Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PEMBERIAN AIR DAN TINGKAT NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl.) Nurkhasanah, Nurul; Wicaksono, Karuniawan Puji; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.018 KB) | DOI: 10.21776/41

Abstract

Prospek pengembangan cabe jamu (Piper retroractum Vahl.) cukup cerah sejalan dengan perkembangan industri obat tradisional. Namun prospek tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas karena penerapan tehnik budidaya yang belum berpedoman pada standar Good Agricultural Practice (GAP). Cabe jamu biasanya diperbanyak secara vegetatif de-ngan cara stek, bahan stek diambil dari sulur panjat. Tingkat keberhasilan stek cabe jamu perlu didukung oleh faktor pendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman yaitu air dan cahaya matahari. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ting-kat pemberian air dan naungan terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabe jamu. Penelitian dilaksanakan di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan naungan dan pemberian air mempengaruhi pertumbuhan tanaman cabe jamu secara terpisah atau tidak memberi pengaruh secara bersamaan. Naungan 58% – 78% mampu meningkatkan luas daun dan berat kering total tanaman. Pemberian air 100% - 80% kapasitas lapang menunjukkan hasil terbaik pada peubah tinggi tanaman, berat kering total ta-naman dan persentase keberhasilan stek. Sedangkan pemberian air 60% kapasitas lapang menunjukkan hasil terbaik pada pe-ubah luas daun. Penggunaan naungan 58% – 78% dengan pemberian air 100% – 80% kapasitas lapang dapat digunakan dalam budidaya pembibitan tanaman cabe jamu. Keseragaman bahan stek dan pemelihara-an harus menjadi perhatian, terutama pe-meliharaan lingkungan tumbuh agar tanam-an tumbuh optimum. Kata kunci: cabe jamu, bibit, pemberian air, naungan, keberhasilan stek
PENGARUH PEMBERIAN BIOAKTIVATOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascolanium L.) Carora, Aprilia Fitri; Wicaksono, Karuniawan Puji; Heddy, Y. B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.221 KB) | DOI: 10.21776/128

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang harganya sangat fluktuatif, disamping itu dalam budidaya tanaman dibutuhkan modal yang sangat tinggi dibandingkan dengan budidaya tanaman sayuran lainya. Meskipun demikian budidaya bawang merah tetap digandrungi oleh petani.Produktivitas bawang merah nasional masih rendah, sedangkan kebutuhan bawang merah secara nasional terus mengalami peningkatan, sehinggaperlu dilakukan optimalisasi dalam budidaya salah satunya adalah melalui pemupukan.Dengan pemanfaatan bioaktivator, efisiensi tinggi dapat diperoleh melalui peningkatan daya dukung tanah dan efisiensi pelepasan hara pupuk. Sehingga unsur hara yang di butuhkan tanaman bawang merah serta dapat mengurangi resiko pencemaran lingkungan.Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - Oktober 2013, di Perumahan Oma Campus Kecamatan Dau , Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi, petak utama ialah frekuensi bioaktivator dan konsentrasi bioaktivator sebagai anak petak.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman bawang merah dengan penggunaan berbagai frekuensi dan konsentrasi bioaktivator berpengaruh terhadap vegetatif panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, luas daun. Tidak terjadi interaksi akibat pemberian frekuensi dan konsentrasi bioaktivator pada parameter jumlah daun, indeks luas daun, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot kering total tanaman kecuali pada panjang tanaman dan jumlah anakan. Kata kunci: Allium ascolanium L.,Bioaktivator , frekuensi, konsentrasi
UJI EFEKTIFITAS APLIKASI PYRACLOSTROBIN DENGAN BEBERAPA LEVEL CEKAMAN SUHU PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Efendi, Yayat; Hariyono, Didik; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.274 KB) | DOI: 10.21776/136

