Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS XI PADA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DI SMAN 4 JEMBER Dya Ayu Safitri; Sri Handono Budi Prastowo; Eny Sulistyowati
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika sangat erat kaitannya dengan konsep, sehingga pemahaman konsep pada materi fisika harus dipahami dengan baik terlebih dahulu untuk dapat menyelesaikan permasalahan soal dan pemahaman konsep juga menjadi acuan dalam tingkat keberhasilan siswa selama pembelajaran fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap konsep materi elastisitas dengan menggunakan model pembelajaran direct istruction. Penelitian ini dilakukan pada 36 siswa kelas XI MIPA 2 di SMAN 4 Jember. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model direct instruction. Pengkartegorian jawaban siswa diadaptasi berdasarkan kartegori n-gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa dalam hal menafsirkan memiliki kartegori tinggi dengan presentase 70 %, menginferensi 65%, membandingkan 50%, menjelaskan 40%. Hasil dari penggunaan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) terhadap pemahaman konsep siswa pada materi elastisitas dan Hukum Hooke memiliki presentase yang cukup baik.Kata Kunci: Pemahaman Konsep Siswa Kelas Xi Pada Materi Elastisitas Dan Hukum Hooke, Model Pembelajaran Direct Instruction
IDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP RANGKAIAN ARUS SEARAH PADA SISWA MAN 1 JEMBER KELAS XII Rahmawati .; Sri Handono Budi Prastowo; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman konsep merupakan kemampuan seorang siswa untuk tidak sekedar mengingat, tapi dapat menjelaskan kembali suatu definisi, ciri khusus, hakikat, inti, dan isi dengan menggunakan kata-kata sendiri namun tidak mengubah kadungan makna dari informasi yang diterima. Pemahaman konsep penting dipelajari karena akan digunakan untuk mengaitkan dengan konsep-konsep lainnya. Dalam taksonomi Bloom, pemahaman konsep dikelompokkan dalam tiga indikator yaitu translasi, interpretasi, dan ekstrapolasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa pada materi rangkaian arus searah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Tempat penelitian dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling area. Responden dalam penelitian ini terdiri dari satu kelas dengan jumlah subjek yaitu 30 siswa. Data diperoleh melalui tes tulis dengan bentuk uraian (essay) dengan jumlah soal sebanyak 7 butir soal. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa; (1) rata-rata pada indikator translasi sebanyak 53,7%, pada indikator interpretasi sebanyak 57,1%, serta pada indikator ekstrapolasi sebanyak 22,7%. (2) pemahaman konsep berdasarkan sub pokok bahasan rata-rata berada dalam predikat kurang sekali yakni 44,5% terutama pada konsep Hukum Ohm sebanyak 39,2% dan rangkaian sederhana sebanyak 40,6%.
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP MENGGUNAKAN TAKSONOMI ANDERSON MATERI LISTRIK STATIS DI SMA KABUPATEN BANYUWANGI Nispul Laili; Sri Handono Budi; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar Nasional Pendidikan, pembelajaran fisika harus dikonstruksi sedemikian rupa sehingga prosespembelajarannya dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan umum pembelajaran fisika yangmenekannkan pada penguasaan konsep agar pembelajaran tersebut lebih bermakna. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif bertujuan untuk mengetahui penguasaan konsep siswa menggunakanTaksonomi Andersone materi listrik Statis Kelas XII di SMA yang ada di Kabupaten Banyuwangi.Salah satu permasalahan yang dihadapi sebagian siswa menganggap pelajaran fisika dianggap sulitkarena memerlukan daya penalaran yang lebih tinggi dan penguasaan konsep matematika sebagai alatbantu dalam memecahkan soal fisika, sehingga menjadikan siswa tidak tertarik untuk mempelajarinya.Butir soal terdiri dari 10 soal pilihan ganda beralasan. Hasil penelitian menunjukkan 68% penguasaankonsep SMAN 1 Genteng dikategorikan Cukup, sedangkan penguasaan konsep SMAN 1 Glenmore63% termasuk kategori Cukup, dan 58% penguasaan konsep SMAN 1 Muncar berkategori kurang.Kata kunci : Penguasaan konsep, Listrik statis, Taksonomi Anderson
