Claim Missing Document
Check
Articles

Learning Difficulties and Students' Ability Level During Pandemic Covid-19 on the Subject of Thermochemistry Agustina, Rizza R. T.; Afadil, Afadil; Rahmawati, Sitti; Tiwow, Vanny M. A.
Jurnal Akademika Kimia Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2023.v12.i1.pp26-31

Abstract

This study aims to identify learning difficulties learning experienced by students on the subject thermochemistry in class XI IPA SMA Negeri 8 Palu during the Covid-19 pandemic for the 2021 / 2022 school year. The instruments used in this study are thermochemistry tests, questionnaires, and interviews. The result showed students’ difficulties in the subject thermochemistry in class XI IPA was 60 %, the highest difficulty of students is found in the thermochemistry test of calculating the heat of the type of compound, calculating enthalpy changes, and formulating steps and hypotheses of an experiment. The difficulty is indicated by the low level of student comprehension of 54 %, medium 43 %, and high 3 % with an average of 30%. Furthermore, the difficulty of students in participating in chemistry learning during the Covid-19 pandemic is technical difficulties with a percentage of 65.92 %, difficulties in implementing learning with a percentage 0f 65.44 %, and external difficulties (environment and parents) with a percentage of 52.92 %. based on these results, the learning difficulties experienced by students during chemistry learning thermochemistry subjects during the Covid-19 pandemic include students often being constrained by signals and quotas to access materials on the internet and do not have student handbooks to study at home, difficulty understanding chemistry concepts because teacher explanations are elusive, students are not active in participating in learning because chemistry learning during the pandemic is not interesting, can’t afford chemistry books and quotas also parents don’t provide motivation and students are often lazy to do assignments because no one helps with doing. The result of this study indicates that the level of students' difficulties learning about thermochemistry is a quite high category with a low level of student ability and students agree that it is difficult to study chemistry during the pandemic Covid-19.
Pengembangan Konsep Biologi Berbasis Realitas Virtual Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Adawiyah, Siti Rabiatul; Supriyatman, Supriyatman; Afadil, Afadil
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2025): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v14i2.3360

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran biologi, terutama dalam memahami konsep-konsep yang bersifat abstrak dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran biologi berbasis realitas virtual (VR) yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan dengan pendekatan Research and Development (R&D) yang diadaptasi dari model Borg & Gall. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Datokarama Palu, yang terbagi dalam dua kelas: kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran berbasis VR dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes berpikir kritis (pre-test dan post-test), serta survei persepsi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis VR yang dikembangkan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis secara signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan skor post-test yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol, serta respons positif mahasiswa terhadap pengalaman belajar berbasis teknologi. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis realitas virtual sebagai strategi inovatif dalam pengembangan kualitas pendidikan biologi di pendidikan tinggi.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tanah Harapan Melalui Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Arang Briket Asap Cair Rahmawati, Sitti; Ningsih, Purnama; Hamzah, Baharuddin; Afadil, Afadil; Aminah, Sitti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7509

Abstract

Desa Tanah Harapan Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi merupakan salah satu daerah yang anggota masyarakatnya umumnya adalah petani persawahan (petani padi) dan buruh tani. Luas lahan persawahan yang ada di kecamatan Palolo mencapai 2951 ha, yang tersebar pada 11 desa. Desa Tanah Harapan luas lahan persawahannya 766 ha dengan produksi gabah kering giling 1225 ton pertahun, kebun tanaman keras berupa kakao dan kelapa luasnya sekitar 1002 Ha. Padi/gabah yang masuk dalam penggilingan padi di desa Tanah Harapan dan desa sekitarnya rata-rata sebesar 12,8 ton perhari. Pada penggilingan padi akan di hasilkan sekam sekitar   20-30%   sekam   padi. Berdasarkan hal tersebut maka setiap harinya akan dihasilkan limbah sekam padi 2,6-3,8 ton. Masalah yang dihadapi masyarakat adalah belum adanya teknologi pemanfaatan limbah sekam padi tersebut ke arah yang bernilai ekonomi tinggi agar dapat memberi nilai tambah pada masyarakat sehingga dapat meningkatkan tarap hidup masyarakat di desa Tanah Harapan dan desa sekitarnya. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mendesain teknologi pembuatan arang briket dan asap cair dari sekam padi serta arang sekam padi sebagai salah satu bahan penjernih air dan teknologi asap cair sebagai salah satu bahan pengawet alami. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan dan pelatihan serta demplot aplikasi yang dilakukan dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan pelatihan dan workshop dilakukan dalam upaya meningkatkan pengetahuan sedang pelatihan dan demplot dilakukan dalam upaya mempercepat proses alih teknologi kepada masyarakat. Hasil akhir dari program ini adalah meningkatnya pengetahuan petani serta tersedianya paket teknologi pembuatan arang briket dari sekam padi dan teknologi pembuatan asap cair dari sekam padi sehingga kelompok sasaran tersebut dapat mandiri dalam menjalankan kegiatan usaha pemanfaatan limbah sekam padi menggunakan rakitan teknologi yang telah dipraktekkan tersebut secara berkelanjutan.
Development of Bulletin-Integrated Character Education (BICE) Media to Enhance and Assess Scientific Literacy Azzajjad, Muhammad Fath; Diah, Anang Wahid M.; Afadil; Rahmawati, Sitti; Astija; Ahmar, Dewi Satria
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.asci4594

