Claim Missing Document
Check
Articles

Efek Antipiretika Jus Buah Mentimun (Cucumis Sativus L.) (Studi quasi eksperimentalpre-post designpada mencit yang diinduksi demam dengan penyuntikan vaksin DPT – Hb) Matsrial Putra Rombetasik; Christin Rony Nayoan; Sulanto Saleh Danu
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 4 No. 3 (2017): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.25 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v4i3.334

Abstract

Latar belakang :Penggunaan obat secara tradisional semakin disukai karena pada umumnya tidakmenimbulkan efek samping seperti halnya obat-obatan dari bahan kimia, dan terdapat banyak tanaman obat yang ada di Indonesia yang belum dimanfaatkan, misalnyaMentimun (Cucumis sativus L.)adalah salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antipiretik, kecantikan, memperlancar buang air kecil, mengobati pasien hipertensi, sariawan, tifus dan diare. Mentimun belum diteliti secara klinis. Tujuan :Mengetahui efek antipiretik jus buah mentimun ( cucumis sativus L.) pada mencit yang diinduksi demam dengan penyuntikan vaksin DPT-Hb Material dan metode : 55 ekor mencit diinduksi demam dengan menyuntikkan 0,3 mL vaksin DPT-Hb 240 menit sebelum percobaan dan diukur suhunya setiap 15 menit selama 120 menit.Secara random binatang percobaan dibagi 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 11 mencit (kelompok kontrol - demam tanpa perlakuan), aquadest (demam + air) dan 3 kelompok perlakuan dengan jus buah mentimun (Cucumis Sativus L.) dosis bertingkat yaitu 0.25 ml, 0.5 ml, dan 1 ml.Selama periode tersebut dilakukan pengukuran suhu per rektal secara berkala. Hasil: Diperoleh nilai signifikansi antara kelompok kontrol dan aquadest lebih besar dari 0,05 (p>0.05) yang berarti aquadest tidak memiliki efek antipiretik. Sedangkan nilai signifikansi antara kelompok kontrol dengan pemberian jus buah mentimun dalam tiga dosis lebih kecil dari 0,05       (p < 0,05 ) yang berarti jus mentimun memiliki efek antipiretik. Kesimpulan: jus buah mentimun memiliki efek antipiretik pada mencit yang diinduksi demam dengan penyuntikan vaksin DPT-Hb. Kata kunci : antipiretik, vaksin DPT Hb, mencit, demam, jus buah mentimun   ( cucumis sativus L.)
Penegakkan Diagnosis Dan Manajemen Tatalaksanakista Odontogenik Regio Maksilla Anterior Di RSUP Dr.Kariadi Semarang Christin Rony Nayoan; Riece Hariyati; Anna Mailasari Kusuma Dewi; Dwi Antono
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 5 No. 2 (2018): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.233 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v5i2.362

Abstract

Latarbelakang :Kistaodontogenic adalah kista dengan struktur epitel berasal dari struktur gigi.Kistaodontogenic sering terjadi didaerah rahang,terutama diregiomaksillaanterior.Tujuan :Untuk memberikan informasi penegakkan diagnosiskista odontogenik terutama di regio maksilla anterior yang sering memberikan gambaran tumor jinak.Laporan kasus :Serial kasus kista odontogenicdiregiomaksilla anterior pada 2 pasien dewasa dengan tatalaksana berupa tindakan ekstirpasi dengan cara enukleasi menggunakan pendekatan midfacialdegloving dan Denkerrhinotomy.Kesimpulan :Kasus yang dilaporkan menunjukkan bahwa kista odontogenik regio maksilla anteriorsering tidak terdiagnosis karena penampakannya menyerupai massa jinak.  Kata kunci :Kistaodontogenik,  maksilla, diagnosis, enukleasi
PELATIHAN KADER KESEHATAN DESA GUNA PEMBENTUKAN POS OBAT DESA SALENA Christin Rony Nayoan; Asrawati Sofyan; Nur Syamsi; Andi Alfia Muthmainnah Tanra
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i4.11933

