Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan DAGUSIBU pada Kader Posyandu di Desa Munca Kecamatan Hanura Kabupaten Pesawaran Ramdini, Dwi Aulia; Triyandi, Ramadhan; Iqbal, Muhammad; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardana; Sari, Merry Indah; Oktaria, Dwita
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2801

Abstract

Pengetahun tentang obat harus dimiliki oleh semua lapisan masyarakat. Maraknya penyebaran obat palsu dan keselahan penggunaan obat DAGUSIBU manjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan dan mengelola obat. Tujuan dari Pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan DAGUSIBU kepada masyarakat khususnya ibu-ibu kader Posyandu di Desa Munca Kabupaten Pesawaran. Dengan penyuluhan ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap penggunaan obat. Peserta penyuluhan ini diberikan materi tentang DAGUSIBU secara langsung serta didukung dengan alat peraga berupa obat sebagai contoh penerapan DAGUSIBU dalam diskusi aktif. Luaran pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang obat melalui DAGUSIBU. Oleh karena itu penyuluhan ini perlu di lanjutkan untuk memantau dan meningkatkan kader sebagai agen informasi yang baik ke masyarakat umum khususnya di Desa Munca Kabupaten Pesawaran, Lampung.Kata kunci : DAGUSIBU, pengetahuan obat, swamedikasi
Edukasi Pencegahan COVID-19 pada Siswa Sekolah Dasar Menggunakan Media Video Animasi Oktaria, Dwita; Mayasari, Diana; Wintoko, Risal
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i1.3023

Abstract

Anak usia sekolah, terutama usia SD, rentan tertular infeksi COVID-19 karena imunitas yang belum terbentuk dengan baikdan belum memiliki kesadaran akan pentingnya protokol kesehatan yang dibutuhkan untuk mencegah penularan COVID-19. Informasi yang beredar di masyarakat mengenai edukasi pencegahan  COVID-19 lebih banyak ditujukan untuk masyarakat usia dewasa. Anak usia SD perlu mendapat informasi dengan bahasa yang mudah dipahami sesuai dengan tingkatan umurnya agar memiliki kesadaran untuk melakukan upaya pencegahan penularan penyakit ini. Perlu adanya edukasi menggunakan media yang sederhana namun menarik, agar siswa SD lebih memahami tentang pencegahan penularan penyakit COVID-19. Pelaksanaan edukasi dilakukan secara online menggunakan media Zoom. Sebelum penyuluhan dimulai,dilakukan kegiatan pretes melalui Google Form. Kemudian setelah pretes, dilanjutkan pemberian materi dengan metode ceramah interaktif pada siswa SD Islam Az Zahra Bandar Lampung dan SD Kartika II-5 Bandar Lampung menggunakan media penyampaian materi berupa video edukasi dan juga power point. Metode evaluasi dalam edukasi yang digunakan adalah diskusi interaktif dan postes di akhir acara melalui Google Form. Kegiatan ini diikuti oleh 559 orang siswa SD Islam Az Zahra Bandar Lampung dan 235 orang siswa SD Kartika II-5 Bandar Lampung. Rerata nilai pretes sebelum edukasi adalah 78,09 kemudian nilai rerata postest mengalami peningkatan menjadi 91,79. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan penyakit COVID-19 pada siswa SD Islam Az-Zahra Bandar Lampung dan SD Kartika II-5 Bandar Lampung. Edukasi menggunakan video animasi dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami tampaknya efektif untuk meningkatkan pengetahuan para siswa SD mengenai pencegahan COVID-19.Kata Kunci: edukasi, COVID-19, siswa SD
Seorang Anak Perempuan 13 Tahun dengan Henoch Schonlein Purpura (HSP) Dwita Oktaria; Diah Astika Rini; Tiara Chintihia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henoch Schonlein purpura (HSP) adalah vaskulitis pembuluh darah kecil yang dimediasi oleh immunoglobulin (Ig) A yang secara predominan mempengaruhi anak-anak tetapi juga terlihat pada orang dewasa. HSP merupakan sindrom klinis kelainan inflamasi vaskulitis generalisata pembuluh darah kecil pada kulit, sendi, saluran cerna, dan ginjal, yang ditandai dengan lesi kulit spesifik berupa purpura non trombositopenik, artritis, artralgia, nyeri abdomen atau perdarahan saluran cerna, dan kadang-kadang disertai nefritis atau hematuria. Komplikasi serius jangka panjang dari HSP seperti keterlibatan sistem saraf pusat, gagal ginjal progresif, dan adanya sindrom nefritik atau nefrotik telah dikaitkan dengan prognosis yang buruk, dimana timbul pada 1-2% pasien. An. R usia 13 tahun datang ke IGD Rumah Sakit Ahmad Yani dengan keluhan timbul ruam kemerahan pada ekstremitas bawah sejak 2 minggu lalu. Ruam kemerahan tersebut tidak disertai rasa gatal dan nyeri. Ibu pasien menyangkal riwayat alergi pada anaknya. Pasien juga mengeluh nyeri perut dan mual sejak 3 hari sebelum masuk RS pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada abdomen, pada pemeriksaan generalis didapatkan purpura pada ekstremitas bawah tanpa rasa nyeri dan gatal. Pasien ini didagnosis dengan HSP. Terapi yang diberikan pada pasien ini adalah injeksi ampicilin 1 gram per 8 jam, injeksi ranitidine 50 mg per 12 jam, injeksi metil prednisolon 25 mg per 8 jam. Pasien dirawat selama 4 hari dan keluhan berkurang sehingga pada pasien ini diperbolehkan pulang. Kata kunci : henoch schonlein  purpura, IgA, vasculitis.
