Claim Missing Document
Check
Articles

PENYEDIAAN DAN PELATIHAN ALAT SUWIR DAN ALAT PENIRIS MINYAK DI SMK NEGERI 1 KABUPATEN KUPANG Limbong, Ishak S.; Nayoan, Christina Rony; Pallawagau, Murni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah ikan hasil penangkapan di Propinsi NTT jauh lebih besar daripada hasil dari darat (hingga 97ribu ton pada tahun 2012). Tetapi hal ini tidak diikuti dengan pengolahan produk perikanan yang lebih banyak, sehingga ikan-ikan tersebut dikirim bahkan diekspor dalam kondisi bahan mentah. Sejalan dengan perkembangan teknologi pengolahan, telah diupayakan untuk meningkatkan kapasitas dan laju produksi hasil pengolahan. Salah satu produk perikanan adalah abon ikan. Dalam bentuk abon, produk perikanan dapat menjadi lebiih baik secara ekonomis. Tetapi kendala yang terjadi adalah mitra masih menggunakan cara lama dalam mengolah ikan mentah tersebut). Hasilnya, dibutuhkan tenaga kerja yang banyak untuk menyuwir daging ikan secara manual dan kadar minyak hasil penyaringan dengan menggunakan kain juga masih tinggi. Di sisi lain, mitra, sebagai calon-calon wirausahan, seharusnya mampu untuk mengikuti laju perkembangan teknologi hasil perikanan agar hasil yang didapatkan lebih baik secara mutu, jumlah, dan harga penjualan. Teknologi yang akan diterapkan sebenarnya bukan hal yang baru, tetapi informasi pengetahuan, baik secara pengetahuan teknik-teknik pengolahan, perawatan alat yang berbasis teknologi, tata cara penggunaannya termsuk cara agar produk tetap hygienis, masih belum diketahui secara baik oleh mitra. Dengan adanya teknologi ini diharapkan siswa-siswi SMK 1 Kabupaten Kupangmampu untuk menjadi wirausahawan-wirausahawan baru, atau minimal mampu menjadi tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi dan siap pakai.
Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sekolah Dasar di Daerah Semi Pedesaan Kota Kupang, NTT Ndoen, Enjelita Mariance; Nayoan, Christina Rony; Limbu, Ribka; Toy, Sarci Magdalena; Geghi, Cathrin Wea Djogo
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 1 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i1.19151

Abstract

SD GMIT Naioni yang terletak di daerah semi-pedesaan Kota Kupang teridentifikasi memiliki literasi kesehatan reproduksi yang kurang memadai dan siswanya berpotensi mengalami berbagai permasalahan kesehatan  reproduksi di masa yang akan datang. Kegiatan pengabdian literasi kesehatan reproduksi ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa laki-laki dan perempuan kelas III-VI mengenai kesehatan reproduksi sehingga dapat mempersiapkan siswa dalam menghadapi masa pubertasnya. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan peran guru dalam memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai kesehatan reproduksi di sekolah. Kegiatan pengabdian meliputi pemberian empat kali pertemuan pemberian literasi  kepada siswa kelas III-VI SD GMIT Naioni yang berjumlah 143 siswa yang terdiri dari 89 laki-laki dan 54 perempuan. Setiap pertemuan memiliki topik literasi yang berbeda yang meliputi mengenal tubuhku, masa pubertas, nutrisi bagi remaja, dan hubungan yang saling menghormati. Pemberian literasi menggunakan metode penyuluhan dan tanya jawab yang disertai aktivitas ice breaking dan permainan. Media pembelajaran menggunakan buku saku kesehatan reproduksi, poster dan alat peraga organ reproduksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 24,30% pada siswa laki-laki dan perempuan kelas III-VI SD GMIT Naioni.  Para guru juga menyatakan kesediaan untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi secara berkala kepada para siswa dengan menggunakan media promosi kesehatan yang diterima dari kegiatan pengabdian berupa media poster siklus menstruasi, buku promosi kesehatan reproduksi, dan alat peraga organ reproduksi laki-laki dan perempuan. Pihak sekolah diharapkan secara konsisten dapat melanjutkan pemberian literasi kesehatan reproduksi dan memantau penerapan perilaku kesehatan reproduksi tersebut di sekolah.
The Relationship Between Predisposing Factors and The Incidence of Chronic Suppurative Otitis Media Nayoan, Christin Rony; Maharani , Arum; Towidjojo, Vera Diana; Syamsi, Nur
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jkupr.v13i2.20362

