Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Putih Telur Rebus Dengan Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Lestari, Eka Dewi; Evayanti, Yulistiana; Utami, Vida Wira
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 September 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i3.12217

Abstract

Background : Chicken eggs are a food that has a high protein content. Types of eggs commonly consumed by Indonesians are chicken eggs and duck eggs. It is known that albumin in eggs (ovalbumin) is mostly found in egg whites rather than yolks. Egg white of purebred chickens in every 100 grams of chicken contains an average of 12.58 grams of protein yes and about 58% of the egg weight is albumin. 7 mothers with perineal wounds, 5 mothers said they did not know that consumption of boiled egg whites can heal perineal wounds and so far they have been doing pharmacological treatment in performing perineal treatment. At BPM Wirahayu, ST.r., Keb Panjang Bandar Lampung in 2020.Method : This type of quantitative research with the design used in this study is a pre-experiment with a Quasi-Experiment approach with the experimental design used is Two Group With Pretest-Posttest. The population in this study were all post partum mothers who had perineal injuries at BPM Wirahayu, ST.r., Keb Panjang Bandar Lampung with an average number of deliveries / month reaching 45 respondents with the sample to be used was the minimum sample for each group. namely 15 for the intervention group and 15 for the control group.Results : Based on the bivariate analysis using the Paired Sample T-Test, it is known that the p-value <0.05 is 0.000, which means that there is an effect of Giving Boiled Egg White with Perineal Wound Healing in Post Partum Mothers at BPM Wirahayu, ST.r., Keb Panjang. Bandar Lampung in 2020. The results of this study are expected to be additional information for BPM, especially for mothers who give birth in determining program policies and as a driving force for health-minded development and can improve ways to treat perineal wounds, one of which is providing training on administering traditional medicine. especially about processed boiled egg whites and how to use them, so that the patient's insight and knowledge increases Keywords: Egg White Boil & Perineal Wound Healing ABSTRAK Latar Belakang : Telur ayam adalah salah satu bahan pangan yang mempunyai kandungan protein tinggi. Jenis telur yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia ketersediaannya.Diketahui albumin pada telur (ovalbumin) paling banyak terdapat pada putih telurnya daripada kuningnya. Putih telur ayam ras dalam setiap 100 gram ayam mengandung rata-rata 12,58 gram protein ya dan sekitar 58% dari berat telur merupakan albumin , Berdasarkan data wawancara kepada 10 ibu post partum, terdapat 7 ibu yang mengalami luka perineum, setelah dilakukan wawancara kepada 7 ibu yang mengalami luka perineum, 5 ibu mengatakan tidak mengetahui bahwa konsumsi rebusan putih telur dapat menyembuhkan luka perineum dan selama ini mereka melakukan pengobatan secara farmakologi dalam melakukan pengobatan perineumTujuan penelitian ini adalah diketahui Pengaruh Pemberian Putih Telur Rebus Dengan Peyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Di BPM Wirahayu, ST.r.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pra Eksperimen dengan pendekatan Quasi Experiment dengan rancangan eksperimen yang digunakan adalah Two Group With Pretes-Posttes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang mengalami luka Perineum Di BPM Wirahayu, ST.r.,Keb Panjang Bandar Lampung dengan jumlah rata-rata peralinan/bulan mencapai 45 responden dengan sampel yang akan digunakan adalah sampel minimum untuk masing-masing kelompok yaitu 15 untuk kelompok intervensi dan 15 untuk kelompok control. Hasil : Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test, diketahui nilai p-value < 0,05 yaitu 0,000 yang artinya ada Pengaruh Pemberian Putih Telur Rebus Dengan Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Di BPM Wirahayu, ST.r.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020. Hasil penelitian ini diharapkan agar dapat menjadi tambahan informasi bagi BPM khususnya pada ibu yang melakukan persalinan dalam menentukan kebijakan-kebijakan program dan sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan serta dapat meningkatkan cara mengatasi luka perineum, salah satunya memberikan pelatihan tentang pemberian obat tradisional khususnya tentang olahan putih telur rebus dan cara pemakaian, sehingga wawasan dan pengetahuan para pasien menjadi meningkat Kata Kunci : Rebusan Putih Telur & Penyembuhan Luka Perineum 
Perbedaan Efektivitas Masase Kutaneus Dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Anggraeni, Dini; Lathifah, Neneng Siti; Farich, Achmad; Utami, Vida Wira
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3,September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i3.8415

