Claim Missing Document
Check
Articles

Skrinning Status Gizi Remaja dan Upaya Pencegahan Anemia di SMK Perintis 29 Widyaningsih, Ari; Isfaizah; Moneca Diah Listiyaningsih; Yulia Nur Khayati; Wahyu Kristiningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2564

Abstract

Iron deficiency anemia is estimated to be the single largest cause of morbidity and mortality in adolescents. Anemia that occurs can cause decreased reproductive health, motoric and mental development, hampered intelligence, decreased learning achievement, decreased fitness levels and not achieving maximum height. The results of interviews with the school principal and guidance and counseling teachers at SMK Perintis 29 showed that the problem currently faced by partners is that cases of anemia in adolescent girls have not been identified because Hb screening examinations have never been carried out which are known to be effective in identifying the incidence of anemia in adolescent girls. The solution to the problem is Hemoglobin screening to increase adolescent awareness about the importance of anemia and the factors that influence it. The anemia screening activity began with registration of 30 young female screen participants, followed by TB and BB checks, Hb and blood pressure checks. The results of the activity showed that all teenage girls in grades X and The next community service activity focuses on empowering students with adolescent anemia to increase adolescent diet knowledge and skills.   ABSTRAK                 Anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi satu-satunya penyebab terbesar kesakitan dan kematian pada remaja. Anemia yang terjadi dapat menyebabkan menurunnya kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, mental, kecerdasan terhambat, menurunnya prestasi belajar, tingkat kebugaran menurun dan tidak tercapainya tinggi badan maksimal. Hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru BK di SMK Perintis 29 didapatkan data bahwa masalah yang dihadapi mitra saat ini adalah belum teridentifikasinya kasus anemia pada remaja putri karena belum pernah dilakukan pemeriksaan skrinning Hb yang diketahui efektif mengidentifikasi kejadian anemia remaja putri. Solusi permasalahan yang dilakukan adalah skrinning Hemoglobin untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya anemia serta faktor yang mempengaruhinya. Kegiatan skrinning anemia dimulai dengan registrasi peserta skrinnin sebanyak 30 remaja putri, dilanjutkan dengan pemeriksaan TB dan BB, Pemeriksaan Hb dan tekanan darah. Hasil kegiatan didapatkan bahwa semua remaja putri kelas X dan XI (100 %) di SMK Perintis 29 mengikuti kegiatan screening, 8 diantaranya mengalami anemia dan sebanyak 10 remaja berstatus gizi kurus. Kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya berfokus pada pemberdayaan siswa dengan anemia remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan diet remaja.
Edukasi dan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Putri, Risma Aliviani; Ida Sofiyanti; Isfaizah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2678

Abstract

The behavior of clean and healthy life (PHBS) is a health effort carried out because of personal awareness so that families and all members are able to help themselves in the health sector and have an active role in health activities. The importance of PHBS knowledge at school is a must for children, because they almost every day carry out activities at school.  So that with the education and implementation of PHBS in schools, they can know, train and apply a healthy lifestyle to create a clean and healthy environment, improve the teaching and learning process and students, teachers to the school environment community become healthy. The implementation of the activity was carried out at SDN Sumurrejo 01 Semarang City.  The method used is counseling which begins with opening, perception, provision of material, evaluation and conclusion. Data collection instruments are in the form of questionnaires while the media used are visual media. Children's knowledge after being given PHBS education increased from 43.24% to 68.92% with good knowledge, while knowledge was less than 28.38% to 5.40%. The correct application of PHBS in CTPS 86.49%, most children consume nutritious food 83.78%, dispose of garbage according to its correct place 90.54 and 100% of children take deworming regularly. Children’s knowledge about PHBS has increased after education and most children implement PHBS in school well.   ABSTRAK                 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya kesehatan yang dilakukan karena adanya kesadaran pribadi agar keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kesehatan. Pentingnya pengetahuan PHBS di sekolah merupakan suatu keharusan bagi anak, karena mereka hampir setiap hari melakukan aktivitas di sekolah.  Sehingga dengan adanya edukasi dan implementasi PHBS di sekolah, mereka dapat mengetahui, melatih dan menerapkan pola hidup sehat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, meningkatkan proses belajar mengajar dan peserta didik, guru hingga masyarakat lingkungan sekolah menjadi sehat. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SDN Sumurrejo 01 Kota Semarang.  Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang di awali dengan pembukaan, apersepsi, pemberian materi, evaluasi dan kesimpulan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner sedangkan media yang digunakan adalah  media visual. Pengetahuan anak sesudah  diberikan edukasi PHBS mengalami peningkatan dari 43,24% menjadi 68,92 % berpengatuan baik, sedangkan pengetahuan kurang dari 28,38% menjadi 5,40%. Penerapan PHBS pada Cuci tangan pakai sabun CTPS yang benar 86,49%, sebagian besar anak mengkonsumsi makanan bergizi 83,78%, membuang sampah sesuai tempatnya yang benar 90,54 dan 100% anak minum obat cacing secara berkala. Pengetahuan anak mengenai PHBS mengalami peningkatan setelah dilakukan edukasi dan anak-anak sebagian besar menerapkan PHBS di sekolah dengan baik.