Abstract

One of the health problems in Indonesia is hearing loss which can be caused by otitis media. The incidence of Chronic Suppurativa Otitis Media (CSOM) in the world ranges from 65-330,000,000 per year. Research shows that in 2020, in the ENT Clinic at Anutapura General Hospital, recorded 289 out of 506 patients seeking treatment for ear problems, making it the most cases compared to nose and throat problems. Predisposing factors for CSOM include nutritional status, immunity, history of Acute Otitis Media (AOM), history of Acute Respiratory tract Infection (ARI), exposure to cigarette smoke and nutritional status.The objective of this study is to determine the relationship between predisposing factors and the incidence of CSOM in the ENT clinic at Undata General Hospital, Central Sulawesi. This study was a cross-sectional analytic observational study conducted at the ENT clinic of Undata General Hospital, Central Sulawesi. Sampling was done using purposive sampling technique by setting certain criteria. Participants were asked to fill out a questionnaire that could help researchers identify possible risk factors for CSOM to collect primary research data. Data analysis in this study used bivariate data analysis to test the relationship between two variables. Based on the results of bivariate analysis using the chi-square test, the p-value of the factors studied was 0.299 for immune status, 0.35 for genetic factors, 0.04 for history of ARI, 0.000 for history of AOM, 1.000 for cigarette smoke exposure, 0.792 for nutritional status, 0.045 for age and 0.193 for gender. Conclusion of this study, predisposing factors that are significantly associated with the incidence of CSOM in the ENT clinic of Undata general hospital are history of ARI, history of AOM and age.  
PENGARUH VITAMIN B6 TERHADAP NILAI UJIAN BLOK MAHASISWA Christin Rony Nayoan; Amany, Anisha Inas; Towidjojo, Vera Diana; Andi Alfia Muthmainnah Tanra; Rahma; IPFI White; Haerani Harun
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.350

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Vitamin B6 berfungsi sebagai kofaktor dalam lebih dari 100 reaksi enzimatik, dan berperan pada sintesis neurotransmitter seperti gamma-aminobutyric acid (GABA), serotonin, dan dopamine sehingga berpotensi mempengaruhi fungsi otak yang berkaitan dengan konsentrasi, daya ingat, dan performa akademik pada mahasiswa terutama dalam ujian blok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin B6 terhadap nilai ujian blok mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Angkatan 2023. Metode : Penelitian kuasi-eksperimental dengan Posttest-Only Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, kemudian dibagi menjadi dua kelompok dengan perlakuan berbeda. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan Uji T Sampel Independen. Hasil : Total sampel adalah 36 mahasiswa yang dibagi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen-diberikan vitamin B6 100 mg per hari selama 3 minggu 5 hari dan kelompok kontrol-tidak diberikan vitamin B6. Didapatkan nilai rata-rata ujian blok pada kelompok eksperimen adalah 50,19; kelompok kontrol adalah 42,63; dan nilai signifikansi 0,006 antar kelompok. Kesimpulan: Suplementasi vitamin B6 dapat meningkatkan performa akademik mahasiswa kedokteran. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu tidak adanya penilaian awal (pre-test) sehingga kondisi awal sampel tidak diketahui, serta terdapat banyak faktor yang tidak dapat dikendalikan yang mungkin memengaruhi performa akademik sampel penelitian. ABSTRACT Background: Vitamin B6 functions as a cofactor in over 100 enzymatic reactions and plays a role in the synthesis of neurotransmitters such as gamma-aminobutyric acid (GABA), serotonin, and dopamine. These neurotransmitters have the potential to influence brain functions related to concentration, memory, and academic performance, particularly in medical students during block examinations. This study aimed to examine the effect of vitamin B6 supplementation on the block exam scores of medical students at the Faculty of Medicine, Tadulako University, Class of 2023.Methods: This was a quasi-experimental study using a posttest-only control group design. Samples were selected using random sampling and divided into two groups receiving different treatments. Data analysis included normality testing, homogeneity testing, and independent sample t-tests.Results: A total of 36 students participated in the study, divided into two groups: the experimental group received 100 mg of vitamin B6 daily for 3 weeks and 5 days, while the control group received no supplementation. The average block exam score in the experimental group was 50.19, compared to 42.63 in the control group, with a statistically significant difference between groups (p = 0.006).Conclusion: Vitamin B6 supplementation may enhance the academic performance of medical students. However, this study has limitations, including the absence of a baseline (pre-test) assessment, which prevents evaluation of initial conditions, and the presence of various uncontrolled factors that may have influenced the academic performance of the participants.
Edukasi Terpadu Ibu dan Remaja Putri tentang Pertumbuhan Remaja dan Pencegahan Anemia untuk Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga di Kelurahan Naioni Toy, Sarci Magdalena; Nayoan, Christina Rony; Geghi, Cathrin Wea Djogo; Ndoen, Enjelita Mariance; Limbu, Ribka
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22646

