Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Survival Lama Keberhasilan Pengobatan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Hajimena Lampung Selatan 2021-2023 Antika, Bernadeta Ramah; Perdana, Agung Aji; Muhani, Nova
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i1.16817

Abstract

Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah penderita Tuberkulosis dan di Provinsi Lampung Jumlah kasus Tuberkulosis mencapai 19.835 kasus. Peningkatan angka kejadian Tuberkulosis juga dapat disebabkan karena masih adanya ketidakberhasilan dalam pengobatan Tuberkulosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, dan keteraturan berobat terhadap lama keberhasilan pengobatan pasien Tuberkulosis di Puskesmas Hajimena tahun 2021-2023. Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian Kohort Retrospektif. Data diuji dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Analisis Survival melalui metode Kaplan Meier dan uji Log Rank. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 114 sampel. Teknik sampling menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan (53,5%) dan laki-laki (46,5%), usia, teratur berobat (97,4%) dan tidak teratur berobat (2,6%), berhasil pengobatan (94,7%) dan tidak berhasil (5,3%). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara usia p value =0,782 > 0,005 dan jenis kelamin p value = 0,681 >0,005 dan pada variabel keteraturan berobat, tidak terdapat p value karena adanya keterbatasan sampel. Diharapkan petugas kesehatan dapat melakukan pengawasan melalui pelatihan dan pendampingan Pengawas Minum Obat (PMO) agar dapat membantu pasien terutama pada pasien laki-laki dan pasien dengan usia tidak produktif untuk selalu teratur minum obat hingga selesai menjalani pengobatan. Kata Kunci : Tuberkulosis, Keteraturan Berobat, Jenis Kelamin, usia
Hubungan Keberadaan Jentik Dan Container Index Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung Tahun 2023 Meliyana, Rossy; Aji Perdana, Agung; Easter Yanti, Dhiny; Amirus, Khoidar
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i3.2189

Abstract

Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang diketahui membawa virus Dengue. Di Bandar Lampung, kecamatan Kemiling menjadi wilayah tertinggi pesebaran kasus DBD dengan jumlah 23,7% kasus pertahun 2022. Salah satu upaya penurunan DBD dengan melakukan identifikasi keberadaan jentik dan Container Index (CI). Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah guna mengetahui hubungan antara Keberadaan Jentik dan hubungan antara Container Index (CI) dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel pada kajian ini memakai perbandingan 1:1, yaitu kelompok kasus atau penderita DBD sebanyak 27 responden dan kelompok kontrol atau non penderita DBD sebanyak 27 responden, dengan total 54 responden. Analisis data univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keberadaan Jentik (p-value = 0,001) dan Container Index (p-value = 0,001) berpengaruh terhadap kasus DBD. Saran kepada masyarakat Kecamatan Kemiling adalah melaksanakan 3M apabila masyarakat menemukan jentik pada container di rumah untuk memutus rantai DBD. Terutama pada container seperti ember bekas, kaleng bekas, dan container yang tidak dipakai kembali
Hubungan Status Gizi, Keterpaparan Rokok Dan Riwayat Kontak Serumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Alwa Ayu Azzahra; Achmad Farich; Khoidar Amirus; Nurhalina Sari; Agung Aji Perdana
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.719

