Claim Missing Document
Check
Articles

Respon 3 Varietas Pakcoy (Brassica rapa L.) terhadap Simulasi Cekaman Salinitas Ester, Greace; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1155

Abstract

Sawi huma atau Pakcoy (Brassica rapa L) merupakan tanaman sayuran yang saat ini tercatat memiliki tingkat permintaan yang terus meningkat setiap tahunnya. Proses budidaya yang mudah dan umur panen yang singkat membuat banyak petani  membudidayakan tanaman Pakcoy. Namun beberapa waktu ke depan pasti akan ditemukan berbagai masalah pada tanah sebagai media tanam. Salah satunya adalah tingginya kadar NaCl pada tanah, maka dari itu dilakukan penanaman tanaman Pakcoy pada media tanah dengan simulasi konsentrasi NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari tanaman Pakcoy terhadap berbagai konsentrasi perlakuan NaCl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2018 diAngkasa Greenhouse, Pangkalan TNI Lanud Abdurahman Saleh, Pakis, Kab. Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor yakni Varietas dan Konsentrasi NaCl. Terdapat 3 perlakuan pada faktor Varietas, 6 perlakuan pada faktor konsentrasi NaCl dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata pada faktor Varietas, namun berpengaruh nyata pada konsentrasi NaCl. Perlakuan konsentrasi NaClmem-berikan pengaruh nyata pada semua variabel pengamatan yaitu luas daun, tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, berat kering, pH tanah, dan daya hantar listrik (EC). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi NaClsampai pada 2000 ppm masih memungkinkan tanaman Pakcoy untuk tumbuh.
Pengaruh Pemberian Pyraclostrobin dan Azoxystrobin terhadap Pertumbuhan dan Kesehatan Bibit Tanaman Jeruk Keprok (Citrus reticulata L.) dengan Teknik Okulasi dan Inokulasi Phytophthora sp. Adiputra, Prasetya Dwi; Dwiastuti, Mutia Erti; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1165

Abstract

Jeruk (Citrus sp.) adalah komoditas buah-buahan yang menjanjikan bagi bidang pertanian di Indonesia. Permasalahan yang sering muncul dalam budidaya jeruk salah satunya adalah serangan penyakit. Tanaman yang terserang oleh penyakit tentu dapat menurunkan mutu buah jeruk sehingga harga jual jeruk di Indonesia kalah bersaing di pasar dunia. Untuk mengatasi permasalahan ini dapat dilakukan dengan cara mengaplikasikan fungisida.Fungisida berperan dalam mengendalikan penyakit sehingga mampu mernjaga kualitas tanaman jeruk tetap baik. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas tanaman jeruk dapat dilakukan juga dengan melakukan perbanyakan vegetatif tanaman. Salah satu cara perbanyakan tanaman jeruk secara vegetatif adalah dengan meng-gunakan teknik okulasi. Masalah yang muncul dalam perbanyakan tanaman jeruk hasil okulasi adalah terjadinya dormansi atau tidak tumbuhnya hasil okulasi tanaman.Salah satu cara mengatasi permasalahan dormansi adalah dengan cara memberikan bahan perangsang pertumbuhan yaitu zat pengatur tumbuh. Zat pengatur tumbuh yang digunakan ialah pyraclostrobin dan azoxystrobin yang juga memiliki peran dalam pengendalian penyakit khususnya penyakit jamur pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pyraclostrobin dan azoxystrobin terhadap pertumbuhan dan kesehatan bibit tanaman jeruk dengan menggunakan teknik okulasi.Hasil penelitian menunjukkan. Pyraclostrobin dengan konsentrasi 3 g l-1 memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan tinggi tunas tanaman jeruk pada saat 2 minggu setelah aplikasi, diikuti oleh azoxystrobin dengan konsentrasi 0,6 ml l-1. Pyraclostrobin dan azoxystrobin dengan konsentrasi yang berbeda dapat mempengaruhi kandungan klorofil pada daun dan menghasilkan warna daun yang berbeda. Tanaman yang diberikan perlakuan pyraclostrobin dan azoxystrobin tidak terserang penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur Phytophthora sp. selama 4 minggu setelah tanaman diinokulasi.
Pengaruh Kepadatan Kanopi Kayu Putih (Eucalyptus pellita) Umur 1 dan 1,5 Tahun pada Komposisi Gulma Dharmawan, Ahmad Arif; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1183

