Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi K-Means Cluster untuk Menentukan Persebaran Tingkat Pengangguran Aprizkiyandari, Siti; Satyahadewi , Neva; Pratama, Aditya Nugraha; Rivaldo, Rendi; Nurdiansyah , Syarif Irwan; Helena, Shifa
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1518

Abstract

Tingkat pengangguran yang ada di Kalimantan Barat sangat bervariasi. Terdapat Kabupaten/ Kota dengan tingkat pengangguran tinggi dan ada yang rendah, namun belum terdapat pengelompokkannya. Pada penelitian ini, Kabupaten/ Kota di Kalimantan Barat dikelompokkan dengan analisis klaster menggunakan metode K-Means Cluster. Metode K-Means Cluster dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dalam mengelompokkan tingkat pengangguran di Kalimantan Barat berdasarkan indikator yang digunakan. Indikator pada penelitian ini terdiri dari TPT, IPM, PDRB dan UMK, dimana data berasal dari BPS Provinsi Kalimantan Bartat. Diperoleh hasil yaitu terbentuknya 2 klaster. Klaster 1 mewakili  kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran tinggi yang terdiri dari 4 anggota yaitu Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang dengan persentase TPT klaster 1 yaitu sebesar 8,87%. Sedangkan klaster 2 terdiri dari 10 Kabupaten, yaitu  Kayong Utara, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Mempawah, Landak, Bengkayang dan Sambas dengan TPT klaster 2 yaitu sebesar 3,73%. Implementation of K-Means Cluster to Determine the Distribution of Unemployment Rate Abstract Unemployment rates in West Kalimantan vary widely. There are regencies/municipalities with high unemployment rates and some with low unemployment rates, but there is no grouping yet. In this research, regencies/municipalities in West Kalimantan are grouped by cluster analysis using the K-Means Cluster method. K-Means Cluster method can be used in decision-making in grouping the unemployment rate in West Kalimantan based on the indicators used. The indicators in this study consist of TPT, HDI, GRDP, and MSE, where the data comes from BPS of West Kalimantan Province. The result obtained is the formation of 2 clusters. Cluster 1 represents districts/cities with a high unemployment rate consisting of 4 members, namely Kubu Raya Regency, Ketapang Regency, Pontianak City, and Singkawang City with a TPT percentage of cluster 1 of 8.87%. Meanwhile, cluster 2 consists of 10 regencies, namely North Kayong, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Mempawah, Landak, Bengkayang, and Sambas with a TPT cluster 2 of 3.73%.
Analisis Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan Pesisir Minsas, Sukal; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Helena, Shifa; Kurniadi , Bambang
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1525