Abstract

One of the main issues that support the Vision of Long-Term National Development Plan 2005-2025 is independence through community-based health development. One of the achievements of this vision can be supported through the Active Alert Village program with indicators in the form of Community-based Health Efforts (UKBM). The Village Medicine Post is a form of UKBM that aims to meet emergency and temporary health needs in remote locations far from health service facilities. Salena Village is one of the areas in Palu City, which is located quite remote because it is at an altitude. This village does not yet have a Village Medicine Post and does not yet have trained health workers who have the ability to administer and use medicines. This is the basis for the implementation of community service which aims to improve the status of community independence in the health sector. The service was carried out by providing 2 training materials for health workers in the form of drug management and drug use, then evaluating knowledge and administering the initial medicines to be managed. Based on the evaluation, there were significant differences in knowledge among workers before and after training (p <0.05). This is in accordance with the output target set in the form of increased knowledge of workers in terms of first aid for several simple diseases. It is hoped that the trained health workers will be able to maximize the initial treatment for sick community members who need immediate help. --- Salah satu isu pokok yang menunjang Visi Pembangunan Nasional 2005-2025 adalah kemandirian melalui pembangunan kesehatan yang bersumber daya masyarakat. Pencapaian visi tersebut salah satunya dapat ditunjang melalui program Desa Siaga Aktif dengan indikator berupa Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM). Pos Obat Desa merupakan salah satu bentuk UKBM yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan darurat dan sementara pada lokasi terpencil yang jauh dari sarana pelayanan kesehatan. Desa Salena merupakan salah satu wilayah di Kota Palu yang lokasinya cukup terpencil karena berada di ketinggian. Desa ini belum memiliki Pos Obat Desa dan belum memiliki kader kesehatan terlatih yang memiliki kemampuan untuk mengelola dan menggunakan obat-obatan. Hal inilah yang menjadi dasar pelaksanaan pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan status kemandirian masyarakat di bidang kesehatan. Pengabdian dilakukan dengan memberi 2 materi pelatihan kepada kader kesehatan berupa manajemen pengelolaan obat dan penggunaan obat kemudian dilakukan evaluasi pengetahuan serta pemberian obat-obatan awal untuk dikelola. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan pada kader sebelum dan setelah pelatihan (p<0,05). Hal ini sudah sesuai dengan target luaran yang ditetapkan berupa peningkatan pengetahuan kader dalam hal pertolongan pertama untuk beberapa penyakit sederhana. Kader kesehatan yang sudah dilatih tersebut diharapkan mampu memaksimalkan penanganan awal pada anggota masyarakat yang sakit yang membutuhkan pertolongan segera.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK HERBAL DAUN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULA) TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN YANG DI INDUKSI ALOKSAN Nurul Azizah; Nur Syamsi; Christin Rony Nayoan; Andi Alfia Muthmainnah Tanra
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v8i3.469

Abstract

Diabetes melitus adalah peningkatan kadar glukosa darah karena ketidakmampuan pankreas untuk menghasilkan insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Saat ini masyarakat lebih memilih pengobatan alternatif menggunakan obat herbal karena memiliki efek samping yang sedikit, mudah dijangkau baik dari segi harga maupun ketersediaanya. Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) merupakan obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Indonesia sebagai penurun glukosa darah karena memiliki kandungan berupa andrographolide dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya efek antidiabetes ekstrak herba daun sambiloto pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan diabetes. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Bahan yang digunakan adalah ekstrak daun sambiloto. Subjek sebanyak 25 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu K1(Na-CMC 0,5%), K2 (metformin 45 mg/kgBB), K3 (ekstrak 100 mg/kgBB), K4 (ekstrak 200 mg/kgBB), dan K5 (ekstrak 400 mg/kgBB). Uji One Way Annova menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada kelima kelompok perlakuan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Uji post hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan antara K3 terhadap K1, K2, K5 dan berbeda tidak signifikan terhadap K4. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun sambiloto (Andrographis panicula) 400 mg/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus (Rattus norvegicus) jantan secara signifikan.
VARIASI KASUS PENYAKIT HIDUNG DAN SINUS PARANASAL DI KLINIK THT-KL RSUD UNDATA PALU PERIODE 2015 – 2016: PEER REVIEW CHRISTIN NAYOAN; Fistra Janrio Tandirerung
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v8i3.472