Stop Bullying Melalui Edukasi, Attitude Change dan Empathy di Sekolah Ida Sofiyanti; Risma Aliviani Putri; Isfaizah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3152

Abstract

Bullying is an imbalance of power that can make others feel uncomfortable, scared, and hurt that is often done due to differences in appearance, culture, race, religion, sexual orientation and gender identity of people. Bully behavior is not only treated physically but can be in the form of words (verbal) either directly or indirectly. Schools are places where children learn, socialize, play, but schools can also be places where children experience bullying or bullying. The lack of knowledge of children about bullying makes children can accidentally bully their themes so that children become perpetrators and victims of bullying. The implementation of the activity was carried out at SDN Sumurrejo 01 Semarang City.  The method used is counseling which begins with opening, perception, provision of material, evaluation and conclusion. Data collection instruments are in the form of questionnaires while the media used are visual media. Education about bullying given to students increased their knowledge with an increase in the percentage of knowledge quite good by 36 students (46.75%), good knowledge 30 students (38.96%) and knowledge less 11 students (14.29%). Children’s knowledge about bullying behavior must be known early so as not to have a greater impact in the future because children become perpetrators or victims of bullying.    ABSTRAK Perundungan atau Bullying adalah ketidakseimbangan kekuasaan yang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman, takut, dan sakit hati yang sering dilakukan dikarenakan adanya perbedaan pada penampilan, budaya, ras, agama, orientasi seksual dan identitas gender orang. Perilaku Bully tidak hanya perlakukan secara fisik namun bisa berupa perkataan (verbal) baik secara langsung maupun tidak langsung. Sekolah menjadi tempat anak-anak belajar, bersosialisasi, bermain, namun sekolah bisa juga menjadi tempat bagi anak-anak mengalami perundungan atau bullying. Kurangnya pengetahuan anak mengenai bullying menjadikan anak bisa saja secara tidak sengaja melakukan perundungan pada temanya sehingga anak-anak menjadi pelaku dan korban bullying. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SDN Sumurrejo 01 Kota Semarang.  Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang diawali dengan pembukaan, apersepsi, pemberian materi, evaluasi dan kesimpulan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner sedangkan media yang digunakan adalah  media visual. Edukasi tentang bullying yang diberikan kepada siswa meningkatkan pengetahuan mereka dengan terjadinya kenaikan prosetase pengetahuan cukup baik sejumlah 36 siswa (46,75%), pengetahuan baik 30 siswa (38,96%) dan pengetahuan kurang 11 siswa (14,29%). Pengetahuan anak mengenai perilaku bullying harus diketahui sejak dini agar tidak memberikan dampak yang lebih besar dikemudian hari karena anak menjadi pelaku atau korban bullying.
