Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Sopan Santun Mahasiswa Baru Prodi Kebidanan Program Sarjana, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo Tahun 2022 Wahyu Kristiningrum; Moneca Diah Listiyaningsih; Risma Aliviani Putri
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.07 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1954

Abstract

Introduction: Polite. Courtesy is a desirable trait and a fair value. The term "politeness" refers to the attitude or behavior of individuals who respect other people and are friendly in communicating with people who are interacting with them. (Djuwita, 2017). Respect for others can be shown through one's words, deeds, or actions. Lately, many teenagers who behave politely at school have started to disappear. Like when a teenager talks to a teacher, he doesn't use polite language and treats the teacher like a friend. Often we hear someone swearing and saying dirty words in the family, neighborhood, and local area, and sometimes even in the educational environment. This impolite attitude and behavior are usually in uenced by friends, neighbors, and people who are older than students, as well as by families or environments that are used to using foul language. It is even in uenced by unscrupulous persons who can be provoked through social media, such as television dramas or serial lms on YouTube, Facebook, Instagram, and other platforms. Politeness is an attitude or behavior that is orderly and follows customs or norms. It is a daily gesture of mutual respect, kindness, humility, and a willingness to help others. Manners are part of ethical terminology, which is always associated with moral terminology or moral philosophy. From two Greek words, the word ethics comes from its etymology: ethos as well as ethos The term "ethos" refers to nature, "customs". character," and "ordinary location." Etichos refers to conduct, good deeds, decency, and morality. Mores, meaning "is," is the Latin word for morals. Lately, many teenagers have lost manners in the school environment. For example, a teenager speaks the polite language to a teacher and considers a teacher like a friend so that he is free to speak without using polite language. (Kompasiana.com, 2022). This impolite attitude and behavior are usually in uenced by the family or environment that used to say dirty or obscene words, the in uence of friends, neighbors, and people who are older than students. Even the in uence of immoral people who provoke them through social media such as drama/ lm series on television, youtube, Facebook, Instagram, WhatsApp, and so on. This research uses a quantitative descriptive research design, namely to describe the characteristics of the population or phenomenon being studied. The population in this study were all new students of the undergraduate midwifery study program with a total of 29 respondents. Research Sample: Sampling using total sampling with a total sample of 29 respondents. The method of collecting data is using a questionnaire that has been adopted in the form of a statement. Time to ll out the questionnaire on August 26, 2022. The data analysis used in this study was univariate analysis which aimed to nd out the description, knowledge, attitudes, and polite behavior of new students of the midwifery study program, Faculty of Health, Ngudi Waluyo University. The results of the courtesy study for new students of the Midwifery Study Program Undergraduate Program, Faculty of Health, Ngudi Waluyo University, namely good knowledge with a positive attitude of 93.3%, good knowledge with a negative attitude of 6.7%. Good knowledge with positive behavior of 86.67%, good knowledge with negative behavior of 13.33%. The study obtained an overview of the conclusion that the manners of new students are mostly in the category of good knowledge and have positive attitudes and behavior. although there is still a lack of knowledge and negative attitudes and behaviors, this is a joint effort to build each other up so that when you become a midwife, good attitudes and behaviors are formed for all students. The development of the times and technology, especially digital can affect students' polite behavior. For this reason, research still needs to be carried out on the in uence of the times and digital technology on student politeness.Abstrak Sopan santun adalah sifat yang disukai dan nilai yang wajar. Istilah “kesopanan” mengacu pada sikap atau perilaku individu yang menghormati orang lain dan ramah dalam berkomunikasi kepada orang yang sedang berinteraksi dengannya. (Djuwita, 2017). Menghargai dan memahami orang lain dapat ditunjukkan melalui ucapan, perbuatan, atau tindakan seseorang. Belakangan ini banyak remaja yang berperilaku sopan santun di kampus sudah mulai menghilang. Seperti ketika seseorang mahasiswa berbicara dengan seorang dosen, dia tidak menggunakan bahasa yang sopan dan memperlakukan dosen seperti seorang temannya. Sering kita mendengar seseorang mengumpat dan mengatakan perkataan kotor di lingkungan keluarga, tetangga dan daerah setempat, dan kadang-kadang bahkan dalam lingkungan pendidikan. Sikap dan perilaku tidak sopan ini biasanya dipengaruhi oleh teman, tetangga, dan orang yang lebih dewasa dari mahasiswa, juga seperti oleh keluarga atau