Claim Missing Document
Check
Articles

HADIS QATL AL-MURTAD WA MAWAQIF AL-ULAMA' MINHU Jannah, Shofiatul
RIWAYAH Vol 8, No 1 (2022): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v8i1.11520

Abstract

The Hadith of Killing Apostates and The Attitude of Scholars Toward it. This study discusses the hadith "Whoever leaves religion, kill him". The punishment for apostates mentioned in this hadith is the main basis among scholars in taking legal istinbath for apostates. Literally, this hadith commands the killing of apostates. This means that if a person who is Muslim leaves his religion, the punishment for him in this world is to be killed. Therefore, the issue of leaving religion is a problem that causes controversy among Islamic scholars. Some of them see that hadith is contrary to the meaning of the al-Qur'an, the Sunnah of the Prophet, and is contrary to freedom of religion. Therefore, the issue of apostasy is considered as one of the topics that raises complex problems and requires deep thought. This study aims to determine the attitude of scholars towards this hadith This study uses a descriptive analytical method by collecting information related to this hadith as well as collecting data about scholars’ attitudes on this hadith, then uses appropriate analysis tools. The results of this study are: The classical scholars agreed that anyone who apostatized from Islam without coercion should be killed, but they differed in opinion about repentance and its duration. They have different opinions about apostate women. However, contemporary scholars present several opinions, trying to provide a new understanding of this hadith. This hadith cannot be a general rule that applies to all situations and conditions.[Hadis Membunuh Orang Murtad dan Sikap Ulama terhadapnya. Kajian ini membahas hadis “Barang siapa keluar dari agama maka bunuhlah dia”. Hukuman bagi orang murtad yang disebutkan dalam hadis ini menjadi dasar utama dikalangan ulama dalam mengambil istimbath hukum bagi orang murtad. Secara harfiah, hadis ini memerintahkan membunuh orang murtad. Artinya jika seseorang yang beragama Islam meninggalkan agamanya maka hukuman kepadanya di dunia adalah bunuh. Oleh Karena itu, masalah keluar dari agama merupakan sebuah masalah yang meninmbulkan kontroversi di kalangan ulama Islam. Beberapa diantara mereka melihat bahwa hadis ini bertentangan dengan makna dhahir al-Qur’an, Sunnah Nabi, dan bertentangan dengan kebebasan beragama. Oleh karena itu, isu kemurtadan dianggap sebagai salah satu topik yang menimbulkan masalah yang komplek dan membutuhkan pemikiran yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuisikap ulama terhadap hadis ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan mengumpulkan informasi-informasi yang berkaitan dengan hadis ini dan mengumpulkan data tentang sikap ulama terhadap hadis ini, kemudian menggunakan alat analisis yang sesuai. Adapun hasil penelitian ini yaitu para ulama klasik sepakat bahwa siapa pun yang murtad dari Islam tanpa paksaan harus dibunuh, tetapi mereka berbeda pendapat tentang taubat dan durasinya.Dan mereka juga berbeda pendapat tentang wanita yang murtad. Akan tetapi, ulama kontemporer menyampaikan beberapa pendapat, dan mencoba memberikan pemahaman baru tentang hadis ini. Bahwa hadis ini tidak bisa menjadi patokan umum yang berlaku untuk semua situasi dan kondisi.]
Deconstructing Sharia: A Critical Study of Abdullah Al-Naim's Thought on Naskh Jannah, Shofiatul; Hairus Saleh
Alhurriyah Vol 9 No 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v9i1.7973

Abstract

This paper explains how Abdullah al-Naim's sharia formulation serves as a problem-solving solution for numerous issues facing the ummah in recent times. Abdullah al-Naim is a Muslim intellectual who is concerned with reforming Sharia to make it relevant to human rights. This reformation comes from the assumption that the sharia formulation in certain aspects is considered to be irrelevant to modern life. It is even considered to be contrary to universal human rights. So, a demand to build a Sharia model with modern public standards arises, especially in relation to human rights. Using a descriptive-analytic method, this paper concludes that the sharia deconstruction he proposes can be seen as a new approach that is extremely intolerant of the rigidity and uniformity of texts, necessitating the destruction of the text's real meaning. Thus, he introduced a method known as the evolution of Sharia (nasakh), which is seen as a modern ijtihad method. This method for the evolution of Sharia provides a model for creating modern Sharia. The concept of al-Naim’s naskh cannot be taken as it is because rational and scientific validity are used as measures of determining truth, and human values are used as goals by putting aside divine values.
PENUNDAAN PERKAWINAN DITENGAH WABAH COVID-19 Shofiatul Jannah
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v2i1.6840

