Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Jurnal Pepadu

GERAKAN BERSIH PANTAI SEBAGAI UPAYA MENGURANGI SAMPAH PADA LINGKUNGAN PESISIR DI PANTAI ELAK-ELAK, SEKOTONG Diniariwisan, Damai; Affandi, Rangga Idris; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Diamahesa, Wastu Ayu; Sumsanto, Muhammad; Scabra, Andre Rachmat
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.4168

Abstract

Waste is the result of discarded unused materials which generally come from human activities. The rapid development in the tourism sector, especially at Elak-elak Beach, Sekotong, West Nusa Tenggara, has made the waste problem quite crucial. The aim of this beach clean movement activity is a form of community service to reduce the amount of rubbish on Elak-elak beach, so that it can preserve the environment and increase its attraction for tourists. The method used begins with location observations followed by the implementation of beach clean-up activities. The total number of participants who participated in this activity was 116 people. This activity succeeded in collecting various kinds of waste, ranging from organic and inorganic waste, where organic waste consisted of leaves and tree twigs. Meanwhile, inorganic waste is dominated by plastic waste such as cans, mineral water bottles, straws, plastic food wrap and styrofoam. A survey was also conducted on several tourist visitors regarding waste, where basically the visitors had a good understanding of waste. The beach clean movement activity ends with collecting the resulting rubbish which will then be transported to the landfill. The beach clean movement is a form of concern for environmental management. It is hoped that the activity can help raise awareness and raise people's sense of concern for the cleanliness and sustainability of the environment, especially beaches. Further service activities can be carried out by providing assistance and training to coastal communities.
PENANGANAN GURITA SEGAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK PADA NELAYAN PENANGKAP GURITA DI PANTAI KETAPANG, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Marzuki, Muhammad; Setyono, Bagus Dwi Hari; Nuryadin, Rusmin; Affandi, Rangga Idris; Wahyudi, Rhojim; Alim, Sahrul
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.4933

Abstract

PELATIHAN BUDIDAYA IKAN HIAS SKALA RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA KARANG BONGKOT Sumsanto, Muhammad; Diamahesa, Wastu Ayu; Rahmadhani, Thoy Batun Citra; Diniariwisan, Damai; Asri, Yuliana; Setyono, Bagus Dwi Hari; Affandi, Rangga Idris
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.4960

Abstract

Kemiskinan dan tekanan ekonomi merupakan masalah yang dihadapi oleh banyak rumah tangga di daerah pedesaan. Desa Karangbongkot adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan, salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan adalah melalui pengembangan budidaya ikan hias skala rumah tangga. Budidaya ikan hias dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumah- tangga miskin, karena tidak membutuhkan modal yang besar dan dapat dikelola dengan sumber daya lokal yang tersedia. Dalam pelaksanaan pengabdian ini, tim dari Universitas Mataram menggunakan metode partisipatif. Pendekatan partisipatif masyarakat adalah suatu metode dimana masyarakat secara aktif terlibat dan berperan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sebuah proyek atau program. Setelah implementasi program pengabdian kepada masyarakat tentang budidaya ikan hias skala rumah tangga di Desa Karang Bongkot sebagian besar peserta yang mengikuti pelatihan dasar dan praktik lapangan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang teknik budidaya ikan hias. Secara keseluruhan, program pengabdian kepada masyarakat tentang budidaya ikan hias skala rumah tangga di Desa Karang Bongkot menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan masyarakat. Namun, keberlanjutan dan pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengatasi tantangan yang ada dan memastikan dampak jangka panjang yang lebih besar.
GERAKAN KONSERVASI LINGKUNGAN MELALUI KREATIVITAS LOMBA ECOBRICK DAN LOMBA MEWARNAI DI DESA SEKOTONG BARAT Azzahra, Annisa; Purwati, Siva; Isnaini, Siti; Affandi, Rangga Idris; Setyono, Bagus Dwi Hari; Diniariwisan, Damai
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5235