lingkungan yang terbiasa menggunakan bahasa kotor. Bahkan dipengaruhi oleh oknum yang tidak bermoral yang dapat memprovokasi melalui media sosial, seperti drama televisi atau film serial di YouTube, Facebook, Instagram, dan platform lainnya. Kesopanan adalah sikap atau perilaku yang tertib dan sesuai dengan adat atau norma. Itu adalah sikap sehari-hari untuk saling menghormati, kebaikan, kerendahan hati, dan kesediaan untuk membantu orang lain. Sopan santun ialah istilah bagian dari terminologi etika, yang selalu dapat dikaitkan dengan istilah terminologi moral atau filsafat moral. Dari dua kata Yunani, kata etika berasal dari etimologinya: etos dan juga ethikos Istilah "ethos" mengacu pada alam, "kebiasaan". karakter," dan "lokasi biasa." Etikhos mengacu pada perilaku, perbuatan baik, kesopanan, dan moralitas. Mores, yang berarti "adalah," adalah kata Latin untuk moral. Akhir-akhir ini banyak seorang remaja yang sikap sopan santun dilingkungan kampus hilang. Contoh seorang remaja. berbicara dengan seorang dosen. tidak menggunakan bahasa yang sopan dan menganggap seorang dosen tersebut seperti temannya sendiri sehingga mereka beba berbicara tanpa menggunakan bahasa yang sopan.(Kompasiana.com, 2022). Perbuatan sikap dan perilaku yang tidak sopan ini, seringnya dipengaruhi oleh keluarga atau lingkungan yang terbiasa berkata kotor atau jelek, pengaruh teman, tetangga, orang-orang yang lebih tua dari mahasiswa. Bahkan pengaruh dari orang-orang tidak berakhlak yang memprovokasi. Lewat media sosial seperti drama/ film cerita bersambung di televisi, youtube, facebook, instagram, whats'up dan lain sebagainya. dalam pelaksanaan penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif yaitu untuk menggambarkan karakteristik populasi atau fenomena yang sedang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa baru prodi kebidanan program sarjana sejumlah 29 responden. Sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 29 responden. Metode pengumpulan data adalah menggunakan kuesioner yang telah diadopsi berupa pernyataan. Waktu pengisian kuesioner pada tanggal 26 Agustus 2022. Analisis data yang digunakan dalam.penelitian ini adalah analisis univariat yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku sopan santun mahasiswa baru Prodi Kebidanan Program Sarjana, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo.
SUKSES PERSIAPAN UJIAN DENGAN THE HEART TECHNIQUE PADA KELAS X DI SMK PERINTIS 29 UNGARAN JAWA TENGAH Widayati Widayati; Wahyu Kristiningrum; Lila Kusuma Rahayu
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.2 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.125 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i1.518

Abstract

SMK Perintis 29 Ungaran yang setiap tahunnya menerima peserta didik, pada jurusan tata busana, kecantikan dan akuntansi. Secara psikologis siswa/siswi yang akan menjalani ujian nasional di SMK Perintis 29 Ungaran ini akan ada yang mengalami kecemasan/kegelisahan. Siswa/siswi yang tenang dalam mengerjakan soal akan mampu mengerjakan soal ujian dengan baik, sehingga nilainya akan maksimal. Siswa yang nilainya baik, akan membantu lulusan dalam mencari perguruan tinggi. Pemberian pengetahuan dan latihan The Heart Tecnique merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan siswa/siwi dalam menghadapi ujian nasional yang nantinya siswa/siswi akan mendapatkan nilai yang lebih baik. Tujuan dilakukannya pengabdian ini yaitu untuk memberikan pelatihan The Heart Technique terhadap siswa/siswi kelas X SMK Perintis 29 Ungaran Kabupaten Semarang, sehingga siswa/siswi kelas X SMK Perintis 29 Ungaran Kabupaten Semarang dapat menurunkan bahkan menghilangkan kecemasan ketika menghadapi  ujian.  Metode dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu tim mengadakan pelatihan terhadap siswa/siswi kelas X SMK Perintis 29 Ungaran Kabupaten Semarang. Setelah tim memberikan pelatihan, maka tim melakukan monitoring terhadap siswa/siswi kelas X SMK Perintis 29 Ungaran Kabupaten Semarang. Kata kunci : The Heart Tecnique, siswa/siswi, kecemasan 
Pendampingan Perlindungan Hukum Pelayanan Kesehatan Melalui Informed Consent Arista Candra Irawati; Wahyu Kristiningrum; Ari Andayani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.487 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.752

Abstract

The community considers health services in particular medicine to be a " therapeutic miracle" (miracle), but it must be remembered that medical treatment contains a "therapeutic risk" , which may be the risk of the patient, or the risk of the doctor / midwife or both parties bear the risk, tends rated malpractice. Through informed consent as a communication process followed by a statement of agreement from the patient that is given freely and rationally, the community considers that the assessment of health services is not optimal, the lack of understanding / communication between doctors / midwives and patients in carrying out their duties in efforts to restore health can be avoided. Through i Hopefully this partnership activity, PKK mothers who take part in this Assistance activity will know more, understand and are motivated to get professional health services , avoid legal problems / malpractice. In the implementation of community service activities, this