Abstract

Latar Belakang : Penyakit pada hidung dan sinus paranasal masih menjadi permasalahan kesehatan yang banyak ditemukan di berbagai negara termasuk di Indonesia dengan berbagai variasi kasusnya. Tujuan : Mengetahui variasi kasus penyakit hidung dan sinus paranasal pada klinik THT-KL RSUD Undata Januari 2015 sampai Desember 2016. Metode : Penelitian deskriptif - retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien di RSUD Undata Palu periode 2015-2016. Analisis deskriptif dilakukan berdasarkan karakteristik pasien. Hasil : Didapatkan jumlah pasien dengan keluhan pada daerah hidung dan sinus paranasal selama periode 2015-2016 adalah 1040, dengan kasus rhinosinusitis sebagai kasus terbanyak yaitu 28,08 %. Pasien dengan keluhan hidung dan sinus paranasal terbanyak adalah perempuan (53,6 %) dengan rentang usia terbanyak pada kelompok usia 30-39 tahun. Simpulan : Variasi kasus penyakit didaerah hidung dan sinus paranasal di RSUD Undata Palu hampir sama dengan beberapa RS di Indonesia.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA MELALUI PELATIHAN KADER POSYANDU REMAJA DI DAERAH KEPULAUAN Christina Rony Nayoan; Gilbert Yesaya Haninuna
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v4i1.16512

Abstract

Literasi kesehatan berpotensi mempengaruhi perilaku kesehatan pada remaja terkait kesehatan reproduksi remaja itu sendiri. Remaja mempunyai risiko mengalami perubahan mendasar terkait masalah perubahan sikap dan perilaku seksual remaja, hal ini terkait dengan proses pertumbuhan dan perkembangannya. Melihat masalah tersebut maka diperlukannya suatu intervensi kesehatan reproduksi remaja. Kebaruan kegiatan ini karena melakukan peningkatan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui pelatihan kader posyandu di daerah kepulauan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui pelatihan kader posyandu remaja di SMP Negeri 1 Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Output yang diharapkan melalui kegiatan PKM ini adalah pemberdayaan Generasi Z sebagai kader posyandu remaja untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja. Metode kegiatan yang digunakan yaitu pendekatan one group pretest posttest design. Subjek kegiatan adalah kader posyandu remaja berjumlah 10 orang, kegiatan dilakukan pada tanggal 3 september 2022 di Pulau Semau. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada pra pelaksanaanya yaitu mendapati hasil analisis situasi dan perizinan kemudian membuat media berupa lembar balik (flip chart) tentang kesehatan reproduksi. Kemudian pelaksanaannya dilakukan pengisian kuesioner pretest, lalu memberikan literasi kesehatan reproduksi remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi. Kesimpulan pelatihan literasi kesehatan reproduksi remaja dapat memberikan keterampilan hidup sehat.Kata Kunci: Reproduksi remaja; Literasi kesehatan; Posyandu remaja.   
PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA MELALUI PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA POSYANDU REMAJA DI SMPN I SEMAU Christina Rony Nayoan; Rut Rosina Riwu; Petrus Romeo
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Edisi April 2023
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v4i1.226

Abstract

Remaja, sebagai penerus dan calon pemimpin bangsa di masa depan, memiliki hak dan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, terjamin kelangsungan hidupnya, bebas dari tindakan diskriminasi dan perlakuan yang salah, termasuk terlindungi dari berbagai masalah kesehatan. Oleh karena kompleksnya permasalahan kesehatan remaja memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi, Kementerian Kesehatan telah mengembangkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas. Namun pelayanan di dalam gedung yang diberikan oleh tenaga kesehatan masih memiliki keterbatasan sarana dan hambatan terkait akses karena geografis yang beragam. Sehingga dibutuhkan upaya pemberdayaan masyarakat dalam upaya promotif serta preventif guna mendukung keberhasilan program.Tujuan kegian adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai Kesehatan reproduksi, meningkatkan sikap dan tindakan remaja dalam mempromosikan kesehatan reproduksinya, dan membentuk kelompok kerja posyandu remaja di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan sikap remaja setelah diselenggarakan bina suasana dan diskusi tentang pentingnya kesehatan reproduksi remaja. Semua variabel pengetahuan menunjukkan peningkatan yang bermakna yakni lebih dari 80% remaja menunjukkan peningkatan pada pengetahuan gizi, KRR, HIV-AIDS dan NAPZA, dan pubertas. Hal yang sama juga ditunjukkan dalam variabel sikap di mana lebih dari 80% remaja menunjukkan peningkatan sikap.
Factors Associated with Providing Complete Primary Immunization to Infants at the Sikumana Health Center Jhonario Talaen; Christina R. Nayoan; Soleman Landi
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 3 No 2 (2023): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v3i2.580

