Claim Missing Document
Check
Articles

MENGENAL WISATA ALAM SUMATERA UTARA DALAM PEMBELAJARAN BIPA MELALUI PERMAINAN WORD WALL Nurhayani Pandia; Tetty Romauli Panjaitan; Dian Syahfitri
Kelola: Journal of Islamic Education Management Vol. 11 No. 1 (2026): Kelola: Journal of Islamic Education Management
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kelola.v11i1.9546

Abstract

Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan berbahasa, tetapi juga pada pengenalan budaya dan potensi daerah Indonesia kepada pembelajar asing. Salah satu potensi yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran BIPA adalah wisata alam Sumatera Utara yang memiliki daya tarik internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan permainan Word Wall dalam mengenalkan wisata alam Sumatera Utara pada pembelajaran BIPA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek pembelajar BIPA tingkat pemula. Teknik pengumpulan data dengan observasi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan Word Wall mampu meningkatkan motivasi belajar, memperkaya kosakata, serta membantu pembelajar memahami konsep wisata alam secara kontekstual. Pembelajar lebih aktif berpartisipasi, mudah mengingat kosakata, dan mampu menggunakannya dalam kalimat sederhana serta deskripsi lisan. Selain itu, permainan Word Wall menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, komunikatif, dan menyenangkan. Dari uraian diatas dapat di simpulkan bahwa permainan Word Wall efektif digunakan sebagai media pembelajaran inovatif dalam pembelajaran BIPA berbasis budaya dan pariwisata, serta berkontribusi dalam memperkenalkan kekayaan wisata alam Sumatera Utara kepada pembelajar asing secara bermakna sebagai strategi pendukung pembelajaran bahasa Indonesia di kelas BIPA modern yang kontekstual kreatif adaptif berkelanjutan Game-Based Learning menekankan penggunaan permainan sebagai sarana pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar. Wordwall sebagai media permainan digital interaktif memungkinkan pembelajar BIPA berlatih kosakata dan struktur bahasa secara menyenangkan. Melalui permainan, pembelajar lebih aktif, termotivasi, dan tidak merasa tertekan dalam proses belajar bahasa.
Revitalization of the story of Asal Mula Pulut as teaching material for Indonesian language for foreigners Dian Syahfitri; Gleddeanaria Sypriana Naibaho; Grace Alviyano Sigiro
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v9i2.1847