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a pain during period, the prevalence of women who get dysmenorrhea in Indonesia about 55%. The prevalence of dysmenorrhea reaches 59.7%. Of those who complain the pain, 12% severe, 37% medium, and 49% mild. Pain reduction therapy could be done by Cutaneous Massage and Lavender Aromatherapy. Pourpuse: To know the differences of cutaneous massage and lavender aromatherapy on dysmenorrhea in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020. Methods: Quantitative research type with Quasy Experiment research design. The population was 168 with 30 people as purposive sampling technique. Divided into two groups, consist of 15 respondents of cutaneous massage and 15 respondents of lavender aromatherapy. Collecting data used observation sheet. Univariate and bivariate (t-test) data analysis. Result: The research result was known that the average of dysmenorrhea before given cutaneous massage was 5.5, after given cutaneous massage was 2.93, after given lavender aromatherapy in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020 was 5.53 after given lavender aromatherapy was 3.47. Conclusion: There were differences of cutaneous massage and lavender aromatherapy on dysmenorrhea in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020, p-value 0.038 with the difference as much as 0.533. Suggestion: The suggestion is to be able to give special attention for the students who are on period, such as reminding them to do pain reduction therapy. Keywords : Cutaneous Massage,Dysmenorrhea Pain, Lavender Aromatherapy, ABSTRAK Latar Belakang: Dismenorea adalah nyeri sewaktu haid, Prevalensi wanita yang mengalami dismenorea di Indonesia diperkirakan 55%. Prevalensi dismenorea mencapai 59,7%. Dari mereka yang mengeluh nyeri, 12% berat, 37% sedang, dan 49% ringan. Terapi pengurangan rasa nyeri dapat dilakukan dengan masase kutaneus dan aroma terapi lavender. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas masase kutaneus dan aroma terapi lavender terhadap dismenorea pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimen. Populasi sebanyak 168 dengan sampel sebanyak 30 orang teknik sampling purposive sampling yang dibagi menjadi dua kelompok, terdiri dari 15 responden kelompok masase kutaneus dan 15 orang kelompok aroma terapi lavender. Pengumpulan data dengan lembar observasi. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Hasil: Hasil penelitian diketahui rata-rata nyeri dismenorea sebelum diberikan masase kutaneus adalah 5,5, setelah diberikan masase kutaneus adalah 2,93, sebelum diberikan aroma terapi lavender Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020 adalah 5,53 sesudah diberikan aroma terapi lavender adalah 3,47. Terdapat perbedaan Efektivitas Masase kutaneus dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020, p-value 0,038 dengan perbedaan sebesar 0,533. Kesimpulan: Terdapat perbedaan Efektivitas Masase kutaneus dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020, p-value 0,038, dimana masase kutaneus lebih efektiv dari aromaterapi lavender terhadap dismenorea. Saran: Diharapkan dapat perhatian khusus bagi siswi yang sedang haid, seperti mengingatkan untuk melakukan terapi pengurangan nyeri. Kata Kunci : Aroma Terapi Lavender, ,Nyeri Dismenorea, Masase Kutaneus
Usia Ibu Dan Paritas Dengan Kejadian Persalinan Prematur Marcella, Fanna; Anggraini, Anggraini; Isnaini, Nurul; Utami, Vida Wira
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8625

Abstract

Background: Preterm labor is the main cause of high perinatal mortality. Globally, prematur events range from 10% to 30%. Data in Indonesia in 2018 states that the number of preterm births in Indonesia reaches 29.5%. Whereas in Lampung Province in 2018 there were 24.8%. Data in Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province, in 2018, there were 124 cases of preterm labor (8.7%) from 1,414 deliveries and increased in 2019, to 141 cases of preterm labor (9.8%) from 1,425 deliveries.Purpose: This research is to find the correation between age and parity to preterm labor in Abdul Moeloek Bandar Lampung Hospital in 2019.Methods: This type of research is quantitative. Analytical survey design with cross sectional time approach. The population in this study was maternity in the Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung in 2019, with 1,425 deliveries with a total sample of 126 people, when the research was conducted on March 4, 2020 to April 4, 2020, and the sampling technique used was simple random sampling. Statistical test using the chi-square test.Results: Univariate analysis obtained by the incidence of preterm labor as many as 42 people (33.3%). Most respondents had no-risk age, which was 88 people (69.8%), and risk parity, which was 64 people (50.8%). Bivariate analysis obtained a relationship between age (p-value = 0.005, and OR = 3.333) and parity (p-value = 0.000, and OR = 6.269), with prematur events.For this reason, it is necessary to improve health education for women of childbearing age regarding the impact of preterm labor and the importance of performing complete antenatal care.Conslusion: There is a relationship between age and preterm delivery at H. Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province in 2019 (p-value = 0.005, and OR = 3.333) and there is a relationship between parity and preterm delivery at H. Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province in 2019 (p- value = 0,000, and OR = 6,269).Suggestion Pregnant women can find information about preterm labor and the factors that influence it, including age and parity by reading books, attending health education, taking regular classes for pregnant women, or by providing information using the Checklist so that pregnant women will be motivated to reduce risk of preterm labor by limiting delivery to ages that are not at risk and also not delivering at high parity. Keywords: Age,Parity,Prematur ABSTRAK Latar Belakang: Persalinan prematur menjadi penyebab utama tingginya angka kematian perinatal. Secara global angka kejadian prematur berkisar antara 10% s.d 30%. Data di Indonesia tahun 2018 menyebutkan bahwa angka kejadian kelahiran preterm di Indonesia mencapai 29,5%. Sedangkan di Provinsi Lampung tahun 2018 sebanyak 24,8%. Data di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, pada tahun 2018, terdapat 124 kasus persalinan prematur (8,7%) dari 1.414 persalinan dan meningkat pada tahun 2019, menjadi 141 kasus persalinan prematur (9,8%) dari 1.425 persalinan.Tujuan:  Diketahui hubungan antara usia dan paritas terhadap persalinan prematur di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2019.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan survey analitik dengan pendekatan waktu adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di Rumah Sakit Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada tahun 2019, dengan jumlah 1.425 persalinan dengan jumlah sampel sebanyak 126 orang, waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 04 Maret 2020 sampai dengan 04 April 2020, dan teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Uji stastistik menggunakan uji chi-square.Hasil: Analisis univariat diperoleh distribusi frekuensi pesalinan prematur sebanyak 42 orang (33,3%), Sebagian besar responden memiliki usia tidak beresiko, yaitu 88 orang (69,8%), Paritas beresiko, yaitu sebanyak 64 orang (50,8%). Analisa bivariat diperoleh hubungan usia (p-value 0,005, dan OR=3,333) dan paritas (p-value 0,000 dan OR=6,269), dengan kejadian prematur.Kesimpulan: Ada hubungan antara usia dengan persalinan prematur di RSUD H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2019 (p-value = 0,005, dan OR=3,333) dan ada hubungan antara paritas dengan persalinan prematur di RSUD H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2019 (p-value = 0,000, dan OR=6,269).Saran ibu hamil dapat mencari informasi tentang persalinan prematur dan faktor yang mempengaruhinya termasuk usia dan paritas dengan cara membaca buku-buku, mengikuti penyuluhan kesehatan, ikut dalam kelas ibu hamil secara rutin, atau dengan memberikan informasi dengan menggunakan Daftar Tilik sehingga ibu hamil akan termotivasi untuk mengurangi risiko persalinan prematur dengan membatasi melahirkan pada usia yang tidak berisiko dan juga tidak melahirkan pada paritas yang tinggi. Kata Kunci: Usia, Paritas, Prematur
PEMBERIAN PUTIH TELUR REBUS DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM Lestari, Eka Dewi; Evayanti, Yulistiana; Utami, Vida Wira
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.3344

