Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, DUKUNGAN KELUARGA DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN KONTROL RUTIN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PENFUI Jeida, Serena Gussatdy; Mado , Fransiskus Geroda; Nayoan, Christina Rony
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46902

Abstract

Hipertensi adalah kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan tenang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahun, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat dan kontrol rutin tekanan darah di Puskesmas Penfui.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang terdaftar dalam rekam medis puskesmas Penfui tahun 2024.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 90 orang penderita yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (0,016), dukungan keluarga (0,024), dan dukungan tenaga kesehatan (0,037), memiliki hubungan dengan kepatuhan minum obat dan kontrol rutin tekanan darah. Pengetahuan yang baik tentang hipertensi dapat meningkatkan pemahaman penderita mengenai manfaat dan pentingnya mematuhi regimen pengobatan agar tidak terjadi komplikasi serius. Dukungan keluarga dapat berupa dorongan untuk minum obat, kontrol rutin tekanan darah, mengantarkan dan menemani kunjungan ke puskesmas, memberikan informasi tentang manfaat dan pentingnya layanan kesehatan. Dukungan tenaga kesehatan dapat diberikan dengan kenyamanan jasmani,batin, kepedulian atau pertolongan kepada individu. Dukungan yang diberikan dapat berupa dukungan emosional, instrumental maupun Informasi.
DETERMINAN PERILAKU MEROKOK ELEKTRIK PADA REMAJA PUTRI DI KOMUNITAS VAPERS KOTA KUPANG Klau, Marlin Adriana Kornelia; Romeo, Petrus; Ndun, Helga Jilvera Nathalia; Nayoan, Christina Rony
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46970

Abstract

Perilaku merokok elektrik di kalangan remaja putri semakin meningkat dan menjadi perhatian karena dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan. Perilaku ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan determinan perilaku merokok elektrik pada remaja putri di komunitas Vapers Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, dilakukan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Informan terdiri dari empat remaja putri perokok elektrik aktif, satu anggota keluarga, dan satu teman sebaya. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, persepsi, motivasi, peran keluarga, teman sebaya, dan media iklan, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan dua faktor utama yang memengaruhi perilaku merokok elektrik. Faktor internal meliputi pengetahuan yang kurang mengenai bahaya rokok elektrik, persepsi positif terhadap penggunaannya, serta motivasi beralih dari rokok konvensional karena dianggap lebih aman dan ekonomis. Faktor eksternal mencakup peran keluarga yang kurang memberikan batasan, keberadaan anggota keluarga yang juga pengguna rokok elektrik, dukungan sosial dari teman sebaya, dan paparan iklan di media sosial. Kesimpulannya, keputusan remaja putri dalam menggunakan rokok elektrik dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang komprehensif dan dukungan lingkungan yang positif guna menekan angka penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja putri.
Factors Associated with Pregnant Women's Compliance with Fit-to-Fly Recommendations at El Tari Airport in 2024 Misnadin, Indri Wahyuningsih; Syamruth, Yendris Krisno; Manurung, Imelda Februati Ester; Weraman, Pius; Nayoan, Christina Rony
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.02.10

