cover
Contact Name
Eka Vidya Putra
Contact Email
ekavidyaputra@gmail.com
Phone
+628116601294
Journal Mail Official
abdi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 2656369X     EISSN : 26848570     DOI : https://doi.org/10.24036/abdi
Jurnal Abdi bertujuan untuk memfasilitasi publikasi artikel yang disarikan dari hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Abdi ini membatasi pengabdian masyarakat yang berada dalam ruang lingkup bidang: Pembangunan manusia dibidang pendidikan dan Sosio-Humaniora, Pengentasan kemiskinan, Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Industri Kreatif.
Articles 507 Documents
Pelatihan Cakap Digital Guna Mengantisipasi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) Untuk Forum Osis Padang Ayu Adriyani; AB Sarca Putera; Rian Surenda; Muhammad Al Fikrah Firlian
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1369

Abstract

Kuantitas yang tinggi menuntut keterampilan digital yang juga tinggi. Faktanya, konsekuensi tingginya aktivitas masyarakat di internet adalah munculnya beragam persoalan. Sementara itu, dalam menghadapi muculnya potensi-potensi permasalahan dibutuhkan kecakapan digital yang mumpuni. Berdasarkan uraian tersebut, melalui anggota Forum OSIS Padang, tim pengabdi melakukan analisis kebutuhan tentang kejahatan digital yang akrab dengan mereka dan sekiranya membutuhkan kecapakan digital yang tinggi. Hasilnya, fenomena Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) menjadi fokus utama yang memerlukan perhatian dan kecakapan. Tujuan pelaksanaan program pengabdian ini adalah untuk membangun hard skill dan soft skill peserta dalam pemanfaatan teknologi digital, utamanya dalam mengantisipasi kekerasan berbasis gender online. Kegiatan ini diikuti oleh 27 orang siswa yang berasal dari beragam sekolah di Kota Padang. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini terbagi atas tiga kegiatan utama, yaitu pre-program, program, dan post-program. Pada kegiatan pre-pogram dan post-program, kegiatan diimplementasikan dalam bentuk pre-test dan post-test untuk melihat sejauh mana perubahan pengetahuan anggota Forum OSIS Padang sebelum dan setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan. Pada program utama, kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada peserta dengan membagi materi berdasarkan konsep pengenalan, upaya preventif, dan mitigasi. Kegiatan yang diselenggarakan pada bulan September 2024 ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital peserta terutama untuk menghadapi KBGO. Sebagai gambaran dari hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan dalam hal pemahaman tentang pentingnya consent (persetujuan) satu sama lain, peningkatan pengetahuan tentang bentuk-bentuk kejahatan siber yang melingkupi kekerasan berbasis gender online, serta peningkatan pengetahuan tentang mekanisme yang bisa diambil dalam merespons komunikasi yang mengarah pada kekerasan seksual.
Optimalisasi Potensi Wisata Desa Lumindai Kota Sawahlunto Sumatera Barat dengan Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Sumber Daya Alam dan Seni Budayanya Hamdi Rifai; Ihsania Ikrima Kinanti; Riri Jonuarti; Yulhendri Yulhendri; Yenni Darvina; Harman Amir; Rifi Wasrika; Fadilla Septiani; Gustika Yonanda; Retna Junia; Chairunnas Chairunnas; Syair Nandi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1379

Abstract

Lumindai merupakan salah satu geosite dari Geopark Nasional Sawahlunto dengan potensi wisata alam seperti Hutan Batu, Gua Batu Kudo, Puncak Panjaringan, dan Air Terjun Batimpo yang dikelola oleh pemerintah daerah melalui POKDARWIS Talawi Hilie. Namun, karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap keunikan alam dan budaya mereka sendiri yang menjadi dasar dari suatu objek wisata serta keterbatasan dalam pengelolaan pariwisata, pemasaran dan sistem informasi, sehingga belum meningkatkan jumlah kunjungan turis dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Lumindai. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintahan Desa Lumindai dengan cara menggali dan mempelajari potensi wisata (Alami dan Kebudayaan) Desa Lumindai agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Penggalian potensi ini menggunakan teknik participatory action research (PAR) dan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penggalian potensi diketahui bahwa didapatkan keunggulan alam, seni, budaya, dan kuliner. Dari segi potensi alam, Desa Lumindai memiliki objek wisata Hutan Batu, Gua Batu Kudo, Puncak Panjaringan, dan Air Terjun Batimpo. Sektor kesenian, Desa Lumindai memiliki berbagai jenis kesenian khas yang mencerminkan budaya setempat, seperti Silek Sitaralak, Barsanji, Randai, Salawat Dulang, Dabuih, Dikia Rabana, dan Tenun Songket. Sektor pertanian, desa ini memiliki potensi perkebunan tembakau berkualitas tinggi dan pohon aren penghasil nira yang menjadi bahan pembuatan gula aren. Sedangkan potensi kuliner Desa Lumindai menawarkan beragam makanan dan minuman. Hasil ini menunjukkan bahwa Desa Lumindai memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, taman pendidikan (education park atau edupark) dan sumber ilmu pengetahuan.
Pelatihan Keterampilan Mengembangkan Bahan Ajar Digital untuk Guru-Guru Sejarah Jenjang SMA/SMK/MA di Tasikmalaya Yani Kusmarni; Murdiyah Winarti; Iing Yulianti; Labibatussolihah Labibatussolihah; Faujian Esa Gumelar; Dimas Aldi Pangestu
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1382

