Claim Missing Document
Check
Articles

PENATALAKSANAAN NUTRISI UNTUK PASIEN COVID 19 DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK II MEDAN Pasaribu, Dormaulina; Nababan, Donal; Sinaga, Janno; Ginting, Daniel; Sipayung, Rosetty; Sitorus, Mido Ester J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.12624

Abstract

Nutrition management for COVID-19 patients at the hospital. Bhayangkara TK II Medan is not happy with the nutritional management guidelines for COVID-19 patients. Bhayangkara TK II Medan. The type of Ingkang Panaliten is supported by a high level of marriage with the qualitative Kanthi Panaliten with a phenomenological approach. Informant ing panliten iki dumadi saka key informant (key informant), main informant and informant of triangulation/additional cacah 9 wong. Data collection through interviews/direct interviews with informants and the results of the Panliten Nuduhake on nutritional management of COVID-19 patients in hospitals. Bhayangkara TK II Medan adhedhasar needs energy, macronutrients, micronutrients and isotonic requirements not in accordance with the COVID 19 nutritional management guidelines, and the management of electrolyte needs increases with the COVID 19 nutrition management guidelines. go to hospital. Bhayangkara TK II Medan is trying to take care of nutritional management for Covid patients with the guidelines for nutritional management for Covid patients, preventing the immunity of Covid 19 patients from dropping and taking the healing process to the hospital for Covid 19 patients. Bhayangkara Kindergarten II Medan Kanggo adds to the nutritional needs of independent Kanthi, Saliyane Kanggo, to meet the nutritional needs of Saliyane Sing Wis, visited the hospital. Bhayangkara TK II Medan so that the immunity of COVID-19 patients is reduced and the healing process takes place.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGELOLAAN OBAT DI UPTD INSTALASI FARMASI KABUPATEN NIAS BARAT TAHUN 2023 Daeli, Indah Kasih Putri Permata Hati; Hakim, Lukman; Sitorus, Mido Ester J.; Ketaren, Otniel; Sinaga, Janno
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27697

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan fasilitas kesehatan dapat terpenuhi salah satunya dengan pengelolaan obat yang baik. Hal ini dapat menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan obat. Berbagai kendala dapat timbul dalam pengelolaan obat, sehingga menghambat mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan obat di UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten Nias Barat. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode wawancara, kuesioner, observasi, dan analisis dokumen. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan beberapa faktor yang tidak berhubungan dengan pengelolaan obat, yaitu tahap seleksi (p=0,443), tahap perencanaan (p=0,254), tahap pengadaan (p=0,565), dan tahap penyimpanan (p=0,730). Sedangkan faktor yang berhubungan dengan pengelolaan obat, yaitu tahap pendistribusian (p=0,007), penghapusan (p=0,030), dan tahap evaluasi (p=0,012). Kesimpulan dan saran: Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan obat berada di tahap pendistribusian, tahap penghapusan, dan tahap evaluasi. Faktor yang sangat dominan adalah tahap pendistibusian. UPTD Instalasi Farmasi dapat melakukan pelatihan kepada petugas kesehatan tentang prosedur pengelolaan obat yang baik dan terus melakukan pemantauan sehingga kualitas pelayanan kesehatan terus meningkat.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR MEASLES RUBELLA (MR) PADA BAYI USIA 9-12 BULAN Ningsih, Mega Sugesti; Wandra, Toni; Tarigan, Frida L; Nababan, Donal; Sitorus, Mido Ester J
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31335

Abstract

Imunisasi merupakan upaya penting untuk membangun atau meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif terhadap penyakit tertentu, sehingga individu yang terpapar penyakit tersebut tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan. Imunisasi campak-rubella (MR) khususnya bertujuan untuk memperkuat kekebalan terhadap kedua penyakit tersebut, menurunkan angka kesakitan, dan memutus rantai penularannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi ibu dalam pemberian imunisasi dasar MR kepada bayi mereka di wilayah kerja Puskesmas Sei Agul, Kota Medan, pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol analitik dengan populasi terdiri dari 623 ibu yang memiliki anak balita di wilayah tersebut. Sampel diambil sebanyak 60 orang, terbagi dalam 30 sampel kasus dan 30 sampel kontrol, dengan metode pengambilan sampel menggunakan rumus Lwanga & Lemeshow dan perangkat lunak Sample Size 2.0. Analisis data dilakukan dengan metode univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dan sumber informasi berhubungan signifikan dengan partisipasi dalam imunisasi MR (p-value < 0,05), sedangkan dukungan keluarga tidak berhubungan (p-value > 0,05). Faktor yang paling berpengaruh adalah usia ibu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dalam pemberian imunisasi MR adalah usia, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dan sumber informasi.
Hubungan Lingkungan Kerja dan Karakteristik Individual dengan Stres Kerja Pada Pegawai Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan Tahun 2023 Siagian, Pebriyanti; Nababan, Donal; Silitonga, Evawani; Sitorus, Mido Ester; Sialigan, Mindo Tua
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.27703