Laki-Laki 28 Tahun dengan Otitis Media Supuratif Kronis Maligna dan Parese Nervus Fasialis Perifer Dwita Oktaria; Sheba Denisica Nasution
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pendengaran terjadi pada 5% masyarakat di dunia yaitu sebanyak 360 juta jiwa. Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh faktor genetik, penyakit infeksi tertentu, infeksi kronik telinga, penggunaan obat ototoksik, paparan terhadap bising dan penuaan. Otitis media supurarif kronis (OMSK) dapat menyebabkan gangguan pendengaran. OMSK merupakan radang kronis telinga tengah dengan adanya perforasi pada membran timpani dan riwayat keluarnya cairan  dari telinga (otorea) lebih dari 6-8 minggu. Prevalensi OMSK di Indonesia antara 3-5,2% atau kira-kira kurang lebih 6,6 juta penduduk. OMSK dapat mengakibatkan beberapa komplikasi dan kadang-kadang mengancam jiwa seperti kehilangan pendengaran, meningitis, abses serebri, mastoiditis, parese nervus fasial, kolesteatoma, jaringan granulasi dan empiema subdural. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan mulut mencong ke kiri sejak ± 2 hari sebelum berobat ke rumah sakit. Keluhan lain pada  telinga kanan keluar cairan berwarna kuning, lengket dan berbau serta pendengaran berkurang. Pada pemeriksaan fisik telinga kanan didapatkan sekret purulen, koleastoma, serta membran timpani telinga kanan tidak intak, terdapat perforasi attic tepi rata dan pada pemeriksaan neurologi didapatkan wajah asimetris, tidak dapat mengangkat alis kanan dan kerutan pada dahi tidak simetris. Salah satu komplikasi OMSK adalah parese nervus fasialis. Tatalaksana konservatif dan operatif diperlukan pada OMSK tipe maligna dengan komplikasi. Kata kunci: gangguan pendengaran, OMSK, parese nervus fasialis
Korelasi Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa terhadap Hasil Kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Periode November 2014 - Mei 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Ani Yuli Yanti Puspitasari; Oktadoni Saputra; Khairun Nisa Berawi; Dwita Oktaria
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dinyatakan sebagai suatu uji kompetensi yang merupakan upaya aktualisasi berbagai peraturan praktik kedokteran, untuk memperbaiki dan menstandarisasikan kualitas dokter Indonesia, dengan tujuan memberikan informasi tentang kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap dari para lulusan dokter umum secara komperehensif kepada pemegang kewenangan dalam pemberian sertifikat kompetensi sebagai bagian dari persyaratan registrasi, agar seorang dokter dapat mengurus pengajuan surat izin praktik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara IPK mahasiswa kedokteran dengan hasil kelulusan UKMPPD dari November 2014-Mei 2015 pada Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Sampel yang diambil adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung yang mengikuti UKMPPD Periode November 2014-Mei 2015 sebanyak 92 mahasiswa. Analisis data menggunakan analisis uji korelasi (Pearson Correlation). Dari hasil penelitian diperoleh korelasi tinggi antara nilai IPK pra-klinik terhadap hasil kelulusan UKMPPD Computer Based Test (CBT), serta terdapat korelasi rendah terhadap hasil kelulusan UKMPPD Objective Structured Clinical Examination (OSCE), kemudian korelasi rendah antara nilai IPK profesi terhadap hasil kelulusan UKMPPD CBT, korelasi rendah antara nilai IPK pra-klinik dengan nilai IPK profesi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, korelasi rendah antara nilai IPK kumulatif terhadap hasil kelulusan UKMPPD dan korelasi rendah antara lama studi pra-klinik dan lama studi kumulatif terhadap hasil kelulusan UKMPPD mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Kualitas proses penilaian pada tahap pra-klinik maupun profesi harus lebih ditingkatkan agar IPK dapat menjadi prediktor tepercaya yang mencerminkan kualitas lulusan.Kata kunci: CBT, Hasil Kelulusan UKMPPD, OSCE
Peranan Pendekatan Belajar dalam Pendidikan Kedokteran Adinda Ayu Lintang S; Dwita Oktaria