Abstract

Kayu putih (Eucalyptus pellita) merupakan salah satu komoditas penting tanaman industri yang salah satu fungsinya digunakan untuk bahan baku pembuatan pulp dan kertas di Indonesia.Tanaman kayu putihakan memiliki bentuk tajuk atau kanopi yang berbeda dengan semakin bertambahnya umur tanaman. Perbedaan setiap kanopi tanaman kayu putihini akan berpengaruh pada cahaya matahari yang masuk mengenai permukaan atau dasar tanah, sehingga diduga mampu mempe-ngaruhi kecepatan pertumbuhan gulma dibawah tegakan. Oleh karena itu untuk mengetahui pengaruh kepadatan dari kanopi tanaman kayu putihumur 1 dan 1,5 tahun terhadap perubahan komposisi gulma, sehingga inventarisasi vegetasi gulma yang ada pada lahan perlu dilakukan dan nantinya dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan teknik pengelolaan dan pengendalian gulma yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – September 2018, di perkebunan HTI,Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah metode survei vegetasi kuadrat.Pengamatan gulma dilakukan dengan menggunakan kuadrat (plot) dengan ukuran 1 m × 1 m.Hasil penelitianmenunjukkan kepadatan kanopi tanaman kayu putih umur 1 dan 1,5 tahun memiliki pengaruh terhadap komposisi gulma yang dijelaskan melalui hubungan korelasi positif dan negatif antara indeks luas daun tanamandengan komposisi gulma.Gulma B. alata, M. malabathricum, S. palustris, E. curtisii, A. Mangium, C.Hirtus menunjukkan pertumbuhan lebih baik pada kondisi kanopi tanaman kayu putih umur 1 tahun yang tidak rapat, sedangkan gulma A. intrusa, C. hirta,M. micrantha menunjukkan pertumbuhan lebih baik pada kondisi kanopi tanaman kayu putih umur 1,5 tahun yang lebih rapat.
Efiktifitas Imazapyr dan Glifosat untuk Mengendalikan Gulma pada Tanaman Ekaliptus (Eucalyptus sp.) Putrantyo, Susilo Tri; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1202

Abstract

Ekaliptus (Eucalyptus sp.) ialah salah satu komoditas tanaman industri yang salah satu fungsinya digunakan untuk bahan baku pembuatan pulp dan kertas di Indonesia. Permasalahan penting dalam budidaya Ekaliptus adalah keberadaan gulma yang tumbuh pada areal lahan budidaya. Salah satu cara dalam mengendalikan gulma yaitu dengan penyemprotan herbisida pada areal lahan Ekaliptus, Pemberian herbisida dengan dosis yang tepat dapat me-nanggulangi gulma yang tumbuh tanpa merusak tanaman budidaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis yang terbaik dari herbisida Imazapyr dan Glifosat dalam mengendalikan gulma pada lahan Ekalaiptus berumur 1 tahun. Penelitian dilaksanakan bulan Juli sampai dengan September 2018 di Hutan Tanaman Industri PT. Sinarmas Foresty, Riau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 4 ulangan dengan taraf dosis yang berbeda yaitu: (P1): Kontrol, (P2) Imazapyr 1 L ha-1, (P3): Imazapyr 1,5 L ha-1, (P4): Glifosat 1 L ha-1, (P5) : Glifosat 1 + Imazapyr L ha-1, (P6) : Glifosat 1 + Imazapyr 1,5 L ha-1, (P7) : Glifosat 2 L ha-1, (P8) : Glifosat 2 + Imazapyr 1 L ha-1, (P9) : Glifosat 2 + Imazapyr 1,5 L ha-1.Hasil penelitian me-nunjukkanbahwa dosis herbisida Imazapyr 1,5 L ha-1 baik tunggal maupun dengan campuran Glifosat dengan dosis apapun dapat mengendalikan gulma lebih efektif dibandingkan dengan dosis lain pada lahan Ekaliptus berumur 1 tahun. Dosis herbisida yang digunakan. Herbisida yang digunakan untuk mengendalikan gulma tidak menyebabkan tanaman Ekaliptus meng-alami keracunan herbisida.
Respon Pertumbuhan Stek Daun Tanaman Peperomia Watermelon (Peperomia argyreia) terhadap Asal Bahan Stek dan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Sintetik (Rootone-F) Erawati, Elvira Siska; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1220