is carried out using a participatory approach method, meaning that the participants are required to be active in participating during the activity. The competencies that will be formed are marked by indicators of increasing participants' knowledge about legal understanding of the importance as a form of the right to health services, as a protected human right, in the law . Results Assessment of q uisinoner pre-test and post-test, the answers p ara cadres has increased significantly , in which all participants were able to answer all questions q uisinoner post test really all it means that the entire cadre of very enthusiastic and barsungguh serious in following the process of the activities of community service this . Through this partnership activity, it is hoped that the PKK (Health / Pokja) cadres in Langensari Village who participate in this assistance will know more, understand and are motivated to be able to implement and receive maximum health services in order to avoid losses leading to legal issues that lead to the court process level. and able to provide counseling to community members in Langensari Village, West Ungaran District, Semarang RegencyAbstrakMasyarakat menganggap pelayanan kesehatan pada khususnya pengobatan merupakan suatu ”therapeutic miracle” (mujijat), namun harus diingat bahwa tindakan medis itu mengandung suatu ”therapeutic risk”, yang dimungkinkan menjadi resiko pasien, atau resiko Dokter/Bidan ataukah kedua belah pihak menanggung resiko,cenderung dinilai malpraktek. Melalui Informed consentsebagai proses komunikasi yang diikuti pernyataan setuju dari pasien diberikan dengan bebas dan rasional, maka penilaian pelayanan kesehatan dinilai belum maksimal oleh masyarakat, kurangnya pemahaman/komunikasi antara Dokter/Bidan dengan pasien dalam menjalankan tugasnya dalam upaya pemulihan kesehatan dapat terhindarkan. Melalui kegiatan kemitraan ini diharapkan, para ibu-ibu PKK yang mengikuti kegiatan Pendampingan ini akan lebih mengetahui, memahami dan terdorong untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang professional,terhindar dari persoalan hukum/malpraktek. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarkat ini dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif artinya para peserta dituntut aktif dalam mengikuti selama kegiatan berlangsung. Kompetensi yang akan dibentuk ditandai dengan indikator peningkatan pengetahuan peserta tentang Pemahaman hukum tentang pentingnya sebagai wujud hak memperoleh pelayanan kesehatan, sebagai hak asasi yang dilindungi, di dalam Undang-Undang. Hasil Penilaian dari quisinoner pre test dan post test, jawaban para kader mengalami peningkatan yang signifikan, dimana seluruh peserta dapat menjawab seluruh pertanyaan quisinoner post test betul semua artinya bahwa seluruh kader sangat antusias dan barsungguh-sungguh dalam mengikuti proses kegiatan pengabdian masyarakat ini. Melalui kegiatan kemitraan ini diharapkan, Kader PKK (Kesehatan/Pokja) di Kelurahan Langensari yang mengikuti pendampingan ini akan lebih mengetahui, memahami dan terdorong untuk dapat menerapkan, menerima pelayanan kesehatan secara maksimal agar terhindar dari kerugian mengarah kepada persoalan hukum yang membawa ke tingkat proses Pengadilan serta mampu memberikan penyuluhan ke warga masyarakat di Kelurahan Langensari Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang
IbM Pengkaderan Pendidikan Remaja Sebaya Menggunakan Media Informasi berbasis IT di SMK Swadaya Temanggung Jawa Tengah Wahyu Kristiningrum; Widayati Widayati; Sri Mujiyono
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.871 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.757

Abstract

Adolescence is a transitional period between childhood and adulthood. During this period the child experiences a period of growth and a period of physical development as well as psychological development. They are not children in either body shape or way of thinking or acting, but also mature adults. At this age, adolescents often feel more comfortable asking questions about sensitive things such as sexuality, HIV and AIDS and drugs to their peers. Seeing the above phenomenon, it is hoped that Peer Educators will be able to spread information creatively using IT-based information media so that it can attract the attention and interest of their peers. In order to optimize peer educator skills, the team will conduct cadre training for adolescents which aims to train them selvesby disseminating positive information in individual and group counseling for lecture activities. The output of service that the team targeted was information media about peer education.AbstrakRemaja merupakan masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anakanak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Di usia ini sering kali remaja remaja merasa lebih nyaman untuk bertanya tentang hal-hal yang sensitif seperti seksualitas, HIV dan AIDS serta napzapada teman sebayanya. Melihat fenomena diatas diharapkan Pendidik Sebaya mampu menyebarkan informasi secara kreatif menggunakan media informasi berbasis IT sehingga dapat lebih menarik perhatian dan minat teman-teman sebayanya. Untuk mengoptimalkan keterampilan Pendidik Sebaya, Tim akan melakukan pengkaderan terhadap remaja yang bertujuan untuk melatih diri dengan menyebarkan informasi positif dalam konseling individu maupun pada kelompok untuk kegiatan ceramah. Luaran pengabdian yang tim targetkan yaitu media informasi tentang pendidikan remaja sebaya