Abstract

Daerah pesisir meupakan zona peralihan antara daratan dan lautan, sehingga lingkungannya juga masih terpengaruh oleh kedua zona tersebut. Dengan garis pantai Indonesia sepanjang  108.000 kilometer, menjadi garis pantai terpanjang kedua di dunia, yang kaya dengan sumber daya alam potensial, sayangnya bahwa kekayaan tersebut belum mampu meningkatkan kesejahteraan secara merata pada masyarakat nelayan di pesisir, sebagai wilayah terdekat dari perairan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat nelayan  di wilayah pesisir Kasuso desa Darubiah Kecamatan Bontobahari, sehingga dapat dijadikan rekomendasi dalam melakukan manajemen sumber daya pesisir di wilayah-wilayah pesisir lainnya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan pengumpulan data di lapangan, dan kajian referensi didukung oleh dokumentasi. Wawancara dilakukan bersama dengan masyarakat nelayan. Dari hasil kegiatan penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab masih rendahnya kesejahteraan masyarakat di pesisir tersebut diakibatkan oleh beberapa hal antara lain penangkapan hasil laut yang berlebihan (overfishing), adanya pengaruh perubahan iklim secara global, kontaminasi bahan pencemar yang merupakan hasil aktivitas manusia di daratan ataupun di daerah pesisir, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan pengolahan hasil perikanan, masih kurangnya insfrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan menuju pesisir, listrik dan air bersih serta beberapa kendala lain yang membutuhkan intervensi pemerintah secara komprehensif. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah pelatihan dan pembinaan masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan kelautan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi, serta melakukan usaha diversifikasi penghasilan nelayan dengan kegiatan yang tidak berhubungan dengan hasil perikanan sebagai antisipasi jika kegiatan bernelayan tidak memungkinkan dilakukan karena cuaca buruk. Analysis of Factors Contributing to the Low Welfare Levels of Coastal Fisherfolk Communities Abstract Coastal areas are conservation zones between land and sea, so the environment is still affected by these two zones. With Indonesia's 108,000 kilometer coastline, the second longest coastline in the world, which is rich in potential natural resources, unfortunately this wealth has not been able to improve the welfare evenly among fishing communities on the coast, as the area closest to sea waters. This research aims to analyze the factors that cause the low level of welfare of fishing communities in the coastal area of ??Kaso, Darubiah Village, Bontobahari District, so that it can be used as a recommendation for managing coastal resources in other coastal areas. The research was carried out using a qualitative descriptive approach based on data collection in the field and reference studies supported by documentation. Interviews were conducted with fishing communities. The results of this research activity show that the cause of the low welfare of coastal communities is caused by several things, including overfishing, the influence of global climate change, contamination by pollutants which are the result of human activities on land or in the region. coast, low level of education and fishery product processing skills, lack of basic infrastructure such as roads and bridges to the coast, electricity and clean water as well as several other obstacles that require comprehensive government intervention. Several things that need to be done are community training and training in processing marine fishery products into something of high economic value, as well as carrying out efforts to diversify fishermen's income with activities that are not related to fishery products in anticipation if fishing activities are not possible due to bad weather.
Profil FoodHabits pada Keluarga Nelayan di Pesisir Sebagai Pendukung Ketahanan Pangan Nurdiansyah , Syarif Irwan; Warsidah, Warsidah; Helena, Shifa; Amran, Arman
Empiricism Journal Vol. 4 No. 2: December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i2.1620

Abstract

Kebutuhan pangan semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk, di sisi lain lahan pertanian makin menciut karena adanya konversi lahan dan dampak dari perubahan iklim. Produktivitas pangan yang cenderung stagnan menjadi masalah dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat  Indonesia, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, yaitu suatu usaha pemerintah yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan melalui ketersediaan dan pengolahan dari sumber daya lokal. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengkaji tentang foodhabits (kebiasaan konsumsi pangan) dari masyarakat Pesisir Desa Nibung untuk dijadikan database atau model foodhabits dalam usaha peningkatan ketahanan pangan lokal Masyarakat pesisir, sebagai daya dukung dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kegiatan dilakukan selama 2 bulan, menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memberikan gambaran terkait pola dan kebiasaan konsumsi pangan tersebut, melalui observasi dan informasi langsung dengan masyarakat setempat. Data ini bisa menjadi dasar dalam usaha peningkatan ketahanan pangan masyarakat pesisir, melalui usaha pengadaan sumber pangan yang berkelanjutan berdasarkan foodhabits masyarakat pesisir tersebut, sertanya adanya kemampuan adaptasi masyarakat terhadap ketersediaan sumber pangan dalam kondisi apapun. Food Habits Patterns in Fisherman's Families on the Coast to Support Food Security Abstract Food needs are increasing along with population growth, on the other hand, agricultural land is shrinking due to land conversion and the impact of climate change. Food productivity which tends to be stagnant is a problem in meeting the needs of the Indonesian people, especially in realizing national food security, which is a government effort that aims to meet the needs of the community in a sustainable manner through the availability and processing of local resources. The aim of this activity is to study the food habits (food consumption habits) of the Nibung Village Coastal Community to be used as a database or food habit model in an effort to increase local food security in coastal communities, as a supporting capacity in realizing national food security. Activities were carried out for 2 months, using a qualitative descriptive method by providing an overview of food consumption patterns and habits, through direct observation and information with the local community. This data can be the basis for efforts to increase the food security of coastal communities, through efforts to procure sustainable food sources based on the coastal communities' food habits, as well as the community's ability to adapt to the availability of food sources in any condition.
Pelatihan Literasi Keuangan Kepada Generasi Milenial Untuk Mendukung Keamanan Finansial Warsidah, Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane; Helena, Shifa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1481

