Claim Missing Document
Check
Articles

TIMPANOPLASTI Christin Rony Nayoan
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v7i1.614

Abstract

Timpanoplasti adalah operasi telinga tengah yang bertujuan untuk memperbaikisistem aerasi dari tuba eustachius sampai dengan tulang temporal sertamemperbaiki sistem penghantaran mekanik gelombang suara dan menciptakankondisi yang bersih dan kering.Terdapat lima tipe timpanoplasti. Terdapatbeberapa variasi teknik timpanoplasti serta indikasi dan kontra indikasi daritindakan tersebut. Beberapa jenis jaringan digunakan sebagai material graft padatehnik timpanoplasti. Material graft yang paling sering dipergunakan adalahfascia dan perikondrium, namun pada kondisi penyakit telinga tengah yang parahkartilago menjadi lebih menjadi pilihan sebagai material graft.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA LEMPAR BUSUR TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENCEGAHAN IMS DI SMP NEGERI 20 KUPANG Zai, Frengki Ananda; Nayoan, Christina Rony; Picauly, Intje
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43366

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit infeksi yang penularannya terutama melalui hubungan seksual merupakan masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia. Perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan tanpa proteksi merupakan penyebab utama meningkatnya kasus IMS di kalangan remaja dan dewasa muda di Indonesia. Kurangnya informasi kesehatan tentang infeksi menular seksual mempengaruhi pengetahuan dan sikap pada remaja, maka diperlukan upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja melalui pendidikan kesehatan yaitu dengan melalui promosi kesehatan dalam penelitian ini menggunakan media lempar busur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan melalui media lempar busur terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa kelas VIII dalam pencegahan IMS di SMP Negeri 20 Kupang. Jenis penelitian ini adalah pre experiment dengan rancangan penelitian one group pretest and post-test design. Penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri 20 Kupang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 orang terdiri dari 2 kelas VIII-A dan VIII-E. Kelas VIII-A 37 siswa dan kelas VIII-E 37 siswa. Teknik analisis data menggunakan uji Paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh media lempar busur terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap dalam pencegahan IMS sebelum dan sesudah intervensi diberikan dengan nilai p=0,000 (<0,05). Media lempar busur efektif digunakan pada remaja terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa kelas VIII dalam pencegahan infeksi menular seksual (IMS) di SMP Negeri 20 Kupang
FAKTOR DETERMINAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAE MBELENG KABUPATEN MANGGARAI TAHUN 2025 Miani, Maria Detriani; Nayoan, Christina Rony; Ruliati, Luh Putu; Marni, Marni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43748

Abstract

Posyandu Lansia adalah suatu wadah pelayanan kepada lansia sebagai upaya promotif preventif dalam peningkatan status kesehatan dan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor  Determinan Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Wae Mbeleng Kabupaten Manggarai Tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota lansia yang terdaftar pada posyandu lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Wae Mbeleng, Kabupaten Manggarai. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 94 orang lansia yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Analisis data adalah unvariat dan bivariat dengan menggunakan uji fisher exact test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p=0,000), motivasi (p=0,000),  jarak (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000) dan peran kader (p=0,000), memiliki hubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Pengetahuan yang baik tentang posyandu lansia dapat meningkatkan pemahaman lansia mengenai manfaat dan pentingnya mengikuti kegiatan posyandu, motivasi yang baik dapat mendorong lansia untuk meningkatkan kesehatan yang bisa didapat melalui posyandu lansia, jarak yang dekat memudahkan lansia untuk mengakses posyandu dan keluarga yang mendukung serta peran kader yang baik akan mendorong lansia untuk mengikuti posyandu. Penyuluhan kepada lansia dan keluarga lansia tentang pentingnya mengikuti posyandu lansia dan pendampingan kader perlu ditingkatkan agar lansia dan keluarga semakin sadar akan pentingnya memelihara kesehatan lansia dan kemampuan kader dalam memberi pelayanan kepada lansia semakin baik serta kegiatan posyandu perlu ditambahkan untuk wilayah yang jaraknya jauh sehingga semua lansia dapat menjangkau posyandu lansia.
A HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN OTITIS MEDIA PADA ANAK DI RS ANUTAPURA PALU Rahma, Rahma; Nayoan, Christin Rony; Amri, Imtihanah; White, I Putu Ferry Immanuel
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.257