Kesehatan Reproduksi Remaja di Langensari Kecamatan Ungaran Barat Widayati Widayati; Masruroh Masruroh; Wahyu Kristiningrum; Atika Purnama Sari; Palagia Theysa Susi; Cahyaningrum Cahyaningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.126 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1916

Abstract

On average, more than 50% of women experience dysmenorrhea, in Indonesia it is 72.89%. According to the WHO in 2013 the incidence of dysmenorrhea was 1,769,425 people (90%) women who experienced dysmenorrhea, 10-15% experienced severe dysmenorrhea, on average almost 50% of women experienced it. The highest prevalence of dysmenorrhea is often found in adolescent girls, which is estimated to be: 20-90%. About 15% of adolescents experience severe dysmenorrhea (Sulistyorinin, 2017). The goal is to find out the knowledge of teenagers on Jl. Jayanegara RT 11 RW 05 Langensari Village, Ungaran Barat District, Semarang Regency, Central Java Province. Counseling, demonstration and question and answer. The sample in this study were teenagers in jl.jayanegara rt 11 rw 05 Langensari village, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Central Java province, a total of 29 teenagers. Sampling technique with Total Sampling. Data analysis using frequency distribution. The results show that adolescents in jl.jayanegara rt 11 rw 05 Langensari village, have knowledge about reproductive health with good average knowledge of 21 people (72.5%). Suggestions are that teenagers are expected to increase their knowledge about health, especially about reproductive healthABSTRAKRata-rata lebih dari 50% perempuan mengalami kejadian dismenore, di Indonesia ada sebesar 72,89%. Menurut WHO tahun 2013 angka kejadian dismenore 1. 769. 425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore, terdapat 10-15% mengalami dismenore berat, rata-rata hampir dari 50% wanita mengalaminya. Prevelensi dismenorea tertinggi sering ditemui pada remaja perempuan, yang diperkirakan: 20-90%. Sekitar 15% remaja mengalami dismenorea berat (Sulistyorinin, 2017). Tujuannya mengetahui pengetahuan remaja di jl.jayanegara rt 11 rw 05 Desa Langensari Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Penyuluhan, demonstrasi dan tanya jawab. Sampel pada penelitian ini adalah remaja di jl. Jayanegara RT 11 RW 05 Langensari Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah sejumlah 29 Remaja. Teknik pengambilan sampel dengan Sampling Total. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan remaja di Jl. Jayanegara RT 11 RW 05 Langensari meningkat, yang semula pengetahuan baiknya sebesar 17,3 % menjadi 72,5 % (21 remaja). Saran diharapkan remaja meningkatkan pengetahuannya tentang kesehatan khususnya tentang kesehatan reproduksi
Penanaman Nilai – Nilai Anti Korupsi Melalui Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi di Lingkungan SMK Wahyu Kristiningrum; Moneca Diah Listiyaningsih; Ika Niilawati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2333

Abstract

UU No. 30 of 2002, Article 13, states that the KPK has the authority to organize anti-corruption education programs at every level of education. Efforts to implement an anti-corruption education program were followed up by establishing cooperation between the Ministry of National Education and several educational institutions (elementary, junior high, and high school) and universities. Students will be the next generation of the nation, so they must be introduced to the application of anti-corruption educational values starting from small things: examples of daily habits that turn out to be seeds of committing acts that lead to acts of corruption without them knowing it, for example, cheating during exams, skipping classes, collecting assignments not on time, arriving late to school, and others. To cultivate anti-corruption education among students, good cooperation is needed from all parties, including educators, who must become role models for their students by being anti-corruption. The implementation of the activity was carried out at SMK Perintis 29 Ungaran using the method of implementing socialization about instilling anti-corruption values. The data collection instrument is a questionnaire. Characteristics of adolescents based on gender, mostly women (77.3%) and men (22.7%) Knowledge about instilling anti-corruption values before being given health promotion, namely that most of them are knowledgeable enough (59.09%), and after being given health promotion, most of them experienced an increase in becoming well-informed (65.91%). Instilling anti-corruption values among students is an important thing to do so that they get used to doing the right things, not against anti-corruption values.   