Abstract

Dampak pemanasan global yang diakibatkan oleh berlebihnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfir yang diikuti dengan peningkatan suhu di udara dapat berpengaruh pada produktivitas komoditi pertanian pangan. Peningkatan suhu udara di atmosfer sebesar 5oC akan diikuti oleh penurunan produksi jagung sebesar 40% dan kedelai sebesar 10-30%. Pyraclostrobin adalah salah satu jenis fungisida yang diketahui dapat memberikan efek toleran cekaman pada tanaman yaitu dengan cara menghambat transfer elektron dalam rantai respirasi pada mitokondria sehingga dapat meningkatkan efek toleran. Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Brawijaya, desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang mulai Agustus sampai November 2012 dengan ketinggian 303 mdpl. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah Rancangan Tersarang, terdiri dari 2 kombinasi perlakuan yaitu suhu (T) dan pyraclostrobin (P), dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan cekaman suhu dan pyraclostrobin berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman jagung, tetapi tidak nyata pada umur berbunga. Pada parameter komponen hasil tanaman, kombinasi perlakuan suhu normal dengan dan tanpa pengaplikasian pyraclostrobin mampu menghasilkan berat basah tongkol, berat kering tongkol, berat pipilan kering dan berat 1000 biji lebih tinggi daripada tanaman yang diperlakukan dengan cekaman suhu 10C sampai 50C (T2 dan T3). Rata-rata potensi hasil pipilan kering biji jagung yang diperoleh pada kombinasi perlakuan suhu normal dengan pengaplikasian pyraclostrobin mengalami kenaikan sekitar 28% dari potensi rata-rata hasil jagung varietas P21. Kandungan amylose dan protein biji jagung tertinggi juga diperoleh pada perlakuan suhu normal T1 dengan atau tanpa pengaplikasian pyraclostrobin. Kata kunci : Pemanasan Global, Jagung, Pyraclostrobin, Toleran Cekaman.
PENGARUH UMUR PANEN DAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Pradipta, Rangga; Wicaksono, Karuniawan Puji; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.103 KB) | DOI: 10.21776/148

Abstract

Kebutuhan pasar yang meningkat dan nilai ekonomis yang tinggi membuat jagung manis perlu dikembangkan untuk meningkatkan hasil atau produksinya. Akan tetapi selain meningkatkan hasil atau produksi perlu dikembangkan juga bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas dari jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur panen yang tepat dan dosis pupuk kalium yang tepat untuk meningkatkan kualitas jagung manis. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto FP-UB yang bertempat di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan Kabupaten Malang pada bulan Juli 2013 sampai dengan Oktober 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. dosis pupuk kalium berpengaruh nyata pada bobot segar, bobot kering, dan luas daun pada umur 45 hst. Pada parameter hasil dan kualitas perlakuan umur panen berpengaruh nyata terhadap tingkat kemanisan yaitu yang tertinggi pada umur 83 hst dan yang terendah pada umur 89 hst. Dosis pupuk kalium berpengaruh nyata terhadap bobot tongkol dengan kelobot da bobot tongkol tanpa kelobot. Pada penelitian ini tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan umur panen dan dosis pupuk kalium. Perlakuan dosis pupuk kalium mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas jagung manis. Perlakuan umur panen mempengaruhi kualitas jagung manis.Kata kunci : Jagung Manis, Umur Panen, Kalium, Kualitas
PENGARUH PERIODE PENYIANGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis L.) Lailiyah, Wiharyanti Nur; Widaryanto, Eko; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.975 KB) | DOI: 10.21776/150

Abstract

Kacang panjang adalah sayuran yang sudah lama dikenal banyak orang. Tana-man ini juga dapat membantu menyuburkan tanaman karena pada akar kacang panjang terdapat bintil-bintil Rhizobium sp yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara kemudian merubahnya menjadi dalam ben-tuk yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu yang tepat untuk penyi-angan kacang panjang dan mempelajari pengaruh penggunaan herbi-sida Pra-tumbuh pada tanaman kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2013 di Desa Gintungan, Kecamatan Kembang-bahu, Kabupaten Lamongan yang terletak pada ketinggian  35m dpl.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok. yang tediri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Sedangkan perlakuannya yaitu (P0) Tanpa pengen-dalian gulma, (P1) Penyiangan 2 kali pada waktu 2 dan 4 minggu setelah tanam (P2) Penyiangan 3 kali pada waktu 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam (P3)  Bebas gulma (Penyiangan 5 kali pada waktu 2, 4, 6, 8 dan 10 minggu setelah tanam, (P4) Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen dengan dosis 1,5 liter ha-1 dan (P5)  Herbisida pra-tumbuh oksifluorfen dan penyiangan 4 minggu setelah tanam dengan dosis 1,5 liter ha-1. Pengendalian gulma dengan menggu-nakan herbisida pra-tumbuh dengan kombi-nasi penyiangan 4 minggu setelah taman mampu mening-katkan pertumbuhan kacang panjang dibandingkan dengan perlakuan tanpa penyiangan, tetapi aplikasi herbisida dengan Dosis 1,5 l ha-1 kombinasi penyi-angan 4 mst kurang efektif diaplikasikan pada tanaman kacang panjang. Hasil terbaik dalam meningkatkan hasil tanaman kacang panjang adalah pada perlakuan bebas gulma.   Kata kunci: kacang panjang, herbisida, penyiangan, Gulma
PENGGUNAAN FERMENTASI EKSTRAK PAITAN (Tithonia diversifolia L.) DAN KOTORAN KELINCI CAIR SEBAGAI SUMBER HARA PADA BUDIDAYA SAWI (Brassica juncea L.) SECARA HIDROPONIK RAKIT APUNG Nurrohman, Mudhofi; Suryanto, Agus; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 8 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.22 KB) | DOI: 10.21776/156

