Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Sertifikasi Produk dan Pengembangan Bisnis Beras Organik sebagai Upaya Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal Di Desa Pasir Tamiang Kabupaten Tasikmalaya Candra Nuraini; Octaviana Helbawanti; Erviyana Windiastuti; Abdul Mutolib
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21854

Abstract

Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pangan, tetapi juga oleh kualitas, keamanan, dan nilai tambah produk yang dihasilkan. Desa Pasir Tamiang, Kecamatan Cihaurbeti, Kabupaten Ciamis, merupakan salah satu sentra padi organik yang memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan berbasis sumberdaya lokal. Namun, terdapat permasalahan utama yang dihadapi oleh Gapoktan Nanjung Mulya, yaitu belum mampunyai sertifikasi produk organic dan kurang optimalnya strategi pengembangan bisnis dan branding beras organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kapasitas petani dalam memahami prosedur sertifikasi produk organik, (2) memberikan pelatihan packaging dan branding untuk memperkuat identitas produk, serta (3) mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan bisnis beras organik berbasis sumberdaya lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan diperolehnya legalitas  sertifikat produk organic. Selanjutnya dengan sertikat ini dapat digunakan untuk pengembanga bisnis beras organic dengan menitikberatkan pada peningkatan branding dan pengemasan.  Kegiatan yang dilakukan  pelatihan packaging sehingga petani dapat menghasilkan  produksi beras organic yang berdaya saing, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis sumberdaya local.
Food Business Opportunities in ASEAN: Responding to Rising Demand from a Growing Population Wahyu Adhi Saputro; Octaviana Helbawanti; Ulfah Nurdiani; Fitri Amalinda Harahap; Amalia Nadifta Ulfa
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v9i1.2590

Abstract

Population growth occurs every year in ASEAN countries. This research aims to determine food business opportunities in response to rising food demand in the increasing population of ASEAN countries. Descriptive methods were used in this research with secondary data from 2017 to 2021. Secondary data came from relevant sources, namely the Global Food Security Index and several others. The data analysis used in this research is contribution analysis and forecasting population growth rates using a logarithmic model. Contribution analysis is obtained by dividing the population of each country in ASEAN (people) by the total population of ASEAN or the world. Meanwhile, the logarithmic growth rate is calculated using this model, assuming that at a certain point in time, the population will approach an equilibrium point. The results of the study show that the population growth rate in most ASEAN countries is at a positive level. With the highest level in Cambodia at 1.6%, followed by the Philippines at 1.4% and Laos at 1.1%. The largest contribution to the population in ASEAN countries is Indonesia, with 40.87 percent. Based on the research results, it was also found that the development of the GFSI value was the highest for Singapore, with an achievement of 83.21. The existence of a growing population creates opportunities for countries with abundant natural resources. This potential exists to fulfil food requirements for countries where food production faces domestic difficulties. Each country can try to maintain its staple food reserves in accordance with the population growth rate so as not to experience food shortages.