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SPEKTRUM CAHAYA PADA SISWA SMA KELAS XII Sri Handono Budi Prastowo; Yeri Suhartin; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang bertujuan untuk mengantarkan siswa menguasai konsep-konsep fisika dan keterkaitannya dengan pemecahan suatu permasalahan yang terkait dalam kehidupan sehari-hari. Banyak persepsi siswa terhadap mata pelajaran fisika sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep siswa SMA kelas XII pada materi spektrum cahaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 3 di SMA Negeri 2 Jember sebanyak 34 siswa. Tingkat pemahaman konsep siswa yang terbagi menjadi tiga indikator menurut W.Gulo yaitu translasi, interpretasi dan ekstrapolasi. Berdasarkan hasil analisis pemahaman konsep siswa melalui intrumen tes berupa 12 butir soal essai didapatkan bahwa tingkat pemahaman konsep siswa pada materi spektrum cahaya tergolong baik termasuk dalam kategori paham dengan persentase rata-rata 77.17 %. Persentase untuk tiap indikatornya antara lain indikator translasi didapatkan persentase 72.47% termasuk dalam kategori sangat paham, indikator interpretasi didapatkan persentase 78.44% termasuk dalam kategori cukup paham, sedangkan indikator ekstrapolasi pada materi spektrum cahaya didapatkan persentase sebesar 80.73% termasuk dalam kriteria cukup paham.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA POKOK BAHASAN ELASTISITAS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DI SMAN 4 JEMBER Karina Laksmiari; Sri Handono Budi Praswoto; Siva Nur Ismaya
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sangat diperlukan bagi siswa guna tercapainya tujuan pembelajaran, supaya siswa dapat membiasakan diri dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Berdasarkan hasil observasi, sebagian siswa sering mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan fisika. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang dengan maksud untuk menggambarkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi elastisitas dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif dan menggunakan desain penelitain One Group Posttest Only Desain. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan soal tes kepada siswa. Berdasarkan analisis data penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang paling tinggi adalah kemampuan indicator memahami masalah dengan presentase 96% sedangkan yang paling rendah adalah pada indicator memeriksa kembali dengan presentase 58%. Rata – rata presentase penguasaan kemampuan pemecahan masalah adalah 77% dengan kirteria pemecaham masalah yang baik. Sehingga pembelajaran yang mendapat perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Fisika.Kata Kunci: Pemecahan masalah dan discovery learning.
KAJIAN DINAMIKA FLUIDA PADA ALIRAN AIR TERJUN TANCAK KEMBAR BONDOWOSO SEBAGAI RANCANGAN HANDOUT FISIKA Dina Fadilah Aini; Sri Handono Budi Prastowo; Sri Astutik
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika di sekolah membutuhkan pembelajaran yang memuat fenomena fisika dalamkehidupan sehari-hari agar siswa mudah memahami materi yang akan diajarkan. Aliran air terjunTancak Kembar merupakan salah satu contoh fenomena fisika dalam kehidupan sehari-hari yangtermasuk dalam materi fluida dinamis, sehingga dapat dijadikan penunjang untuk merancang bahanajar yang bersifat kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika fluida pada aliran airterjun sebagai dasar rancangan bahan ajar berupa handout. Pengukuran lebar, kedalaman, dan luaspenampang aliran dilakukan menggunakan penggaris Pengukuran debit aliran dan kecepatan alirandilakukan dengan menggunakan Arduino Uno yang telah terintegrasi dengan Flow Water Sensor.Setelah mendapatkan data dari pengukuran langsung, maka peneliti melakukan crosscheckmenggunakan perhitungan matematis. Pengukuran dilakukan pada hari dan jam yang berbeda denganhasil rentang luas penampang dari 467 cm2 sampai 828 cm2, kecepatan aliran dengan rentang antara12,10 cm/s sampai 22,26 cm/s, dan debit aliran dengan rentang antara 10,1 L/s sampai 11 L/s. Hasilkajian dinamika fluida menunjukkan bahwa kecepatan aliran berbanding terbalik terhadap luaspenampang sungai hal ini sesuai dengan hukum kontinuitas. Hasil tersebut dituangkan dalam bahanajar kontekstual berupa handout.Kata kunci: Aliran air terjun, dinamika fluida, rancangan handout fisika
