Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis dan strategi, Bola Bowling Rainbow, Cooking class, Diklat mahir, Disiplin, Gambar berseri, Gerak, Kelompok Bermain, Kemandirian, Kepala Sekolah, Kepercayaan Diri Anak, Kompetensi Guru PAUD dan TK, Pedagogik, Konstruksi Origami, Lagu, Loncat Jejak Kaki, makanan sehat, Media Barang Bekas, Motorik Kasar, Otot Kaki Anak, Membaca, menulis, berhitung, Pembelajaran Paud, penanaman adab, Pendidikan Karakter, Pengasuhan orang tua, Pengelolaan Kelas, Pengembangan Kreativitas, pengenalan dan hafalan Al-Quran, Perkembangan anak, Permainan, Senam. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"179-186"
:
1 Documents
clear
Pengaruh Brain Breaks Activity terhadap Attitude towards Physical Activity Scale (APAS) pada Anak Usia 5-6 Tahun
Salma Hanifa;
Erhamwilda;
Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 179-186
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21493
Abstract. Early childhood is a critical stage in a child’s development, during which motor skills such as jumping and running must be actively stimulated. These movements are not only essential for physical health but also play a significant role in shaping children’s learning readiness and self-confidence. This study aims to explore the impact of Brain Breaks Activity which is short, video-based physical activities inserted between learning sessions on the attitudes of children aged 5 to 6 toward physical activity. The study used the Attitude Towards Physical Activity Scale (APAS), with indicators adjusted to allow teachers to observe children’s behavior directly. A quantitative approach was employed, using a one-group pretest-posttest design. The research involved 13 children from a kindergarten in Bandung. The findings revealed that Brain Breaks positively influenced children’s attitudes, particularly in the aspects of fun and self-efficacy. Children were more enthusiastic and confident when engaging in physical activities after the intervention. Although not all aspects demonstrated statistically significant results, the overall trend suggests that Brain Breaks offer a promising and enjoyable approach to encouraging positive attitudes toward physical activity in early childhood settings. The simplicity of the method, combined with its engaging nature, makes it a viable option for integration into daily classroom routines. Its effectiveness is likely to be enhanced if implemented regularly and aligned with ongoing learning themes. Abstrak. Masa usia dini merupakan periode penting dalam tumbuh kembang anak. Pada masa ini, kemampuan gerak seperti melompat dan berlari perlu distimulasi, tidak hanya untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga karena berdampak pada kesiapan belajar dan rasa percaya diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brain Breaks Activity yakni aktivitas fisik singkat berbasis video yang disisipkan di sela kegiatan belajar terhadap sikap anak usia 5–6 tahun terhadap aktivitas fisik. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen APAS (Attitude Towards Physical Activity Scale), yang indikatornya telah disesuaikan agar dapat diamati langsung melalui perilaku anak oleh guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain satu kelompok yang diukur sebelum dan sesudah intervensi (One Group Pretest-Posttest). Subjek penelitian adalah 13 anak kelompok B di sebuah taman kanak-kanak di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brain Breaks memberikan dampak positif, terutama pada aspek rasa senang (Fun) dan kepercayaan diri anak (Self-Efficacy) saat melakukan aktivitas fisik. Meskipun belum seluruh aspek menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik, temuan ini mengindikasikan bahwa Brain Breaks berpotensi menjadi alternatif sederhana dan menyenangkan dalam membentuk sikap positif anak terhadap aktivitas fisik. Efektivitas metode ini diperkirakan akan lebih optimal jika diterapkan secara rutin dan terintegrasi dengan tema pembelajaran di kelas.