Abstract

Perkawinan merupakan sebuah impian yang menjadi target pada masa tertentu bagi seseorang, akan tetapi tidak semua individu mendamkan perkawinan karena beberapa alasan yang mereka anggap sebagai suatu hal yang membebani setelah perkawinan. Lalu bagaimana dengan penundaan perkawinan yang telah direncanakan karena adanya penyebaran wabah pada suatu negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengunakan metode deskriptif analitis dengan menumpulkan data-data yang bersifat konseptual dan dianalisa dengan metode miler dan huberman. Tulisan ini mendiskripsikan tentang penundaan pernikahan dalam masyarakat Islam yang selama ini terjadi karena kurangnya pemahaman tentang konsep pernikahan dalam islam, serta penundaan perkawinan yang bukan karena alasan takut menikah tetapi karena wabah yang menyebar dan membahayakan jiwa manusia. Hasilnya adalah menunda pernikahan karena alasan yang negatif sangat tidak dianjurkan karena akan menjerumuskan kepada hal yang mengarah pada kemaksiatan, sedangkan menunda perkawinan karena menyelamatkan banyak jiwa manusia adalah perbuatan yang mulia.Kata kunci, Penundaan, Perkawinan, wabah covid-19
ANALISIS EFEKTIVITAS PERATURAN MA NO 1 TAHUN 2016 TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA GORONTALO DAN PENGADILAN AGAMA SUWAWA Abdur Rahman Adi Saputera; Umar Jaya M; Annisa Podungge; Shofiatul Jannah
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v3i2.10325

Abstract

Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research), di mana penulis mengamati secara langsung objek penelitian dalam usaha mengumpulkan data dan informasi. Menggunakan pendekatan sosiologis empiris. Penelitian sosiologis empiris terdiri dari penelitian identifikasi terhadap hukum dan efektivitas hukum. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil dari penelitian yang penulis dapatkan bahwa Pengadilan Agama Gorontalo dan Pengadilan Agama Suwawa secara umum telah menerapkan PERMA ini dalam prosedur mediasi, hanya saja terkait batas waktu 30 hari terhitung sejak penetapan perintah melakukan mediasi tidak diberlakukan secara general dalam semua perkara. Pengadilan Pengadilan Agama Gorontalo dan Pengadilan Agama Suwawa hanya memberikan batas waktu 2 (dua) minggu untuk mediasi terhitung sejak penetapan perintah melakukan mediasi. Hal ini bersifat kondisional. Untuk efektivitas PERMA ini terhadap tingkat keberhasilan mediasi belum begitu efektif. Sepanjang tahun 2019 sampai Juni 2020, Pengadilan Agama Gorontalo hanya memiliki tingkat keberhasilan mediasi sebanyak 6% dari jumlah perkara yang masuk. Ini disebabkan kurangnya minat para pihak dalam melakukan mediasi, juga minimnya jumlah hakim yang bersertifikat mediator. Sedangkan Pengadilan Agama Suwawa memilki tingkat keberhasilan mediasi sebanyak 9% dari jumlah perkara yang masuk. 
Counseling on Early Marriage Prevention Through Digital Literacy-Based Self-Awareness Jannah, Shofiatul; Muslim, Moh; Irrohmah, Himmatul Aulia
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.4893

Abstract

Fenomena pernikahan dini selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas dalam kehidupan masyarakat Indonesia, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kehidupan remaja. Di Indonesia, angka pernikahan dini meningkat karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi, tingkat pendidikan, adat istiadat, serta pengaruh media sosial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri remaja dalam menghindari pernikahan dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup ceramah dan diskusi interaktif, di mana materi mengenai faktor-faktor penyebab dan dampak pernikahan dini disampaikan kepada santri di Pondok Pesantren Al-Hikam Darussalikin Wonosobo. Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan menerapkan metode pre-test dan post-test, yang terbukti efektif dalam mengukur perubahan pemahaman santri sebelum dan setelah intervensi. Selain itu, sesi diskusi turut menyempurnakan pemahaman para peserta. Berdasarkan hasil kegiatan, upaya penanggulangan pernikahan dini melalui peningkatan kesadaran diri yang berbasis literasi digital menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri tentang pentingnya pendidikan dan penggunaan media digital secara bijak untuk mencegah pernikahan dini.
Pengaruh Inventory Intensity, Capital Intensity, Concentrated Ownership, dan Institutional Ownership terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Manufaktur BEI 2021-2023 Adrian Maulana, Moch; Anggraini Aripratiwi, Ratna; Shofiatul Jannah, Binti; Aristantia, Selvia Eka
Akuntansi & Ekonomika Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Akuntansi dan Ekonomika
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jae.v15i1.8297