Abstract

Tanaman Peperomia watermelon (Peperomia argyreia) merupakan tanaman hias yang memiliki corak daun mirip dengan buah semangka. Perbanyakan tanaman Peperomia watermelon dilakukan dengan stek daun. Namun permasalahan yang ada dalam perbanyakan tanaman secara stek daun adalah sulitnya stek berakar dan stek mudah membusuk. Sehingga perlu dilakukan upaya untuk mempercepat pertumbuhan perakaran. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan perakaran adalah dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) sintetik berupa Rootone-F. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman Peperomia watermelon (Peperomia argyreia) terhadap berbagai perlakuan bahan stek dan pemberian ZPT sintetik (Rootone-F). Penelitian ini dilakukan di CV. Bunga Melati Batu pada bulan November 2018 hingga Januari 2019. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan dua faktor yaitu bahan stek dan pemberian ZPT sintetik (Rootone-F). Pada faktor bahan stek terdiri dari lima taraf perlakuan yaitu A1: Daun utuh dengan tangkai, A2: Daun utuh, A3: Bagian bawah daun, A4: Bagian tengah daun, A5: Bagian atas daun. Kemudian pada faktor pemberian ZPT sintetik (Rootone-F)  terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu B0: tanpa Rootone-F dan B1: Pemberian Rootone-F 0.4 g/stek. Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan diuji lanjut menggunakan BNT 5%. Interaksi perlakuan antara asal bahan stek dan pemberian ZPT sintetik (Rootone-F) terdapat pada perlakuan waktu muncul tunas, jumlah tunas per tanaman, panjang tunas, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman. Perlakuan A2B1 (daun utuh dan pemberian Rootone-F 0.4 g/stek) dapat menghasilkan jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan luas daun tertinggi diantara perlakuan lainnya.
Profil Biodiversitas Tanaman di Ruas DAS Sengkaling, Tunggulwulung, Lowokwaru dan Kedungkandang Kota Malang Ardella, Erviana Junaifatul; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1244

Abstract

Lanskap merupakan suatu bagian ruang pada muka bumi dengan sistem kompleks dalam bentuk aktivitas komponen biotik dan abiotik. Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas merupakan suatu ekosistem yang memberikan jasa lanskap khususnya berupa keanekaragaman hayati (biodi-versitas) terhadap wilayah sekitarnya. Jasa lanskap yang diberikan berupa tata air, biodiversitas, penyerapan karbon, dan keindahan lanskap. Kawasan DAS Brantas memiliki biodiversitas yang cukup tinggi.. Upaya menjaga keberlanjutan biodiversitas tersebut, perlu dilakukan suatu studi identifikasi nilai biodiversitas sebagai penyedia jasa lanskap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui keanekaragaman hayati tanaman di sepanjang  Daerah Aliran Sungai Brantas Kota Malang. Penelitian dilaksanakan di sepanjang Sungai Brantas Kota Malang yaitu area Sengkaling, Tunggulwulung, Lowokwaru dan Kedungkandang pada bulan Mei sampai Juni 2018. Metode yang digunakan yaitu metode transek garis untuk mengamati tanaman di sepanjang DAS serta mengidentifikasi jenis spesies tanaman sepanjang 100m. Kerapatan bernilai rendah berkisar antara 12-50 di masing-masing lokasi. Penyebaran spesies tumbuhan memiliki frekuensi yang sangat rendah yaitu berada pada kelas A (1-20%). Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada keempat lokasi pengamatan bernilai sedang yaitu 1<H’<3 dimana kondisi lingkungannya sedang. Nilai Indeks Dominansi Simpson (D) juga tidak ditemukan adanya tumbuhan yang paling mendominasi karena nilainya 0 < D ≤ 0,5 artinya tidak ada genus yang mendominasi. Manfaat agronomi tumbuhan yaitu dapat digunakan sebagai tanaman pangan, tanaman industri, tanaman hias dan tanaman obat.
Studi Penggunaan Lumpur Sidoarjo Untuk Media Pembibitan Sengon (Paraserianthes falcataria) Margareta, Anggy Via; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1264

