Claim Missing Document
Check
Articles

Determination of Micro Minerals of Several Species of Sea Urchins from Samboang Waters as Functional Food Candidates Hartanti, Lucky; Warsidah; Helena, Shifa; Tahirah; Irwan
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.54621

Abstract

Functional foods are foods that can be consumed with additional health benefits beyond their basic function as an energy source. The search for food sources from the sea is increasing, with many discoveries of active compounds from marine organisms. This research aims to determine the micromineral content of iron (Fe), zinc (Zn), and iodine (I) in several species of sea urchins in the coastal waters of Samboang Bulukumba. The results of this research can be a basis for utilizing this biota as a functional food. This laboratory research uses micromineral measurement instruments, for example, Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) for Fe and Zn, while for iodine minerals using High Performed Liquid Chromatography (HPLC) instruments. In this study, 2 types of sea urchins were found which were identified as Diadema cytosum and Tripneustes gratilla. The results of measuring the water content and ash content of the gonads of the two sea urchins were 77.32% and 1.15% for Diadema cytosum and 72.22% and 2.09% for Tripneustes gratilla. The results of measuring the levels of micro minerals Fe, Zn, and Iodine were respectively 115.24 ppm, 31.44 ppm and 16.71 ppm for Diadema cytosum and 150.75 and 27.27 ppm 21.21 ppm for Tripneustes gratilla. Keywords: functional food, AAS, HPLC, Diadema cytosum, Tripneustes gratilla Abstrak Pangan fungsional adalah makanan yang dapat dikonsumsi dengan manfaat kesehatan tambahan di luar dari fungsi dasarnya sebagai sumber energi. Pencarian sumber pangan dari laut semakin meningkat, dengan banyaknya penemuan senyawa-senyawa aktif dari organisme laut. Penelitian ini bertujuan  menentukan kandungan mikro  mineral besi (Fe), seng (Zn) dan yodium (I) dalam beberapa spesies bulu babi di perairan pantai Samboang Bulukumba. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam memanfaatkan biota tersebut sebagai pangan fungsional. Penelitian laboratorium ini menggunakan instrumen pengukuran mineral mikro misalnya dengan  penggunaan Atomic Absorption Spectrofotometry (AAS) untuk Fe dan Zn, sedangkan untuk mineral yodium menggunakan instrumen High Performed Liquid Chromatography (HPLC). Dalam penelitian ini ditemukan 2 jenis bulu babi yang teridentifikasi sebagai  Diadema sitosum dan Tripneustes gratilla. Hasil pengukuran kadar air dan kadar abu gonad kedua bulu babi tersebut  diperoleh 77.32% dan 1.15% untuk Diadema sitosum dan sebesar 72.22% dan 2.09% untuk Tripneustes gratilla.  Hasil pengukuran  kadar mineral mikro Fe,  Zn dan Yodium masing-masing adalah sebesar 115.24  ppm, 31.44 ppm dan 16.71ppm untuk Diadema sitosum dan 150.75 dan 27.27 ppm 21.21 ppm untuk Tripneustes gratilla. Kata kunci : pangan fungsional, AAS, HPLC, Diadema sitosum, Tripneustes gratilla
Peningkatan Keterampilan dan Perekonomian Masyarakat Desa Mekar Baru Melalui Pelatihan Pengolahan Ikan Nila Warsidah, Warsidah; Helena, Shifa; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Journal of Community Development Vol. 4 No. 3 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v4i3.179