ABSTRAK UU No. 30 tahun 2002 pasal 13 menyatakan bahwa KPK memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan program pendidikan anti korupsi pada setiap jenjang pendidikan. Upaya penyelenggaraan program pendidikan anti korupsi ditindaklanjuti dengan dilakukannya kerjasama antara Depdiknas dengan beberapa lembaga pendidikan  (SD, SMP, SMA) maupun perguruan tinggi. Pelajar akan menjadi generasi penerus bangsa sehingga harus dikenalkan penerapan nilai-nilai pendidikan anti korupsi mulai dari hal-hal kecil dari contoh kebiasaan sehari-hari yang ternyata bisa menjadi bibit melakukan perbuatan yang mengarah pada perbuatan korupsi tanpa mereka menyadarinya, misalnya mencontek ketika ujian, membolos, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, datang terlambat ke sekolah dan lain lainnya. Untuk membudayakan pendidikan antikorupsi di kalangan pelajar, maka diperlukan kerjasama yang baik dari semua pihak termasuk pendidik untuk menjadi role model bagi siswanya dengan berprilaku antikorupsi.Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SMK Perintis 29 Ungaran dengan metode pelaksanaan sosialisasi tentang penanaman nilai-nilai antikorupsi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Karakteristik remaja berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan (77,3%) dan laki-laki (22,7 %.) Pengetahuan tentang penanaman nilai-nilai anti korupsi sebelum diberi promosi kesehatan yaitu sebagian besar berpengetahuan cukup (59,09%) dan setelah diberikan promosi kesehatan sebagian besar menagalami peningkatan menjadi berpengetahuan baik (65,91%). Penanaman nilai-nilai anti korupsi dikalangan pelajar merupakan hal yang penting untuk dilakukan supaya membiasakan diri agar pelajar melakukan hal-hal benar tidak bertentangan dengan nilai-nilai anti korupsi.
Pengetahuan WUS tentang Akupresure Mengatasi Mual Muntah pada Ibu Hamil di RT 09 RW 05 Kelurahan Langensari Rully Atia Wijaya; Wahyu Kristiningrum; Maria Emensia Ero Ruing; Ria Ma’rifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting is a symptom that often occurs in the first trimester of pregnancy. Nausea occurs in the morning, but can occur at any time and at night. These symptoms occur approximately 6 weeks after the first day of the last menstrual period and last for approximately 10 weeks.This condition can be overcome with acupressure so as to suppress the occurrence of complications in the mother and fetus. The results of the family assessment in RT 09 RW 09 found 2 pregnant women who experienced nausea and vomiting. In connection with this problem, the community service program, especially in RT 09 RW 05, Langensari Village, provides a solution to this problem by conducting Health Promotion activities about acupressure at 13 WUS. The purpose of this activity is to increase WUS knowledge about acupressure to reduce nausea and vomiting. The results of this activity indicate that WUS knowledge increases after Health Promotion is carried out. Health promotion activities regarding acupressure to reduce nausea and vomiting were carried out on May 23, 2022 at the residence of RT 09 RW 05. The primary target of this activity is WUS. The activity was carried out through 3 stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The results of the activity showed that before being given health promotion about acupressure to reduce nausea and vomiting in pregnant women the distribution of values from 13 WUS RT 09 RW 05 most of them had less knowledge as much as 11 WUS (86.6%) and 2 WUS (15.4) had sufficient knowledge. %). After being given health promotion about acupressure to reduce nausea and vomiting in pregnant women, the distribution of values from 13 WUS RT 09 RW 05 mostly had good knowledge of 13 people (100%). This shows that there is an increase in WUS knowledge after being given health promotion. AbstrakMual muntah adalah gejala yang sering terjadi pada kehamilan trimester I. Mual terjadi pada pagi hari, tetapi dapat timbul setiap saat dan malam hari gejala-gejala ini terjadi kurang lebih 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Kondisi ini dapat diatasi dengan akupresure sehingga menekan terjadinya komplikasi pada ibu dan janin. Hasil pengkajian keluarga di RT 09 RW 05 Kelurahan Langensari dari 13 wanita usia subur terdapat 2 ibu hamil yang mengalami mual muntah. Berkaitan dengan masalah tersebut, program pengabdian masyarakat di RT 09 RW 05 Kelurahan Langensari memberi solusi untuk permasalahan mual muntah pada ibu hamil dengan melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan tentang akupresure untuk mengatasi mual muntah. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan WUS tentang akupresure untuk mengurangi mual muntah. Kegiatan promosi kesehatan tentang akupresure untuk mengurangi mual muntah dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2022 di rumah Bapak Suparno sebagai Ketua RT 09 RW 05, dihadiri oleh 13 WUS. Sasaran Primer kegiatan ini adalah WUS. Kegiatan dilakukan melalui 3 tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan diketahui bahwa sebelum diberi promosi kesehatan tentang akupresure untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil distribusi nilai dari 13 WUS RT 09 RW 05 sebagian besar memiliki pengetahuan kurang, sebanyak 11 WUS (86,6%) dan berpengetahuan cukup, sebanyak 2 WUS (15,4%). Kemudian setelah diberikan promosi kesehatan tentang akupresure untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil distribusi nilai dari 13 WUS RT 09 RW 05 sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 13 orang (100%). Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan WUS setelah diberi promosi Kesehatan.
