p-Index From 2021 - 2026
5.741
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Pendidikan Karakter di Universitas Asyha, Agus Faisal; Wakhudin, Wakhudin; Sanjaya, Agus; Nurmaliati, Nurmaliati; Kadirun, Kadirun; Andriani, Nining
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan karakter di universitas dan menilai efektivitas program serta tantangan yang dihadapi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dari dosen, mahasiswa, pengelola program, dan staf administrasi di beberapa universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pendidikan karakter bervariasi antar universitas, dengan beberapa institusi menerapkan pendekatan terintegrasi dalam kurikulum, sementara yang lain lebih bergantung pada kegiatan ekstrakurikuler. Keterlibatan aktif dosen dan pengelola program terbukti sebagai faktor kunci dalam keberhasilan program, yang berdampak positif pada pengembangan keterampilan komunikasi, sikap positif, dan kemampuan kerja sama mahasiswa. Namun, tantangan seperti kekurangan sumber daya, fasilitas, dan pelatihan dosen mempengaruhi efektivitas program. Kesimpulannya, untuk meningkatkan hasil pendidikan karakter, universitas perlu memperbaiki strategi implementasi, meningkatkan dukungan dari semua pihak terkait, serta melakukan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan relevansi dan dampak positif program terhadap mahasiswa.
Fungsi Madrasah sebagai Penghubung antara Kerangka Pendidikan Islam dan Pendidikan Nasional Agus Faisal Asyha
Jurnal Teologi Islam Vol. 1 No. 2 (2025): NOVEMBER (in progress)
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/78mx7g23

Abstract

This study aims to analyze the function of madrasahs as bridging institutions between the framework of Islamic education and the national education framework. The research employs a descriptive qualitative approach based on library research by examining primary sources such as the Qur’an, Hadith, the National Education System Law, and regulations issued by the Ministry of Religious Affairs, complemented by secondary sources including books, scholarly articles, and previous studies. The findings reveal that madrasahs play an integrative role across three key dimensions. First, in the epistemological dimension, madrasahs connect revelation-based knowledge with modern scientific knowledge in a harmonious manner. Second, in the curricular dimension, madrasahs integrate the Islamic Religious Education curriculum with the national curriculum through a synthesis of curriculum structure, instructional practices, and character development. Third, in the cultural dimension, madrasahs cultivate Islamic identity while simultaneously strengthening national character and Indonesian values. This study concludes that madrasahs serve as strategic institutions that successfully integrate religious values with national educational demands and are capable of functioning as a model for integrated education in Indonesia
Konsep Kinerja dalam Perspektif Islam: Sebuah Telaah Pustaka Agus Faisal Asyha
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/y6ndv680

Abstract

Islamic education emphasizes not only academic achievement but also character formation and moral integrity. One crucial aspect of Islamic education is the concept of performance, which, in the Islamic perspective, is measured not solely by tangible results but also by the intention, sincerity, and actions performed to gain the pleasure of Allah. This study aims to identify and analyze the concept of performance in Islam, as well as its application in the management of Islamic education. This literature review adopts a thematic and qualitative analysis approach, collecting relevant literature from the Qur'an, Hadith, and previous studies. The findings suggest that performance in Islam involves two dimensions: measurable worldly achievements and the quality of deeds grounded in intention and noble character. This concept provides new insights into the management of Islamic education, emphasizing that good performance must balance both worldly and hereafter achievements. In conclusion, the application of Islamic-based performance principles in educational management can strengthen students' character and enhance the quality of Islamic education holistically.
The Magnet Rezeki Strategy in Building a Blessed and Sustainable Business Ecosystem warsiyah; Agus Faisal Asyha; Moh Fakhrurozi; Ahmad pitra
International Journal of Sharia Studies Vol. 2 No. 1 (2024): International Journal of Sharia Studies
Publisher : Tunas Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61810/ijss.v2i1.154