Abstract

Generasi millennial adalah generasi terpelajar, memiliki kemampuan dan pengetahuan formal yang lebih tinggi dibandingan dengan generasi sebelumnya. Generasi ini tergolong dalam kelompok usia produktif, yang diharapkan memiliki produktivitas tinggi dalam mendukung perekonomian negara. Produktivitas yang tinggi harus dibarengi dengan kemampuan dan pemahaman tentang literasi keuangan, yang terarah dan terstruktur sehingga tidak berpotensi merugikan di masa yang akan datang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan yang akan melaksanakan magang di dunia industri ataupun yayasan nirlaba, menjadi mitra dalam kegiatan ini. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi keuangan kepada generasi millenial untuk mendukung keamanan finansialnya di masa yang akan datang, baik secara individu maupun skala rumah tangga atau komunitas. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta, dan dilakukan secara offline dengan menggunakan metode ceramah, simulasi dan diskusi terkait dengan sumber pemasukan dan rencana pengeluaran, serta trik untuk mengefisiensikan pengeluaran Evaluasi kegiatan dilaksanakan melalui pertanyaan yang diberikan sebelum materi diberikan dan sebelum acara berakhir. Dari hasi kegiaitan inimenunjukkan peningkatan kemampuan peserta kegiatan dalam memahami istilah-istilah yang berhubungan dengan literasi, serta kemampuan dalam menyusun rencana keuangan dengan baik. Financial Literacy Training for Millennial Generation to Support Financial Security The millennial generation is an educated generation, having higher abilities and formal knowledge compared to previous generations. This generation belongs to the productive age group, which is expected to have high productivity in supporting the country's economy. High productivity must be accompanied by ability and understanding of financial literacy, which is focused and structured so that it does not have the potential to cause harm in the future. Community service activities for Marine Science Department students who will carry out internships in the industrial world or non-profit foundations, become partners in this activity. The aim of this PKM is to increase understanding of financial literacy among the millennial generation to support their financial security in the future, both individually and on a household or community scale. This activity was attended by 20 participants, and was carried out offline using lecture methods, simulations and discussions related to sources of income and expenditure plans, as well as tricks for making expenditures more efficient. Activity evaluation is carried out through questions given before the material is given and before the event ends. The results of this activity show an increase in the ability of activity participants to understand terms related to financial literacy, as well as the ability to prepare financial plans well.
Sosialisasi dan Edukasi Mitigasi Bencana Perubahan Iklim bagi Masyarakat Pesisir Batu Ampar Kurniadi, Bambang; Minsas, Sukal; Helena, Shifa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1486

Abstract

Perubahan iklim secara global berpotensi mengancam keberlangsungan hidup manusia. Wilayah pesisir dengan interaksi pengaruh darat dan laut, menjadi salah satu wilayah yang terdampak kuat oleh adanya perubahan iklim tersebut, terutama bagi masyarakat nelayan yang mengandalkan perekonomiannya di laut. Perubahan iklim ditandai dengan meningkatkan volume dan permukaan air laut, siklus musim barat dan musim timur yang mengalami perubahan serta naiknya suhu dan derajat keasaman di perairan laut. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat nelayan Batu Ampar mitigasi bencana akibat perubahan iklim yang ekstrim. Kegiatan ini diikuti oleh 15 keluarga nelayan dari wilayah Batu Ampar, yang terdampak kuat dengan perubahan iklim selama beberapa tahun belakangan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, dan evaluasi kegiatan melalui pertanyaan yang diajukan oleh pemateri kepada peserta sebelum dan sesudah kegiatan, secara lisan. Evaluasi menunjukkan ada peningkatan kemampuan pemahaman peserta dalam menghadapi bencana perubahan iklim. Socialization and Education on Climate Change Disaster Mitigation for the Batu Ampar Coastal Community Global climate change has the potential to threaten human survival. Coastal areas, with the interaction of land and sea influences, are one of the areas that are strongly impacted by climate change, especially for fishing communities who rely on their economy at sea. Climate change is characterized by an increase in the volume and level of sea water, changes in the west and east monsoon cycles and an increase in temperature and acidity in sea waters. The aim of this community service activity (PKM) is to socialize and educate the Batu Ampar fishing community on disaster mitigation due to extreme climate change. This activity was attended by 15 fishing families from the Batu Ampar area, which has been strongly affected by climate change over the past few years. The activity is carried out using the lecture method, and the activity is evaluated through questions asked by the presenter to the participants before and after the activity, orally. The evaluation showed that there was an increase in the participants' understanding ability in dealing with climate change disasters.
Menumbuhkan Jiwa dan Sikap Maritime preneur bagi Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Minsas, Sukal; Amir , Amriani; Amran, Arman; Helena, Shifa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1489