Abstract

Stres kerja yang berlebihan dapat berpengaruh negatif pada kinerja karyawan, sebab itu diperlukan upaya untuk mencegah dan mengatasi hal ini, termasuk dengan menggunakan sumber daya positif di sekitar pekerja, yaitu dengan dukungan sosial. Lingkungan kerja merupakan sebagian dari komponen yang sangat penting ketika karyawan melakukan aktivitas bekerja. Dengan memperhatikan lingkungan kerja yang baik akan menciptakan kondisi kerja yang mampu memberikan motivasi untuk bekerja, maka akan membawa pengaruh terhadap semangat karyawan dalam bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap stres kerja pegawai Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2023 sampai dengan Desember 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah Dosen dan Pegawai Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan yaitu sebanyak 57 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pencahaayan (0,050), kebisingan (0,022), suhu (0,006) dan lama kerja (0,003) dengan stress kerja pegawai, tidak ada hubungan umur (0,160) dan pendidikan (0,160) dengan stres kerja pegawai Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Tahun 2023.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Keaktifan Kunjungan Ibu Yang Mempunyai Balita Ke Posyandu Di Puskesmas Lumban Sinaga Kab. Tapanuli Utara. Simanjuntak, Artika; Sitorus, Mido Ester J; Hakim, Lukman
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7685

Abstract

Posyandu merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat Indonesia memperoleh pelayanan kesehatan ibu dan anak. Tujuan utama posyandu adalah mencegah peningkatan kematian ibu dan bayi selama kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satu indikator partisipasi masyarakat di bidang kesehatan adalah cakupan yang datang dan ditimbang di posyandu. Salah satu tujuan Posyandu adalah memantau pertumbuhan dan perbaikan status gizi balita karena Posyandu memiliki 5 program utama. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan ibu yang memiliki balita berkunjung ke posyandu. Jenis penelitian ini adalah jenis survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang berkunjung ke Posyandu. Besar sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan rumus sampel minimal 96 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan, jarak ke tempat pelayanan kesehatan, fasilitas posyandu, peran kader, peran petugas kesehatan, dan dukungan keluarga dengan keaktifan ibu berkunjung ke posyandu. dengan nilai p 0,05. Berdasarkan analisis multivariat variabel yang paling dominan berhubungan dengan keaktifan ibu di posyandu adalah dukungan tenaga kesehatan dengan p-value 0,002 dengan Rxp(B) sebesar 15,5 dimana ibu yang dibantu oleh tenaga kesehatan adalah terguncang 15 kali untuk memanfaatkan posyandu dibandingkan dengan tidak adanya dukungan dari petugas kesehatan. kesehatan. Diharapkan petugas kesehatan menjelaskan hasil pemeriksaan balita serta informasi gizi balita.
UPAYA PEMBERDAYAAN SISWA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI MTs KHOIROTUL ISLAMIAH PEMATANG SIANTAR Purba, Ivan Elisabeth; Sitorus, Mido Ester J; Pane, Masdalina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu masa yang sangat penting dalam siklus hidup manusia dimana terjadi perubahan yang sangat dramatis baik perubahan fisik, seksual, psikologis, maupun mental. Remaja merupakan kelompok populasi yang besar, yaitu sekitar 20% dari polulasi dunia dan 85% di antaranya tinggal di negara sedang berkembang. Secara fisik remaja relatif sehat karena sudah tidak mudah menderita penyakit infeksi seperti masa anak dan belum terlalu berisiko mengalami penyakit degeneratif seperti orang tua.Meskipun demikian, kelompok remaja sangat berisiko mengalami masalah kesehatan yang berhubungan dengan perilaku, terutama yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Menjaga kebersihan adalah masalah yang tidak rumit, gampang dan bisa dilakukan oleh setiap orang, bahkan remaja.Namun seringkali seringkali akar permasalahannya adalah kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk menjaga kebersihan dan mencapai sehat secara reproduksi. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan,terbentuk tim KKR CERIA dimana anggota dalam tim tersebut adalah siswa kelas 7 yaitu 10 orang siswa perempuan yang akan menjadi Kader Kesehatan Reproduksi disekolah tersebut. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Upaya Pemberdayaan Siswa Untuk Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Di Mts Khoirotul Islamiah Pematang Siantar” telah dilaksanakan pada hari Jum’at, 7 Desember 2019 pada pukul 08.00 WIB sampai selesai di ruang kelas Mts Khoirotul Islamiah Pematang. Kegiatan pelatihan kesehatan kali ini dihadiri oleh siswi MTs Khoirotul Islamiah Pematang. Proses kegiatan dimulai dengan pemaparan kegiatan yang akan dilakukan, dilanjutkan dengan pembentukan tim KKR serta penyampaian materi pelatihan tentang kesehatan reproduksi remaja serta pemutaran video promosi kesehatan. Dilanjuti dengan diskusi tanya-jawab interaktif untuk mendiskusikan terkait materi yang disampaikan.Untuk menilai keberhasilan pelatihan, diakhir sesi, peserta dievaluasi dengan menilai praktek langsung hasil pelatihan yang diberikan. Tingkat pengetahuan siswa setelah dilakukan pelatihan kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja menjadi lebih baik, Terbentuknya tim Kader Kesehatan Reproduksi (KKR) CERIA.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) DI UPTD PUSKESMAS KARO KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2021 Sianturi, Theodora R.; Dachi, Rahmat A.; Sitorus, Mido Ester J.; Nababan, Donal; Harefa, Karnirius
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1592