Abstract

Bahan ajar digital menjadi potensi dalam pembelajaran yang digunakan oleh guru- guru sejarah di Tasikmalaya. Guru-guru sejarah di Tasikmalaya mempunyai potensi untuk pengembangan bahan ajar digital karena persepsi mereka mengenai bahan ajar digital sudah cukup bagus. Rumusan masalah pada artike ini yakni bagaimana melatih kemampuan guru-guru sejarah di Kabupaten Tasikmalaya dalam mengembangkan bahan ajar digital menggunakan sumber sejarah kredibel. Metode dari pengabdian ini berdasarkan kepada pelatihan blended learning yang terbagi kedalam tahap forum group dicsussion, persiapan, pelaksanaan daring dan luring serta evaluasi dan tindak lanjut. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan agket non test. Teknik analisis data menggunakan skala likert dan analisis interaktif. Hasil dari PKM ini nampak guru sejarah mempunyai literasi TIK yang optimal. Mereka mahir menggunakan beragam software yang digunakan. Mereka dapat membuat bahan ajar digital sejarah secara menarik. Mereka juga mempunyai pemahaman yang baik dalam memahami dan mempraktikkan pembuatan bahan ajar digital sejarah. Mereka mempunyai persepsi bahwa pada kurikulum merdeka penggunaan bahan ajar digital sejarah diperlukan. Mereka juga mempunyai persepsi bahan ajar digital sejarah dapat memudahkan pembelajaran sejarah.
Pengaruh Konseling Pentingnya Hidrasi Atlet terhadap Pengetahuan Orangtua Atlet U-12 SSB Kancil Mas Anggraeini Dwi Hapsari; Linda Riski Sefrina; Milliyantri Elvandari
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1383

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan orangtua atlet tentang pentingnya hidrasi cairan bagi atlet sepak bola sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi. Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Sepak Bola (SSB) Kancil Mas menggunakan desain one group pre–post test. Sampel penelitian ini terdiri dari 16 orangtua atlet U-12 siswa SSB Kancil Mas. Intervensi dilakukan melalui konseling gizi tatap muka dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab menggunakan media leaflet. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan hidrasi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan orangtua atlet setelah diberikan konseling gizi. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 79,06 menjadi 91,56 (p=0,001). Hal ini menunjukkan bahwa konseling gizi efektif dalam meningkatkan pemahaman orangtua mengenai kebutuhan cairan atlet dan peran mereka dalam mendukung praktik hidrasi yang optimal. Peningkatan ini sejalan dengan temuan dalam literatur yang menyatakan bahwa konseling dan edukasi gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman sasaran. Meskipun demikian, tantangan dalam menjaga keberlanjutan penerapan pengetahuan masih perlu diperhatikan, seperti keterbatasan waktu pendampingan dan belum adanya evaluasi perubahan perilaku atlet secara langsung. Hasil kegiatan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program konseling gizi dan edukasi hidrasi yang berkelanjutan dengan menjadikan orangtua sebagai komunitas sasaran utama di SSB.
Kontribusi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Botol Plastik: Potensi Ekonomi di Beberapa Kecamatan Kota Bengkulu Sherly Nelsa Fitri; Renie Kurniah; Janusi Waliamin; Veny Puspita; Ashibly Ashibly; Uswatun Hasanah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1385