Abstract

The people of Mekar Baru Village, who live along the banks of the Kapuas River, generally earn their living as farmers cultivating tilapia, goldfish and snakehead fish and tilapia. With the community's low level of education, this has an impact on their lack of understanding about the benefits of consuming fish and their lack of skills in processing fish which can increase the economic value or selling price of the cultivated fish commodity. This community service activity (PKM) aims to improve skills in processing floss and nuggets made from valuable fish meat, so that it can help the family's economy. The activity was attended by 20 activity participants consisting of housewives. This activity was divided into 2 activities, namely a scientific lecture about the benefits of fish and its various derivative preparations in improving family health and direct practice in making tilapia fish shreds and nuggets. The results of the evaluation of this PKM activity show an increase in participants' understanding regarding the benefits of consuming fish or its processed products, as well as improving skills in making shredded tilapia fish floss and nuggets.
Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu Melalui Pelatihan Pengolahan Ikan Nila Apindiati, Rita Kurnia; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Helena, Shifa
Journal of Community Development Vol. 5 No. 1 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i1.238

Abstract

Increasing skills in processing nutritious food is an important step in efforts to improve public health. One source of protein needed by the human body, especially during the growth and development period, is fish and its derivatives. Fish nuggets are a preparation made from sea fish or freshwater fish, which can practically be consumed as a side dish or snack. The aim of this training is to provide knowledge and skills to Posyandu cadres in processing tilapia fish into nuggets that are healthy, delicious and highly nutritious, so that they can become a healthy food alternative for families and local communities. The activity was attended by 15 participants, including posyandu cadres at the Mekar Baru Village Community Health Center. The activity was carried out using educational lecture methods and practice in making nuggets made from tilapia fish. The activity evaluation was carried out using a questionnaire method, namely pretest and posttest, and the results of the evaluation showed that there was a percentage increase in the participants' understanding and skills in processing nuggets made from tilapia fish.
Komposisi dan Struktur Komunitas Copepoda di Estuari Desa Mendalok Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat Setiawan, Heru; Idiawati, Nora; Helena, Shifa
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i2.49043

Abstract

Kawasan Estuari Desa Mendalok memiliki potensi sumber daya perikanan tangkap yang tinggi, dimana tingginya potensi tersebut berkaitan dengan banyaknya pakan alami yang ada di perairan seperti Copepoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas Copepoda serta mengetahui korelasi antara kepadatan terhadap parameter fisika-kimia perairan. Pengambilan sampel telah dilakukan pada bulan Agustus 2020 dengan menggunakan metode purposive sampling pada 3 stasiun. Pengamatan dan identifikasi Copepoda dilakukan di Laboratorium Biologi, Keilmuan Dasar Universitas Tanjungpura. Total Copepoda yang didapatkan terdiri dari 1 filum, 3 kelas, 4 ordo, 7 famili dan 10 genus. Kepadatan tertinggi berasal dari kelas kelas Crustacea pada stasiun 2 yaitu sebesar 48,1 ind/L. Indeks keanekaragaman Copepoda berkisar antara 0,67-1, indeks keseragaman berkisar antara 0,61-0,73 dan indeks dominansi berkisar antara 0,27-0,62. Perairan Estuari Desa Mendalok memiliki keanekaragaman Copepoda yang tergolong rendah hingga sedang serta memiliki keseragaman yang tinggi tanpa ada inividu yang mendominansi. Parameter suhu berkolerasi negatif terhadap kepadatan dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,995 sedangkan kecerahan berkolerasi positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,634.
MAPPING CORAL REEF AREA OF KABUNG ISLAND USING SATELLITE IMAGERY Sari, Sherin Sastia; Nurrahman, Yusuf Arief; Helena, Shifa
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i2.55205