Abstract

In higher education, scientific literacy is still a significant difficulty, especially when instruction focuses on procedural knowledge without including moral principles. The purpose of this study was to create and examine Bulletin-Integrated Character Education (BICE) as a teaching tool to improve and gauge students' scientific literacy. The requirement for educational materials that simultaneously promote character development and higher-order thinking makes this research urgent. In order to produce verified educational media, this study used a Research and Development (R&D) approach based on the Hannafin and Peck paradigm. According to expert validation, the BICE media was highly reliable (Cronbach's ? = 0.88–0.92) and valid (CVI = 0.92–0.95). Strong dependability was also shown by the scientific literacy test (? = 0.92). Students who were taught PBL–BICE fared better than those who were taught PBL alone, according to inferential analysis, with a significant effect size (d = 1.12). Conceptual literacy was a strong predictor of multidimensional literacy, according to correlation and regression analyses (r = 0.71; ? = 0.48). These results suggest that in order to foster advanced scientific literacy in higher education, character-based media should be incorporated into problem-based learning.
The Levels of Student Questioning and Critical Thinking Ability in Acid-Base Topics and Correlation with Learning Outcomes Magfirah Magfirah; Zulhan Zulhan; Tri Santoso; Afadil Afadil; Sri H. V. Pulukadang; Meida E. Marpaung
Jurnal Akademika Kimia Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2025.v14.i1.pp29-33

Abstract

Acid-base material is often considered difficult for students because it is abstract, leading to misconceptions and poor learning outcomes. The ability to ask questions reflects cognitive engagement and is closely related to the critical thinking required to understand abstract concepts. Therefore, it is important to examine this skill to obtain evidence of its role in improving chemistry learning outcomes and as a consideration for teachers in determining the appropriate learning process. This study aims to analyze students' questioning skills and critical thinking abilities in acid-base learning and examine the relationship between these skills and students' learning outcomes. A quantitative descriptive approach was employed and conducted at SMAN 1 Dampal Utara. The research subjects comprised 30 students, including 17 females and 13 males. Male students. The sample was selected using a purposive sampling technique. The instruments used for data collection included the questioning skills test and the critical thinking skills test. The results indicated that students’ questioning skills were categorized as moderate with a percentage of 57.5 %, similarly, their critical thinking abilities also fell into the mild category with a rate of 48.33 %. Correlation analysis revealed a significant relationship between questioning skills and learning outcomes (r= 0.386;α=0.035). Meanwhile, the relationship between critical thinking and learning outcomes was shown to be insignificant (r= 0.225;α= 0.173). These findings suggest that questioning skills can contribute to optimal learning outcomes.
The Relationship Between Interest in Learning and Critical Thinking Skills of Junior High Students in Science Learning Ersa Ramadani; Frelyana Tiro; Haeruddin Haeruddin; Mohammad Jamhari; Afadil Afadil
Jurnal Akademika Kimia Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2025.v14.i1.pp34-39

Abstract

This study aims to determine the relationship between interest (X1) and critical thinking skills of seventh-grade students in science learning at SMP Negeri 4 Tanantovea. This study is a descriptive correlational study. The research sample was selected using total sampling, comprising all seventh-grade students from two classes, totalling 36 students. The instruments used in this study were a questionnaire on students' interest in learning and a critical thinking test. The questionnaire on interest in learning and the critical thinking test were subjected to content and construct validity tests. A field trial was conducted with 36 students, comprising 19 female and 17 male students. The instruments used in this study were a critical thinking test and a questionnaire on students' learning interests. The questionnaire on learning interest consisted of 20 statements, while the critical thinking test consisted of 10 essay questions. All instruments underwent content validity testing by experts, empirical validity testing using Pearson product-moment correlation, and reliability testing using Cronbach's Alpha. Prerequisite tests were conducted using the Shapiro-Wilk normality and linearity tests with SPSS 22 software. The study results in Grade VII of junior high school concluded a relationship between interest and critical thinking ability, with a correlation value of 0.402 and a regression equation of Ŷ = Y = 57.813 + 0.165X1. Furthermore, based on the calculated r value of 0.442, the criteria for the strength of the relationship between the variables of interest and critical thinking indicate a fairly strong relationship.
The Basic Chemistry Knowledge Effect on Students’ Achievement Through the Pathways in Tadulako University Suheria Suheria; Sitti Nuryanti; Afadil Afadil
Jurnal Akademika Kimia Vol. 13 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2024.v13.i4.pp108-112