Abstract

Pengelolaan sampah di Kota Bengkulu mencapai 276,86 ton/hari dengan hanya 57,91% terolah optimal melalui infrastruktur TPA yang terbatas. Botol plastik merupakan kontributor utama, dengan pendekatan reduce, reuse, dan recycle (3R) belum diterapkan secara efektif. Program pengabdian masyarakat ini mengintegrasikan tiga komponen untuk mengatasi masalah: (1) edukasi hukum tentang UU 18/2008 pengelolaan sampah, (2) pelatihan teknis pengolahan botol plastik menjadi produk bernilai melalui metode reuse, dan (3) pelatihan manajemen bisnis dan pemasaran digital. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif yang melibatkan 60-80 peserta dari Kecamatan Ratu Samban dan Sungai Serut, Bengkulu, diselenggarakan Juni–Agustus 2023. Metode pengumpulan data mencakup focus group discussion, wawancara mendalam, dan praktik partisipatif. Data dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman dengan gain score untuk kuantitatif. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan hukum peserta dari 57% menjadi 80% (gain +23%), dengan 85% aktif mengikuti pelatihan teknis. Program menghasilkan lebih dari 200 botol plastik terolah menjadi produk bernilai estetis dan ekonomis (pot bunga, tas, dekorasi), dengan 70% peserta tertarik melanjutkan di rumah. Sebanyak 40% peserta menunjukkan minat membentuk koperasi dan mengaplikasikan strategi pemasaran digital. Tantangan utama meliputi keterbatasan akses peralatan, bahan pendukung, dan pasar lokal. Program ini menunjukkan efektivitas pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek regulasi, teknis, dan ekonomi, berkontribusi pada pengurangan sampah plastik dan pemberdayaan ekonomi komunitas, sejalan dengan target SDG 12 tentang pengelolaan sampah berkelanjutan.
Penguatan Kapasitas Pokmaswas dalam Mendorong Pariwisata Berwawasan Lingkungan di Sungai Pisang Khairul Fahmi; Delmira Syafrini; Muhyiatul Fadilah; Rahimullaily Rahimullaily; Rahmadini Darwas
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1386

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memberdayakan dan meningkatkan kapasitas Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) di Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Sungai Pisang, Kota Padang, guna pengawasan terumbu karang dan pengembangan ekowisata berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan langkah strategis menuju pariwisata berkelanjutan, selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Sebanyak 10 anggota Pokmaswas dibekali pengetahuan dan keterampilan komprehensif melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mencakup identifikasi potensi wisata unggulan seperti ekowisata mangrove dan wisata bahari, penyusunan rencana aksi, serta solusi pengelolaan sampah dan konservasi terumbu karang. Materi pelatihan meliputi konservasi laut, identifikasi potensi wisata lokal dan strategi promosi berkelanjutan. Hasilnya, Pokmaswas berhasil menyusun rencana aksi yang inovatif untuk pengembangan dan promosi ekowisata mangrove serta wisata bahari. PkM ini berkontribusi signifikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan meningkatkan daya tarik wisata bahari di wilayah Sungai Pisang.
Peningkatan Keterampilan Kelompok Tani Melalui Pelatihan Olahan Kreatif Hasil Tani Sitti Marlina; Andi Fatmayanti; Hastuti Hastuti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1388

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya keterampilan pengolahan hasil pertanian terumata cabe, kentang, dan ubi jalar. Hasil tani yang melimpah ketika musim panen tidak mampu diserap seluruhnya oleh pasar sehingga banyak hasil panen yang terbuang dan membusuk. Metode yang ditawarkan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan melaksanakan pelatihan peningkatan keterampilan kelompok tani melalui pelatihan olahan kreatif hasil tani. Olahan kreatif yang dimaksud adalah mengolah cabai menjadi sambel, serta kentang, ubi jalar, dan wortel menjadi keripik dengan memanfaatkan teknologi mesin. Pelatihan dilaksanakan sebanyan tiga pertemuan. Pertemuan pertama berjumlah 17 orang peserta, pertemuan kedua 12 orang peserta. Pada pertemuan ketiga berfokus pada evaluasi kegiatan sehingga yang ditemui hanya ketua kelompok tani. Pelatihan diawali dengan kegiatan sosialisasi, praktek langsung, evaluasi. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan digunakan observasi dan wawancara.   Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan pengolahan hasil pertanian berupa pembuatan sambel dan keripik, serta penguasaan pemanfaatan teknologi mesin dalam produksi.
Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Guru TPQ Berantas Rendahnya Literasi al-Qur'an di Aur Duri, Surantih Oktari Kanus; Halomoan Halomoan; Rahmi Wiza; Rahmat Fauzi; Ahmad Saerozi; Nazwa Fitria Habibah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1395