Abstract

This study examines the revitalization of the traditional narrative regarding Asal Mula Pulut as an educational resource for Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA). The reason for this research stems from the necessity to safeguard local oral traditions and incorporate Indonesian cultural heritage into language education. In many Indonesian communities, pulut stands for unity, thankfulness, and fertility. This makes its origin story a culturally rich way to teach people from different cultures. As part of the revitalization process, the story is turned into a comic called Asal Mula Pulut. This comic is meant to teach BIPA students about cultural values through pictures and words that are easy for them to understand. This research employs a qualitative descriptive approach, incorporating ethnographic documentation and textual analysis. Data were collected from oral and written folklore, analyzed for linguistic characteristics and cultural significance, and subsequently converted into pedagogically suitable comic content. The results showed that the Pulut story has words, moral lessons, and cultural ideas that help middle BIPA students learn new words and understand what they read. This adaptation of the comic effectively connects traditional knowledge with modern learning tools, which makes students more interested and aware of other cultures.
Dinamika Psikologis Abimana dalam Novel Papah Bumi & Bumi Karya Hellnyla Agustina; Jusrin Efendi Pohan; Dian Syahfitri
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v8i1.8147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika psikologis Abimana, tokoh utama dalam novel *Papah Bumi & Bumi* karya Hellnyla, melalui pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini berfokus pada penggambaran dinamika psikologis Abimana, faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kondisi psikologisnya, serta proses transformasi emosional dan pemulihan diri berdasarkan lima tahapan duka cita menurut Kübler-Ross. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif. Data primer terdiri atas kutipan teks dari novel yang merepresentasikan konflik internal, perubahan emosional, dan perkembangan karakter. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan teknik pembacaan saksama (*close reading*). Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan interpretasi menggunakan teori trauma, kelekatan (*attachment*), duka cita, serta model Kübler-Ross (penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan). Temuan penelitian menunjukkan bahwa dinamika psikologis Abimana dibentuk oleh trauma berlapis: kehilangan ayah pada masa kanak-kanak dan kehilangan pasangan pada masa dewasa. Pengalaman-pengalaman tersebut saling berinteraksi dan memengaruhi respons emosional serta struktur identitasnya. Transformasi psikologisnya ditentukan oleh faktor risiko (riwayat kehilangan dan intensitas kelekatan) serta faktor pelindung (dukungan sosial, transisi peran sebagai ayah tunggal, dan rekonstruksi makna). Tahapan duka cita muncul secara dinamis dan tidak linear, di mana setiap tahapan menjalankan fungsi adaptif dalam proses pemulihannya. Pada akhirnya, Abimana merepresentasikan sosok yang bertransformasi dari kondisi disorganisasi emosional menuju integrasi diri dan ketangguhan (*resilience*).
IKAN MAS ARSIK SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BUDAYA DALAM PEMBELAJARAN BIPA Ririn Fresentia Natalia Br Pandia; Dian Syahfitri; Fretty Sarima Nainggolan; Dia Pika Marlina Br Ginting; Putu Dewi Merlyna
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13026

Abstract

The importance of integrating local cultural elements in the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) teaching program to strengthen cross-cultural communicative competence is the background to writing this article. Field operational problems trigger the limited availability of contextual teaching material drafts which result in obstacles to sociocultural understanding for international learners when learning the language. The main focus of this scientific study is to explore the symbolic meaning of the local wisdom of the traditional dish dekke na niarsik or Arsik Goldfish in Toba Batak traditional wedding ceremonies while formulating a draft for its media implementation. The steps of this descriptive qualitative research are operated using the semiotic theory of Charles Sanders Peirce which dissects the triadic correlation of signs between representamen, objects, and interpretants. Data collection procedures are collected in a structured manner through literature studies, participant observation, and draft documentation of cultural records. Empirical research findings reveal that this traditional culinary represents a draft of symbolic meaning for blessings, fertility of lineages, and household harmony. The utilization of these philosophical values ​​is then integrated into the draft of an interactive digital platform based on games using Kahoot media. The main conclusion confirms that the hybridization of culinary wisdom and digital media has proven to be very reliable in reducing class boredom and significantly increasing the learning motivation of foreign speakers. ABSTRAK Pentingnya integrasi unsur kebudayaan lokal dalam program pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) guna memperkuat kompetensi komunikatif lintas budaya melatarbelakangi penulisan artikel ini. Masalah operasional lapangan memicu keterbatasan ketersediaan draf materi ajar kontekstual yang berakibat pada hambatan pemahaman sosiokultural bagi para pemelajar internasional saat mempelajari bahasa. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah mengeksplorasi makna simbolik kearifan lokal hidangan tradisional dekke na niarsik atau Ikan Mas Arsik pada upacara pernikahan adat Batak Toba sekaligus merumuskan draf implementasi medianya. Langkah-langkah penelitian kualitatif deskriptif ini dioperasikan menggunakan landasan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang membedah korelasi tanda triadik antara representamen, objek, dan interpretant. Prosedur pengumpulan data dihimpun secara terstruktur via studi pustaka, observasi partisipatif, serta draf dokumentasi rekam budaya. Temuan penelitian secara empiris menyingkap bahwa kuliner tradisional ini merepresentasikan draf makna simbolis atas pemberkatan, kesuburan garis keturunan, serta keharmonisan rumah tangga. Pemanfaatan nilai filosofis tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam draf platform digital interaktif berbasis permainan menggunakan media Kahoot. Simpulan utama menegaskan bahwa hibridasi kearifan kuliner dan media digital terbukti sangat andal dalam mereduksi kejenuhan kelas serta meningkatkan motivasi belajar penutur asing secara signifikan.  
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Sastra Cerpen "Guru Jabut" Karya Hasan Al Banna Mesdi Wika Suryani Manullang; Dian Syahfitri; Yuliana Jetia Moon
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v7i1.6801

