Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antimikroorganisme Ekstrak Etanol 70 % Biji Bengkuang Terhadap Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa dan Candida Albican Min Rahminiwati; Joshie Ramadhan; Oom Komala
Jurnal Sain Veteriner Vol 38, No 3 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.44589

Abstract

Selain sebagai biopestisida ekstrak etanol 70 % biji bengkuang dilaporkan mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif Staphylococcus aureus dan bakteri gram negatif Escherichia coli dan Candida alibican. namun efeknya terhadap Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa, belum dketahui. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan aktivitas antimikroorganisme ekstrak etanol 70 % biji bengkuang lokal  terhadap  Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa dan  Candida Albican menggunakan teknik difusi agar dan metoda dilusi.  Aktivitas antimikroorganisme ekstrak diteliti pada konsentrasi 10% 12% 14%, 16% dan sebagai kontrol negatif, kontrol positif antibakteri dan kontrol positif antifungal masing masing digunakan akuadestilata.  ertromisin 10 ppm, ketokonazol 10 ppm. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak efektif sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa serta sebagai antifungi terhadap Candida albican, pada konsentrasi bunuh minimum 10 mg/ml. Kata kunci: Ketokonazol, Eritromisin Pseudomonas biji bengkuang Candida albikan
KUALITAS DAN PERFORMA TELUR IKAN LELE (Clarias gariepinus ) YANG DIHASILKAN OLEH INDUK DENGAN SUPLEMENTASI KURKUMIN DAN HORMON TIROKSIN (Quality and Performance of Egg from African catfish (clarias gariepinus) Broodstock Supplemented with Curcumin) Livana Dethris Rawung; Damiana Rita Ekastuti; Ade Sunarma; Muhammad Zairin Junior; Min Rahminiwati; Wasmen Manalu
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.16.4.243-249

Abstract

Permasalahan utama dalam kegiatan usaha budidaya perikanan antara lain adalah ketersediaan benih ikan yang tepat waktu, tepat jumlah dan berkualitas. Ketersediaan benih ikan sangat tergantung pada jumlah telur yang dapat dibuahi dan ditetaskan. Semakin tinggi presentase pembuahan dan penetasan maka akan semakin tinggi pula jumlah larva yang dapat dihasilkan. Penelitian ini menggunakan ikan lele sebagai hewan coba dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi kurkumin dan tiroksin pada induk ikan lele terhadap kualitas dan performa telur yang dihasilkan. Suplematasi kurkumin dan hormon tiroksin melalui pakan selama 12 minggu pemeliharaan. Parameter yang dianalisis berupa konsentrasi vitelogenin telur, diameter telur, koefisien keragaman diameter telur, konsentrasi lipid dalam telur (triglserida, kolesterol dan HDL), derajat pembuahan dan derajat penetasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan yang diberikan kombinasi penambahan kurkumin dan hormon tiroksin memiliki nilai konsentrasi vitelogenin (8.17+2.74 µg/mL) (p<0,05), diameter telur (1.43+0.00 mm) (p<0,05), dan konsentrasi trigliserida (4.89+0.53 mg/g) (p<0,05) tertinggi diantara semua perlakuan, sementara itu kelompok perlakuan yang baik hanya diberikan penambahan kurkumin, maupun kombinasi penambahan kurkumin dan tiroksin cenderung memiliki nilai derajat pembuahan dan penetasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok perlakuan yang tidak diberikan penambahan kurkumin.  The main problem in aquaculture is the availability of fish seedlings on time, in the right quantity and quality. The availability of fish seeds is determined by the number of eggs that can be fertilized and hatched. The higher the percentage of fertilization and hatching, the higher the number of larvae that can be produced. This study uses catfish as experimental animals because catfish are one of the most consumed cultivation commodities. The aim of this study is to determine the effect of curcumin and thyroxine supplementation on catfish brooders on the quality and performance of eggs produced. Catfish used in this experiment were given the addition of curcumin and thyroxine hormone through the feed for 12 weeks of rearing. Parameters analyzed were egg vitellogenin concentration, egg diameter, coefficient of diversity in egg diameter, lipid concentration in eggs (triglycerides, cholesterol, and HDL), degree of fertilization and degree of hatching. The results showed that the group given the combination of the supplementation curcumin and the thyroxine hormone had the values of vitellogenin concentration (8.17+2.74 µg/mL) (p <0.05), egg diameter (1.43+0.00 mm) (p <0.05), and triglyceride concentration (4.89+0.53 mg/g) (p <0.05) the highest among all treatments, meanwhile the group is only given the addition of curcumin, and the combination of supplementation of curcumin and thyroxine tends to have higher values of fertilization and hatching compared to the group which is not given the addition of curcumin.
POTENSI EKSTRAK PEGAGAN (Centella Asiatica) DAN KUNYIT (Curcuma longa) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS ENZIM GLUTATION PEROKSIDASE (GSH Px) PADA JARINGAN HATI TIKUS Tuti Aswani; Wasmen Manalu; Agik Suprayogi; Min Rahminiwati
BERITA BIOLOGI Vol 14, No 3 (2015)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v14i3.1832