Abstract

Kabung Island is located in Bengkayang Regency, West Kalimantan. Kabung Island has a small area but has wealth and beauty that can attract tourists to come for a tour, one of which is the beauty of coral reefs. Monitoring the condition of coral reefs can be done in various ways. The utilization of remote sensing with different satellite images can monitor coral reefs in a wide area. This study aimed to create a map of the location of coral reefs on Kabung Island using medium resolution and high-resolution images. This study uses primary data, which specific methods will then process. The data are Sentinel-2 MSI Level 2A Satellite Imagery for mediumresolution image data and Birds Eye Satellite Imagery for high resolution imagery. The results of the classification of Bird Eye images obtained that the area of each class is the area of live coral on Kabung Island of 1.969 ha, dead coral of 1.1521 ha and sand or substrate of 1.7451 ha. It can be seen that the live coral class dominates in the shallow marine bottom habitat on Kabung Island, while the dead coral has the lowest area. The accuracy of test results obtained in this study was 93.4%.
Kondisi Tutupan Terumbu Karang di Perairan Timur Pulau Kabung, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat Palias, Berdya Diatn; Nurrahman, Yusuf Arief; Helena, Shifa
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2022): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i3.56285

Abstract

Pulau Kabung termasuk bagian kawasan konservasi perairan Pulau Randayan yang memiliki ekosistem terumbu karang.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi terumbu karang, guna menjaga kelestarian atau untuk pertimbangan bagi konservasi di perairan pesisir Pulau Kabung. Penelitian ini menggunakan metode  purposive sampling  dengan teknik pengambilan data menggunakan metode  Point Intercept Transect  (PIT), dengan 3 stasiun pada kedalaman 4 sampai 6 meter. Hasil penelitian menunjukkan persentase tutupan karang hidup berkisar antara 30,5% sampai 50,25%,  persentase tutupan karang hidup tersebut tergolong dalam kategori sedang. Nilai indeks keanekaragaman tutupan karang hidup berkisar 0,97 sampai 1,74 menunjukkan keanekaragaman rendah hingga sedang, indeks keseragaman berkisar antara 0,50 sampai 0,82 menunjukkan keseragaman karang hidup sedang hingga tinggi, dan indeks dominansi berkisar antara 0,23 sampai 0,58 menunjukkan dominansi karang hidup rendah hingga sedang.  Lifeform  terumbu karang diperairan Pulau Kabung yang mendominasi yaitu  Coral Massive.  Kondisi lingkungan perairan Pulau Kabung masih tergolong dalam keadaan yang optimum bagi kehidupan dan pertumbuhan terumbu karang.
Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pulau Kabung Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Agustina, Sella; Muliadi, Muliadi; Helena, Shifa
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2023): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i1.56964

Abstract

Pulau Kabung merupakan salah satu pulau kecil di Kalimantan Barat yang terdapat di Kabupaten Bengkayang, dengan memiliki keanekaragaman hayati laut salah satunya yaitu makroalga. Makroalga menjadi salah satu indikator kualitas suatu perairan yang secara ekologi bagi ekosistem laut berfungsi sebagai produsen primer yang mendukung kehidupan biota yang ada di laut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui komposisi makroalga dan mengetahui nilai indeks shannon-wienner pada komunitas makroalga di perairan pulau Kabung Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Systematic random sampling dalam menentukan titik sampling dan pengamatan makroalga menggunakan transek 1 x 1 meter sebanyak 3 titik stasiun. Berdasarkan hasil identifikasi ditemukan 9 spesies makroalga yaitu Halimeda macroloba, Caulerpa recemosa, Padina australis, Sargasum plycystum, Turbinaria ornata, Caulerpa Serrulata, Acanthophora spicifera, Caulerpa taxifolia dan Hypna pannosa. Hasil total analisa mengenai kelimpahan makroalga diperoleh nilai 6,3 ind/m2 di stasiun I, 8,5 ind/m2 di stasiun II dan nilai 5,7 ind/m2 di stasiun III. Total keseluruhan individu yang diperoleh sebanyak 6837 individu. Nilai indeks keanekaragman rata-rata sebesar 1,481495 yang masuk dalam kategori keanekaragaman sedang, nilai indeks keseragaman rata-rata sebesar 0,674243 yang masuk dalam keseragaman tinggi dan nilai indeks dominansi rata-rata sebesar 0,2372 yang masuk dalam kategori dominansi rendah.Kata kunci :  Makroalga, kelimpahan, klasifikasi, genus
Kualitas Perairan Desa Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Sebagai Kandidat Industri Garam Baru Helena, Shifa; Finirsa, Maura Aulia; Rahmat, Muhammad Farhan; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2022): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i3.56935

