Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Vegetation compotition and structure of the pole community in the Girimanik natural forest area Ardilla, Berliana Githa; Santhyami, Santhyami
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 10, No 1 (2025): April 2025
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v10i1.4487

Abstract

The pole is needed to increase ecological stability. This research analyzes the composition and structure of the pole community in the Girimanik Natural Forest Area, Setren Village, Slogohimo District, Wonogiri. The objective is to acquire a representative depiction of the pole community's structure and composition in this area. The research employed 25 plots, each measuring 10x10 m, covering a total area of 0.25 ha, strategically established in the region of the Girimanik Natural Forest Area. Data collection utilized the quadrat method. The findings revealed 41 species across 23 families, with a total basal area of 5.06 m². The species Schima walichii (DC.) Korth. and Quercus sundaica Rehder are the two most dominant species, exhibiting Important Value Indices of 40.41% and 37.33%, respectively. The Moraceae family encompasses the highest number of species, totaling five. The Diversity Index (H’) for pole species in the Girimanik Natural Forest Area is categorized as moderate, with an H’ value of 1. Conversely, the Dominance Index (C) is classified as high, with a value of 1.15. This study can be concluded that further research is needed to examine or find rare species of poles, so that more comprehensive conservation follow-up is needed for these rare species.
Peningkatan Literasi Keuangan Siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Program Khusus 1 Sindon melalui Kelas Literasi Keuangan berbasis Alam Sari, Dhany Efita; Suranto, Suranto; Santhyami, Santhyami; Sayekti, Ika Candra; Wahyudi, Tri Nur; Fadhilah, Risma; Putri, Listi Septiana Avita; Setianingrum, Septi; Azizah, Faritsa Syifa; Rahmania, Intan Putri
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4828

Abstract

ABSTRACT The financial literacy mentorship program, which is focused on outdoor classroom activities at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Program Khusus (MIM PK) 1 Sindon Boyolali, was initiated in response to elementary school pupils' lack of understanding of financial management. Many youngsters prioritize wants above needs and fail to understand the necessity of financial management at a young age. The program aims to improve kids' financial literacy through hands-on experiences and outdoor learning, while simultaneously raising environmental consciousness. The program employs a variety of tactics, including modeling buying and selling using toy money and veggies, sowing vegetable seeds in recycled plastic bottles, and organizing a Market Day where kids sell their produce. Students are taught the fundamentals of transactions, financial planning, and simple entrepreneurship. University students enrolled in the Accounting Education and Elementary School Teacher Education programs also mentor and assess the learning process. The program's results demonstrate that students' financial literacy improved significantly, with an average rise of 1.5 points between the pre-test and the post-test. Aside from financial literacy, kids learn the value of environmental stewardship through horticultural activities. This program successfully improves students' understanding of financial literacy while establishing environmentally conscious ideals.Keywords: financial literacy, outdoor classroom, green school, muhammadiyah elementary schoolABSTRAK Program pendampingan literasi keuangan berbasis kelas alam di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Program Khusus (MIM PK) 1 Sindon Boyolali dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar mengenai pengelolaan keuangan. Banyak siswa cenderung lebih fokus pada keinginan dibandingkan kebutuhan, serta belum memahami pentingnya mengelola keuangan sejak dini. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi keuangan siswa melalui pengalaman langsung dan pendekatan berbasis kelas alam, serta menanamkan kesadaran ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan berbagai metode, seperti simulasi jual beli menggunakan uang dan sayuran mainan, penanaman bibit sayuran di galon plastik bekas, serta Market Day yang melibatkan penjualan hasil panen. Siswa diajarkan konsep dasar transaksi, perencanaan keuangan, dan kewirausahaan sederhana. Mahasiswa dari Prodi Pendidikan Akuntansi dan PGSD juga terlibat dalam pendampingan dan evaluasi proses pembelajaran. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan literasi keuangan siswa, dengan rata-rata peningkatan skor dari pretest sebesar 1,5 poin pada posttest. Selain peningkatan literasi keuangan, siswa juga belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan bercocok tanam. Program ini berhasil memperkuat pemahaman siswa tentang literasi keuangan sekaligus menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan.Kata kunci: literasi keuangan, sekolah alam, sekolah hijau, madrasah ibtidaiyah muhammadiyah
Inovasi Pangan Sehat Puding Daun Kelor Sebagai Pencegahan Stunting Pada Balita Amelia Putri, Eris; Wardhana, Wikrama; Santhyami, Santhyami
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2926

