cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
Bilingual Pop Up Mathbook Based on Bangka Belitung Culture: An Innovative Learning Media of Geometry Lathiifah, Iis Juniati; Handayani, Rindu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3321

Abstract

Tiga jenis literasi yang baiknya dikuasai adalah literasi matematika, bahasa, dan science. Sayangnya, laporan PISA tahun 2022 menunjukkan ketiga literasi tersebut menurun. Ditambah minimnya media ajar inovatif yang mampu memvisualisasikan konsep dan pemahaman abstrak matematika. Siswa Sekolah Dasar memerlukan integrasi pembelajaran yang meningkatkan kreatifitas, kolaborasi, komunikasi, serta cara berpikir yang kritis sesuai dengan keterampilan abad 21. Penelitian bertujuan mengembangkan pop up mathbook bilingual dengan sajian budaya Bangka Belitung yang valid pada materi bangun ruang. Penelitian menggunakan model Pengembangan ADDIE dengan lima tahapan penelitian yang terdiri dari tahap Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Instrumen menggunakan lembar validasi, dan angket. Hasil validitas instrumen didapat bahwa bilingual pop up mathbook berbasis budaya Bangka Belitung sangat valid dengan nilai konten 100%, konstruk 96,59% dan Bahasa 90,63%. Sehingga pop up mathbook dapat diimplementasikan kepada siswa untuk menyiapkan generasi abad 21. Adapun hasil respon siswa didapat bahwa media dinyatakan sangat praktis digunakan dengan nilai 87,23%. Media yang dihasilkan memiliki karakteristik khas menggunakan bentuk bangun rumah adat, jembatan, makanan, alat transportasi serta produk pangan khas Bangka Belitung. Three types of literacy that should be mastered are mathematical, linguistic, and scientific literacy. The 2022 PISA report shows that three types of literacy have declined. Lack of innovative teaching media capable of visualizing abstract mathematical concepts and understanding. Students need learning that enhances creativity, collaboration, communication, and critical thinking to 21st-century skills. This study aims to develop a valid bilingual pop-up mathbook with Bangka Belitung cultural. Research uses the ADDIE development model with steps of the Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The results showed that Bangka Belitung culture-based bilingual pop-up mathbook was very valid, with a content score of 100%, a construct score of 96.59%, and a language score of 90.63%. Therefore, the pop-up mathbook teaching book can be implemented for students to prepare the 21st-century generation. The results of student responses showed that the media was stated to be very practical to use with a value of 87.23%. The resulting media has unique characteristics using the forms of traditional houses, bridges, food, means of transportation and typical Bangka Belitung food products.
The Integration of Local Wisdom in Mathematics Education: Developing a Culture-Based Digital Platform for Mathematical Literacy in the Kuta Traditional Village Prabawat, Mega Nur; Mulyani, Eva; Muslim, Siska Ryane
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kelayakan platform digital untuk literasi matematika berbasis budaya Kampung Adat Kuta dan menganalisis respons siswa terhadap penggunaannya dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model pengembangan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi (ADDIE). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur dan kuesioner. Instrumen penelitian terdiri dari lembar panduan wawancara dan kuesioner penilaian kualitas media. Subjek penelitian adalah pakar materi, pakar media, dan siswa kelas 8 SMP Negeri 10 Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform digital yang dikembangkan berhasil mengintegrasikan kearifan lokal Kampung Adat Kuta ke dalam pembelajaran matematika secara interaktif. Kelayakan platform dinilai berdasarkan aspek kelayakan konten, presentasi, dan bahasa oleh pakar materi, serta aspek tampilan, kemudahan penggunaan, kegunaan, dan grafis oleh pakar media. Kedua pakar menyimpulkan bahwa platform tersebut sangat layak digunakan. Lebih lanjut, siswa memberikan respons yang sangat positif terhadap penggunaan platform digital ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui media digital dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan literasi matematika siswa. This study aims to explain the feasibility of a digital platform for mathematical literacy based on the culture of Kampung Adat Kuta and to analyze students’ responses to its use in mathematics learning. The research method employed is Research and Development (R&D) with the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) development model. Data collection techniques included semi-structured interviews and questionnaires. The research instruments consisted of interview guideline sheets and media quality assessment questionnaires. The research subjects were material experts, media experts, and eighth-grade students of SMP Negeri 10 Tasikmalaya. The results of the study indicate that the developed digital platform successfully integrates the local wisdom of Kampung Adat Kuta into mathematics learning in an interactive manner. The feasibility of the platform was assessed based on content, presentation, and language feasibility aspects by material experts, as well as display, ease of use, usability, and graphic aspects by media experts. Both experts concluded that the platform is highly feasible for use. Furthermore, students gave very positive responses toward the use of this digital platform. Therefore, it can be concluded that the integration of local wisdom through digital media can serve as an innovative alternative to enhance students’ mathematical literacy.
Exploring Creative Thinking in Probability Through Polya’s Framework and Contextual Learning Mahmudah, Hilda; Kania, Nia
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3452