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu dan remaja putri mengenai pertumbuhan dan perkembangan remaja serta pencegahan anemia. Sasaran kegiatan adalah masyarakat di Desa Naioni, Kota Kupang, yang masih minim informasi terkait pubertas, perkembangan psikososial, dan pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan anemia. Kegiatan dilakukan secara purposive pada tiga kelompok, yaitu RT 19 RW 09, RT 21 RW 10, dan komunitas GPdI Anugerah Naioni, dengan total 54 peserta perempuan. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, identifikasi kebutuhan mitra, dan pelaksanaan berupa sosialisasi, penyuluhan, diskusi, serta workshop pengolahan pangan lokal. Peserta diberikan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Materi yang disampaikan mencakup definisi remaja, tanda pubertas, aspek pertumbuhan dan perkembangan, serta konsep anemia, penyebab, gejala, dan pencegahannya melalui pemanfaatan daun kelor dalam berbagai olahan bergizi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pretest 55,92 dan meningkat menjadi 70,37 pada posttest (kenaikan 25,84%). Temuan ini membuktikan bahwa edukasi langsung dan praktik pengolahan pangan lokal efektif meningkatkan pemahaman masyarakat dalam upaya pencegahan anemia pada remaja putri.
Histopathological Study of Wistar Rat Liver Infected with Schistosoma japonicum David Pakaya; Varel Bramantio Gagola; Christin Rony Nayoan; Junjun Fitriani; Vera Diana Towidjojo
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 9 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.9.2.10203.64-69

Abstract

Schistosoma, including Schistosoma japonicum (S. japonicum), can live with an intermediate host, such as rats, and infect mammals, such as humans and rats. We can use a rat model to understand the pathophysiology of Schistosoma. The aim of this study is to describe the histopathological changes of Wistar rat liver infected with S. japonicum. This is a quasi-experimental study that employs a descriptive qualitative approach. The samples were 8-week-old male Wistar rats with an average weight of 250 to 350 g. The whole sample was made up of 16 rats that were given S. japonicum cercaria intraperitoneally. The rats were then split into 4 groups: the control group (C) ended on day 0, the T1 group ended on day 14, the T2 group ended on day 42, and the T3 group ended on day 60. We necropsied the liver, examined it histopathologically using hematoxylin eosin staining, and conducted a qualitative analysis. In the control group, we observed normal liver structure; in the T1 group, we observed hepatocyte degeneration, dilatation of liver sinusoids, and accumulation of inflammatory cells; in the T2 group, we observed similar conditions to the T1 group, including hepatocyte apoptosis; in the T3 group, we observed hepatocyte degeneration, hepatocyte necrosis, infiltration of inflammatory cells (PMNs), and thickening of connective tissue. In conclusion, there was gradual liver damage over the period of time in animal models, and the worst is in chronic conditions, which are dominated by fibrotic tissue, but no granulomas have been found.
Komparasi Efek Analgesia yang Ditimbulkan Oleh Ibuprofen Arginin dan Natrium Diklofenak Zaid Akbar Al Muharram; Christin Rony Nayoan
Journal of Pharmascience Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i2.14664

