Articles
459 Documents
PENYULUHAN TENTANG KELOMPOK RISIKO TINGGI TERINFEKSI COVID-19 DAN EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19
Pebriarti, Iski Weni;
Anggitasari, Wima;
Mayasari, Shinta;
Susanti, Dhina Ayu
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.9720
Animo masyarakat dalam menggali informasi mengenai infeksi dan penyebaran COVID-19 mengalami peningkatan yang sangat signifikan sejak terdapat laporan kasus positif COVID-19 di Indonesia. Namun tidak banyak media massa online yang menginformasikan mengenai kelompok berisiko tinggi tertular COVID-19. Kecamatan Puger khususnya Desa Grenden adalah salah satu wilayah yang termasuk dalam Kabupaten Jember terdampak COVID-19 paling awal. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan mengenai kelompok berisiko tinggi tertular COVID-19 diperlukan dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 dan peningkatan wawasan masyarakat dalam menyikapi kelompok risiko tinggi tertular COVID-19. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dusun, kader posyandu, dan masyarakat khususnya yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi tertular COVID-19 seperti wanita hamil, penderita penyakit kronis tidak menular, penderita obesitas dan masyarakat dengan kebiasaan merokok. Materi yang disampaikan yaitu kelompok dengan risiko tinggi tertular COVID-19, enam langkah mencuci tangan dan lima waktu mencuci tangan, serta cara menggunakan masker dengan benar. Para peserta cukup antusias selama mengikuti kegiatan, terlihat dari beberapa peserta tampak berusaha mengikuti gerakan cuci tangan sambil menyanyi serta minat masyarakat untuk meminta leaflet dan stiker lebih banyak agar dapat diberikan kepada keluarganya.
SOSIALISASI STOP BULLYING (PERUNDUNGAN) DI MAN 2 BANJARMASIN
Munajah, Munajah;
Nurhayati, Yati;
Nahdhah, Nahdhah;
Septarina, Muthia
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17116
Bullying sering terjadi sekolah dan lingkungan sehari-hari. Aksi bullying memang bukan suatu perkara yang baru akan tetapi fenomena ini masih terjadi di lingkungan sekitar kita terutama sekolah bahkan memakan korban, yang mana berdampak pada fisik maupun psikis. Perilaku bullying bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Pasal 28B ayat 2 berbunyi “Menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi” Kekerasan dan diskrimansi yang terjadi di sekolah tentunya bukan saja menghambat proses belajar mengajar akan tetapi juga akan menghambat perkembangan siswa. Pengaruh bullying yang kian masif tersebut mengisyaratkan bahwa bullying merupakan tindakan yang harus segera dicegah dengan cepat karena jika tidak segera dicegah dapat menyebabkan banyak sekali efek negatif lainnya. Cara untuk mencegah bullying adalah: pertama, optimalisasi peran orang tua atau wali. Orang tua/wali harus mempelajari karakter anak agar dapat mengantisipasi berbagai potensi intimidasi dan tindakan bullying menimpa anaknya. Selain intervensi orang tua dan guru, keyakinan diri anak pun perlu ditumbuhkan secara maksimal. Artinya, anak memiliki keyakinan yang positif akan dirinya serta sesamanya. Keyakinan diri ini akan memberinya pandangan baik terhadap sesama. Akan tetapi hal yang terkadang tidak disadari adalah perilaku bullying yang tidak terdeteksi baik guru maupun orang tua karena misdefinisi terhadap Bullying tersebut sehingga perilaku-perilaku yang dianggap lumrah namun sebenarnya bertentangan dengan peraturanperundangan terkait bullying oleh karena itu dengan adanya sosialisasi ini diharapkan akan meluruskan dan meminimalisir terjadinya bullying di sekolah. Selain itu pencegahan terhadap bullying bukan kegiatan temporary namun harus dilakukan secara terus-menerus.