Abstract

Bonus demografi adalah kondisi di mana jumlah kelompok usia produktif jauh lebih besar dibandingkan usia non produktif, baik usia muda maupun manula. Kondisi ini dapat menjadi berpotensi menjadi masalah besar jika tidak dikelola dengan baik, terutama dengan munculnya kecerdasan buatan yang dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk industri atau institusi pemerintah. Menyikapi hal tersebut, sangat penting untuk menanamkan atau menumbuhkan jiwa, sikap dan nilai kewirausahaah sejak dini. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pemahaman kewirausahaan sejak dini kepada mahasiswa program studi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura,  yang berorientasi pada wirausaha produk dan jasa kelautan (maritime preneur). Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yaitu perwakilan mahasiswa dari setiap angkatan, dan kegiatan dilaksanakan berdasarkan metode ceramah dan diskusi interaktif. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan kegiatan sudah berhasil meningkatkan kemampuan pemahaman mahasiswa terkait dengan wirausaha berbasis jasa dan produk kelautan. Developing Maritimepreneur Spirit, Attitudes and Values ??for Marine Science Study Program Students The demographic bonus is a condition where the number of the productive age group is much greater than the non-productive age group, both young and elderly. This condition can potentially become a big problem if not managed well, especially with the emergence of artificial intelligence which can reduce labor requirements for industry or government institutions. In response to this, it is very important to instill or foster an entrepreneurial spirit, attitudes and values ??from an early age. The aim of this community service activity (PKM) is to provide an early understanding of entrepreneurship to students of the Tanjungpura University Marine Science study program, which focuses on maritime product and service entrepreneurship (maritime preneur). The activity was attended by 40 participants, namely student representatives from each class, and the activity was carried out based on interactive lecture and discussion methods. Based on the evaluation results, it shows that the activity has succeeded in increasing students' understanding abilities related to marine product and service-based entrepreneurship.  
Edukasi dan Giat Bersih Pantai sebagai Salah Satu Usaha Menyelamatkan Ekosistem Pesisir Desa Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Nurdiansyah, Syarif Irwan; Nurrahman , Yusuf Arief; Warsidah, warsidah; Safitri , Ikha; Helena, Shifa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1537