Abstract

Background : Chicken eggs are a food that has a high protein content. Types of eggs commonly consumed by Indonesians are chicken eggs and duck eggs. It is known that albumin in eggs (ovalbumin) is mostly found in egg whites rather than yolks. Egg white of purebred chickens in every 100 grams of chicken contains an average of 12.58 grams of protein yes and about 58% of the egg weight is albumin. 7 mothers with perineal wounds, 5 mothers said they did not know that consumption of boiled egg whites can heal perineal wounds and so far they have been doing pharmacological treatment in performing perineal treatment. At BPM Wirahayu, ST.r., Keb Panjang Bandar Lampung in 2020.Method : This type of quantitative research with the design used in this study is a pre-experiment with a Quasi-Experiment approach with the experimental design used is Two Group With Pretest-Posttest. The population in this study were all post partum mothers who had perineal injuries at BPM Wirahayu, ST.r., Keb Panjang Bandar Lampung with an average number of deliveries / month reaching 45 respondents with the sample to be used was the minimum sample for each group. namely 15 for the intervention group and 15 for the control group.Results : Based on the bivariate analysis using the Paired Sample T-Test, it is known that the p-value <0.05 is 0.000, which means that there is an effect of Giving Boiled Egg White with Perineal Wound Healing in Post Partum Mothers at BPM Wirahayu, ST.r., Keb Panjang. Bandar Lampung in 2020. The results of this study are expected to be additional information for BPM, especially for mothers who give birth in determining program policies and as a driving force for health-minded development and can improve ways to treat perineal wounds, one of which is providing training on administering traditional medicine. especially about processed boiled egg whites and how to use them, so that the patient's insight and knowledge increasesThe conclusion is that there is an effect of giving boiled egg whites with perineal wound healingSuggestions for respondents to be able to use boiled egg whites as an alternative in healing perineal wounds Keywords: Egg White Boil & Perineal Wound Healing ABSTRAK Latar Belakang : Telur ayam adalah salah satu bahan pangan yang mempunyai kandungan protein tinggi. Jenis telur yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia ketersediaannya. Dapat diketahui albumin pada telur (ovalbumin) paling banyak terdapat pada putih telurnya daripada kuningnya. Putih telur ayam ras dalam setiap 100 gram ayam mengandung rata-rata 12,58 gram protein ya dan sekitar 58% dari berat telur merupakan albumin , Berdasarkan data wawancara kepada 10 ibu post partum, terdapat 7 ibu yang mengalami luka perineum, setelah dilakukan wawancara kepada 7 ibu yang mengalami luka perineum, 5 ibu mengatakan tidak mengetahui bahwa konsumsi rebusan putih telur dapat menyembuhkan luka perineum dan selama ini mereka melakukan pengobatan secara farmakologi dalam melakukan pengobatan perineumTujuan penelitian ini adalah diketahui Pengaruh Pemberian Putih Telur Rebus Dengan Peyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Di BPM Wirahayu, ST.r.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020.Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pra Eksperimen dengan pendekatan Quasi Experiment dengan rancangan eksperimen yang digunakan adalah Two Group With Pretes-Posttes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang mengalami luka Perineum Di BPM Wirahayu, ST.r.,Keb Panjang Bandar Lampung dengan jumlah rata-rata peralinan/bulan mencapai 45 responden dengan sampel yang akan digunakan adalah sampel minimum untuk masing-masing kelompok yaitu 15 untuk kelompok intervensi dan 15 untuk kelompok control.Hasil : Berdasarkan analisis bivariat dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test, diketahui nilai p-value < 0,05 yaitu 0,000 yang artinya ada pengaruh pemberian putih telur rebus dengan penyembuhan luka perineum pada ibu post partum di BPM Wirahayu, ST.r.,Keb Panjang Bandar Lampung Tahun 2020. Hasil penelitian ini diharapkan agar dapat menjadi tambahan informasi bagi BPM khususnya pada ibu yang melakukan persalinan dalam menentukan kebijakan-kebijakan program dan sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan serta dapat meningkatkan cara mengatasi luka perineum, salah satunya memberikan pelatihan tentang pemberian obat tradisional khususnya tentang olahan putih telur rebus dan cara pemakaian, sehingga wawasan dan pengetahuan para pasien menjadi meningkatKesimpulan ada Pengaruh Pemberian Putih Telur Rebus Dengan Penyembuhan Luka PerineumSaran responden mampu memanfaatkan rebusan putih telur sebagai alternative dalam menyembukan luka perineum Kata Kunci : Rebusan Putih Telur & Penyembuhan Luka Perineum 
Pengaruh Pemberian Biskuit Ubi Ungu Dan Biskuit (PMT) Terhadap Penambahan Lingkar Lengan Atas Ibu Hamil KEK Marisa, Walidatun; Sunarsih, Sunarsih; Utami, Vida Wira
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.5062

