Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Variasi Permainan Kecil (Small-Sided Games) Dalam Mengembangkan Kebugaran Jasmani Pada Ekstrakurikuler Voli Dan Sepak Bola di SMA Citra Bakti Ngada Bate, Nikodemus; Tenggi, Filomena Rufina; Adventus, Lazarus; K. Sawa, Kewa Ronaldus; Wani, Bernabas
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.159

Abstract

Pendekatan latihan berbasis permainan semakin direkomendasikan dalam pendidikan jasmani karena dinilai lebih kontekstual dan selaras dengan karakteristik peserta didik usia sekolah. Salah satu pendekatan tersebut adalah Small-Sided Games (SSG), yaitu permainan yang dimodifikasi melalui pengaturan jumlah pemain, luas area, durasi, dan aturan permainan dengan tetap mempertahankan prinsip dasar cabang olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan variasi SSG dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan motivasi siswa pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah menengah. Komponen kebugaran jasmani yang diteliti meliputi daya tahan kardiovaskular, kelincahan, dan kekuatan otot sebagai komponen dominan dalam olahraga beregu. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan yang dilaksanakan dalam dua siklus, melibatkan siswa peserta ekstrakurikuler olahraga beregu. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes kebugaran jasmani terstandar, angket motivasi, serta lembar observasi keterlibatan siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang konsisten pada seluruh komponen kebugaran jasmani setelah penerapan variasi SSG. Selain itu, motivasi siswa meningkat secara signifikan, ditunjukkan oleh tingginya partisipasi dan keterlibatan aktif selama latihan, dengan persentase motivasi positif mencapai 80–85% pada siklus akhir. Kendala awal dalam adaptasi permainan dapat diatasi melalui penyesuaian desain SSG. Kesimpulannya, variasi SSG efektif meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus memperkuat motivasi intrinsik siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga.
STRATEGI MEMBANGUN KULTUR SEKOLAH YANG BERBUDAYA OLARAGA Menggi, Fransiskus; Wea, Fulgentius Meo; Kadu, Gabriel Alexandro; Wani, Bernabas
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.191

Abstract

This study aims to analyze strategies in building a sports-oriented school culture to enhance the interest and participation of high school students in sports activities. The research employed a qualitative approach, using data collection techniques such as in-depth interviews, participatory observation, and focus group discussions (FGD) with students, physical education teachers, school principals, and parents. The results showed that the main factors influencing students' interest and participation in sports include adequate sports facilities, the active role of physical education teachers, diverse sports programs, parental support, and a supportive school environment. Schools with well-maintained and complete sports facilities, as well as offering a variety of sports, both competitive and recreational, tend to have higher participation rates. Additionally, parental support and school policies that promote sports activities also play a significant role in creating a positive sports culture. The study concludes that to build a sustainable sports culture, schools need to develop a holistic strategy, which includes providing adequate facilities, enhancing the quality of sports teaching, and involving parents and the community in supporting sports activities. It is hoped that the findings of this research can contribute to the development of more effective sports policies and programs in schools..
PENGEMBANGAN MATERI AJAR PJOK AKTIVITAS RITMIK M2-GT BERBASIS BUDAYA NGADA (TARIAN JA'I) UNTUK SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BAJAWA Gole, Marlin Agustina Alfina; Wani, Bernabas
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i4.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi ajar PJOK aktivitas ritmik M2-GT berbasis budaya Ngada, khususnya Tarian Ja’i, untuk siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bajawa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development R&D model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi tahap analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, uji coba terbatas, dan evaluasi efektivitas. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli materi, ahli budaya, angket kepraktisan siswa, serta tes kemampuan ritmik pretest–posttest . Hasil validasi ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 91,7% dengan kategori “Sangat Layak”, sedangkan ahli budaya memberikan penilaian 87,5% dengan kategori “Layak”. Uji kepraktisan memperoleh skor 93,5%, menunjukkan bahwa materi ajar mudah dipahami dan digunakan siswa. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan kemampuan ritmik dari nilai rerata pretest 63,2 menjadi 86,5 pada posttest, dengan nilai N-gain sebesar 0,63 kategori sedang–tingg . Hasil penelitian menegaskan bahwa materi ajar aktivitas ritmik berbasis Tarian Ja’i tidak hanya efektif meningkatkan keterampilan motorik ritmik siswa, tetapi juga berperan dalam memperkuat identitas budaya lokal. Dengan demikian, produk pengembangan ini layak diterapkan sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran PJOK untuk mendukung pelestarian budaya Ngada melalui jalur pendidikan formal. Penelitian ini juga mencakup upaya untuk membuat panduan bagi guru dalam penerapan materi ajar PJOK berbasis budaya Ngada ini. Panduan tersebut dirancang agar guru dapat memahami dengan jelas bagaimana cara mengintegrasikan aspek kebudayaan dalam proses pengajaran Tarian Ja’i sekaligus menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran aktif. Selain itu, penelitian ini melibatkan feedback dari siswa dan guru selama tahap uji coba terbatas untuk meningkatkan kualitas materi ajar. Hasil dari feedback ini menunjukkan bahwa siswa merasa lebih termotivasi dan tertarik dalam belajar PJOK ketika diajarkan dengan pendekatan berbasis budaya. Selanjutnya, penelitian juga merekomendasikan pengembangan modul pelatihan bagi guru-guru PJOK di sekolah-sekolah lain untuk mengadopsi pendekatan serupa. Diharapkan, dengan adanya pengembangan ini, pelestarian budaya lokal dapat menjadi agenda yang lebih luas dan terinspirasi di dalam pendidikan, tidak hanya di SMA Negeri 2 Bajawa, tetapi juga di sekolah-sekolah lainnya. Melalui usaha ini, siswa tidak hanya akan meningkatkan keterampilan fisik mereka, tetapi juga akan lebih menghargai dan memahami warisan budaya yang ada di daerah mereka, sehingga terbentuk generasi yang mencintai dan menghormati budaya lokal.
ANALISIS KESEHATAN MENTAL ANAK SDK NGEDUKELU DALAM PERSPEKTIF LINGKUNGAN SEKOLAH Ruju, Gabriel; Dinatha, Ngurah Mahendra; Wani, Bernabas; Bate, Nikodemus; Tapo, Yohanes Bayo Ola; Natal, Yanuarius Ricardus
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6412