Abstract

Sampah merupakan sesuatu yang tidak berguna dan menjadi sumber awal pencemaran lingkungan. Sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan yaitu dengan mendaur ulang atau mengolah sampah yang telah dibuang khususnya sampah yang sulit terurai seperti plastik. Penggunaan kembali sampah-sampah plastik ini harus dijadikan budaya oleh seluruh elemen masyarakat agar terbiasa mengolah serta menggunakan kembali sesuatu yang tidak memiliki nilai jual tersebut untuk meminimalisir jumlah sampah di berbagai wilayah terutama di wilayah konservasi. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan siswa/i sekolah dasar mengenai sumberdaya perairan dan gambaran lautan yang tercemar sampah serta mengolah sampah, dalam mewujudkan kelestarian ekosistem laut khususnya kawasan konservasi TWP GITA NADA. Mahasiswa Universitas Mataram juga menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan tersebut yang dilaksanakan pada Maret 2024 di Dermaga Tawun, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Perlombaan diikuti oleh siswa/i sekolah dasar di Desa Sekotong Barat. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi tentang pentingnya mengelola sampah, melalui lomba ecobrick yang merupakan salah satu upaya kreatif untuk memanfaatkan sampah plastik. Kegiatan ecobrick dilakukan dengan mengumpulkan sampah-sampah anorganik dan mengolahnya sehingga dapat mengurangi sampah anorganik yang susah terurai. Sedangkan kegiatan mewarnai dilaksanakan dengan tema konservasi laut. Melalui kegiatan mewarnai, peserta dapat mengenal dan mengetahui keanekaragaman yang ada di dalam perairan dan ekosistemnya selain itu juga bertujuan dalam menyalurkan kreativitas para peserta. Kedua kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran para siswa/i pentingnya menjaga laut dari sampah yang dapat merusak ekosistem laut. Kegiatan tersebut dapat mengenalkan siswa/i  keanekaragaman perairan dan mampu memberikan edukasi pentingnya menjaga ekosistem laut dengan tidak membuang sampah sembarangan
PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN PESISIR DI DESA LEMBAR SELATAN, KECAMATAN LEMBAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT Affandi, Rangga Idris; Scabra, Andre Rachmat; Abidin, Zaenal; Dwiyanti, Septiana; Setyono, Bagus Dwi Hari; Nurlaila, Nurlaila
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5873

Abstract

Desa Lembar Selatan, yang terletak di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, memiliki potensi mangrove yang signifikan. Diskusi dengan warga pesisir mengungkapkan bahwa lahan mangrove semakin berkurang akibat aktivitas manusia. Dalam pengabdian sebelumnya, telah dilakukan transfer ilmu tentang pentingnya mangrove untuk lingkungan melalui penyuluhan. Untuk melanjutkan upaya tersebut, kegiatan pengabdian berikutnya melibatkan penanaman bibit mangrove di pesisir Desa Lembar Selatan sebagai aksi nyata pelestarian dan contoh langsung bagi masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menambah luasan wilayah mangrove di wilayah Lombok Barat, khususnya Desa Lembar Selatan serta mendukung aksi nyata pelestarian mangrove dan memberikan contoh kepada masyarakat secara langsung. Pada kegiatan pengabdian ini, serangkaian kegiatan yang direncanakan secara terstruktur digunakan sebagai metode. Perencanaan kegiatan ini didasarkan pada hasil diskusi dan koordinasi antara seluruh tim pelaksana. Metode yang disepakati adalah sebagai berikut: survei lokasi, penyuluhan, penanaman mangrove, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang didapat dari kegiatan pengabdian di Dusun Cemare fokus pada penanaman mangrove untuk melindungi hutan yang terancam akibat aktivitas lokal. Penyuluhan di Pesisir Pantai Dusun Cemare mencakup materi tentang penanaman mangrove dan diikuti sesi tanya jawab untuk memperdalam pengetahuan peserta. Penanaman mangrove dimulai setelah penyuluhan, dengan persiapan alat dan bahan serta pengarahan teknis tentang cara menanam. Peserta kemudian melaksanakan penanaman sesuai petunjuk yang diberikan. Setelah penanaman mangrove, tim melakukan evaluasi untuk menilai kegiatan dan merencanakan program lanjutan, termasuk penanaman di wilayah lain dan sistem pendampingan masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah ilmu cara menanam mangrove telah tersampaikan kepada masyarakat di Dusun Cemare, Desa Lembar Selatan.
BIMBINGAN TEKNIS PENANGANAN PASCA PANEN DAN TRANSPORTASI LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) DI KERAMBA JARING APUNG DUSUN UJUNG BETOK LOMBOK TIMUR Asri, Yuliana; Affandi, Rangga Idris; Mulyani, Laily Fitriani; Dwiyanti, Septiana; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Alim, Sahrul; Diniariwisan, Damai; Setyono, Bagus Dwi Hari; Sumsanto, Muhammad
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6928