Abstract

Pendidikan karakter merupakan pilar utama yang berperan esensial dalam mewujudkan generasi unggul yang mengedepankan intelektualitas dan nilai moral. Sastra, khususnya cerpen, berperan strategis dalam menyampaikan nilai pendidikan karakter kepada generasi muda. Tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan komponen pendidikan karakter yang tercermin dalam sastra cerpen “Guru Jabut” di balik konteks sosial teks cerita secara tekstual. Penelitian ini mengaplikasikan metode kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam  penelitian melingkupi dokumentasi, kajian pustaka, serta wawancara. Selanjutnya, perolehan data dianalisis menggunakan kajian isi dengan analisis interaktif pola Miles juga Huberman yang melingkupi tahapan mereduksi data, penyajian data, dan menarik simpulan atau memverifikasi. Hasil analisis membuktikan dalam topik penelitian Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Sastra Cerpen “Guru Jabut” Karya Hasan Al Banna, memperoleh 13 nilai pendidikan karakter sebab kemunculannya konsisten dengan didukung teori Wibowo, Lickona berasas pada Kemendiknas (2010), serta 29 data termanifestasi nilai pendidikan karakter yang didominasi cinta damai dan kepedulian sosial lewat pengaruh karakter Guru Jabut. Simpulan riset ini menegaskan cerpen “Guru Jabut” berperan strategis dalam menyampaikan nilai pendidikan karakter sebab cerpen mengandung banyak nilai pendidikan karakter yang mampu diserap oleh pembaca.
YouTube as a Medium for Expository Text Learning: The Perspective of Indonesian Language Teachers Tuti Susianti Sihombing; Rudy Rudy; Dian Syahfitri
Fitrah Vol 16 No 2 (2025): December
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v16i2.1054

Abstract

This study aims to determine the role of YouTube in improving expository writing skills: the perspective of Indonesian language teachers at SMA Negeri 1 Doloksanggul. The background of this study is that Indonesian language learning in the classroom often poses a challenge for teachers at school. This is because students' interest in learning Indonesian varies. Therefore, teachers utilize YouTube to improve students' skills in writing expository texts. This study employs a descriptive qualitative research method. Data is collected through written tests, observations, and interviews. The research subjects are Indonesian language teachers. Data validation is conducted using reference materials and member checks. The results indicate that the use of YouTube videos is viewed as a strategic approach that should be implemented in education for language skill development. Writing expository texts is quite difficult for students to do in learning. The use of YouTube is considered to attract students' attention because it can improve their argumentation skills, vocabulary, and understanding of expository text structure. The use of this media is also used as motivation for teachers and students at the high school level.
Utilization of Local Wisdom Videos for Enrichment of Students' Poetry Interpretation in the Form of Essays Shalawati Shalawati; Teguh Trianton; Dian Syahfitri
Fitrah Vol 16 No 2 (2025): December
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v16i2.1056