Abstract

Background: Nutritional problems experienced by pregnant women in Indonesia are chronic energy deficiency (CED). Pregnant women who experience CED will be able to cause babies born with low birth weight, prematurity, miscarriage, difficult labor, post partum bleeding and congenital defects. Avoiding that matters, additional nutrition for pregnant women is given in the form of additional food. Additional food is given to pregnant women to increase their daily nutritional needs. One of the foods that contain carbohydrates source which is quite important in our food security is sweet potato. The purpose: the study was to determine the effect of giving purple sweet potato with the nutritional status in the third trimester of pregnant women in the working area of Tri Karya Mulya Health Center Mesuji Regency in 2021.Methods: This research type is quantitative with a Quasi-experimental research design. The population/subjects taken in this research were pregnant women in the third trimester. The research was planned in the Working Area of Tri Karya Mulya Public Health Center, Mesuji Regency in 2021, the object of this research was the giving of purple sweet potato with the nutritional status of pregnant women. It was held in March - April 2021. The data collection used observation sheets. The data analysis was univariate and bivariate (t-test).The results: showed that the nutritional status before being given PMT + purple sweet potato was 20.6 cm and after being given PMT + sweet potato was 22.0 cm. The nutritional status before being given PMT was 20.1 cm and after being given PMT was 20.8 cm. Conclusion: There is an effect of giving purple sweet potato with the nutritional status of pregnant women TM II in the Work Area of the Tri Karya Mulya Public Health Center, Mesuji Regency in 2021 with a value (P value = 0.000). Suggestions: for health workers, especially midwives, to be able to increase activities based on local wisdom by planting sweet potatoes in every yard at home Keywords : Purple Sweet Potatoes and Nutritional Status of Pregnant Women ABSTRAK Latar Belakang: Masalah gizi yang dialami ibu hamil di Indonesia adalah kekurangan energi kronis (KEK). Ibu hamil yang mengalami KEK akan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, prematuritas, keguguran, persalinan sulit, perdarahan post partum dan cacat bawaan. Untuk menghindarinya maka diberikan tambahan gizi bagi ibu hamil berupa makanan tambahan. Salah satu makanan yang mengandung sumber karbohidrat adalah ubi jalar.Tujuan penelitian: diketahui pengaruh pemberian ubi jalar ungu dengan status gizi ibu hamil TM II Di Wilayah Kerja UPT  Puskesmas Tri Karya Mulya Kabupaten Mesuji tahun 2021.Metode: Jenis penelitian kuantitatif desain penelitian Quasi eksperimen. Populasi adalah ibu hamil TM II di Wilayah Kerja UPT  Puskesmas Tri Karya Mulya Kabupaten Mesuji, sebanyak 48 ibu hamil  KEK, dengan jumlah sampel 30 yang dibagi menjadi 2 kelompok. Telah dilaksanakan pada bulan Maret - April  2021. Objek dalam penelitian ini adalah pemberian ubi jalar ungu dan status gizi ibu hamil.  Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji t).Hasil penelitian: diketahui status gizi sebelum diberikan PMT + ubi jalar ungu adalah 20,6 cm dan setelah diberikan PMT + Ubi jalar adalah 22,0 cm.status gizi sebelum diberikan PMT adalah 20,1 cm dan  setelah diberikan PMT adalah 20,8 cm.Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian ubi jalar ungu dengan status gizi ibu hamil TM II Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tri Karya Mulya Kabupaten Mesuji Tahun 2021dengan nilai (P value = 0,000).Saran: bagi tenaga kesehatan khususnya bidan untuk dapat meningkatkan kegiatan berbasis kearifan lokal dengan menanam ubi jalar di setiap perkarangan di rumah. Kata Kunci : Ubi jalar Ungu dan Status Gizi Ibu Hamil
Pemberian Buah Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Lathifah, Neneng Siti; Utami, Vida Wira
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 nomor 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i1.3391

