cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsecte@unisba.ac.id
Phone
+6285861147523
Journal Mail Official
bcsecte@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
ISSN : -     EISSN : 28282507     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsecte.v2i2
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis dan strategi, Bola Bowling Rainbow, Cooking class, Diklat mahir, Disiplin, Gambar berseri, Gerak, Kelompok Bermain, Kemandirian, Kepala Sekolah, Kepercayaan Diri Anak, Kompetensi Guru PAUD dan TK, Pedagogik, Konstruksi Origami, Lagu, Loncat Jejak Kaki, makanan sehat, Media Barang Bekas, Motorik Kasar, Otot Kaki Anak, Membaca, menulis, berhitung, Pembelajaran Paud, penanaman adab, Pendidikan Karakter, Pengasuhan orang tua, Pengelolaan Kelas, Pengembangan Kreativitas, pengenalan dan hafalan Al-Quran, Perkembangan anak, Permainan, Senam. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "9-16" : 3 Documents clear
Pengaruh Permainan Konstruktif Menggunakan Lego terhadap Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5–6 Tahun Di TK Al Islam Kota Bandung Icha Agustina; Masnipal; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 9-16
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i1.17792

Abstract

Abstract. Early Childhood Education (PAUD) focuses on developing children's creativity and abilities through targeted play activities. This study aims to examine the influence of the use of constructive games, especially Lego, on the increase in creativity of 5-6 year old children in Al Islam Kindergarten, Bandung City. Using a quantitative method with a pretest-posttest experimental design, the study involved 20 children who were divided into experimental and control groups. Data was collected through the Figural Creativity Test (TKF) and analyzed using SPSS. The results showed that there was a significant improvement in the aspects of smoothness, flexibility, authenticity, and elaboration in the experimental group after treatment. The results of the study showed that there was a significant increase in creativity after the treatment of PKPK model Lego games at TK Al Islam. This conclusion emphasizes the importance of constructive games in increasing children's creativity in early childhood education, as well as providing recommendations for educators to integrate these games in the learning process. Abstrak. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berfokus pada pengembangan kreativitas dan kemampuan anak melalui kegiatan bermain yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan permainan konstruktif, khususnya Lego, terhadap peningkatan kreativitas anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Al Islam, Kota Bandung. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest, penelitian melibatkan 20 anak yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui Tes Kreativitas Figural (TKF) dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada aspek kelancaran, kelenturan, keaslian, dan elaborasi di kelompok eksperimen setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kreativitas yang signifikan setelah diberikannya treatment permainan Lego model PKPK di TK Al Islam. Kesimpulan ini menegaskan pentingnya permainan konstruktif dalam meningkatkan kreativitas anak di PAUD, serta memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk mengintegrasikan permainan ini dalam proses pembelajaran.
Implementasi Pembelajaran Bilingual untuk Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Inggris pada Anak Usia 5-6 Tahun di Tk Al Biruni Kota Bandung Lia Yulistia Dewi Wibowo; Aep Saepudin; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 9-16
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23758

