Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN KETERAMPILAN TEKNIS DAN KREATIF MELALUI COLAPS DALAM DESAIN POLA BUSANA DIGITAL Halimul Bahri; Jessycha Mendrofa; Siti Khairani; Nurun Nisa; Bernike Herawati Sijabat
HomeEC Vol 21, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/homeec.v21i1.84285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan video tutorial dalam pembuatan pola digital yang sesuai, praktis, dan efektif. Penelitian ini relevan dengan tuntutan kurikulum yang mengharuskan mahasiswa mampu membuat pola pakaian menggunakan aplikasi berbasis komputer. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental. Hasil analisis kebutuhan mahasiswa menunjukkan bahwa 53,2% membutuhkan bahan ajar berupa video tutorial untuk membuat pola pakaian. Video tutorial pembuatan pola Setelan Wanita dinyatakan sangat sesuai dari segi materi video (0,89) dan kelayakan video (0,87), serta sangat praktis berdasarkan tanggapan dosen dan mahasiswa. Video tutorial ini efektif dalam meningkatkan keterampilan pembuatan pola mahasiswa sebesar 15,76%. Berdasarkan uji-t yang dilakukan pada data pretest-posttest, penerapan teknologi digital dengan pendekatan COLAPS berpengaruh signifikan terhadap produk desain busana inovatif. Namun, terdapat hasil uji-t lain yang disebutkan dalam ringkasan awal, yaitu pada kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelompok eksperimen dan kontrol yang menunjukkan nilai t sebesar 1,87 dengan tingkat signifikansi p = 0,509 (p<0,05), serta hasil belajar dengan nilai t sebesar 1,277 pada tingkat signifikansi p = 0,734 (p<0,05). Namun, interpretasi 'p<0,05' bersamaan dengan nilai p yang lebih besar dari 0,05 dalam bagian tersebut menunjukkan adanya ketidakkonsistenan
Tantangan Profesional Guru di Era Digital: Tinjauan Literatur Sistematis Aditya Cahyo Pratama; Ruhaina Juwita Sari; Farihah; Halimul Bahri
Edu Journal Innovation in Learning and Education Vol. 4 No. 1 (2026): Edu Journal in Learning and Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/edu.v4i1.3123

Abstract

The rapid development of digital technology has brought significant changes to the world of education, particularly to the roles and responsibilities of teachers. This study aims to analyze the various challenges teachers face in carrying out their profession in the digital era. The method used is a qualitative approach with a literature review of various relevant scientific sources. The results indicate that teachers face several key challenges, including limited digital competency, a lack of ongoing training, disparities in technology access, and changing student characteristics that are increasingly adapting to technology. Furthermore, the demand to effectively integrate technology into the learning process also poses a challenge. Therefore, efforts are needed to improve teacher competency infrastructure through digital training, educational policy support, and the provision of adequate resources. In conclusion, teachers are required to continuously adapt and develop themselves to optimally fulfill their role in facing the dynamics of education in the digital era.
Peningkatan Kemampuan Menggambar Pola Digital Busana Menggunakan Richpeace Berbasis Computer Aided Design Qothrun Nada Ma&#039;ruf Batubara; Ulfa Annida Damanik; Novialdi Ashari; Yudhistira Anggraini; Halimul Bahri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26421

Abstract

ABSTRAK Transformasi digital pada industri fashion mendorong sekolah vokasi untuk menyiapkan peserta didik yang mampu menguasai teknologi desain berbasis komputer. Pada kompetensi keahlian Tata Busana, kemampuan membuat pola secara digital menjadi keterampilan penting karena proses produksi busana modern semakin banyak menggunakan perangkat lunak Computer Aided Design (CAD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan peserta dalam menggambar pola busana digital menggunakan software Richpeace berbasis CAD di SMK Negeri 1 Stabat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Peserta penelitian berjumlah 30 orang yang terdiri atas 25 siswa dan 5 guru Tata Busana. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui pengenalan konsep CAD, demonstrasi penggunaan Richpeace, praktik pembuatan pola digital, editing pola, grading, pendampingan, serta evaluasi hasil belajar. Data dikumpulkan melalui tes sebelum dan sesudah pelatihan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 58,63 pada pre-test menjadi 87,47 pada post-test. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,000 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan kemampuan yang signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Richpeace berbasis CAD dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menggambar pola busana digital secara lebih terarah, presisi, dan sesuai dengan kebutuhan industri fashion. Pelatihan ini juga dapat menjadi alternatif penguatan pembelajaran Tata Busana berbasis teknologi digital di SMK. Kata Kunci: Pola Digital Busana, Richpeace, Computer Aided Design, Menggambar Pola, Pendidikan Vokasi.  ABSTRACT Digital transformation in the fashion industry requires vocational schools to prepare students with computer-based design competencies. In fashion design education, digital pattern-making has become an essential skill because modern garment production increasingly relies on Computer Aided Design (CAD) software. This study aimed to analyze the improvement of participants’ ability to create digital fashion patterns using CAD-based Richpeace software at SMK Negeri 1 Stabat. A quantitative approach with a one-group pretest-posttest design was applied. The participants consisted of 30 individuals, including 25 fashion design students and 5 teachers. The training activities included an introduction to CAD concepts, demonstrations of Richpeace features, hands-on practice in digital pattern-making, pattern editing, grading, mentoring, and learning evaluation. Data were collected through pre-test and post-test assessments and analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test. The results showed that the participants’ average score increased from 58.63 in the pre-test to 87.47 in the post-test. The paired sample t-test produced a significance value of 0.000 0.05, indicating a significant difference in participants’ abilities before and after the training. These findings confirm that CAD-based Richpeace can improve participants’ ability to create digital fashion patterns in a more structured, accurate, and industry-oriented manner. This training can also serve as an alternative strategy for strengthening technology-based fashion design learning in vocational schools. Keywords: Digital Fashion Pattern, Richpeace, Computer Aided Design, Pattern Drawing, Vocational Education.
Google Classroom dalam Pengelolaan Tugas dan Penilaian pada Pembelajaran Blended Learning: Sebuah Systematic Literature Review Tesalonika Florensita Siagian; Viola Aprilia Sitio; Yanti Sarumaha; Dina Ampera; Halimul Bahri
SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/semesta.v4i3.512