POLA ASUH POSITIF MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BALITA Isfaizah, Isfaizah; Putri, Risma Aliviani
Jurnal Sains Kebidanan Vol 6, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i1.11085

Abstract

Orang tua merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam pemantauan dan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak pada lima tahun pertama kehidupan (Golden Periods). Kualitas hubungan antara orang tua dan anak (pola asuh) sangat menentukan perkembangannya. Pengasuhan yang salah berisiko terhadap keterlambatan perkembangan pada anak. Keterlambatan perkembangan umum (Global Development Delay) pada anak di Indonesia diperkirakan sebesar 5-10%, dengan 1-3% pada usia kurang dari 5 tahun. Tujuan penelitian untuk menentukan hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan balita. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan crossectional. Populasi adalah seluruh orang tua dan balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa sebanyak 717 balita. Sampel dipilih berdasarkan tehnik purposive sampling sejumlah 95. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian sebagian besar responden menerapkan pola asuh positif sebesar 70.5% dan perkembangan balita yang normal sebesar 62,1% serta terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan perkembangan balita (p=0.020). Pola asuh positif berpengaruh positif terhadap perkembangan yang normal pada balita. Orang tua sebaiknya menerapkan pola asuh positif agar balita berkembang sesuai tahapan usianya. 
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. S Umur 26 Tahun di RSU Puri Asih Salatiga Alfi Ristanti; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to accelerate the achievement of maternal mortality and infant mortality reduction targets, Indonesia has a programme that has focused on continuity of care. During this decade, midwifery care is carried out by combining conventional and complementary midwifery services, and has become an important part of midwifery practice to reduce medical interventions both during pregnancy, childbirth and the postpartum period. Therefore, the author is interested in conducting midwifery care entitled ‘Comprehensive Midwifery Care for Mrs S Age 26 at Puri Asih Salatiga General Hospital’. The method used in Contuinity of Care is case study. The results of the care provided are in the care of pregnancy Mrs.S 26 years old G1P0A0 there are no complaints and the care provided during the visit is to provide counselling to the mother according to gestational age. In labour care of Ny.S G1P0A0 with gestational age of 41 weeks was conducted at Puri Asih Salatiga General Hospital. During the first stage of labour, relaxation techniques and efflurage massage were performed. Labour went normally, the baby was born spontaneously and cried immediately, the male sex, in the management used 60 steps of APN and there was a gap between theory and fact, namely in the length of time 2 which was only 1 hour. In the postpartum period, KF1 monitoring was carried out at 8 hours postpartum, KF2 at 7 days postpartum, KF3 at 2 weeks postpartum, and KF4 at 4 weeks postpartum. At KF1, the mother experienced low milk production so oxytocin massage was given. Subsequent monitoring found no complaints, the mother was able to carry out her role as a mother without difficulty because there were no suture wounds. The process of uterine involution took place normally which was not accompanied by puerperal infection. At 4 weeks postpartum counselling was given about various methods of contraception and the mother chose to use 3-month injectable birth control. There is no gap between theory and fact. In newborn care, care was carried out up to 2 weeks with no complications. Mrs S's baby had a significant weight gain, this showed that the baby's nutrition was sufficient because the baby was always given breast milk on demand so that the baby's weight continued to increase every week. There is no gap between theory and fact. It is expected that the client can apply the midwifery care that has been given so that it can increase knowledge and experience.   Abstrak Dalam rangka mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang sudah terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (Continuity of Care). Selama satu dekade ini, asuhan kebidanan dilaksanakan dengan mengkombinasikan pelayanan kebidanan konvensional dan komplementer, serta telah menjadi bagian penting dari praktik kebidanan untuk mengurangi intervensi medis baik saat masa kehamil, persalinan maupun masa nifas. Sehingga penulis tertarik untuk melakukan asuhan kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Secara Komprehensif pada Ny. S Umur 26 Tahun di RSU Puri Asih Salatiga”. Metode dalam asuhan Contuinity of Care yang digunakan adalah Study penelaahan kasus (Case Study). Hasil asuhan yang diberikan yaitu pada asuhan kehamilan Ny.S usia 26 tahun G1P0A0  tidak ada keluhan dan asuhan yang diberikan saat kunjungan yaitu memberikan konseling pada ibu sesuai