Abstract

Background The incidence of anemia is a problem most commonly found in young women. Based on the health profile of Lampung Selatan district in 2018, the prevalence of anemia in South Lampung in 2018, as much as 27.9% anemia in young women, in Rangai Tritunggal Village itself in 2018 there were 16 girls who had anemia.Purpose To determine the effect of giving dates to increase hemoglobin levels in anemic adolescent girls in Rangai Tritunggal Keacamatan Katibung Village, South Lampung Regency in 2020.Methods In this study, using a Quasy Experimental research type with a Pre-Post Test With Control design approach. Sampling using purposive sampling. The sample consisted of 22 people, 11 people for the treatment group and 11 people for the control group. Data analysis using paired t-test.Result Based on the results of the study, the difference in the average increase in Hb levels between the pre-test and post-test, in the experimental group was -1.3273gr / dl, was greater than the difference in the average increase in Hb levels in the control group, namely 0.2818gr / dl. using the Paired t-test statistical test showed the value of Sig. (2-tailed) 0.000 <0.05 means that there is an effect of giving dates on an increase in hemoglobin levels in young women with anemia in Rangai Tritunggal Village, South Lampung Regency in 2020.Conclusion There is an effect of giving dates on an increase in hemoglobin levels in anemic adolescent girls in Rangai Tritunggal village. Katibung Sub-district, South Lampung Regency in 2020.Suggestion can be used as input, evaluation and consideration to formulate or create new policies or programs in an effort to improve quality services for young women Keywords              : Anemia, Hemoglobin,  Palms , Teenagers ABSTRAK Latar Belakang Kejadian anemia merupakan masalah yang paling banyak ditemukan  pada remaja putri. Berdasarkan  profil  kesehatan  kabupaten lampung selatan tahun 2018, prevalensi anemia di Lampung selatan pada Tahun 2018,sebanyak  27,9% anemia pada remaja putri, di Desa Rangai Tritunggal sendiri pada tahun 2018 sebanyak 16 remaja putri yang mengalami anemia. Tujuan Untuk mengetahui pengaruh pemberian buah kurma terhadap peningkatan kadar Haemoglobin pada remaja putri anemia di Desa Rangai Tritunggal Keacamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020.Metode Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasy Eksperimental dengan pendekatan Pre-Post Test With Control desain. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel berjumlah 22 orang 11 orang untuk kelompok perlakuan dan 11 orang untuk kelompok kontrol.  Analisa data dengan menggunakan uji paired t-test.Hasil Berdasarkan hasil penelitian selisih rata-rata peningkatan kadar Hb antara pre-test dan post-test, pada kelompok eksperimen yaitu -1,3273gr/dl lebih besar daripada selisih rata-rata peningkatan kadar Hb pada kelompok kontrol yaitu 0.2818gr/dl.Hasil penelitian menggunakan uji statistic Paired t-test  menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05 artinya  ada pengaruh pemberian buah  kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin  pada Remaja Putri Anemia di Desa Rangai Tritunggal Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020.Kesimpulan              Ada pengaruh pemberian buah kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia di desa Rangai Tritunggal Kecamatn Katibung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020.Saran dapat digunakan sebagai bahan masukan, evaluasi dan pertimbangan untuk menyusun atau membuat kebijakan atau program baru dalam upaya peningkatan pelayanan pada remaja putri yang berkualitas Kata Kunci : Anemia, Buah Kurma ,Hemoglobin, Remaja
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Skrining Serologi Infeksi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Marlinda, Marlinda; Kurniasari, Devi; Evayanti, Yulistiana; Utami, Vida Wira
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 4 (2024): Volume 4, Nomor 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i4.18405

Abstract

The World Healt Organitation (WHO) estimates that as many as 37 million births in the Southeast Asian region each year, while the total maternal and newborn deaths in this region are estimated at 170 and 1.3 million per year. AKI related to pregnancy, childbirth and childbirth was 305 per 100,000 live births. To find out the factors related to the serological screening behavior of maternal infections in pregnant women at the Karang Anyar Health Center in South Lampung Regency in 2019.Type of quantitative research, analytical research design and cross sectional approach. The population of all pregnant women was 42 people and a sample of 42 people with purposive sampling technique. Data collection uses questionnaire sheets and observations and statistical tests used Chi-Square statistical tests.There is a correlation between knowledge and serological screening behavior, obtained p-value (0,000 <α 0,05). OR: 19.00. There is a relationship between attitude and serological screening behavior, obtained p-value (0.006 <α 0.05). OR: 7,933. There is a relationship between health worker support and serological screening behavior, obtained by p-value (0,000 <α 0,05). OR: 30,600.There is a relationship between knowledge, attitudes and support of health workers by serological screening of maternal infections. It is necessary for pregnant women to increase their knowledge so that they understand more about the knowledge of the dangers of infection in mothers by routinely appreciating health education activities carried out by health workers. Keywords : Behavior Screening Maternal Infection, Knowledge, Attitude, Health Officer Support ABSTRAK World Healt Organitation (WHO) memperkirakan, sebanyak 37 juta kelahiran dikawasan Asia Tenggara setiap tahun, sementara total kematian ibu dan bayi baru lahir dikawasan ini diperkirakan 170 dan 1,3 juta pertahun. AKI yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku skrining serologi infeksi maternal pada ibu hamil di Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian analitik dan pendekatan  cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil sebanyak 42 orang dan sampel sebanyak 42 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan observasi dan Uji statistik yang digunakan uji statistik Chi-Square.Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku skrining serologi, diperoleh p- value (0,000 <α 0,05). OR: 19,00. Ada hubungan sikap dengan perilaku skrining serologi, diperoleh p-value (0,006 <α 0,05). OR: 7,933. Ada hubungan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku skrining serologi, diperoleh p-value (0,000 <α 0,05). OR: 30,600. Ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku skrining serologi infeksi maternal. Disarankan ibu hamil meningkatkan pengetahuan agar lebih mengetahui tentang pengetahuan akan bahaya infeksi maternal pada kehamilan dengan cara rutin berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan atau pendidikan kesehatan yang dilakukan petugas kesehatan. Kata Kunci : Perilaku Skrining Serologi Infeksi Maternal, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Petugas Kesehatan 
PENGARUH KONSUMSI MINUMAN JAHE TERHADAP MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER Amran, Rovita; Isnaini, Nurul; Utami, Vida Wira; Yantina, Yuli
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5224

