Claim Missing Document
Check
Articles

Menurunkan Tingkat Stres dan Penyakit Degeneratif dengan Pendekatan Focus Grup Discussion di PT Kayu Lapis Indonesia Isfaizah Isfaizah; Ari Widyaningsih
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 1 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.1 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.127 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v1i2.323

Abstract

Saat ini tren masalah kesehatan di dunia telah bergeser dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya usia dan gaya hidup yang tidak sehat. Kecenderungan penyakit degeneratif meningkat dan mengancam sejak usia muda. Penyakit degeneratif yang sering terjadi adalah hipertensi, diabetes mellitus, obesitas yang dapat meyebabkan komplikasi mikrovasculer dan makrovaskler.Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi, tidak hanya pada orang tua tetapi sekarang telah bergeser ke anak muda.  Angka penderita hipertensi di Indonesia sebesar 31,7% dimana pada laki-laki sebesar 52% dan perempuan sebesar 48%. Sedangkan diabetes mellitus di Indonesia tahun 2013 sebesar 6,9% dan 90% diantaranya adalah diabetes mellitus tipe II (DMT2). Munculnya penyakit degeneratif ini tidak terlepas dari perubahan gaya hidup modern dan tuntutan hidup yang menyebabkan stress psikologis meningkat. Stress meningkatkan kadar adrenalin yang akan menstimulasi syaraf simpatis dan meningkatnya curah jantung dan tekanan darah. Selain itu stres meningkatkan produksi kortisol yang mengakibatkan peningkatan glukosa darah dengan merangsang hati untuk melakukan glukoneogenesis dan menghambat kerja insulin.  Rendahnya pengetahuan tentang penyakit menyebabkan seseorang enggan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala, sehingga meningkatkan angka kesakitan dan kematian.Pendidikan kesehatan tentang penyakit dirasa perlu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar upaya promotif dan preventif dapat ditingkatkan.Focus grup discussion merupakan metode yang tepat untuk menggiring seseorang membahas masalah secara terfokus.
Pemanfaatan Posko Anti Hipertensi Sebagai Langkah Awal Penanganan Hipertensi di Desa Kalongan Aprilia Ayuningtyas; Isfaizah Isfaizah; Sinta Dwi Lestari; Safrida Zulfi Rahmawati; Elinda Eka Susanti; Ingge Karunia Sandy; Annisa Rahim; I Nyoman Candra Saputra; Rofa Irfani; Prabu Auliansyah; Evony Prawaningrum; Avivatul Indah Mawaddah; Laela Aprilia; Achmad Fauzan
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.482 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1906

Abstract

Hypertension that occurs is related to various risk factors, both irreversible and modifiable. Non-modifiable risk factors include genetics, nutritional status, and age. Modifiable risk factors are obesity, diet, and physical activity or exercise. The high number of cases of hypertension in the community. Lack of general knowledge about hypertension related to the causes, symptoms, and therapy of hypertension. Lack of public awareness in routine blood pressure checks. Community service activities at the anti-hypertension post for people with a history of hypertension. In counseling here using the lecture method and question and answer. Blood pressure measurement training was carried out using the presentation method and training on digital blood pressure devices. Making infused water using counseling methods related to tools, materials, and benefits as well as a demonstration on how to make infused water. Anti-hypertensive exercise for people with a history of hypertension. Our work program activity is initiating the establishment of an anti-hypertensive post. This activity is carried out to prevent, reduce and suppress the rate of growth of hypertension incidence in Kalongan Village. The results of the increase in public knowledge about hypertension, the ability of the community or health cadres in measuring blood pressure increased, the ability of the community in making infused water increased, blood pressure measurements were 1.3% who had hypertension in Kalongan Village and the enthusiasm of the community in participating in high gymnastics. The conclusion is that the anti hypertension post can be a place that initiates the community and health cadres in screening and preventing hypertension in Kalongan Village.ABSTRAKHipertensi terjadi berkaitan dengan beragam faktor risiko, baik yang tidak dapat diubah maupun dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi genetik, keadaan gizi, dan umur. Faktor risiko yang dapat diubah adalah kegemukan, diet, dan aktifitas fisik atau olahraga. Tingginya angka kasus hipertensi di masyarakat. Kurangnya pengetahuan umum tentang penyakit hipertensi terkait penyebab, gejala, dan terapi hipertensi. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemeriksaan rutin tekanan darah. Kegiatan KKN posko anti hipertensi bagi masyarakat dengan riwayat hipertensi. Dalam penyuluhan disini menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Pelatihan pengukuran tekanan darah dilakukan dengan metode penyajian serta melatih menggunakan alat tensi digital. Pembuatan infused water menggunakan metode penyuluhan terkait alat, bahan, dan manfaat serta demonstrasi bagaimana cara membuat infused water. Senam anti hipertensi bagi masyarakat dengan riwayat hipertensi. Kegiatan pogram kerja yang kami lakukan adalah menginisiasi pembentukan posko anti hipertensi. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah, menurunkan dan menekan laju pertumbuhan kejadian hipertensi di Desa Kalongan. Hasil terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, kemampuan masyarakat atau kader kesehatan dalam melakukan penngukuran tekanan darah meningkat, kemampuan masyarakat dalam dalam pembuatan infused water meningkat, pengukuran tekanan darah 1,3% yang mengalami hipertensi di Desa Kalongan dan antusiasme masyarakat dalam mengikuti senam tinggi. Kesimpulan yaitu posko anti hipertensi mampu menjadi tempat yang menginisiasi masyarakat dan kader kesehatan dalam melakukan screening dan pencegahan hipertensi di Desa Kalongan.