Abstract

Lumpur sidoarjo  (Lusi) mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman sehingga dapat dimanfaatkan sebagai campuran media tanam. Sengon dikenal sebagai tanaman yang dapat digunakan untuk rehabilitasi lahan, sehingga dapat dijadikan pilihan untuk kegiatan fitoremediasi. Peneitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak lumpur sidoarjo dapat dijadikan substitusi tanah sebagai alternatif media tanam. Penelitian dilaksanakan di Desa Krecek-Badas, Kediri pada Januari hingga April 2019. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok sederhana (RAK) dengan perlakuan M0 (100% tanah), M1 (lumpur Sidoarjo 20% + tanah 80%), M2 (lumpur sidoarjo 40% + tanah 60%), M3 (lumpur sidoarjo 60% + tanah 40%), M4 (lumpur sidoarjo  80% + tanah 20%), dan M5 (100% lumpur Sidoarjo). Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata pada umur 14-70 hst. Tanaman pada perlakuan M5 tidak dapat tumbuh sejak umur 14 hst, sedangkan perlakuan M3 dan M4 tidak dapat tumbuh pada umur 28 hst. Lumpur sidoarjo dapat dijadikan campuran media tanam dengan volume 20%. Diatas campuran lusi 20% menunjukkan bahwa petumbuhan tanaman sangat terganggu. Campuran lusi 40% menunjukkan batas maksimal tanaman dapat bertahan hidup. Logam Pb pada perlakuan M1 lebih banyak terakumulasi pada tanaman, dan perlakuan M2 lebih banyak terakumulasi pada media tanam. Akumulasi logam Cd lebih banyak terakumulasi pada jaringan tanaman, baik pada perlakuan M1 maupun perlakuan M2.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kopi (Coffea arabica) pada Tingkat Manajemen Budidaya yang Berbeda dalam Sistem Agroforestri Fardiansyah, Ivan; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v7i11.1272

Abstract

Manajeman budidaya tanaman kopi secara terpadu harus dilakukan secara tepat agar dihasilkan tanaman kopi dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi. Budidaya kopi dengan sistem agroforestri salah satunya terdapat di UB Forest. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mendapatkan tingkat manajemen budidaya tanaman kopi yang terbaik dalam pertumbuhan dan produksi tanaman kopi dalam sistem agroforestri. Penelitian dilaksanakan di hutan pendidikan UB Forest pada bulan Januari-Juni selama 5 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) sederhana 1 perlakuan dengan 4 taraf perlakuan.  Hasil penelitian menunjukkan perbedaan manajemen budidaya yang dilakukan pada setiap perlakuan memberikan pengaruh secara nyata terhadap hampir seluruh variabel pengamatan. Tingkat manajemen budidaya yang berbeda memberikan pengaruh secara nyata terhadap variabel jumlah cabang produktif, jumlah cabang tidak produktif,  panjang cabang, jumlah cluster per cabang, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per cluster, hasil panen per tanaman, bobot segar 100 buah, dan bobot kering 100 buah. Tingkat manajemen budidaya yang berbeda tidak memberikan pengaruh secara nyata terhadap variabel jumlah ruas per cabang pada tanaman kopi. Hasil produksi tanaman kopi dapat dilihat pada hasil panen per tanaman. Hasil panen per tanaman pada perlakuan business as usual (BAU) memberikan hasil yang lebih tinggi daripada perlakuan lain. Rerata hasil panen pada per lakuan BAU adalah sebesar 3473,39 gram per tanaman. Perlakuan business as usual (BAU) merupakan perlakuan terbaik yang dapat dijadikan rekomendasi pada manajemen budidaya tanaman kopi khususnya di kawasan UB Forest.
INOKULASI RHIZOBIUM DAN PERIMBANGAN NITROGEN PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L) Merrill) VARIETAS WILIS Meitasari, Afidha Dwi; Wicaksono, Karuniawan Puji
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.915 KB)

