Claim Missing Document
Check
Articles

Factors That Influence The Low Interest Of KB Accepters To Use IUD KB Sartiah Sartiah; Rosmiyati Rosmiyati; Vida Wira Utami; Annisa Ermasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.7743

Abstract

Latar Belakang Jumlah penduduk dunia pada Juli 2020 adalah 7.684.292.383 jiwa. Indonesia merupakan negara ke-4 dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu mencapai 267.026.366 jiwa (CIA World Factbook, 2020). Berdasarkan hasil survey, terdapat 93 (73%) dengan akseptor kontrasepsi lain yang tidak menggunakan IUD karena menganggap IUD tidak nyaman untuk berhubungan seksual.Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat akseptor KB untuk menggunakan IUD di PMB M. Suratini, A.Md. Kebab pada tahun 2022.Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2022 di PMB M. Suratini, A.Md. Keb dengan populasi 149 responden aktif KB selama bulan Januari sampai April 2022. Sampel yang dipilih adalah 92 akseptor KB aktif.Hasil Pendidikan sedang 67 (72,8%) dan pendidikan rendah 25 (27,2%). Tingkat pengetahuan baik 45 (58,9%) tingkat pengetahuan cukup 35 (38,0%) dan tingkat pengetahuan kurang 12 (13,0%), kategori primipara 49 (53,3%) dan multipara kategori 43 (46,7%), peran pendukung tenaga kesehatan 47 (51,1%) dan dukungan tenaga kesehatan tidak mendukung 45 (48,9%), dukungan suami baik 57 (47,6%) dan dukungan suami kategori kurang baik 35 (52,4%), usia ibu 20-35 tahun 53 (57,6%) usia >35 tahun 39 (42,4%), tidak berminat menggunakan alat kontrasepsi IUD sebanyak 56 (60,9%) responden, kategori berminat menggunakan alat kontrasepsi IUD sebanyak 36 (39,1%) responden. p-value 0.040< (0.05) artinya Ha diterima dan H0 diproses artinya ada hubungan pendidikan, p-value 0.017< (0.05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan paritas maternal p-value 0.551> (0.05) artinya H0 diterima dan Ha ditolak artinya tidak ada hubungan pengetahuan, p-value 0.036< (0.05) artinya H0 ditolak dan dan Ha ditolak yang artinya tidak ada hubungan pengetahuan, p-value 0.036< (0.05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara peran tenaga kesehatan, p-value 0.035< (0.05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima p-value 0.161> (0.05) artinya H0 diterima dan Ha ditolakKesimpulan ada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Akseptor Kb Untuk Menggunakan KB  IUDSaran diharapkan dapat menjadi pengetahuan atau dapat meningkatkan minat akseptor kontrasepsi dalam pemilihan kontrasepsi, serta meningkatkan pemahaman responden dalam penggunaan IUD dan mengatasi masalah dalam kontrasepsi IUD. Kata Kunci : AKDR, Faktor yang Mempengaruhi, Minat Rendah ABSTRACT Backgraoound The world's population in July 2020 is 7,684,292,383 people. Indonesia is the 4th country with the largest population, reaching 267,026,366 people (CIA World Factbook, 2020). Based on the results of the survey, there were 93 (73%) with other contraceptive acceptors who did not use the IUD because they thought the IUD was uncomfortable for sexual intercourse.Purpose to determine the factors that influence the low interest of family planning acceptors to use the IUD at PMB M. Suratini, A.Md. Keb in 2022.Method This research was a quantitative with a cross sectional design. Sampling used purposive sampling technique. This research was conducted from June to July 2022 at PMB M. Suratini, A.Md. Keb with a population of 149 active contraception respondents during January to April 2022. The selected sample was 92 active family planning acceptors.Result Moderate education 67 (72.8%) and low education 25 (27.2%). Knowledge level of good 45 (58.9%) level of knowledge is sufficient 35 (38.0%) and knowledge level is less 12 (13.0%), primipara category 49 (53.3%) and multipara category 43 (46.7%), the role of supporting health workers 47 (51.1%) and the support of health workers is not supportive 45 (48.9%), good husband support 57 (47.6%) and husband support category is not good 35 (52.4%), maternal age 20-35 years 53 (57.6%) age >35 years 39 (42.4%), not interested in using IUD contraceptives as many as many as 56 (60.9%) respondents, the category interested in using IUD contraceptives as many as 36 (39.1%) respondents. p-value 0.040< (0.05) means Ha accept and H0 is processed which means there is an educational relationship, p-value 0.017< (0. 05) means H0 is rejected and Ha is accepted which means there is a maternal parity relationship p-value 0.551> (0.05) means H0 accept and Ha rejected which means there is no knowledge relationship, p-value 0.036< (0.05) means H0 is rejected and and Ha is rejected which means there is no knowledge relationship, p-value 0.036< (0.05) means that H0 is rejected and Ha is accepted which means there is a relationship between the role of health workers, p-value 0.035< (0.05) means that H0 is rejected and Ha is accepted p-value 0.161> (0.05) means that H0 is accepted and Ha is rejected. Conclusion there are Factors Affecting the Low Interest of Acceptors Kb To Use Kb Iud In PMB M. Suratini A.Md. Keb year 2022.Suggestion This research is expected to become knowledge or can increase the interest of contraceptive acceptors in the choice of contraception, and increase the respondent's understanding in the use of IUDs and override issues in IUD contraception. Keywords A:IUD, Affecting Factors, Low Interest
PENYULUHAN PEMBUATAN PUDDING DAUN KELOR UNTUK IBU HAMIL YANG MENDERITA ANEMIA DI DESA GUNUNG TERANG, KECAMATAN KALIANDA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Elfiyanti, Elfiyanti; Utami, Vida Wira
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.13236