Abstract

Abstrak TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Status gizi, keterpaparan asap rokok, dan riwayat kontak serumah merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena TB. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan status gizi, mencegah keterpaparan asap rokok, dan mengurangi riwayat kontak serumah dengan penderita TB dapat membantu menurunkan angka kejadian TB. Puskesmas kedaton menduduki urutan pertama dengan kasus tuberkulosis paru se Kota Bandar Lampung pada tahun 2020-2022. Pada tahun 2022 puskesmas kedaton memiliki jumlah kasus terbanyak dengan jumlah 90 (77%) kasus. Pada tahun 2023 dari bulan januari sampai juni kasus tuberkulosis paru sebanyak 112 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi, keterpaparan rokok dan riwayat kontak serumah dengan kejadian tuberkulosis paru pada pasien tuberkuloasis paru di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan case control. Teknik untuk pengambilan jumlah sampel yaitu Purposive sampling, dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 132 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Didapatkan sebagian besar responden memiliki status gizi cukup sebanyak 93 orang (70.5%), keterpaparan rokok sebanyak 81 orang (61.4%), riwayat kontak sebanyak 78 orang (59.1%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian (p–value = 0,000), keterpaparan (p–value = 0,001), riwayat kontak (p–value = 0,000) dengan kejadian tuberkulosis paru. Riwayat kontak merupakan faktor dominan (p-value= 0,002) yang dapat mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru sehingga masyarakat di himbau agar dapat menghindari kontak secara langsung dengan pasien tuberkulosis paru tanpa menggunakan pelindung diri seperti masker dikarnakan tuberkulosis paru menyebar melalui percikan dahak yang dikeluarkan pasien ketika batuk ataupun bersin. Kata kunci: Status gizi, keterpaparan rokok, riwayat kontak serumah, kejadian tuberkulosis paru
Kolaborasi FIK dan HPU dalam menumbuhkan kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular Nuryani, Dina Dwi; Listyaningsih, Erna; Sary, Lolita; Oktarina, Devi; Chrisanto, Eka Yudha; Muhani, Nova; Perdana, Agung Aji; Setiawati, Setiawati
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1382

Abstract

Background: Maintaining health is a fundamental aspect in supporting quality of life, especially for vulnerable groups such as mothers and children. Prevention through early detection and health education is a key strategy in building public awareness. As a concrete manifestation of the university's role in improving public health, the Faculty of Health Sciences (FIK) of Malahayati University, in collaboration with Health Promoting University (HPU), conducted a community service activity. Purpose: To raise awareness and increase knowledge of mothers and children regarding the importance of regular health check-ups and adopting a healthy lifestyle as a preventative measure for non-communicable diseases (NCDs). Method: The activity was held on Sunday, May 24, 2025, involving 136 orphans and 120 mothers of orphans. The series of activities included a fun walk, health checks by FIK lecturers (measurement of blood pressure, blood sugar, uric acid, weight, and height), and distribution of iron tablets. Additionally, educational games were provided by the Psychology Study Program, reproductive health counseling by the Midwifery Study Program, and education on NCD prevention by the Public Health Study Program. Results: The number of participants in this activity was quite significant, demonstrating high public enthusiasm for the free health screening service. The majority of participants were housewives and school-aged children from communities with limited access to routine health services. The examination results indicated that some participants had test results that were outside the normal range, particularly for blood pressure and blood sugar levels. In children, several cases were found with a body mass index (BMI) below the standard. Conclusion: The basic health screening activity for mothers and orphans went smoothly and received high enthusiasm from participants. The basic health screening activity for mothers and orphans had a positive impact in raising awareness of the importance of early detection for preventing non-communicable diseases (NCDs). Suggestion: Participants are expected to undergo regular health checks, and relevant parties are also encouraged to facilitate access and improve health education in the community. Keywords: Community service; Early detection; Health education; Non-communicable diseases Pendahuluan: Menjaga kesehatan merupakan aspek fundamental dalam menunjang kualitas hidup, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak. Pencegahan melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan menjadi strategi utama dalam membentuk kesadaran masyarakat. Sebagai wujud nyata peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati bekerja sama dengan Health Promoting University (HPU) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan: Untuk menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan pengetahuan ibu dan anak mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Metode: Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2025, dengan melibatkan 136 anak yatim dan 120 ibu dari anak-anak yatim. Rangkaian kegiatan meliputi jalan sehat, pemeriksaan kesehatan oleh dosen FIK (pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat, berat badan, dan tinggi badan), serta pemberian tablet Fe. Selain itu, terdapat permainan edukatif oleh Prodi Psikologi, penyuluhan kesehatan reproduksi oleh Prodi Kebidanan, serta edukasi pencegahan PTM oleh Prodi Kesehatan Masyarakat. Hasil: Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup signifikan, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga dan anak-anak usia sekolah dari kelompok masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan rutin. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki hasil pemeriksaan yang tidak berada dalam rentang normal, khususnya dalam hal tekanan darah dan kadar gula darah. Pada anak-anak, ditemukan beberapa kasus dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berada di bawah standar. Simpulan: Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berjalan dengan lancar, mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini untuk pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM). Saran: Diharapkan pada peserta untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin dan pihak terkait juga diharapkan untuk memberikan kemudahan dalam peningkatan akses dan edukasi kesehatan di masyarakat.
Pengaruh faktor risiko yang dapat dan tidak dapat dimodifikasi terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2 tanpa komplikasi Ansori, Ahmad; Irianto, Torry Duet; Amirus, Khoidar; Perdana, Agung Aji; Sari, Fitri Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1420