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi “fortune magnet” dalam konteks membangun ekosistem bisnis yang berkah dan berkelanjutan. Di tengah tantangan ekonomi global dan tuntutan praktik bisnis yang lebih etis dan bertanggung jawab, konsep fortune magnet menawarkan pendekatan yang memadukan nilai-nilai spiritual dengan prinsip-prinsip bisnis modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi-strategi utama dalam penerapan konsep fortune magnet, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan ekosistem bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga mendatangkan berkah dan berkelanjutan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada perusahaan fortune magnet. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik koding dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi fortune magnet yang efektif meliputi: (1) membangun integritas dan nilai-nilai etika yang kuat, (2) menerapkan prinsip-prinsip berkah dalam setiap aspek bisnis, dan (3) melakukan inovasi berkelanjutan yang berfokus pada penciptaan nilai bersama. Penerapan strategi tersebut dalam ekosistem bisnis terbukti mampu menciptakan jaringan yang saling menguntungkan, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi fortune magnet tidak hanya berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan karyawan, masyarakat, dan lingkungan. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pelaku bisnis, pembuat kebijakan, dan akademisi dalam upaya membangun model bisnis yang lebih holistik dan berkelanjutan di era modern.
Analisis Nilai-Nilai Karakter Religius QS. Al Kahfi: 60-82 Dalam Membentuk Adab Peserta Didik Terhadap Guru di Era Pendidikan Modern Aini, Zuhrotun Nur; Kesuma, Guntur Cahaya; Asyha, Agus Faisal
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4775

Abstract

Transformasi pendidikan di era modern membawa implikasi terhadap perubahan pola interaksi antara peserta didik dan guru, termasuk dalam aspek etika dan penghormatan. Fenomena menurunnya sikap santun serta melemahnya adab peserta didik terhadap guru menjadi persoalan yang memerlukan penguatan nilai karakter religius berbasis Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai karakter religius yang terkandung dalam QS. Al-Kahfi ayat 60–82 serta relevansinya dalam membentuk adab peserta didik terhadap guru pada konteks pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa QS. Al-Kahfi ayat 60–82, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari berbagai kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti Tafsir Ibn Kathir, Tafsir Al-Maraghi, Fi Zhilalil Qur'an, Tafsir Al-Misbah, dan Tafsir Al-Azhar. Teknik analisis data dilakukan melalui metode analisis isi dengan tahapan identifikasi ayat, pengodean nilai, serta interpretasi makna pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Kahfi ayat 60–82 memuat nilai-nilai karakter religius yang mencakup dimensi iman (keikhlasan dan keteguhan dalam menuntut ilmu), dimensi akhlak (tawadhu’, kesantunan, dan penghormatan terhadap guru), serta dimensi syariat (ketaatan, kesabaran, dan kedisiplinan dalam proses pembelajaran). Oleh karena itu, kandungan nilai dalam QS. Al-Kahfi ayat 60–82 memiliki relevansi yang signifikan sebagai dasar normatif dalam penguatan karakter religius dan pembentukan adab peserta didik terhadap guru di tengah dinamika pendidikan modern.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BRAINSTORMING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FIQIH Septiani, Widya; Kesuma, Guntur Cahaya; Asyha, Agus Faisal
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9572