Model Mother-Baby Care (M-BC) untuk Memandirikan Ibu Postpartum dalam Merawat Bayi Baru Lahir Isfaizah Isfaizah; Moneca Dyah Listiani; Ita Puji Lestari; Ari Widyaningsih
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.336 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1956

Abstract

Newborn care is very important after the baby is born and is very beneficial for both mother and baby such as the rapid recovery of the mother's organs that experience changes during pregnancy and the establishment of a loving relationship between mother and baby. This community service activity includes socializing on how to care for newborns independently properly and correctly, providing counseling about the stages of caring for newborns and practicing directly on postpartum mothers. In addition, it also provides guidelines so that it is easy for cadres to deliver to postpartum mothers, with the hope that all cadres can know how to properly care for newborns which is then applied to postpartum mothers so that mothers can take care of their babies independently. Baby care cannot be separated from family participation. Good and correct baby care will be able to prevent the baby from an unwanted situation and can make the baby fit and healthy. Therefore, baby care must be started as early as possible by involving the family, especially people who are close to the baby such as the mother. The approach that can be taken is to use the mother and baby care model or better known as mother-baby care (M-BC). The use of an approach with the right model is expected to contribute to the reduction of maternal and infant mortality in Indonesia, especially in Sumowono Village. The provision of counseling using the Mother-Baby Care (M-BC) model approach, namely Mother-Baby Care (M-BC) is a patient independence model that aims to teach patients so that their needs are met. In addition, M-BC is also an approach that can be taken by health workers such as nurses to provide emotional support to new families. This service was attended by 20 pregnant women and health cadres in the working area of the Sumowono Public Health Center. All participants were enthusiastic in participating in the training activities, this was proven by the increase in the pre-test to post-test scores from 85.71% to 90% of mothers who had good knowledge of newborn care. Apart from this, mothers also have a supportive attitude to take care of their own baby when it is born.ABSTRAKPerawatan bayi baru lahir sangat penting dilakukan setelah bayi lahir dan sangat bermanfaat baik untuk ibu maupun bayi seperti cepatnya pemulihan organ tubuh ibu yang mengalami perubahan pada saat kehamilan serta terbinanya hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi sosialisasi tentang cara perawatan bayi baru lahir secara mandiri dengan baik dan benar, memberi penyuluhan tentang tahapan perawatan bayi baru lahir dan mempraktekkan langsung terhadap ibu postpartum. Selain itu juga memberikan pedoman agar para kader mudah dalam penyampaian kepada ibu postpartum, dengan harapan seluruh kader dapat mengetahui cara perawatan bayi baru lahir dengan benar yang kemudian di aplikasikan kepada ibu postpartum agar ibu dapat merawat bayinya secara mandiri. Perawatan bayi tidak terlepas dari peran serta keluarga. Perawatan bayi yang baik dan benar akan dapat mencegah bayi dari suatu keadaan yang tidak diinginkan dan bisa membuat bayi menjadi bugar dan sehat. Oleh karena itu, perawatan bayi haruslah dimulai sedini mungkin dengan melibatkan keluarga terutama orang yang dekat dengan bayi seperti ibu. Pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan mengunakan model perawatan ibu dan bayi atau lebih dikenal dengan mother-baby care (M-BC). Penggunaan pendekatan dengan model yang tepat diharapkan dapat berkonstribusi terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia khususnya Desa Sumowono. Pemberian penyuluhan menggunakan pendekatan model Mother-Baby Care (M-BC), yaitu Mother-Baby Care (M-BC) merupakan model memandirikan pasien yang bertujuan untuk membelajarkan pasien agar kebutuhannya terpenuhi. Disamping itu, M-BC juga merupakan pendekatan yang bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan seperti perawat untuk memberikan dukungan emosional kepada keluarga baru. Pengabdian ini diikuti oleh 20 ibu hamil dan kader kesehatan yang berada di wilayah kerja puskesmas sumowono. Seluruh peserta antusias mengikuti kegiatan pelatihan, hal ini terbukti dengan adanya peningkatan nilai pre test ke postest dari dari 85,71% meningkat menjadi 90% ibu berpengetahuan baik dalam perawatan bayi baru lahir. Selain ini ibu-ibu juga memiliki sikap yang mendukung untuk merawat bayinya sendiri kelak jika sudah lahir.
