Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Collaborative Learning dan Independent Learning terhadap Pengetahuan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Bisart Benedicto Ginting; Rika Lisiswanti; Efrida Warganegara; Dwita Oktaria
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Pembelajaran berarti suatu kegiatan yang berupaya membelajarkan peserta didik secara terintegrasi dengan memperhitungkan faktor lingkungan belajar, karakteristik siswa, karakteristik bidang studi, serta berbagai strategi pembelajaran baik penyampaian, pengelolaan, maupun pengorganisasian pembelajaran. Seorang mahasiswa yang baru masuk perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan lingkungannya agarmereka dapat terbiasa dan dapat membaur dengan lingkungan yang nantinya dapat mempengaruhi prestasi akademiknya. Inti proses belajar adalah perubahan pada diri individu dalam aspek pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kebiasaan sebagai produk dan interaksinya dengan lingkungan. Strategi pembelajaran dibutuhkan pembelajar agar maksimal dalam proses belajar dan metode yang sering digunakan adalah collaborative learning dan independent learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas collaborative learning dan independent learning terhadap pengetahuan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Sampel dilakukan penilaian pre-test terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi dan dilakukan post-test setelahnya. Hasil dari pre-test dan post-test akan dibandingkan untuk melihat apakah strategi belajar collaborative learning lebih baik dibanding independent learning. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan mahasiswa antara kelompok collaborative learning dan independent learning. Sehingga penting untuk meneliti tentang strategi belajar di lingkup mahasiswa kedokteran untuk meningkatkan hasil belajar.Kata kunci: collaborative learning, independent learning, strategi pembelajaran
Jumantuk (Juru Pemantau Batuk): Sistem “One Message for One Patient” dalam Kegiatan Aktif Penemuan Kemungkinan Penderita Tuberkulosis pada Program Pencegahan dan Pemberantasan Tuberkulosis Fuad Iqbal Elka Putra; Dara Marissa Widya Purnama; Andre Parmonangan Panjaitan; Dwita Oktaria
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru memiliki jumlah penderita tertinggi setelah asma di Puskesmas rawat inap Gedong Tataan tahun 2017. Hasil kegiatan program TB paru diketahui bahwa penemuan penderita TB paru dari tahun 2015 sampai 2017 cenderung menurun dengan angka penemuan penderita masih berada di bawah target, 80% dari perkiraan jumlah penderita baru TB paru BTA (+). Sementara itu, setiap bulannya selalu ada pasien yang datang dengan keluhan batuk lama. Sehingga perlu dilakukan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan dan pemberantasan tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Data berasal dari data primer yaitu wawancara dengan kader TB dan sekunder yaitu data tahunan puskesmas. Pengambilan data dimulai dari Januari sampai Desember 2017 di Puskesmas Rawat Inap Gedong Tataan. Berdasarkan hasil kegiatan pencegahan dan pemberantasan TB didapatkan masalah pada penemuan dan pencatatan pasien. Kegiatan yang telah berjalan hanya bersifat pasif, tidak terjun langsung secara aktif. Sehingga diperlukannya alternatif pemecahan masalah dengan membentuk kader Jumantuk (Juru pemantau batuk) yang tanggap dan mengaktifkan sistem “one message for one patient” dalam kegiatan aktif penemuan kemungkinan penderita TB. Pembentukan kader Jumantuk merupakan bagian dari kegiatan penemuan aktif pasien TB berbasis keluarga danmasyarakat dalam tahap penjaringan suspek TB, sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas. Kegiatan ini dianggap efektif karena memanfaatkan peran masyarakat. Kader Jumantuk melakukan skrining dan pengawasan batuk pada masyarakat lingkungan tempat tinggalnya dan mengajak penderita batuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas.Kata kunci: jumantuk, pencegahan, puskesmas, tuberkulosis
BURNOUT PADA MAHASISWA KEDOKTERAN: TINJAUAN PUSTAKA Az Zahra, Aliya Rifani; Rika Lisiswanti; Tetra Arya Saputra; Dwita Oktaria
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 7 (2025): Nusantara Hasana Journal, December 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i7.1782

Abstract

Burnout in medical students is a growing concern due to the high academic demands and psychosocial stressors during their education. This article aims to review the prevalence of burnout in medical students, risk factors, and prevention strategies reported in various studies. The method used was a literature review, which included searching national and international scientific articles through databases such as Google Scholar and PubMed, using keywords related to burnout and medical students. The inclusion criteria were articles published within the last ten years and relevant to the topic. The method used was a literature review of relevant national and international articles from the last ten years. The results showed that the prevalence of burnout in medical students varies across institutions and countries, with the majority of students experiencing low to moderate levels of burnout, but a significant proportion experiencing moderate to high levels of burnout. Key risk factors include low self-efficacy, low emotional intelligence, heavy academic load, educational stage, gender, and pressure to demonstrate professional competence. Conversely, intrinsic motivation, resilience, and social support act as protective factors. Various recommended prevention strategies include adaptive coping, time and stress management, maintaining physical health and sleep quality, and institutional support through mentoring programs and counseling services. In conclusion, burnout in medical students requires serious attention and comprehensive management to maintain psychological well-being and ensure the continuity of medical education.
Skrining Dan Edukasi Anemia Pada Anak Usia Prasekolah Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah; Oktaria, Dwita; Imantika, Efriyan; Mayasari, Diana
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.4543