Abstract

Background Nausea, vomiting in pregnancy is generally called emesis gravidarum, experienced by around 70-80% of pregnant women and is a phenomenon that often occurs at 5-12 weeks of gestation. The feeling of nausea in early pregnancy can be reduced by using complementary therapies such as herbs or traditional herbs that are easily obtained such as ginger. A survey conducted in January 2019 by looking at the book visit of Pregnant Women There were 231 Pregnant Trimester I Pregnant Women, and 187 people who had emesis gravidarum (81%). The purpose of this study is to find out the effect of ginger drink on vomiting nausea in first trimester pregnant women at UPT Puskesmas Kupang Kota Kecamatan Teluk Betung Utara Bandar Lampung City in 2019.This type of research is quantitative, the research design used in this study is OnemGroup Pretest-Postest Design. The population in this study were all pregnant women who experienced nausea and vomiting as many as 187 respondents. Sample 32 people, the sampling technique used was purposive sampling. Data collection using the Rhodes Index Scale sheet and data analysis used was the T-dependent test.The results of the study revealed that the average value of nausea and vomiting before consumption of 17,718 ginger drinks and a standard deviation of 1,954. The average value of Nausea and vomiting after consumption of 6,843 ginger drinks and a standard deviation of 1,297. Conclusion Effect of Ginger Drink Consumption on Nausea and Vomiting in TM I pregnant women (p value 0,000 <0.05). Suggestions For pregnant women to be able to take advantage of herbal plants such as ginger in dealing with nausea, vomiting Keywords: Nausea Vomiting, Ginger Drink ABSTRAK  Latar Belakang Mual muntah pada kehamilan umumnya disebut emesis gravidarum, dialami sekitar 70-80% wanita hamil dan merupakan fenomena yang sering terjadi pada umur kehamilan 5-12 minggu. Rasa mual  pada awal kehamilan dapat di kurangi dengan menggunakan terapi komplementer antara lain dengan tanaman herbal atau tradisional yang mudah di dapatkan  seperti  jahe.  Survey yang lakukan pada januari Tahun 2019 dengan melihat buku  kunjungan Ibu Hamil Terdapat  Ibu Hamil Trimester I sebanyak 231 ibu hamil, dan yang mengalami emesis gravidarum sebanyak  187 orang (81%).Tujuan penelitian adalah Diketahui  Pengaruh Minuman  Jahe  Terhadap Mual Muntah pada ibu hamil trimester I di UPT Puskesmas Kupang Kota Kecamatan Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung Tahun 2019.Metode Penelitian jenis  kuantitatif, Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami mual muntah  sebanyak 187 responden. Sampel 32 orang,  Teknik sampling yang di gunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar Skala Indeks Rhodes dan analisa data yang digunakan adalah uji T-dependent.Hasil penelitian diketahui Nilai rata-rata Mual muntah sebelum Konsumsi Minuman Jahe 17.718 dan standar deviasi 1.954. Nilai rata-rata Mual muntah Setelah konsumsi minuman jahe 6.843 dan standar deviasi 1.297.Kesimpulan Ada Pengaruh Pemberian Konsumsi minuman jahe terhadap mual muntah pada ibu hamil TM I (p value 0,000 < 0,05).Saran Bagi ibu hamil dapat agar dapat memanfaatkan tumbuhan herbal seperti jahe dalam mengatasi mual muntah. Kata Kunci : Mual Muntah, Minuman Jahe
KOMPRES HANGAT BERPENGARUH TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN Effendy, Dhea Alaeyda; Utami, Vida Wira; Maternity, Dainty; Sunarsih, Sunarsih
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5169