Abstract

This experiment was designed to study the effect of pegagan (Centella asiatica) and turmeric (Curcuma longa) extracts on the activities of glutathione peroxidase (GSH- Px) in liver of white Spraque Dawley rat aged 2 months old with average weight of 200 grams. Pegagan was extracted using infuse method, and turmeric was extracted using dekokta method. The activity of GSH-Px was measured using Flohe and Gunzler’s methods. Extract pegagan and turmeric were assumed to have both preventive and curative treatments. For the preventive treat- ment, extract pegagan and turmeric at concentrations of 22.05 mg/ml : 184.1 mg/ml could increased the activity of GSH-PX enzyme, i.e. 232.60 ± 21.40 mU / mgprotein. This was approximately 79% than the levels of GSH- Px enzyme in normal liver without paracetamol which was 190.78 ± 9.28 mU/mgprotein. For the curative treatment, extract pegagan and tumeric at concentration of 22.05 mg/ml : 184.1 mg/ml could improved GSH- Px enzyme activity (i.e. 239.01 ± 47.40 mU/ mgprotein). This figure was about 92% higher than the levels of GSH-Px enzyme in the liver normal without paracetamol which was 190.78 ± 9.28 mU/mg protein. Pegagan and turmeric extracts with a high concentration could increased the activity of GSH-Px enzyme, thus potential as curative treatment.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK AIR DAUN UNGU PADA MENCIT (Mus musculus L.) Nhadira Nhestricia; Min Rahminiwati; Erni Rustiani; Fitri Dwiputri
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.772 KB) | DOI: 10.33751/jf.v9i2.1609

Abstract

Nyeri adalah perasaan sensorik atau emosional berupa perasaan tidak nyaman yang berhubungan dengan kerusakan dari suatu jaringan. Obat analgesik adalah obat yang memiliki aktivitas mengurangi rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek analgetik ekstrak etanol 96% dan ekstrak air, menentukan dosis ekstrak daun ungu yang paling efektif dan menentukan jangka waktu efek analgesik ekstrak obat pada mencit putih jantan (Mus musculus L.). Hewan coba  digunakan sebanyak 20 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan mulai P1 sampai P5. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun ungu dengan pelarut etanol 96% mempunyai efektivitas analgesik setara dengan kontrol positif. Sediaan paling paling efektif sebagai analgesik adalah Ekstrak Etanol Daun ungu 12 mg/20 g BB dengan nilai rata-rata lama mencit menahan rasa nyeri selama 16,08 detik yang diberikan pada kelompok P3, sedangkan kontrol positif Asetosal 1,82 mg/20 g BB memberikan waktu  rata-rata 17,47 detik  untuk menahan rasa sakit pada mencit.
AKTIVITAS EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) TERHADAP PROLIFERASI DAN DIFERENSIASI SEL OTAK BESAR ANAK TIKUS BERUMUR TIGA HARI SECARA IN VITRO Min Rahminiwati; Ita Juwita; Ani Murtisari; latifah K Darusman
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.734 KB) | DOI: 10.33751/jf.v1i2.158