Sekolah Zero Bullying dengan Penguatan Pendidikan Karakter di SMK Nusa Persada Tengaran Isfaizah; Risma Aliviani Putri; Ari Widyaningsih
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2281

Abstract

The rise of cases of violence that occur, especially at school age, makes parents and educators worry about their children's future. According to the Program for International Students Assessment (PISA) in Indonesia in 2018 as many as 41% of students had experienced bullying (bullying). In the same year, Indonesia was also in 5th position out of 78 countries with the most bullied students. This figure is truly ironic in the midst of the function of schools as a place to seek knowledge, develop one's potential and achievements, educate personal character, but instead they are used as a place to show off and bully their friends which causes the destruction of our generation. One way to prevent and create schools that have zero bullying is to strengthen character education among students. This community service aims to strengthen and increase students' knowledge about character education. This community service activity was held on March 7 2023 at Nusa Persada Tengaran Vocational School, which was attended by 46 class XI students with great enthusiasm. The methods used are lectures, discussions and character strengthening games. Activities given to strengthen the character of students is to provide strengthening of character education with character development material, forms of juvenile delinquency and bullying. Knowledge of students before being given health education about strengthening character education has a minimum value of 6 and a maximum of 9 and an average value of 7.75, and after being given health education there is an increase in adolescent knowledge about strengthening character education with an average score of 8.85, with a minimum score of 7 and a maximum of 10. This shows that this service activity is able to strengthen and increase students' knowledge about character education. It is hoped that activities that build the character of students like this can be carried out continuously to increase the positive character of students.   ABSTRAK                 Maraknya kasus kekerasan yang terjadi khususnya pada usia anak sekolah membuat kalangan orang tua dan para pendidik khawatir terhadap masa depan anak. Menurut Programme for Internasional Students Assesment (PISA) di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 41% siswa pernah mengalami perundungan (bullying). Di tahun yang sama, Indonesia juga berada pada posisi ke-5 dari 78 negara dengan murid yang mengalami perundungan paling banyak. Angka ini sungguh menjadi ironi di tengah fungsi sekolah sebagai tempat mencari ilmu, mengembangkan potensi dan prestasi seseorang, mendidik karaktek pribadi, namun dijadikan malah menjadi tempat ajang unjuk gigi dan membully temannya yang menyebabkan hancurnya generasi kita. Salah satu cara untuk mencegah dan mewujudkan sekolah yang zero bullying adalah dengan menguatkan pendidikan karakter di kalangan siswa/siswi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan dan meningkatkan pengetahuan siswa/siswi tentang pendidikan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini pada tanggal 7 maret 2023 di SMK Nusa Persada Tengaran, yang diikuti oleh 46 siswa/siswi kelas XI dengan antusiasme yang tinggi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan game penguatan karakter. Kegiatan yang diberikan untuk menguatkan karakter siswa/siswi adalah dengan memberikan penguatan pendidikan karakter dengan materi pengembangan karakter, bentuk kenakalan remaja dan bullying.  Pengetahuan siswa/siswi sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang penguatan pendidikan karakter nilai minimal 6 dan maksimal 9 serta nilai rata-rata 7.75, dan setelah diberikan Pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang penguatan Pendidikan karakter dengan rata-rata nilai sebesar 8.85, dengan nilai minimal 7 dan maksimal 10. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini mampu menguatkan dan meningkatan pengetahuan siswa/siswi tentang pendidikan karakter. Diharapkan kegiatan yang membangun karakter siswa/siswi seperti ini dapat dilakukan secara continue untuk meningkatkan karakter positif peserta didik.
