Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Komunikasi Interpersonal dalam Membangun Personal Branding Wak Dolah sebagai Seniman Lokal Palembang Azmi, Muhammad Fadhil; Muhaimin, Ahmad; Astrid, Gita
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2026): EduTIK : Februari 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital telah mengubah cara seniman membangun citra diri di ruang publik, sehingga personal branding menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi interpersonal dalam membentuk personal branding Wak Dolah sebagai seniman lokal Palembang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama Wak Dolah dan dua anggota Teater Wong Gerot, serta dokumentasi visual dan data sekunder dari artikel, arsip, dan media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang konsisten, natural, dan terarah, dengan gaya santai, jenaka, dan hangat, serta penggunaan bahasa Palembang sebagai simbol identitas budaya, menjadi modal penting dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Dimensi “I” yang spontan dan kreatif serta dimensi “Me” yang menyesuaikan diri dengan norma sosial membentuk karakter seni Wak Dolah yang autentik dan mudah diterima. Dukungan komunitas teater, interaksi dengan audiens, dan pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram, memperluas jangkauan citra seni Wak Dolah, sehingga personal branding terbentuk melalui proses komunikasi interpersonal yang berkesinambungan dan timbal balik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal merupakan fondasi utama dalam pembentukan personal branding seniman lokal, serta menyarankan agar seniman lain memperhatikan aspek komunikasi dalam membangun citra diri, didukung oleh komunitas seni dan program pelatihan digital branding.
Co-Authors Aminuddin Prahatama Putra Andi Nur Cahyo Andika Andika Anom, Thamzez Nuur Anugra, Dina Aries Musnandar Arif , Saifullah Ariyani, Amra Arnol, Irwan Astrid, Gita Awaliyah, Mursyidatul Ayu Utami, Ayu Azarkasyi, Badarudin Azmi, Muhammad Fadhil Christiana, Metta Deany Afriany Eko Risdianto Farid, M. Mifta Fauzi, Ahmad Kholid Febriyanti, Salam Via Firdaus, Nabila Syifa Fitria, Natasya Friyanti, Yunida Een Hadi, Soiful Hamidan, Friska Nova Hery Fajeriadi Hetty Catur Ellyawati, Hetty Catur Ifaza, Savina Distya Indah Rosmalina Indrajaya, Indrajaya Juainah, Norma Julianti, Devi Kartika, Shinta Eka Kholisa, Ilmi Nur Laksono, Agus Edy Maharani Hardian, Siti Mardiana Mardiana Marliza, Desi Maulana, Charis Mifta Farid, M Milyana, Okta Muhammad Zaini Muhibban , Muhibban Munir , Muhammad Misbakul Nabila, Rini Salma Najwi Hasani Nugroho, Nandra Eko Nur Azizah Nurcahyo, Andi Nurprameswari, Sonia Nurzanna, Siti Pernando, Epran Ari Puspitasari, Anjli PUSPITASARI, WAHYU Putri Utami, Putri Putri, Amelia Sisma Qorinta Shinta Rasyidin, Syakirah Annisa Fayyasa RIFATUL MAHMUDAH Rifa’i, Muhammad Rifqi Rina Pebriana, Rina Rohman, Handono Fathur Rosmala Dewi Safitri, Nadia Sahono, Bambang Sahwal, Muhammad Samtidar, Samtidar Sari, Novita Indira Setiawan , M. Arif Setiawan, M.Arif Shalha, Nur Prettiya Sholehah, Baitus Sirozi, Muhammad Sri Sumartiningsih Sudirman Sudirman Susanto, Alfinto Rizky Tasyania, Ula Utami, Silkana Tri Wahyuda, Pandu Tri Widiati, Rahmi Yasin, Fauzi Sholeh Yayat Suharyat Yenrizal Yenrizal Yunus, Fatimah