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi dan mencegah stunting melalui pemberian makanan tambahan (PMT) puding daun kelor di Desa Demakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi melalui penyuluhan dan pemberian PMT puding daun kelor. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu tentang gizi dan manfaat daun kelor setelah mengikuti program. Selain itu, puding daun kelor diterima dengan baik oleh balita. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu dan memberikan alternatif PMT yang bergizi dan disukai anak. Penelitian ini merekomendasikan perluasan program serupa di desa lain untuk menurunkan angka stunting.
Tree Community Composition and Structure of Cacao (Theobroma cacao L.) Based Agroforestry in West Sumatera, Indonesia Santhyami, Santhyami; Basukriadi, Adi; Abdulhadi, Rochadi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 1: March 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i1.10433

Abstract

Kelimpahan Kepiting Mangrove Sebagai Keystone Species di Hutan Mangrove Cengkrong, Kabupaten Trenggalek Paringsih, Novia Citra; Aji, Alfian Chrisna; Nur Cahyono, Prastowo Fajar; Destanto, Andri; Nugroho, Joko; Santhyami, Santhyami
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i1.22951

Abstract

Biota perairan yang terdapat pada area hutan mangrove memiliki peran pada keseimbangan ekologi, salah satunya adalah kepiting. Kepiting termasuk kategori spesies kunci. Kelimpahan kepiting di ekosistem hutan mangrove, khususnya di Hutan Mangrove Cengkrong, Kabupaten Trenggalek penting untuk dilakukan karena mempengaruhi eksistensi organisme lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan kepiting mangrove sebagai Keystone species di Hutan Mangrove Cengkrong, Kabupaten Trenggalek. Penelitian dengan metode survey pada 3 (tiga) stasiun pengamatan. Pada masing-masing transek terdapat plot bujur sangkar dengan ukuran 5x5 m2. Pengambilan sampel di lapangan dengan purposive sampling. Analisis data yang digunakan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies kepiting yang teridentifikasi terdiri dari Sesarma reticulatum, Sesarma guttatum, Uca rosea, dan Cardisoma carnifex. Analisis kelimpahan kepiting yang diperoleh berkisar antara 1,32-1,84 ind/ha. Kesimpulan penelitian ini adalah kelimpahan kepiting di stasiun dua menduduki status kelimpahan tertinggi. 
Keanekaragaman Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara Di Kawasan Kota Surakarta, Jawa Tengah Roziaty, Efri; Santhyami, Santhyami; Kusumadhani, Annur Indra; Asy’ari, Muhammad Iqbal Bayu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 2: September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i2.16523