Abstract

ABSTRAKAnalasis Impelementasi Program Jaminan Persalinan (Jampersal) di UPTD Puskesmas Karo Kota Pematangsiantar tahun 2021. Yang menjadi rumusan masalah penelitian ini adalah “bagaimana Implementasi Program Jaminan Persalinan (Jampersal) Puskesmas Karo Kota Pematangsiantar”. Berdasarkan survei pendahuluan yang telah dilakukan di kantor Dinas Kota Pematangsiantar dan Puskesmas Karo diperoleh data 4.111 angka kelahiran bayi, dan 28 bayi berat badan rendah (BBLR), dan bayi dengan gizi buruk 7 bayi, Angka kematian Neonatal (AKN ) adalah 7 yang disebabkan oleh kelainan bawaan, disusul oleh penyebab lain-lain. Keadaan ini menunjukkan bahwa masih di atas tingginya angka kematian Ibu dan Angka kematian Bayi di Dinas Kesehatan kota Pematangsiantar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan melakukan analisis terhadap implementasi Program Jaminan Persalinan (Jampersal) di Puskesmas Karo Kota Pematangsiantar. Secara khusus untuk mengetahui dan menganalisis faktor Sumber Daya, Komunikasi, Disposisi dan Struktur Birokrasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : Metode Wawancara, Metode Observasi, Metode Dokumentasi. Hasil penelitian Sumber Daya dalam pelaksanaan program jampersal 2 orang, 1 di puskesmas induk, 1 orang di pustu. Dalam pelaksanaan program ini belum ada SK dari Dinas Kesehatan, Alokasi dana dapat diusulkan 10%-20% dari APBD tahun berikutnya, sedangkan fasilitas sarana dan prasarana masih kurang memadai. Disposisi atau sikap para tenaga medis yang menjalankan program jampersal ini memiliki konsistensi dan tanggungjawab tinggi. Struktur Birokrasi atau SOP (standard operasional) dan alur belum ada. Kesimpulan , Komunikasi dalam Implementasi program jampersal sudah baik, Sumber Daya sudah berjalan dengan baik, Disposisi pada umumnya sudah baik dari segi komitmen dan SOP belum ada. Kata Kunci    : Jampersal, Kematian, Persalinan.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS ( PROLANIS ) DI PUSKESMAS PARSOBURAN KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2021 Manullang, Hanna Junima; Dachi, Rahmat A.; Sitorus, Mido Ester J.; Priajaya, Sonny; Sirait, Asima
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1663