Abstract

Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak memberikan manfaat. Upaya perbaikan mutu intensifikasi pada kedelai dapat dilakukan dengan cara perbaikan penanaman kedelai, termasuk di dalamnya yaitu penggunaan unsur hara tanaman sebagai unsur pendukung kesuburan tanah. Salah satu unsur hara essensial bagi tanaman adalah nitrogen. Kebutuhan nitrogen pada kedelai juga dapat dipenuhi oleh fiksasi nitrogen simbiotik yang melibatkan bakteri Rhizobium. Bakteri Rhizobium memanfaatkan nitrogen yang tersedia di udara dan hidup bersimbiosis pada akar kacang-kacangan dengan membentuk bintil akar pada tanaman inangnya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian inokulasi Rhizobium japonicum  dengan berbagai level nitrogen pada tanaman kedelai (Glycine max L.) varietas wilis. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2016 hingga bulan Mei 2016. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan nitrogen 100% mampu meningkatkan jumlah daun, berat kering tanaman dan polong isi. Inokulasi rhizobium dengan pemberian 30 ml L-1 dapat meningkatkan polong isi, jumlah bintil dan terdapat interaksi inokulasi rhizobium dan pemupukan nitrogen pada variabel tinggi tanaman, jumlah bunga, luas daun, polong hampa, berat kering brangkasan, berat kering biji dan berat 100 biji.
Analisis Tingkat Kenyamanan dan Vegetasi Ruang Terbuka Hijau Taman Singha Merjosari Yasmine, Putri Alya; Wicaksono, Karuniawan Puji
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.533 KB)