Abstract

Background In Indonesia in 2008 there were 373,000,000 pregnant women, and 107,000,000 (28.7%) experienced anxiety in the face of childbirth. Another study stated that pregnant women in facing labor experienced severe anxiety as much as 47.7%, moderate anxiety as much as 16.9% and mild anxiety as much as 35.4%. Some non-pharmacological techniques that can increase comfort in dealing with the labor process are relaxation and guided imagination, distraction, music, cutaneous stimulation which includes massage, deepback massage,warm/cold compresses, herbal tens.The purpose of this study is to know the effect of warm compresses on labor pain in the active phase of the first stage of childbirth in BPM Melita Sari, S.ST, North Sungkai District, North Lampung Regency in 2021. Methods This type of research is quantitative, the research design uses an experiment with a one group pretest-posttest design approach. The population and sample in this study were mothers who gave birth at BPM Melita Sari, S.St. North Sungkai District, North Lampung Regency with an average monthly visit of 32 mothers who gave birth. Purposive sampling technique, research using univariate analysis and bivariate independent t-test. Result The average active phase I pain in childbirth who was given the warm compress technique with a mean pretest value of 8.33 and a mean post-test of 6.33, which means that the active phase I labor pain in childbirth experienced a decrease. The average pain that was not given a warm compress technique with a mean pretest value of 8.73 and a mean post-test of 8.27, which means that the active phase I labor pain in labor experienced a decrease but was not significant and remained constant in the severe pain category. The difference in labor pain in the first stage of the active phase in maternity mothers who were given warm compresses and the control group, by looking at the mean pretest value of warm compresses of 8.33 and the mean of 8.73 in the control group.Conclusion the mean post-test for the warm compress group was 6.33 and the mean for the control group was 8.27. p-value = 0.000 <0.05 which means that there is an effect of warm compresses on labor pain in the first stage of the active phase in mothers giving birth at BPM Melita Sari, S.ST, North Sungkai District, North Lampung Regency in 2021.Suggestion  input for clients in order to know how to divert pain, pain can be eliminated without having to use medical drugs (Pharmacology) pain can be reduced by several kinds of complementary therapies such as warm compresses. Keywords : Warm Compress, Labor Pain, Stage I Active Phase  ABSTRAK  Latar Belakang di Indonesia pada tahun 2008 terdapat 373.000.000 ibu hamil, dan yang mengalami kecemasan dalam menghadapi proses persalinan ada sebanyak 107.000.000 (28,7%). Penelitian lain menyebutkan bahwa ibu hamil dalam menghadapi persalinan mengalami kecemasan berat sebanyak 47,7%, kecemasan sedang sebanyak 16,9% dan kecemasan ringan sebanyak 35,4%. Beberapa teknik non farmakologi yang dapat meningkatkan kenyamanan dalam menghadapi proses persalinan yakni relaksasi dan imajinasi terpimpin, distraksi , musik, stimulasi kutaneus yang meliputi, masase, deepback massage, kompres hangat/ dingin, tens herbal.Tujuan penlitian ini diketahui pengaruh kompres hangat terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di BPM Melita Sari, S.ST Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021. Metode Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian menggunkan eksperimen dengan pendekatan pretes postes with control group design, Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di BPM Melita Sari, S.St Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara dengan rata-rata kunjungan perbulan sebanyak 32 ibu bersalin., teknik sampling purposive sampling, penelitian menggunakan analisa univariat dan bivariat t-tesindepdnen. Hasil Rata-rata nyeri kala I fase aktif pada ibu bersalin yang diberi teknik kompres hangat dengan nilai mean pretes 8,33 dan mean postes 6,33 yang artinya nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin mengalami penurunan. Rata-rata nyeri yang tidak diberi teknik kompres hangat dengan nilai mean pretes 8,73 dan mean postes 8,27 yang artinya nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin mengalami penurunan akan tetapi tidak signifikan dan tetap konstan pada kategori nyeri berat. Perbedaan nyeri persalinan pada kala I fase aktif pada ibu bersalin yang diberi kompres hangat dan kelompok kontrol, dengan melihat nilai mean pretes kompres hangat sebesar 8,33 dan mean pada kelompok kontrol 8,73.Kesimpulan mean postes kelompok kompres hangat sebesar 6,33 dan mean pada kelompok kontrol 8,27. p-value = 0.000<0.05 yang artinya terdapat pengaruh kompres hangat terhadap nyeri persalinan pada kala I fase aktif pada ibu bersalin di BPM Melita Sari, S.ST Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021.Saran  masukan bagi klien agar dapat mengetahui bagaimana cara mengalihkan nyeri, nyeri dapat dihilangkan tanpa harus menggunakan obat secara medis (Farmakologi) nyeri dapat dikurangi dengan beberapa macam terapi komplementer seperti kompres hangat. Kata Kunci          : Kompres Hangat, Nyeri Persalinan, Kala I ase Aktif
Factors Influencing Early Complementary Feeding (ECF) Among Infants Aged 6-12 Months At Independent Midwifery Practice (IMP) Dian Mustika, Natar Sub-District, South Lampung Regency Aniati, Aniati; Utami, Vida Wira; Rosmiyati, Rosmiyati; Iqmi, Ledy Oktaviani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.11760