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk peningkatan hasil dan kualitas sawi ialah menggunakan sistem budidaya secara hidroponik, karena dengan sistem budidaya ini tanaman dipelihara dalam jumlah banyak pada ruang terbatas seperti dipekarangan rumah. Namun, akan mahalnya nutrisi hidroponik maka pemanfaatan bahan organik diharapkan dapat menjadi media alternatif sebagai pengganti nutrisi hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh efektifitas penggunaan media alternatif fermentasi ekstrak paitan dan fermentasi kotoran kelinci cair untuk mensubtitusi larutan nutrisi hidroponik pada budidaya tanaman sawi secara hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2013-Januari 2014 di greenhouse Fakultas Biologi, Universitas Islam Negeri Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan media hidroponik. Percobaan diulang sebanyak 4 kali, pada masing-masing perlakuan terdapat 36 tanaman sehingga total tanaman berjumlah 180 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media fermentasi ekstrak paitan dan fermentasi kotoran kelinci cair dapat mensubstitusi nutrisi hidroponik, namun Perlakuan Paitan + Kotoran Kelinci Cair memiliki nilai bobot segar total tanaman sebesar 15,6% yang lebih rendah dibandingkan dengan Perlakuan A-B mix Joro (Kontrol). Media fermentasi ekstrak paitan dan fermentasi kotoran kelinci cair lebih baik digunakan sebagai aditif, karena perlakuan A-B mix Joro + Paitan + Kotoran Kelinci Cair menghasilkan tanaman yang paling baik dengan hasil bobot segar total tanaman sebesar 24,11% dibandingkan dengan Perlakuan A-B mix Joro (Kontrol). Kata kunci : Sawi, Fermentasi Ekstrak Paitan, Fermentasi Kotoran Kelinci, Hidroponik Rakit Apung
DINAMIKA PERUBAHAN KOMPOSISI GULMA PADA TANAMAN TEBU KEPRASAN DI LAHAN SISTEM REYNOSO DAN TEGALAN Marsal, Dito; Wicaksono, Karuniawan Puji; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.985 KB) | DOI: 10.21776/172

Abstract

Gulma adalah komponen yang tetap pada agroekosistem. Penelitian ini dilakukan un-tuk mempelajari perubahan komposisi gul-ma pada tanaman tebu keprasan di lahan sistem reynoso dan tegalan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2014 di Desa Legundi, Kecamatan Karang Jati, Kabupaten Ngawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 35 spesies gulma yang ada di lahan sistem reynoso. Gulma yang mendominasi di lahan sistem reynoso adalah Chromolaena odorata (kirinyu), Ipomoea triloba (rayutan), Cayratia trifolia (galing-galing) dan Phyllanthus niruri (meniran). Gulma yang tersusun di lahan tegalan terdapat 33 spesies. Gulma yang mendominasi di lahan tegalan adalah Digitaria sanguinalis (jam-pang piit), Brachiaria distachya (gajihan) dan Ageratum conyzoides (wedusan). Nilai Indeks Shanon-Wienner berkisar antara 2,66-3,20 yang berarti tingkat keaneka-ragaman gulma pada lahan penelitian tergolong dalam kategori sedang. Nilai Indeks Simpson berkisar antara 0,05-0,13 yang berarti struktur komunitas dalam keadaan stabil dan tidak terjadi dominasi individu spesies gulma pada lahan penelitian. Nilai Indeks Sebaran Morisita (Id) pada lahan penelitian berkisar antara 0,00-12,28. Pola sebaran gulma di lahan sistem reynoso cenderung berkelompok dan merata, sedangkan di lahan tegalan gulma cenderung memiliki pola sebaran  berkelompok. Kata kunci: Komposisi, Gulma, Tebu Keprasan, Lahan Sistem Reynoso Dan Tegalan.
SIMULASI PENINGKATAN SUHU MALAM DAN PEMBERIAN PYRACLOSTROBIN PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Mukti, Dhanang Teja; Widaryanto, Eko; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.634 KB) | DOI: 10.21776/175