Abstract

The adoption of Google Classroom as a Learning Management System (LMS) in blended learning has increased rapidly, yet systematic evidence regarding its role in task submission management and assessment remains limited. This study synthesizes research on utilization patterns, digital assessment effectiveness, implementation challenges, and user perceptions. A Systematic Literature Review following the PRISMA protocol was conducted across Google Scholar, ERIC, SAGE Journals, Scopus, and DOAJ for publications from 2018 to 2025. Of 847 identified articles, 24 met the inclusion and exclusion criteria and were analyzed using thematic synthesis. Findings show that Google Classroom is consistently used for managing task submissions, while advanced assessment features, particularly rubrics, remain underutilized due to limited educator digital competence. Unstable internet infrastructure and insufficient technical training also hinder optimal platform utilization in blended learning.
Peran Pendidikan Tata Busana dalam Mendukung Praktik Sustainable Fashion: Tinjauan Literatur Ririn Fransiska Hutauruk; Nurtrihot Siagian; Runita Puji Lestari Siregar; Dina Ampera; Halimul Bahri
SEMESTA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/semesta.v4i3.553

Abstract

The fashion industry is growing rapidly, but it also raises various environmental issues such as textile waste, water pollution, overproduction, and unsustainable consumption due to the fast fashion trend. In response, the concept of sustainable fashion emerged, emphasizing the principles of recycling, reuse, upcycling, and the use of environmentally friendly materials. Fashion education plays a crucial role in fostering environmental awareness and a sustainable mindset in aspiring fashion designers. This article aims to examine the contribution of fashion education in supporting sustainable fashion through the learning process, developing creativity, and fostering responsible behavior. The method used is a literature review of various journals, books, and academic sources. The results of the study indicate that fashion education supports the implementation of sustainable fashion through curriculum integration, sustainable design practices, and the utilization of textile waste. However, challenges remain, including low sustainability literacy and high interest in fast fashion.
Co-Authors Adi Widarma, Adi Aditya Cahyo Pratama ADRIANI ADRIANI Annida Damanik, Ulfa Armaini Rambe Bakhrul Khair Amal Bakti Dwi Waluyo Bernike Herawati Sijabat Caca Pratiwi Chalista Elysia Cita Qhurbani Damanik, Ulfa Annida Dermawan, Dermawan Desi Kristin Hutagalung Dewi, Eka Rahma Dina Ampera Dina Ampera Dina Ampera DINA AMPERA Eka Rahma Dewi Erni Erni Erni Erni Erni Erni Erni Erni Farihah Farihah Farihah Farihah Farihah Farihah, Farihah Farihah, Farihah Fitri Amaliyah Batubara Hadiastuti, Hadiastuti Halida Hanim Halida Hanim Halida Hanim, Halida Haryana, Nila Reswari Hilma Harmen HOTMARIA TAMPUBOLON Januariansyah, Sapitri Jessycha Mendrofa Ma'ruf Batu Bara, Qothrun Nada Marini Damanik Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibbuddin Nadya Maghfirah Nayla Khairani Netty Juliana, Netty Nikmat Akmal Nisa Ul Alya Nitami, Dita Dwi Novialdi Ashari Novita Novita Novita Novrita, Sri Zulfia Nura Fitri Nurhayati Tanjung Nurhayati Tanjung, Nurhayati Nurtrihot Siagian Nurun Nisa Oktaviani, Vina Pakpahan, Dermawan Panggabean, Frinches E.R Qothrun Nada Ma&#039;ruf Batubara Rafizah Rahma Dewi, Eka Rahma Doni Rahmi Rahmi Ririn Fransiska Hutauruk Riska Dayanti Laia Ruhaina Juwita Sari Runita Puji Lestari Siregar Rusdatun Hamidah Nasution Septina, Alrita Siti Khairani Siti Komariah Surniati Chalid Surniati Chalid Surniati Chalid Surniaty Chalid Tesalonika Florensita Siagian Tyas Permatasari Ulfa Annida Damanik Ulfa Annida Damanik Ulfa Annida Damanik Ulfa Rizky Afriany Ummu Fadhilah Muthia Veronica Yulisna Sinukaban Viola Aprilia Sitio Viola, Adhe Sintya Widya Afrianti Winda Hastuti Winda Hastuti, Winda Yanti Sarumaha Yazel Aze, Hazevi Atila Yudhistira Anggraini Yudhistira Anggraini, Yudhistira Zalikha Syahajir Silitonga