Abstract

Abstract. This study is motivated by the importance of developing English language skills from an early age as a foundation for facing 21st-century global communication challenges. Despite its strategic role, the general English proficiency of Indonesian society remains in the low category. This research aims to describe in depth the planning, implementation, evaluation, results, and obstacles of bilingual learning at TK Al Biruni Bandung. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that: (1) Planning is systematically designed through an internal foundation curriculum integrated into theme-based teaching modules. (2) Implementation is carried out in three stages (opening, core, closing) using interactive methods and gamification techniques (star point system) to motivate children. (3) Evaluation is conducted continuously using direct observation, checklists, and video documentation. (4) Results show that children's English skills are in the "developing" category, with receptive skills being more dominant than spontaneous expression. (5) Primary obstacles include diverse initial language backgrounds and variations in children's confidence levels. In conclusion, adaptive and interactive bilingual learning effectively supports the development of speaking skills in children aged 5-6. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan bahasa Inggris sejak usia dini sebagai fondasi menghadapi tantangan komunikasi global abad ke-21. Meskipun memiliki peran strategis, tingkat kecakapan bahasa Inggris masyarakat Indonesia secara umum masih berada pada kategori rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hasil, serta hambatan dalam implementasi pembelajaran bilingual di TK Al Biruni Kota Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan disusun secara sistematis melalui kurikulum internal yayasan yang diintegrasikan ke dalam modul ajar berbasis tema. (2) Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap (pembukaan, inti, penutup) dengan metode interaktif dan teknik gamifikasi (sistem poin bintang) untuk memotivasi anak. (3) Evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan menggunakan observasi langsung, daftar ceklis, dan dokumentasi video. (4) Hasil menunjukkan kemampuan bahasa Inggris anak berada pada kategori "berkembang", dengan kemampuan reseptif yang lebih dominan dibandingkan ekspresi spontan. (5) Hambatan utama meliputi perbedaan latar belakang bahasa awal serta variasi kepercayaan diri anak. Kesimpulannya, pembelajaran bilingual yang adaptif dan interaktif efektif mendukung pengembangan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun.
Analisis Strategi Guru dalam Penggunaan Ice Breaking untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia 5-6 Tahun Siti Ammirahmaini; Ayi Sobarna; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 159-166
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21436

Abstract

Abstract. At the age of 5 to 6 years, concentration skills are a crucial factor influencing a child's success in learning. In reality, many young children, especially those aged 5 to 6, still have difficulty maintaining concentration during learning activities. This study aims to determine teachers' strategies for improving the concentration of children aged 5 to 6 through ice-breaking activities. This study used qualitative research with descriptive analytical methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The subjects were class B teachers, the principal, and 10 students aged 5 to 6. The results showed that teachers at RA At-Thoharoh used various types of ice-breaking activities, such as rhythmic clapping, movements and songs, and simple games to improve the concentration of children aged 5 to 6. The implementation procedure was carried out in stages, including observing the child's condition, selecting appropriate activities, providing examples, actively involving the child, and evaluating the child's responses. Ice-breaking has been proven effective in improving focus, learning readiness, and engagement in learning. However, not all children respond optimally. Some children still require a personalized approach, especially when facing environmental distractions or having special needs. Teachers address these challenges through flexible strategies and support from the school. Abstrak. Pada usia 5 sampai 6 tahun, kemampuan konsentrasi menjadi salah satu aspek krusial yang memengaruhi keberhasilan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Kenyataannya masih banyak anak usia dini terkhususnya usia 5 sampai 6 tahun yang mengalami kesulitan mempertahankan konsentrasinya selama kegiatan belajar berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam meningkatkan konsentrasi anak usia 5 sampai 6 tahun melalui kegiatan ice breaking. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru kelas kelompok B, kepala sekolah, dan 10 orang anak didik usia 5 sampai 6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di RA At-Thoharoh menggunakan berbagai jenis ice breaking seperti tepuk ritmis, gerak dan lagu, serta permainan sederhana untuk meningkatkan konsentrasi anak usia 5 sampai 6 tahun. Prosedur pelaksanaan dilakukan secara bertahap, meliputi pengamatan kondisi anak, pemilihan kegiatan yang sesuai, pemberian contoh, pelibatan aktif anak, hingga evaluasi berdasarkan respons. Ice breaking terbukti efektif dalam meningkatkan fokus, kesiapan belajar, dan keterlibatan anak dalam pembelajaran. Namun, tidak semua anak merespons secara optimal. Beberapa anak masih membutuhkan pendekatan personal, terutama saat menghadapi gangguan lingkungan atau memiliki kebutuhan khusus. Guru mengatasi tantangan tersebut melalui strategi yang fleksibel dan dukungan dari sekolah.

Page 1 of 1 | Total Record : 3