usia kehamilan. Pada asuhan persalinan Ny.S G1P0A0 dengan usia kehamilan 41 minggu dilakukan di RSU Puri Asih Salatiga. Pada kala I dilakukan asuhan teknik relaksasi dan massage efflurage. Persalinan berjalan normal bayi lahir spontan langsung menangis jenis kelamin laki-laki, dalam penatalaksanaannya menggunakan 60 langkah APN dan ada kesenjangan antara teori dan fakta yaitu pada lama kala 2 yang hanya 1 jam. Pada masa nifas, dilakukan pemantauan KF1 pada 8jam postpartum, KF2 pada 7 hari postpartum, KF3 pada 2 minggu postpartum, dan KF4 pada 4 minggu postpartum. Pada KF1 ibu mengalami produksi ASI sedikit sehingga diberikan asuhan pijat oksitosin. Pemantauan selanjutnya tidak ditemukan keluhan, ibu sudah dapat menjalankan dengan baik perannya sebagai ibu tanpa kesulitan karena tidak ada luka jahitan. Proses involusi uteri berlangsung normal yang tidak disertai dengan infeksi puerperalis. Pada 4 minggu postpartum diberikan konseling tentang macam-macam metode alat kontrasepsi dan ibu memilih menggunkan KB Suntik 3 bulan. Tidak ada kesenjangan antara teori dan fakta. Pada asuhan bayi baru lahir, asuhan dilakukan sampai dengan 2 minggu tidak ada komplikasi. Bayi Ny. S mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, hal ini menunjukkan bahwa nutrisi bayi telah tercukupi karena bayi selalu diberikan ASI secara on demand sehingga berat badan bayi terus naik setiap minggunya. Tidak ada kesenjangan antara teori dan fakta. Diharapkan klien dapat mengaplikasikan asuhan kebidanan yang telah diberikan sehingga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman.
Pendidikan dan Pekerjaan Ibu Merupakan Faktor yang Berpengaruh Langsung terhadap Praktik Pemberian Makanan pada Anak (PMBA): Mother's Education and Work Are Factors That Have a Direct Influence on The Practice of Child Feeding (PMBA) Isfaizah; Ari Widyaningsih; Moneca Diah Listiyaningsih
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i2.2676

Abstract

Complementary feeding practices can cause malnutrition which contributes to the incidence of child malnutrition. Many factors influence complementary feeding (CF) practices, including biological factors, socio-economic status, and local culture. This research aims to analyze the influence of bio-socioeconomic status and culture on Complementary Feeding (CF) practices in Semarang Regency. The research design is observational analytic with a cross-sectional approach. The population is all mothers who have toddlers aged 12-60 months in West Ungaran District, totaling 776 toddlers. The sampling technique used was accidental sampling with a sample size of 198 respondents. The independent variables are the mother's age, child care provider, number of children, mother's education, mother's occupation, child's gender, child order, and culture while the dependent variable is child feeding practices (IYCF) which are measured using the Complementary Feeding Practice Questionnaire (CFPQ), while the independent variable uses a questionnaire whose validity and reliability have been tested. The data analysis that will be used is univariate analysis, bivariate analysis and multivariate analysis with logistic regression. The results of the bivariate analysis showed that the age of the mother, child caregiver, number of children, order of children, gender of the child and culture were not significant to CF practices. Multivariate analysis with logistic regression shows that maternal education and maternal employment influence CF practices, where mothers with higher education tend to provide better CF practices by 2.77 than mothers with low education. Working mothers also tend to increase CF practices better by 2.17 compared to mothers who do not work. It is best for health workers and educational institutions to work together to increase the accessibility of information about good CF practices for children.   Abstrak Praktik pemberian makan yang kurang tepat dapat menyebabkan malnutrisi yang berkontribusi dalam kejadian gizi buruk anak. Banyak faktor yang mempengaruhi praktik Pemberian Makan Bagi Anak (PMBA) diantaranya faktor biologis, sosial ekonomi status dan budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bio-sosial ekonomi status dan  budaya dengan praktik Pemberian Makan Bagi Anak (PMBA) di Kabupaten Semarang. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 12-60 bulan di Kecamatan Ungaran Barat sebanyak 776 balita. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel sebesar 198 responden. Variabel independen adalah umur ibu, pengasuh anak, jumlah anak, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jenis kelamin anak, urutan anak dan budaya sedangkan variabel dependennya adalah praktik pemberian makan bagi anak (PMBA) yang diukur dengan menggunakan Complementary Feeding Practice Questionare (CFPQ), sedangkan variabel independen menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data yang akan digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat dengan regresi logistic. Hasil analisis bivariat diperoleh umur ibu, pengasuh anak, jumlah anak, urutan anak, jenis kelamin anak dan budaya tidak signifikan dengan praktik PMBA. Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa pendidikan ibu dan pekerjaan ibu berpengaruh terhadap praktik PMBA, di mana ibu dengan pendidikan tinggi cenderung memberikan PMBA yang lebih baik sebesar 2,77 dibandingkan ibu berpendidikan rendah. Ibu yang bekerja juga cenderung meningkatkan praktik PMBA yang lebih baik sebesar 2,17 dibandingkan ibu yang tidak bekerja. Sebaiknya tenaga kesehatan dan instansi pendidikan bersinergi dalam meningkatkan keterjangkauan informasi tentang praktik PMBA yang baik bagi anak.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) pada Ny. A GPA Umur 26 Tahun Induksi Persalinan dengan Massage Effluerage di RSU Puri Asih Salatiga Fitriyah; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (CoC) is a service that during pregnancy, childbirth, postpartum, neonates is a physiological condition that is likely to threaten the life of the mother, baby and even cause death. One of the efforts made is to implement comprehensive care that can optimize early detection of high risks. maternal and neonatal. The aim of this research is to provide comprehensive midwifery care for pregnant, maternity, postpartum and neonate women at RSU Puri Asih Salatiga, the method used is descriptive research and the type of descriptive research used is case study. Labor induction is an action performed on pregnant women by stimulating uterine contractions, so that labor can proceed smoothly.  The aim is to analyze factors related to the causes of induction of labor at RSU Puri Asih Salatiga The data collection technique used is primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews, observation and physical examination, as well as documentation using SOAP with Varney's management mindset. while secondary data is data obtained from the KIA book. The sample is a pregnant woman in the third trimester, 34 weeks of gestation, G1P0A0. The results of the care obtained by Mrs. A, 26 years old, G1P0A0, 34 weeks' gestation with physiological pregnancy, labor progressed normally and complementary measures were given in the form of Massage Efflurage, the postpartum period progressed normally, there was no bleeding, good contractions, lochea rubra. Grade 2 perineal wound, the mother received vitamin A and mefenamic acid and amoxcilin, and in the newborn there were no signs of abnormal abnormalities in Mrs. A, and while providing care to Mrs. A, The care provided is in accordance with the baby's needs, such as weight monitoring, early and on demand breastfeeding, infection prevention, heat loss prevention, umbilical cord care, providing IEC regarding danger signs of BBL, Providing IEC regarding BBL care, and regarding mandatory immunization. Mrs. A decided to use birth control injections for 3 months, so as not to disrupt the production and quality of breast milk. Conclusion The care given to Mrs. A was in accordance with midwifery care standards ranging from pregnancy to family planning. The complementary care provided was Efflurage Massage. This Efflurage Massage has been proven to reduce pain in the first stage, making the mother more comfortable and more relaxed when facing the birth process. With this research, it is hoped that the risk of induced labor can be avoided.   Abstrak Continuity of care (CoC) adalah pelayanan yang Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus meupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu , bayi bahkan menyebabkan kematian , salah satu Upaya yang dilakukan yaitu dengan menerapkan asuhan komprehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi dini resiko resiko tinggi maternal dan neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil , bersalin , nifas dan neonatus di RSU Puri Asih Salatiga, metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study). Induksi persalinan merupakan tindakan yang dilakukan pada ibu hamil dengan merangsang timbulnya kontraksi rahim, sehingga persalinan dapat berjalan dengan lancar.  Tujuan untuk memberikan asuhan kebidanan berkelanjuntan pada ibu bersalin dengan penyebab induksi pada persalinan di RSU Puri Asih Salatiga. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan data Primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan Fisik, serta dokumentasi menggunakan SOAP dengan pola piker manajemen Varney. Sedangkan data Sekunder data yang diperoleh dari buku KIA. Sample adalah seorang ibu hamil trimester III Usia Kehamilan 34 Minggu G1P0A0. Hasil asuhan yang didapat Pada Ny. A umur 26 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu dengan hamil fisiologis, persalinan berlangsung secara normal dan diberikan tindakan komplementer berupa Massage Efflurage masa nifas berlangsung secara normal, tidak ada pendarahan, kontraksi baik, lochea rubra. Luka perineum grade 2, ibu mendapatkan vitamin A dan mefenamic acid dan amoxcilin, Hasil Pengkajian dan pemeriksaan pada bayi baru lahir tidak ditemukan adanya tanda-tanda kelain abnormal pada bayi Ny. A, dan