Abstract

Kurkumin yang terdapat dalam rimpang temulawak, selain dapat menginduksi terjadinya proliferasi sel progenitor pada otak tikus dewasa juga dapat menghambat kerja enzim tirosinkinaseyang berperan penting dalam mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel. Meskipun demikianrespon sel saraf terhadap ekstrak temulawak pada masa pertumbuhan perlu kajian lebih lanjut. Efekekstrak temulawak terhadap proliferasi dan diferensiasi sel otak besar atau serebrum pada masapertumbuhan anak diteliti pada sel otak anak tikus Spague Dawley berumur tiga hari yangditumbuhkan dalam media DMEM (Dulbeccos Modified Eagles Medium). Perlakuan dikelompokkan dalam kelompok kontrol positif (mDMEM+30 g/mL asiaticoside (AC), kontrolnegatif (mDMEM), kelompok yang memperoleh ekstrak temulawak (CZ) 100 ppm (mDMEM+100ppm CZ), CZ 200 ppm (mDMEM+200 ppm CZ), dan CZ 400 ppm (mDMEM+400 ppm CZ). Kultur diinkubasi pada suhu 37 o C dalam inkubator CO 5 % selama 6 hari. Parameter yang diamatiadalah population doubling time, komposisi sel saraf dan sel glia, panjang akson dan dendrite yangdiukur masing masing menggunakan hemositometer, pewarnaan Hematoxyilin Eosin (HE) danmikrometer. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak temulawak pada konsentrasi 100 ppmmemperlambat prolfperasi, pada konsentrasi 400 ppm meningkatkan diferensiasi sel yangditunjukkan dengan meningkatnya ratio sel glia terhadap sel saraf dan mempengaruhi panjangakson dan dendrite.Kata kunci : Curcuma xanthorrhiza Roxb., neuron, sel glia, dendrite
DAYA HAMBAT EKSTRAK HEKSAN, ETIL ASETAT DAN ETANOL DARI DAUN ASAM KANDIS (Garcinia parvifolia (Miq.) Miq.) TERHADAP AKTIVITAS ENZIM ?-GLUKOSIDASE SECARA IN VITRO Min Rahminiwati; Ike Yulia Wiendarlina; Ceristianto Ceristianto
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.069 KB) | DOI: 10.33751/jf.v6i2.755

Abstract

ABSTRAKSalah satu penyebab peningkatan kadar gula darah pada penderita penyakit diabetes mellitus adalah tingginya aktivitas pemecahan karbohidrat menjadi glukosa oleh enzim ?-glukosidase. Beberapa penelitian menunjukan bahwa daun asam kandis diketahui memiliki kandungan senyawa xanthone yang mampu menghambat aktivitas enzim ?-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak heksan, etil asetat dan etanol daun asam kandis (Garcinia parvifolia (Miq.) Miq.) dengan mengukur daya hambat ekstrak daun asam kandis terhadap aktivitas enzim ?-glukosidase secara in vitro. Pengujian daya hambat terhadap aktivitas ?-glukosidase dihitung berdasarkan nilai IC50 dengan senyawa acarbose sebagai pembanding (kontrol positif). Hasil uji daya hambat ekstrak daun asam kandis terhadap aktivitas enzim ?-glukosidase menunjukan bahwa aktivitas inhibisi (IC50) dicapai pada pemberian ekstrak heksan, etil asetat dan etanol daun asam kandis berturut-turut sebesar 226,4 24,18 ppm, 46,96 10,48 ppm, dan 7,32 2,14 ppm. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol berpotensi paling tinggi sebagai inhibitor enzim ?-Glukosidase.Kata Kunci: Antidiabetes, asam kandis, inhibitor ?-glukosidase
AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR KOMBINASI EKSTRAK AIR PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) DAN EKSTRAK ETANOL KUNYIT (Curcuma longa Linn) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN SPRAGUE DAWLEY Gelline Tama Anindia Firman; Min Rahminiwati; Ike Yulia Wiendarlina
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.457 KB) | DOI: 10.33751/jf.v7i1.797