Abstract

Background: Fit-to-fly recommendations for pregnant women are regulated in Indonesia’s civil aviation guidelines. Noncompliance may pose health risks for both mother and fetus during air travel. This study aimed to identify factors associated with pregnant women’s compliance with fit-to-fly recommendations at El Tari Airport in 2024.Subjects and Method: A cross-sectional study was conducted from January to March 2024 at El Tari Airport, Kupang. A total of 130 pregnant passengers who applied for fit-to-fly letters at the BKK Class I Airport Health Post were selected using simple random sampling. The dependent variable was compliance with fit-to-fly recommendations. Independent variables included maternal age, gestational age, parity, education level, travel reasons, document completeness, exposure to information, family support, and maternal knowledge. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods with multiple logistic regression.Results: Gestational age (OR=6.79; 95%CI: 2.06–22.41; p=0.002), parity (OR=8.00; 95%CI: 2.61–22.54; p<0.001), education level (OR=5.49; 95%CI: 1.47–20.41; p=0.011), and maternal knowledge (OR=6.75; 95%CI: 2.13–21.34; p=0.001) were significantly associated with compliance. Other factors such as exposure to information, maternal age, document completeness, travel reasons, and family support showed no statistically significant association..Conclusion: Gestational age, parity, education level, and maternal knowledge were significant determinants of compliance with fit-to-fly recommendations among pregnant women. These findings highlight the importance of targeted health education and screening prior to air travel during pregnancy.
PENYEDIAAN DAN PELATIHAN ALAT SUWIR DAN ALAT PENIRIS MINYAK DI SMK NEGERI 1 KABUPATEN KUPANG Limbong, Ishak S.; Nayoan, Christina Rony; Pallawagau, Murni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah ikan hasil penangkapan di Propinsi NTT jauh lebih besar daripada hasil dari darat (hingga 97ribu ton pada tahun 2012). Tetapi hal ini tidak diikuti dengan pengolahan produk perikanan yang lebih banyak, sehingga ikan-ikan tersebut dikirim bahkan diekspor dalam kondisi bahan mentah. Sejalan dengan perkembangan teknologi pengolahan, telah diupayakan untuk meningkatkan kapasitas dan laju produksi hasil pengolahan. Salah satu produk perikanan adalah abon ikan. Dalam bentuk abon, produk perikanan dapat menjadi lebiih baik secara ekonomis. Tetapi kendala yang terjadi adalah mitra masih menggunakan cara lama dalam mengolah ikan mentah tersebut). Hasilnya, dibutuhkan tenaga kerja yang banyak untuk menyuwir daging ikan secara manual dan kadar minyak hasil penyaringan dengan menggunakan kain juga masih tinggi. Di sisi lain, mitra, sebagai calon-calon wirausahan, seharusnya mampu untuk mengikuti laju perkembangan teknologi hasil perikanan agar hasil yang didapatkan lebih baik secara mutu, jumlah, dan harga penjualan. Teknologi yang akan diterapkan sebenarnya bukan hal yang baru, tetapi informasi pengetahuan, baik secara pengetahuan teknik-teknik pengolahan, perawatan alat yang berbasis teknologi, tata cara penggunaannya termsuk cara agar produk tetap hygienis, masih belum diketahui secara baik oleh mitra. Dengan adanya teknologi ini diharapkan siswa-siswi SMK 1 Kabupaten Kupangmampu untuk menjadi wirausahawan-wirausahawan baru, atau minimal mampu menjadi tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi dan siap pakai.
Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sekolah Dasar di Daerah Semi Pedesaan Kota Kupang, NTT Ndoen, Enjelita Mariance; Nayoan, Christina Rony; Limbu, Ribka; Toy, Sarci Magdalena; Geghi, Cathrin Wea Djogo
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 1 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i1.19151

Abstract

SD GMIT Naioni yang terletak di daerah semi-pedesaan Kota Kupang teridentifikasi memiliki literasi kesehatan reproduksi yang kurang memadai dan siswanya berpotensi mengalami berbagai permasalahan kesehatan  reproduksi di masa yang akan datang. Kegiatan pengabdian literasi kesehatan reproduksi ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa laki-laki dan perempuan kelas III-VI mengenai kesehatan reproduksi sehingga dapat mempersiapkan siswa dalam menghadapi masa pubertasnya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan peran guru dalam memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai kesehatan reproduksi di sekolah. Kegiatan pengabdian meliputi pemberian empat kali pertemuan pemberian literasi  kepada siswa kelas III-VI SD GMIT Naioni yang berjumlah 143 siswa yang terdiri dari 89 laki-laki dan 54 perempuan. Setiap pertemuan memiliki topik literasi yang berbeda yang meliputi mengenal tubuhku, masa pubertas, nutrisi bagi remaja, dan hubungan yang saling menghormati. Pemberian literasi menggunakan metode penyuluhan dan tanya jawab yang disertai aktivitas ice breaking dan permainan. Media pembelajaran menggunakan buku saku kesehatan reproduksi, poster dan alat peraga organ reproduksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 24,30% pada siswa laki-laki dan perempuan kelas III-VI SD GMIT Naioni.  Para guru juga menyatakan kesediaan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkala kepada para siswa dengan menggunakan media promosi kesehatan yang diterima dari kegiatan pengabdian berupa media poster siklus menstruasi, buku promosi kesehatan reproduksi, dan alat peraga organ reproduksi laki-laki dan perempuan. Pihak sekolah diharapkan secara konsisten dapat melanjutkan pemberian literasi kesehatan reproduksi dan memantau penerapan perilaku kesehatan reproduksi tersebut di sekolah.
The Relationship Between Predisposing Factors and The Incidence of Chronic Suppurative Otitis Media Nayoan, Christin Rony; Maharani , Arum; Towidjojo, Vera Diana; Syamsi, Nur
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jkupr.v13i2.20362