selama diberikan Asuhan pada bayi Ny. A, Asuhan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan bayi. Ny. A memutuskan untuk menggunakan Kb Suntik 3 bulan, agar tidak menganggu produksi dan kualitas Asi. Kesimpulan Asuhan yang diberikan pada Ny.A sudah sesuai dengan standar asuhan kebidanan mulai dari hamil hingga KB, Adapun pemberian asuhan komplomenter yang diberikan yaitu Massage efflurage. Massage efflurage ini terbukti dapat untuk mengurangi nyeri pada kala 1, membuat ibu lebih nyaman dan lebih rileks pada saat menghadapi proses persalinan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. I G2P1A0 Umur 31 Tahun Persalinan dengan Counterpressure di Wilayah Puskesmas Sumowono Suryani; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COC to monitor and detect possible complications for the mother and baby from pregnancy to using contraceptives. The author is interested in providing COC Midwifery Care for Mrs. I G2P1A0 Age 31 Years in the Sumowono Community Health Center Working Area. The method used is a case study. Held from 20 July to 18 September 2024. The subjects used were pregnant women in the third trimester. Methods and Techniques for collecting data through interviews, observation and physical examination. The results of care for pregnant women found maternal discomfort in the form of Braxton Hicks contractions and back pain. The focus of care explains that this is normal for pregnant women in the third trimester, providing a sense of comfort and preparation for the birthing process. Mrs. I's labor care entered the 1st, II, III and IV stages of labor, with labor pain in the 1st stage. The focus of care in the 1st stage was to provide support for the labor process, and care to reduce labor pain, namely couterpressure. BBL care found no problems. The focus of care is keeping the baby warm, teaching the correct way to breastfeed, detecting danger signs for the baby and caring for the baby at home. The care of postpartum mothers is monitored by KF1, KF2, KF3, and KF4. During monitoring, problems with complaints of pain and poor breast milk were found, the focus of care was providing IEC for perineal wound pain, care for perineal suture wounds and efforts to facilitate breast milk with counseling on nutritious foods and oxytocin massage. At 5 weeks postpartum, contraceptive counseling was given and the mother chose 3-month injectable birth control. There is no gap between theory and fact. The conclusions and suggestions obtained are that in midwifery care for pregnancy, childbirth, BBL, and postpartum, the results were in accordance with the staff's expectations, the patient was cooperative and responded well, so that it proceeded normally (physiologically) and smoothly. Abstrak COC untuk memantau dan mendeteksi kemungkinan timbulnya komplikasi ibu dan bayi dari kehamilan sampai menggunakan alat kontrasepsi. Penulis tertarik melakukan Asuhan Kebidanan COC pada Ny. I G2P1A0 Umur 31 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono. Metode yang digunakan adalah Study penelaahan kasus (Case Study). Dilaksanakan tanggal 20 Juli-18 September 2024. Subyek yang digunakan ibu hamil trimester III. Metode dan Teknik Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil Asuhan pada ibu hamil ditemukan ketidaknyamanan ibu berupa kontraksi Braxton hicks dan nyeri punggung. Focus asuhan menjelaskan hal tersebut normal terjadi pada ibu hamil trimester III, memberikan rasa nyaman, dan persiapan menghadapi proses persalinan. Asuhan persalinan Ny.I memasuki persalinan kala 1, II,III dan IV, dengan nyeri persalinan pada kala 1. Focus asuhan pada kala 1 yaitu memberikan dukungan proses persalinan, dan asuhan mengurangi nyeri persalinan yaitu couterpressure. Asuhan BBL tidak ditemukan masalah. Focus asuhan menjaga kehangatan bayi, mengajari cara menyusui yang benar, mendeteksi tanda bahaya bayi dan perawatan bayi di rumah. Asuhan ibu nifas dilakukan pemantauan KF1, KF2, KF3, dan KF4. Selama pemantauan ditemukan masalah keluhan nyeri dan ASI kurang lancar, focus asuhan memberikan KIE nyeri luka perineum, perawatan luka jahitan perineum dan upaya memperlancar ASI dengan konseling makanan bergizi. Pada 5 minggu postpartum diberikan konseling alat kontrasepsi dan ibu memilih KB suntik 3 bulan. Tidak ada kesenjangan antara teori dan fakta. Kesimpulan dan saran yang diperoleh yaitu pada asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, BBL, dan nifas didapatkan hasil sesuai dengan harapan petugas, pasien kooperatif dan memberi respon yang baik, sehingga berlangsung normal (fisiologis) dan lancar.