Abstract

ABSTRACT The low cognitive ability of students in Fiqh learning, particularly on the topic of bughat, remains a common issue in madrasahs. This condition is influenced by the suboptimal implementation of learning methods that encourage students’ active participation and cognitive engagement. This study is directed at describing the implementation of the brainstorming learning method in an effort to enhance students’ cognitive capacity, while also analyzing the various challenges and constraints that arise during the implementation of Fiqh instruction. This study employed a descriptive qualitative approach with a phenomenological design. The participants in this research included the Fiqh teacher, the vice principal for curriculum affairs, and Grade XI science students at MAS Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Data collection in this study was conducted through observation, interviews, documentation review, and tests to measure students’ cognitive abilities. Meanwhile, data analysis was carried out using an interactive model that includes the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, complemented by data validity testing through triangulation techniques. The results indicate that implementing the brainstorming method through the stages of orientation, analysis, hypothesis, incubation, synthesis, and verification improves students’ cognitive abilities. However, obstacles were identified, including differences in students’ levels of participation, limited instructional time, and classroom management issues. Therefore, systematic lesson planning is necessary to optimize students’ cognitive potential. ABSTRAK Rendahnya kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran Fiqih, khususnya pada materi bughat, masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai di madrasah. Kondisi ini dipengaruhi oleh kurang optimalnya penerapan metode pembelajaran yang mendorong keaktifan dan keterlibatan berpikir peserta didik. Penelitian ini diarahkan untuk menguraikan implementasi metode pembelajaran Brainstorming dalam upaya meningkatkan kapasitas kognitif peserta didik, sekaligus menganalisis berbagai tantangan dan kendala yang muncul selama pelaksanaan pembelajaran Fiqih. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini mencakup guru Fiqih, wakil kepala bidang kurikulum, serta peserta didik kelas XI IPA di MAS Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan melalui kegiatan observasi, wawancara, studi dokumentasi, serta tes untuk mengukur kemampuan kognitif peserta didik. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, serta dilengkapi dengan uji keabsahan data melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode brainstorming melalui tahapan orientasi, analisis, hipotesis, pengeraman, sintesis, dan verifikasi mampu meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik. Meskipun demikian, masih ditemukan hambatan berupa perbedaan tingkat keaktifan peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran dan mengatur kondisi kelas. Metode brainstorming terbukti efektif meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran Fiqih, sehingga perencanaan pembelajaran yang sistematis diperlukan untuk mengoptimalkan potensi kognitif mereka.
Kedudukan Hadis dan Istinbath Hukum Lembaga Bahtsul Mas’ail Nahdlatul Ulama Agus Faisal Asyha
Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Koran and Hadith as the main sources of Islamic law are limited in number, but the things that arise in life are complex and unlimited. To deal with problems that are more complicated and full of novelty, sometimes there are no specific laws in the Koran and Hadith, so ijtihad is needed for this situation. Through the Bahtsul Masail forum, Nahdlatul Ulama always actively schedule discussions about actual problems by optimally trying to solve the deadlock in Islamic law resulting from the continuous social development of society without knowing boundaries, while textually there is no basis for it in the Qur'an. and Hadith, or there is a basis for it but the expression is not clear. Therefore, the Bathsul Masail institution must have a method for carrying out ijtihad. The Legal Istinbath Methodology of the Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Institute has three method approaches arranged hierarchically, namely the qauli method approach, the ilhaqi method, and the manhaji method. However, to answer various concerns regarding the absence of an operational method of legal istinbat, and one that can represent the model of the manhaji school of thought, Nahdlatul Ulama at its 33rd Congress in 2015, through the Bahtsul Masail al-Diniyyah al-Maudu'iyyah Commission formulated a method of istinbat al-ahkam . Operationally it is structured into three methods, namely the bayani method, the qiyasi method, and the istislahi or maqasidi method.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Ali Bin Abi Thalib Dan Relevansinya Terhadap Tujuan Pendidikan Islam Waluyo Erry Wahyudi; Agus Faisal Asyha; Asti Murniasih
Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Journal Khafi : Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a literature study using a historical approach. The historical approach used in this study focuses on biographies related to the life records of Ali bin Abi Talib to find out the background of the character's life and his socio-political environment. The data collection procedure used is documentation. While the data analysis technique uses content analysis techniques. The results of this study indicate that the moral education values ​​of Ali bin Abi Talib contained in the biography of Ali bin Abi Talib by Ali Muhammad Ash-Shallabi namely Ali bin Abi Talib has broad knowledge and deep understanding of his religion, Ali bin Abi Talib was an ascetic person , humble, generous, ashamed of Allah, and fair and not favoritism. The conclusion of this study is that the moral education values ​​of Ali bin Abi Talib in the biography of Ali bin Abi Talib by Muhammad Ash-Shallabi are relevant to the goals of Islamic education. The moral education values ​​of Ali bin Abi Talib in the biography of Ali bin Abi Talib by Muhammad Ash-Shallabi have six noble morals that are in accordance with the goals of Islamic education.
KONTEKSTUALISASI KONSEP KEPEMIMPINAN KHARISMATIK DALAM ISLAM Agus Faisal Asyha
ISLAMIDA Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : STAI Darussalam Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia diciptakan Allah Swt mempunyai tujuan, salah satu tujuan penciptaan manusia adalah menjadi pemimpin dimuka bumi atau yang disebut dalam bahasa al-Qurannya (khalifah fil ard). Dalam rangka mengemban amanah yang diberikan Allah Swt tersebut maka manusia dalam menjalankan roda kepemimpinannya harus mempunyai tipe atau corak masing-masing dalam kepemimpinannya. Berbagai warna dan corak pemikiran manusia dalam satu kelompok sekala besar ataupun kecil kemudian dijadikan satu haluan dengan mengkombinasikan hasil pemikiran bersama tesebut sehingga bisa menghasilkan suatu tujuan bersama dan mencapai tujuan tersebut, itulah kepemimpinan yang bijak dengan konsep mengayomi dan berlandaskan musyawarah mufakat. Kepemimpinan karismatik adalah tentang bagaimana seorang pemimpin melakukan kegiatan komunikasi dengan cara membangkitkan rasa empati dan juga menampilkan emosi yang sangat kuat pada mereka yang ada disekitarnya. Berdasarkan beberapa pengertian kepemimpinan, tujuan dari kepemimpinan karismatik adalah untuk membuat perubahan yang positif di dalam kehidupan pemimpin tersebut. Pemimpin yang karismatik seringkali dianggap sebagai seorang orator yang sangat ahli dalam menyampaikan visinya. Kenapa? Karena seorang pemimpin yang karismatik sangat mengandalkan gaya berbahasanya yang sangat fasih, daya tariknya yang menawan, dan mampu merayu demi bisa mencapai tujuannya. Tapi, gaya kepemimpinan karismatik ini tidak hanya mengandalkan impiannya pada seluruh skill tersebut. Para pemimpin yang berkarisma juga sangat mengerti tentang pentingnya menjadi panutan yang baik agar bisa memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Untuk itu, mereka seringkali terjun langsung ke lapangan di barisan paling depan agar bisa mempromosikan visinya tersebut. Para pemimpin yang karismatik juga cenderung lebih fokus pada usahanya agar bisa mempererat ikatan sosial. Oleh karena itu, seringkali seorang pemimpin rela berkorban bersama dengan para pasukannya. Para pemimpin karismatik mempunyai peran yang sangat besar dalam membuat perubahan sosial. Di dalam dunia kerja, tujuan penerapan kepemimpinan karismatik adalah untuk memotivasi setiap karyawan agar bisa bekerja lebih produktif dan memiliki hidup yang sejahtera.
Analisis Nilai-Nilai Karakter Religius QS. Al Kahfi: 60-82 Dalam Membentuk Adab Peserta Didik Terhadap Guru di Era Pendidikan Modern Zuhrotun Nur Aini; Guntur Cahaya Kesuma; Agus Faisal Asyha
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4775