Abstract

Spiny lobsters (Panulirus homarus) are a high-value fishery commodity with strong demand in both local and international markets. Ujung Betok, located on the coast of East Lombok, is a center for spiny lobster aquaculture using floating net cages (FNC). Despite growing production, a common issue observed during transport is the decline in lobster quality, and in some cases, mortality, which significantly reduces market value. To address this problem, technical training was conducted focusing on post-harvest handling and transportation techniques aimed at preserving lobster quality up to the point of delivery. The activity was carried out through field surveys, educational sessions, and hands-on practical demonstrations at the FNC sites in Ujung Betok. Effective post-harvest handling is indicated by the lobster's ability to survive transport in healthy, undamaged condition, maintaining freshness equivalent to that at harvest. The post-harvest procedure includes sorting, holding, cold stunning, packaging, and transportation. Drier packaging methods have shown to significantly extend survival during transit. The fundamental principle of spiny lobster handling and packaging is to maintain product quality while minimizing physical injury and stress, both of which can lead to mortality.
Edukasi Potensi Ekologis dan Ekonomi Mangrove Bagi Masyarakat Pesisir Dusun Ujung Betok, Jerowaru Diniariwisan, Damai; Asri, Yuliana; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Affandi, Rangga Idris; Dwiyanti, Septiana; Alim, Sahrul; Diamahesa, Wastu Ayu; Sumsanto, Muhammad; Setyono, Bagus Dwi Hari; Scabra, Andre Rachmat
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.7129

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting secara ekologis dan ekonomis bagi masyarakat pesisir, namun kesadaran masyarakat terhadap nilai tersebut masih rendah. Banyak lahan mangrove di pesisir Ujung Betok yang mulai rusak dan beralih fungsi menjadi dermaga tradisional atau bahkan sekedar tempat pembuangan sampah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Dusun Ujung Betok terhadap potensi ekologi dan ekonomi mangrove. Metode pelaksanaan terdiri atas survei lokasi dan edukasi langsung berupa sosialisasi interaktif di lapangan. Edukasi diberikan melalui diskusi dan penyampaian materi tentang jenis mangrove, manfaat ekologis seperti pencegahan abrasi dan habitat biota, serta manfaat ekonomis seperti potensi hasil olahan dan ekowisata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang ditandai dengan antusiasme dan kemampuan menjelaskan kembali materi, serta munculnya kesadaran terhadap pentingnya konservasi. Edukasi mangrove secara langsung efektif dalam meningkatkan literasi masyarakat dan berpotensi mendorong keterlibatan aktif mereka dalam upaya konservasi berbasis manfaat berkelanjutan.
APLIKASI PENGUNAAN JARING INSANG SEBAGAI PENUNJANG DALAM MEMENUHI KETERSEDIAAN PAKAN PADA BUDIDAYA LOBSTER DI TELUK EKAS Sumsanto, Muhammad; Setyono, Bagus Dwi Hari; Asri, Yuliana; Diniarti, Nanda; Marzuki, Muhammad; Affandi, Rangga Idris; Diniariwisan, Damai; Diamahesa, Wastu Ayu; Rahmadani, Thoy Batun Citra; Dwiyanti, Septiana
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.7198

