Claim Missing Document
Check
Articles

SOLUSI PERSAMAAN SCHRODINGER ATOM DEUTERIUM DENGAN BILANGAN KUANTUM n = 4 Fitroh Fuadah; Sri Handono Budi Prastowo; Lailatul Nuraini
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) FISIKA BERBASIS POE MATERI GERAK HARMONIS SEDERHANA DI MAN Albertus Djoko Lesmono; Santi Afifah Putri Anggraini; Sri Handono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan adalah pengembangan Lembar Kerja Siswa ( LKS) berbasis POE. Lembar kerja siswa berbasis POE (Predict Observer Explain) merupakan lembar kerja siswa yang menggunakan tiga langkah utama dari metode ilmiah yaitu (1) Prediction merupakan suatu proses membuat dugaan terhadap suatu peristiwa, (2) Observation yaitu melakukan pengamatan apa yang terjadi, siswa diajak untuk melakukan percobaan untuk menguji kebenaran prediksi siswa, dan (3) Explanation yaitu memberikan penjelasan tentang kesesuaian antara tahap observasi dengan hasil eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan validasi LKS berbasis POE, mendiskripsikan respon, dan mendiskrisikan kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan LKS berbasis POE. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian adalah model pengembangan ADDIE. Dari analisis yang di dapat, sebesar 85%Â hasil validasi ahli yang berkategori sangat valid. Sedangkan sebesar 85% hasil validasi pengguna yang berkategori sangat valid. Respon siswa secara keseluruhan sebesar 80% berkategori sangat baik dan kemampuan berpikir kritis secara keseluruhan sebesar 67% berkategori kritis.
INDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP FISIKA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR MELALUI THREE TIER TEST PADA SISWA SMA KELAS XI Puji Rahayu; Sri Handono Budi Prastowo; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penerapan ilmu fisika yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari adalah suhu dan kalor. Mengingat suhu dan kalor adalah materi yang sederhana sampai materi yang lebih kompleks dan topik ini sangat penting maka perlu diadakan penelitian untuk mengetahui pamahaman siswa di tingkat SMA agar secepatnya dapat dicarikan solusi dan tidak terjadi lagi kesalahan konsep pada siswa dan pada materi selanjutnya di tingkat yang lebih tinggi. Dalam ilmu fisika, konsep yang tepat mengacu pada konsepsi sebagaimana para ilmuan fisika. Kurangnya pemahaman konsep siswa disebabkan oleh dua faktor, yaitu (1) siswa salah menginterprestasikan gejala atau peristiwa yang dijumpai dalam kehidupan dan (2) pembelajaran yang dilakukan guru kurang terarah sehingga siswa salah dalam menginterprestasikan suatu konsep. Upaya mendasar untuk mengetahui sejauh mana pemahaman konsep siswa pada materi suhu dan kalor adalah dengan melakukan diagnosis berupa instrumen tes dalam mengidentifikasi pemahaman konsep fisika. Tes pilihan ganda tiga tingkat dilengkapi dengan skala tingkat keyakinan untuk mengukur tingkat keyakinan terhadap jawaban dan alasan yang dipilih untuk satu soal. Hasil dan pembahasan yang telah dikemukakan pada penelitian ini mengenai pemahaman siswa dan presentase pada keseluruhan dari SMA pada tiap butir soal pada materi suhu dan kalor, antara lain sebagai berikut : presentase pemahaman siswa pada pokok bahasan Suhu dan Kalor di SMA Kabupaten Jember yakni sebesar 12.6%. Masih banyak siswa yang miskonsepsi disebabkan oleh banyaknya siswa yang kurang tepat dalam memberikan jawaban pada setiap tahapan. Kata Kunci: diagnostik, three-tier test, paham konsep, suhu dan kalor