Abstract

Desa Sungai Nibung adalah salah satu desa yang termasuk dalam kawasan minapolitan Teluk Pakedai, merupakan salah satu pesisir yang memiliki keanekaragaman biota laut yang sangat tinggi. Dengan kawasan perairan yang teduh, kawasan pesisir desa Nibung ini menjadi tempat berteduh bagi kapal-kapal nelayan yang terkendala gelombang tinggi di laut lepas sehingga tidak dapat melanjutkan aktivitas bernelayan. Akibat ramainya dermaga tambatan perahu, aktivitas perekonomian di sekitar dermaga juga sangat aktif. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat edukasi dan giat bersih pantai di pesisir desa Sungai Nibung ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang resiko atau bahaya yang diakibatkan oleh penimbunan sampah, terutama sampah plastik, terhadap kelangsungan hidup biota laut dan kesuburan perairan di kawasan tersebut. Edukasi tentang bahaya sampah disampaikan dengan materi ceramah yang dilanjutkan dengan giat bersih pantai, berlokasi di sekitar dermaga kapal nelayan. Kegiatan diikuti oleh 80 orang  yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan praktisi ekowisata serta masyarakat desa Nibung. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengukur pemahaman peserta, melalui pengisian kuisioner sebelum dan sesudah berkegiatan, terkait materi bagaimana dampak aktivitas di daratan terhadap kualitas perairan, bagaimana akumulasi sampah yang berpotensi membahayakan kehidupan biota perairan serta upaya-upaya yang bisa didilakukan dalam menangani permasalahan sampah di lingkungan pesisir. Berdasarkan penilaian kuisioner dari peserta, menunjukkan peningkatan pemahaman terkait materi yang sudah diberikan dari rata-rata respon peserta yang memahami sebesar 60% menjadi 100%. Education and Activity Beach Cleaning as One of the Efforts to Save the Coastal Ecosystem in Nibung Village, Teluk Pakedai District Sungai Nibung Village is one of the villages included in the Pakedai Bay Minapolitan area, it is one of the coasts that has a very high diversity of marine biota. With shady waters, the coastal area of ??Nibung village provides shelter for fishing boats which are hampered by high waves in the open sea so they cannot continue fishing activities. Due to the busy boat docks, economic activity around the docks is also very active. The aim of community service activities to educate and actively clean beaches on the coast of Sungai Nibung village is to increase knowledge about the risks or dangers caused by the accumulation of waste, especially plastic waste, on the survival of marine biota and the fertility of waters in the area. Education about the dangers of rubbish was delivered with lecture material followed by active beach cleaning, located around the fishing boat dock. The activity was attended by 80 people consisting of students, lecturers and ecotourism practitioners as well as the Nibung village community. Activity evaluation is carried out to measure participants' understanding, by filling in questionnaires before and after the activity, regarding material regarding the impact of activities on land on water quality, how the accumulation of waste has the potential to endanger the life of aquatic biota and the efforts that can be taken to deal with waste problems in the coastal environment. . Based on questionnaire assessments from participants, it shows an increase in understanding regarding the material that has been given from the average response of participants who understand it at 60% to 100%.
Sosialisasi dan Edukasi Pengawasan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kalimantan Barat dalam Memperingati Ocean Day 2023 Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Helena, Shifa; Sudiono, Gatot; Kasbutin, Hendri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1539

Abstract

Ocean Day atau hari laut sedunia diperingati setiap tanggal 8 Juni, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang peran penting laut dan sumberdaya alam bagi kehidupan manusia, permasalahan, serta aksi kita dalam melindungi potensi yang ada untuk pembangunan secara berkelanjutan. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura dalam memperingati Ocean Day adalah seminar tentang sosialisasi dan edukasi pengawasan kawasan konservasi perairan daerah Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dan masyarakat terkait pembagian zonasi kawasan konservasi dan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha perikanan dalam melakukan aktivitas di kawasan konservasi. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid, dengan total peserta yaitu 100 orang. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, berisi materi edukasi dan sosialisasi tentang kawasan konservasi perairan Kalimantan Barat dan pengawasannya, yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan melalui kuesioner terkait materi yang telah disampaikan, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dengan rata-rata 40% menjadi 90-100% dalam memahami pengelolaan dan pengawasan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kalimantan Barat.  Socialization and Education on Monitoring of West Kalimantan Regional Marine Protected Areas in Ocean Day 2023 World Oceans Day is celebrated every June 8th, where the aim of increasing awareness about the important role of the ocean and natural resources in human life, problems, and our actions in protecting the existing natural resources potential for sustainable development. One of the activities carried out by the Marine Science Department, Universitas Tanjungpura was a seminar on socialization and education on monitoring of the West Kalimantan regional Marine Protected Area. This activity aimed to increase students' and the public's understanding regarding the conservation areas zone and increase the awareness of fisheries business in carrying out activities in conservation areas. This activity was carried out in a hybrid, with a total of 100 participants. The activity used a lecture method, containing educational and socialization about the West Kalimantan marine conservation area and its monitoring, which was followed by an interactive discussion between participants and presenters. Based on the evaluation carried out through questionnaires related to the subject presented, it showed that there had been an increase in the ability participants with an average of 40% to 90-100% in understanding the management and monitoring of the West Kalimantan Regional Water Conservation Area
Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Kawasan Destinasi Wisata Pantai Batu Burung Kota Singkawang Tavita, Gusti Eva; Ashari, Asri Mulya; Helena, Shifa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1548