ANALISIS MEDAN MAGNET ELF (EXTREMELY LOW FREQUENCY) DAN MEDAN LISTRIK GAME CENTER DI JEMBER Heru Sefrian Subandi; Sudarti Sudarti; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game center sudah menjadi tempat bermain anak anak modern karna sudah jarang sekali tersedia lahan yang cukup untuk anak anak bermain. Dari anak anak hingga orang dewasa senang bermain di sana. Tampa disadari mereka terpapar radiasi medan magnet dan medan listrik disana. Dari hasil yang di dapat dari pengukuran terhadap mesin mesin game center yang ada di sana memancarkan medan magnet ELF dan medan listrik yang berbeda bedan. Untuk medan magnet ELF yang terpancar memiliki rentang antara 0.09 sampai 20 µT pada jarak pengukuran 30 cm dari mesin, kemudian pada jarak 50 cm dari mesin memiliki rentang 0.02 sampai 17.02 µT dan pada jarak 100 cm dari mesin memiliki rentang 0.00 sampai 7.25 µT. Untuk pada titik tengah ruangan memiliki nilai di bawah 2.00 µT. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih di bawah batas ambang paparan yang ditetapkan oleh WHO. Untuk medan listrik pada jarak pengukuran 30 sudah tidak terdeteksi nilai medan listrik yang terpancar. Kata kunci : medan magnet Elf, medan listrik, dan game center
APLIKASI KAPASITANSI METER DISERTAI SISTEM DATA LOGGER BERBASIS ARDUINO UNO UNTUK UJI TINGKAT KEMATANGAN BUAH PISANG Hidriyatur Rizza; Sudarti Sudarti; Sri Handono
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran merupakan proses membandingkan suatu besaran yang tidak diketahui nilainya dengan besaran lain yang memiliki nilai. Pengukuran bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai sifat fisik, kimia, maupun biologis dari suatu benda atau kedaan tertentu. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang elektronika, muncul alat dan instrumen dalam ilmu pengetahuan yang memudahkan manusia dalam proses pengukuran. Contohnya kapasitor, merupakan salah satu komponen elektronika. Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, tetapi pada dasarnya sama saja tersusun dari dua keping konduktor dan dipisahkan oleh dielektrik. Kemampuan suatu kapasitor dalam menyimpan muatan listrik disebut dengan kapasitansi. Kapasitansi dapat diukur menggunakan alat ukur seperti LCR meter dan multimeter, namun kapasitansi memiliki alat ukur khusus yang dinamakan kapasitansi meter. Nilai kapasitansi suatu bahan sangatlah penting agar kita dapat mengetahui sifat dielektriknya. Bahan dielektrik yang digunakan adalah buah pisang susu. Kapasitansi meter yang dibuat pada penelitian ini memanfaatkan sensor kapasitor, modul mikrokontroler Arduino Uno, Micro SD modul, micro SD dan LCD 2 x 16. Arduino dan kedua modul tersebut dapat dirakit menjadi alat ukur kapasitansi suatu bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode pengukuran kapasitansi dapat digunakan sebagai identifikasi kematangan buah pisang susu. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin matang buah pisang susu, maka nilai kapasitansi akan semakin besar. Melalui pembacaan data pada LCD kapasitansi meter hasil rakitan peneliti menunjukkan nilai kapasitansi buah pisang susu kondisi belum matang 70.078 pF , kondisi matang 234.273 pF dan kondisi sangat matang 339.623 pF.
KAJIAN KINEMATIKA DAN DINAMIKA GERAK PADA JALUR GUNUNG GUMITIR SEBAGAI RANCANGAN BAHAN AJAR FISIKA DI SMA Fahmi Nur Addinni; Rayendra Wahyu Bachtiar; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa kajian materi kinematika dan dinamika di SMA masih kurang dipahami oleh siswa. Hal ini menjadi landasan kuat bahwa tindakan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam pembelajaran diperlukan sebagai langkah perbaikan. Salah satu langkah perbaikan yaitu dengan cara mengkaji secara langsung materi yang ada di lingkungan sekitar siswa sebagai contoh langsung yang nantinya akan dimasukkan ke bahan ajar fisika di SMA. Salah satu lingkungan yang ada disekitar siswa yaitu Gunung Gumitir, dimana Gunung Gumitir merupakan jalur penghubung antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember. Gunung Gumitir memiliki berbagai macam lintasan yaitu jalur turunan, tanjakan, dan tikungan. Dari jalur Gunung Gumitir tersebut dapat dijadikan sebagai kajian dari materi kinematika dan dinamika di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinematika dan dinamika gerak pada jalur gunung gumitir sebagai rancangan bahan ajar fisika di SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskritif analitis. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui data sekunder yaitu data dari dinas terkait (Dinas Marga Nasional) dan data primer yang diambil dari observasi langsung dilapangan. Kedua data tersebut kemudian dikaji secara kinematika dan dinamika gerak yang kemudian dijadikan sebagai rancangan bahan ajar fisika di SMA.