PENYULUHAN HUKUM DALAM UPAYA PENCEGAHAN BULLYING DI SMA MUHAMMADIYAH KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR
Munawar, Akhmad;
Rahmathoni, Lutfi Yusup;
Sariati, Muhamad Ali;
Jannah, Noor;
Inayati, Rizkiah;
Adhani, Muhammad Fadhan
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16829
ABSTRAKBullying di kalangan remaja sekolah merupakan masalah serius yang perlu ditangani dengan perhatian dan pendekatan yang tepat. Dalam rangka pemahaman dari aspek hukum pencegahan Bullying dalam guna memberikan pemahaman dalam Upaya meminimalisir dampak negative bullying serta melindungi generasi muda, Penyuluhan hukum tentang pencegahan Bullying dikalangan remaja sekolah di daerah merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan yang dihadapi sekarang ini. Melalui kegiatan ini, diharapkan ke depannya dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan penguasaan terhadap penyuluhan Hukum Pencegahan Bullying di SMA Muhammadiyah Karang Intan Kabupaten BanjarKata kunci: Penyuluhan Hukum, Bullying, remaja, sekolah
PELATIHAN TEKNIS PENGGUNAAN SUPPLEMEN PAKAN (FEED SUPLEMENT) DAN IMBUHAN PAKAN (FEED ADDITIVE) DALAM PAKAN DI KELOMPOK TERNAK SUMBER JAYA CEMPAKA
Rostini, Tintin;
Zakir, Muhammad Irwan;
Irwangsa, Ditza Pasca;
Biyatmoko, Danang
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17396
Salah satu faktor penting dalam meningkatkan performa dan produktivitas ternak adalah ketersediaan pakan berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak secara efisien. Selain itu, penggunaan feed supplement dan feed additive telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki performa pertumbuhan, serta menjaga kesehatan ternak. Tujuan PKM ini adalah untuk memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan kelompok ternak dalam teknis pemeliharaan ternak dengan menggunakan imbuhan pakan, baik feed additive maupun feed supplemen dan meningkatkan kemampuan pengelolaan unit usaha ternak kambing potong. Metode Pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan dengan metode Presentasi: Materi disampaikan oleh narasumber yang ahli di bidang nutrisi ternak. Diskusi : Peserta berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Praktek Lapangan : Peserta melakukan praktik langsung dalam pemilihan dan penambahan suplemen serta imbuhan pakan ke dalam pakan ternak sedangkan kegiatan awal dilakukan FGD dengan Kelompok. Hasil kegiatan PKm menunjukkan bahwa peternak memahami manfaat imbuhan pakan, seperti enzim, probiotik, dan antioksidan, yang dapat meningkatkan daya cerna, menjaga kesehatan usus, dan meningkatkan kekebalan ternak dan mampu membuat ransum pakan yang seimbang. Disimpulkan bahwa penggunaan imbuhan pakan dalam pakan ternak harus terus dipahami oleh peternak Key word : enzim, feed supplement, feed additive.probiotik
MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS GENERASI MUDA DI LINGKUNGAN OBJEK WISATA DI KAB. BANJAR DALAM RANGKA MENUJU MASYARAKAT EKONOMI ASEAN
Hengki, Hengki;
Ratna, Ratna;
Aprizani, Yudha
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.15670
Integrasi beberapa model pembelajaran digunakan pada proyek ini, pendekatan community language sangat diutamakan, pada model ini pelajar dianggap sebagai 'manusia seutuhnya' atau utuh (individual), artinya dosen dan guru tidak hanya memperhatikan perasaan dan kecerdasan mereka tetapi juga hubungan dengan sesama pembelajar dan keinginan mereka untuk belajar. Para pakar bahasa dalam pengamatanya sering menemukan pelajar merasa tidak nyaman dalam situasi baru.Dengan memahami perasaan takut dan sensitif pembelajar, Instruktur berupaya dapat menghilangkan perasaan negatif pelajar menjadi energi positif untuk belajar. Selain itu, Mereka pelajar juga terkadang takut terlihat bodoh di depan kelas sehingga cenderung pasif dalam kegiatan kelas. Oleh karena itu, seorang guru harus memposisikan dirinya sebagai seorang konselor yang akan memahami perasaan dan permasalahan yang dihadapi oleh warga belajarnya. Keberadaaninstruktur/ dosen tidak dilihat sebagai ancaman yang menunjukkan kesalahan dan keterbatasan para pembelajar, melainkan sebagai konselor yang berfokus pada mereka dan kebutuhannya. Tujuan menggunakan model Community learning (CL) pada program ini adalah untuk (1) membangun hubungan komunikasi dan menghilangkan rasa takut pada pelajar ketika dia belajar bahasa kedua/asing. (2) Pelajar dapat belajar bagaimana menggunakan bahasa target (bahasa yang dipelajari) secara komunikatif. (3) Menghilangkan kecemasan atau ketakutan pembelar untuk berbicara dan berkomunikasi dengan peserta lainya. Edukasi mendalam berlansung pada program ini, peserta pelatihan memperoleh capaian yang sangat mereka. Pada proses pembelajaran Seluru peserta mendapat dan merasakan ketenangan, keterlibatan secara aktif, perhatian, refleksi.Kata Kunci : Kompetensi Bahasa Inggris, Generasi Muda, Objek Wisata Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN
MANAJEMEN PERENCANAAN KARIER BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN
Prasetia, Muhammad Eka;
Heiriyah, Ainun;
Pratiwi, Endang
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16049
Sumber daya manusia merupakan hal yang penting karena individu (manusia) inilah yang akan menggerakkan seluruh komponen yang berbeda dalam kehidupan. Setiap individu dapat mengembangkan dan merealisasikan kompetensinya secara penuh dan memiliki hak untuk mengembangkan potensi perencanaan kariernya. Anak berkebutuhan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas, seperti halnya anak normal lainnya, juga mempunyai kesempatan yang baik dalam melakukan pendidikan ataupun dalam hal memasuki dunia kerja. Keterbatasan fisik yang dialami penyandang disabilitas tidak selamanya bergantung kepada orang lain, mereka juga dapat hidup seperti orang normal pada umumnya baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, bekerja serta menghasilkan karya kecuali penyandang disabilitas berat. Dengan itu sebelum melaksanakan karir yang sebenarnya maka diperlukan perencanaan karir terlebih dahulu guna mempersiapkan karir saat usia kerja. Salah satu perencanaan karir yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus atau penyandang distabilitas salah satunya adalah keterampilan (kecakapan) untuk upaya mewujudkan nilai tambah bagi anak berkebutuhan khusus atau penyandang distabilitas dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Dengan memberikan support dan arahan dari beberapa pihak (keluarga, kerabat, organisasi, lembaga, masyarakat, dll) kepada anak berkebuthan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas sehingga mereka memiliki kemampuan keterampilan (skill) agar dapat bersaing sehat di dunia pendidikan ataupun dunia kerja.Terdapat tiga metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 10 orang remaja disabilitas yang hadir pada saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Hasil kegiatan Workshop Manajemen Perencanaan Karier Remaja disabilitas di rumah disabilitas borneo Banjarmasin menghasilkan: (1) Remaja disabilitas di rumah disabilitas borneo Banjarmasin dapat melakukan manajemen perencanaan karier; (2) Hasil Pretes pengetahuan manajemen perencanaan karier remaja penyandang disabilitas pada rumah disabilitas borneo banjarmasin adalah tergolong kategori Rendah (1,63); dan (3) Hasil Posttes pengetahuan manajemen perencanaan karier remaja penyandang disabilitas pada rumah borneo banjarmasin adalah tergolong kategori Sedang (4,4) Kata kunci: Manajemen, perencanaan karier
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HERBISIDA YANG RAMAH LINGKUNGAN
Ilhamiyah, Ilhamiyah;
Zuraida, Ana;
Ash'ari, Fuzi Maulana;
Gazali, Akhmad
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17109
Permasalahan yang sering muncul dilingkungan Mitra adalah banyaknya gulma. Gulma pada pertanaman budidaya dapat menyebabkan terjadinya persaingan antara tanaman budidaya dengan gulma dalam penyerapan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh sehingga menghambat pertumbuhan tanaman serta menurunkan produksi tanaman. Petani dalam mengendalikan gulma selalu menggunakan herbisida kimia sintetik yang menyebabkan residu yang dapat mencemari lingkungan dan meracuni manusia atau hewan ternak. Selain itu, banyak petani yang mengeluh mahalnya harga herbisida sintetis ini, sehingga perlu dilakukan pembuatan herbisida yang ramah lingkungan terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan seperti air kelapa, bawang putih, ragi tape, dan EM4. Prioritas permasalah mitra adalah petani diberdayakan untuk dapat membuat herbisida yang ramah lingkungan dan harganya lebih murah karena herbisida terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan skim Program Pemberdayaan Masyarakat bertempat di Kelurahan Ulu Benteng Marabahan Kabupaten Barito Kuala. Khalayak sasaran yang mengikuti kegiatan ada 21 orang petani. Pelaksanaannya berjalan lancar dan kehadiran khalayak sasaran mencapai 100 % pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua kehadiran menjadi 90.5 % Setelah kegiatan dilaksanakan ada peningkatan pengetahuan seputar pembuatan herbisida ramah lingkungan. Sebanyak 19 peserta sudah mampu membuat sendiri herbisida ramah lingkungan dan cara pengaplikasiannya.