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan keterampilan penting bagi siswa dalam menghadapi berbagai situasi yang menantang pada abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana siswa menerapkan empat tahap pemecahan masalah Polya dalam menyelesaikan soal peluang kontekstual secara kreatif. Sebanyak 32 siswa kelas XII di salah satu SMA negeri di Majalengka terlibat sebagai subjek penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan berdasarkan hasil tes tertulis, tiga siswa dipilih secara purposif untuk mengikuti wawancara mendalam, yang masing-masing mewakili kategori kemampuan berpikir kreatif tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes uraian kontekstual, observasi, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu melaksanakan rencana penyelesaian secara sistematis, namun masih mengalami kesulitan pada tahap memahami masalah dan memeriksa kembali hasil. Hanya 16% siswa yang melakukan refleksi akhir secara efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu melaksanakan strategi penyelesaian, yang mencerminkan kelancaran dan elaborasi dalam berpikir kreatif matematis. Namun, keterbatasan siswa dalam memahami konteks permasalahan membatasi keluwesan dan keaslian mereka dalam menghasilkan berbagai pendekatan penyelesaian masalah. The ability to think creatively in mathematics is crucial for pupils to deal with a variety of difficult problems in the twenty-first century. The purpose of this study is to examine how students creatively solve contextual probability questions using Polya's four stages of problem-solving. Using a descriptive qualitative approach, 32 twelfth-grade students from a Majalengka public high school served as research subjects based on the written exam results, three students were purposefully chosen to participate in in-depth interviews, each of whom represented the categories of high, medium, and poor creative thinking abilities. Semi-structured interviews, observations, and contextual essay examinations were used to gather data. The study's findings indicate that while most students can follow the solution plan methodically, they still struggle with comprehending the issue and analyzing the findings. Just 16% of students completed their final reflection successfully. based on the written exam results, three students were purposefully chosen to participate in in-depth interviews, each of whom represented the categories of high, medium, and poor creative thinking abilities.
Exploring Gender Differences in Spatial Reasoning: Analyzing Hyperbolic Problem-Solving Skills Among University Students Suprihatiningsih, Siti; Rangkuti, Rizki Kurniawan; Annur, Muhammad Firman; Erwin, Erwin; Irvan, Irvan; Bonyah, Ebenezer
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3464

Abstract

Penelitian mengenai perbedaan penalaran spasial berdasarkan gender di tingkat universitas masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan langkah-langkah penyelesaian soal hiperbola antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan 30 mahasiswa yang dipilih melalui rumus Slovin dari total populasi 480 mahasiswa. Instrumen penelitian meliputi tes soal hiperbola dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada aspek orientasi spasial, di mana mahasiswa perempuan menunjukkan keunggulan dalam langkah-langkah penyelesaian karena pemahaman konsep jarak yang lebih baik. Temuan ini menyimpulkan bahwa terdapat karakteristik unik pada penalaran spasial perempuan di tingkat pendidikan tinggi yang berbeda dari temuan umum di tingkat sekolah. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan literatur penalaran spasial dalam pendidikan matematika. Research on gender-based differences in spatial reasoning at the university level requires further empirical confirmation. This study aims to describe the differences in procedural steps for solving hyperbola problems between male and female students. Employing a qualitative method, the study involved 30 students selected via Slovin’s formula from a population of 480. Research instruments consisted of hyperbola problem-solving tasks supported by interview transcripts. The findings reveal distinct differences in spatial orientation, where female students demonstrated superior performance in solving steps due to a robust understanding of distance concepts. In conclusion, these results highlight unique spatial reasoning characteristics among female students in higher education, diverging from common findings at the school level. This research contributes to the theoretical development of spatial reasoning literature within mathematics education.
The Students’ Ability in Differentiating Linear and Non-Linear Functions Assisted by Photomath Nur’Aini, Diah; Indaryanti, Indaryanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3470