Abstract

The use of videos based on local wisdom in literature learning is an innovative approach that can enrich the interpretation of poetry and improve students' essay writing skills. The purpose of this study is to describe the use of local wisdom videos to enrich the interpretation of poetry in the form of essays by 10th grade students at SMK Negeri 1 Simpang Kiri Kota Subulussalam. This study employs a qualitative approach using a descriptive method. Informants were selected purposively according to research needs. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and document analysis. Data analysis followed the qualitative analysis stages outlined by Miles and Huberman, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the use of local wisdom videos, such as the Peusijuk tradition, kenduri, and gotong royong, can shape more contextual, connotative, and symbolic interpretations of poetry. Students demonstrated improved abstract and reflective thinking skills and greater confidence in writing essays. Student responses were very positive because the visual media presented were relevant to their lives, making learning more active, personal, and meaningful. However, there were some challenges, such as technical limitations, differing cultural backgrounds, and low literary literacy. Despite this, teacher support, a flexible curriculum, and the integration of local values were key factors contributing to the success of this strategy. This approach strengthens understanding of poetry and fosters a deeper appreciation of literature through authentic learning experiences.
The Role of You Tube in Improving Expository Text Writing Skills: The Perspective of Indonesian Language Teachers at SMA Negeri 1 Doloksanggul Tuty Susianti Sihombing; Rudy; Dian Syahfitri
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 15 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jip.v15i1.12224

Abstract

This qualitative study aims to find out and describe in detail the importance of the role of YouTube media as a learning material and analyze the perspective of Indonesian Language teachers of SMA Negeri 1 Doloksanggul on the use of YouTube to improve their students’ skills in writing expository texts. This study can theoretically contribute to the development of theories in the fields of education, teaching, or humanities that are relevant and practically useful as a reference for future research with similar topics and to improve public understanding of the benefits of YouTube for expository text writing skills. The main data were obtained from the structured face-to- face interview with five respondents. By applying thematic analysis, the transcribed interview results were arranged and categorized based on relevant themes. The results show that YouTube plays an important role because it can be perceived as an interesting, effective, and creative media, however, teachers must be proactive in this regard. Thisstudy also suggests that the use of YouTube as a learning material for writing expository texts is considered effective because students are encouraged to argue, use more vocabulary, write texts systematically and are motivated. The results of the data analysis show that the obstacles often encountered are problems with the Internet network,school facilities, and distractions.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENULIS PUISI DI SMP NEGERI 2 PANGURURAN TAHUN AJARAN 2021/2022 Simatupang, Fenny Triani; Heeji, Kim; Syahfitri, Dian
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 4 No. 1 (2022): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jbip.v4i1.2708