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disease with increasing prevalence globally and a major challenge to public health systems. Purpose: To determine the influence of modifiable risk factors (such as physical activity, diet, and obesity) and non-modifiable risk factors (age, sex, and heredity) on the incidence of uncomplicated T2DM. Method: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. A purposive sampling technique was used, and 358 individuals met the inclusion criteria. Data were analyzed using the chi-square test and multivariate analysis using multiple logistic regression. Results: Most respondents did not experience type 2 diabetes (69.8%), were female (82.4%), were aged ≥41 years (79.6%), had no family history of type 2 diabetes (76.5%), were in the light physical activity group (60.6%), had a good diet (75.7%), and were not obese (73.7%). There was a relationship between age (p-value = 0.006), gender (p-value = 0.049), heredity (p-value = 0.027), physical activity (p-value = 0.000), diet (p-value = 0.000), and obesity (p-value = 0.000) with the occurrence of type 2 diabetes. The results of the multivariate analysis showed that physical activity was the dominant factor that could influence the occurrence of type 2 diabetes (OR = 4.26). Conclusion: Age, gender, heredity, physical activity, diet, and obesity are risk factors for type 2 diabetes.   Keywords: Age; Diet; Gender; Hereditary; Obesity; Physical Activity; Type 2 DM.   Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit metabolik kronis yang mengalami peningkatan prevalensi secara global dan menjadi tantangan utama sistem kesehatan masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh faktor risiko yang dapat dimodifikasi (seperti aktivitas fisik, pola makan dan  obesitas) serta faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (usia, jenis kelamin, dan herediter) terhadap kejadian DM tipe 2 tanpa komplikasi. Metode: Penelitian dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Menggunakan  teknik purposive  sampling dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 358 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil: Sebagian besar responden tidak mengalami DM tipe 2 sebanyak (69,8%), berjenis kelamin perempuan (82,4%), kelompok usia ≥41 tahun (79,6%),  tidak memiliki riwayat keluarga DM tipe 2 (76,5%), kelompok dengan aktivitas fisik ringan (60,6%), memiliki pola makan baik (75,7%), dan tidak mengalami obesitas  (73,7%). Ada hubungan antara usia (p-value=0.006), jenis kelamin (p-value= 0.049), herediter (p-value=0.027), aktivitas fisik (p-value=0.000), pola makan (p-value=0.000) dan obesitas (p-value=0.000) terhadap terjadinya penyakit dm tipe 2. Hasil analisis multivariate aktivitas fisik merupakan faktor dominan yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit dm tipe 2 (OR=4.26). Simpulan: Usia, jenis kelamin, herediter, aktivitas fisik, pola makan, dan obesitas merupakan faktor resiko terhadap penyakit dm tipe 2.   Kata Kunci : Aktivitas Fisik; DM tipe 2; Herediter; Jenis Kelamin; Obesitas; Pola Makan;  Usia.
Informed Consent in Pringsewu Regional General Hospital: Legal Evidence Perspective Samino, Samino; Perdana, Agung Aji; Kuntoro, Selamet
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.578 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.1113