Abstract

Akhir abad 21, iklim bumi diprediksi mengalami kenaikan suhu udara rata-rata 2–4°C. Efek pemanasan global mengkondi-sikan peningkatan suhu ma-lam lebih besar dan cepat daripada pe-ningkatan suhu siang. (Kukla dan Karl, 1993; Easterling et al., 1997). Peningkatan suhu malam akan meningkatkan respirasi tanaman, sehingga terjadi perombakan pada karbohidrat yang terakumulasi pada bulir padi sehingga produksi menurun. Pemberian pyra-clostrobin yang berperan untuk menurunkan tingkat respirasi pada tanaman padi sangat diperlukan. Tujuan penelitian ialah menguji efektivitas pemberian pyraclostrobin pada tingkat peningkatan suhu yang berbeda pada tanaman padi. Penelitian dilaksanakan bulan September 2013 - Maret 2014, di Kebun Percobaan FP UB, desa Jatikerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pemberian pyra-clostrobin 400 ppm - simulasi peningkatan suhu 2⁰C dapat meningkatkan rerata bobot 1000 biji 17,68 g tan-1 5,36% jika dibanding-kan dengan kombinasi perlakuan pyra-clostrobin 0 ppm - simulasi peningkatan suhu 2⁰C yang menghasilkan rerata bobot 1000 biji 16,78 g tan-1. Linier dengan kombinasi perlakuan pemberian pyraclostrobin 400 ppm - simulasi pening-katan suhu 4⁰C yang mampu meningkatkan rerata bobot 1000 biji 17,85 g tan-1 5,43% dibandingkan dengan kombinasi perlakuan pyraclostrobin 0 ppm - simulasi peningkatan suhu 4⁰C yang rerata bobot 1000 bijinya 16,93 g tan-1. Kata kunci : Tanaman Padi, Suhu Malam, Pyraclostrobin, Respirasi
UJI EFEKTIFITAS PYRACLOSTROBIN SEBAGAI AGENSIA PLANTH HEALTH DENGAN BEBERAPA LEVEL CEKAMAN AIR PADA TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Pradana, Febry Mitra; Sumarni, Titin; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.693 KB) | DOI: 10.21776/185

Abstract

Pyraclostrobin ialah salah satu bahan aktif golongan strobirulin yang dapat memberikan efek toleran terhadap cekaman pada fase pertumbuhan tanaman seperti cekaman suhu dan air. Pada penelitian ini agensia Pyraclostrobin akan diuji pada berbagai cekaman air dan menggunakan tanaman sawi hijau sebagai indikator. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari sejauh mana agensia pyraclostrobin dapat membantu tanaman menghadapi stress air. Penelitian dilaksanakan dalam rumah plastik pada bulan September sampai dengan Oktober 2013 di Kebun Percobaan Jatikerto, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang dengan ketinggian ± 303 m dpl dengan media tanah pada suhu rata-rata 28°C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama ialah pemberian konsentrasi pyraclostrobin (P) sedangkan faktor kedua ialah pemberian dosis air (A) dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Analisis uji lanjut dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil analisis sidik ragam diketahui interaksi antara perlakuan dosis pyraclostrobin dengan pemberian siraman air pada parameter panjang tanaman umur 7 hst. Namun dominasi stress air terdapat pada hasil, sehingga pyraclostrobin belum dapat memberikan pengaruh positif terhadap stress air. Kata kunci : Pyraclostrobin, Cekaman Air, Sawi Hijau, Interaksi, Dominasi Stress Air
PENGEMBANGAN AGROWISATA DI DESA WISATA TULUNGREJO KOTA BATU, JAWA TIMUR Aridiansari, Riske; Nurlaelih, Euis Elih; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.537 KB) | DOI: 10.21776/214