Pola Asuh Orangtua Berhubungan dengan Perkembangan Bicara dan Bahasa Balita di Puskesmas Ambarawa: Parenting Patterns are Associated with the Development of Toddlers' Speech and Language at the Ambarawa Community Health Center Melania Rosaria Moniz; Isfaizah
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.355

Abstract

Parenting is the way parents direct children, how they educate and teach children everything. The development of speech and language in children is greatly influenced by a healthy relationship between parents and children. The occurrence of speech and language delays in children causes children to be difficult to socialize with peers and the surrounding environment. This study aims to determine the relationship between parenting style and speech and language development in toddlers in the Working Area of the Ambarawa Health Center, Semarang Regency. The design of this study is correlational analytic with a crosssectional design. The population of this study was all toddlers of the Ambarawa Health Center, Semarang Regency as many as 717 toddlers and a sample of 88 people using the purposive sampling method. Data collection tools using Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version (PSDQ) and KPSP. Data analysis used uni-variate analysis with frequency distribution and bi-variate analysis with Chi-square. Parents of toddlers mostly have permissive parenting (39.8%) and normal speech and language development (62.5%). There is a significant relationship between parenting style and speech and language development in toddlers in the Working Area of Puskesmas Ambarawa Semarang Regency (p value <0.001). Permissive parenting has more potential for children experiencing speech and language delays. Parents must be able to invite more children to communicate and speak in daily activities so that their development is optimal.   ABSTRAK Pola asuh orang tua merupakan cara orang tua mengarahkan anak, bagaimana mereka mendidik dan mengajarkan pada anak segala hal. Perkembangan bicara dan bahasa pada anak sangat dipengaruhi adanya hubungan yang sehat antara orang tua dengan anak. Terjadinya keterlambatan bicara dan berbahasa pada anak mengakibatkan anak menjadi sulit bersosialisasi dengan teman sebaya maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan perkembangan bicara dan bahasa pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ini seluruh balita Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang sebanyak 717 balita dan sampel sebanyak 88 orang dengan metode purposive sampling. Alat pengambilan data menggunakan Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version (PSDQ) dan KPSP. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan Chi-square. Orang tua balita sebagian besar mempunyai pola asuh permisif (39,8%) dan perkembangan bicara dan bahasa normal (62,5%). Ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan bicara dan Bahasa pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang (p value <0,001). Pola asuh permisif berpotensi lebih untuk anak mengalami keterlambatan bicara dan bahasa. Orang tua harus bisa lebih banyak mengajak anak berkomunikasi dan berbahasa dalam kegiatan sehari-hari agar perkembangannya optimal.
Kids Yoga untuk Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Balita di TK Ra Al-Iman RT 01 Desa Langensari Asma Nur Peni; Isfaizah; Farida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service has the theme "Kids Yoga for Optimizing Growth and Development Toddlers in Kindergarten Ra Al-Iman RT 01 Langensari Village". more optimal. The implementation of this activity is planned in three stages, namely preparation, implementation, and the final stage. The implementation of this community midwifery practice was assessed by means of direct interviews, secondary data collection, and direct surveys. The preparation stage includes a series of activities from problem assessment and report preparation. The stages of implementing the activity are providing health education about kids yoga and doing kids yoga. At the last stage of implementation is to evaluate the knowledge of children under five about kids yoga. Community service activities regarding "Kids Yoga for Optimizing Growth and Development Toddlers in Ra Al-Iman Kindergarten RT 01 Langensari Village" have been carried out according to the plan prepared before the service began. This activity is considered successful, the majority of children under five after the activity can do yoga well and provide positive benefits, the children are also very enthusiastic about participating in the practice of kids yoga. The children look very happy and enthusiastic. Implementation has been carried out in the form of counseling an demonstrations as well as pre-test and post-test using video media and yoga cards. AbstrakKehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender internasional. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kehamilan adalah bertemunya sel telur dan sperma di dalam atau diluar rahim dan berakhir dengan keluarnya bayi dan plasenta melalui jalan lahir.Pada trimester 2 dan 3, ibu hamil akan semakin sering merasakan keidak nyamanan, serta menjadi lebih mudah lelah dan capek. Salah satu contoh ketidaknyaman pada ibu hamil yaitu nyeri punggung. Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik Gangguan nyeri pinggang bawah dapat dialami oleh semua orang, tidak memandang tua, muda, wanita atau pria. Sebagiaan besar nyeri pinggang bawah disebabkan karena otot – otot pada pinggang kurang kuat sehingga pada saat melakukan gerakan yang kurang betul atau berada pada suatu posisi yang cukup lama dapat menimbulkan peregangan otot yang ditandai dengan rasa sakit. Berlatih yoga pada kehamilan merupakan salah satu solusi yang bermanfaat sebagai media self help yang akan mengurangi ketidaknyamanan selama hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil TM II dan TM III. Yang dilakukan yaitu penyuluhan dan pelatihan secara klasikal diawali pretest., kemudian dilakukan praktik yoga dengan menggunakan media leaflet, dan diakhiri posttest. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang yoga setelah dilakukan pengabdian masyarakat. Dari semua kegiatan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan yoga untuk mengurangi ketidaknyamanan pada ibu hamil TM II dan TM III berjalan lancar.