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa kedokteran belajar menggunakan kurikulum berbasis kompetensi dengan metode pembelajaran berdasarkan masalah (problem-based learning/PBL). Metode ini adalah metode yang lebih berfokus pada mahasiswa (student-centered) sehingga peran mahasiswa lebih aktif dibandingkan dengan dosen. Dalam PBL, mahasiswa akan berdiskusi dalam kelompok belajar kecil untuk memecahkan masalah yang sesuai dengan topik yang sedang dipelajari. Namun, tidak semua mahasiswa dapat mengadopsi metode pembelajaran ini karena setiap individu memiliki pendekatan pembelajaran yang berbeda-beda.Konsep pendekatan belajar telahbanyak diteliti karena berhubungan dengan tingkat pemahaman dan hasil belajar mahasiswa. Pendekatanbelajardapatdigolongkanmenjaditiga, antara lainpendekatanbelajarmendalam (deep learning approach), dangkal (surface learning approach) danstrategic/achieving approach.Pendekatan belajar mendalam merupakan pendekatan belajar terbaik yang disarankan untuk digunakan dalam proses belajar bagi mahasiswa kedokteran. Dalam pendekatan ini, mahasiswa membaca dan memahami topik secara mendalam untuk memenuhi keingintahuannya akan pengetahuan. Pada pendekatan dangkal, mahasiswa hanya belajar sesuai dengan materi yang diperlukan karena takut tidak dapat menjawab pertanyaan dan gagal dalam ujian. Sedangkan, mahasiswa dengan strategic/achieving approachlebih berfokus pada kompetisi dan keinginan untuk mencapai nilai terbaik. Berbagai faktor mempengaruhi pendekatan belajar mahasiswa kedokteran sehingga tidak semua mahasiswa mampu mengadopsi pendekatan belajar mendalam. Konsep pendekatan belajar mendalam sebaiknya diajarkan dan dapat diimplementasikan oleh mahasiswa kedokteran agar menjadi dokter yang lebih berkualitas.Kata kunci: mahasiswa kedokteran, pendekatan belajar, problem-based learning.
Pengaruh Stretching Terhadap Pekerja yang Menderita Low Back Pain Fairuz Nabila Afia; Dwita Oktaria
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah adalah sindroma klinik yang ditandai dengan gejala utama nyeri atau perasaan lain yang tidak enak di daerah tulang belakang bagian bawah. Tulang belakang adalah suatu kompleks yang menghubungkan jaringan saraf, sendi, otot, tendon, ligamen, dan semua struktur tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri. Nyeri punggung ialah penyakit umum yang paling sering terjadi, 30-40% masyarakat di dunia pernah mengalaminya. Nyeri punggung terjadi karena sikap dan beban kerja yang terlalu tinggi ditambah dengan peregangan yang tidak cukup sering dilakukan oleh pekerja. Faktor resiko tertinggi LBP ialah pada pekerja usia lanjut, namun tidak menutup kemungkinan dialami oleh usia muda. Gangguan ini banyak ditemukan di tempat kerja, karena pekerja biasa melakukan pekerjaan seperti membawa dan mendorong beban berat, bekerja dengan postur yang salah dan dilakukan berulang dalam waktu yang cukup lama. Pemberian stretching berupa gerakan yang dapat mengurangi keluhan LBP ini. Streching dalam bekerja ialah solusi yang baik untuk mengeliminasi kekakuan, nyeri dan  ketidak nyamanan dalam bekerja dengan cara membantu relaksasi otot sehingga otot lebih lentur. Terjadi peningkatan suplai oksigen dan meningkatkan pergerakan otot dan persendian, maka dapat mengembalikan semangat pekerja, memperkuat kerja sama tim dalam bekerja, dan memberikan keluwesan dalam bekerja. Stretching yang efektif dilakukan 2-3 kali perminggu, melakukan penahanan selama 15-30 detik dan pengulangan gerakan 2-3 kali.Kata kunci: low back pain, pekerja, otot, stretching
Penggunaan Air Tajin (Air Beras) untuk Rehidrasi Oral pada Penatalaksanaan Demam Dengue Achisna Rahmatika; Dwita Oktaria