Abstract

Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk menemukan masalah siswa dalam proses dan hasil peningkatan belajar menulis puisi melalui penerapan metode Field Trip. Penelitian dilakukan pada siswa SMP Negeri 2 Pangururan. Subjek penelitian berjumlah 30 orang siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, tindakan observasi dan interpretasi, serta analisis dan refleksi. Untuk mengumpulkan data, peneliti melakukan tes, observasi wawancara angket dan dokumentasi. Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, peneliti menemukan bahwa permasalahan tersebut adalah kurangnya motivasi dalam belajar menulis puisi, siswa kurang mampu mengembangkan ide dan kosa kata yang dimiliki, minimnya minat siswa dalam menulis, siswa kesulitan dalam menentukan tema, gaya bahasa dan imajinasi yang disebabkan kurangnya teknik, pola, metode dan pendekatan pembelajaran yang masih sederhana. Abstract-This study aims to find students’ problems in the process and results of improving learning to write poetry through the application of the Field Trip method. The research was conducted on students of SMP Negeri 2 Pangururan. The research subjects were 30 students. This study used a classroom action research design which was carried out in two cycles each cycle consisting of planning, implementation, observation and interpretation, as well as analysis and reflection. To collect data, researchers conducted tests, observations, interviews, questionnaires and documentation. After the data was collected and analyzed, the researchers found that the problems were a lack of motivation in learning to write poetry, students were less able to develop their ideas and vocabulary, students’ lack of interest in writing, students had difficulty in determining themes, language styles and imaginations due to lack of technique, patterns, methods and learning approaches that are still simple.
Co-Authors ., Arianto Agustina Amelia Eka Pratiwi Aminuyati Amri, Hasanul Ariani, Isa Arianto Bakarra, Dapot Beby Chika Nurhaliza Br Silalahi, Rahel Yesi Natasya Damanik, Novina Amelia Dapot H Bakkara Darni Uli Mega Putri Tambunan Dedy Syahhputra Silalahi Delvi K Parapat Dewi Puspa Sari Dia Pika Marlina Br Ginting Dungo Silitonga, Febri Dyla Nur Afriana E Sri Mehulinta Sembiring Eka Pratiwi, Amelia Elsa Stepany Sitompul Epriadi Epriadi, Epriadi Erikson Saragih Ermina Waruwu Erny Wityasminingsih Febri Dungo Silitonga Fenny Triani Simatupang Fretty Sarima Nainggolan Ginting, Pivi Turbana Br Girsang, Lesnaria Br. Gleddeanaria Sypriana Naibaho Grace Alviyano Sigiro Hamdi Rifai Heeji, Kim Hera Sapira Br Karo Herman . Hetty Kusniawaty Ibnu Hajar Ida Bagus Putrayasa Indriyanto, Kristiawan Ira Aprillah Siringo-Ringo Isian Waruwu Jusrin Efendi Pohan Kamaruzzaman Kamaruzzaman Karina, Agita Kasih Kristina Waruwu Khairunissa, Khairunissa Kim Heeji Lasni Mardiana Lilis Napitupulu Lisdar Idwan Sudirman Lubis, Maulida Mandasari Lumbangaol, Putri Meledina Lumongga Devitasari M. Ade Syahputra M. Yogi Riyantama Isjoni Manalu, Okto Dewi Sartika Maulida Mandasari Lubis Maundyni Syafindra Maya Rani Manurung Mayang Savira Mesdi Wika Suryani Manullang Milka Simanjuntak Moon, Yuliana Jetia Muhammad Fajar Muhammad Tommy Lumban Tobing MULA SIGIRO Napitupulu, Lilis Neny Hutagalung Ni Made Rai Wisudariani NISA RACHMANIA MUBARIK Nissa, Khairunissa Njuah Moenda Sari Silitonga Nurhayani Pandia Oktaviandi Bertua Pardede Padang, Nur Ridha Mamanda Pani Flora Marbun Panigoran Siburian Panjaitan, Paulina Pardede, Seniwati Paulina Panjaitan Pesta Junita Simamora Pesta Junita Simamora Putri Khairani Putri Meliani Manalu Putri, Tri Witya Putu Dewi Merlyna Rahel Yesi Natasya Br Silalahi Rahmayani Rahmayani Rajagukguk, Sadar M. Rani Fricyla Ria Fitriani, Ria Ririn Fresentia Natalia Br Pandia Rismar Wahyu Rudy Rudy Rudy Sabarina Br. Ginting Sadieli Telaumbanua Sadieli Telaumbanua Salsabila Handayani Nst Sanjuwita Sipayung Sari, Widya Arfiyantii Puspa Seniwati Pardede Servina Br Halawa Shalawati Shalawati Shalawati Shalawati Sherine Alexandra Sibuea, Mawar Sri Wulan Br. Siburian, Panigoran Sihombing, Tuty Susianti Silitonga, Njuah Moenda Sari Simanjuntak, Milka Simatupang, Fenny Triani Simatupang, Linsa Simbolon, Nova Tri Cahya Ramadhani Siregar, Elfriati Suaibah Suaibah Sudiana , I Nyoman Teguh Trianton Teguh Trianton Telaumbanua, Sadieli Tetty Romauli Panjaitan Tumanggor, Evi Bunga Rosari Tuti Susianti Sihombing Tuty Susianti Sihombing Waruwu, Mikha Ulina Putri Wibowo, Setiyo Williyansen, Kangga Ega Yeni Elsabet Siregar Yohana Sitohang Yuni Veronika Saragih Yusnadi Yusnadi Yusnadi, Yusnadi