Pijat Bayi untuk Meningkatkan Nafsu Makan di Desa Dadapayam Asraria Arsfandi; Isfaizah; Maria Karmelia Wung Song; Ivana Sika Yon; Elita Niasirgia Rahayu
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infants are children aged 0 to 12 months. Every baby goes through a stage of growth and development in his lifetime (Rusli, 2013). Growth and development is a continuous, continuous process and growth is part of the development process (Wong, 2016). Baby Massage is a touch therapy in direct contact with the body that can provide a sense of security and comfort for babies. Infant massage is a direct contact touch therapy with the body that can provide a sense of security and comfort for toddlers. A mother's touch and hugs are basic needs of a toddler. If massage is done regularly, it will increase catecholamine hormones (epinephrine and norepinephrine) which can trigger growth and development stimulation because it can increase appetite, increase body weight, and stimulate the development of brain structure and function (ashi.2018). Infants aged 4 -10 months who have decreased appetite and lack of mother's knowledge about infant massage to increase appetite. Based on this, community service will be carried out with the topic of "Baby Massage To Increase Appetite".The research method is counseling, pre experimental design and demonstration. The sample of this study was infants aged 4 -10 months who experienced a decrease in appetite carried out offline using leaflets, on Friday 10 June 2022 at 0800 WIB with 2 sessions, namely: for session 1, namely providing material about baby massage to increase appetite by using leaflets, for session 2, which is a demonstration of baby massage techniques to increase appetite The results of this dedication show that there is a difference between the pre-test of mothers who do not know baby massage to increase appetite by 80% and after being given counseling and demonstrations of mothers who know baby massage to increase appetite by as much as 90% post-test AbstrakBayi adalah anak usia 0 sampai 12 bulan. Setiap bayi mengalami tahap pertumbuhan dan perkembangan dalam masa hidupnya (Rusli. 2013). Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang berkesinambungan, bersifat kontinyu dan pertumbuhan merupakan bagian dari proses perkembangan (Wong, 2016). Pijat Bayi merupakan terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Pijat pada bayi merupakan terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada balita. Sentuhan dan pelukan dari seorang ibu adalah kebutuhan dasar balita. Jika pijat dilakukan secara teratur akan meningkatkan hormon katekolamin (epinefrin dan norepinefrin) yang dapat memicu stimulasi tumbuh kembang karena dapat meningkatkan nafsu makan, meningkatkan berat badan, dan merangsang perkembangan struktur maupun fungsi otak (ashi.2018). Bayi usia 4 -10 bulan yang mengalami penurunan nafsu serta kurangnya pengetahuan ibu tentang pijat bayi untuk meningkatkan nafsu makan. Berdasarkan hal tersebut makan akan dilakukan pengabdian masyarakat dengan pengangkat topik" Pijat Bayi Untuk Meningkat Nafsu Makan Metode penelitian ini adalah penyuluhan, Pre experimental design dan demostrasikan. Sampel penelitian ini adalah bayi usia 4 -10 bulan yang mengalami penurunan nafsu makan dilaksanakan secara luring menggunakan leaflet, pada hari jumat tanggal 10 Juni 2022 pukul 0800 WIB dengan 2 sesi yaitu : untuk sesi 1 yaitu memberikan materi mengenai pijat bayi untuk meningkatkan nafsu makan dengan menggunkan leaflet ,untuk sesi 2 yaitu demonstrasi teknik pijat bayi untuk meningkatkan nafsu makanHasil pengabdian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara pre test ibu yang belum mengetahui pijat bayi untuk meningkatkan nafsu makan sebanyak 80% dan setelah diberikan penyuluhan dan demotrasi ibu yang mengetahui pijat bayi untuk meningkatkan nafsu makan sebanyak sebanyak 90% post test.
Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Disminorhea pada Remaja Perempuan Usia Sekolah Melania Rosaria Moniz; Risma Audina; Luvi Dian Afriani; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea causes about 50% of all women in the world suffer. The incidence of primary dysmenorrhea in Indonesia in 2008 reached 54.89%, while the rest were secondary tips sufferers, which caused them to be unable to carry out any activities and this would reduce the quality of life for each individual. Dysmenorrhea can be caused by excessive production of prostaglandin F2 alpha from endometrial cells. One way that can be done to treat dysmenorrhea is Acupressure (Acupressure). Cupressure is known as one of the traditional Chinese therapeutic methods for healing dysmenorrhea by using massage techniques on the meridian points of certain body parts (Yuniati, Rohmayanti, & Mareta, 2019). Acupressure is a massage method based on the science of acupuncture or it can also be called acupuncture without needles (Ridwan, 2015). The purpose of community service in Thekelan Village is to increase knowledge and insight in school-age girls in order to reduce menstrual pain (dysmenorrhea) non-pharmacologically by means of acupressure massage. This community service is carried out in 5 steps, namely the first step is the search for respondents, the second stage is counseling about acupressure massage training, the third stage is acupressure massage training assistance, the fourth stage is the implementation of acupressure massage, the fifth stage is evaluation by filling out a post-test questionnaire. After being given health education about dysmenorrhoea, young women can understand the benefits of acupressure massage to reduce menstrual pain (Dysmenorrhoea). There was an increase in knowledge in young women after being given health education about dysmenorrhoea with 81.81% of adolescents being well-informed and 18.18% being knowledgeable enough and no one being knowledgeable was lacking. The implementation of community service activities carried out in Thekelan Hamlet showed that young women increased their knowledge after being given counseling and acupressure practicum to reduce dysmenorrhoea pain. The results of satisfaction with the provision of material and practicum are stated to be very satisfying. Theories that explain acupressure at certain points such as the Sanyinjiao Point (SP6) are very effective in reducing menstrual pain in women, inexpensive (no cost) and can be done independently (independently). Although several other acupressure techniques are also able to reduce the level of menstrual pain, for example, Sacral Points (B27-B34) and Taichong/Daichong Points (LR3/LV3). In addition, both pharmacological and non-pharmacological methods such as herbal medicine, relaxation, etc. also have effectiveness in reducing menstrual pain. AbstrakDismenore menyebabkan sekitar 50% dari seluruh wanita di dunia menderita. Kejadian dismenore primer di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 54,89%, sedangkan sisanya adalah penderita tips sekunder, yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan apapun dan ini akan menurunkan kualitas hidup pada individu masing-masing. Dismenore dapat disebabkan oleh produksi prostaglandin F2 alfa dari sel endometrium yang berlebihan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menangani Dismenore adalah Akupresur (Akupresure). kupresur dikenal sebagai salah satu metode terapi tradisional china untuk penyembuhan dismenore dengan menggunakan teknik memijat pada titik meridian bagian tubuh tertentu (Yuniati, Rohmayanti, & Mareta, 2019).Akupresur adalah cara pijat berdasarkan ilmu akupunktur atau dapat juga disebut akupunktur tanpa jarum (Ridwan, 2015). Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat di Desa Thekelan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan pada remaja perempuan usia sekolah agar dapat mengurangi nyeri haid ( Dismenorea) secara non-farmakologi yaitu dengan cara pijat akupresur. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 5 langkah yakni Langkah pertama tahap mencari responden, tahap kedua penyuluhan tentang pelatihan pijat akupresur, tahap ketiga pendampingan pelatihan pijat akupresur, tahap keempat pelaksanaan pijat akupresur, tahap kelima evaluasi dengan pengisian kuesioner post-test. Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang dismenorea, remaja putri dapat memahami manfaat pijat akupresur untuk mengurangi nyeri haid (Dismenorea). Terjadi peningkatan pengetahuan pada remaja putri setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang dismenorea dengan sebesar 81,81% remaja berpengetahuan baik dan 18,18% berpengetahuan cukup dan tidak ada yang berpengetahuan kurang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Dusun Thekelan bahwa remaja putri meningkat pengetahuannya setelah diberikan penyuluhan dan praktikum akupresur untuk mengurangi nyeri dismenorea. Hasil kepuasan terhadap pemberian materi dan praktikum dinyatakan sangat memuaskan. Teori-teori yang menjelaskan akupresur pada titik tertentu misalnya Titik Sanyinjiao (SP6) sangat efektif dalam mengurangi nyeri haid pada perempuan, murah (tanpa biaya) dan dapat dilakukan sendiri (secara mandiri). Walaupun beberapa teknik akupresur lain juga mampu mengurangi tingkat nyeri haid misalnya Titik Sacral Points (B27-B34) dan Titik Taichong/Daichong (LR3/LV3). Selain itu metode-metode baik itu farmakologi maupun nonfarmakologi lainnya misalnya jamu, relaksasi, dll juga memiliki efektifitas dalam mengurangi nyeri haid.