Abstract

One of the health problems in Indonesia is hearing loss which can be caused by otitis media. The incidence of Chronic Suppurativa Otitis Media (CSOM) in the world ranges from 65-330,000,000 per year. Research shows that in 2020, in the ENT Clinic at Anutapura General Hospital, recorded 289 out of 506 patients seeking treatment for ear problems, making it the most cases compared to nose and throat problems. Predisposing factors for CSOM include nutritional status, immunity, history of Acute Otitis Media (AOM), history of Acute Respiratory tract Infection (ARI), exposure to cigarette smoke and nutritional status.The objective of this study is to determine the relationship between predisposing factors and the incidence of CSOM in the ENT clinic at Undata General Hospital, Central Sulawesi. This study was a cross-sectional analytic observational study conducted at the ENT clinic of Undata General Hospital, Central Sulawesi. Sampling was done using purposive sampling technique by setting certain criteria. Participants were asked to fill out a questionnaire that could help researchers identify possible risk factors for CSOM to collect primary research data. Data analysis in this study used bivariate data analysis to test the relationship between two variables. Based on the results of bivariate analysis using the chi-square test, the p-value of the factors studied was 0.299 for immune status, 0.35 for genetic factors, 0.04 for history of ARI, 0.000 for history of AOM, 1.000 for cigarette smoke exposure, 0.792 for nutritional status, 0.045 for age and 0.193 for gender. Conclusion of this study, predisposing factors that are significantly associated with the incidence of CSOM in the ENT clinic of Undata general hospital are history of ARI, history of AOM and age.  
PENGARUH VITAMIN B6 TERHADAP NILAI UJIAN BLOK MAHASISWA Christin Rony Nayoan; Amany, Anisha Inas; Towidjojo, Vera Diana; Andi Alfia Muthmainnah Tanra; Rahma; IPFI White; Haerani Harun
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.350