Abstract

Meningkatnya konsumsi jasa dalam bentuk komoditas wisata bagi sebagian masyarakat di Indonesia telah menjadi salah satu kebutuhan selaras dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. Hal ini melatar-belakangi suatu penelitian yang telah dila-kukan untuk mengidentifikasi potensi perta-nian dalam agrowisata Desa Wisata Tulung-rejo, menentukan jenis atraksi yang dapat dijadikan sebagai atraksi utama dan atraksi penunjang, mengidentifikasi harapan pe-ngunjung terhadap agrowisata, dan menen-tukan upaya pengembangan agrowisata berdasarkan prioritas potensi agrowisata di Desa Tulungrejo. Penelitian ini dilaksana-kan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan Januari-Mei 2013. Penelitian bersifat deskriptif. Metode yang digunakan antara lain observasi se-cara langsung, wawancara, dan kuesioner. Dilakukan juga analisis SWOT untuk me-nentukan upaya pengembangan agro-wisata. Potensi pertanian agrowisata Desa Tulungrejo terdiri dari budidaya apel, jamur tiram, sayur dan bunga krisan. Atraksi yang dapat dijadikan sebagai atraksi utama adalah atraksi jamur tiram dan atraksi lainnya sebagai atraksi penunjang. Sebesar 74,51% pengunjung mengharapkan adanya perbaikan akses menuju lokasi agrowisata. Upaya pengembangan yang dapat dila-kukan adalah pembuatan jadwal kunjungan, pembuatan brosur, perbaikan akses/jalan menuju lokasi agrowisata, penambahan ke-ragaman atraksi, perbaikan kualitas fasi-litas, dan penambahan jumlah fasilitas. Kata kunci : Agrowisata, Desa Tulungrejo, Atraksi, Pengembangan
Co-Authors Achmad Aji Prasetio Achmad Noerkhaerin Putra Adinugraha, Ibnu Adinugraha, Ibnu Adiputra, Prasetya Dwi Adiputra, Prasetya Dwi Agus Nugroho, Agus Agus Suryanto Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Hidayatullah Zaini Aldiani, Zelby Meutia Aldiani, Zelby Meutia Amalia, Dian Rizki Amalia, Dian Rizki Ambarsari, Ratna Defi Ambarsari, Ratna Defi Andika, Ravika Trio Andika, Ravika Trio Anggraeni, Alifia Nurma Aprilia Fitri Carora Ardella, Erviana Junaifatul Ardella, Erviana Junaifatul Argo, . Aridiansari, Riske Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Arin, Iftita Yustitia Artaningrum, Ajeng Ayuningtyas Artaningrum, Ajeng Ayuningtyas Azizah, Nur Bagaskara, Agung Bambang Guritno Barunawati, Nunun Boris Kaido Brigin, Alyanesia Fadhiya Brigin, Alyanesia Fadhiya Brilliyana, Yovi Merllita Brilliyana, Yovi Merllita Carora, Aprilia Fitri Christy, Maria Desi Widya San Christy, Maria Desi Widya San Cyntia Yolanda Apriscia D.P, Della Aprillia Debora S, Hotma Debora S, Hotma Devi Erlinda Mardiyanti Devi, Mia Prastika Dewantri, Marshella Yashinta Dewantri, Marshella Yashinta Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dewi, Rahma Wilda Kusuma Dhanang Teja Mukti Dharmawan, Ahmad Arif Dharmawan, Ahmad Arif Didik Hariyono Dito Marsal Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Dwiastuti, Mutia Dwiastuti, Mutia Dwiastuti, Mutia Erti Efendi, Yayat Eko Murniyanto Eko Widaryanto Eko Widaryanto Erawati, Elvira Siska Erawati, Elvira Siska Erlina, Yunita Erlina, Yunita Erwiyansyah, Muhammad Jarot Erwiyansyah, Muhammad Jarot Ester, Greace Ester, Greace Estri