Abstract

Pantai Batu Burung adalah salah satu destinasi wisata berbasis lingkungan pantai di Singkawang yang di tepian pantainya dikeiling pohon mangrove. Salain sebagai tempat wisata, wilayah ini juga digunakan sebagai jalur transportasi dan wilayah penangkapan ikan. Dengan aktivitas tersebut, memungkinkan terjadinya perubahan garis pantai, dan tentunya berpengaruh terhadap kualitas ekosistem mangrove yang dimilikinya. Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan rehabilitasi mangrove di pantai Batu Burung dengan tujuan untuk mengedukasi peserta kegiatan melalui ceramah edukatif tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove, dirangkaikan dengan giat langsung penanaman mangrove di kawasan tersebut.  Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yaitu mahasiswa bersama masyarakat setempat untuk bersinergi dalam rehablitasi mangrove di kawasan Pantai Batu Burung. Edukasi tentang bagaimana memelihara lingkungan pesisir agar tidak terdegradasi akibat aktivitas manusia, dilakukan di areal penanaman mangrove dengan metode ceramah. Selanjutnya dilakukan penanaman pohon mangrove Rhizopora sp. sebanyak 33 batang bibit untuk setiap peserta. Evaluasi kegiatan ini menunjukkan keberhasilan penanaman 1000 pohon mangrove Rhizopora di pantai Batu Burung, dan kuisioner yang dibagikan di awal dan akhir kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami  pentingnya melakukan rehabilitasi terhadap \ ekosistem pesisir dan menjaganya dari kerusakan terutama diakibatkan oleh aktivitas manusia. Rehabilitation of the Mangrove Ecosystem in the Batu Burung Beach Tourism Destination Area, Singkawang City Abstract: Batu Burung Beach is one of the environmentally based coastal tourist destinations in Singkawang, with mangrove trees lining its shoreline. Apart from serving as a tourist attraction, this area is also used for transportation routes and fishing activities. With these activities, it is possible for changes in the coastline to occur, which, of course, have an impact on the quality of its mangrove ecosystem. In this Community Service activity, mangrove rehabilitation is carried out at Batu Burung Beach with the aim of educating participants through informative lectures on the importance of preserving the mangrove ecosystem, coupled with direct mangrove planting in the area. This activity is attended by 30 participants, including students and local residents, to work together in rehabilitating the mangroves at Batu Burung Beach. The evaluation of this activity shows the successful planting of 1000 Rhizophora mangrove trees at Batu Burung Beach. Education on how to maintain the coastal environment so that it is not degraded due to human activities is carried out in mangrove planting areas using the lecture method. Next, 33 Rhizopora mangrove seeds were planted for each participant and questionnaires distributed at the beginning and end of the activity show an increase in students' ability to understand the importance of rehabilitating the condition of coastal ecosystems and protecting them from damage, especially caused by human activities.
Utilization of Landsat 8/ETM+ and Google Earth Engine Images for Coastal Identification in Sungai Nibung Village, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Nurdiansyah , Syarif Irwan; Helena, Shifa; Warsidah
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.52191