Abstract

Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan produksi garam nasional yang setiap tahun kian meningkat adalah dengan program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Desa Sebubus juga memiliki potensi yang sangat besar sebagai kandidat industri garam baru karena memiliki kelompok masyarakat pesisir binaan dinas setempat yang bergerak di bidang industri garam. Akan tetapi, bidang industri garam di Desa Sebubus belum melalui uji kualitas perairan, sehingga hasil produksi garam beberapa kali mengalami kualitas yang buruk. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mengetahui kualitas dan kondisi perairan di kawasan pesisir Desa Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas berdasarkan kelayakan sebagai kawasan produksi garam. Penelitian ini menggunakan metode observasi untuk data primer yaitu salinitas, suhu udara, dan jenis tanah. Sedangkan pada data sekunder menggunakan literasi website data yaitu pasang surut, salinitas, curah hujan, suhu udara, lama penyinaran matahari, kelembaban udara, kecepatan angin, serta evaporasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai salinitas berkisar 29-33 ppt, suhu udara 26,3 °C, curah hujan 12,8 mm, lama penyinaran matahari 5,66 jam, jenis tanah lempung berpasir, kecepatan angin 1,4 m/s, kelembaban udara 86,6%, evaporasi 1,5 mm/day, dan pasang surut bertipe campuran condong harian ganda. Berdasarkan skoring dengan tabel Indeks Kesesuaian Garam menunjukkan hasil 56,7% yang artinya tidak sesuai. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya kondisi cuaca dan iklim.
Struktur Komunitas Ikan Kakatua (Scaridae) di Selatan Pulau Kabung Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Ramadhan, Helmi; Helena, Shifa; Nurrahman, Yusuf Arief
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2024): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i1.63255

Abstract

Ikan kakatua merupakan satu di antara ikan karang yang dapat membantu kehidupan yang ada pada ekosistem terumbu karang. Ikan kakatua dapat dijadikan sebagai bioindikator kesehatan terumbu karang karena kelompok ikan ini mengontrol pertumbuhan makroalga yang dapat menghambat pertumbuhan karang baru dengan menyediakan substrat terbuka sebagai tempat melekat koloni karang muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan ikan kakatua di bagian selatan Pulau Kabung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC). Cara kerja metode ini yaitu dengan membentangkan transek di area terumbu karang sepanjang 50 m sejajar dengan garis pantai. Lebar batasan transek 2,5 m kebagian kiri dan kanan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 100 individu dari 5 spesies ikan kakatua yang berasal dari 2 genus. Kelimpahan ikan kakatua berkisar antara 0,05-0,19 ind/m2. Kelimpahan ikan kakatua tertinggi berada di Stasiun 4 sebesar 0,19 ind/m2 sedangkan kelimpahan terendah terdapat di Stasiun 1 sebesar 0,05 ind/m2. Kondisi perairan Pulau Kabung (salinitas, suhu, oksigen terlarut/DO, kecerahan dan kecepatan arus) dapat digolongkan dalam kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi perairan mendukung untuk kehidupan ikan kakatua.
Peningkatan Keterampilan dan Kesejahteraan Masyarakat Pulau Kabung melalui Pelatihan Pembuatan Sirup Pala Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha; Minsas, Sukal; `B Aritonang, Anthoni; Muliadi, Muliadi; Apriansyah, Apriansyah; A. Kushadiwijayanto, Arie; S.J Sofiana, Mega; A.Nurrahman, Yusuf; Idawati, Nora; Risko, Risko; Irwan Nurdiansyah, Sy.; Imam Prayitno, Dwi; Helena, Shifa
Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang Jl. Rangga Sentap, Dalong Sukaharja, Ketapang 78813. Telp. (0534) 3030686 Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/literasi.v1i1.1267