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Vitamin B6 berfungsi sebagai kofaktor dalam lebih dari 100 reaksi enzimatik, dan berperan pada sintesis neurotransmitter seperti gamma-aminobutyric acid (GABA), serotonin, dan dopamine sehingga berpotensi mempengaruhi fungsi otak yang berkaitan dengan konsentrasi, daya ingat, dan performa akademik pada mahasiswa terutama dalam ujian blok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin B6 terhadap nilai ujian blok mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2023. Metode : Penelitian kuasi-eksperimental dengan Posttest-Only Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, kemudian dibagi menjadi dua kelompok dengan perlakuan berbeda. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan Uji T Sampel Independen. Hasil : Total sampel adalah 36 mahasiswa yang dibagi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen-diberikan vitamin B6 100 mg per hari selama 3 minggu 5 hari dan kelompok kontrol-tidak diberikan vitamin B6. Didapatkan nilai rata-rata ujian blok pada kelompok eksperimen adalah 50,19; kelompok kontrol adalah 42,63; dan nilai signifikansi 0,006 antar kelompok. Kesimpulan: Suplementasi vitamin B6 dapat meningkatkan performa akademik mahasiswa kedokteran. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu tidak adanya penilaian awal (pre-test) sehingga kondisi awal sampel tidak diketahui, serta terdapat banyak faktor yang tidak dapat dikendalikan yang mungkin memengaruhi performa akademik sampel penelitian. ABSTRACT Background: Vitamin B6 functions as a cofactor in over 100 enzymatic reactions and plays a role in the synthesis of neurotransmitters such as gamma-aminobutyric acid (GABA), serotonin, and dopamine. These neurotransmitters have the potential to influence brain functions related to concentration, memory, and academic performance, particularly in medical students during block examinations. This study aimed to examine the effect of vitamin B6 supplementation on the block exam scores of medical students at the Faculty of Medicine, Tadulako University, Class of 2023.Methods: This was a quasi-experimental study using a posttest-only control group design. Samples were selected using random sampling and divided into two groups receiving different treatments. Data analysis included normality testing, homogeneity testing, and independent sample t-tests.Results: A total of 36 students participated in the study, divided into two groups: the experimental group received 100 mg of vitamin B6 daily for 3 weeks and 5 days, while the control group received no supplementation. The average block exam score in the experimental group was 50.19, compared to 42.63 in the control group, with a statistically significant difference between groups (p = 0.006).Conclusion: Vitamin B6 supplementation may enhance the academic performance of medical students. However, this study has limitations, including the absence of a baseline (pre-test) assessment, which prevents evaluation of initial conditions, and the presence of various uncontrolled factors that may have influenced the academic performance of the participants.
Co-Authors Adu, Petronela Adelfin Amany, Anisha Inas Amelya Betsalonia Sir Anderias Umbu Roga Andi Alfia Muthmainnah Tanra Andi Alfia Muthmainnah Tanra Andreastra, Agustinus Putu Anna Mailasari kusuma Dewi Asrawati Sofyan Azizah Azizah David Pakaya Devi Oktafiani Dida, Grace Youngest Dimu, Rivaldo Deljunior Dwi Antono Eryc Z. Haba Bunga Faathir ‘Ilmi Haditsah Fistra Janrio Tandirerung Fitriani, Junjun Fransiskus G. Mado Geghi, Cathrin Wea Djogo Gilbert Yesaya Haninuna Gita Yasmin Safitri Haerani harun Haninuna, Gilbert Yesaya Helga Jilvera Nathalia Ndun Imtihanah Amri Indra Yohanes Kiling Intje Picauly Ipfi White Ishak Limbong Jehanu, Fidryanto Jeida, Serena Gussatdy Jhonario Talaen Junjun Fitriani Kana, Indah M.P Klau, Marlin Adriana Kornelia Limbu, Ribka Limbu, Ribka Litelnoni, Aletha Anasthasya Lopo, Christian Lopo, Wigia Hanalia M. Sabir Mado , Fransiskus Geroda Maharani , Arum Manurung, Imelda Februati Ester Marni Marni Matsrial Putra Rombetasik Miani, Maria Detriani Misnadin, Indri Wahyuningsih Moeda, Yermia P. T. Muntasir, Muntasir Nayoan, Christin Ndoen, Enjelita Mariance Ndun, Helga Jilvera Nathalia Neolaka, Jefri Arisamsi Niluh Putu Evvy Rossanty Niron, Maissie Ginaninta Charoline Nur Syamsi Nur syamsi Pallawagau, Murni Paudi, Cindy Amalia Octaviani Picauly, Intje Rahma Rahma Rahma Resmi, Ayu Citra Riece Hariyati Romeo, Petrus Rut Rosina Riwu Sabakodi, Dwi Andika Umbu Gauka Sampe, Greyson Efraldi Sarci Magdalena Toy Serlie K.A. Littik Situmorang, Corymela Soleman Landi Sulanto Saleh Danu Suryaningrum, Dina Syamruth, Yendris Krisno Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan Tanelaph, Julio Martin Usfunan, Irene Kerin Vera Diana Towidjojo Weraman, Pius White, I Putu Ferry Immanuel White, IPFI Yunita Mayang Sari Zai, Frengki Ananda Zaid Akbar Al Muharram