Abstract

Quality health care is the right of every patient and his family. One of the indicators of quality services is the fulfillment of informed consent in accordance with the laws and regulations. Preliminary studies of several informed consent documents at Pringsewu Hospital found that all of them were not filled out completely. This study aims to analyze informed consent documents from the perspective of legal evidence.The study was conducted at Pringsewu Hospital in July 2021. The research method used a qualitative descriptive analysis approach, with 75 informed consent documents and two informants. How to collect data by reviewing the informed consent document that has been filled in at the hospital medical record installation, by checking the completeness of filling out the informed consent document for the five most types of actions, and in-depth interviews with the responsible leadership.The results showed that 75 informed consent documents were reviewed, none of which were filled out completely. The five most important indicators were not filled in completely, consecutively: name and signature of witness II, name and signature of witness I, gender of the patient, and gender of the giver of consent. To improve the completeness of filling out documents, the hospital will provide education to doctors, nurses, and administrative staff, as well as strict supervision. It was concluded that incomplete informed consent documents, as legal evidence, were low quality. The hospital leaders should conduct socialization to doctors, nurses and administrative staff regarding the importance of filling out the medical treatment approval form properly and completely.Abstrak: Pelayanan kesehatan bermutu  merupakan hak setiap pasien dan  keluarganya. Salah satu indikator pelayanan bermutu terpenuhinya pelaksanaan informed consent sesuai peraturan perundang-undangan. Studi pendahuluanterhadap beberapa dokumen informed consent di RSUD Pringsewu ditemukan semuanya tidak terisi dengan lengkap. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dokumen informed consent  perspektifalat bukti hukum.Penelitian dilakukan di RSUD Pringsewu Juli 2021. Metode penelitian  menggunakan  pendekatan analisis deskriptif kualitatif, dengan 75 dokumen informed consent dan dua informan. Cara pengambilan data dengan mengkaji dokumen informed consent yang telah isi di instalasi rekam medik RS, dengan melakukan checklist kelengkapan pengisian  dokumen informed consent pada lima jenis tindakan terbanyak, dan wawancara mendalam pihak pimpinan yang bertanggung jawab.Hasil penelitian menunjukkan 75 dokumen informed consent yang dikaji tidak ada satupun dokumen yang terisi dengan lengkap. Lima indikator terbanyak tidak diisi dengan lengkap berturut-turut: nama dan tanda tangan saksi II, nama dan tanda tangan saksi I, jenis kelamin pasien, dan jenis kelamin pemberi persetujuan. Untuk meningkatkan kelengkapan pengisisan dokumen RS akan melakukan edukasi terhadap para dokter, perawat, dan tenaga administrasi, serta pengawasan secara ketat.  Disimpulkan dokumen informed consent yang tidak terisi dengan lengkap, sebagai alat bukti hukum kualitasnya rendah. Pimpinan RS melakukan sosialisasi pada para dokter, perawat dan tenaga administrasi mengenai pentingnya pengisian formulir persetujuan tindakan kedokteran dengan baik dan lengkap.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerimaan Masyarakat Terhadap Vaksinasi Covid-19 Dosis Ke-3 Di Wilayah Kerja Puskesmas Setia Mekar Kabupaten Bekasi Tahun 2023 Puspitasari, Frida; F, Christin Angelina; Perdana, Agung Aji
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.19184

Abstract

Indonesia masih dalam kondisi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pada saat ini. Upaya untuk menurunkan lonjakan kasus akibat Covid-19 selain menerapkan protokol kesehatan yaitu vaksinasi. Vaksinasi Covid-19 merupakan terobosan pemerintah untuk melawan dan menangani Covid-19 khususnya di Indonesia. Tujuan penelitian mengetahui faktor yang berhubungan dengan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 dosis ke-3 di Wilayah kerja puskesmas Setia mekar Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi berjumlah 467 jiwa dengan teknik non probability sampling dengan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa responden yang Meneriman vaksin covid-19 dosis 3 (90%), memiliki persepsi tinngi (70,9%)dan rendah (29,1%), keparahan tinggi (10,9%) dan rendah (89,1%), manfaat tinggi (65,6%) dan rendah (34,4%), hambatan tinggi (49,7) dan rendah (50,3%), isyarat bertindak tinggi (65,0%) dan rendah (35,0%), Terdapat hubungan antara Persepsi Kerentanan Tertular Covid-19 (p-value 0,000), Manfaat (p-value 0,000), Hambatan (p-value 0,02), Isyarta bertindak (p-value 0,000) dan tidak ada hubungan Keparahan (p-value 0,55) dengan persepsi kerentanan tertular covid-19 di puskesmas Setiamekar Kabupaten Bekasi. Varibel yang lebih dominan yaitu kerentanan tertular terhadap Covid-19 dosis ke-3 dengan nilai OR 7,4. Disarankan untuk menggencarkan web khusus vaksin yang mudah diakses, pusat bantuan vaksin yang siap sedia untuk mengedukasi masyarakat tentang vaksin. Kata Kunci: Covid-19, persepsi, keparahan, manfaat, kerentanan
Analisis Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik RSUD Bandar Negara Husada Provinsi Lampung Tahun 2023 Kapitan, Rifki; Farich, Achmad; Perdana, Agung Aji
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 4 (2023): December
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.89841