Abstract

Sosialisasi ini bertujuan untuk menilai efektivitas intervensi pudding daun kelor dalam meningkatkan tingkat hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan di Desa Gunung Terang, Lampung Selatan. Pengabdian  melibatkan 40 ibu hamil dengan anemia ringan yang menerima intervensi selama enam minggu. Hasil Pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat hemoglobin setelah intervensi. Namun, beberapa ibu hamil masih mengalami anemia ringan, mungkin disebabkan faktor lain yang mempengaruhi penyerapan zat besi. Edukasi tentang pola makan seimbang dan istirahat yang cukup sangat penting dalam mengatasi anemia. Peran aktif dari pemerintah, masyarakat, dan tenaga kesehatan, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan, sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan intervensi dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan bebas dari anemia pada ibu hamil di Desa Gunung Terang. Kata Kunci: Pudding daun kelor, Anemia, Ibu hamil.
KEGIATAN INOVASI “MANTAN GIRANG SAYAMLOR" MAKANAN TAMBAHAN GIZI KURANG SATE AYAM KELOR DI DESA SUMBER JAYA LAMPUNG SELATAN TAHUN 2024 Utami, Vida Wira; Iqmy, Ledy Octaviani; Sari, Devi Kurnia; Rosmiyati, Rosmiyati
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.15302

Abstract

Gizi kurang (underweight) merupakan suatu keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh konsumsi gizi yang tidak cukup sesuai kebutuhan dalam jangka waktu tertentu sehingga tubuh akan memecah cadangan makanan yang berada di bawah lapisan lemak dan lapisan organ tubuh. Kurangnya pengetahuan ibu tentang keragaman bahan dan keragaman jenis makanan akan menimbulkan terganggunya proses pertumbuhan dan perkembangan balita terutama perkembangan otak, status gizi kurang pada masa balita dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, terganggunya sistem imunitas balita sehingga mudah terserang penyakit infeksi, terhambatnya pertumbuhan otak yang optimal, serta perubahan perilaku yang ditunjukkan balita. Tujuan Pengabdian diketahui untuk mengetahui makanan tambahan gizi kurang sate ayam kelordi desa sumber jaya lampung selatan tahun 2024.Jenis Pengabdian berupa penyuluhan gizi kurang dengan demonstrasi pembuatan makanan tambahan gizi kurang sate ayam kelor. Sasaran kegiatan ini adalah kader posyandu danbalita dengan gizi kurang serta seluruh masyararakat Desa Sumber Jaya, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Pengabdian telah dilakuan di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan pada tanggal 16 Februari 2024 hingga 05 Maret 2024.Hasil Pengabdian diketahui seelum dilakukan penyuluhan, masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang Gizi Kurang. Setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan pengetahuan tentang Gizi Kurang sebanyak 58%. dan banyak ibu yang ingin menerapkan Makanan Tambahan Gizi Kurang Sate Ayam Kelor untuk meningkatkan status gizi pada balita serta Cukup tinggi antusias masyarakat Desa Sumber Jaya dalam kegiatan edukasi. Saran bagi ibu balita untuk dapat mengikuti edukasi pentingnya Gizi Kurang diharapkan memperoleh pengetahuan lebih dalam tentang nutrisi yang berujung pada perubahan perilaku konsumsi yang lebih baik.
INOVASI “BUNA CERIA” (BUAH NAGA CEGAH TERJADINYA ANEMIA). “KASIH” (KELUARGA SADAR ASI EKSLUSIF) DENGAN KONSUMSI JUS BUAH NAGA DAN DI KELURAHAN SRIMULYO KABUPATEN LAMPUNG BARAT 2023 Fauziah, Nikmatul; Utami, Vida Wira
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, MEI 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i1.10169