Abstract

Imunisasi Dasar Lengkap adalah imunisasi yang patut didapatkan oleh semua anak yang berusia 1 tahun diantaranya, imunisasi HB 0, imunisasi BCG, imunisasi DPT-HB-HIB, imunisasi Polio, dan imunisasi Campak. Tujuan peneleitian ini dilakukan yaitu ingin mengetahui Hubungan pengetahuan, sikap orang tua, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan terhadap pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di Puskesmas Sikumana. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan yaitu survei analitik, dengan pendekatan cross sectional. Kemudian didapatkan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 91 responden, Teknik yang digunakan yaitu wawancara dengan menggunakan kuesioner yang telah disediakan, waktu penelitian dimulai dari bulan Agustus-September 2022. Analisis data yang digunakan yaitu chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan (p=0,049), sikap (p=0,045), dukungan keluarga (p=0,026), dan dukungan petugas kesehatan (p=0,025) dengan pemberian imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Sikumana. Diharapkan agar orang tua selalu memperhatikan jadwal pemberian imunisasi kepada anaknya.
Komparasi Efek Analgesia yang Ditimbulkan Oleh Ibuprofen Arginin dan Natrium Diklofenak Zaid Akbar Al Muharram; Christin Rony Nayoan
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i2.14664

Abstract

Nyeri merupakan masalah global yang telah dirasakan oleh seluruh generasi umat manusia. Banyak cara telah dilakukan oleh umat manusia dalam mencoba menangani nyeri dan pemakaian OAINS merupakan salah satu cara yang telah terbukti efektif. Penggunaan OAINS non-spesifik seperti ibuprofen dan diklofenak merupakan suatu fenomena yang umum diamati, lebih dari 30 juta orang di dunia mengkonsumsi OAINS setiap harinya. Menurut Oxford league of analgesics table kedua obat tersebut memiliki potensi analgesia yang serupa dengan NNT ibuprofen 400 mg/600 mg (2,4) dan NNT diklofenak (2,3). Sediaan baru ibuprofen yang disalifikasi dengan asam amino l-arginin memunculkan pertanyaan tentang perbandingan potensi analgesianya terhadap diklofenak. Penelitian dilakukan secara quasi experimental dan double blind dengan perlakuan pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri atas 30 probandus sehat yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan (n = 10). Kelompok perlakuan mendapatkan ibuprofen arginin 600 mg, gula 500 mg (plasebo), atau natrium diklofenak 50 mg. Efek analgesia diamati dengan pengukuran pain latency sebelum perlakuan (0’) dan sesudah perlakuan (30’, 60’, 90’, 120’, 150’, 180’). Perbandingan langsung antara ibuprofen arginin 600 mg dan natrium diklofenak 50 mg tidak memunculkan hasil yang signifikan, natrium diklofenak 50 mg hanya unggul 1,2 detik dibandingkan dengan ibuprofen arginin 600 mg (p > 0,9999). Kata Kunci: OAINS, Ibuprofen Arginin, Natrium Diklofenak, Nyeri, Nyeri Latensi Pain is a global problem that has been felt by all generations of mankind. The humankind has employed many methods in handling pain and the use of NSAIDs is a proven effective method. The use of non-specific NSAIDs such as ibuprofen and diclofenac is a commonly observed phenomenon as >30 million people around the world take NSAIDs every day. According to the Oxford league of analgesics table, both drugs have similar analgesic potency, ibuprofen 400 mg/600 mg (NNT: 2,4) and diclofenac (NNT: 2,3). A new preparation of ibuprofen salinized with the amino acid l-arginine raises questions about the comparison of its analgesic potency to diclofenac. This research was conducted in a quasi-experimental and double-blind setting with pre- and post-tests treatments. The research sample consisted of 30 healthy subjects who were divided into 3 groups (n= 10). The groups received 600 mg ibuprofen arginine, 500 mg sugar (placebo), or 50 mg diclofenac sodium. Analgesia effect was observed by measuring pain latency before treatment (0') and after treatment (30', 60', 90', 120', 150', 180'). A direct comparison of the two drugs does not produce significant results, 50 mg diclofenac sodium is only 1.2 seconds superior to 600 mg ibuprofen arginine (p >0.9999).
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI BUDAYA SEHAT: SUKSES IMPLEMENTASI CTPS DI KELURAHAN NAIBONAT Marni Marni; Anderias Umbu Roga; Christina Rony Nayoan; Intje Picauly
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Edisi Oktober 2023
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v4i2.242