Abstract

The coastal area of ​​Kabung Island is an area of ​​Karimunting Village, Bengkayang Regency, which has a population of around 300 families, whose main livelihood is fishing. Water conditions are very risky due to bad weather, such as strong waves, making it impossible to go to sea, causing new activities for people to plant gardens by utilizing makeshift land and plantation commodities along the hills on the island.Apart from coconuts and cloves, nutmeg is a plantation commodity that is widely available in this region. The training for the processing of syrup from the flesh of the nutmeg for the people of Kabung Island is to improve the skills and welfare of the people of Kabung Island who have previously carried out simple processing of nutmeg by drying the seeds and making candied nutmeg. The training is carried out by direct processing of nutmeg in front of the Kabung island community who are also participants in this activity.This activity was attended by 50 participants consisting of 15 men and 35 women. Based on the questionnaire before the activity started, it showed that 40% had already known and read about the processing of nutmeg syrup, while 30% of the participants had made simple syrup preparations from nutmeg pulp. Then the evaluation conducted after the activity showed that 80% of the participants were able to make good nutmeg syrup, including packaging and labeling of the resulting products.
Co-Authors . Apriansyah A. Kushadiwijayanto, Arie A.Nurrahman, Yusuf Agustina, Sella Alin, Yulius Amir , Amriani Amran, Arman Anthoni B Aritonang Anthoni B. Aritonang Apriansyah Aprizkiyandari, Siti Arie A. Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie K Kushadiwijayanto Aritonang, Anthoni Batahan Armanto, Armanto Ashari, Asri Mulya Asri Mulya Azhari Bambang Kurn Bambang Kurniadi Bambang Kurniadi, Bambang Bariah, Anisah Dahliana Dahliana Desriani Lestari Desriani Lestari Dewi Dewi Dyahruri Sanjayasari Edwin Faizal, Ibnu Finirsa, Maura Aulia Gusti Eva Tavita Harianto Harianto Harianto Heru Setiawan Honen, Maria Yuvela Idawati, Nora Ikha Ikha Safitri Ikha Safitri ilmauwati Qurniasih Irawan, Heri Irwan Irwan Nurdiansyah, Sy. Juane, Mega Sari Kasbutin, Hendri Kuncoro, Iwan Kurniadi , Bambang Kurniawan Alam Muza’ki Kushadiwijayanto , Arie Antasari Kushadiwijayanto, Arie Antasari Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky MARIA BINTANG Maria Yuvela Honen Maura, Gabriella Mega Sari Juane Soafiana Mega Sari Juane Sofiana Mega SJ Sofiana Minsas Minsas Minsas, Minsas Minsas, Sukal Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Neva Satyahadewi Nora Idiawati Nurdiansyah , Syarif Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurrahman , Yusuf Arief Nurrahman, Yusuf A Nurrahman, Yusuf Arif Palias, Berdya Diatn Pangamiti, Floraria Maya Pratama, Aditya Nugraha Prayitno, Dwi Imam Rahmat, Muhammad Farhan Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, Helmi Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Rivaldo, Rendi Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto S.J Sofiana, Mega Safitri , Ikha Sakina, Haiwatus Sari, Atna Sari, Sherin Sastia Satyahadewi , Neva Savaria, Sri Sudiono, Gatot Sukal Minsas Sukal Minsas Sukal Minsas Sukmajaya, Andira Surya Darma Sy Irwan Nurdiansyah Sy. Irwan Nurdiansyah Sy. Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Tahirah Hasan Tia Nuraya Venansius, Venansius Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, Warsidah Yanieta Arbiastutie yasnidar yasir Yugovic, Ronalld Yuliono, Agus Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Nurrahman Yusuf Nurrahman `B Aritonang, Anthoni