Abstract

Guna menghadapi permasalahan tentang ketersediaan pakan karena peningkatan harga, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pakan alternatif pengganti. Pakan alternatif pengganti yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada di sekitar lokasi budidaya. Potensi kelimpahan jenis ikan yang ada di Teluk Ekas dapat digunakan sebagai pakan bagi lobster dengan penangkapan secara langsung menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Penggunaan alat tangkap ikan ini diharapkan dapat menunjang ketersediaan pakan selama proses budidaya lobster dan menekan penggunaan pakan buatan. Budidaya lobster di Indonesia masih bergantung pada ikan rucah sebagai pakan utama. Ikan rucah mengandung protein tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan protein organisme budidaya untuk mendukung pertumbuhan. Selain itu, harganya terjangkau dan ketersediaannya cukup melimpah. Kelimpahan stok ikan rucah yang tinggi ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh para pembudidaya karena keterbatasan alat tangkap yang mendukung, sehingga para pembudidaya hanya mengandalkan hasil tangkapan oleh para nelayan yang setiap hari pergi mencari ikan. Salah satu upaya dalam merespons persoalan untuk mengamankan stock pakan lobster berupa ikan  rucah adalah dengan inovasi teknologi penangkapan ikan menggunakan jaring insang. Para pembudidaya belum memahami bahwa kelimpahan sumberdaya ikan yang ada di sekitar KJA dapat dimanfaatkan sebagai pakan dalam proses budidaya. Kelompok pembudidaya yang tergabung dalam Pokdakkan Pasir Putih diberikan pendampingan melalui penyuluhan dan Focus Group Discussion (FGD) untuk mempelajari, mempraktekkan dan menggunakan jaring insang guna memenuhi stok pakan bagi lobster yang dibudidayakan.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI UDANG VANNAMEI PADA KOLAM BUNDAR DI DESA REMPEK KABUPATEN LOMBOK UTARA MELALUI SUPLEMENTASI VITAMIN KOMPLEKS Scabra, Andre Rachmat; Azhar, Fariq; Muahiddah, Nuri; Affandi, Rangga Idris; Hafizah, Imroatul
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.7479

Abstract

Desa Rempek adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satu mata pencaharian masyarakat desa Rempek adalah pada bidang perikanan, yaitu budidaya udang vannamei menggunakan kolam bundar yang dilakukan oleh Kelompok “Lempenge” sejak tahun 2020. Namun keterbatasan pengetahuan mengenai teknik budidaya udang seperti konstruksi tambak yang benar, pengelolaan kualitas air, pengelolaan pakan, dan berbagai permasalahan teknis lainnya dalam budidaya udang vannamei, khususnya pengelolaan pakan, masih menjadi kendala utama bagi organisasi budidaya perikanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pendampingan terkait manajemen pakan dan suplementasi vitamin kompleks sehingga kualitas dan hasil produksi (kuantitas) udang vannamei dapat maksimal. Metode kegiatan pengabdian ini meliputi survei lapangan, pembuatan materi sosialisasi dan bimbingan teknis kegiatan, pembentukan model teknologi, pendampingan pelaksanaan teknis, dan evaluasi. Dari kegiatan pengabdian ini didapatkan bahwa manajemen pakan yang baik ditambah dengan suplementasi vitamin kompleks dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi udang vannamei yang dibudidaya dengan kolam bundar. Berdasarkan kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pengabdian ini dapat meningkatkan pemahaman para pelaku budidaya dalam manajemen pemberian pakan yang tersuplementasi vitamin kompleks.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN TEKNIS KARANTINA BENIH LOBSTER PASIR Panulirus homarus DI KUB SEGARE LAUQ DUSUN UJUNG BETOK JEROWARU LOMBOK TIMUR Asri, Yuliana; Hizbulloh, Lalu; Diniariwisan, Damai; Sumsanto, Muhammad; Affandi, Rangga Idris; Dwiyanti, Septiana; Farizi, Muh. Rizawan
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.8474