Abstract

This study aims to analyze the effect of inventory intensity, capital intensity, concentrated ownership, and institutional ownership on tax avoidance. The reason is due to the phenomenon of a very significant decrease in tax revenue from the manufacturing sector in the past year. Quantitative type, the population studied was IDX manufacturing companies in 2021-2023. The sample was determined through purposive sampling and amounted to 258 samples. Using multiple linear regression with the SPSS 25 application. The research resulted in a positive effect of inventory intensity, capital intensity, and concentrated ownership on tax avoidance. While institutional ownership does not affect tax avoidance. The results of this study can be utilized by companies and governments in addressing tax avoidance in their respective perspectives.
URGENSI PEMAHAMAN JENIS KELAMIN DAN GENDER PADA ANAK USIA DINI: THE URGENCY OF UNDERSTANDING SEX AND GENDER IN EARLY CHILDHOOD Jannah, Shofiatul; Bramastia, Lutfia Sefta
Thufuli Vol 3 No 2 (2021): Thufuli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/thufuli.v3i2.13788

Abstract

Early childhood is aged 0-8 years, early childhood aged 4-6 years get formal education called early childhood education in Kindergarten / Raudhatul Athfal, this education has a function to provide a stimulus to early childhood so that Aspects of development and basic potential possessed by children develop so that they can become the initial fundamentals of children so that they can continue their further education. Educators play an important role in educational education about gender and gender in early childhood by adjusting the characteristics of early childhood. So that children at an early age can distinguish their roles and do not deviate from behavior according to their nature. This type of research is a qualitative research. There are 4 methods used, namely, habituation, storytelling, conversing and sociodrama. The media used is image media. The changing learning behavior of children includes children who are able to classify themselves and children understand how to look the right way as a boy and a girl. The results showed that the introduction of gender and gender is very important in learning so that children understand their responsibilities according to their roles and do not engage in deviant behavior.
Meningkatkan Eksistensi dan Pelestarian Batik di Era Modern Jannah, Shofiatul; Indrawati, Iin; Rahayu, Hesti Dwi; Marwan, Sehat; Najmuddin, Muhammad Kholid; Mufaiz, M. Thohar; Dewantoro, Andik; Mega, Kisah Irawan; Almukri, M. Safari; Suhermanto, Arie Yudhistira; Hidayah, Diyan Zaidah Muhimmatul; Putri, Meryna Rachmi
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i2.6536

Abstract

Batik adalah suatu hasil karya yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.Di berbagai wilayah Indonesia banyak ditemui daerah-daerah pengrajin batik. Setiap daerah pembatikan mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri, baik dalam ragam hias maupun tata warnanya. Seiring perkembangan zaman, menurut Sudijono (2006), budaya batik tulis semakin terkikis karena semakin murahnya batik yang dating dari luar negeri dan semakin berkembangnya batik cetak yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan batik secara cepat. Tulisan ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran Kelompok Ibu-ibu PKK di Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, peran, kendala yang dihadapi, dan upaya mengatasi kendala yang dihadapi pada Kelompok Batik Ibu-ibu PKK, Desa Bringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Kelompok batik Ibu-ibu PKK jika tidak ada permintaan ataupun ada event maka pengrajin tidak akan berproduksi. Program KKN adalah program Kuliah Kerja Nyata dimana mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara teoritis menjadi praktis dalam bentuk pengabdian dan pendampingan langsung terhadap masyarakat. dengan adanya potensi yang dimilki oleh Ibu-ibu PKK di Desa Brigin, maka program kerja yang disusun adalah Pelestarian Batik Era Modern untuk memecahkan masalah tersebut. Diharapkan mampu membantu para Ibu-Ibu PKK untuk memperkenalkan produknya dalam skala yang luas serta mengembangkan Batik sesuai dengan Era Modernisasi saat ini. Hal ini merupakan suatu upaya untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Batik merupakan ikon asli Indonesia yang harus dilestarikan.
Implementasi metode ngalah untuk meningkatkan kualitas membaca al-qur’an Jannah, Shofiatul; Mahfudzoh, Fiki Nurul; Hidayah, Farihatul; Khofifah, Nahla Ayu; Safitri M, Rina; Efanda, Eric; Alamzah, Wahyu; Yuniawati, Alifia; Anggraini, Dwi Puspita; Solichah, Zumrotus; Gabriell, Muhammad; Widayanto, Damai Dewangga
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i2.20401