Abstract

Anemia secara umum memiliki pengertian tidak cukupnya sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Ketika jaringan tubuh kita tidak mendapatkan cukup oksigen, maka fungsinya akan terganggu. Anemia pada ibu hamil, menjadi perhatian yang lebih, karena ini akan mempengaruhi janin yaitu berat badan lahir rendah, kelahiran prematur dan kematian ibu. Ibu hamil memang rentan terkena anemia, karena meningkatnya kebutuhan nutrisi guna memproduksi sel darah merah yang lebih banyak yaitu untuk dirinya sendiri dan janin yang dikandungnya. Menurut WHO mengategorikan anemia pada kehamilan bila kadar hemoglobin darah kurang dari 11g%, 9-10 g% sebagai anemia ringan, 7-8 g% anemia sedang dan 5-6 g% anemia berat .World. Health Organization (2019) prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 41,8%, pada tahun (2020) 4,5%.Kegiatan dimulai dengan terlebih dahulu memberikan soal pre test guna menggali pemahaman ibu hamil tentang manfaat jus buah naga untuk mencegah anemia. Selanjutnya memberikan edukasi/penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan jus buah naga yang ditujukan kepada ibu hamil selama 50 menit dan selanjutnya melakukan evaluasi terhadap pemahaman ibu hamil setelah diberikan penyuluhan dengan memberikan soal post test. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi akan manfaat dari konsumsi jus buah naga. Diharapkan kader dapat melaksanakan dan melanjutkan kegiatan penyuluhan tentang pencegahan anemia pada ibu hamil dengan pemanfaatan jus buah naga.Kata Kunci: Ibu hamil ,buah naga, anemia
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Di Puskesmas Tanjung Sari Oktavia, Melin; Yanti, Dhiny Easter; Utami, Vida Wira; Nuryani, Dina Dwi
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.18751

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian terbesar di dunia dapat dicegah dengan kegiatan deteksi dini kanker leher rahim seperti metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Sari merupakan wilayah yang memiliki kejadian tertinggi IVA Positif sebesar 8,33% diikuti Katibung sebesar 0,55%, Tanjung Agung sebesar 0,71%. Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional (pendekatan silang) Waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas RI Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan. Populasi penelitian seluruh wanita usia subur yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas dengan sampel 342 responden. Teknik sampling menggunakan proporsional random sampling. Data yang diambil dengan lembar kuesioner, analisis dilakukan dengan uji univariat(distribusi frekuensi), uji bivariat (Chi Square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi responden yang melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 70 (20,5%) responden, Pengetahuan baik 39,5%, motivasi kuat 126 (36,,8%), dukungan suami 154 (45,0%), ada dukungan petugas kesehatan sebanyak 154 (45,0%), status ekonomi cukup 180 (52,6%). Ada hubungan antara pengetahuan (p-value = 0,000), motivasi (p-value = 0,000), dukungan suami (p-value = 0,000), dukungan petugas (p- value = 0,032) dan Tidak ada antara status ekonomi (p-value = 0,129), keterjangkauan akses (p-value = 1,000) dan media informasi (p-value = 0,244) dengan pemeriksaan IVA. Faktor dominan yang berhubungam dengan pemeriksaan IVA adalah pengetahuan (OR 7,826). Puskesmas Tanjung Sari diharapkan untuk memfasilitasi tenaga kesehatan untuk mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan IVA, rutin mengadakan pemeriksaan IVA secara mobile, melakukan pembuatan pamphlet tentang IVA serta melakukan penyuluhan juga kepada suami agar mendorong WUS melakukan pemeriksaan IVA. Kata Kunci: Pengetahuan, Motivasi, Ekonomi, WUS
NUGGET IKAN BAWAL UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN ABUNG TINGGI KABUPATEN LAMPUNG UTARA Utami, Vida Wira; Rosmiyati, Rosmiyati; Naswati, Wawat
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.17963