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. A Umur 22 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Kalongan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Erna Suryani; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning (KB) Physiological conditions but must be watched out for if there are conditions that can threaten the life of the mother or fetus. Efforts made with Continuity Of Care (COC) with the aim of improving the quality of services between patients and health workers, namely monitoring the condition of pregnant women from early pregnancy to the delivery process and monitoring newborns (BBL) and facilitators in Family Planning services. The approach used is carried out in the form of a case study, through the SOAP approach with the Varney management mindset. The sample is a pregnant woman in the first trimester of pregnancy, 13 weeks G1P0A0. The results of the care obtained in Mrs. A, 22 years old, G1P0A0, 13 weeks of pregnancy with physiological pregnancy, normal labor, normal postpartum period, and no signs of abnormality in the newborn. The care provided during pregnancy until the birth of Mrs. A's baby is in accordance with the needs including the provision of complementary care of effluent massage and oxytocin. Providing IEC on newborn care, and Mrs. A decided to use 3-month injectable contraception.   Absrak Kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana (KB) merupakan suatu keadaan yang fisiologis namun harus diwaspadai apabila terjadi keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu maupun janin. Upaya yang dilakukan dengan Continuity Of Care (COC) dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan yang terus-menerus antara pasien dengan tenaga kesehatan, yaitu memantau kondisi ibu hamil mulai dari awal kehamilan sampai proses persalinan dan pemantauan bayi baru lahir (BBL) serta pelayanan Keluarga Berencana (KB).  Pendekatan yang digunakan yaitu dilakukan dalam bentuk studi kasus, melalui pendekatan SOAP dengan pola pikir manajemen Varney. Sample adalah seorang ibu hamil trimester I Usia Kehamilan 13 Minggu G1P0A0. Hasil asuhan yang didapat Pada Ny. A umur 22 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 13 minggu dengan hamil fisiologis, persalinan berlangsung normal, masa nifas berlangsung normal, dan pada bayi baru lahir tidak ada tanda-tanda kelainan abnormal.  Asuhan yang diberikan pada masa kehamilan sampai kelahiran bayi Ny. A sesuai dengan kebutuhan termasuk didalamnya pemberian suhan komplementer pemijatan efflurage dan oksitosin. Memberikan KIE tentang perawatan BBL and Ny. A memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan.   
Edukasi Akupresure Nyeri Haid pada Remaja Fadilah, Amelia Nur; Wahyuni, Sri; Br. Nainggolan, Julita; Donela, Ardenia; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems often felt by female adolescents related to menstruation are dysmenorrhea and premenstrual syndrome. Dysmenorrhea is menstruation accompanied by pain. The impacts caused by dysmenorrhea are pain, abdominal cramps, headaches, discomfort and impaired concentration. One effort to deal with dysmenorrhea pain is to use a non-pharmacological method, namely acupressure. The purpose of this activity is to increase adolescent knowledge about acupressure therapy to reduce menstrual pain. Community Service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage is to prepare by collaborating with partners. The Second Stage is to provide counseling on menstrual pain acupressure, using Projector media and teaching menstrual pain acupressure techniques. The Third Stage is to conduct an evaluation by giving post-test questions. From the results of Community Service, it was found that before the counseling, the majority of adolescent knowledge levels were in the poor category, namely 14 people (70%), and after the counseling, the adolescent knowledge level was in the good category, namely 20 people (100%). This shows that there was an increase in adolescent knowledge before and after counseling. It is hoped that health workers can increase health promotion with media that is interesting and easy to understand for teenagers to increase knowledge about reproductive health.   Abstrak Masalah yang sering dirasakan remaja wanita berkaitan dengan menstruasi adalah dismenore dan sindrom premenstruasi. Dismenore yaitu menstruasi yang disertai dengan rasa nyeri. Dampak yang ditimbulkan dari disminore adalah nyeri, kram perut, sakit kepala, ketidaknyamanan dan gangguan kosentrasi. Salah satu upaya untuk menangani nyeri disminore dengan menggunakan metode nonfarmakologi yaitu akupresure. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja mengenai terapi akupresure untuk mengurangi nyeri haid. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua Memberikan penyuluhan mengenai akupresure nyeri haid, menggunakan media ppt dan mengajarkan teknik akupresure nyeri haid. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan soal posttest. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan, sebagian besar tingkat pengetahuan remaja dalam kategori kurang yaitu 14 orang (70%), dan sesudah penyuluhan tingkat pengetahuan remaja dalam kategori baik yaitu 20 orang (100%). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah penyuluhan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan promosi kesehatan dengan media yang menarik dan mudah dipahami kepada remaja untuk meningkatakn pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.