Abstract

Penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan dalam pembelajaran matematika telah meningkat secara signifikan, termasuk juga penggunaan aplikasi Photomath, yang menyediakan solusi instan dan visualisasi grafis. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman siswa dalam membedakan fungsi linear dan non-linear dengan bantuan aplikasi Photomath. Studi ini dengan menggunakan studi deskriptif yang melibatkan 20 siswa kelas VIII.1 di SMPN 2 Indralaya Utara. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman tertulis dan dianalisis berdasarkan tiga indikator: translasi, interpretasi, dan ekstrapolasi. Hasil menunjukkan bahwa Photomath sangat mendukung kemampuan interpretasi siswa, khususnya dalam menginterpretasikan karakteristik grafis fungsi linear dan non-linear. Namun, keterbatasan diamati pada indikator translasi dan ekstrapolasi. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menerjemahkan representasi grafis ke dalam gambar dan tabel manual, serta dalam melakukan sintesis berbagai karakteristik menjadi kesimpulan yang komprehensif. Temuan ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan Photomath efektif mendukung visualisasi dan interpretasi awal, namun tidak secara otomatis mendorong kelancaran representasi atau penalaran tingkat tinggi. Oleh karena itu, penggunaan Photomath harus disertai dengan dukungan instruksional yang eksplisit untuk mendukung pemahaman konseptual yang lebih mendalam. The use of artificial intelligence-based application in mathematics learning has increased significantly, including the Photomath application, which provides instant solutions an graphical visualizations. This study aims to describe students’ comprehension ability in distinguishing linear and non-linear functions assisted by the Photomath application. The study employed a descriptive study involving 20 students of class VIII.1 at SMP 2 Indralaya Utara. Data were collected through written comprehension test and analyzed based on three indicators: translation, interpretation, and extrapolation. The results indicate that Photomath strongly support students’ interpretations abilities, particularly in identifying and interpreting graphical characteristic of linear and non-linear functions. However limitations were observed in the translation and extrapolation indicators. Several students experienced difficulties in translating graphical representations into manual drawings and tables, as well as in synthesizing multiple chracteristics into comprehensive conclusions. Theses findings suggest that whole Photomath effectively supports visualization and initial interpretation, it does not automatically foster representational fluency or higher-order reasoning. Therefor,  the use Photomath should be accompanied by explicit instructional scaffolding to support deeper conceptial understanding. 
Binary Representation of the Weaving Motifs of Rumah Bubungan Tinggi: An Ethnomathematical Exploration for Discrete Mathematics Learning Riadi, Arifin; Turmudi, Turmudi; Juandi, Dadang; Dahlan, Jarnawi Afgani; Ferita, Rolina Amriyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3471