Pelatihan Pijat Bayi Sehat untuk Menstimulasi Tumbuh Kembang Bayi di Desa Kemawi ucia rorin; Isfaizah; Ratutriya
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Babies can grow and develop well if their basic needs are met, namely sharpening, caring and nurturing. Sharpening needs can be met with stimulation. Stimulation needs to be given early to stimulate sensory, emotional and even cognitive abilities of infants/children by doing baby massage. Through massage the blood flow will flow smoothly throughout the body, including to the brain where one of the crucial substances that is carried is oxygen. The relative fulfillment of oxygen in the brain makes the baby's concentration and alertness better. Every child needs to get regular stimulation as early as possible and continuously at every opportunity. Stimulation of child growth and development can be carried out by mothers and fathers who are the closest people to children, surrogate mothers/caregivers, other family members and community groups in their respective households and in everyday life. Lack of stimulation can cause deviations in child development and even permanent disturbances. At this time, infant massage is widely used to stimulate growth and development, which is carried out by trained health workers, but the costs are relatively expensive, which are not affordable by the middle and lower economic class. Therefore, we as midwifery students really need to teach postpartum mothers about massage for healthy babies. After being given baby massage training, there was an increase in mother's knowledge about the characteristics of a healthy baby, an increase in mother's knowledge about healthy baby massage and an increase in mother's skills in doing healthy baby massage. Abstrak Bayi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik apabila kebutuhan dasarnya terpenuhi yaitu asah, asih dan asuh. Kebutuhan asah dapat terpenuhi dengan stimulasi. Pemberian stimulasi perlu diberikan secara dini untuk merangsang kemampuan sensorik, emosional bahkan kognitif bayi/anak yaitu dengan melakukan pijat bayi. Melalui pemijatan aliran darah akan lancar mengalir keseluruh tubuh, termasuk ke otaknya yang mana salah satu zat krusial yang dibawa adalah oksigen. Terpenuhinya oksigen diotak secara relatif menciptakan konsentrasi dan kesiagaan bayi semakin baik. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Stimulasi tumbuh kembang anak dapat dilakukan oleh ibu dan ayah yang merupakan orang terdekat dengan anak, pengganti ibu/pengasuh anak, anggota keluarga lain dan kelompok masyarakat di lingkungan rumah tangga masing-masing dan dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap. Pada saat ini maraknya pijat bayi untuk stimulasi tumbuh kembang yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih namun biaya yang relatif mahal yang tidak terjangkau oleh masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Maka dari itu kami sebagai mahasiswa kebidanan perlu sekali mengajarkan kepada ibu-ibu nifas tentang pijat bayi sehat. Setelah diberikan pelatihan pijat bayi terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang ciri-ciri bayi sehat, peningkatan pengetahuan ibu mengenai pijat bayi sehat dan peningkatan ketrampilan ibu dalam melakukan pemijatan bayi sehat.