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam dengue adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Lebih dari separuh anak di daerah perkotaan terinfeksi demam dengue pada usia 5 tahun, dan lebih dari 80 persen telah terinfeksi virus ini setidaknya satu kali pada usia 10 tahun. Penyakit ini memiliki spektrum klinis yang luas sehingga mencakup manifestasi klinis yang beragam dari tidak menunjukkan gelaja hingga parah. Komplikasi utama demam dengue jika tatalaksana yang tidak adekuat adalah dengue shock syndrome, kejang demam, perdarahan dan dehidrasi. Terdapat beberapa manajemen terapi yang dapat diberikan dalam penatalaksanaan dehidrasi, untuk mengganti cairan yang hilang akibat kebocoran plasma, demam dan muntah/diare, salah satunya air tajin (air beras). Larutan rehidrasi oral, contohnya air tajin, memang sudah diakui aman dan efektif secara klinis untuk pengobatan pasien dengan diare atau kekurangan cairan dan dianggap sebagai terapi efektif untuk pengobatan dehidrasi ringan-sedang. Air beras merupakan cairan yang diperoleh setelah menguras beras yang akan dimasak, air ini memiliki keunggulan gizi dalam memberikan kalori lebih banyak dalam rehidrasi dari pada oral rehydration solution (ORS) dan keuntungan osmolarnya yaitu dapat melepaskan karbohidrat di usus secara bertahap. Air ini memiliki keunggulan gizi dalam memberikan kalori lebih banyak dalam rehidrasi dari pada formula larutan rehidrasi oral. Sehingga ini bisa menjadi salah satu pilihan alternatif terapi rehidrasi oral pada demam dengue.Kata kunci: air beras, air tajin, dehidrasi, demam dengue, rehidrasi oral.
Hubungan Efikasi Diri terhadap Hasil Belajar Blok Emergency Medicine pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Siti Masruroh; Oktadoni Saputra; Rodiani Rodiani; Dwita Oktaria; Nurul Utami
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efikasi diri merupakan keyakinan yang dimiliki oleh individu untuk mampu berhasil dalam mengerjakan suatu hal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan efikasi diri terhadap hasil belajar blok Emergency Medicine pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari170 mahasiswa angkatan akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan kuisioner General Self Efficacy (GSE) yang terdiri dari 13 item pertanyaan dan data hasil belajar didapatkan dari ujian akhir blok CBT Emergency Medicine. Data penelitian ini dianalisis mengunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat 73 (42,9%) responden yang memiliki efikasi diri sedang, 54 (31,8%) responden memiliki efikasi diri tinggi dan 43 (25,3%) responden memiliki efikasi diri rendah. Hasil uji chi square didapatkan nilai p 0,000 (<0,05). Hasil tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri terhadap hasil belajar blok Emergency Medicine pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.Kata Kunci: belajar, efikasi diri, hasil belajar
Hubungan Motivasi Belajar terhadap Self Directed Learning Readiness Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Erisa Senthya Br Surbakti; Dwita Oktaria; Rodiani Rodiani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self Directed Learning Readiness(SDLR) merupakan kesiapan mahasiswa terhadap lingkungan mandiri yang menuntut mahasiswa untuk belajar. SDLR dipengaruhi faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Motivasi sebagai salah satu faktor ekstrinsik mengambil peranan penting untuk terbentuknya SDLR mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar terhadap self directed learning readiness mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2016.Terdapat sebanyak 240 responden yang mengisi dua buah kuesioner yaitu Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) untuk menilai motivasi belajar dan Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS) untuk menilai kesiapan belajar mandiri. Penelitian dilakukan selama dua hari dengan penjelasan dan pengisian informed consent oleh responden. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil menunjukkan motivasi yang paling banyak dimiliki oleh responden yaitu motivasi tinggi (75,8%) dan derajat SDLR tinggi (82,5%). Berdasarkan analisis bivariat dengan uji Chisquare tidak didapatkan hubungan bermakna motivasi belajar terhadap self directed learning readiness dengan nilai (P=0, 411). Tidak terdapat hubungan bermakna antara motivasi belajar terhadap self directed learning readiness mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.Kata kunci: MSLQ, SDLR, SDLRS