Abstract

ABSTRAK Program Pengelolaan  Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengelola penyakit kronis yaitu diabetes mellitus dan hipertensi, yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan. Puskesmas Parsoburan sudah melaksanakan prolanis sejak Tahun 2013 dan memiliki jumlah peserta prolanis terbanyak di Kota Pematangsiantar  pada Tahun 2021, yaitu sebanyak  480 orang. Persentase  rata-rata kunjungan  ke puskesmas 49%.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Parsoburan Kota Pematangsiantar.  Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriftif. Data diperoleh dari  wawancara mendalam kepada 3 narasumber utama dan 4 narasumber triagulasi untuk keabsahan data, serta data juga diperoleh dari  hasil observasi dan  dokumentasi.  Analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa implementasi prolanis di Puskesmas Parsoburan belum mencapai indikator 75%, komunikasi belum berjalan dengan optimal, walaupun  dimensi transformasi dan konsisitensi informasi sudah berjalan dengan baik, namun dimensi kejelasan informasi masih kurang ; sumber daya sudah  tersedia  dengan baik mencakup sumber daya anggaran, sumber daya manusia dan fasilitas; disposisi atau sikap pelaksana  dalam implementasi Prolanis pada umumnya sudah  baik;  dan  struktur birokrasi belum berjalan dengan maksimal  dimana  fragmentasi sudah berjalan dengan baik melalui koordinasi dengan BPJS  dan koordinasi internal di puskesmas  tapi  SOP dalam dalam pelaksanaan prolanis belum tersedia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Parsoburan belum berjalan dengan optimal.Kata Kunci :    Prolanis,  Implementasi
ANALISIS PELAKSANAAN RUJUKAN RAWAT JALAN TINGKAT PERTAMA PESERTA BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS KARTINI KOTA PEMATANG SIANTAR TAHUN 2021 Togatorop, Lamtiar Betty; ginting, Daniel; Sitorus, Mido Ester J.; Dachi, Rahmat Alyakin; Harefa, Karnirius
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1600

Abstract

ABSTRAK Pelayanan kesehatan di Indonesia dilaksanakan secara berjenjang. Kasus rujukan ke layanan sekunder untuk kasus yang seharusnya dapat dituntaskan di layanan primer masih cukup tinggi. Jika sistem rujukan di Indonesia tidak berjalan sesuai dengan peraturan yang ada akan memberikan dampak negatif bagi pemerintah, masyarakat dan penyelenggara pelayanan kesehatan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pelaksanaan sistem rujukan rawat jalan tingkat pertama peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Kartini Kota Pematangsiantar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jumlah informan 6 orang, pengumpulan data dilakukan dengan indepth interview dan studi dokumentasi.           Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk jumlah tenaga kesehatan dan non kesehatan masih kurang, ketersediaan jenis obat di puskesmas kartini sebagai fasilitas kesehatan tingkat I masih kurang, dartin segi fasilitas sudah memenuhi standar puskesmas non rawat inap, namun dari segi kelengkapan alat puskesmas kartini masih kurang memenuhi menurut standar kelengkapan peralatan, SDM di Puskesmas Kartini sudah memahami pelaksanaan rujukan rawat jalan tingkat pertama program BPJS sesuai dengan Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan untuk BPJS dan mengetahui 144 diagnosa dan tingginya kasus rujukan dikarenakan peralatan atau sarana prasarana yang kurang memadai.Disarankan puskesmas memenuhi jumlah tenaga kesehatan dan non kesehatan, obat-obatan dan alat kesehatan sesuai dengan standar agar pelayanan kesehatan terselenggara dengan baik. Kata Kunci :  Pelaksanaan Rujukan Pasien BPJS Di Puskesmas
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INTENSI BERHENTI MEROKOK PADA TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS DALAM LINGKUP DINAS KESEHATAN KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN 2021 Arifin, Zainul; Hakim, Dr Lukman; Sitorus, Mido Ester J.
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1731