Abstract

Lichen dapat berfungsi sebagai bioindikator pencemaran udara di suatu daerah karena sifatnya yang sensitif terhadap polusi. Lichen mampu bertahan hidup di lingkungan yang ekstrim. Sensitivitas lichen terhadap pencemaran udara dapat dilihat melalui perubahan keanekaragamannya. Lichen dibedakan menjadi 4 kelompok berdasarkan bentuk thalusnya yaitu Crustose, Foliose, dan Fruticose. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keanekaragaman lichen sebagai bioindikator kualitas udara di Kawasan Kota Surakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Agustus 2021 menggunakan metode kombinasi antara teknik purposive sampling dan eksplorasi (penelusuran lokasi). Hasil penelitian lichen yang dilakukan di Kawasan Kota Surakarta, Jawa Tengah yang terdiri atas 11 titik ditemukan 12 spesies lichen yang berasal dari 7 famili yang diantaranya Lecanoraceae, Graphidaceae, Parmeliaceae, Caliciaceae, Arthoniaceae, Pyrenulaceae, dan Stereocaulaceae. Jenis lichen tersebut termasuk dalam kelompok talus foliose dan crustose. Nilai indeks keanekaragaman (H’) lichen di Kota Surakarta yaitu 1,92 dimana menunjukan tingkat keanekaragaman yang tergolong sedang. Presentase jumlah koloni lichen tertinggi pada spesies Lepraria lobificans Nyl. yaitu 38% dan terendah Parmelia sp. yaitu 0,07%.
BIODEGRADASI PLASTIK OLEH CAMPURAN BAKTERI LIPOLITIK DI DALAM KOLOM WINOGRADSKY Rahayu, Triastuti; Sidiq, Yasir; Harismah, Kun; Santhyami, Santhyami; Agustina, Putri; Haryanto, Haryanto; Tyastuti, Erma Musbita; Aurelia, Fanisha; Sabdina, Berlian Achya Putri
Berita Biologi Vol 23 No 3 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2024.5706

Abstract

Plastik menjadi masalah serius karena sangat lambat didegradasi. Oleh karena itu banyak usaha dilakukan untuk mempercepat degradasinya tetapi belum menunjukkan hasil yang signifikan. Salah satu upaya yang dicoba adalah menggunakan bakteri lipolitik. Tujuan penelitian ini adalah menguji kemampuan degradasi plastik menggunakan campuran bakteri lipolitik dalam kolom Winogradsky. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan 2 faktor perlakuan. Faktor 1; jenis plastik (P1/kresek hitam putih) dan (P2 /bungkus mie instan). Faktor 2; waktu inkubasi (W1/1,5 bulan) dan (W2/3 bulan). Plastik diuji degradasi menggunakan campuran bakteri B9 dan B28 dalam kolom Winogradsky. Data yang dianalisis berupa uji antagonisme dan identifikasi bakteri, persen pengurangan berat kering, SEM, dan FTIR. Kedua isolat tidak menunjukkan antagonisme. Isolat B9 teridentifikasi Staphylococcus saprophyticus, sedangkan B28 adalah Bacillus amyloliquifaciens. Persen pengurangan berat kering P1 lebih besar dibanding P2 sebesar 5,11 (4,91%) dan 4,99 (3,99%) masing-masing untuk 1,5 dan 3 bulan. Permukaan P2 terbentuk kerutan lebih banyak dan terdapat cekungan yang dalam di beberapa titik, sedangkan P1 masih tampak lebih halus. Hasil analisis FTIR P2 menunjukkan  munculnya spektra senyawa amina, alkane dan CO2. Campuran bakteri Staphylococcus saprophyticus dan Bacillus amyloliquifaciens mempunyai kemampuan mendegradasi plastik dalam kolom Winogradsky dan plastik 2 menunjukkan tingkat degradasi lebih lanjut dibandingkan plastik 1.
Pengembangan Keterampilan Budidaya Tanaman Hias Bagi Kelompok Wanita Tani Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Santhyami, Santhyami; Agustina, Lina; Agustina, Putri; Astuti, Rina; Kusumadani, Annur Indra; Sari, Siti Kartika
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Desember
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v6i1.531