Abstract

Otitis media merupakan peradangan pada mukoperiosteum telinga tengah. Infeksi dapat disebabkan oleh virus dan bakteri, dan berdasarkan waktu dibagi akut maupun kronik. Ditemukan banyak pada usia balita dan anak dengan berbagai faktor risiko salah satunya yaitu status gizi yang berperan terhadap imunitas tubuh. Status gizi yang baik akan menurunkan risiko terjadinya penyakit infeksi maupun sebaliknya. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, simple random sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel sebanyak 65 orang, sebagian besar laki-laki dan berada pada usia 1-5 tahun. Berdasarkan klasifikasi Otitis Media, jumlah responden terbanyak terdapat pada Otitis Media Suppuratif Akut yaitu 47 orang (72,31%) dan untuk kategori status gizi paling banyak terdapat pada status gizi normal yaitu 34 orang (52,31%). Hasil uji Rank Correlation Spearman didapatkan nilai p = 0,000 , dengan dengan nilai koefisien positif, 0,487, yang artinya terdapat hubungan antara status gizi dengan otitis media pada anak dengan kekuatan hubungan cukup dan arah hubungan searah. Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian otitis media pada anak di RS Anutapura Palu, dengan sebaran lebih banyak pada anak laki-laki usia 1-5 tahun. ABSTRACT Otitis media is inflammation of the middle ear mucoperiosteum. Infections can be caused by viruses and bacteria, and based on time they can be divided into acute or chronic. This is often found in toddlers and children with various risk factors, one of which is nutritional status which plays a role in the body's immunity. Good nutritional status will reduce the risk of infectious diseases and vice versa. Method used in this research is quantitative research with a cross sectional approach, simple random sampling in accordance with inclusion and exclusion criteria. Results show that the total sample was 65 people, mostly boys and aged 1-5 years. Based on the Otitis Media classification, the highest number of respondents in Acute Suppurative Otitis Media was 47 people (72.31%) and for the nutritional status category the highest number was normal nutritional status, namely 34 people (52.31%). The results of the Spearman Rank Correlation test obtained a value of p = 0.000 with a positive coefficient value of 0.487, which means there is a relationship between nutritional status and otitis media in children with the strength of the relationship being sufficient and in the same direction. the relationship is in the same direction. In conclusion there is a relationship between nutritional status and the incidence of otitis media in children at Anutapura Hospital, Palu, with a greater distribution in boys aged 1-5 years.
HUBUNGAN RIWAYAT PAPARAN KONTEN PORNOGRAFI DENGAN TINGKAT ADIKSI PORNOGRAFI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 3 KUPANG usfunan, irene kerin; Nayoan, Christina Rony; Marni, Marni; Fransiskus G. Mado
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43346

Abstract

Masa remaja adalah fase transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang kompleks. Rasa ingin tahu yang tinggi, ditambah dengan kemudahan akses terhadap internet dan media sosial, membuat remaja rentan terhadap paparan konten pornografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat paparan konten pornografi dengan tingkat adiksi pornografi pada remaja di SMA Negeri 3 Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Kupang, dengan jumlah sampel sebanyak 188 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (85,1%) sudah pernah melihat konten pornografi secara tidak sengaja, 6,9% responden sudah mengakses konten pornografi beberapa kali dan mengulangi pengalaman mengakses konten pornografi sebelumnya dan 8% responden tidak terpapar pornografi. Untuk tingkat adiksi pornografi, 78,7% responden berada dalam kategori normal, 16,5% mengalami adiksi ringan, 3,2% mengalami adiksi sedang, dan 1,6% mengalami adiksi berat. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat paparan konten pornografi dengan tingkat adiksi pornografi pada remaja dengan nilai p-value = 0.000 (p < 0,05). Pihak sekolah diharapkan bisa menyelenggarakan program edukasi tentang literasi digital, pemfilteran konten pada internet dan bahaya adiksi pornografi agar dapat mencegah adiksi pornografi pada remaja.  
Peran Kohesivitas dalam Membangun Hubungan Kerja yang Harmonis dan Mengurangi Konflik Antar Karyawan Tanelaph, Julio Martin; Sabakodi, Dwi Andika Umbu Gauka; Jehanu, Fidryanto; Neolaka, Jefri Arisamsi; Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan; Nayoan, Christina Rony
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i1.454