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL PROBLEM SOLVING MATERI ELASTISITAS PADA SISWA SMA Anis Dwi Masinta; Sri Astutik; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan membekali generasi muda dengan keterampilan dan kompetensi dalam berkonstribusi secara aktif terhadap suatu sistem. Dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas suatu sistem diperlukan suatu kreativitas. Berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dalam menciptakan suatu keberhasilan. Salah satu pembelajaran yang menekankan kreativitas adalah pembelajaran fisika, dimana produk yang dikembangkan seorang fisikawan tidak dapat diabaikan potensi kreativitasnya. Kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah memiliki kaitan yang dapat ditinjau dari komponen kreativitas, yang meliputi: kefasihan, fleksibilitas, originalitas, dan keterincian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir kreatif dalam menyelesaikan soal problem solving materi elastisitas pada siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMA Negeri Mumbulsari tahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian adalah kelas XI IPA 1, XI IPA 2, dan XI IPA 3. Instrumen penelitian berupa soal tes problem solving dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih dalam kategori kurang kreatif dengan dengan jumlah 93 siswa pada pokok bahasan elastisitas yang tergolong dalam kategori cukup kreatif adalah sebanyak 27 siswa, kategori kurang kreatif adalah sebanyak 45 siswa, kategori tidak kreatif adalah sebanyak 21 siswa. Hasil yang diperoleh didukung dengan adanya wawancara yang dilakukan peneliti dengan siswa.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI MEDAN MAGNET MENGGUNAKAN THREE TIER TEST PADA SISWA KELAS XII SMA DI JEMBER Eri Setyaningsih; Alex Harijanto; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami siswa SMA kelas XII padamateri medan magnet menggunakan Three Tier Test. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif.Penentuan tempat penelitian menggunakan teknik purposive sampling area. Responden dalampenelitian ini terdiri dari satu kelas dengan jumlah subjek 35 siswa. Instrumen dalam penelitian iniadalah soal tes diagnostik Three Tier Test (tes tiga tingkat) berjumlah 12 soal. Tingkat pertama adalahsoal pilihan ganda biasa, tingkat kedua yaitu alasan tingkat ketiga yaitu keyakinan atas jawabantingkat pertama dan kedua. Data berupa jawaban siswa dianalisis berdasarkan kategori jawaban ThreeTier Test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase siswa yang mengalamimiskonsepsi mengenai konsep gaya pada partikel bermuatan dalam medan magnet sebesar 93,94%,medan magnet pada kawat lurus berarus sebesar 45,45%, medan magnet pada pusat kawat melingkarsebesar 81,82%, medan magnet pada kawat sejajar berarus sebesar 3,03%, gaya Lorentz pada muatanyang bergerak sebesar 45,45%, medan magnet di sekitar kawat melingkar berarus sebesar 36,36%,gaya magnet pada kawat sejajar berarus sebesar 87,88%, penerapan konsep magnet sebesar 60,61%,medan magnet di ujung solenoid sebesar 18,18%, gaya Lorentz pada kawat lurus berarus sebesar42,42%, medan magnet di pusat solenoid sebesar 60,61%, medan magnet pada toroid sebesar 96,97%.Kata kunci: Miskonsepsi, Medan Magnet, Three Tier Test
ANALISIS HUBUNGAN DAYA HANTAR LISTRIK DENGAN TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS) PADA AIR MINUM ISI ULANG DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS JEMBER Dewi Ika Pratiwi; Alex Harijanto; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar aktivitas yang dilakukan oleh manusia membutuhkan air, dimulai penggunaan sebagai air minum, memasak, mencuci dan kegiatan lainnya. Manfaat air sebagai air minum adalah yang paling utama bagi kehidupan manusia. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) No. 492 Tahun 2010, air minum merupakan air yang telah melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan daya hantar listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) pada beberapa jenis air minum isi ulang di sekitar kampus Universitas Jember dan dapat digunakan sebagai informasi mengenai kualitas air minum isi ulang. Pada penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode jembatan wheatstone untuk mencari nilai daya hantar listrik dan metode langsung melalui TDS meter untuk mencari nilai TDS. Hasil dari penelitian ini adalah hubungan daya hantar listrik berbanding lurus dengan Total Dissolved Solid (TDS). Semakin besar nilai daya hantar listrik maka semakin besar nilai TDS dan juga sebaliknya. Air minum isi ulang yang memiliki daya hantar listrik terbesar adalah sampel AMIU kedua yang juga memiliki nilai TDS paling besar juga.Kata Kunci: Daya Hantar Listrik, TDS, AMIU
PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP FERMENTASI BIJI KOPI Dini Febrianti; Sri Handono Budi Prastowo; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum jenis kopi dibagi menjadi dua bagian yakni arabica dan robusta. Tingkat keasaman kopi robusta nilai pH berkisar 6,9, dipengarui oleh waktu fermentasi, sedangkan tingkat keasaman kopi arabica nilai pH berkisar 5,15. Proses fermentasi yakni tahap yang sangat penting dimana proses ini kopi tetap berwarna hijau, dengan kandungan senyawa kimia yang sangat tinggi terutama pada tingkat keasamannya dan berpengaruh pada kelunakan kopi. Pada biji kopi hijau yang diolah dengan metode Wet Process biji lebih lunak dihancurkan atau digiling dibandingkan dengan Dry Process, namun proses ini masih kurang efisiensi waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan sebagai upaya peningkatan senyawa asam klorogenat pada kopi hijau dengan menguji cobakan pengaruh suhu dan waktu fermentasi terhadap kualitas kopi hijau menggunakan metode murni eksperimen tahap fermentasi. Penelitian ini dirancang dengan mnggunakan 2 tahap penelitian secara faktorial suhu fermentasi, terdiri dari 7 tingkat yaitu 260 C - 310 C dengan waktu ditetapkan 4 jam untk penelitian 1. Sedangkan penelitian 2 memakai suhu hasil dari penelitian 1 dimana suhu yang paling baik untuk pH yang tepat pada kopi hijau menggunakan 5 tingkat waktu, yakni 1jam - 5 jam. Hasil penelitian ini ternyata suhu dan waktu mempengaruhi fermentasi.Kata Kunci: suhu, waktu fermentasi, keasaman kopi hijau
IDENTIFIKASI PEMAMAHAN KONSEP FISIKA TERHADAP POKOK BAHASAN TERMODINAMIKA PADA SISWA SMA Mohammad Khairul Yaqin; Alex Harijanto; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep siswa di SMA pada pokok bahasan Termodinamika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes diagnostik pilihan ganda (multiple coice) yang dilengkapi CRI (Certainty of Response Index). Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 4 di SMAN Pakusari, kelas XII MIPA 1 Kalisat, dan kelas XII MIPA 1 di SMAN Arjasa yang dipilih berdasarkan pertimbangan telah mempelajari materi pokok bahasan Termodinamika. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan persentase pemahaman konsep paling tinggi yaitu siswa SMAN Arjasa yakni sebesar 47,78% dengan Miskonsepsi sebesar 15,74%, Paham Konsep tetapi Kurang Yakin sebesar 5,56%, dan Tidak Tahu Konsep sebesar 30,93%. Berdasarkan aspek pemahaman konsep, siswa SMAN Arjasa berada pada aspek interpretasi yakni sebesar 72,97%. Tertinggi kedua yaitu SMAN Kalisat yakni sebesar 11,17% dengan Miskonsepsi sebesar 22,88%, Paham Konsep tetapi Kurang Yakin sebesar 1,98%, dan Tidak Tahu Konsep sebesar 63,96%. Berdasarkan aspek pemahaman konsep, siswa SMAN Kalisat berada pada aspek ekstrapolasi yakni sebesar 25,16%. Sedangkan SMAN Pakusari memiliki tingkat pemahaman konsep terendah yakni sebesar 9,03%, dengan Miskonsepsi sebesar 32,90%, Paham Konsep tetapi Kurang Yakin sebesar 2,58%, dan Tidak Tahu Konsep sebesar 55,48%. Berdasarkan aspek pemahaman konsep, siswa SMAN Pakusari berada pada aspek ekstrapolasi yakni sebesar 25,41%.