Abstract

Ornamental plant cultivation can be widely beneficial in boosting community economic growth. The ornamental plant business is part of creative economic development and is one way to increase farmers' income towards better purchasing power. Ornamental plant cultivation is considered to have high economic potential, as it can be done on limited land with relatively small capital and a wide market. This community service activity aims to improve the skills and economic independence of members of the Berkah Tani 2 Women Farmers Group (KWT) through training and assistance in ornamental plant cultivation. The program will be implemented in May 2025 using a participatory approach (Participatory Rural Appraisal) that emphasizes active community involvement in every stage of the activity. The stages of this activity are activity preparation, activity implementation, and evaluation, where evaluation is conducted through interviews and observations after the activity is carried out. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge, as seen from their ability to explain the cultivation stages more accurately, an increase in skills, as shown by the success of most participants in practicing plant propagation and maintenance independently, and an increase in motivation, as seen from the members' initiative to increase the number of plants and start planning simple marketing. This activity is expected to become a model for sustainable horticulture-based community empowerment.
Edukasi Kesehatan Kognitif dan Senam Otak Lansia Menuju Lansia Mandiri dan Bahagia pada Ibu-Ibu Penggerak PKK Desa Mliwis, Boyolali, Jawa Tengah Rahmawati, Juwita; Yulianti, Tri; Putri, Annisa Nur Lathifah Amanda; Windarti, Septiana; Fadhilah, Arini Fadhilah; Wahyuni, Arifah Sri; Sukmawati, Anita; Indrayudha, Peni; Setyadi, Gunawan; Wulandari, Febri; Imanto, Teguh; Santhyami, Santhyami
Abdi Geomedisains Vol. 6, No. 2, December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A prevalent issue among the elderly is cognitive deterioration. Modifications in behavior and the adoption of a healthy lifestyle have been demonstrated to mitigate cognitive decline in the elderly. The objective of community service initiatives is to disseminate knowledge regarding cognitive health in the elderly and to offer brain workouts to the community, particularly targeting women who are PKK activists in Mliwis Village. This community service initiative employs an instructional methodology that incorporates PowerPoint presentations and leaflets, utilizing a one-group pre-test and post-test design. The event took place at the Posyandu Sidorejo in Mliwis Village, Boyolali. The target audience for this activity was PKK mothers in Mliwis Village, Boyolali Regency, Central Java. To measure the level of knowledge about cognitive health, a questionnaire developed by the community service team was used. This activity consisted of six stages, namely opening, pretest, education, group brain exercises, discussion, and post-test. 51 participants, comprising PKK mothers, attended this activity. The most extensive age range was 31-40 years old, with 16 (31.4%) participants, and the largest occupation was housewife, with 36 (70.6%) participants. The education and discussion activities went well. The enthusiasm of the participants also increased with the joint brain exercises. The average pretest and posttest scores were 90.26 ± 10.78 and 93.68 ± 7.50, respectively. There was a significant difference in knowledge between the pretest and post-test measurements (p = 0.034; < 0.05). It is hoped that this educational activity will help form independent and happy elderly people.
TREE COMMUNITY STRUCTURE AND ABOVEGROUND CARBON STOCK OF SACRED FOREST IN PASAMAN, WEST SUMATERA Santhyami, Santhyami
BIOTROPIA Vol. 28 No. 3 (2021): BIOTROPIA Vol. 28 No. 3 December 2021
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2021.28.3.1416