Peningkatan Pengetahuan tentang Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Siswi SD N Gogodalem 1 Adeya Ilma Permana; Wahyu Kristiningrum; Alifia Jumeisya Setiawan; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is not a disease, but a symptom that arises due to abnormalities in the pelvic cavity and interferes with women's activities, often having an impact on school-age teenagers because it interferes with daily activities. A student who experiences dysmenorrhea cannot concentrate on studying and learning motivation will decrease because of the dysmenorrhea that is felt during the teaching and learning process. Dysmenorrhea in adolescents must be handled with appropriate actions to avoid the negative impacts that will arise (Efriyanthi, 2015). Acupressure is known as one of the traditional Chinese therapeutic methods for healing dysmenorrhea by using massage techniques on the meridian points of certain body parts (Yuniati, Rohmayanti, & Mareta, 2019). The method of implementing Community Service activities is carried out in 3 stages, namely: the Planning Stage, the Implementation Stage of Community Service Activities (the Extension and Practicum Stage) and the Evaluation Stage. The media used are leaflets, as well as providing games for teenagers to be more effective and in accordance with the objectives of this community service activity. AbstrakMasalah yang dirasakan remaja berkaitan dengan menstruasi adalah (67,2%) dismenore dan sindrom premenstruasi (PMS) sebesar 63,1%. Dismenore adalah keluhan ginekologis yang paling umum diantara wanita dewasa dan remaja. Hal ini perlu diperhatikan, apabila tidak dilakukan tindakan yang tepat akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas fisik sehari-hari. Cara mengurangi disminore dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu farmakologi dan non farmakologi. Terapi non farmakologi di kenal sebagai terapi yang lebih aman dari pada terapi faramakologi yang cenderung memiliki efek samping yang nantinya membahayakan. Secara non farmakologi yang dapat dilakukan dengan teknik akupresur. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Latifah dkk, menunjukkan akupresure dapat mengurangi rasa nyeri haid. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2022 di SD N Gogodalem 1 yang dihadiri oleh 15 siswi. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan siswi putri SD N Gogodalem 1 tentang cara mengurangi nyeri haid secara non farmakologi atau tanpa menggunakan obat atau jamu tetapi dengan melakukan pemijatan atau akupresure pada titik-titik tertentu, hal ini sangat efektif dan memberikan hasil yang baik yaitu dapat mengurangi nyeri haid pada siswi putri dan dapat menanggulangi nyeri mestruasi ketikadikemudian hari mengalami nyeri menstruasi.
Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester II, III Desa Kalibeji Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang Prisma Linda; Wahyu Kristiningrum; Widia Ria; Yulianti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain in pregnant women in the second and third trimesters is a common complaint that often occurs among pregnant women. Pain causes fear and anxiety so that it can cause stress and drastic physiological changes during pregnancy.Acupressure is a form of physiotherapy by providing massage and stimulation at certain points on the body that are useful for reducing various aches and pains and reducing anxiety. The problems experienced in Kalibeji Village are experiencing pain and dizziness This Community Service activity aims to provide benefits to cadres and village midwives. All cadres can obtain correct information to reduce back pain in pregnant women in the second and third trimesters so that they can be applied and taught to be independent of pregnant women.The method used in the implementation Determines targets for pregnant women TM II and TM III and conducts a pre-test on acupressure to reduce back pain, Provides information to reduce back pain in pregnancy trimester II and III, demonstrates acupressure, distribution of leaflets and posttest The results of this service indicate that there is a difference between the pre test and post test given a questionnaire, namely pregnant women before being given a questionnaire with good knowledge of 6 people (60%), sufficient knowledge of 4 people (40%), while pregnant women after being given a questionnaire who have good knowledge good as many as 7 people (70%), sufficient knowledge of 3 people (30%). and post test from the results given a questionnaire and then with ongoing activities every week according to the complaints of pregnant women. Suggestion For midwives and health workers and cadres, they can explain related to acupressure which can reduce back pain in pregnant women Tm II and III AbstrakNyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester II dan III merupakan keluhan umum yang sering terjadi di kalangan ibu hamil.Nyeri menyebabkan ketakutan dan kecemasan sehingga dapat menimbulkan stress dan perubahan fisiologis yang drastis selama kehamilan Akupresure merupakan salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh yang berguna untuk mengurangi bermacam-macam sakit dan nyeri serta mengurangi kecemasan,. Persoalan yang dialami di Desa Kalibeji mengalami nyeri dan pusing Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberi manfaat kepada kader dan bidan desa.Seluruh kader dapat memperoleh informasi untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil Trimester II Dan III yang benar agar dapat di aplikasikan dan diajarkan untuk memandirikan ibu hamil. Metode yang di gunakan dalam pelaksanaan Menentukan sasaran pada ibu hamil TM II dan TM III dan melakukan pre test tentang akupresure untuk mengurangi nyeri punggung, Memberikan informasi untuk mengurangi nyeri punggung pada kehamilan trimester II dan III, mendemontrasikan akupresure, pembagian leaflet dan postest. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pre test dan pos test diberikan kuesioneryaitu ibu hamil sebelum diberikan kuesioner yang berpengetahuan baik sebanyk 6 orang (60%), pengetahuan cukup sebanyak 4 orang(40%), sedangkan ibu hamil sesudah diberikan kuesioner yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 orang (70%), pengetahuan cukup sebanyak 3 orang (30%). dan pos test dari hasil diberikan kuesioner dan selanjutnya dengan kegiatan berkelanjutan setiap minggu sesuai dengan keluhan ibu hamil. Untuk bidan dan tenaga kesehatan beserta kader dapat memaparkan terkait akupresure yang dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil Tm II dan III.
Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri di Desa Lengkong RT04 RW03 Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Emiliana; Wahyu Kristiningrum; Desi Safitri; Fathul Mujahidah; Dian Wahyuni
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a dynamic phase of development in the life of an individual, one of the typical signs of adolescence is the occurrence of puberty. Dysmenorrhea is pain or tenderness in the lower abdomen that occurs during a woman's menstrual cycle. To reduce menstrual pain, pharmacological and non-pharmacological methods can be used. One of the non-pharmacological therapies is acupressure therapy. Acupressure is a system of treatment by pressing on certain points on the body. The results of the study in Lengkong Village from 18 young women there were 11 young women who experienced menstrual pain. In connection with this problem, the community service program in Lengkong Village RT04 RW03 provided a solution to the problem of menstrual pain in young women by carrying out health promotions about acupressure to reduce menstrual pain. The purpose of this activity