Abstract

 Stunting merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan indikator tinggi badan menurut umur. Indikator TB/U memberikan indikasi masalah gizi yang sifatnya kronis sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung lama.  Inovasi Pangan Lokal Pembuatan Nugget Ikan merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kecukupan gizi masyarakat terutama kebutuhan protein harian yang bisa didapatkan dari pemanfaatan ikan bawal di desa Sukamaju Kec. Abung Tinggi Kabupaten Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung diversifikasi pangan lokal dengan memanfaatkan potensi  ikan bawal dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi dalam pertumbuhan anak-anak. Metode pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, pelatihan pembuatan nugget ikan dan penyuluhan gizi kepada masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan tentang gizi keluarga salah satunya dengan pemanfaatan budidaya ikan lokal. Kesimpulan: terdapat peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentinggingnya gizi dalam pertumbuhan anakanak dan peningkatan pengetahuan tentang cara pembuatan nugget ikan untuk mendukung diservasi pangan lokal. Agar pengabdian masyarakat dalam peningkatan inovasi-inovasi lainnya dapat dikembangkan sebagai upaya pencegahan stunting, baik untuk memberikan kesehatan dan peningkatan standar ekonomi kepada masyarakat sasaran, dan mendukung diversifikasi pangan lokal. Langkah selanjutnya adalah pemantauan dan evaluasi, serta perluasan program untuk mencapai dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Kata kunci : Stunting, Ikan Bawal
Sosialisasi Kelorita (Kreasi Puding Daun Kelor Bergizi Untuk Ibu Hamil Dengan Kekurangan Energi Kronik) Susilawati, Susilawati; Utami, Vida Wira; Fajriyah, Ani
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20839

Abstract

Salah satu masalah gizi pada ibu hamil di Indonesia adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK), ditandai dengan lingkar lengan atas (LILA) < 23,5 cm. KEK dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya akan nutrisi.Untuk meningkatkan daya terima dan kandungan gizi, daun kelor diolah menjadi puding daun kelor. Pengolahan ini membantu mempertahankan kandungan kalori, protein, zat besi, kalsium, dan vitamin A, serta menjadikan produk lebih mudah dikonsumsi oleh ibu hamil.Penelitian ini bertujuan mengatasi KEK dan/atau anemia ringan melalui metode edukasi dan pelatihan pengolahan puding daun kelor. Hasilnya menunjukkan peningkatan berat badan ibu hamil setelah rutin mengonsumsi puding ini, yang menunjukkan bahwa puding daun kelor efektif sebagai alternatif intervensi gizi. Kata kunci: puding daun kelor, gizi, ibu hamil, KEK
Factors Related To Stunting Incidence Sifitri, Hellen; Yantina, Yuli; Utami, Vida Wira
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11733

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang disebabkan karena  kekurangan  asupan  gizi  dalam waktu  lama,  infeksi berulang,  dan kurangnya stimulus psikososial. Anak  stunting akan    memiliki tingkat  kecerdasan yang tidak maksimal.  Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak menjadi stunting, diantaranya adalah dari faktor ibu yakni kurangnya gizi ibu selama masa kehamilan karena tidak tahu tentang makanan yang seharusnya dikonsumsi semasa hamil. Angka kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pinang Jaya tahun 2021 yaitu sebesar 2,8% (15 kasus dari 530 balita), di tahun 2022 sebesar 3,6% (24 kasus dari 663 balita), sedangkan pada bulan Januari 2023 sebesar 3% (21 kasus dari 686 balita).Tujuan: mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja PuskesmasPinang Jaya.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan rancangan case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita stunting dan tidak stunting masing-masing 21 responden, menggunakan purposive sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah pendidikan, ASI esklusif, berat badan lahir, pendapatan dan pengetahuan, Variabel dependen adalah stunting. Uji stastistik menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Ada hubungan pendidikan ibu (p=0,029; OR=5,20), ASI esklusif (p=0,014; OR=6,2), pengetahuan (p=0,012; OR=6,9) dan tidak ada hubungan berat badan lahir (p=0,408), pendapatan (p=0,751) dengan stunting. Saran bagi ibu hamil khususnya yang berisiko tinggi untuk memeriksakan kehamilannya setiap bulan dan berperilaku hidup bersih dan sehat. Kata Kunci: Pendidikan, ASI Eksklusif, Pendapatan, Berat Badan Lahir, Pengetahuan, Stunting ABSTRACT Background: Stunting is a disorder  of  growth and brain development  in children caused by  prolonged malnutrition, repeated infections, and lack of psychosocial stimulus. Stunted children will have a level of intelligence that is not optimal. There are several factors that can cause children to become stunted, including the mother's factor, namely the mother's lack of nutrition during pregnancy because she does not know about the food that should be consumed during pregnancy. The incidence of stunting in the Pinang Jaya Community Health Center work area in 2021 was 2.8% (15 cases out of 530 toddlers), in 2022 it was 3.6% (24 cases out of 663 toddlers), while in January 2023 it was 3% (21 cases of 686 toddlers).Objective: Determine the factors related to stunting incidence in the working area of the Pinang Jaya CommunityHealth Center.Method: This type of research is quantitative, using a case-control design. The population of this study were all mothers who had stunted and non-stunted toddlers, each of 21 respondents, used purposive sampling. The independent variables in this study were education, exclusive breastfeeding, birth weight, income and knowledge. The dependent variable is stunting. Statistical test using the Chi-Square test.Results: There is a relationship between mother's education (p=0.029; OR=5.20), exclusive breastfeeding (p=0.014; OR=6.2), knowledge (p=0.012; OR=6.9) and no relationship to body weight birth (p=0.408), income (p=0.751) with stunting. Advice for pregnant women, especially those at high risk, to have their pregnancy checked every month and to live a clean and healthy life. Keywords: Education, Exclusive Breastfeeding, Income, Birth Weight, Knowledge, Stunting
The Analysis Of Parenting Style Towards Adolescent Premarital Sexual Behavior At Public Senior High School 9 Bandar Lampung Suharman, Suharman; Aryawati, Wayan; Kurniasari, Devi; Hermawan, Desi; Utami, Vida Wira
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.12503