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Kesehatan mental siswa sekolah dasar berperan penting dalam menunjang proses belajar dan perkembangan sosial. Pada siswa kelas tinggi, masih ditemukan gejala kecemasan ringan, rendahnya kepercayaan diri, serta konsentrasi yang tidak stabil, yang berkaitan dengan kualitas interaksi sosial dan kondisi lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kesehatan mental siswa kelas IV–VI serta persepsi mereka terhadap lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDK Ngedukelu dengan melibatkan 49 siswa sebagai sampel yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert 4 poin untuk mengukur kesehatan mental siswa dan persepsi terhadap lingkungan sekolah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesehatan mental siswa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata sebesar 73,2%, sedangkan persepsi terhadap lingkungan sekolah berada pada kategori baik dengan skor 75%. Aspek hubungan guru–siswa memperoleh skor tertinggi sebesar 82%, sementara aspek kenyamanan ruang kelas menunjukkan skor terendah sebesar 69%. Secara deskriptif, persepsi positif terhadap lingkungan sekolah cenderung sejalan dengan kondisi kesehatan mental siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya sekolah menciptakan iklim yang aman dan suportif, dengan prioritas perbaikan pada aspek kenyamanan ruang kelas serta penguatan dukungan emosional dan relasi sosial di lingkungan sekolah.
STRATEGI PENGELOLAAN KELAS PADA PEMBELAJARAN FUTSAL DI SEKOLAH DASAR: REFLEKSI PLP MAHASISWA PJKR Ngara, Simon Dappa; Bile, Robertus Lili; Natal, Yanuaris Ricardus; Bate, Nikodemus; Wani, Bernabas
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6775

Abstract

Pengelolaan kelas merupakan kunci keberhasilan pembelajaran, terutama dalam pembelajaran futsal di SDK Naru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dan dampak pengelolaan kelas dalam pembelajaran futsal di sekolah dasar berdasarkan refleksi pengalaman Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR). Metode yang digunakan adalah deskriptif-reflektif dengan teknik observasi, catatan lapangan, dan refleksi pengalaman mengajar selama PLP. Subjek penelitian ini adalah satu mahasiswa PJKR STKIP Citra Bakti dan 28 siswa SDK Naru. Objek penelitian ini adalah strategi pengelolaan kelas dalam pembelajaran futsal. Data dianalisis secara kualitatif dengan tahapan: 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, dan 3) Penarikan kesimpulan. Penelitian ini mengidentifikasi strategi pengelolaan kelas yang efektif dalam pembelajaran futsal di sekolah dasar. Melalui observasi dan catatan lapangan, ditemukan bahwa strategi seperti penerapan aturan yang konsisten, pengorganisasian kelompok, instruksi demonstratif, variasi permainan, penguatan positif, dan perhatian terhadap keselamatan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa, serta mengurangi risiko cedera. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga bagi guru pamong dan mahasiswa PJKR untuk meningkatkan pengelolaan kelas yang lebih efektif.
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL TALI MARDEKA UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI DAN KEAKTIFAN SISWA SMP Dopo, Fransiskus Solanus; Wani, Bernabas; Rewo, Josep Marianus; Tapo, Yohanes Bayo Ola; Bile, Robertus Lili
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6778