Abstract

One of the activities in the Naibonat Village that needs special attention is the prevention of stunting through the application of a healthy culture and the practice of washing hands with soap (CTPS). The history of PkM activities highlights the high incidence of stunting in this kelurahan, reaching 15.8% of the total number of children under five assessed. PkM stunting prevention activities will be carried out in July 2023 with an emphasis on increasing public awareness of stunting, CTPS procedures, use of local media, and the active participation of regional leaders. The results of this Community Service show that effective health education has increased public awareness of stunting from 69.7% to 92.3%. After this program, there was a sharp increase in the use of soap, from 30% to more than 80%. The dissemination of health messages has also benefited from the increased use of local media, particularly leaflets featuring dialects of the local culture. In addition, the community is also increasingly encouraged by community leaders who actively promote good hand washing habits. To ensure the continuity and sustainability of the program in preventing stunting and improving public health in Kelurahan Naibonat, recommendations include increased health education, ongoing collaboration with community leaders, ongoing monitoring and evaluation, and active community involvement.
Co-Authors Adu, Petronela Adelfin Amany, Anisha Inas Amelya Betsalonia Sir Anderias Umbu Roga Andi Alfia Muthmainnah Tanra Andi Alfia Muthmainnah Tanra Andreastra, Agustinus Putu Anna Mailasari kusuma Dewi Asrawati Sofyan Azizah Azizah David Pakaya Devi Oktafiani Dida, Grace Youngest Dimu, Rivaldo Deljunior Dwi Antono Eryc Z. Haba Bunga Faathir ‘Ilmi Haditsah Fistra Janrio Tandirerung Fitriani, Junjun Fransiskus G. Mado Geghi, Cathrin Wea Djogo Gilbert Yesaya Haninuna Gita Yasmin Safitri Haerani harun Haninuna, Gilbert Yesaya Helga Jilvera Nathalia Ndun Imtihanah Amri Indra Yohanes Kiling Intje Picauly Ipfi White Ishak Limbong Jehanu, Fidryanto Jeida, Serena Gussatdy Jhonario Talaen Junjun Fitriani Kana, Indah M.P Klau, Marlin Adriana Kornelia Limbu, Ribka Limbu, Ribka Litelnoni, Aletha Anasthasya Lopo, Christian Lopo, Wigia Hanalia M. Sabir Mado , Fransiskus Geroda Maharani , Arum Manurung, Imelda Februati Ester Marni Marni Matsrial Putra Rombetasik Miani, Maria Detriani Misnadin, Indri Wahyuningsih Moeda, Yermia P. T. Muntasir, Muntasir Nayoan, Christin Ndoen, Enjelita Mariance Ndun, Helga Jilvera Nathalia Neolaka, Jefri Arisamsi Niluh Putu Evvy Rossanty Niron, Maissie Ginaninta Charoline Nur Syamsi Nur syamsi Pallawagau, Murni Paudi, Cindy Amalia Octaviani Picauly, Intje Rahma Rahma Rahma Resmi, Ayu Citra Riece Hariyati Romeo, Petrus Rut Rosina Riwu Sabakodi, Dwi Andika Umbu Gauka Sampe, Greyson Efraldi Sarci Magdalena Toy Serlie K.A. Littik Situmorang, Corymela Soleman Landi Sulanto Saleh Danu Suryaningrum, Dina Syamruth, Yendris Krisno Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan Tanelaph, Julio Martin Usfunan, Irene Kerin Vera Diana Towidjojo Weraman, Pius White, I Putu Ferry Immanuel White, IPFI Yunita Mayang Sari Zai, Frengki Ananda Zaid Akbar Al Muharram