is to increase the knowledge of young women about acupressure to reduce menstrual pain. The results of this activity indicate that the knowledge of young women increases after health promotion is carried out. The health promotion activity was held on June 12, 2022 at Mr. Basuki's house and was attended by 18 young women. The activity was carried out in 3 stages, namely pretest, material delivery and posttest. The results of the activity showed that before being given health promotion about acupressure to reduce menstrual pain in adolescent girls, the distribution of the values of 18 young women in Lengkong Village mostly had less knowledge, as many as 7 young women (38.8%) and 11 girls had sufficient knowledge ( 61.1%) after being given health promotion, the distribution of 18 people with good knowledge was 14 people (77.7%) and 4 people had sufficient knowledge (22.2%). This shows that there is an increase in the knowledge of young women after being given health promotion. AbstrakMasa remaja terjadi suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu, salah satu tanda yang khas pada remaja adalah terjadinya pubertas. Dismenorea adalah rasa sakit atau nyeri pada bagian bawah perut yang terjadi saat wanita mengalami siklus menstruasi. Untuk mengurangi nyeri haid dapat dilakukan dengan cara farmakologi dan non farmakologi. salah satu terapi non farmakologi adalah terapi akupresur. Akupresure adalah sistem pengobatan dengan cara menekan-nekan pada titik-titik tertentu pada tubuh. Hasil pengkajian di Desa Lengkong RT04 RW03 dari 18 remaja putri terdapat 11 remaja putri yang mengalami nyeri haid, Berkaitan dengan masalah tersebut, program pengabdian masyarakat di Desa Lengkong memberi solusi untuk permasalahan nyeri haid pada remaja putri dengan melaksanakan promosi kesehatan tentang akupresure untuk mengurangi nyeri haid. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang akupresure untuk mengurangi nyeri haid. Dari hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri meningkat setelah dilakukan promosi kesehatan. Kegiatan promosi kesehatan dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2022 di rumah Bapak Basuki dan dihadiri oleh 18 remaj putri. Kegiatan dilakukan melalui 3 tahap yaitu pretest, penyampaian materi dan posttest. Hasil kegiatan diketahui bahwa sebelum diberi promosi kesehatan tentang akupresure untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri distribusi nilai dari 18 remaja putri di Desa Lengkong sebagian besar memiliki pengetahuan kurang, sebanyak 7 remaja putri (38,8%) dan berpengetahuan cukup sebanyak 11 remaja putri (61,1%) setelah diberikan promosi kesehatan distribusi dari 18 orang berpengetahuan baik sebanyak 14 orang (77,7%) dan pengetahuan cukup sebanyak 4 orang (22,2%). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberi promosi kesehatan.
Co-Authors Adelia Natalia Bria Adeya Ilma Permana Afriyani, Luvi Dian Agel noer khotijah nur khodijah Ainun Mardiah Alfina Ifada Alifia Jumeisya Setiawan Andini Putri, Andini Aniatul Khusna Anik Agustina Anjas Sukmaningsih Annasiyah, Sekar Sari Aprillia, Rika Ari Andayani Ari Widyaningsih Arista Candra Irawati Aryani Retnowati Ashaima Paramitha Devi Atika Purnama Sari Avisha Ladyana Fitri Cahyaningrum Chicin Jesika Ardiyanti Chusnul Oktaviana Rachmawati Desi Safitri Desy Nur Kholimah Dewi Larasari Dian A, Luvi Dian Wahyuni Dina Fitrianingtyas Emiliana ERLITA Evy Yuliastuti Farida Fatimatuz Zahro Fathul Mujahidah G.A.KD Ratna Kusumasari Hani Irhamdessetya Hanis Permayanti Hapsari Windayanti hasma wati Heni Setyowati Ika Niilawati Ika Nilawati Ika Nilawati Isfaizah Isri Nasifah laylafajrianti Nur Layla Fajrianti Lila Kusuma Rahayu lusiana, widetri_Plantika Lussy Iskandriyani Luvi Dian A Lynda Ayu Safitri Maiyanisa Maria Emensia Ero Ruing Marlina, Lely Masruroh Masruroh . Mastri, Annisa May Minarni Mayasari, Maryati Melna Misnawati Moneca Diah Listiyaningsih Munawaroh - Murniati Sari Murwanti Nani Sunaryati Nelly, Nelly Yohanis Pasorong Nila S, Galuh Nilawati, Ika Nova Harianti Nur Amin Nur Amin, Nur Nur Chasanah Nuryati Octavia, Armelinda Octavia, Icca Oksi Trijayanti Palagia Theysa Susi Pipit Ariani Prihati, Nanik Prisma Linda Putri, Nabilla Tiara Putri, Risma Aliviani Qonitatun, Anisa Retnowati, Aryani Ria Ma’rifah Rika Dwi Setyaningsih Rina Agustina Riska Septia Lasari Rosadah Nur Hanifah Ruliana Isna Rosida Rully Atia Wijaya Sabila, Agil Ayu Salwa Pramudya Putri sapitri, dewi Sartika Apriani Septi Wasa Arum Putri Shandy Kusumawardhani Siti Lestari Sofiyanti, Ida Sri Mujiyono SRI RAHAYUNINGSIH Suci Setyiyaningsih Sugiarti iskasari Sumiati Tantra, Arda Raditya Tri Hidayani Tri Prasetya Rahayu Trivosa M. Bau Mali Veftisia, Vistra Wening Dwijayanti Widayati Widayati Widayati Widayati Widayati Widayati Widia Ria Widyaningsih, Ari yani, erli Yulia Nur Khayati Yulianti Yulianti, Rizkhiana Yulinda Yasa Putri Yuniari, Airin Zakia, Intan Zhyka Sofhia Firdausi