Abstract

Lobster pasir (Panulirus homarus) salah satu komoditas perikanan dengan nilai ekonomi tinggi yang memiliki permintaan besar di pasar lokal maupun internasional. Peningkatan kebutuhan tersebut menjadikan budidaya lobster pasir sebagai peluang usaha yang potensial dan menguntungkan bagi masyarakat pesisir di Dusun Ujung Betok. Dusun Ujung Betok merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya laut dan wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan budidaya lobster pasir di NTB. Masyarakat nelayannya memiliki sebuah Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang bernama Segare Lauq yang bergerak dibidang perikanan dan hasil budidaya laut terutama lobster. Kendala utama yang dihadapi oleh pembudidaya adalah kondisi benih tidak 100% sehat dan siap dibudidayakan. Hampir 50% benih yang didatangkan dari luar atau ditangkap dari alam, dalam satu hingga dua hari pemeliharaan akan mengalami kematian. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara penanganan (karantina) benih di dalam sebuah wadah yang disebut wadah karantina sebelum ditebar. Tim pengabdian melakukan sosialisasi dan pendampingan teknis dalam pembuatan wadah karantina dan pemanfaatannya. Wadah karantina didisain berbentuk tabung dengan ketinggian 1,5 m, diameter 1 m dan ukuran mata jaring 1 inch. Melalui penyediaan wadah karantina diharapkan mampu mendukung kegiatan budidaya lobster untuk menghasilkan benih yang lebih sehat, seragam dan siap dibudidayakan. Selain itu wadah karantina berfungsi untuk menampung lobster yang baru dipanen, sehingga dapat memudahkan pembudidaya dalam sortasi dan  mengurangi stress pada lobster yang siap kirim. Kegiatan program pengabdian melalui skema Pengabdian Karya Dosen yang Dimanfaatkan Masyarakat ini juga diharapkan bisa meningkatkan kinerja yaitu pada IKU 5, hasil kerja dosen dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Co-Authors A Rahman Abd Saddam Mujib Abidin, Z Abidin, Zaenal Adriana Monica Sahidu Agustin, Pradita Ayu Aini, Kuratul Andi Maria Ulfa Andre Rachmat Scabra Angga, Prayogi Dwina Anggraini, Irika Devi Annisa Azzahra, Annisa ANNISA, KARIMA NUR Anton Anton Arning Wilujeng Ekawati Asri, Yuliana Atmawinata, Lalu Mukhtar Auliah, Jami'atul Awan Dermawan Ayu Diamahesa, Wastu Badrun Badrun Baehaqi Bagus Dwi Hari Setyono Bagus Dwi Hari Setyono Bagus Dwi Hari Setyono BAGUS DWI HARI SETYONO Baihaqi, Lalu Wirahadi Al BETARI ATHIYAH IRAWATI Chen, Peter Damai Diniariwisan Damai Diniariwisan Dewa Gede Semara Edi Dewi Putri Lestari Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Diamahesa, Wastu Ayu Diniariwisan, Damai Dwi Budi Santoso Dwiyanti, Septiana Eddy Supriyono Fariq Azhar Farizi, Muh. Rizawan Gede Agus Surya Pratama Gede Sudiarta Gusti Ngurah Sugiana Hafizah, Imroatul Hizbulloh, Lalu I Gusti Lanang Parta Tanaya I Ketut Sudiarta Irzal Effendi Iskandar, M Sopiyan Isnaini, Siti Kaswadi, Hendri Khairul Umam Laily Fitriani Laily Fitriani Mulyani Laily Fitriani Mulyani Lalu Mukhtar Atmawinata Lalu Mukhtar Atmawinata Lalu Wirahadi Al Baihaqi Lumbessy, Salnida Yuniarti M Junaidi, M M. Yogi Riyantama Isjoni Malik, Muhammad Dzakiy Marno, Septhian MAS’UD, NURYADIN IBNU Maudina, Finda Maulana, Rona MOHAMAD FADJAR Mohamad Fadjar Muhammad Amin Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Muhammad Marzuki Muhammad Marzuki Muhammad Sumsanto Mulyani, Laily Fitriani Nanda Diniarti Ni Made Darmadi Nunik Cokrowati Nur Rahmawati Nuri Muahiddah OLIVIA NINGSIH Panosa, Alief Erwanda Pebrianti, Ni Luh Mutiara Prapti, Az-Zahra Nandia Purwati, Siva Putri, Anesya Wandining Rahmadani, Thoy Batun Citra Rahmadhani, Thoy Batun Citra Retno Palupi Rhojim Wahyudi RR. Ella Evrita Hestiandari Rusmin Hari Nuryadin Rusmin Nuryadin Sahrul Alim Sang Ayu Made Putri Suryani Saomadia, Baiq Triska Sapto Andriyono Saputra, Marta Ade Septiana Dwiyanti Septiana Dwiyanti Septiana Dwiyanti Soenarky, Wiwin Iky Suhardinata Sukartono Sukartono Susianti, Lena Syawalina Fitria Syawalina Fitria Syawalina Hari Fitria Thoy Batun Citra Rahmadani Thoy Batun Citra Rahmadani Thoy Batun Citra Rahmadani Thoy Batun Citra Rahmadani Ula, Nurtia Nikmatul Wastu Ayu Diah Mahesa1 Wiwik Handayani Wiwin Iky Soenarky Wulandari, Witri Yanti, Septiana Dwi Yatin, Nur Yuliana Asri Yuliana Asri Yuliana Asri Yuliana Asri Zaenal Abidin Zaenal Abidin Zaenal Abidin