Abstract

Nyeri merupakan masalah global yang telah dirasakan oleh seluruh generasi umat manusia. Banyak cara telah dilakukan oleh umat manusia dalam mencoba menangani nyeri dan pemakaian OAINS merupakan salah satu cara yang telah terbukti efektif. Penggunaan OAINS non-spesifik seperti ibuprofen dan diklofenak merupakan suatu fenomena yang umum diamati, lebih dari 30 juta orang di dunia mengkonsumsi OAINS setiap harinya. Menurut Oxford league of analgesics table kedua obat tersebut memiliki potensi analgesia yang serupa dengan NNT ibuprofen 400 mg/600 mg (2,4) dan NNT diklofenak (2,3). Sediaan baru ibuprofen yang disalifikasi dengan asam amino l-arginin memunculkan pertanyaan tentang perbandingan potensi analgesianya terhadap diklofenak. Penelitian dilakukan secara quasi experimental dan double blind dengan perlakuan pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri atas 30 probandus sehat yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan (n = 10). Kelompok perlakuan mendapatkan ibuprofen arginin 600 mg, gula 500 mg (plasebo), atau natrium diklofenak 50 mg. Efek analgesia diamati dengan pengukuran pain latency sebelum perlakuan (0’) dan sesudah perlakuan (30’, 60’, 90’, 120’, 150’, 180’). Perbandingan langsung antara ibuprofen arginin 600 mg dan natrium diklofenak 50 mg tidak memunculkan hasil yang signifikan, natrium diklofenak 50 mg hanya unggul 1,2 detik dibandingkan dengan ibuprofen arginin 600 mg (p > 0,9999). Kata Kunci: OAINS, Ibuprofen Arginin, Natrium Diklofenak, Nyeri, Nyeri Latensi Pain is a global problem that has been felt by all generations of mankind. The humankind has employed many methods in handling pain and the use of NSAIDs is a proven effective method. The use of non-specific NSAIDs such as ibuprofen and diclofenac is a commonly observed phenomenon as >30 million people around the world take NSAIDs every day. According to the Oxford league of analgesics table, both drugs have similar analgesic potency, ibuprofen 400 mg/600 mg (NNT: 2,4) and diclofenac (NNT: 2,3). A new preparation of ibuprofen salinized with the amino acid l-arginine raises questions about the comparison of its analgesic potency to diclofenac. This research was conducted in a quasi-experimental and double-blind setting with pre- and post-tests treatments. The research sample consisted of 30 healthy subjects who were divided into 3 groups (n= 10). The groups received 600 mg ibuprofen arginine, 500 mg sugar (placebo), or 50 mg diclofenac sodium. Analgesia effect was observed by measuring pain latency before treatment (0') and after treatment (30', 60', 90', 120', 150', 180'). A direct comparison of the two drugs does not produce significant results, 50 mg diclofenac sodium is only 1.2 seconds superior to 600 mg ibuprofen arginine (p >0.9999).
Peningkatan Peran Tenaga Kesehatan dan Kader Desa dalam Skrining Kaki Diabetik melalui Program DIGI-FOOT Care Ayu Sekarani Damana Putri; Vera Diana Towidjojo; Christin Rony Nayoan; Junjun Fitriani; Nur Syamsi; Ryfial Azhar
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2429

Abstract

Komplikasi kaki diabetik merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kecacatan dan amputasi pada penderita diabetes melitus. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui deteksi dini menggunakan pemeriksaan monofilamen dan Ankle Brachial Index yang berperan penting dalam mengurangi risiko komplikasi lanjutan. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan serta kader desa dalam melakukan skrining kaki diabetik menggunakan teknologi sederhana melalui implementasi program DIGI-FOOT Care di Puskesmas Kayuwou, Kabupaten Donggala. Metode kegiatan meliputi sesi pelatihan, workshop interaktif, praktik lapangan, pendampingan langsung dalam skrining, hingga penyerahan sarana pemeriksaan kepada pihak puskesmas. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan yang bermakna pada pengetahuan dan keterampilan peserta, yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 52,3 meningkat menjadi 84,6 pada post-test. Selama kegiatan, dilakukan skrining terhadap 57 pasien diabetes, di mana 18% teridentifikasi mengalami neuropati perifer dan 7% berisiko penyakit arteri perifer. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas pelayanan primer, penguatan peran kader desa, serta perluasan akses deteksi dini bagi pasien. Secara keseluruhan, program DIGI-FOOT Care terbukti relevan sebagai model kemitraan berbasis masyarakat dalam mendukung pencegahan komplikasi diabetes di layanan kesehatan tingkat pertama.
Kadar Glukosa Darah Setelah Konsumsi Madu Pada Kelompok Dewasa Muda Riska Yanti; Haerani Harun; Ressy Dwiyanti; Junjun Fitriani; Christin Rony Nayoan; Muh Azzam Faaz; Nihayatul Khoiriyah Rachmat; Darent Aditya Nasario Hermanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57832