PATH ANALYSIS ON THE EFFECTS OF DIETS AND LIFESTYLE MODIFICATIONS IN BLOOD GLUCOSE CONTROL IN PATIENTS WITH TYPE5 2 DIABETES MELLITUS Isfaizah Isfaizah; Bhisma Murti; Dono Indarto
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v10i1.2168

Abstract

Diabetes Mellitus is one of the most serious global health problems with the tendency of increasing sufferers. In 2019 there were 10.7 million people with diabetes in Indonesia, 90% of patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM). Diet and lifestyle modification became a-key in blood glucose control. This research aimed to analyze diet and life style modifications in blood glucose control in patients with T2DM. This study was an analytical observational study with a case-control design.  The research subject was T2DM patients who are check-in Endocrine Polyclinics Dr. Moewardi in Surakarta with a fixed disease sampling approach. Samples included 106 people with Haemoglobin A1c (HbA1c) ≥6.5% and 29 people with HbA1c6.5%. Data collection using questionnaires, IPAQ, 24-hour food recall, and medical records. Analysis of data using STATA 13 path analysis with significance level p0.05. Smoking habits, physical activity, and energy intake are directly related to HbA1c level and significant (p0.05). Family income and education indirectly affected the HbA1c level through energy intake and significant (p0.05). Energy intake reduction to normal or low, lifestyle modifications keep smoking increase the HbA1c level, but heavy physical activity decreases the HbA1c level. Low energy intake, quit smoking, and regular heavy physical activity can control the HbA1c level. Keywords: Diets, HaemoglobinA1c, Lifestyle modifications
Co-Authors Achmad Fauzan Ade Lina, Sri Adelina Maharani Tugestim Adkha Putri Puspita Dewi Agnes Bien Alfi Ristanti Alfina Ifada Amanda Putri Amelia Hesti Pradita Anita, Meilina Novi Annisa Rahim Aprilia Ayuningtyas Ari Widyaningsih Ari Widyaningsih Asma Nur Peni Asraria Arsfandi Astuti, Anazully Avivatul Indah Mawaddah Banne Ringgi, Rina Bhisma Murti Bien, Agnes Binti Yuliana Boki, Maryeni R. Br. Nainggolan, Julita Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum, Cahyaningrum cantika, clarisa martila Dewita Dian Ayu Tias P Dionisia Mayola Dona Rande Bua Donela, Ardenia Dono Indarto DONO INDARTO Dono Indarto Elinda Eka Susanti Elita Niasirgia Rahayu ERNA SURYANI Evina Triani Evony Prawaningrum Fadilah, Amelia Nur Fanggi, Windy Anisa Veryany Fani Rahmawati Farida Fentisarti Fitri, Juli Fitria Primi Astuti Fitria Primi Astuti Fitriya, Wahida FITRIYAH Fransisca Desti Kurniasih Galih Ayu Tias Hambami, Sarifah Hapsari Windayanti Heni Setyowati Herlina Sri Komala Dewi I Nyoman Candra Saputra Ida Nur Ramadhana Ingge Karunia Sandy Istikomah Ita Puji Lestari Ita Puji Lestari, Ita Puji Ivana Sika Yon Jatmiko Susilo Juli Fitri Jumilah Fitriana Kartika Sari Kasari, Miki Krismonita Krismonita Krismonita, Krismonita Kristingrum, Wahyu Laela Aprilia Lilin Suryaningsih Listyaningsih, Moneca Diah Luvi Dian Afriani Mala Primarti Malisa Maria Beata Aku Maria Karmelia Wung Song Martin, Novia Maryeni R. Boki Mastamah Melania Rosaria Moniz Mensiana Maru Watu Moneca Diah Listiyaningsih Moneca Dyah Listiani Mudayanah Ninick Corea Fernandez Novia Martin Prabu Auliansyah Primarti, Mala Puji Catur Putri, Risma Aliviani Rafika Brian Maghfiroh Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rana Trinova Ratna Ningrum, Riana Ratutriya Rini Susanti Risma Audina Rofa Irfani Rusdayanti Rusdayanti Safrida Zulfi Rahmawati Salimah, Umi Sarifah Hambami Silaban, Erny Sinta Dwi Lestari Siswati Soendari Sofaniah Nurrahmi Sofiyanti, Ida Sri Ernawati Sri Ernawati Sri Lestari Sri Wahyuni SURYANI Tri Lestari, Puji Triani, Evina Trisnasari, Anggun trisnawati, helda ucia rorin Veftisia, Vistra Vera Mei Kartika Viviana, Desi Wahyu Kristingrum Wahyu Kristiningrum WAHYUNI Wati, Ambar Watu, Mensiana Maru Watu Widayati Widayati Widayati Widayati Widayati Widyaningsih, Ari Windy Anisa Veryany Fanggi Yola Sartika Yulia Nur Khayati Yuni Fitria