NOVEMBER 2019 77 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN VEKTOR SISWA SMA Alivea Pisca Dianty; Sri Handono Budi Prastowo; Siva Nur Ismaya
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap beberapa siswa di SMA Negeri 4 Jember didapatkan bahwa kebanyakan siswa belum mampu memahami konsep fisika secara dasar dalam pengaplikasian di kehidupan nyata, dan sering kebingungan tentang kegunaan mempelajari fisika karena hanya terpaku pada rumus matematis dan latihan soal yang diberikan guru. Akibat dari seringnya siswa mendapatkan pembelajaran yang terpaku pada rumus, maka keaktifan dan kreativitas siswa cenderung terbatas dalam pengapilikasian fisika dalam kehidupan nyata terutama dalam perkembangan IPTEK. Maka dari itu perlu penerapan model pembelajaran yang melibatkan siswa agar aktif dan kreatif dalam pengaplikasian ilmu fisika dalam kehidupan nyata terutama dalam bidang IPTEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang dilakukan di SMAN 4 Jember. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X IPS 1 dan X IPS 2 yang masing-masing terdiri dari 34 dan 36 siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah two group posttest only design. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes akhir. Hasil belajar yang didapatkan siswa setelah diterapkan model pembelajaran discovery learning menunjukkan kategori N-gain 0,85. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci: discovery learning, hasil belajar
Co-Authors Adinda Citra Badarsila Agustin Putri Mardiawan Albertus Djoko Lesmono Albertus Djoko Lesmono, Albertus Djoko Alda Alvina Hawa Alex Harijanto Alex Hariyanto Alfi Hidayat Alivea Pisca Dianty Alivia, Haniyah Andi Prastia Andrian Ramadani Andriyan, Moh Anggita Nurul Iftitah Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu Anis Dwi Masinta Anita Puji Pratiwi Aprillia Kartika Agit Wuragil Arina Wardha Asshaumi, Rahmatul Ula Azen Ramadan Bagus Hadi Saputra Bambang Supriadi Bambang Supriadi Bevo Wahono Brillianti Asfiyani Romadhona Chindy Beauty Sapbrina Cindy Ineke Ferdianti Dea Nur Umiel Agustina Debi Devianti Desi Dwi Tungga Tristanti Desita Sholikhatul Ummah Dewi Ika Pratiwi Dina Fadilah Aini Dini Febrianti Dita Fitriani Dya Ayu Safitri Dyah Pratiwi, Sri Septi Emi Ariyani Eny Setyowati Eny Sulistyowati Eri Setyaningsih Erina Septenia Erna Sari Ernasari Ernasari Eza Bintang Ramadhan Fahmi Nur Addinni Febrianti Dwi Lestari Fendy Saputra FITRIYAH Fitroh Fuadah Hediana Alfian Heru Sefrian Subandi Hidayati Hidayati Hidriyatur Rizza I Ketut Mahardika I Ketut Mahardika Ilvi Maulida Nurdiana Imaniyah, Kamilatul Isma Alfia Novita Isnaini Kurnia Sari Jamalludin Jamalludin Jihan Ni'ami Midroro Karina Laksmiari Khosida Afkarina Rachman Klyana Ainun Prastika Kurnia Mas Rahmawati Kurnia, Saidah Intan Lailatul Nuraini Lailiatur Rohmah Laily Ramadhanty Liana Shafa K Linggar Ayu Octaviani Lupita Rahayu Marlina Puji Rahayu Marlina Puji Rahayu Martatino, Ragil Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Masnah Datoh Mellya Syafiratul H Midroro, Jihan Ni'ami Miftakhun Nikmah Royani Moh Andriyan Mohammad Imam Farisi Mohammad Khairul Yaqin Mohammad Muhsin Arifin Mohammad Wisolus Solihin Muhammad Amiruddin Muhammad Effendi Muhammad Khoirul Huda Nila Mutia Dewi Ninik Megawati Nischaya Hayu Pangestuti Nispul Laili Nur Kamila Nur Sofi Hidayah Octaviani, Linggar Ayu Pramudya Dwi Aristya Putra Prastia, Andi Puji Rahayu Putri, Meylan Kharisma Rahmadani, Novi Fitri Rahmania Amanah Putri Rahmawati . Ratih Hendrawati Rayendra Wahyu Rayendra Wahyu Bachtiar Rayendra Wahyu Bachtiar Reni Dias Agustin Rif’ati Dina Handayani Rif’ati Dina Handayani Rina Dwi Rahayu Riska Uswatun Khasanah Rizha Yulinda Salsabila Rizqi Wahyu Irma Wati Rofiah Al Adawiyah Rojabita Dwirgahayu Nurhidayat Rubiatul Faruqi Santi Afifah Putri Anggraini Shanti Dewi Agustina Shinta Nuriyah Mahbubiyah Royani Silmi Lailatun Nisa Singgih Bektiarso Sinta Mayasari, Sinta Sinta Nuriyah Mahbubiyah Royani Sintia Lestari Siti Dewi Masiyati Siva Nur Ismaya Sri Astutik Sri Septi Dyah Pratiwi Sri Wahyuni Subiki Subiki Sudarti Sudarti Sudarti . Sudarti . Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Susanti Septiana Sutarto Sutarto Syafira Syaifatul Choiroh Syahira Luqna Aqilla M Talitha Nabilah Tatik Sugiwati Trapsilo Prihandono Tri Ratih Purwatiningsih Tri Wahyuni Purbasari Uzlifatul Jannah Vestnanda, Alfrida Diftia Wahyudianti, Ratih Wuragil, Aprillia Kartika Agit Yeri Suhartin Yusak Maryunianta Yushardi Yushardi Yushardi Zahra Al-Jufri Zainur Rasyid Ridlo