Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Mitrasehat

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DAN STATUS EKONOMI DALAM PENCEGAHAN ISPA DENGAN KEKAMBUHAN ISPA PADA ANAK DI PUSKESMAS MANGASA KOTA MAKASSAR Akbar
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.47

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan olehvirus, jamur, dan bakteri. Cakupan penemuan kematian pada balita akibat ISPA pada tahun 2016 berkisar 551 kasus. Untuk wilayah Sulawesi Selatan prevalensi ISPA tahun 2017 mencapai 19,27%. Di kota Makassar prevalensi ISPA tahun 2015 sebanyak 45.569 kasus, kemudian tahun 2016 sebanyak 44.819 kasus, dan meningkat di tahun 2017 yaitu 53.074 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dan status ekonomi dalam pencegahan ISPA dengan kekambuhan ISPA pada anak di Puskesmas Mangasa. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua diwilayah Puskesmas Mangasa yang memiliki anak menderita ISPA. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 55. Hasil penelitian analisis statistik dengan menggunakan uji chi square di peroleh nilai untuk peran orang tua yaitu p = 0,001 < ɑ = 0,05 dan untuk status ekonomi di peroleh nilai p = 0,002 < ɑ = 0,05, hal ini menunjukkan bahwa dari nilai yang di dapatkan antara peran orang tua dan status ekonomi menunjukkan nilai p < dari nilai ɑ, artinya hipotesis di terima. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara peran orang tua dan status ekonomi dalam pencegahan ISPA dengan kekambuhan ISPA pada anak di Puskemas Mangasa. saran untuk instansi kesehatan khususnya Puskesmas Mangasa agar lebih meningkatkan lagi pemberian penyuluhan atau promosi kesehatan kepada para ibu terutama yang memiliki balita, dan anak.
Penerapan Terapi Inhalasi Nebulizer Pada Anak Dalam Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Aslinda; Akbar; Ratna Mahmud; Zulfia Samiun
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i2.332

Abstract

Ketidakefektifan jalan napas merupakan merupakan ketidakmampuan untuk menjaga kebersihan jalan napas dari sekret yang kental, penumpukan sekret dan benda asing yang sulit dikeluarkan. Terganggunya transportasi pengeluaran dahak dapat membuat penderita sulit mendapatkan O2 dan mengeluarkan CO2 serta kesulitan bernapas.adapun kondisi yang berkaitan dengan ketidakefektifan jalan napas pada anak adalah penyakit asma dan pneumonia. Untuk menghindari terjadinya pneumonia dan untuk mengefektifkan bersihan jalan napas penting dilakukan pencegahan maupun penanganan yang tepat sesuai dengan standar operasional prosedur seperti terapi inhalasi nebulizer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan terapi inhalasi nebulizer pada anak dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus, dimana peneliti mengkaji kebutuhan pasien sebelum dan setelah Tindakan terapi inhalasai nebulizer. Teknik pengkajian menggunakan teknik pengkajian kebutuhan oksigenasi melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah diberikan terapi inhalasi nebulizer pada An’A 3 kali sehari selama 3 hari bersihan jalan napas meningkat dengan kriteria produksi sputum menurun, mengi menurun dan frekuensi napas membaik. Ibu pasien mengatakan anaknya kadang – kadang batuk, bersin – bersin dan mengeluarkan sedikit lender dihidung, frekuensi napas 30x/i. saran : dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi pada bersihan jalan napas tidak efektif pada anak bronchopneumonia diharapkan memberikan terapi inhalasi nebulizer.