Abstract

Konsumsi berlebihan karbohidrat terutama gula sederhana dapat menyebabkan fluktuasi glukosa darah hingga peningkatan tinggi glukosa yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan Risiko resistensi insulin. Mengonsumsi pemanis alami seperti madu semakin meningkat, namun data mengenai respons glikemik akut pada individu sehat masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah asupan madu memberikan perubahan yang signifikan terhadap respons glikemik. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pengambilan sampel pretest-posttest pada 41 subjek dewasa muda sehat. Subjek penelitian menjalani puasa selama 8-10 jam, kemudian dilakukan pengukuran glukosa darah puasa (GDP), dilanjutkan dengan konsumsi satu sendok makan madu. Pengukuran kadar glukosa darah dua jam postprandial (GD2PP) dilakukan setelah intervensi. Perbedaan GDP dan GD2PP dianalisis menggunakan uji T berpasangan dan dianggap bermakna bila nilai p<0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar GDP adalah 92.24 9.62 mg/dL sedangkan kadar GD2PP adalah 88.76 8.33 mg/dL. Terdapat penurunan kadar glukosa darah yang bermakna secara statistik (p = 0,010) setelah satu sendok konsumsi madu. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi satu sendok makan madu tidak meningkatkan kadar glukosa pada dewasa muda yang sehat, bahkan cenderung menurun.
Co-Authors Adu, Petronela Adelfin Amany, Anisha Inas Amelya Betsalonia Sir Anderias Umbu Roga Andi Alfia Muthmainnah Tanra Andi Alfia Muthmainnah Tanra Andreastra, Agustinus Putu Anna Mailasari kusuma Dewi Asrawati Sofyan Ayu Sekarani Damana Putri Azizah Azizah Darent Aditya Nasario Hermanto David Pakaya David Pakaya Devi Oktafiani Dida, Grace Youngest Dimu, Rivaldo Deljunior Dwi Antono Eryc Z. Haba Bunga Faathir ‘Ilmi Haditsah Fistra Janrio Tandirerung Fransiskus G. Mado Geghi, Cathrin Wea Djogo Gilbert Yesaya Haninuna Gita Yasmin Safitri Haerani harun Haninuna, Gilbert Yesaya Helga Jilvera Nathalia Ndun I Putu Fery Immanuel White Imtihanah Amri Indra Yohanes Kiling Intje Picauly Ipfi White Ishak Limbong Jehanu, Fidryanto Jeida, Serena Gussatdy Jhonario Talaen Junjun Fitriani Kana, Indah M.P Klau, Marlin Adriana Kornelia Limbu, Ribka Limbu, Ribka Litelnoni, Aletha Anasthasya Lopo, Christian Lopo, Wigia Hanalia M. Sabir Mado , Fransiskus Geroda Maharani , Arum Manurung, Imelda Februati Ester Marni Marni Matsrial Putra Rombetasik Miani, Maria Detriani Misnadin, Indri Wahyuningsih Moeda, Yermia P. T. Muh Azzam Faaz Muntasir, Muntasir Nayoan, Christin Ndoen, Enjelita Mariance Ndun, Helga Jilvera Nathalia Neolaka, Jefri Arisamsi Nihayatul Khoiriyah Rachmat Niluh Putu Evvy Rossanty Niron, Maissie Ginaninta Charoline Nur Syamsi Nur syamsi Pallawagau, Murni Paudi, Cindy Amalia Octaviani Picauly, Intje Rahma Rahma Rahma Resmi, Ayu Citra Ressy Dwiyanti Riece Hariyati Riska Yanti Romeo, Petrus Rut Rosina Riwu Ryfial Azhar Sabakodi, Dwi Andika Umbu Gauka Sampe, Greyson Efraldi Sarci Magdalena Toy Serlie K.A. Littik Situmorang, Corymela Soleman Landi Sulanto Saleh Danu Suryaningrum, Dina Syamruth, Yendris Krisno Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan Tanelaph, Julio Martin Usfunan, Irene Kerin Varel Bramantio Gagola Vera Diana Towidjojo Vera Diana Towidjojo Weraman, Pius Yunita Mayang Sari Zai, Frengki Ananda Zaid Akbar Al Muharram Zaid Akbar Al Muharram