Abstract

Transformasi pendidikan di era modern membawa implikasi terhadap perubahan pola interaksi antara peserta didik dan guru, termasuk dalam aspek etika dan penghormatan. Fenomena menurunnya sikap santun serta melemahnya adab peserta didik terhadap guru menjadi persoalan yang memerlukan penguatan nilai karakter religius berbasis Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis nilai-nilai karakter religius yang terkandung dalam QS. Al-Kahfi ayat 60–82 serta relevansinya dalam membentuk adab peserta didik terhadap guru pada konteks pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa QS. Al-Kahfi ayat 60–82, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari berbagai kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti Tafsir Ibn Kathir, Tafsir Al-Maraghi, Fi Zhilalil Qur'an, Tafsir Al-Misbah, dan Tafsir Al-Azhar. Teknik analisis data dilakukan melalui metode analisis isi dengan tahapan identifikasi ayat, pengodean nilai, serta interpretasi makna pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Kahfi ayat 60–82 memuat nilai-nilai karakter religius yang mencakup dimensi iman (keikhlasan dan keteguhan dalam menuntut ilmu), dimensi akhlak (tawadhu’, kesantunan, dan penghormatan terhadap guru), serta dimensi syariat (ketaatan, kesabaran, dan kedisiplinan dalam proses pembelajaran). Oleh karena itu, kandungan nilai dalam QS. Al-Kahfi ayat 60–82 memiliki relevansi yang signifikan sebagai dasar normatif dalam penguatan karakter religius dan pembentukan adab peserta didik terhadap guru di tengah dinamika pendidikan modern.