Abstract

Kohesivitas dalam kelompok merupakan elemen penting untuk membangun hubungan kerja yang seimbang di dalam sebuah organisasi. Kohesivitas merujuk pada keterikatan dan rasa bersama di antara anggota tim, yang menjadi pondasi untuk menciptakan interaksi kerja yang positif dan efisien. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyelidiki peranan kohesivitas dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan mengurangi terjadinya konflik di antara karyawan dalam organisasi. Dengan menerapkan metode sintesis pada sepuluh artikel penelitian relevan dari tahun 2006 hingga 2024, artikel ini menganalisis hubungan antara kohesivitas kelompok, kepuasan kerja, serta dinamika konflik di tempat kerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kohesivitas yang tinggi dapat memperbaiki komunikasi yang efektif, membangun rasa saling percaya, serta meningkatkan keterlibatan emosional di dalam tim, dan ini secara signifikan berkontribusi pada terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan rendah konflik. Selain itu, kohesivitas juga menunjukkan hubungan positif dengan kepuasan kerja, komitmen terhadap organisasi, serta perilaku inovatif dari karyawan. Temuan ini menekankan pentingnya peran organisasi dalam merancang strategi untuk meningkatkan kohesivitas melalui kepemimpinan yang inklusif, pelatihan komunikasi, dan aktivitas pengembangan tim, dengan tujuan untuk memperkuat kolaborasi dan produktivitas serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.
Endoscopy-assisted extraction of penetrating a wayer arrow in the ethmoid sinus Nayoan, Christin Rony; Lopo, Christian; Lopo, Wigia Hanalia; Rahma, Rahma; White, IPFI
Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Vol. 55 No. 1 (2025): VOLUME 55, NO. 1 JANUARY - JUNE 2025
Publisher : PERHATI-KL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32637/orli.v55i1.748

Abstract

Background: Using wayer arrows in attack activities carried out by a person, or a group of people is rife in Palu. Arrow injuries are classified as low velocity, but can be significantly life-threatening when the vital organs are affected. Endoscope-assisted surgery is one of the techniques of penetrating sinus injury management. Purpose: To describe the management of a unique case in otorhinolaryngology field. Case report: A 21-years old male patient was diagnosed with penetrating ethmoid sinus trauma caused by a wayer arrow. Extraction was performed to release the arrow using an endoscope. Clinical question: What kind of foreign bodies can penetrate into the paranasal sinuses? Is endoscope-based surgery approach, the correct technique for penetrating sinus injury management? Method: A literature search was performed on Pubmed and Google scholar using keywords “foreign body”, AND “sinus surgery”, AND “wayer arrow”. Result: The search obtained 19 articles, including 4 reports of wayer arrow penetrating paranasal sinus. Conclusion: The use of endoscopy for ethmoid sinus penetrating trauma gives good results.
SUPLEMENTASI JAHE PADA TERAPI RHINITIS ALERGI NAYOAN, CHRISTIN; nayoan, christin rony; Situmorang, Corymela; Towidjojo, Vera Diana
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i1.1866

Abstract

Allergic rhinitis (AR) is an inflammatory reaction in the nasal mucosa mediated by IgE2. The prevalence of allergic rhinitis in adults ranges from 17% - 28.5%. Indonesia is a tropical country that has thousands of types of plants used as herbal medicines. One of the plants that is often used as a traditional medicine is ginger. Red ginger rhizome contains gingerol which has antioxidant, antibacterial, anti-inflammatory, anticarcinogenic, antimutagenic, and antitumor activities. The purpose of this paper is to determine the effect of ginger supplementation on Allergic Rhinitis therapy.
Factors Associated with Pregnant Women's Compliance with Fit-to-Fly Recommendations at El Tari Airport in 2024 Misnadin, Indri Wahyuningsih; Syamruth, Yendris Krisno; Manurung, Imelda Februati Ester; Weraman, Pius; Nayoan, Christina Rony
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.02.10

Abstract

Background: Fit-to-fly recommendations for pregnant women are regulated in Indonesia’s civil aviation guidelines. Noncompliance may pose health risks for both mother and fetus during air travel. This study aimed to identify factors associated with pregnant women’s compliance with fit-to-fly recommendations at El Tari Airport in 2024.Subjects and Method: A cross-sectional study was conducted from January to March 2024 at El Tari Airport, Kupang. A total of 130 pregnant passengers who applied for fit-to-fly letters at the BKK Class I Airport Health Post were selected using simple random sampling. The dependent variable was compliance with fit-to-fly recommendations. Independent variables included maternal age, gestational age, parity, education level, travel reasons, document completeness, exposure to information, family support, and maternal knowledge. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods with multiple logistic regression.Results: Gestational age (OR=6.79; 95%CI: 2.06–22.41; p=0.002), parity (OR=8.00; 95%CI: 2.61–22.54; p<0.001), education level (OR=5.49; 95%CI: 1.47–20.41; p=0.011), and maternal knowledge (OR=6.75; 95%CI: 2.13–21.34; p=0.001) were significantly associated with compliance. Other factors such as exposure to information, maternal age, document completeness, travel reasons, and family support showed no statistically significant association..Conclusion: Gestational age, parity, education level, and maternal knowledge were significant determinants of compliance with fit-to-fly recommendations among pregnant women. These findings highlight the importance of targeted health education and screening prior to air travel during pregnancy.
Membangun Kolaborasi dalam Tim di Era Digital Litelnoni, Aletha Anasthasya; Niron, Maissie Ginaninta Charoline; Adu, Petronela Adelfin; Dimu, Rivaldo Deljunior; Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan; Nayoan, Christina Rony
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i3.538

