikap merupakan faktor yang paling dominan dalam pemanfaatan posbindu jika dibandingkan faktor yang lainnya karena Exp (B) paling besar yaitu nilai OR 4,060.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepemilikan Jamban Sehat Di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Tahun 2021 Zelda Duwieka Restu; Vera Yulyani; Agung Aji Perdana
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i4.4104

Abstract

Masalah kepemilikan jamban sehat masih menjadi sorotan bagi sebagian besar masyarakat. Sekitar 4,5 miliar orang di dunia tidak memiliki toilet yang sehat. Pencapaian akses jamban sehat untuk Indonesia baru mencapai 81,04%, Provinsi Lampung 90,64%, Kota Bandar Lampung 96,01%, Kecamatan Teluk Betung Selatan 87,55% dan Kelurahan Pesawahan baru 87,82%. Wilayah yang berada di pesisir sungai memicu masyarakat tidak memiliki septic tank sebagai penampungan tinja (110 KK). Tujuan penelitian ini untuk diketahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 2521 KK, jumlah sampel 207 KK dari 3 RT dengan teknik pengambilan data menggunakan Purposive Sampling dan analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan (p value = 0,004) status ekonomi (p value = 0,018) dengan kepemilikan jamban sehat. Tidak ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepemilikan jamban sehat (p value = 0,648). Kesimpulan ada hubungan pengetahuan dan status ekonomi dengan kepemilikan jamban sehat dan tidak ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan kepemilikan jamban sehat, oleh karna itu masyarakat, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan berkomitmen untuk menyelenggarakan arisan jamban sehat guna membangun jamban komunal.
Hubungan Indeks Risiko Sanitasi dengan Kejadian Penyakit Berbasis Lingkungan di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung Khoidar Amirus; Fitri Eka Sari; Dias Dumaika; Agung Aji Perdana; Vera Yulyani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 21, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.21.3.366-372

Abstract

Latar belakang: Penyakit berbasis lingkungan di Indonesia masih menjadi permasalahan penting yang harus segera diselesaikan. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kelurahan Pesawahan berada di tepi laut dengan kondisi sanitasi yang buruk dan memiliki penyakit berbasis lingkungan. Tujuan penelitian untuk diketahui hubungan indeks risiko sanitasi dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross  Sectional dan sampel sebanyak 135 responden. Teknik sampling yang digunakan dengan cara Pusrposive Sampling dengan uji analisis univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan variabel independent variable Indeks Risiko Sanitasi (IRS) sumber air, air limbah, persampahan, genangan dan Perilaku Hidup Bersih) dan variable dependen (kajian penyakit berbasis lingkungan) menggunakan Uji Chi Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IRS sumber air (66,7%) dan genangan air (93,3%) dalam kategori tidak berisiko. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hamper seluruhnya (94,1%) memiliki IRS air limbah domestik, persampahan (93,3%), PHBS (94,8%) dengan kategori berisiko. Dalam 3 bulan terakhir sebagian besar responden pernah mengalami kejadian penyakit berbasis lingkungan (75,6%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara IRS air limbah domestic (p value = 0,021; OR=5,632), IRS persampahan (p value = 0,039 OR=4,181), dan IRS PHBS (p value = 0,003; OR=8,534) dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan.Simpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan indeks risiko sanitasi air limbah domestik, persampahan dan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan. Hasil penelitian ini menyarankan agar pemerintah, puskesmas dan masyarakat untuk lebih perhatian dan berkontribusi dalam peningkatan IRS. ABSTRACT Title: The Relationship between the Sanitation Risk Index and the Incidence of Environmental-Based Diseases in the Village of Pesawahan, Bandar Lampung City in 2022Background: Environmental-based diseases in Indonesia are still an important problem that must be resolved immediately. Most of the people living in the rice fields have environmental-based diseases, including Acute Nasopharyngitis (23.62%), Acute Pharyngitis (9.19%), Tuberculosis (6%), Dermatitis (4.33%) and Febris Observation (2 89. The aimed of this research to determine the relationship between the sanitation risk index and the incidence of environmental-based diseases in the Pesawahan Village, Bandar Lampung City.Methods: This research was a quantitative study with a cross sectional design and a sample of 135 respondents. The sampling technique used was Pusposive Sampling with univariate and bivariate analysis tests to determine the relationship between the independent variables (Sanitation Risk Index (IRS) for water sources, wastewater, solid waste, inundation and Clean Living Behavior) and the dependent variable (environment-based disease studies) using Chi Square test..Results: The results showed that most of the respondents had IRS water sources (66.7%) and standing water (93.3%) in the non-risk category. This study also shows that almost all (94.1%) have IRS for domestic wastewater, solid waste (93.3%), PHBS (94.8%) with risk categories. In the last 3 months, most of the respondents have experienced the incidence of environmental-based diseases (75.6%). The results of the bivariate test showed that there was a relationship between domestic wastewater IRS (p value = 0.021; OR = 5,632), sewage IRS (p value = 0.039 OR = 4.181), and IRS PHBS (p value = 0.003; OR = 8.534) with the incidence of environmental disease.Conclusion: The results of the study show that there is a relationship between the risk index of domestic wastewater sanitation, solid waste and clean and healthy living behavior with the incidence of environmental-based diseases. These finding suggested that the government, health centers and the community should pay more attention to and contribute to the improvement of the IRS.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Christin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana; Tati Diana sari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 1 (2021): Februari 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i1.367

Abstract

Hampir tiga perempat dari semua kematian penyakit tidak menular dan 82% dari 16 juta orang yang meninggal sebelum mencapai usia 70 tahun, terjadi pada penduduk berpenghasilan rendah dan menengah. Munculnya PTM disebabkan empat faktor risiko utama: penggunaan tembakau, aktivitas fisik, konsumsi alkohol dan diet yang tidak sehat. Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sumber penelitian ini masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tegineneng Kabupaten Pesawaran sebanyak 27.208 Jiwa, sampel sebanyak 385 pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan realibilitas pada penelitian sebelumnya, analisis data secara univariat untuk mendapatkan gambaran umum tentang tiap variabel, bivariat dengan uji chi square dan multivariat menggunakan analisis regresi linier logistik berganda. Hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada hubungan ekonomi, tingkat pendidikan dengan pemanfaatan posbindu dan ada hubungan persepsi, sikap, peran petugas kesehatan, dukungan keluarga dan akses dengan pemanfaatan posbindu. Sikap merupakan faktor yang paling dominan dalam pemanfaatan posbindu jika dibandingkan faktor yang lainnya karena Exp (B) paling besar yaitu nilai OR 4,060.
Prevention Behavior of Dengue Hemorrhagic Fever in Community Leaders in the Work Area of the Hajimena Health Center, South Lampung Regency Aulyya Rahmah; Lolita Sary; Agung Aji Perdana; Riyanti Riyanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 7 (2023): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i7.3741

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever is a disease that causes the hajimena health center to be included in the top 9 health centers with dengue endemic areas. In 2021, the Incidence rate (IR) is 45.29 per 100,000 residents. One of the causes of this disease is due to the lack of role of community leaders in preventing DHF. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes, motivation and information sources of community leaders on DHF prevention behavior. This type of research is quantitative research with an analytic research design and a cross sectional approach. The sample is 67 community leaders with 7 hamlet heads and 60 RTs taken using total sampling technique. With analysis using the Chi – square test. This research was conducted in October–March 2023. The results of the univariate analysis showed good knowledge of 61.19%, positive attitude of 58.21%, high motivation of 53.73%. Verbal information sources at 56.72% and non-verbal information sources at 43.28%. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge, attitudes, and motivation with DHF prevention behavior with p-values ​​(0.00), (0.00), and (0.00). There is no relationship between information sources and DHF prevention behavior (0.90). The need for the role of health workers to form a community or group of community leaders who are named or term "Tomato DHF" (community leaders prevent DHF) and activate counseling activities regarding DHF prevention with 3M Plus
Analisis Faktor Risiko Hipertensi Di Wilayah Provinsi Lampung (Analisis Data Riskesdas 2018) Diah Adelia Emilda; Achmad Farich; Agung Aji Perdana; Fitri Ekasari; Khoidar Amirus
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.3782

Abstract

Hypertension is systolic blood pressure ≥ 140, and diastolic ≥ 90 mmHg (Unger et al., 2020). Indonesia showed an increase from the 2013 Riskesdas data (25.8%) and 2018 Riskesdas (34.11%). Lampung ranks 16th with the highest number of hypertension in Indonesia with a presentation reaching 29.94% (Kemenkes RI, 2019) and (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2018). This research aims to determine the risk factors for hypertension in the Lampung province community using 2018 Riskesdas data. Using secondary data with a quantitative research type and cross-sectional design. The research population was the total sample of the 2018 Riskesdas in Lampung Province, namely 22,345 individuals, and the sample excluding pregnant data and incomplete data resulted in a sample of 11,095 individuals. Data analysis used univariate, chi-square, and multiple logistic regression. Bivariate test results of gender, age, education, diabetes mellitus, salty consumption, smoking, physical activity, obesity p-value α<0.05 means there is a significant relationship between gender, age, education, diabetes mellitus, salty consumption, smoking, physical activity, obesity on the incidence of hypertension in Lampung Province. Obesity has a modifying effect on the relationship between age and the incidence of hypertension, in obese people aged ≥45 the risk of experiencing hypertension is 3,804 times higher than those aged <45 years after controlling for gender, education, history of diabetes mellitus, salt consumption, smoking, and physical activity.
Analysis of Occupational Health and Safety Risks in the Surgical Inpatient Room at Hospital Siti Mariam; Agung Aji Perdana; Riyanti Riyanti; Khoidar Amirus; Fitri Eka Sari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4174