Abstract

Ruang terbuka hijau adalah suatu lahan yang bersifat terbuka yang diisi oleh vegetasi guna memanfaatkan fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika. Hilangnya ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan menyebabkan permasalahan lingkungan karena polusi yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kenyamanan dan vegetasi ruang terbuka hijau Taman Singha Merjosari. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari sampai dengan Bulan Maret 2018 di Taman Singha Merjosari, kota Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode THI (Thermal Humadity Index), kuisioner, analisa vegetasi dan indeks keanekaragaman vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Singha Merjosari termasuk kategori nyaman karena memiliki THI <27, indeks keanekaragaman pohon tinggi sedangkan indeks keanekaragaman semak termasuk kategori sedang dan mayoritas responden pengunjung tentang tingkat kenyamanan Taman Singha Merjosari adalah nyaman.
Co-Authors Achmad Aji Prasetio Achmad Noerkhaerin Putra Adinugraha, Ibnu Adinugraha, Ibnu Adiputra, Prasetya Dwi Adiputra, Prasetya Dwi Agus Nugroho, Agus Agus Suryanto Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Hidayatullah Zaini Aldiani, Zelby Meutia Aldiani, Zelby Meutia Amalia, Dian Rizki Amalia, Dian Rizki Ambarsari, Ratna Defi Ambarsari, Ratna Defi Andika, Ravika Trio Andika, Ravika Trio Anggraeni, Alifia Nurma Aprilia Fitri Carora Ardella, Erviana Junaifatul Ardella, Erviana Junaifatul Argo, . Aridiansari, Riske Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arin, Iftita Yustitia Artaningrum, Ajeng Ayuningtyas Artaningrum, Ajeng Ayuningtyas Azizah, Nur Bagaskara, Agung Bambang Guritno Barunawati, Nunun Boris Kaido Brigin, Alyanesia Fadhiya Brigin, Alyanesia Fadhiya Brilliyana, Yovi Merllita Brilliyana, Yovi Merllita Carora, Aprilia Fitri Christy, Maria Desi Widya San Christy, Maria Desi Widya San Cyntia Yolanda Apriscia D.P, Della Aprillia Debora S, Hotma Debora S, Hotma Devi Erlinda Mardiyanti Devi, Mia Prastika Dewantri, Marshella Yashinta Dewantri, Marshella Yashinta Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi, Rahma Wilda Kusuma Dhanang Teja Mukti Dharmawan, Ahmad Arif Dharmawan, Ahmad Arif Didik Hariyono Dito Marsal Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Dwiastuti, Mutia Dwiastuti, Mutia Dwiastuti, Mutia Erti Efendi, Yayat Eko Murniyanto Eko Widaryanto Eko Widaryanto Erawati, Elvira Siska Erawati, Elvira Siska Erlina, Yunita Erlina, Yunita Erwiyansyah, Muhammad Jarot Erwiyansyah, Muhammad Jarot Ester, Greace Ester, Greace Estri Pamungkasih Fachry Abda El Rahman Fardiansyah, Ivan Farida Rahmawati Febrisusanto, Permadi Addy Febrisusanto, Permadi Addy Febry Mitra Pradana, Febry Mitra Firman Farid Muhsoni Fitria Yuliasmara Fuadi, Rifki Tri Fuadi, Rifki Tri Hagus Tarno Hanifah, Hanifah Afvida Annisa Putri Hardiman, Baskoro Hardiman, Baskoro Hari Putra, Julian Pratama Hari Putra, Julian Pratama Heddy, Y. B. Suwasono Hermawan, Romy Hidayatullah, Taufiq Husni Thamrin Sebayang Imanuella, Theza Ito, Satoshi Iva Dewi Lestariningsih, Iva Dewi Joko Susilo Kartika Yurlisa, Kartika Kartikasari, Hanna Kartikasari, Hanna Karuniawan, Anggik Kusdi Rahardjo Kusuma, Bayu Adi Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailiyah, Wiharyanti Nur Luqman Qurata Aini Mardiyanti, Devi Erlinda Margareta, Anggy Via Margareta, Anggy Via Marsal, Dito Maulana, Rifqy Irsandi Maulana, Rifqy Irsandi Maulanazri, Tedi Medha Baskara Medha Baskara Meinardhy, Ricky Meitasari, Afidha Dwi Mudhofi Nurrohman Muhammad Luthfi Muhammad Yani, Muhammad Mukti, Dhanang Teja Mutia Erti DWIASTUTI Nia Kurniawan Ningrum, Wulan Asri Ningrum, Wulan Asri Ninuk Herlina Nobukazu Nakagoshi Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Gusti M. Z. C. Aji Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nurkhasanah, Nurul Nurlaelih, Euis Ellih Nurrohman, Mudhofi Nurul Nurkhasanah Pamungkas, Bayu Aji Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pasaribu, Azka Ilafi Pasaribu, Azka Ilafi Pasaribu, Rugun Pasaribu, Rugun Permana, Jaka Permana, Jaka Permana, Yogi Iwan Permana, Yogi Iwan Pertiwi, Bentari Gilang Pertiwi, Bentari Gilang Pradana, Febry Mitra Pradipta, Rangga Purwanto, Galih Purwanto, Galih Puspa Lorina, Mahardika Dianucik Puspa Lorina, Mahardika Dianucik Putrantyo, Susilo Tri Putrantyo, Susilo Tri Putri, Nur Fitriana Edi Putri, Nur Fitriana Edi Rachmad Atmaja, Rachmad Atmaja Rahmadina Fitria Ristanti Rahmawati, Farida Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhan, Varotama Putra Ramadhani, Mirza Ramayanti, Kinta Rangga Pradipta Rifauldin Syahri Riske Aridiansari, Riske Rohman, Ach. Ainur Rohman, Moh. Fa’khur Rohman, Moh. Fa’khur Romadloni, Andhina Romadloni, Andhina Saitama, Akbar Saitama, Akbar Sari Wahyudi, Novita Inka Sari Wahyudi, Novita Inka Sari, Ervita Widya Sembodo, Sri Aryo Sembodo, Sri Aryo Setiawan, Adi Setyono Yudho Tyasmoro Setyono Yudo Tyasmoro Simanjuntak, Abdi Jaya Simanjuntak, Abdi Jaya Simanjuntak, Hotma Debora Simanjuntak, Rionaldo Simanjuntak, Rionaldo Sitawati Sitawati Sitawati Sitawati Suchaida, Azziyaa Suchaida, Azziyaa Susilo, Joko Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry Suwanti, Suwanti Syamsul Arifin Syib'li, Muhammad Akhid Taufiq Hidayatullah Titin Sumarni Ucu Sumirat Udayana, Cicik Uma Khumairoh Wahyudie, Diyan Eko Wahyuni, Udi Wahyuni, Udi Wiharyanti Nur Lailiyah Winda Dwi Juliantika Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Y. B. Suwasono Heddy Yahya, Minhajul Qowim Yamika, Wiwin Sumiyah Dwi Yani Kurniawan, Yani Yani, Muhammad Yasmine, Putri Alya Yayat Efendi Zaahir, Al Ismuz Zaahir, Al Ismuz Zaini, Akbar Hidayatullah Zaini, Akbar Hidayatullah