cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsecte@unisba.ac.id
Phone
+6285861147523
Journal Mail Official
bcsecte@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
ISSN : -     EISSN : 28282507     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsecte.v2i2
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis dan strategi, Bola Bowling Rainbow, Cooking class, Diklat mahir, Disiplin, Gambar berseri, Gerak, Kelompok Bermain, Kemandirian, Kepala Sekolah, Kepercayaan Diri Anak, Kompetensi Guru PAUD dan TK, Pedagogik, Konstruksi Origami, Lagu, Loncat Jejak Kaki, makanan sehat, Media Barang Bekas, Motorik Kasar, Otot Kaki Anak, Membaca, menulis, berhitung, Pembelajaran Paud, penanaman adab, Pendidikan Karakter, Pengasuhan orang tua, Pengelolaan Kelas, Pengembangan Kreativitas, pengenalan dan hafalan Al-Quran, Perkembangan anak, Permainan, Senam. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "33-40" : 1 Documents clear
Upaya Guru dalam Mencegah Balita Kekurangan Gizi Ananda Diva Maharani; Nurul Afrianti; Khambali
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 33-40
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.18378

Abstract

Abstract. This study is motivated by the high prevalence of stunting in Indonesia, defined as a child's height below -2 standard deviations (SD) on the WHO growth curve, resulting from chronic malnutrition and various related factors. The research emphasizes the importance of early detection and the active roles of parents, health workers, and preschool teachers (PAUD) in preventing malnutrition. This study aims to describe the forms of programs, planning, implementation, evaluation, and obstacles in preventing malnutrition among toddlers at PAUD. Data were collected through interviews, participant observation, and document review. Results show variations in the implementation of the Supplementary Feeding Program (PMT), with some PAUDs implementing it consistently and in a standardized manner, while others require improvements in consistency, food type supervision, and parental involvement. Preventive planning includes routine health checks, healthy eating habits, and early detection of child development (DDTK/SDIDTK), mostly conducted in collaboration with the local health center (Puskesmas). Early detection implementation varies, with some PAUDs conducting self-examinations and others collaborating with the Puskesmas. Program evaluation uses the IPP model (Input, Process, Product), identifying suboptimal parental involvement. Major obstacles include limited funding, difficulties in engaging parents, and the limited knowledge of teachers about stunting, particularly among older teachers. The study recommends increased parental involvement, the utilization of local resources such as gardening, and expanded access to health services. Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka stunting di Indonesia, dimana stunting didefinisikan sebagai tinggi badan anak di bawah -2 SD pada kurva pertumbuhan WHO akibat kekurangan gizi kronis dan berbagai faktor terkait. Penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan peran aktif orang tua, kader kesehatan, dan guru PAUD dalam pencegahan kekurangan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk program, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan hambatan dalam pencegahan kekurangan gizi balita di PAUD tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi implementasi program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dengan beberapa PAUD yang melaksanakannya secara konsisten dan terstandarisasi, sementara yang lain masih perlu peningkatan dalam konsistensi, pengawasan jenis makanan, dan keterlibatan orang tua. Perencanaan pencegahan mencakup pemeriksaan kesehatan rutin, kebiasaan makan sehat, dan deteksi dini tumbuh kembang (DDTK/SDIDTK), yang sebagian besar dijalankan berkolaborasi dengan Puskesmas. Pelaksanaan deteksi dini bervariasi, dengan beberapa PAUD melakukan pemeriksaan mandiri dan lainnya berkolaborasi dengan Puskesmas. Evaluasi program menggunakan model IPP (Input, Proses, Produk), mengidentifikasi keterlibatan orang tua yang masih belum optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan dana, kesulitan mengajak orang tua berkolaborasi, dan minimnya pengetahuan guru tentang stunting, terutama di kalangan guru lanjut usia. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan keterlibatan orang tua, pemanfaatan sumber daya lokal seperti bercocok tanam, dan perluasan akses layanan kesehatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 1