Abstract

According to the latest report from the International Labor Organization, more than 1.8 million people died in Asia-Pacific. At the Asian level, as many as two-thirds of the global population of more than 2.78 million people die every year due to work accidents or occupational diseases. Meanwhile, based on the National Safety Council (NSC) report, it shows that 41% of accidents in hospitals are greater than in other industries. . The purpose of this study was to determine the level of occupational safety and health risks in the surgical inpatient room of X Hospital Bandar Lampung. This study uses a semi-quantitative method that refers to AS/NZS: 2004 and a method for identifying risk using job hazard analysis (JHA) and multiplying the values​​of consequence, likelihood, exposure to determine the level of risk. The research results obtained with a substantial risk level of 1 risk and an acceptable level of 10 risks.
Pengaruh Status Gizi, Keterpaparan Rokok Dan Riwayat Kontak Serumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Alwa Ayu Azzahra; Achmad Farich; Khoidar Amirus; Nurhalina Sari; Agung Aji Perdana
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.719

Abstract

Abstrak TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Status gizi, keterpaparan asap rokok, dan riwayat kontak serumah merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena TB. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan status gizi, mencegah keterpaparan asap rokok, dan mengurangi riwayat kontak serumah dengan penderita TB dapat membantu menurunkan angka kejadian TB. Puskesmas kedaton menduduki urutan pertama dengan kasus tuberkulosis paru se Kota Bandar Lampung pada tahun 2020-2022. Pada tahun 2022 puskesmas kedaton memiliki jumlah kasus terbanyak dengan jumlah 90 (77%) kasus. Pada tahun 2023 dari bulan januari sampai juni kasus tuberkulosis paru sebanyak 112 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi, keterpaparan rokok dan riwayat kontak serumah dengan kejadian tuberkulosis paru pada pasien tuberkuloasis paru di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan case control. Teknik untuk pengambilan jumlah sampel yaitu Purposive sampling, dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 132 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Didapatkan sebagian besar responden memiliki status gizi cukup sebanyak 93 orang (70.5%), keterpaparan rokok sebanyak 81 orang (61.4%), riwayat kontak sebanyak 78 orang (59.1%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian (p–value = 0,000), keterpaparan (p–value = 0,001), riwayat kontak (p–value = 0,000) dengan kejadian tuberkulosis paru. Riwayat kontak merupakan faktor dominan (p-value= 0,002) yang dapat mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru sehingga masyarakat di himbau agar dapat menghindari kontak secara langsung dengan pasien tuberkulosis paru tanpa menggunakan pelindung diri seperti masker dikarnakan tuberkulosis paru menyebar melalui percikan dahak yang dikeluarkan pasien ketika batuk ataupun bersin. Kata kunci: Status gizi, keterpaparan rokok, riwayat kontak serumah, kejadian tuberkulosis paru
Co-Authors Achmad Farich Ade Sinta Purnama Adelita, Audrey AHMAD ANSORI Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Andoko Andoko Ansar Antika, Bernadeta Ramah Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Aulyya Rahmah Bella Tania Putri Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Cipta Nengsih Cristin Angelina Febriani Damayanti, Septiyana Diah Adelia Emilda Dian Yunita Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dwi Astuti, Ikes Dwi Ruth Rahayuning Asih Budi Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Eko Kurniawan Erna Listyaningsih F, Christin Angelina Fahrul Islam Farich, Achmad Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Giri, Dewi Dwipayanti Haeranah Ahmad Hamonangan Pasaribu, Asrul Humairoh Humairoh Irianto, Torry Duet Kadar Ramadhan Kadijah Hamid, St. Kapitan, Rifki Kartini, Maharani Khoidar Amirus Kuntoro, Selamet Lolita Sary Maryam, Riyanti Masnaeni Ahmad Meliyana, Rossy Muhammad Syukri Muhani, Nova Ningsih, Nining Ade Ningtyas, Febrianti Harum Nova Nur Aziyah Zamil Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nurbaya Nurhalina Sari Nurul Isnaini Oktarina, Devi Oktavia, Mutiara Pratama, Muhammad Putra Prayoga Yushananta Puspitasari, Frida Putri, Delima Selviyani Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rudi, Renna Oktavia Samino Samino Samino Samino Santoso, Angga Bayu Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Sembiring, Rinawati Sepriyani Sepriyani Setiawati Setiawati Siregar, Deborah Siti Helmyati Siti Mariam SITI MARIAM Surtini, Surtini Syafran Arrazy Syarifah, Dinda Rachma Tati Diana sari yani, cindri Yanti, Dhiny Easter Yohanes, Efriza Yolan Sasana Putra Yulyani, Vera Zelda Duwieka Restu