Abstract

Motif anyaman pada dinding anjung Rumah Bubungan Tinggi menampilkan pola berulang yang dapat dimodelkan sebagai barisan biner. Penelitian eksploratif kualitatif ini merepresentasikan orientasi bilah sebagai digit 1 dan 0, kemudian menganalisis periodisitas, memformulasikan aturan berbasis modulo, serta melakukan konversi biner–desimal–karakter untuk menautkan motif tradisional dengan struktur pengodean informasi digital. Hasil menunjukkan motif membentuk barisan biner deterministik berperiode tertentu yang dapat dijelaskan melalui fungsi modulo. Berdasarkan pemetaan digit–arah bilah, disusun pula model konseptual steganografi: penyisipan pesan biner melalui variasi orientasi bilah tanpa mengubah karakter visual motif. Temuan ini menegaskan potensi motif anyaman sebagai media representasi informasi sekaligus konteks budaya untuk pembelajaran matematika diskret melalui tugas bertahap (pengodean motif, identifikasi unit ulang/periode, penurunan aturan modulo, dan konversi bilangan). Motif weaving on the anjung wall of the Rumah Bubungan Tinggi exhibits repeating patterns that can be modeled as binary sequences. This qualitative exploratory study encodes strip orientation as 1 and 0, then examines periodicity, formulates modulo-based rules, and performs binary–decimal–character conversions to connect traditional motifs with the basic structure of digital information encoding. The results show that the motifs form deterministic binary sequences with specific periods that can be described using modulo functions. Based on digit-to-orientation mapping, the study also proposes a conceptual motif-based steganography model: embedding binary messages through variations in strip orientation without altering the motif’s overall visual character. These findings highlight the potential of weaving motifs as both an information representation medium and a cultural context for discrete mathematics learning through stepwise tasks (motif encoding, identification of repeating units/periods, derivation of modulo rules, and number conversion).
The Effectiveness of the Probing-Prompting Learning Model on Students' Mathematics Learning Mastery in Three-Variable Linear Equation Systems Ginting, Muhamad Saleh; Mahmuzah, Rifaatul; Hadi, Mirsal; Yeni, Manovri; Zubainur, Cut Morina; Yuhasriati, Yuhasriati; Roslina, Roslina; Usman, Bukhari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 4 (2025): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i4.3472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penguasaan hasil belajar matematika di kalangan siswa kelas X di SMAN 1 Peukan Bada melalui penerapan model pembelajaran Probing-Prompting. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas X di SMAN 1 Peukan Bada, dengan sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Sampel terdiri dari 20 siswa dari kelas X-2. Data dikumpulkan melalui tes akhir yang terdiri dari tiga pertanyaan esai yang diberikan setelah perlakuan. Hasil menunjukkan rata-rata sampel sebesar 86,15, melebihi kriteria penguasaan minimum (KKM) sebesar 70. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t dengan tingkat signifikansi α=0,05 dan 19 derajat kebebasan (df) menghasilkan tobserved > ttable (7,78 > 1,729). Akibatnya, H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa menggunakan model Probing-Prompting berhasil mencapai penguasaan. This study aims to determine the mastery of mathematics learning outcomes among Grade X students at SMAN 1 Peukan Bada through the implementation of the Probing-Prompting learning model. The research population consisted of all Grade X students at SMAN 1 Peukan Bada, with the sample selected using purposive sampling. The sample included 20 students from class X-2. Data were collected through a post-test consisting of three essay questions administered after the treatment. The results showed a sample mean of 86.15, exceeding the minimum mastery criterion (KKM) of 70. Hypothesis testing using a t-test with a significance level of α=0,05 and 19 degrees of freedom (df) resulted in tobserved > ttable (7,78 > 1,729). Consequently, H0 was rejected and Ha was accepted. It can be concluded that student learning outcomes using the Probing-Prompting model successfully achieved mastery.
Exploring Mathematics Teacher Awareness and Responses to Gender-Based Classroom: A Qualitative Study in Australian Secondary School Zahra, Luthfia Dzakiyyah; Albar, Wakhid Fitri; Chau, Kien Tsong
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3479

Abstract

Studi kualitatif ini menjelaskan perbedaan dalam interaksi di kelas dan hasil belajar antara kelas matematika yang hanya terdiri dari siswa laki-laki dan kelas matematika yang hanya terdiri dari siswa perempuan, dengan fokus khusus pada kesadaran guru dan strategi pengajaran adaptif di sekolah menengah Australia yang multikultural. Data dikumpulkan melalui observasi etnografis dan wawancara dengan guru matematika selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan pola yang jelas berdasarkan gender dalam partisipasi dan pendekatan pemecahan masalah. Siswa laki-laki diamati lebih mudah terlibat dalam proses kognitif tingkat tinggi. Sebaliknya, siswa perempuan cenderung mencari klarifikasi tentang konsep dasar sebelum mencoba tugas. Sebagai tanggapan, guru menerapkan berbagai strategi responsif gender, termasuk pertanyaan terbuka, aktivitas berbasis interaksi, dukungan satu lawan satu, dan penjelasan. Penelitian ini juga mengkaji pengaruh keragaman budaya, menemukan bahwa siswa dari latar belakang yang beragam berinteraksi dengan lancar dan tidak ada kelompok yang secara konsisten menunjukkan prestasi lebih tinggi daripada kelompok lain dalam konteks kelas yang diamati. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan kelas dan praktik pengajaran di sekolah ini berhasil mendukung partisipasi siswa dari latar belakang yang beragam. This qualitative study explains differences in classroom interaction and learning outcomes between male students’ only and female students’ only mathematics classes, with a particular focus on teacher awareness and adaptive instructional strategies in a multicultural Australian secondary school. Data were collected through ethnographic observation and interview with the mathematics teacher over one term. The result revealed clear gender-based patterns in participation and problem-solving approaches. Male students were observed to engage more readily in higher-order cognitive processes. In contrast, female students tended to seek clarification on basic concepts before attempting tasks. In response, the teacher implemented a range of gender-responsive strategies, including open-ended questioning, interaction-based activities, one-on-one support, and explanations. The paper also explored the influence of cultural diversity, finding that students from diverse backgrounds interact smoothly and no group consistently demonstrates higher achievement than others in the observed classroom context. These findings suggest that the classroom environment and teaching practices at this school successfully support the participation of students from diverse backgrounds.
Enhancing TPACK and Statistical Literacy through Generative AI–Based Adaptive Learning: A Mixed-Methods Study Maryati, Iyam; Gumilar, Surya; Rahayu, Ayu Puji; Harun, Makmur
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3491