Pamungkasih Fachry Abda El Rahman Fardiansyah, Ivan Farida Rahmawati Febrisusanto, Permadi Addy Febrisusanto, Permadi Addy Febry Mitra Pradana, Febry Mitra Firman Farid Muhsoni Fitria Yuliasmara Fuadi, Rifki Tri Fuadi, Rifki Tri Hagus Tarno Hanifah, Hanifah Afvida Annisa Putri Hardiman, Baskoro Hardiman, Baskoro Hari Putra, Julian Pratama Hari Putra, Julian Pratama Heddy, Y. B. Suwasono Hermawan, Romy Hidayatullah, Taufiq Husni Thamrin Sebayang Imanuella, Theza Ito, Satoshi Iva Dewi Lestariningsih, Iva Dewi Joko Susilo Kartika Yurlisa, Kartika Kartikasari, Hanna Kartikasari, Hanna Karuniawan, Anggik Kusdi Rahardjo Kusuma, Bayu Adi Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailiyah, Wiharyanti Nur Luqman Qurata Aini Mardiyanti, Devi Erlinda Margareta, Anggy Via Margareta, Anggy Via Marsal, Dito Maulana, Rifqy Irsandi Maulana, Rifqy Irsandi Maulanazri, Tedi Medha Baskara Medha Baskara Meinardhy, Ricky Meitasari, Afidha Dwi Mudhofi Nurrohman Muhammad Luthfi Muhammad Yani, Muhammad Mukti, Dhanang Teja Mutia Erti DWIASTUTI Nia Kurniawan Ningrum, Wulan Asri Ningrum, Wulan Asri Ninuk Herlina Nobukazu Nakagoshi Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Gusti M. Z. C. Aji Nunun Barunawati, Nunun Nur Azizah Nurkhasanah, Nurul Nurlaelih, Euis Ellih Nurrohman, Mudhofi Nurul Nurkhasanah Pamungkas, Bayu Aji Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Pasaribu, Azka Ilafi Pasaribu, Azka Ilafi Pasaribu, Rugun Pasaribu, Rugun Permana, Jaka Permana, Jaka Permana, Yogi Iwan Permana, Yogi Iwan Pertiwi, Bentari Gilang Pertiwi, Bentari Gilang Pradana, Febry Mitra Pradipta, Rangga Purwanto, Galih Purwanto, Galih Puspa Lorina, Mahardika Dianucik Puspa Lorina, Mahardika Dianucik Putrantyo, Susilo Tri Putrantyo, Susilo Tri Putri, Nur Fitriana Edi Putri, Nur Fitriana Edi Rachmad Atmaja, Rachmad Atmaja Rahmadina Fitria Ristanti Rahmawati, Farida Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhan, Varotama Putra Ramadhani, Mirza Ramayanti, Kinta Rangga Pradipta Rifauldin Syahri Riske Aridiansari, Riske Rohman, Ach. Ainur Rohman, Moh. Fa’khur Rohman, Moh. Fa’khur Romadloni, Andhina Romadloni, Andhina Saitama, Akbar Saitama, Akbar Sari Wahyudi, Novita Inka Sari Wahyudi, Novita Inka Sari, Ervita Widya Sembodo, Sri Aryo Sembodo, Sri Aryo Setiawan, Adi Setyono Yudho Tyasmoro Setyono Yudo Tyasmoro Simanjuntak, Abdi Jaya Simanjuntak, Abdi Jaya Simanjuntak, Hotma Debora Simanjuntak, Rionaldo Simanjuntak, Rionaldo Sitawati Sitawati Sitawati Sitawati Suchaida, Azziyaa Suchaida, Azziyaa Susilo, Joko Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry Sutejo, Nur Azizah Luthfina Erry Suwanti, Suwanti Syamsul Arifin Syib'li, Muhammad Akhid Taufiq Hidayatullah Titin Sumarni Ucu Sumirat Udayana, Cicik Uma Khumairoh Wahyudie, Diyan Eko Wahyuni, Udi Wahyuni, Udi Wiharyanti Nur Lailiyah Winda Dwi Juliantika Wiwin Sumiya Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Y. B. Suwasono Heddy Yahya, Minhajul Qowim Yamika, Wiwin Sumiyah Dwi Yani Kurniawan, Yani Yani, Muhammad Yasmine, Putri Alya Yayat Efendi Zaahir, Al Ismuz Zaahir, Al Ismuz Zaini, Akbar Hidayatullah Zaini, Akbar Hidayatullah