Abstract

Abstrak Merokok merupakan kebiasaan dari masyarakat indonesia yang sudah sangat sulit dihilangkan. Perilaku merokok merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke. Di Indonesia, kedua penyakit tersebut menjadi pembunuh nomor satu terbesar dari seluruh kematian di Indonesia, dimana stroke mencapai 21,1% dan penyakit jantung 12,9% kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang berhubungan dengan intensi berhenti merokok pada tenaga kesehatan Puskesmas dalam lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah desain crossectional study, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 88 orang. Teknik analisa data yang digunakan adalah chi square test menggunakan program aplikasi SPSS. Hasil penelitian diperoleh variabel yang paling dominan berhubungan dengan intensi merokok pada responden adalah motivasi (p=0,006, OR = 4,5510, variabel umur (p=0,018, OR = 0,234) dan variabel norma subjektif (p=0,008, OR = 3,848). Kesimpulan variabel yang paling dominan berhubungan dengan intensi berhenti merokok adalah motivasi yang memiliki resiko 4,551 kali mempengaruhi intensi merokok pada responden. Disarankan kepada responden agar dapat meingkatkan intensi berhenti merokok dengan cara bergaul dengan teman yang tidak merokok dan menumbuhkan niat yang tinggi di dalam hati. Kata Kunci : Intensi Berhenti Merokok, Faktor Yang Berhubunga
Co-Authors Adiansyah Adiansyah, Adiansyah Ahda, Rita Aini, Syafrida Bevy Gulo, Adventy Riang Br. Bangun, Henny Arwina Br. Brahmana, Nettietalia Brahman, Netti Netalia Brahmana, Netti Etalia Br. Brahmana, Nettietalia Br Cristiana, Eva Dachi, Rahmad Alyakin Dachi, Rahmat Dachi, Rahmat A. Daeli, Indah Kasih Putri Permata Hati Dalsabilah, Sobrina Daniel Ginting Elisabeth Purba, Ivan Faralico, Hervina Farida Umamy Fikarwin Zuska Fransisca Fransisca Frida Lina Tarigan, Frida Lina Hakim, Dr Lukman Hamonangan, Jan Effendi Harefa, Kurniaman Harefa, Liberti Debora Hasugian, Debora Katarina Hasugian, Lilis Enjelina Heru Santoso Hesarika, Ayudia Hidayat, Wisnu Hutajulu, Johansen JOICE SONYA GANI PANJAITAN Karnirius Harefa Kataren, Otniel Ketaren, Otniel Ketaren, S. Otniel Ketaren, Sinar Otniel Laura Mariati Siregar Lubis, Aulia Fadhli Sani Lukman Hakim Manullang, Hanna Junima Manurung, Jasmen Manurung, Kesaktian Masdalina Pane Maysyarah, Maysyarah Modesta, Intan Muria Ningsih, Sri MYRNAWATI CRIE HANDINI Nababan, Donal Ningsih, Mega Sugesti Pardede, Jek Amidos Pardosi, Magdalena Parulian, Alfred Padumpang Pasaribu, Dormaulina PRIAJAYA, SONNY Pulungan, Na'imah Purwana, Purwana R.Kintoko Rochadi Rahmat Alyakin Dakhi Rajaguguk, Tiara Rana, Revaranda Genta Rhoma, Tien Nelly Richadi, R. Kintoko Rizkia, Isna Sembiring, Rinawati Sembiring, Rinawati Siagian, Mido Tua Siagian, Mindo Siagian, Mindo Tua Siagian, Pebriyanti Sialigan, Mindo Tua Sianturi, Theodora R. Siboro, Kino Sibuea, Murni SILITONGA, EVAWANI Silitonga, Evawani Martalena Simanjuntak, Artika Simanjuntak, Netty Iriani Simatupang, Devina Oktora Sinaga, Janno Sinaga, Lia Rosa Veronika Sinaga, Taruli Sinaga, Taruli Rohana Sipayung, Rosetty Sirait, Asima Siregar, Kevin Humala Siregar, Laura Siregar, Siti Arafah Sitanggang, Rohma Sitorus, Friska Sitorus, Gokma Elviyanti Sonia, Inka Sopiyan, Muhammad Yogie Pratama SRI RAHAYU Tarigan, Frida L Tarigan, Frida Lina Br Tarigan, Juni Asnita Tarigan, Yenni Gustiani Telaumbanua, Hendrikus Telaumbanua, Rina Lis Diana Telaumbanua, Ya'adil Tiara Rajagukguk Togatorop, Lamtiar Betty Toni Wandra Utama, Indra Wandra, Tony Warouw, Sonny P. Warouw, Sonny Priajaya Warouw, Sonny Wijaya Warouw, Sony Priajaya Zainul Arifin Zega, Hesti Nurani Zega, Pinta Zendrato, Nonitehe Zuka, Fikarwin