Abstract

Kebugaran jasmani dan keaktifan siswa SMP seringkali menjadi perhatian utama dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. Namun, masih banyak siswa yang memiliki kebugaran jasmani rendah dan kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kebugaran jasmani dan keaktifan melalui penerapan permainan tradisional tali merdeka pada siswa di SMPN SATAP 1 Bajawa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII yang terdiri dari 8 perampuan dan 7 laki-laki. Data penelitian dikumpulkan melalui tes kebugaran jasmani, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi pembelajaran. Instrumen penelitian berupa tes kebugaran jasmani dan lembar observasi yang disusun berdasarkan indikator pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tali mardeka dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan keaktifan siswa. Permainan ini melatih daya tahan, kelincahan, dan kekuatan otot, serta meningkatkan partisipasi dan kerja sama siswa.  Selain itu, siswa terlihat lebih antusias, disiplin, dan mampu bekerja sama selama pembelajaran. Guru PJOK dapat menerapkan permainan tali mardeka sebagai alternatif metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dengan menyesuaikan kurikulum, memodifikasi permainan, dan memastikan keselamatan siswa.
ANALISIS BENTUK LATIHAN BUILD UP BERBASIS PENGUASAAN BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA Sawa, Ronaldus Kristoforus; Natal, Yanuarius Ricardus; Tapo, Yohanes Bayo Ola; Wani, Bernabas
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6779

Abstract

Perkembangan sepak bola modern mengarah pada permainan berbasis penguasaan bola (possession play), yang bertujuan untuk mengontrol jalannya pertandingan dan menciptakan serangan efektif. Namun, banyak tim mengalami kesulitan dalam fase build up, yaitu proses memindahkan bola dari lini belakang menuju lini tengah secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk latihan build up berbasis penguasaan bola dan mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan organisasi permainan tim. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi partisipatif pada 24 pemain tim sepak bola TM STKIP Citra Bakti selama 12 sesi latihan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pelatih dan pemain, serta dokumentasi program latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknik dasar seperti passing drill sudah diterapkan, pemain belum mengoptimalkan penguasaan bola untuk membangun serangan efektif. Progresi build up sering terhenti sebelum lini tengah, disebabkan oleh pengambilan keputusan yang lambat dan kurangnya dukungan pergerakan tanpa bola. Kesimpulannya, keberhasilan build up sangat bergantung pada integrasi teknik, pengambilan keputusan, dan koordinasi taktis. Oleh karena itu, program latihan harus lebih menekankan pada latihan berbasis permainan yang mencakup aspek teknik, pengambilan keputusan, dan koordinasi kolektif antar pemain.
Strengthening Active Physical Education Learning Through a PJOK Trofeo Program: a Service-Learning Approach with Pre-Service Teachers at SD Citra Bakti Bate, Nikodemus; Bernabas Wani; Josep Marsianus Rewo; Yanuarius Ricardus Natal; Agustina Meo; Yohanes Paulus De Brito Naru
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v7i1.7577

Abstract

This community service program aimed to enhance active learning and sportsmanship in elementary physical education through the implementation of a structured PJOK Trofeo model supported by pre-service teachers (PLP students). Conducted at SD Citra Bakti, the program adopted a service-learning framework integrating collaborative mentoring among lecturers, pre-service teachers, and school teachers. The intervention was implemented in four stages: needs assessment, collaborative design, structured Trofeo-based activities, and reflective evaluation. Data were collected using observation sheets assessing student participation and sportsmanship indicators, complemented by reflective reports from pre-service teachers. The results demonstrated a significant increase in active participation (from 62% to 85%) and improvements in sportsmanship indicators, including fair play and teamwork. Furthermore, pre-service teachers showed enhanced pedagogical competence in classroom management and active learning facilitation. The novelty of this program lies in reconstructing a competitive format into a pedagogical device that integrates cooperative learning principles and service learning within a community-based partnership. This model provides a replicable framework for character-oriented and experiential physical education practices.
PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN TAKTIS BUILD-UP BERBASIS SMALL-SIDED GAMES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYERANG Gula, Yohanes Wilfianus; Tapo, Yohanes Bayo Ola; Wani, Bernabas
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6783

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan sepak bola modern yang mengharuskan pemain menguasai aspek teknik dan taktik secara bersamaan, terutama dalam build-up dari lini tengah menuju penyerangan. Observasi awal di Klub Citra Bakti Ngada menunjukkan bahwa serangan melalui lini tengah belum efektif karena variasi pola serangan terbatas, koordinasi antar lini rendah, pergerakan tanpa bola minim, akurasi umpan di bawah tekanan rendah, dan pengambilan keputusan lambat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesulitan utama pemain dalam proses build-up serta merumuskan dasar pengembangan latihan taktis berbasis Small Sided Games (SSG). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung pada sesi latihan dan pertandingan, dengan fokus pada penguasaan bola, distribusi bola, koordinasi antar pemain, pergerakan tanpa bola, serta keberhasilan transisi serangan dari lini tengah ke lini depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah utama tim terletak pada aspek taktis kolektif, bukan hanya teknik individu, sehingga konteks latihan yang menyerupai pertandingan sangat dibutuhkan. Kesimpulannya, SSG relevan digunakan sebagai pendekatan latihan untuk meningkatkan keputusan bermain, kreativitas taktis, koordinasi antar lini, dan efektivitas build-up serangan sesuai karakteristik tim. Temuan rinci memperlihatkan build-up sering terhenti di lini tengah karena jarak antarpemain tidak ideal dan dukungan posisi terlambat, sehingga alur bola ke penyerang terputus. Hasil ini menegaskan perlunya desain SSG yang dimodifikasi melalui ukuran lapangan, jumlah pemain, dan aturan sentuhan untuk mensimulasikan tekanan pertandingan secara spesifik dalam program latihan.
IMPLEMENTASI MODEL LATIHAN BUILD-UP FROM FLANK PADA TIM SEPAK BOLA Naru, Yohanes Paulus De Brito; Bile, Robertus Lili; Wani, Bernabas; Tapo, Yohanes Bayo Ola
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6784

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya efektivitas serangan tim sepak bola melalui sektor sayap pada Tim Citra Bakti Ngada, yang tampak pada akurasi umpan, penetrasi sayap, efektivitas crossing, koordinasi fullback dan winger, serta jumlah peluang yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas implementasi model latihan build-up from flank dalam meningkatkan kualitas serangan melalui sektor sayap. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest design pada 20 pemain aktif yang dipilih secara purposive sampling. Perlakuan diberikan selama 6 sampai 8 minggu dengan frekuensi latihan 2 sampai 3 kali per minggu. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi performa taktis, analisis statistik pertandingan internal, dan dokumentasi video. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan perhitungan rata-rata, persentase peningkatan, dan gain score untuk menilai perubahan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator, yaitu akurasi umpan ke sektor sayap dari 65% menjadi 81%, frekuensi penetrasi sayap dari 6 menjadi 11 kali per pertandingan, efektivitas crossing dari 40% menjadi 62%, koordinasi fullback dan winger dari 60% menjadi 78%, serta jumlah peluang dari sektor sayap dari 4 menjadi 8. Peningkatan tertinggi terjadi pada efektivitas crossing sebesar 22%, yang menunjukkan keberhasilan latihan berbasis situasi permainan. Rata-rata keseluruhan meningkat dari 59,5 menjadi 78,5 dengan selisih 19 poin. Kesimpulannya, model latihan build-up from flank efektif meningkatkan efektivitas serangan tim melalui sektor sayap secara lebih terstruktur, terkoordinasi, dan produktif.
Co-Authors Adriana Wea Sopo Adriana Adriana, Adriana Wea Sopo Adrianus Alfaro Ewa Adventus, Lazarus Afendi , Fransiskus Ago Laja, Herman Januarius Agustina Meo Alvensiana Ayuti Ratna Ndasi Ayuti Andreas Soko Angelina Kurnia Juita Armando, Protasius Arsenius Eustadius Pepana Audentia Meo Ayuti, Alvensiana Ayuti Ratna Ndasi Babo, Maria Bali, Fromantius Bate, Bernadus Yardin Bate, Nikodemus Bheja, Karolina Bile, Robertus Lili Blasius Rengge Christina Ngadha Christina Christina, Christina Ngadha Cornelis Oscar Dewa Daga Daga, Cornelis Oscar Dewa Daga, Oscar Dala, Alfonsius Dedy Meo, Thomas Didimus Denggu, Apliana Derosari, Yesaya Dewanai Dhae, Serilus Dogho, Stefanus Dopo, Fransiskus Solanus Ebu, Maria Yasinta Elvidiana Tawa Emanuel Keo Endu, ElisantiNia Ewa, Adrianus Alfaro Ferdinandus Samri Ferdinandus Samri Filemon Darmanto Ndora Fole, Fabianus Rolando Fransisca Carolina Walu Fransiskus Afendi Fransiskus Jehadun Fransiskus Jehadun Fransiskus Xaverius Dolo Gabhe, Yohanes Geli, Maria Herlina Asumpta Ghari, Jefrianus Ale Gole, Marlin Agustina Alfina Gula, Yohanes Wilfianus Helena Etriana Jaun Heribertus Jefrino Jun Jaun, Helena Etriana Josep Marsianus Rewo Josep Marsianus Rewo Josep Marsianus Rewo K. Sawa, Kewa Ronaldus Kadu, Gabriel Alexandro Keo, Emanuel Kezia Kresensia Lusi Kolong, Desi Ratna Kolong, Maria Yuwinda Laksana, Dek Ngurah Laba Lazarus Mana Lege, Yohanes Fransiskus Lili Bile, Robertus Lusi, Kezia Kresensia Luxcya Martir Wona Una Mamo, Yuliana Mana, Lazarus Maria Carmelita Tali Wangge Maria Editha Bela Maria Efriliana Diru Maria Herlina Asumpta Geli Maria Kristina Selo Maria Yasinta Ebu Marsianus Meka Meka, Richardus Ulbadus Melkior Wewe Menggi, Fransiskus Meo, Audentina Mira Fuzita, Mira Naru, Yohanes Paulus De Brito Natal, Yanuaris Ricardus Natal, Yanuarius R. Natal, Yanuarius Ricardus Natal, Yanuarius Richardus Natal, Yanuarius Rikardus Ndek, Fransiska Susanti Nenu, Elisabeth Neta, Yulianus Roinaldo Neta, Yulianus Roynaldo Ngara, Simon Dappa Ngole, Walburga Martina Ngurah Mahendra Dinatha Nikodemus Bate Nikodemus Bate Nikodemus Bate Nona, Anastasia Nurwijayanti Nuwa, Aprilia Ayuni Io Ola Tapo, Yohanes Bayo Oscar Daga Pare Ariance Tanggu Pawe, Yovita Maria Pelipus Wungo Kaka Pepana, Arsenius Eustadius Prisko Yanuarius Djawaria Pare Protasius Armando Raden Mohamad Herdian Bhakti Rendy Rengge Rengge, Blasius Rengge, Rendy Rewo, Josep Marianus Rewo, Josep Marsianaus Rewo, Josep Marsianus Richardus Ulbadus Meka Riwu, Frumensius Lawe Robertus Lili Bile Robertus Lili Bile Rome, Andreas Avelino Ruba, Yunita Rufina Ruju, Gabriel Salvatrix Martin Lobo Sawa, Ronaldus Kristoforus Selo, Maria Kristina Serilus Dhae Soli, Maria Goreti Stefanus Dogho Tanggu, Pare Ariance Tapo, Yohanes Bayo Ola Tawa, Elvidiana Tenggi, Filomena Rufina Una, Luxcya Martir Wona Una, Yosefania Wae, Maria Stevania Walburga Martina Ngole Walu, Fransisca Carolina Wea, Fulgentius Meo Wea, Yovinianus Mbede Weli, Yunita Wilibaldus Bhoke Wula, Fransiska Roslina Wunu, Yustina Yanuarius Ricardus Natal Yanuarius Ricardus Natal Yanuarius Rikardus Natal Yasinta Maria Fono Yohana Rasdiyanti Yohanes Bayo Ola Tapo Yohanes Bayo Ola Tapo Yohanes Bayo Ola Tapo Yohanes Fransiskus Lege Yohanes Fromantius Bali Yohanes Fromantius Bali Yohanes Gabhe Yohanes Paulus De Brito Naru Yosefa Kafasin Owa Yosefa Yosefa, Yosefa Kafasin Owa Yovinianus Mbede Wea Yovinianus Mbede Wea Yulianus Roinaldo Neta Yulianus Roynaldo Neta Yunita Rufina Ruba Yunita Weli Yustina Wunu