Abstract

Latar Belakang Penelitian: Perilaku seksual pranikah remaja merupakan suatu perilaku yang dapat menimbulkan hal-hal negatif apabila tidak diungkapkan dengan cara yang tidak sehat dan bertentangan dengan norma yang berlaku. Data Riset Kesehatan Dasar Indonesia (2018) menunjukkan bahwa 4,5% remaja laki-laki dan 0,7% remaja perempuan mengaku melakukan hubungan seks pranikah. Di Provinsi Lampung terdapat data 20,9% remaja melakukan perilaku seksual berisiko dan 5,1% diantaranya melakukan hubungan seksual.Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua (demokratis, permisif, dan otoriter) dengan persepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah di SMA Negeri 9 Bandar Lampung.Metode Penelitian: Sampel penelitian adalah 200 siswa berusia 16-18 tahun. Pemilihan peserta melalui teknik kombinasi Accidental Sampling dan Purposive Sampling yang dilakukan secara langsung. Seluruh variabel dalam penelitian pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter diukur dengan metode self-report menggunakan instrumen kuesioner.Hasil Penelitian: Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan positif antara pola asuh permisif dan demokratis terhadap perilaku seks pranikah remaja (p-value = 0,006 dan p-value = 0,000) dan tidak terdapat hubungan signifikan dengan pola asuh otoriter (p-value = 0006).Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagi orang tua siswa dalam mengasuh anak akan disertai dengan motivasi yang tinggi untuk menghindari perilaku seksual pranikah.Saran: Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai saran pendekatan pendidikan seks bagi remaja yang tepat yaitu melalui keterlibatan langsung orang tua dalam pengasuhan anak seperti berdiskusi bersama, berlibur bersama, berolahraga bersama, agar dapat mendekatkan hubungan dan untuk menciptakan ruang bagi anak-anak untuk bercerita. Kata Kunci: Perilaku seksual pranikah, pola asuh demokratis, pola asuh permisif, pola asuh otoriter. ABSTRACT Backgound of Study: Adolescent premarital sexual behavior was a behavior which was able to lead to negative things when it was not expressed in an unhealthy manner and contrary to prevailing norms. The Indonesian Basic Health Research (2018) data showed that 4.5% of male adolescents and 0.7% of female adolescents admitted to have premarital sex. In Lampung Province there was data that 20.9% of adolescents had risky sexual behavior and 5.1% of them had sexual intercourse.Purpose of Study: This study was conducted to determine the correlation between parenting style (democratic, permissive, and authoritarian) and adolescents' perceptions of pre-marital sexual behavior at Public Senior High School 9 Bandar Lampung.Method of Study: The sample of study was 200 students aged 16-18 years. Selection of participants through a combination technique of accidental sampling and purposive sampling which was carried out directly. All variables in the study were democratic, permissive, and authoritarian parenting measured by the self-report method using a questionnaire instrument.Result of Study: Statistical analysis showed there was a positive correlation between permissive and democratic parenting styles on adolescent premarital sex behavior (p-value = 0.006 and p-value = 0.000) and there was not significant correlation with authoritarian parenting (p-value = 0006).Conclusion: This results of study showed that for students of parents in parenting would be accompanied by a high motivation to avoid premarital sexual behavior.Suggestions: These results of study could be used as suggestions for an appropriate approach to sex education for adolescents that was through direct parental involvements in child care such as having discussion time together, vacationing together, playing sports together, in order to draw closer relationships and to create space for children to tell their stories. Keywords: Premarital sexual behaviour, democratic parenting, permissive parenting, authoritarian parenting. 
Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum Putriani, Eliana; Nuryani, Dina Dwi; Evayanti, Yulistiana; Utami, Vida Wira
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i1.142