Abstract

ABSTRAKHepatoproktektor adalah senyawa yang dapat mencegah dan memperbaiki sel-sel hepar yang rusak. Parameter yang diamati adalah perubahan kadar SGPT pada hari ke 0,2, 5, 9 dan 13. Hasil penelitian dari 9 kombinasi dosis selama 13 hari menunjukkan semua kombinasi menurunkan kadar SGPT dengan aktivitas hepatoprotektor terbaik adalah terdapat pada tumbuhan ektrak air pegagan: ekstrak etanol kunyit dengan perbandingan 2:3.Kata kunci: Pegagan (Centella asiatica L.Urban), Kunyit (Curcuma longa Linn) dan hepatoprotektorABSTRACTHepatoprotector is a compound that can prevent and repair liver cell damage. This research aimed to study the activity and effectivity of combination Centella asiatica water extract and Curcuma longa ethanol extract as hepatoprotector by SGPT (Serum Glutamat Piruvat Transaminase) in Sprague Dawley male white rats induced paracetamol. Parameters measured were changes in ALT levels at day 0, 2, 5, 9 and 13. Combinations of doses for 13 days showed all combinations of those extract potencial hepatoprotector. The best activity was found in ratio 2:3 (Centella asiatica extract:ethanol extract of turmeric).Keywords: Centella asiatica L. Urban, Curcuma longa Linn and Hepatoprotector
STUDI PERBANDINGAN EFEK DIURETIK DAN ANTIINFLAMASI GABUNGAN EKSTRAK SIDAGURI, TEMPUYUNG DAN SELEDRI PADA TIKUS Min Rahminiwati; Raudhatul Jannah; Kusdiantoro Mohamad
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.2999

Abstract

Sidaguri (Sida rhombifiola L.), tempuyung (Sonchus arvensis L.), dan seledri (Apium graveolens L.) dilaporkan mengandung flavonoid yang berperan penting dalam mekanisme terjadinya efek diuretik dan antinflamasi beragam herbal. Namun potensi flavonoid dalam menimbulkan kedua efek tersebut berbeda pada setiap tanaman baik tunggal maupun ramuan. Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari kekuatan efek diuretik dan antiinflamasi dari gabungan ketiga tanaman tersebut pada tikus. Lima ekor tikus dari masing masing kelompok uji diuretik dan 4 ekor tikus dari kelompok antiinflamasi diberi aquadest sebagai grup kontrol, ekstrak tempuyung 28 mg/200 g BB, dan kombinasi ketiga tanaman dosis 28 mg/200 g BB, 56 mg/200 g BB, dan 280 mg/200 g BB secara oral selama 8 hari berturut turut. Total volume urin kelompok tikus diuretik diukur pada hari ke 8 sampai dengan hari ke 10 sedangkan volume udem kaki tikus yang diinduksi karagenan kelompok tikus antiinflamasi diukur 30 menit sebelum dan sesudah induksi dan setiap jam selama 6 jam. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa sediaan dosis 56 mg/kg BB mempunyai total volume urin dan percent diuretic index lebih besar dari kontrol dan pada dosis 28 mg/kg BB mempunyai nilai AUC terendah serta % DAI tertinggi. Dengan demikian sediaan. mempunyai efek antiinflamasi lebih kuat dibandingkan dengan efek diuretik.
AKTIFITAS HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK AIR HERBA PEGAGAN DAUN KECIL (Centella asiatica L. Urb.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Sprague Dawley L. YANG DIINDUKSI DENGAN PARASETAMOL Ike Yulia Wiendarlina; Min Rahminiwati; Fajar Triansyah Gumelar
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.767 KB) | DOI: 10.33751/jf.v8i1.1167

Abstract

Hepatoprotektor merupakan senyawa yang dapat mencegah dan memperbaiki sel hati yang rusak akibat metabolism senyawa toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektor dan dosis efektif dari ekstrak air herba pegagan daun kecil (Centella asiatica L. Urb) terhadap tikus putih jantan Sprague Dawley yang diinduksi dengan parasetamol. Tikus putih jantan galur Sprague Dawley L. yang digunakan berumur 3-4 bulan dengan bobot 180 g – 220 g. Tikus diinduksi parasetamol dengan dosis 180 mg/200 g BB untuk menaikan kadar SGPT (Serum Glutamat Piruvat Transaminase). Selanjutnya tikus diberi perlakuan ekstrak herba pegagan dan diukur penurunan kadar SGPT selama 14 hari.  Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas hepatoprotektor pada ekstrak air herba pegagan dengan persentase penurunan kadar SGPT pada dosis 50 mg/200 g BB, dosis 25 mg/200 g BB, dosis 12,5 mg/200 g BB dan dosis 6,25 mg/200 g BB masing-masing sebesar 77,81%, 38,46%, 79,95% dan 55,20%. Berdasarkan penurunan kadar SGPT dan hasil histopatologi jaringan hati, ekstrak pegagan dosis 12,25 mg/200 g BB merupakan dosis paling efektif untuk menurunkan kadar SGPT pada tikus uji. 
PERBANDINGAN POTENSI ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAN AIR UMBI RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) TERHADAP TIKUS Sprague Dawley Erni Rustiani; Min Rahminiwati; Tia Mutiara
EKOLOGIA Vol 17, No 2 (2017): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.736 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v17i2.762