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang diderita hampir semua kelompok rentan, termasuk anak usia prasekolah. Anemia pada anak usia prasekolah seringkali tidak terdeteksi dan cenderung diabaikan. Faktor risiko anemia pada anak usia prasekolah antara lain asupan makan inadekuat, kecacingan, pola asuh dan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah skrining (deteksi dini) anemia dan edukasi terkait anemia pada anak usia prasekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di PAUD “A” Desa Muara Putih Kecamatan Natar Lampung Selatan, pada tanggal 6 Oktober 2022. Peserta sebanyak 37 orang anak yang merupakan murid PAUD dan 37 orangtua anak. Metode yang akan dilakukan adalah dengan skrining anemia dan edukasi kesehatan mengenai anemia pada anak usia prasekolah. Peserta kegiatan adalah 18 orang (48,6%) anak laki-laki dan 19 orang (51,4%) anak perempuan. Hasil pemeriksaan skrining anemia didapatkan terdapat 5 peserta (13,5%) yang mengalami anemia. Pelaksaan edukasi kesehatan dilakukan segera setelah skrining anemia, terutama pada orangtua anak yang menderita anemia. Edukasi terkait tentang definisi, faktor risiko, cara pencegahan dan penanggulangan anemia, pola makan yang meningkatkan penyerapan dan menghambat absorbsi zat besi serta dampak anemia pada anak. Kegiatan skrining dan edukasi anemia pada anak usia prasekolah ini merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara rutin, sehingga anemia bisa dicegah, dideteksi dini dan ditanggulangi secara cepat dan tepat.
PENGARUH KONSUMSI SERAT TERHADAP PROFIL LIPID DAN PENANDA INFLAMASI: TINJAUAN LITERATUR Simanjuntak, David Bryan Natanael; Dian Isti Angraini; Hesti Yuningrum; Dwita Oktaria
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1814

Abstract

Cardiometabolic diseases are a leading cause of global morbidity and mortality, with dyslipidemia and chronic low-grade inflammation playing key pathophysiological roles. Dietary factors, particularly dietary fiber intake, represent modifiable risk factors. This literature review aimed to evaluate the effects of dietary fiber consumption on lipid profiles and inflammatory markers. A systematic literature search was conducted using PubMed and Scopus with keywords related to dietary fiber, lipid profile, and inflammation. Of 157 identified articles, 8 met the inclusion criteria and were included in the analysis. The findings indicate that dietary fiber intake, especially soluble fiber, is consistently associated with reductions in total cholesterol, low-density lipoprotein (LDL) cholesterol, and triglyceride levels, particularly among individuals with type 2 diabetes mellitus, hyperlipidemia, and metabolic syndrome. In contrast, the effect of fiber on increasing high-density lipoprotein (HDL) cholesterol remains limited and inconsistent. Regarding inflammation, fiber consumption shows a more consistent anti-inflammatory effect on C-reactive protein (CRP), whereas its impact on proinflammatory cytokines such as interleukin-6 and tumor necrosis factor-α is variable. These differences may be influenced by fiber type, dosage, intervention duration, and participant characteristics. Overall, dietary fiber may serve as a safe and promising adjunct nutritional strategy for the prevention and management of cardiometabolic diseases.
Co-Authors Achisna Rahmatika Adinda Ayu Lintang S Andre Parmonangan Panjaitan Anggraeni Janar Wulan Ani Yuli Yanti Puspitasari Aninda Nur Kumalasari Anisa Adelia Anisa Nuraisa Djausal Arif Yudho Prabowo Asep Sukohar Az Zahra, Aliya Rifani Betta Kurniawan, Betta Bisart Benedicto Ginting Dara Marissa Widya Purnama Denny Andika Kurniawan Denny Habiburrrohman Devi Mutiara Jasmine Dewi Nur Fiana Diah Astika Rini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Puspita Sari Diantha Soemantri Dicky Auliansyah Efrida Warganegara Efriyan Imantika Erisa Senthya Br Surbakti Ety Apriliana Fairuz Nabila Afia Fuad Iqbal Elka Putra heidy putri gumandang Hesti Yuningrum Indah Anita Dewi Khairun Nisa Khairun Nisa Khalisah Nurjihany Salsabila M Marliando Satria Pangestu Catur M. Panji Bintang Mayasari, Diana Merry Indah Sari Merry Indah Sari Merry Indah Sari Muhammad Iqbal Muhammad Rifath Akbar Nabila Casogi Adryana Nadia Greviana Nurul Annisa Azmy Nurul Utami Oktadoni Saputra Oktafany Oktafany Oktafany Oktafany Oktafany Oktafany, Oktafany Putri A.T, Minerva Nadia Rahmayani, Fidha Ramdini, Dwi Aulia Restu Cyntia Permatasari Retno Puji Hastuti Rika Lisiswanti Rika Lisiswanti Risal Wintoko Rodiani Rodiani Sari, Merry Indah Sayoeti, Muhammad Fitra Wardana Serra Meilawati Sharlene Sabrina Azzahra Sheba Denisica Nasution Simanjuntak, David Bryan Natanael Siti masruroh Syifa Fakhirah Siregar Tetra Arya Saputra Thoriq Aziz Tiara Chintihia Tri Umiana Soleha Triyandi, Ramadhan Warjidin Aliyanto Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Zafira Pringgoutami