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak kerangka pembelajaran adaptif terintegrasi Generative Artificial Intelligence (GenAI; ChatGPT) terhadap peningkatan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dan literasi statistis calon guru matematika. Kerangka tersebut menerapkan interaksi dialogis berbasis mahasiswa, structured prompting, dan scaffolding dosen untuk mempersonalisasi eksplorasi statistika. Dengan desain kuasi-eksperimen mixed methods, penelitian melibatkan 72 mahasiswa (37 kelompok eksperimen dan 35 kontrol). Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan ANCOVA, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan kedua kelompok meningkat secara signifikan, namun kelompok eksperimen memiliki skor akhir tersesuaikan yang lebih tinggi. Temuan kualitatif menegaskan peningkatan pemahaman konseptual, kemampuan desain pembelajaran berbasis teknologi, serta refleksi kritis terhadap etika penggunaan AI. Studi ini mendukung integrasi literasi AI dalam kurikulum pendidikan guru. This study examines the impact of a Generative Artificial Intelligence (GenAI; ChatGPT)–integrated adaptive learning framework on improving Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) and statistical literacy among prospective mathematics teachers. The framework employed student-driven dialogic interaction, structured prompting, and lecturer-guided scaffolding to personalize statistical exploration. Using a mixed-methods quasi-experimental design, 72 students participated (37 experimental, 35 control). Quantitative data from tests and questionnaires were analyzed using paired t-tests and ANCOVA, while interviews and observations underwent thematic analysis. Results showed significant gains in both groups, but the experimental group achieved higher adjusted posttest scores, indicating superior effectiveness of GenAI-integrated learning. Qualitative findings highlighted improved conceptual understanding, instructional design skills, and critical reflection on ethical AI use. The study supports embedding AI literacy and pedagogically grounded prompting within teacher-education curricula and institutional policy.
Development of Interactive Learning Media Using Canva for Teaching Sequences and Series in Senior High School Nur, Iyan Rosita Dewi; Mohamed, Mawarni; Kossahdasabitah , Annisaa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mendeskripsikan kelayakan dan kepraktisan media pembelajaran interaktif berbasis Canva untuk topik Barisan dan Deret dalam matematika SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model 4D (Definisikan, Rancang, Kembangkan, Sebarkan), yang terbatas pada tahap Kembangkan. Subjek penelitian terdiri dari pakar media, pakar materi, dan siswa kelas sepuluh sebanyak 3 siswa untuk validasi dan 12 siswa untuk kepraktisan. Data dikumpulkan melalui kuesioner validasi dan kepraktisan serta dianalisis secara kuantitatif menggunakan skala Likert. Hasil validasi menunjukkan bahwa media tersebut memperoleh nilai rata-rata 3,67 dari pakar media, 3,50 dari pakar materi, dan 3,67 dari siswa, semuanya dikategorikan sangat layak. Tes kepraktisan juga menunjukkan kategori sangat praktis, dengan nilai 3,42 (pakar media), 3,92 (pakar materi), dan 3,70 (siswa). Aspek yang paling menonjol adalah struktur dan daya tarik, yang menunjukkan bahwa media tersebut tidak hanya menarik secara visual tetapi juga praktis dalam meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa. This study aims to develop and describe the feasibility and practicality of an interactive learning media based on Canva for the topic of Sequences and Series in senior high school mathematics. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate), limited to the Develop stage. The subjects consisted of a media expert, material experts, and tenth-grade students as many as 3 students for validation and 12 students for practicality. Data were collected through validation and practicality questionnaires and analyzed quantitatively using a Likert scale. The validation results showed that the media obtained an average score of 3.67 from the media expert, 3.50 from the material experts, and 3.67 from the students, all categorized as very feasible. The practicality test also indicated a very practical category, with scores of 3.42 (media expert), 3.92 (material experts), and 3.70 (students). The most prominent aspects were structure and attractiveness, indicating that the media is not only visually engaging but also practically in enhancing conceptual understanding and students’ learning motivation.

Page 98 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 1, No 2 (2012) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue