Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FAKTOR PENENTU NASABAH DALAM MEMILIH KREDIT DI BANK BPD SULTRA UNIT KOLAKA Rista Ayu Pratiwi; Hendrik; Kurniadi, Hanif
Modus Vol. 35 No. 2 (2023): Vol. 35 No. 2 (2023): MODUS
Publisher : Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/modus.v35i2.7507

Abstract

The rapid growth of the banking industry has resulted in fierce competition among banks. Therefore, an effective banking strategy is crucial to compete successfully with other banks. This strategy should not only focus on banking development but also on achieving consumer or customer satisfaction. The core focus of this research is to examine the relationship between customer satisfaction, service quality, and product quality in the context of credit selection at Bank BPD Sultra Kolaka Unit. This research is a quantitative approach. The sampling technique employed in this study is nonprobability sampling, specifically incidental sampling. Data collection was conducted through a survey using both face-to-face and online questionnaires. In this quantitative research, the PLS-SEM software was used for the analysis of data. The research results demonstrate that both hypotheses are supported. Specifically, there is a significant positive relationship between customer satisfaction and service quality, as well as a positive significant relationship between customer satisfaction and product quality. Keywords: customer satisfaction, product quality, service quality, credit, BPD Bank. Pertumbuhan pesat industri perbankan telah menyebabkan persaingan ketat di antara bank-bank. Oleh karena itu, strategi perbankan yang efektif sangat penting untuk bersaing dengan sukses dengan bank-bank lainnya. Strategi ini tidak hanya harus berfokus pada pengembangan perbankan tetapi juga pada pencapaian kepuasan konsumen atau pelanggan. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara kepuasan konsumen, kualitas layanan, dan kualitas produk dalam konteks pemilihan kredit di Bank BPD Sultra Unit Kolaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling, khususnya incidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui survei menggunakan kuesioner tatap muka dan daring. Dalam penelitian kuantitatif ini, digunakan perangkat lunak PLS-SEM untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua hipotesis didukung. Secara khusus, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepuasan konsumen dan kualitas layanan, serta hubungan positif yang signifikan antara kepuasan konsumen dan kualitas produk. Kata Kunci: kepuasan konsumen, kualitas produk, kualitas pelayanan, kredit, Bank BPD.
Optimization of Sarambu Waterfall as an Educational and Ecotourism Destination Based on Local Wisdom: Optimalisasi Air Terjun Sarambu sebagai Destinasi Edukatif dan Ekowisata Berbasis Kearifan Lokal Tulak, Topanus; Kabanga', Theresyam; Hendrik; Tangkearung, Sefrin Siang; Tulak, Harmelia; Milka, Milka
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i2.23981

Abstract

Program optimalisasi Air Terjun Sarambu sebagai destinasi edukatif dan ekowisata telah berhasil mengintegrasikan aspek ekologis, rekreasi, dan kearifan lokal. Program ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekowisata berbasis kearifan lokal, penguatan identitas budaya masyarakat lokal, pelestarian lingkungan, dan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat lokal. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan mempromosikan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian integral dari daya tarik wisata.
EFEKTIVITAS LATIHAN STANDING JUMP DAN TUCK JUMP TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA PEMAIN FUTSAL: The Effectiveness of Standing Jump and Tuck Jump Training on Increasing Leg Muscle Power in Futsal Players Tang, Aco; Nur Yasin Rusdi, Sari; Halimah, Andi; Thahir, Muh; Arpandjaman; Hendrik; Awal, Muhammad; Durahim, Darwis; Islam, Fahrul
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 2 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i2.1859

Abstract

Daya ledak otot tungkai merupakan salah satu komponen penting dalam performa pemain futsal, terutama dalam melakukan gerakan eksplosif seperti lompatan dan tendangan. Salah satu metode latihan yang efektif untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai adalah Standing Jump dan Tuck Jumps, yang termasuk dalam latihan pliometrik. Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui apakah latihan jump to box efektif terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada pemain voli SMAN 21 Makassar. Jenis penelitian ini adalah desain Quasi-Eksperimen dengan randomized pre test – post test two group design. Alat ukur yang digunakan yaitu Vertikal Jump. Tujuan dari penelitian ini  untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan Standing Jump dan Tuck Jumps terhadap peningkatan daya ledak otot Tungkai Pada Pemain Futsal Di SMK Laniang Makassar. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sampel berjumlah 18 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing 9 orang. Kelompok daya ledak 1 yang di berikan Standing Jump dan kelompok daya ledak 2 diberikan latihan Tuck Jumps. Kedua kelompok melakukan latihan sebanyak 3 kali seminggu selama 4 minggu. Berdasarkan uji normalitas menggunakan Shapiro wilk diperoleh hasil dengan nilai p> 0,05 yang berarti data berdistribusi normal. Kemudian untuk hasil uji paired sample t menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada daya ledak otot tungkai di kelompok daya ledak 2 (p = 0,000), dengan rerata peningkatan 56.44 cm, dibandingkan kelompok daya ledak 1 yang juga menunjukkan peningkatan tetapi tidak sebesar kelompok daya ledak 2 (rerata 48.33 cm; p = 0,000). Berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil uji independent sampel t yaitu nilai p=0,435 (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh baik Standing Jump maupun Tuck Jump sama-sama dapat meningkatkan daya ledak otot pada kelompok daya ledak 1 dan kelompok daya ledak 2, Namun jika diliat dari rerata pada kelompok daya ledak 2 dengan rerata 56.44 dengan simpang baku 7.020 mempunyai pengaruh yang lebih besar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelompok daya ledak 2 dengan pemberian Tuck Jumps lebih efektif terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada pemain futsal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa baik Standing Jump dan Tuck Jumps sama-sama dapat meningkatkan daya ledak otot tungkai akan tetapi diliihat dari rerata dan standar deviasi tuck jump lebih berpangaruh pada pemain futsal SMK Laniang Makassar. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada daya ledak otot tungkai pada kelompok Daya Ledak 2 (p = 0,000), dengan rata-rata peningkatan sebesar 11,78 cm. Sementara itu, kelompok Daya Ledak 1 juga mengalami peningkatan signifikan (p = 0,000), namun rata-ratanya lebih rendah, yaitu 10,67 cm. Selanjutnya, hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai p = 0,534 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan Standing Jump dan Tuck Jump terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Kedua jenis latihan sama-sama memberikan efek positif pada kelompok Daya Ledak 1 dan Daya Ledak 2 Kata kunci : Daya Ledak Otot Tungkai, Standing Jump, Tuck Jump, Vertikal Jump.   Leg muscle power is one of the important components in the performance of futsal players, especially in performing explosive movements such as jumps and kicks. One of the effective training methods to increase leg muscle power is Standing Jump and Tuck Jump, which are included in plyometric training. This study aims to determine whether jump to box training is effective in increasing leg muscle power in volleyball players at SMAN 21 Makassar. This type of research is a Quasi-Experimental design with a randomized pre-test - post-test two group design. The measuring instrument used is Vertical Jump. The purpose of this study was to determine the effect of providing Standing Jump and Tuck Jump training on increasing leg muscle power in Futsal Players at SMK Laniang Makassar. The sampling technique used simple random sampling with a sample of 18 people divided into 2 groups, each of 9 people. Power group 1 was given Standing Jump and power group 2 was given Tuck Jump training. Both groups did the training 3 times a week for 4 weeks. Based on the normality test using Shapiro Wilk, the results obtained with a p value> 0.05, which means the data is normally distributed. Then for the results of the paired sample t test, it shows a significant increase in the power of the leg muscles in the power group 2 (p = 0.000), with an average increase of 56.44 cm, compared to the power group 1 which also showed an increase but not as large as the power group 2 (average 48.33 cm; p = 0.000). Based on the table above, the results of the independent sample t test are p = 0.435 (p> 0.05) which means there is no difference in the effect of both Standing Jump and Tuck Jump, both of which can increase the power of the muscles in the power group 1 and the power group 2, However, if seen from the average in the power group 2 with an average of 56.44 with a standard deviation of 7,020, it has a greater influence. Thus it can be concluded that the power group 2 with the provision of Tuck Jump is more effective in increasing the power of leg muscles in futsal players. The conclusion of this study shows that both Standing Jump and Tuck Jump can increase the power of leg muscles, but seen from the mean and standard deviation of Tuck Jump, they have a greater effect on futsal players at SMK Laniang Makassar. The results of the paired sample t-test showed a significant increase in power of leg muscles in the Power group 2 (p = 0.000), with an average increase of 11.78 cm. Meanwhile, the Power group 1 also experienced a significant increase (p = 0.000), but the average was lower, namely 10.67 cm. Furthermore, the results of the independent sample t-test showed a p value = 0.534 (p > 0.05), which means there is no significant difference in the effect between Standing Jump and Tuck Jump exercises on increasing power of leg muscles. Both types of training had positive effects on the Power 1 and Power 2 groups. Keywords : Leg Muscle Power, Standing Jump, Tuck Jump, Vertical Jump.  
Validity and Reliability of a Physical Fitness Test Instrument for Physical Education Students Hendrik; Karo Karo, Alan Alfiansyah Putra; Sari, Liliana Puspa
ACPES Journal of Physical Education, Sport, and Health (AJPESH) Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with ACPES (ASEAN Council of Physical Education and Sport)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ajpesh.v5i2.33951

Abstract

Examining the validity and reliability of a physical fitness test tool created especially for physical education students was the goal of this study.  To ensure precise evaluation and evidence-driven curriculum development, it is increasingly vital in higher education to utilize standardized and psychometrically robust tools for assessing physical fitness. The study involved 200 physical education students, aged 18 to 23. Exploratory factor analysis (EFA) and confirmatory factor analysis (CFA) were employed to assess the construct validity of the tool, while five specialists utilized the Content Validity Index (CVI) to review its content validity. Cronbach’s alpha was used to evaluate internal consistency, while the Intraclass Correlation Coefficient (ICC) was employed to measure test-retest stability. The findings indicated strong reliability (Cronbach’s alpha = 0.91; ICC = 0.88), solid construct validity with six identified variables (KMO = 0.82; Bartlett’s Test p < 0.001; CFA CFI = 0.94; RMSEA = 0.05), and considerable content validity (CVI = 0.89). These results endorse the standardization of fitness evaluation tools and offer valuable insights for educators, researchers, and coaches in higher education, demonstrating that the tool is valid, reliable, and suitable for both academic research and practical use.
PEMODELAN MATEMATIS KINETIKA FERMENTASI LIMBAH NIRA AREN (ARENGA PINNATA) MENJADI ASAM ASETAT: STUDI OPTIMASI VARIABEL WAKTU, SUHU, DAN GEOMETRI WADAH UNTUK STANDARISASI PRODUKSI HERBISIDA Tulak, Topanus; Kaharuddin, Andi; Tangkearung, Sefrin Siang; Hendrik
Hybrid: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Vol. 3 No. 2 (2024): November Tahun 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hybrid.v3i2.4472

Abstract

Limbah nira aren (Arenga pinnata) yang terbuang tanpa pemanfaatan optimal merupakan permasalahan lingkungan sekaligus kehilangan potensi ekonomi. Penelitian ini mengembangkan model matematis berbasis simulasi numerik untuk mengoptimalkan produksi asam asetat melalui fermentasi asetat dengan fokus pada presisi parameter operasional. Tiga persamaan kinetika utama diintegrasikan: persamaan Monod untuk pertumbuhan biomassa Acetobacter spp., persamaan Luedeking-Piret untuk pembentukan produk, dan persamaan Arrhenius untuk ketergantungan suhu. Model diselesaikan menggunakan metode Runge-Kutta orde 4 (RK4) untuk menghasilkan prediksi kuantitatif. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kondisi steady state dengan konsentrasi asam asetat maksimal tercapai pada hari ke-14, laju reaksi pada suhu 20°C mengalami penurunan hingga 45% dibandingkan suhu 30°C, dan pengisian wadah optimal berada pada 75% volume total untuk mencegah hipoksia. Model ini menghasilkan parameter operasional presisi yang dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi desain teknologi: wadah terkalibrasi dengan garis penanda 75%, sistem isolasi termal untuk menjaga suhu ≥25°C, dan manajemen waktu panen tepat 14 hari. Penelitian ini memberikan landasan matematis untuk standarisasi produksi asam asetat sebagai bahan aktif bioherbisida dari limbah aren.