Abstract

Permasalahan utama di Kenagarian Aur Duri, Kecamatan Surantih, Pesisir Selatan, adalah rendahnya literasi al-Qur'an yang dipicu oleh kualitas pembelajaran TPQ yang belum memadai. Guru-guru TPQ masih menerapkan proses pembelajaran yang sederhana dan kurang efektif, tanpa didukung media, kurikulum, dan bahan ajar yang terstruktur. Secara empiris, kondisi ini terkonfirmasi dari asesmen awal yang menunjukkan bahwa 75% guru belum memiliki kompetensi mengajar yang layak dan diperparah oleh ketiadaan lembaga manajemen yang menaungi perkumpulan guru TPQ di nagari tersebut. Menanggapi permasalahan ini, Program pengabdian masyarakat ini menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Guru TPQ. Metode Kegiatan yang digunakan meliputi seminar, sesi praktik (simulasi mengajar), dan diskusi terfokus mengenai teknik pembelajaran al-Qur'an modern, penyusunan bahan ajar, serta perintisan struktur manajemen lembaga TPQ. Hasil dari kegiatan ini membuktikan peningkatan kompetensi guru secara signifikan. Peningkatan ini ditunjukkan dengan kenaikan rata-rata skor post-test sebesar 30 poin dan keberhasilan 90% peserta dalam menyusun rencana pembelajaran yang terstruktur. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta mengenai urgensi pembentukan lembaga manajemen TPQ. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa intervensi melalui pelatihan yang didukung data empiris merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas guru dan manajemen lembaga TPQ, yang menjadi fondasi utama untuk memberantas rendahnya literasi al-Qur'an di Kenagarian Aur Duri secara berkelanjutan.
Gerakan Bijak Berbahasa: Strategi Peningkatan Kesadaran Berbahasa Untuk Mencegah Perundungan dan Kekerasan Verbal di Lingkungan Sekolah Eri Kurniawan; R. Dian Dia-an Muniroh; Dadang Sudana; Wawan Gunawan; Ruswan Dallyono; Mahardhika Zifana
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1398

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berbahasa di kalangan guru dan siswa, dalam rangka mendukung kebijakan nasional tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Fokus kegiatan ini adalah penyelenggaran pelatihan sebagai bagian dari Gerakan Bijak Berbahasa dalam upaya preventif perundungan dan kekerasan verbal di lingkungan sekolah. Kegiatan ini tergolong mendesak, mengingat meningkatnya insiden yang terkait dengan penggunaan bahasa yang tidak sesuai dan berpotensi mengarah pada tindakan kekerasan verbal yang berkembang menjadi perundungan, kekerasan fisik dan seksual. Pelatihan Gerakan Bijak Berbahasa ini dilaksanakan dengan dua moda: luring di Balai Guru Penggerak Bali dan daring melalui aplikasi Zoom, yang melibatkan para guru penggerak pengajar bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah pertama di Provinsi Bali. Pelatihan berlangsung secara lancar sesuai dengan rencana dan diapresiasi secara positif oleh para guru. Guru berhasil membuat media visual kampanye berupa poster gerakan bijak berbahasa yang dapat dipasang atau disebarluaskan di lingkungan sekolah mereka. Guru yang ditunjuk sebagai duta gerakan bijak berbahasa juga berhasil melaksanakan kampanye mandiri dengan fokus pada anti perundungan yang disiarkan langsung di media sosial. Gerakan bijak berbahasa ini perlu dikembangkan dan disosialisasikan ke para pendidik dan peserta didik untuk menumbuhkan kesadaraan kolektif membangun lingkungan pendidikan yang aman dan harmonis.
Pendampingan dan Pelatihan Manajemen Persediaan Sociopreneur “Clothes For Charity” Yayasan Gemilang Indonesia Jumansyah Jumansyah; Kuncoro Hadi; Muchammad Nasucha; M. Rafly Zachari; Willy Wildan Mukholadun
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1399

Abstract

Dalam bisnis sosial (sociopreneur) pakaian bekas, gudang adalah inti dari lancarnya distribusi dari donasi pakaian bekas sampai pada penjualan pakaian layak pakai. Namun terdapat dua masalah mendasar program sociopreneur “Clothes for Charity” Yayasan Gemilang Indonesia, yaitu gudang pakaian bekas belum dikelola dan diadministrasikan dengan baik serta kurangnya pengetahuan pengelola dalam mengelola gudang pakaian bekas. Metode yang digunakan untuk kedua solusi, yaitu untuk program pendampingan manajemen persediaan gudang. Sementara peningkatan kapasitas dapat dilakukan melalui pelatihan manajemen persediaan untuk pengelola gudang pakaian bekas. Sasaran pengabdian masyarakat adalah pengelola gudang yang merupakan bagian dari pengurus Yayasan Gemilang Indonesia. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan awal pengelola gudang Yayasan Gemilang Indonesia bukan 10%, tetapi lebih tinggi yaitu mendekati 60%. Begitu juga dengan pengetahuan akhir setelah pencapaian bukan hanya mencapai 60%, tetapi mencapai lebih dari 80%. Meskipun pengelola gudang tidak berlatar belakang akuntansi, tetapi praktik kerja di gudang membuat mereka familiar dengan kegiatan akuntansi dan mampu menyerap secara cepat pengetahuan akuntansi yang diberikan.

Filter by Year

2019 2025