Abstract

Permenkes Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis,  menyebutkan bahwa seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik (RME) paling lambat pada tanggal 31 Desember 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan penerapan rekam medis elektronik di RSUD Bandar Negara Husada Provinsi Lampung tahun 2023. Jenis penelitian kualitatif, dengan rancangan studi kasus. Penelitian dilakukan di RSUD Bandar Negara Husada Provinsi Lampung dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2023. Jumlah subyek penelitian sebanyak 6 informan, yaitu Direktur, Kepala Bidang Program, Hukum dan Informasi, Kepala Seksi Hukum dan Informasi, Kepala Rekam Medis, Tenaga Informasi Teknologi (IT), dan Kepala Seksi Perencanaan. Pengumpulan data dengan metode wawancara, telaah dokumentasi, dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Analisis data meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan, kesiapan penerapan RME mendapatkan dukungan dari aspek manajemen dan pemangku kepentingan, aspek analisa pemangku kepentingan, aspek persiapan operasional, dan aspek teknologi, namun terdapat satu aspek yang belum mendukung kesiapan penerapan RME, yaitu aspek pelatihan. Rumah sakit belum melakukan pelatihan bagi tenaga operasional dan pengguna akhir. Secara umum dapat dikatakan RSUD Bandar Negara Husada siap menerapkan RME namun perlu melakukan perbaikan pada beberapa aspek terutama pada aspek pelatihan. Penanggung jawab penyelenggara RME yaitu Kepala Seksi Hukum dan Informasi perlu melakukan percepatan untuk mengadakan pelatihan bagi pegawai untuk menggunakan RME agar rumah sakit sepenuhnya siap menerapkan RME.
Penerapan Sanitasi dan Keberadaan Vektor Pada Kapal Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Tahun 2024 Kurniawan, Eko; Nuryani, Dina Dwi; Perdana, Agung Aji
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i3.15712

Abstract

Hasil pengawasan sanitasi alat angkut beberapa kapal KKP Kelas II Panjang Tahun 2021-2022 tidak memenuhi syarat karena ditemukannya vektor, sehingga dilakukan penyehatan alat angkut sebanyak 3 dan 5 kapal atau sebesar 10% dari jumlah kapal yang berlayar. Hal ini sesuai dengan Permenkes No 40 tahun 2015 tentang Sertifikat Sanitasi Kapal yang menerangkan bahwa kondisi sanitasi dan temuan vektor merupakan faktor risiko kesehatan masyarakat yang tidak dapat diketahui keberadaannya pada pasal 13. Tujuan penelitian ini diketahui penerapan sanitasi dan keberadaan vektor di kapal penumpang di Pelabuhan Bakauheni. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian observasi dengan rancangan penelitian cross sectional . Populasinya adalah seluruh kapal penumpang yang melakukan perjalanan dan berlabuh di Pelabuhan Bakauheni pada tahun 2024 berjumlah 58 Kapal. Peneliti membuat daftar kapal dan perusahaan pelayaran operatornya dan menetapkan rasio sebesar 50%, sehingga sampel penelitian ini sebanyak 30 kapal. Hasil penelitian diperoleh bahwa distribusi frekuensi kondisi sanitasi kapal yang memenuhi syarat untuk ruang penumpang 100%, ruang rakit makanan 100%, ruang gudang sebesar 96,7% , serta pengelolaan tempat sampah sebesar 100%. Sedangkan untuk kondisi keberadaan vektor yang tidak memenuhi syarat sebesar 63,3%. Diharapkan kondisi keberadaan vektor menjadi bahan evaluasi terhadap operator pengelola kapal untuk melakukan kegiatan pengendalian vektor secara terpadu.
Evaluasi Program Penanggulangan Tuberkulosis dalam Penemuan Penderita Tuberkulosis Surtini, Surtini; Samino, Samino; Maryam, Riyanti; Noviansyah, Noviansyah; Perdana, Agung Aji
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17159