Abstract

This is an analysis of the tree community’s composition and structure of Bukit Badindiang sacred forest in Nagari Simpang, Pasaman West Sumatera. The study aims to (1) to obtain a representative account of the structure and composition of tree community of the sacred forest, (2) to estimate the Aboveground Carbon Stock (C-Stock) accumulated on it. A one-hectare plot was divided into 25 subplots of 20 m × 20 m each for tree and debris data collection. In each subplots, there would be a 5m x 5m sapling subplots and 1m x 1m seedling, understorey plant and litter subplots were nested inside. A total of 446 trees were recorded, representing 139 species from 49 families with a total basal area of 38.59 m2. The most dominant tree species was Campnosperma auriculata [Importance Value (IV) of 19.19]. The other prevalent species were Ficus benjamina (IV =16.50) and Mallotus caudatus (IV =14.78). A total of 62 species (44.6%) was considered locally rare with density of 1 tree/ha. Mallotus caudatus had the highest density (37 trees/ha) and Ficus benjamina had the highest Basal Area (BA) (5.61 m2 = 14.51% of the total). Euphorbiaceae (IV= 37.40) was the dominant family. The richest families were Euphorbiaceae (10) and Lauraceae (10). The total estimated Aboveground C-Stock was 190.62 MgC/ha, with the highest C was contributed by trees (178.85 MgC/ha or 93.8% of total). Trees with diameter class of 10 – 69.99 cm stored 62% of total tree carbon. The species richness, tree density and C-Stock of Bakit Badindiang sacred forest were relatively higher than those in several disturbed lowland forests in Sumatera.
Co-Authors Adi Basukriadi ADI BASUKRIADI Agyuni, Khurotul Aji, Alfian Chrisna Al Mubarok, Moh. Isna Alden Ganendra Madhava Priya Hardianto Alfian Chrisna Aji Alfian Chrisna Aji Alifia Zahra Nanda Hasanah Amelia Putri, Eris Aminah Asngad Andri Destanto Anggraeni Ayu Puspitaning Winhar Anggraeni, Saraswati Anita Sukmawati Annur Indra Kusumadani Annur Indra Kusumadani Ardilla, Berliana Githa Ardiyana Rahma Pertiwi Arifah Sri Wahyuni Arum Dyah Ripdiyanti Asri Khoirunisa Asy’ari, Muhammad Iqbal Bayu Aurelia, Fanisha Azizah, Faritsa Syifa Bagas Adityaradja Carissa Rahmitasari Daniar Eka Nur Fauziah Destanto, Andri Desty Sekar Prameswari Dhany Efita Sari Dian Putri Utami Difa Hasna Febriyanti Dinda Putri Purnaning Atmaji Dwi Astuti Dwi Safi’i Efri Roziaty Efri Roziaty Endah Sulistyawati Endang Setyaningsih Eriza Putri Ayu Ning Tias Eriza Putri Ayu Ning Tyas Fadhilah, Arini Fadhilah fadhilah, risma Faritsa Syifa Azizah Fauziah, Daniar Eka Nur Febrianti, Ulya Ananda Putri Feby Istifarini Fito Zuhud Abdillah Fitri Wulansari Gunawan Setyadi, Gunawan Haryanto Haryanto Ika Candra Sayekti Ima Aryani Intan Putri Rahmania Istiqomah Bekthi Utami JOKO NUGROHO Joko Nugroho Juwita Rahmawati Koesoemo Ratih Kun Harismah Larasati, Anisa Ayu Lilik Tri Rahayu Lina Agustina Listi Septiana Avita Putri M. Galih Wicaksono M. Idris M. Reisa Andika Mandarasy, Mumtaza Mufti Petala Patria Muhammad Galih Wicaksono Muhammad Iqbal Bayu Asy’ari Muhammad Reisa Andika Mutia Ayu Kusuma Novia Citra Paringsih Novia Citra Paringsih Paringsih Nur Cahyono, Prastowo Fajar Nurzahra, Vakha Yulia Paringsih, Novia Citra Peni Indrayudha Prastowo Fajar Nur Cahyono Priyambodo, Panggih Puspitasari, Eka Ayu Putri Agustina Putri Agustina Putri, Almira Rahmadani Putri, Annisa Nur Lathifah Amanda Putri, Listi Septiana Avita Rahayu Rahayu Rahmania, Intan Putri Rina Astuti Rina Astuti Risma Fadhilah Rochadi Abdulhadi Rochadi Abdulhadi Sabdina, Berlian Achya Putri Sagita, Ninit Putry Sari, Siti Kartika Septi Setianingrum Setianingrum, Septi Siti Kartika Sari Siti Kartika Sari Sudrajah Warajati Kisnawaty Suranto Suranto Suranto Suranto Swari, Azzahra Amay Ririh Tamia Salsha Novita Teguh Imanto Tita Nopiyanti Titik Suryani Tri Nur Wahyudi Tri Yulianti, Tri Triastuti Rahayu Triastuti Triastuti Tyastuti, Erma Musbita Wahyu Joko Santoso Wardhana, Wikrama Windarti, Septiana Wulandari, Febri Yasir Sidiq Zozy Aneloi Noli