Abstract

 Latar belakang : Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di dunia masih rendah. Rata- rata pemberian ASI eksklusif di dunia berkisar 38%, di Indonesian tahun 2021 sebesar 56,9%, di Provinsi Lampung yaitu 73,6%, di Kabupaten Lampung Selatan yaitu 57,5%, sedangkan di Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan sebesar 48,6%. PMB Dian Mustika merupakan salah satu PMB di wilayah kerja Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan, dimana di PMB tersebut paling sering dijumpai bayi usia 0-6 bulan yang telah diberikan MP-ASI dini. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dini pada bayi usia 6-12 bulan di PMB Dian Mustika Tahun 2023”.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan yang berkunjung di PMB Dian Mustika, dengan jumlah sampel sebanyak 63 orang, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji stastistik menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian : Diperoleh.terdapat hubungan pengetahuan (p-value = 0,000 dan OR= 8,286), pendidikan (p-value = 0,001 dan OR = 7,043), sosial budaya (p-value = 0,002 dan OR= 6,494), peran petugas kesehatan (p-value = 0,002 dan OR= 6,494) dengan pemberian MP-ASI dini. Untuk itu diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat terutama ibu yang memiliki bayi dibawah usia 6 bulan tentang resiko pemberian MP-ASI dini pada bayi melalui penyuluhan kesehatan saat kegiatan posyandu.Saran : Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat terutama ibu yang memiliki bayi dibawah usia 6 bulan tentang resiko pemberian MP-ASI dini pada bayi melalui penyuluhan kesehatan saat kegiatan posyandu. Kata Kunci : faktor MP-ASI dini, pengetahuan, pendidikan, sosial budaya, peran petugas kesehatan ABSTRACT Background: Exclusive Breastfeeding (EBF) rates worldwide remain low. The global average for exclusive breastfeeding is around 38%, 56.9% in Indonesia in 2021, 73.6% in Lampung Province, 57.5% in South Lampung Regency, and 48.6% in Natar Primary Health Care (“Puskesmas”), South Lampung Regency. IMP Dian Mustika is one of the Independent Midwifery Practices (IMPs) in the working area of Natar Community Health Center, South Lampung Regency, where infants aged 0-6 months who have been introduced to early complementary feeding (ECF) are frequently encountered. Therefore, the aim of this study is to identify the factors influencing early complementary feeding (ECF) in infants aged 6-12 months at IMP Dian Mustika in 2023.Research Method: This study employed a quantitative approach with an analytic survey design and cross-sectional time frame. The population includes all mothers with infants aged 6-12 months visiting IMP Dian Mustika, with a sample size of 63 individuals using total sampling technique. Chi-square test was employed for statistical analysis.Research Findings: The results indicate a significant association between knowledge (p-value = 0.000 and OR = 8.286), education (p-value = 0.001 and OR = 7.043), socio-cultural factors (p-value = 0.002 and OR = 6.494), and the role of healthcare providers (p-value = 0.002 and OR = 6.494) with early complementary feeding (ECF) practices. Therefore, it is recommended that healthcare professionals enhance education, particularly for mothers with infants under 6 months, regarding the risks of early complementary feeding through health education during integrated health post (posyandu) activities.Recommendations: It is advised that healthcare providers enhance education, particularly for mothers with infants under 6 months, regarding the risks of early complementary feeding through health education during integrated health post (“posyandu”) activities. Keywords: ECF factors, knowledge, education, socio-cultural factors, healthcare provider role 
Co-Authors ., Devita Kurnia Sari Amran, Rovita Ana Safitri Anggraeni, Dini Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Ani Kristianingsih Aniati Aniati Anisa Ermasari Apriana, Henita Aryanti Wardiyah Aryawati, Wayan Baiduri, Citra Cahya, Yuwika Dainty Maternity Dainty Maternity Dainty Maternity Desiana Desiana, Desiana Dewi Yuliasari Dewi Yuliasari Dhini Easter Yanti Dianisa Retno Wulandari Dina Dwi Nuryani Effendy, Dhea Alaeyda Eka Ana Marlian Eka Rohmayanti Elfiyanti Elfiyanti, Elfiyanti Ely Rachmawati Eniyati Eniyati Ervianasari, Nita Eva Nauli Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Fajriyah, Ani Farich, Achmad Fauziah, Nikmatul Hajah Ropiati Hali Desna Herdiyani, Yuni Hermawan, Desi Hermawan, Dessy Indra Winingsih Iqmi, Ledy Oktaviani Iqmy, Ledy Octaviani Keswara, Umi Romayati Kurniasari, Devi Lara Sapti, Lintan Lathifah, Neneng Siti Lestari, Eka Dewi Lolita Sari Lolita Sary Marcella, Fanna Marisa, Walidatun Mariza, Ana Marlinda Marlinda Masayu Fatimah Massitoh, Ai Asri Maternity, Dainty Meta Prastika Mulia Anisa Naswati, Wawat Ni Ketut Septriana Damayanti Nurhimah Apriyanti Nurliani Nurliani Nurliyani Nurliyani Nurul Isnaini Oktavia, Melin Putri, Ratna Dewi Putriani, Eliana Putu Candrawati Riadini, Irma Rizki Aidawati Rosi Novita sari Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Sartiah Sartiah Selmi Rita Adelina Sifitri, Hellen Suharman Suharman Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Trini Trini Vina Lutfiana Wina A Wahab Yanti, Dhiny Easter Yuli Yantina Yuliasari, Dewi Yulistiana eva yanti Yulistiana Eva Yanti Yuviska, Ike Ate