Abstract

The aim of this study is to compare the potential of ethanolic and water extracted of teki grasstuber on white male rat strain Sprague Dawley at two months of age and 200 g of body weight. The rats were divided among four groups. Each group consists of six rats. The groupswere ethanolic and water extracted of teki grass tuber, positive control group (Paracetamol) and a negative control group (distilled water). Analgesic potency was tested by inducing pain stimuli previously to the animals, in the form of heat stimuli by putting it ona hot plate with the temperature of 55C. The responses of rats observed were licking and moving or lifting of their legs. Observations were made for 1 minute, before and after administration of pain stimulus at 15, 30, 45 and 60 minute. The results showed that ethanol and water extract at an effective dose of 49 mg / 200 g of BW, gave relatively the same effect as an analgesic or positive control group.Keywords : analgesic, ethanol and water extract of teki grass tuber, pain
Co-Authors , Triadiati . andriyanto . Soeripto A.S. Satyaningtijas Achmad Tjahja Ade Sunarma Ade Sunarma Adi Riyadhi Agik Suprayogi Agus Setiyono Ahmad Subhan Ahmad Tjahja Nugraha, Ahmad Tjahja Amrozi Andriyanto . Andriyanto A Andriyanto Andriyanto Anggraena, Shinta Suci Ani Murtisari April Hari Wardhana Arief Boediono Aryani Satyaningtijas Aswani, Tuti Aulia Andi Mustika Bambang Pontjo Priosoeryanto Budi Wirawan Cantika Zaddana Ceristianto Ceristianto Ceristianto, Ceristianto Chudahman Manan Chudahman Manan Daldiyono Daldiyono Daldiyono Daldiyono Damiana Rita Ekastuti Dede Sukandar Deni Noviana Djumali Mangunwidjaja Dyah Iswantini E Mulyati Effendi, E Mulyati Erni Rustiani Fadillah, Wendi Nurul Fajar Triansyah Gumelar Firman, Gelline Tama Anindia Fitri Dwiputri Franco, Christopher MM Gelline Tama Anindia Firman Gumelar, Fajar Triansyah Hajar Hajar Hambarsika, IGM Antara HANDAJANI, FITRI Hidayanti, Tiyan Huda Shalahudin Darusman IETJE WIENTARSIH Ika Amalia, Ika Ike Yulia Wiendarlina Indriani, Lusi Irmanida Batubara Ita Djuwita Ita Juwita Joshie Ramadhan Juwita, Ita Karim, Aliful Kusdiantoro Mohamad La Ode Sumarlin La Ode Sumarlin latifah K Darusman latifah K Darusman Latifah Kosim Darusman Lina Novianti Sutardi Livana Dethris Rawung M. Agung Zaim Adzkiya M. Zairin Junior Mahyuni, Siti Martha Arofa Dilla Mashuri Waite Meyliana Wulandari MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Murtisari, Ani Mutiara, Tia Najwa Rokhmah, Nisa Nampiah Sukarno Neni Nuryani Nhestricia, Nhadira Novriyandi Hanif Oom Komala Rahmania Hanim Rahmat Hidayat Raudhatul Jannah Rosihan Rosman SAEPUDIN RAHMATULLAH Sara Nurmala Shinta Suci Anggraena Sholehah, Akipah Nazla Siti Saadah Siti Sa’diah Sri Budiarti Poerwanto Sri Estuningsih Sri Nuryati Suci Sintya Sulistyaningsih, Yohana Caecilia SUMINAR S. ACHMADI Supardi, Arviani Rahmawati Tia Mutiara Tuti Aswani Ulandari, Rafika Unang P. Unang Patriana Upik Kesumawati Hadi Waite, Mashuri Wasmen Manalu Wei Zhang Wendi Nurul Fadillah Wida Lesmanawati Widia Safitri Yasinta Ratna Esti Wulandari Yohana Caecilia Sulistyaningsih YULIN LESTARI Zaenal Abidin