Co-Authors Achmad Fauzan Ade Lina, Sri Adelina Maharani Tugestim Adkha Putri Puspita Dewi Agnes Bien Alfi Ristanti Alfina Ifada Amanda Putri Amelia Hesti Pradita Anita, Meilina Novi Annisa Rahim Aprilia Ayuningtyas Ari Widyaningsih Ari Widyaningsih Asma Nur Peni Asraria Arsfandi Astuti, Anazully Avivatul Indah Mawaddah Banne Ringgi, Rina Bhisma Murti Bien, Agnes Binti Yuliana Boki, Maryeni R. Br. Nainggolan, Julita Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum Cahyaningrum, Cahyaningrum cantika, clarisa martila Dewita Dian Ayu Tias P Dionisia Mayola Dona Rande Bua Donela, Ardenia Dono Indarto Dono Indarto DONO INDARTO Elinda Eka Susanti Elita Niasirgia Rahayu ERNA SURYANI Evina Triani Evony Prawaningrum Fadilah, Amelia Nur Fanggi, Windy Anisa Veryany Fani Rahmawati Farida Fentisarti Fitri, Juli Fitria Primi Astuti Fitria Primi Astuti Fitriya, Wahida FITRIYAH Fransisca Desti Kurniasih Galih Ayu Tias Hambami, Sarifah Hapsari Windayanti Heni Setyowati Herlina Sri Komala Dewi I Nyoman Candra Saputra Ida Nur Ramadhana Ingge Karunia Sandy Istikomah Ita Puji Lestari Ita Puji Lestari, Ita Puji Ivana Sika Yon Jatmiko Susilo Juli Fitri Jumilah Fitriana Kartika Sari Kasari, Miki Krismonita Krismonita Krismonita, Krismonita Kristingrum, Wahyu Laela Aprilia Lilin Suryaningsih Listyaningsih, Moneca Diah Luvi Dian Afriani Mala Primarti Malisa Maria Beata Aku Maria Karmelia Wung Song Martin, Novia Maryeni R. Boki Mastamah Melania Rosaria Moniz Mensiana Maru Watu Moneca Diah Listiyaningsih Moneca Dyah Listiani Mudayanah Ninick Corea Fernandez Novia Martin Prabu Auliansyah Primarti, Mala Puji Catur Putri, Risma Aliviani Rafika Brian Maghfiroh Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rana Trinova Ratna Ningrum, Riana Ratutriya Rini Susanti Risma Audina Rofa Irfani Rusdayanti Rusdayanti Safrida Zulfi Rahmawati Salimah, Umi Sarifah Hambami Silaban, Erny Sinta Dwi Lestari Siswati Soendari Sofaniah Nurrahmi Sofiyanti, Ida Sri Ernawati Sri Ernawati Sri Lestari Sri Wahyuni SURYANI Tri Lestari, Puji Triani, Evina Trisnasari, Anggun trisnawati, helda ucia rorin Veftisia, Vistra Vera Mei Kartika Viviana, Desi Wahyu Kristingrum Wahyu Kristiningrum WAHYUNI Wati, Ambar Watu, Mensiana Maru Watu Widayati Widayati Widayati Widayati Widayati Widyaningsih, Ari Windy Anisa Veryany Fanggi Yola Sartika Yulia Nur Khayati Yuni Fitria