PENGARUH MINAT DAN MOTIVASI TERHADAP AKTIVITAS DAN KESIAPAN BELAJAR FISIKA SISWA SMAN 1 SUKOMORO Chindy Beauty Sapbrina; Singgih Bektiarso; Sri Handono Budi Prastowo
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.2 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i1.4405

Abstract

ABSTRAKPrestasi siswa dalam pelajaran fisika rendah, hal ini disebabkan oleh rendahnya aktivitas dan kesiapan belajar. Aktivitas dan kesiapan belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal seperti  minat dan motivasi,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar dan motivasi belajar terhadap aktivitas dan kesiapan belajar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian kausal konfirmatori yang bertujuan untuk menguji hipotesis sebab akibat. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Sukomoro dengan polulasi seluruh siswa kelas X, XI dan XII IPA sebanyak 327 siswa, dengan jumlah sampel 179 siswa. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan dengan tingkat keakuratan 95% dan batas toleransi 5%, instrumen yang digunakan berupa angket dengan skala likert. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis SEM. Hasil analisis deskiptif menunjukan bahwa minat belajar, motivasi belajar, aktivitas belajar dan kesiapan belajar siswa berada pada kategori sedang. Hasil analisis SEM menunjukkan minat belajar berpengaruh signifikan terhadap aktivitas belajar, minat belajar berpengaruh signifikan terhadap kesiapan belajar, motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap aktivitas belajar, motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap kesiapan belajar. Kata kunci: aktivitas belajar; kesiapan belajar; minat belajar; motivasi belajar ABSTRACTStudent achievement in physics lessons is low, this is due to low activity and learning readiness. Activities and learning readiness are influenced by internal and external factors such as interest and motivation. This study aims to determine the effect of learning interest and learning motivation on activities and learning readiness. This research is a type of quantitative research, with a confirmatory causal research design that aims to test the causal hypothesis. The research was conducted at SMAN 1 Sukomoro with a total population of 327 students of class X, XI and XII IPA, with a total sample of 179 students. Sampling using the Slovin formula with an accuracy level of 95% and a tolerance limit of 5%, the instrument used was a questionnaire with a Likert scale. The analysis used is descriptive analysis and SEM analysis. The results of descriptive analysis show that interest in learning, learning motivation, learning activities and student readiness are in the medium category. SEM analysis results show that learning interest has a significant effect on learning activities, learning interest has a significant effect on learning readiness, learning motivation has a significant effect on learning activities, learning motivation has a significant effect on learning readiness. Keywords: learning activities; learning readiness; interest in learning; learning motivation
EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL PBL BERBANTUAN SIMULASI PhET PADA MATERI TERMODINAMIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Alda Alvina Hawa; Bambang Supriadi; Sri Handono Budi Prastowo
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.265 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.6041

Abstract

ABSTRAKBerpikir kritis menjadi hal yang diperlukan pada suatu pembelajaran, namun pada keadaan sebenarnya tidak semua sekolah menerapkan kebiasaan berpikir kritis. Seperti pembelajaran daring yang terjadi di masa pandemi Covid 19. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa diperlukan adanya pengembangan pada perangkat pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pengembangan perangkat pembelajaran model PBL berbantuan simulasi PhET pada materi Termodinamika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu RPP, LKS, dan Soal dengan kemampuan berpikir kritis. Penelitian pengembangan yang memakai model ADDIE ini terdiri dari lima tahapan yaitu Analyze, Design, Development, Implement, dan Evaluate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajran model PBL berbantuan simulasi PhET pada materi Termodinamika efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini ditunjukkan dengan N-gain score sebesar 55,69% dengan kriteria sedang. Kata kunci: Efektivitas; Perangkat Pembelajaran; Problem Based Learning; PhET; Berpikir Kritis. ABSTRACTCritical thinking is a necessary thing in learning, but in reality not all schools apply the habit of critical thinking. Such as online learning that occurred during the Covid 19 pandemic. To improve students' critical thinking skills, it is necessary to develop learning tools. The purpose of this research was to determine the effectiveness of developing PBL model learning tools assisted by PhET simulation on Thermodynamics material to improve students' critical thinking skills. The learning tools developed are lesson plans, worksheets, and questions with critical thinking skills. The development research using the ADDIE model consists of five stages, namely Analyze, Design, Development, Implement, and Evaluate. The results showed that the development of PBL model learning tools assisted by PhET simulation on Thermodynamics material was effective in improving students' critical thinking skills. This is indicated by the N-gain score of 55.69% with moderate criteria. Keywords: Effectiveness; Learning Tools; Problem Based Learning; PhET; Critical Thinking
Co-Authors Adinda Citra Badarsila Agustin Putri Mardiawan Albertus Djoko Lesmono Albertus Djoko Lesmono, Albertus Djoko Alda Alvina Hawa Alex Harijanto Alex Hariyanto Alfi Hidayat Alivea Pisca Dianty Alivia, Haniyah Andi Prastia Andrian Ramadani Andriyan, Moh Anggita Nurul Iftitah Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu Anis Dwi Masinta Anita Puji Pratiwi Aprillia Kartika Agit Wuragil Arina Wardha Asshaumi, Rahmatul Ula Azen Ramadan Bagus Hadi Saputra Bambang Supriadi Bambang Supriadi Bevo Wahono Brillianti Asfiyani Romadhona Chindy Beauty Sapbrina Cindy Ineke Ferdianti Dea Nur Umiel Agustina Debi Devianti Desi Dwi Tungga Tristanti Desita Sholikhatul Ummah Dewi Ika Pratiwi Dina Fadilah Aini Dini Febrianti Dita Fitriani Dya Ayu Safitri Dyah Pratiwi, Sri Septi Emi Ariyani Eny Setyowati Eny Sulistyowati Eri Setyaningsih Erina Septenia Erna Sari Ernasari Ernasari Eza Bintang Ramadhan Fahmi Nur Addinni Febrianti Dwi Lestari Fendy Saputra FITRIYAH Fitroh Fuadah Hediana Alfian Heru Sefrian Subandi Hidayati Hidayati Hidriyatur Rizza I Ketut Mahardika I Ketut Mahardika Ilvi Maulida Nurdiana Imaniyah, Kamilatul Isma Alfia Novita Isnaini Kurnia Sari Jamalludin Jamalludin Jihan Ni'ami Midroro Karina Laksmiari Khosida Afkarina Rachman Klyana Ainun Prastika Kurnia Mas Rahmawati Kurnia, Saidah Intan Lailatul Nuraini Lailiatur Rohmah Laily Ramadhanty Liana Shafa K Linggar Ayu Octaviani Lupita Rahayu Marlina Puji Rahayu Marlina Puji Rahayu Martatino, Ragil Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Masnah Datoh Mellya Syafiratul H Midroro, Jihan Ni'ami Miftakhun Nikmah Royani Moh Andriyan Mohammad Imam Farisi Mohammad Khairul Yaqin Mohammad Muhsin Arifin Mohammad Wisolus Solihin Muhammad Amiruddin Muhammad Effendi Muhammad Khoirul Huda Nila Mutia Dewi Ninik Megawati Nischaya Hayu Pangestuti Nispul Laili Nur Kamila Nur Sofi Hidayah Octaviani, Linggar Ayu Pramudya Dwi Aristya Putra Prastia, Andi Puji Rahayu Putri, Meylan Kharisma Rahmadani, Novi Fitri Rahmania Amanah Putri Rahmawati . Ratih Hendrawati Rayendra Wahyu Rayendra Wahyu Bachtiar Rayendra Wahyu Bachtiar Reni Dias Agustin Rif’ati Dina Handayani Rif’ati Dina Handayani Rina Dwi Rahayu Riska Uswatun Khasanah Rizha Yulinda Salsabila Rizqi Wahyu Irma Wati Rofiah Al Adawiyah Rojabita Dwirgahayu Nurhidayat Rubiatul Faruqi Santi Afifah Putri Anggraini Shanti Dewi Agustina Shinta Nuriyah Mahbubiyah Royani Silmi Lailatun Nisa Singgih Bektiarso Sinta Mayasari, Sinta Sinta Nuriyah Mahbubiyah Royani Sintia Lestari Siti Dewi Masiyati Siva Nur Ismaya Sri Astutik Sri Septi Dyah Pratiwi Sri Wahyuni Subiki Subiki Sudarti Sudarti Sudarti . Sudarti . Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Susanti Septiana Sutarto Sutarto Syafira Syaifatul Choiroh Syahira Luqna Aqilla M Talitha Nabilah Tatik Sugiwati Trapsilo Prihandono Tri Ratih Purwatiningsih Tri Wahyuni Purbasari Uzlifatul Jannah Vestnanda, Alfrida Diftia Wahyudianti, Ratih Wuragil, Aprillia Kartika Agit Yeri Suhartin Yusak Maryunianta Yushardi Yushardi Yushardi Zahra Al-Jufri Zainur Rasyid Ridlo