Abstract

Pendahuluan : Menurut WHO Asfiksia neonatorum adalah kegagalan bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia neonatorum dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Tujuan : Menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya asfiksia neonatorum di Puskesmas Rawat Inap Banjar Agung Tahun 2018. Metode : Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan desain case control. Pengumpulan data dilakukan terhadap data sekunder. Jumlah sampel sebanyak 92 dengan perbandingan 46 yang asfiksia dan 46 tidak asfiksia. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen menggunakan Chi-square Hasil : Hasil uji statistik untuk analisis univariat didapatkan proporsi kejadian ketuban pecah dini adalah 38%, proposi kejadian prematuritas adalah 25%, proporsi kejadian paritas ibu beresiko adalah 30,5%, dan proporsi usia ibu beresiko adalah 41,3%. Hasil uji statistik terhadap ketuban pecah dini didapatkan p-value 0,000 ≤α 0,05 dan OR 8,667. Hasil uji statistik terhadap prematuritas didapatkan 0,001 ≤α 0,05 dan OR 7,389. Hasil uji statistik terhadap paritas ibu didapatkan p-value 0,013 ≤α 0,05 dan OR 3,654. Hasil uji statistik terhadap usia ibu didapatkan p-value 0,006 ≤α 0,05 dan OR 3,683. Kesimpulan : terdapat hubungan antara ketuban pecah dini, prematuritas, paritas ibu dan usia ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum.
Co-Authors ., Devita Kurnia Sari Amran, Rovita Ana Safitri Anggraeni, Dini Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Ani Kristianingsih Aniati Aniati Anisa Ermasari Apriana, Henita Aryanti Wardiyah Aryawati, Wayan Baiduri, Citra Cahya, Yuwika Dainty Maternity Dainty Maternity Dainty Maternity Desiana Desiana, Desiana Dewi Yuliasari Dewi Yuliasari Dhini Easter Yanti Dianisa Retno Wulandari Dina Dwi Nuryani Effendy, Dhea Alaeyda Eka Ana Marlian Eka Rohmayanti Elfiyanti Elfiyanti, Elfiyanti Ely Rachmawati Eniyati Eniyati Ervianasari, Nita Eva Nauli Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Fajriyah, Ani Farich, Achmad Fauziah, Nikmatul Hajah Ropiati Hali Desna Herdiyani, Yuni Hermawan, Desi Hermawan, Dessy Indra Winingsih Iqmi, Ledy Oktaviani Iqmy, Ledy Octaviani Keswara, Umi Romayati Kurniasari, Devi Lara Sapti, Lintan Lathifah, Neneng Siti Lestari, Eka Dewi Lolita Sari Lolita Sary Marcella, Fanna Marisa, Walidatun Mariza, Ana Marlinda Marlinda Masayu Fatimah Massitoh, Ai Asri Maternity, Dainty Meta Prastika Mulia Anisa Naswati, Wawat Ni Ketut Septriana Damayanti Nurhimah Apriyanti Nurliani Nurliani Nurliyani Nurliyani Nurul Isnaini Oktavia, Melin Putri, Ratna Dewi Putriani, Eliana Putu Candrawati Riadini, Irma Rizki Aidawati Rosi Novita sari Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati Sartiah Sartiah Selmi Rita Adelina Sifitri, Hellen Suharman Suharman Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Trini Trini Vina Lutfiana Wina A Wahab Yanti, Dhiny Easter Yuli Yantina Yuliasari, Dewi Yulistiana eva yanti Yulistiana Eva Yanti Yuviska, Ike Ate