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara tertinggi TBC mencapai 845.000 Kasus, Lampung sebesar 135/100.000 penduduk. Tujuan penelitian diketahuinya hasil evaluasi Program Penanggulangan Tuberkulosis dalam Penemuan Penderita Tuberkulosis di Kota Metro Tahun 2023. Jenis penelitian kualitatif menggunakan desain penelitian evaluasi dengan model CIPP. Informan terdiri dari 11 pemegang program TBC Puskesmas, 3 lintas sektoral, 5 masyarakat serta informan kunci Pemegang program P2TB dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro. Instrumen menggunakan pedoman wawancara dan Pelaksanaan Focus Group Discusion. Analisis data dengan triangulasi sumber, metode dan teori. Hasil evaluasi conteks Program penemuan pasien TB terdiri atas Permenkes No. 67 tahun 2016 dan Perpres No. 67 tahun 2021, dan sudah tersedia petunjuk teknis serta SOP. Input Sumber daya Manusia sudah mencukupi hanya saja belum semuanya mendapatkan pelatihan, sarana dan prasarana yang sebagian belum lengkap serta pendanaan yang kurang. Proces penemuan pasien TBC sesuai petunjuk teknis, pencatatatan dan pelaporan telah dilakukan, monitoring dan evaluasi rutin dilakukan setiap 1 dan 3 bulan. Product dari pelaksanaan program menunjukkaan hasil yang masih jauh dari target yang telah ditetapkan sebesar 90%. Rekomendasi yang diberikan dengan meningkatkan pelatihan kepada seluruh Tim TB, mengupayakan kelengkapan sarana dan prasarana serta penambahan anggaran pendanaan seperti dari pihak swasta dan global funds.
Co-Authors Achmad Farich Ade Sinta Purnama Adelita, Audrey AHMAD ANSORI Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Andoko Andoko Ansar Antika, Bernadeta Ramah Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Aulyya Rahmah Bella Tania Putri Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Cipta Nengsih Cristin Angelina Febriani Damayanti, Septiyana Diah Adelia Emilda Dian Yunita Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dwi Astuti, Ikes Dwi Ruth Rahayuning Asih Budi Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Eko Kurniawan Erna Listyaningsih F, Christin Angelina Fahrul Islam Farich, Achmad Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Giri, Dewi Dwipayanti Haeranah Ahmad Hamonangan Pasaribu, Asrul Humairoh Humairoh Irianto, Torry Duet Kadar Ramadhan Kadijah Hamid, St. Kapitan, Rifki Kartini, Maharani Khoidar Amirus Kuntoro, Selamet Lolita Sary Maryam, Riyanti Masnaeni Ahmad Meliyana, Rossy Muhammad Syukri Muhani, Nova Ningsih, Nining Ade Ningtyas, Febrianti Harum Nova Nur Aziyah Zamil Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nurbaya Nurhalina Sari Nurul Isnaini Oktarina, Devi Oktavia, Mutiara Pratama, Muhammad Putra Prayoga Yushananta Puspitasari, Frida Putri, Delima Selviyani Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rudi, Renna Oktavia Samino Samino Samino Samino Santoso, Angga Bayu Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Sembiring, Rinawati Sepriyani Sepriyani Setiawati Setiawati Siregar, Deborah Siti Helmyati Siti Mariam SITI MARIAM Surtini, Surtini Syafran Arrazy Syarifah, Dinda Rachma Tati Diana sari yani, cindri Yanti, Dhiny Easter Yohanes, Efriza Yolan Sasana Putra Yulyani, Vera Zelda Duwieka Restu