Abstract

This research aimed to analyse the influence of basic chemistry on the achievement (IP) of chemistry students (PSPK) at Tadulako University. The population of this research comprised all students of PSPK FKIP Tadulako University in the 2018/2019 academic year, totaling 464 students. The sampling technique used a stratified sample. The sample of this research was 115 students. The data for this research were obtained from the BAKP Tadulako University Archive, Tadulako University, and a questionnaire. The result of this research shows that basic chemistry has a positive influence on PSPK students’ IP through SNMPTN, with a coefficient of 0.032, a regression equation b = 3.281, t(23) = 0.067, and p < .692. through  SBMPTN by  0.877 with the equation regression b= 0.790, t(69) = 0.803, p > .000 and  SMMPTN by 0.843with the equation regression b=0.574, t(20) = 0.996, p > .000.
Implementation of Locally Oriented PBL Devices on The Other Reaction to the Students' Critical Thinking Ability Jenny I. Laroni; Afadil Afadil; Paulus H. Abram
Jurnal Akademika Kimia Vol. 13 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2024.v13.i4.pp125-132

Abstract

This study aims to determine the validity, practicality, and effectiveness of the application of problem-based learning tools with local wisdom-oriented material on the rate of reaction to the critical thinking skills of students of SMAN 1 Pamona Utara. The research design used a one-group pretest-posttest design. The population of all class XI MIPA students at SMAN 1 Pamona Utara. The research sample consisted of 54 people, comprising 27 class XI MIPA 1 students and 27 class XI MIPA 2 students, with the two classes serving as the experimental classes. Experts carried out the validation of learning tools, and the score of each validity item of the research instrument in the form of lesson plans and worksheets, calculated according to a Likert scale, was 74.10%, indicating that the lesson plans and worksheets were declared valid and fit for use based on validity by the validator. For the practicality assessment instrument, the implementation of the RPP Problem-Based Learning has been carried out well, resulting in a score of 91.3%, which falls in the very high category. In contrast, the assessment instrument for the effectiveness of critical thinking skills is very high, which is divided into Interpretation, Evaluation, and Analysis, namely, class XI MIPA 1 scored 93%, 96.25%, and 96.5%, and class XI MIPA 2 had scores of 95%, 95.50%, and 96.5%. The value of student learning outcomes is evident in the N-gain values for both classes XI MIPA 1 and 2, which are 0.76 and 0.74, respectively, placing them in the high category. In LKPD based on local cultural wisdom, students are expected to improve their conceptual understanding of the subject matter.  
Analisis Profil Minat Belajar Biologi Siswa Madrasah Aliyah Unggulan dan Relevansinya terhadap Kesiapan Pembelajaran ABAD 21 Ratna Dwi Rahayu; Afadil Afadil; Nurjannah Nurjannah
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2026): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v14i1.22790

Abstract

Proses pembelajaran di sekolah tidak dapat dipisahkan dari minat belajar siswa, karena minat belajar memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat minat belajar Biologi siswa kelas X di MAN Insan Cendekia Palu sebagai modalitas afektif dalam pembelajaran. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, karena seluruh populasi siswa kelas X yang berjumlah 38 orang dijadikan sebagai responden penelitian, di mana data diperoleh melalui angket minat belajar yang mencakup empat indikator, yaitu pengetahuan peserta didik dalam belajar, ketertarikan terhadap belajar, perhatian dalam proses pembelajaran, dan motivasi belajar. Seluruh angket yang disebarkan kembali dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini terdiri atas 38 siswa dan seluruh angket kembali untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 siswa berada pada kategori sangat tinggi dan 16 siswa berada pada kategori tinggi, serta tidak terdapat siswa pada kategori sedang, rendah, maupun sangat rendah. Seluruh indikator minat belajar juga berada pada kategori sangat tinggi, yang menggambarkan bahwa siswa merasa senang, tertarik, fokus, dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran Biologi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran Biologi pada siswa kelas X MAN Insan Cendekia Palu dapat Memberikan indikasi terhadap relevansi abad 21 karena mampu menumbuhkan minat belajar yang tinggi dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh siswa.Kata Kunci:           Biologi SMA, Kelas X, Minat belajar biologi, Pembelajaran biologi, Survei kuantitatif
Analisis Motivasi Belajar Biologi Menggunakan Model ARCS: Evaluasi Aspek Kepuasan Belajar (Satisfaction) Siswa Wilda K; Afadil Afadil; Nurjannah Nurjannah
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2026): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v14i1.22794