Abstract

Era digital telah membawa perubahan besar dalam cara manusia bekerja dan berinteraksi, sehingga kolaborasi tim menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas dan inovasi di berbagai bidang. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pentingnya kolaborasi dalam tim di era digital, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi yang diperlukan untuk mencapainya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber terkait kolaborasi tim di era digital, tantangan kolaborasi tim di era digital, serta strategi peningkatan kolaborasi tim di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan nilai, stereotip antar generasi, kesenjangan keterampilan teknologi, dan gaya komunikasi merupakan tantangan utama yang sering dihadapi tim di era digital. Namun, tantangan tersebut dapat diatasi melalui strategi seperti peningkatan inklusivitas, pelatihan kesadaran generasi, penguatan soft skill, serta pemanfaatan berbagai platform digital untuk mendukung komunikasi dan koordinasi. Penggunaan teknologi digital memungkinkan anggota tim untuk berinteraksi secara fleksibel tanpa terbatas oleh jarak dan waktu, sehingga kolaborasi menjadi lebih efisien dan efektif. Kesimpulannya, kolaborasi tim yang efektif di era digital membutuhkan pemahaman lintas generasi, adaptasi teknologi yang bijak, serta komitmen untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
Co-Authors Adu, Petronela Adelfin Amany, Anisha Inas Amelya Betsalonia Sir Anderias Umbu Roga Andi Alfia Muthmainnah Tanra Andi Alfia Muthmainnah Tanra Andreastra, Agustinus Putu Anna Mailasari kusuma Dewi Asrawati Sofyan Azizah Azizah David Pakaya Devi Oktafiani Dida, Grace Youngest Dimu, Rivaldo Deljunior Dwi Antono Eryc Z. Haba Bunga Faathir ‘Ilmi Haditsah Fistra Janrio Tandirerung Fitriani, Junjun Fransiskus G. Mado Geghi, Cathrin Wea Djogo Gilbert Yesaya Haninuna Gita Yasmin Safitri Haerani harun Haninuna, Gilbert Yesaya Helga Jilvera Nathalia Ndun Imtihanah Amri Indra Yohanes Kiling Intje Picauly Ipfi White Ishak Limbong Jehanu, Fidryanto Jeida, Serena Gussatdy Jhonario Talaen Junjun Fitriani Kana, Indah M.P Klau, Marlin Adriana Kornelia Limbu, Ribka Limbu, Ribka Litelnoni, Aletha Anasthasya Lopo, Christian Lopo, Wigia Hanalia M. Sabir Mado , Fransiskus Geroda Maharani , Arum Manurung, Imelda Februati Ester Marni Marni Matsrial Putra Rombetasik Miani, Maria Detriani Misnadin, Indri Wahyuningsih Moeda, Yermia P. T. Muntasir, Muntasir Nayoan, Christin Ndoen, Enjelita Mariance Ndun, Helga Jilvera Nathalia Neolaka, Jefri Arisamsi Niluh Putu Evvy Rossanty Niron, Maissie Ginaninta Charoline Nur Syamsi Nur syamsi Pallawagau, Murni Paudi, Cindy Amalia Octaviani Picauly, Intje Rahma Rahma Rahma Resmi, Ayu Citra Riece Hariyati Romeo, Petrus Rut Rosina Riwu Sabakodi, Dwi Andika Umbu Gauka Sampe, Greyson Efraldi Sarci Magdalena Toy Serlie K.A. Littik Situmorang, Corymela Soleman Landi Sulanto Saleh Danu Suryaningrum, Dina Syamruth, Yendris Krisno Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan Tanelaph, Julio Martin Usfunan, Irene Kerin Vera Diana Towidjojo Weraman, Pius White, I Putu Ferry Immanuel White, IPFI Yunita Mayang Sari Zai, Frengki Ananda Zaid Akbar Al Muharram