Abstract

Changes in coastlines cause continuous processes through various processes, both abrasion and coastal accretion, which are caused by sediment movements and coastal currents. This research aims to map changes in the coastline in Sungai Nibung Village using multi-temporal imagery for 2013-2023 from Google Earth Engine (GEE). The benefit of this research is to see changes in the coastline of Sungai Nibung so that coastal area management, including abrasion disaster mitigation, can be carried out appropriately. The method used is a quantitative descriptive method from the results of processed NSM and EPR data from DSAS and the results of Landsat image digitization from GEE. The most extensive abrasion phenomenon results will occur in 2023, namely 64,924 m2 and accretion of 120,886 m2. Coastal changes digitized using ArcGIS showed that the coastline change in 2013 was 0.433 km2, in 2016 it was 0.521 km2, in 2019 it was 0.538 km2 and in 2023 it was 0.649 km2. DSAS analysis shows that almost every stretch of beach in Sungai Nibung has experienced abrasion. Abrasion in Sungai Nibung occurred because there were not many wave breakers and damage to mangrove land. The rate of abrasion in Sungai Nibung over 10 years reached -574.96 m. Keywords: DSAS, EPR, NSM, Google Earth Engine. Abstrak Perubahan garis pantai menyebabkan proses terus menerus melalui berbagai proses baik abrasi maupun akresi pantai yang diakibatkan oleh pergerakan sedimen, arus susur pantai. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perubahan garis pantai di Desa Sungai Nibung menggunakan citra multi temporal tahun 2013-2023 dari Google Earth Engine (GEE). Manfaat penelitian ini untuk melihat perubahan pesisir pantai Desa Sungai Nibung  maka pengelolaan kawasan pesisir termasuk di dalamnya mitigasi bencana abrasi dapat dilakukan dengan tepat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dari hasil olahan data NSM dan EPR dari DSAS dan hasil digitasi Citra Landsat dari GEE. Hasil fenomena abrasi paling luas terjadi di tahun 2023 yaitu 64,924 m2 dan akresi sebesar 120,886 m2. Perubahan pesisir yang digitasi menggunakan ArcGIS diperoleh perubahan garis pantai tahun 2013 sebesar 0,433 km2 , tahun 2016 sebesar 0,521 km2 , tahun 2019 sebesar 0,538 km2 dan tahun 2023 sebesar 0,649 km2. Analisis DSAS hampir di setiap ruas pantai di Desa Sungai Nibung mengalami abrasi. Abrasi di Desa Sungai Nibung terjadi akibat belum banyak pemecah ombak dan rusaknya lahan mangrove. Laju abrasi di Desa Sungai Nibung selama 10 tahun mencapai -574,96 m. Kata Kunci  : DSAS, EPR, NSM, Google Earth Engine
Co-Authors . Apriansyah A. Kushadiwijayanto, Arie A.Nurrahman, Yusuf Agustina, Sella Alin, Yulius Amir , Amriani Amran, Arman Anthoni B Aritonang Anthoni B. Aritonang Apriansyah Aprizkiyandari, Siti Arie A. Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie K Kushadiwijayanto Aritonang, Anthoni Batahan Armanto, Armanto Ashari, Asri Mulya Asri Mulya Azhari Bambang Kurn Bambang Kurniadi Bambang Kurniadi, Bambang Bariah, Anisah Dahliana Dahliana Desriani Lestari Desriani Lestari Dewi Dewi Dyahruri Sanjayasari Edwin Faizal, Ibnu Finirsa, Maura Aulia Gusti Eva Tavita Harianto Harianto Harianto Heru Setiawan Honen, Maria Yuvela Idawati, Nora Ikha Ikha Safitri Ikha Safitri ilmauwati Qurniasih Irawan, Heri Irwan Irwan Nurdiansyah, Sy. Juane, Mega Sari Kasbutin, Hendri Kuncoro, Iwan Kurniadi , Bambang Kurniawan Alam Muza’ki Kushadiwijayanto , Arie Antasari Kushadiwijayanto, Arie Antasari Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky MARIA BINTANG Maria Yuvela Honen Maura, Gabriella Mega Sari Juane Soafiana Mega Sari Juane Sofiana Mega SJ Sofiana Minsas Minsas Minsas, Minsas Minsas, Sukal Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Neva Satyahadewi Nora Idiawati Nurdiansyah , Syarif Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurrahman , Yusuf Arief Nurrahman, Yusuf A Nurrahman, Yusuf Arif Palias, Berdya Diatn Pangamiti, Floraria Maya Pratama, Aditya Nugraha Prayitno, Dwi Imam Rahmat, Muhammad Farhan Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, Helmi Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Rivaldo, Rendi Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto S.J Sofiana, Mega Safitri , Ikha Sakina, Haiwatus Sari, Atna Sari, Sherin Sastia Satyahadewi , Neva Savaria, Sri Sudiono, Gatot Sukal Minsas Sukal Minsas Sukal Minsas Sukmajaya, Andira Surya Darma Sy Irwan Nurdiansyah Sy. Irwan Nurdiansyah Sy. Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Tahirah Hasan Tia Nuraya Venansius, Venansius Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, Warsidah Yanieta Arbiastutie yasnidar yasir Yugovic, Ronalld Yuliono, Agus Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Nurrahman Yusuf Nurrahman `B Aritonang, Anthoni