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran Biologi, khususnya dalam membangun keterlibatan dan keberlanjutan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar Biologi siswa menggunakan model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction) dengan fokus evaluasi pada aspek kepuasan belajar (Satisfaction). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan instrumen angket 21 item skala Likert empat pilihan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan dikonversi dalam bentuk rata-rata skor (Mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar secara umum berada pada kategori tinggi (Mean = 2,90). Indikator Attention (Mean = 3,32) dan Relevance (Mean = 3,29) berada pada kategori tinggi, Confidence berada pada kategori sedang (Mean = 2,81), sedangkan Satisfaction memperoleh skor paling rendah (Mean = 2,16). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun siswa memiliki perhatian dan persepsi relevansi yang baik terhadap pembelajaran Biologi, aspek kepuasan belajar masih perlu mendapat perhatian khusus. Oleh karena itu, guru disarankan untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar melalui pemberian umpan balik yang lebih konstruktif, refleksi pembelajaran, dan penguatan pengalaman belajar yang bermakna guna meningkatkan kepuasan belajar siswa.Kata Kunci:  Motivasi Belajar, Biologi, Model ARCS, Satisfaction
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Agustin Tiwow Agustina, Rizza R. T. Ahdiat, Mohammad Alimuddin, Chatifah Amran Rede Anang W. M. Diah Anang Wahid M.Diah Arda Ardiansyah Asmita, Asmita Astija Azzajjad, Muhammad Fath Baharuddin Hamzah Catri, Ni Made Dariati Dariati Daud Karel Walanda Detris Poba Devi, Sinta Dewi Masyitha Dewi Satria Ahmar Dewi Sri Wahyuni Dia Afrianti Sangkota, Vivi Diah, Anang WM Ersa Ramadani Ersa W. Lakukua Esterlina Marpaung, Meida Febryna V. Maddo Frelyana Tiro Frelyana Tiro H.J, Nur Rahmadana Safitri Haeruddin Haeruddin Hajerina Hajerina Halawa, Adrianus Hasmawati Hasmawati Indasari, Indasari Jamaludin M Sakung Jenny I. Laroni Kasmudin Mustapa Lilies N Tangge Linawati Linawati Magfirah Magfirah Magfirah, Magfirah Matamay, Zubair Meida E. Marpaung Mery Napitupulu Minarni Rama Jura Minarni Rama Jura Moh. Raisul Moh. Sahril Mohammad Jamhari N. Tangge, Lilies N.Tangge, Lilies Narayanti, Putu Satya Nur Qamariya Nur Rahmah Nurjannah Nurjannah Nurjannah, Ida Nurjannah, Nurjannah Nursupiamin Nursupiamin, Nursupiamin Nurwahyuni Pathuddin Paulus H. Abram Paulus Hengky Abram Permata Fonna Purnama Ningsih Rabasia Rafiq Badjeber Rahmawat, Sitti Ratman Ratman Ratman Ratna Dwi Rahayu Reny, Reny Reskywanti, Reskywanti Rina Andriana Riski, Fahrul S. Ahmar, Dewi Sangkota, Vivi Dia A. Sangkota, Vivi Diah Sarmilah Sarmilah Sely Artasasta Lawongo Siti Aminah Siti Hajar Siti Nuryanti Siti Rabiatul Adawiyah, Siti Rabiatul Sitti Aminah Sitti Nuryanti Sitti Rahmawati Sri H. V. Pulukadang Sri Hastuti Virgianti Sri Hastuti Virgianti Pulukadang Sri Mulyani Sabang Sri Poedjiastoeti Suciati, Indah Suheria Suheria Suherman Suherman Suherman Suherman, Suherman Supriyatman, Supriyatman Suyono Suyono Tahril Tri Putri Tri Santoso Tri Santoso Tri Santoso Wahda Nur Alisa Wahyuni H. Mailili Wilda K Wildana Wildana, Wildana Windia Hadi, Windia WM Diah, Anang Yuli Nurmayanti Zulhan Zulhan