Abstract

Pendidikan Al-Qur'an sangat penting untuk menghasilkan generasi Al-Qur'an yang berakhlak mulia. Penelitian ini dilakukan untuk meninjau penerapan metode Ngalah yang digunakan dalam membaca dan menulis Al-Qur'an di TPQ Al-Hidayah Dusun. Bode. Metode ini dipilih setelah menerapkan berbagai metode namun kurang efektif. Oleh karena itu, peneliti mengulas lebih dalam tentang metode Ngalah yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara. Dari observasi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa penerapan Metode Ngalah sangat efektif dalam menunjang kegiatan pembelajaran Al-Qur'an para siswa. Metode tersebut tepat dan cocok untuk meningkatkan kelancaran dan kemampuan dalam proses belajar membaca dan menulis Al-Qur'an di TPQ Al-Hidayah Dusu Bodean.
TAX TRANSPARENCY FRAMEWORK: REKONSTRUKSI KONSEPTUAL INDIKATOR AKUNTANSI KEUANGAN UNTUK GOOD CORPORATE GOVERMANCE Hidayatullah, Muhammad Baharudin Yusuf Hidayatullah; Shofiatul Jannah, Binti
Al-Maqashid: Journal of Economics and Islamic Business Vol. 6 No. 02 (2025): Oktober: Al Maqashid Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/maqashid.v6i02.2232

Abstract

Tax transparency is a crucial aspect of modern corporate governance, serving as an indicator of corporate accountability and reputation. This study develops a Tax Transparency Framework, a conceptual framework that integrates financial accounting indicators with Good Corporate Governance (GCG) principles to improve the quality of tax disclosure. The approach used is a literature-based conceptual one, with analysis of accounting standards, tax regulations, and previous research. The results of the study show that effective tax disclosure needs to include quantitative dimensions such as current and deferred tax expenses, fiscal reconciliation, and effective tax rates, as well as qualitative dimensions, including tax policy and regulatory compliance. The integration of accounting indicators and Good Corporate Governance principles produces a framework that functions as an internal control mechanism (agency theory) as well as a means of obtaining social legitimacy (legitimacy theory). This framework provides officers with practical guidance for companies in preparing comprehensive tax reports and serves as a regulatory reference for the development of tax disclosure standards, thereby increasing stakeholder trust and company reputation.
Co-Authors A. Malthuf Siroj, A. Malthuf Abdul Rahman Haq al Alif Abdul Wafi Abdur Rahman Adi Saputera Ach. Faisol Achmad Baidhowi Adrian Maulana, Moch Ahmad Fauzan Mubarok Ahmad Shodiqin Ahmad Subekti Alamzah, Wahyu Aliyyah Bilqis Ramadhianti Almukri, M. Safari Anggraini Aripratiwi, Ratna Anggraini, Dwi Puspita Annisa Podungge Aprilia Intan Jannah Pratiwi Aristantia, Selvia Eka Asmar, Afidatul Asyhari, Syahrullah Ayuni Lestari, Niken Bahroin Budiya Banjarnahor, Erliana Bramastia, Lutfia Sefta Damayanti, Dini Sri Dewantoro, Andik Dwi Ari Kurniawati Dwi Hidayatul Firdaus, Dwi Hidayatul Dzulfikar Rodafi Efanda, Eric Eko Setiawan Eko Setiawan Fadil Mas’ud Fitrah Sugiarto Gabriell, Muhammad Georgo Winaktu Hairus Saleh Hidayah, Diyan Zaidah Muhimmatul Hidayah, Farihatul Hidayatullah, Muhammad Baharudin Yusuf Hidayatullah HUMAIDI DIPLAL Ibnu Jazari Imamuddin Imamuddin Inda Brilliant Irrohmah, Himmatul Aulia Jazari Khairunnisa Khairunnisa Khofifah, Nahla Ayu Khofsah, Sholihatin Khoirul Asfiyak Lailatul Maghfiroh Lidia Sandy Kartika Mahfudzoh, Fiki Nurul Margianto Margianto Marwan, Sehat Marwinata, Pepy Masruhan Zamil Mega, Kisah Irawan Mohammad Afifulloh Mohammad Muhibbin Mufaiz, M. Thohar Mufidah CH Muhammad Agus Salim Muhammad Amrul Afifi Muhammad Ihsan Fathoni Muslim, Moh Muslim, Moh. mustaufir mustaufir Mustaufir, Mustaufir Najmuddin, Muhammad Kholid Noer Aini Nurul Umi Ati Pratama, Fandi Rakan Surya Putri, Meryna Rachmi Rahayu, Hesti Dwi Rodafi, Dzulfikar Roibin Roibin Rosim, Moch. Safitri M, Rina Salsabillah Jannah Zhika Prameswari Sholeh, Itsnaini Firdausi Nuzulah Silvi Chumairotun Nadiyah Soim, Soim Solichah, Zumrotus Suhermanto, Arie Yudhistira Suwandi Suwandi Tutik Hamidah Umar Jaya M Warsito - Warsito . Widayanto, Damai Dewangga Yuniawati, Alifia Zaenul Mahmudi