WORKSHOP PENGASUHAN (GOOD PARENTING) DALAM PARENTING SELF- EFFICACY BAGI ORANG TUA PENYANDANG DISABILITAS DI YAYASAN RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN
Hayati, Sri Ayatina;
Haryadi, Rudi;
Islamiah, Neneng
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.15973
Masa remaja adalah suatu masa yang komplek, merupakan masa pencarian jati diri, penuh dengan gejolak-gejolak emosi, baik yang positif maupun negatif. Disabilitas secara umum merupakan suatu pemaknaan yang digunakan untuk seseorang yang mengalami cacat, baik cacat fisik maupun cacat mental. Keterlibatan orangtua memiliki arti yang penting bagi anak terutama anak penyandang disabilitas. Anak penyandang disabilitas umumnya membutuhkan keterlibatan orangtua yang lebih dibandingkan anak pada umumnya. Peran orang tua sangat diperlukan dalam membantu mereka melakukan perkembangan perilaku maupun beradaptasi dengan lingkungan.Solusi yang ditawarkan atas permasalahan tersebut antara lain: 1) Upaya membantu orang tua anak disabilitas dalam menyelesaikan permasalahan dalam pola asuh, 2) Memberikan pemahaman kepada orang tua Dalam Parenting Self-Efficacy Bagi Orang Tua Penyandang Disabilitas Di Yayasan Rumah Disabilitas Borneo Banjarmasin, 3) Memberikan wokshop Pengasuhan (Good Parenting) Dalam Parenting Self-Efficacy Bagi Orang Tua Penyandang Disabilitas Di Yayasan Rumah Disabilitas Borneo Banjarmasin.Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 kali pertemuan dengan berbagai metode seperti ceramah, demonstrasi, dan praktek. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah 25 orang tua anak disabilitas pada yayasan rumah disabilitas borneo Banjarmasin. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan keilmuan baru bagi anak tunarungu dalam melaksanakan konseling sebaya.
Inovasi Pentol Ikan Patin Asap dengan Kelakai: Solusi Gizi Berbasis Lokal untuk Mengatasi Stunting
Mahdiyah, Dede;
Darsono, Putri Vidiasari;
Yuliana, Fitri;
Redjeki, Dwi Sogi Sri;
Mukti, Bayu Hari;
Jaelani, Achmad;
Widaningsih, Neni;
Ilhamiyah, Ilhamiyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16936
Ikan patin merupakan sumber protein tinggi yang berlimpah di Indonesia, namun konsumsi di kalangan anak-anak masih rendah karena minimnya variasi olahan menarik. Untuk mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di Indonesia, inovasi pentol ikan patin asap dengan daun kelakai (Stenochlaena palustris) diusulkan sebagai solusi gizi lokal. Tujuan dari program kosabangsa ini adalah meningkatkan akses pangan bergizi melalui produk inovatif yang disukai anak-anak. Metode pelaksanaan melibatkan identifikasi lokasi, pengumpulan data status gizi awal, penyusunan rencana kegiatan, pengembangan produk, serta pelatihan dan edukasi masyarakat mengenai cara pengolahan dan manfaat gizi produk. Produk dibuat dari ikan patin yang diasap dan dicampur dengan daun kelakai, yang dikenal kaya akan nutrisi dan serat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan minat masyarakat, terutama ibu dan anak, dalam mengonsumsi produk berbasis ikan ini. Edukasi dan pelatihan juga meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya protein hewani dan serat nabati untuk mencegah stunting. Kolaborasi lintas sektor memperkuat jaringan dukungan dan keberlanjutan program ini. Inovasi pentol ikan patin asap dengan kelakai efektif meningkatkan konsumsi pangan bergizi di masyarakat, dan dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah serta edukasi masyarakat, produk ini berpotensi berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia.
PELATIHAN PENGOLAHAN SILASE JERAMI JAGUNG SEBAGAI SUMBER PAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN PATAMPANUA KABUPATEN PINRANG
Syamsu, Jasmal Ahmari;
Purwanti, Sri;
Adzima, Ahmad Fauzan;
Munir, Munir;
Fuad AW, Andi Muhammad;
Amal, Ichlasul
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17697
Pelatihan teknologi pengolahan silase jerami jagung dilaksanakan sebagai bagian kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Pemberdayaan Wilayah Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang. Pelatihan pengolahan silase jerami jagung sebagai pakan sapi potong bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan penguasaan teknologi petani peternak dalam hal pakan ternak. Tahapan kegiatan pelatihan pengolahan silase jerami jagung meliputi tahapan persiapan dan pelaksanaan, dan pendampingan kegiatan. Dalam pelaksanaan pelatihan, respon peternak sangat tinggi. Peternak memahami dengan baik pengolahan silase jerami jagung sehingga terjadi peningkatan pengetahuan peternak dalam usaha penyediaan pakan untuk sapi potong. Pelatihan silase jerami jagung berhasil meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan di semua aspek, terutama pada bahan fermentasi dan alat pengolahan, berkat pendekatan yang terstruktur.