Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman Jenis Vegetasi Pohon, Estimasi Biomassa dan Serapan Karbon Hutan Lahan Kering di Kampung Selil Distrik Ulilin Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan Hutapea, Musa B.; Siallagan, Johnson; Rumahorbo, Basa T.; Manalu, Janviter; A. Asmuruf, Frans
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i4.528

Abstract

This study aims to analyze the species diversity of tree vegetation and to estimate aboveground tree biomass, calculate carbon stock and carbon sequestration, and assess the contribution of tree diameter classes within a cluster plot in the dryland forest of Selil Village, Ulilin District, Merauke Regency, South Papua Province. This study employed a quantitative-descriptive approach based on a field survey using the National Forest Inventory (Inventarisasi Hutan Nasional/IHN) 2.0 method. Species diversity was analyzed using the Shannon–Wiener index, biomass was estimated using the Chave allometric equation, while carbon stock and carbon sequestration were calculated based on the IPCC conversion factor. The results showed that 64 individual trees representing 7 species were recorded within the cluster plot, namely kelat (Eugenia densiflora), jale (Casuarina papuana), resak (Vatica papuana), kapur (Dryobalanops aromatica), bintangur (Calophyllum papuanum), wild nutmeg (Myristica sp.), and merawan (Hopea papuana). Species diversity was classified as moderate (1 < 1.477 < 3). The most dominant species was kelat (Eugenia densiflora) with an Important Value Index (IVI) of 100.304, followed by resak (Vatica papuana) with 68.522 and jale (Casuarina papuana) with 49.023. The total above ground tree biomass was 141.228 tons/ha, with the largest contribution coming from kelat (Eugenia densiflora), jale (Casuarina papuana), and resak (Vatica papuana). This biomass produced a carbon stock of 66.377 tons C/ha and carbon sequestration of 243.383 tons CO₂/ha. The diameter class of 40 cm up contributed the greatest share to biomass and carbon, accounting for 70.71% of the total biomass. This indicates that large diameter trees play a major role in climate mitigation, are important as natural carbon sinks, and provide baseline data that can be used to support sustainable forest management and climate change mitigation policies in South Papua.
Model Dinamika Sistem Pengelolaan Hutan Lindung Berbasis Causal Loop Diagram Widiastuty, Wiwid; Walukow, Auldry F.; Siallagan, Johnson; Manalu, Janviter; Warpur, Maklon
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i4.529

Abstract

Protected forest management is a complex issue because it is influenced by the interaction of interrelated social, economic, and environmental factors. Sectoral approaches are often not able to explain the cause-and-effect relationship comprehensively, so a dynamic systems approach is needed. This research aims to analyze the management system of protected forests using a causal loop diagram (CLD) approach in Mamberamo Tengah Regency. The research employed a mixed-method approach, including questionnaires, interviews, and land cover change analysis. The results indicate that forest management is influenced by the interaction of social, economic, and environmental factors. Reinforcing loops are dominated by economic dependency and forest exploitation, leading to increased forest degradation. Meanwhile, balancing loops are formed through improved knowledge, awareness, and government support, which promote conservation and forest protection. Key leverage points include alternative economic development, community education, institutional strengthening, and control of external exploitation. The model highlights the importance of a system dynamics approach for sustainable forest management.
A Study of the Water Resources Potential of the Sewan River in East Sarmi District, Sarmi Regency Gedrida Yacoba Maay; Mujiati Mujiati; Harmonis Rante; Bahtiar Bahtiar; Janviter Manalu
Journal of Social Research Vol. 4 No. 7 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i7.2616

Abstract

Access to clean water is a fundamental need for supporting healthier and cleaner living conditions, which is critical for achieving the Millennium Development Goals (MDGs). In East Sarmi District, Sarmi Regency, the community relies on surface water, groundwater, and untreated rainwater as primary sources of raw water. This study aims to evaluate the potential of these water sources to meet health standards and the community's future water needs. The research focuses on the condition of the Sewan River, a significant water source in East Sarmi District, and its capacity to fulfill the clean water demands. The study uses SWOT analysis to assess the potential of the Sewan River as a reliable source. The findings reveal that the required clean water in Sarmi District by 2043 is 1.46 liters/second, which is equivalent to 0.0016 m³/day. The Sewan River currently provides 198 liters/second, indicating that its water supply is more than sufficient to meet future needs. Furthermore, both the community and the local government support the development of water resources in the region. This research contributes to identifying sustainable water sources and offers recommendations for improving water management in East Sarmi District to meet health standards and enhance the quality of life.
Analisis Pencemaran Tanah Limbah Elektronik Berbasis Total Konsentrasi dan Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) di Jayapura Herlia Herlia; Janviter Manalu; Johnson Siallagan; Frans A. Asmuruf; Maklon Warpur
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i7.363

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat telah meningkatkan jumlah limbah elektronik (e-waste) yang berpotensi mencemari lingkungan, khususnya tanah akibat kandungan logam berat yang bersifat toksik dan persisten. Di Kota Jayapura, pengelolaan limbah elektronik masih dilakukan secara informal sehingga meningkatkan risiko pencemaran tanah dan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran tanah akibat limbah elektronik menggunakan pendekatan total konsentrasi dan Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel tanah secara purposive dan composite sampling pada empat lokasi, yaitu TPA Koya Koso, Waena, Hamadi, dan Abepura. Analisis logam berat Pb, Cd, Cu, dan Cr dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), sedangkan uji TCLP digunakan untuk menilai potensi pelindian logam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Pb memiliki konsentrasi tertinggi dan melebihi baku mutu pada beberapa lokasi, sementara Cu, Cd, dan Cr umumnya berada di bawah ambang batas pada analisis total. Namun, hasil TCLP menunjukkan bahwa Cu, Pb, dan Cd memiliki mobilitas tinggi dan melampaui baku mutu, yang mengindikasikan risiko pencemaran air tanah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pencemaran tanah tidak hanya ditentukan oleh konsentrasi total logam, tetapi juga oleh mobilitasnya, sehingga pendekatan kombinasi memberikan gambaran risiko lingkungan yang lebih komprehensif.
Analisis Kelayakan Badan Otorita sebagai Integrator Pengelolaan Koridor Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena Nathaniel Alfons; Petrus Bahtiar; Janviter Manalu; Dewi Ana Rusim
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17802

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan Trans Papua, khususnya ruas Jayapura–Wamena, telah meningkatkan konektivitas wilayah, namun belum diikuti dengan tata kelola kawasan yang terintegrasi. Permasalahan utama meliputi fragmentasi kewenangan, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta belum optimalnya pelibatan masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting pengelolaan koridor, merumuskan model kelembagaan yang ideal, serta menilai kelayakan pembentukan Badan Otorita sebagai lembaga integrator kawasan. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain konvergen melalui kuesioner, wawancara mendalam, focus group discussion, studi dokumen, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan belum terpadu, potensi ekonomi koridor belum tergarap optimal, dan partisipasi masyarakat adat belum terlembagakan secara kuat. Model yang direkomendasikan adalah Badan Otorita Koridor berbasis kawasan strategis dengan fungsi koordinasi, perencanaan terpadu, pengawasan, pengendalian ruang, fasilitasi investasi, serta pelibatan masyarakat adat. Penilaian kelayakan menunjukkan bahwa pembentukan badan ini pada prinsipnya layak dari aspek kelembagaan, sosial budaya, ekonomi, perencanaan wilayah, dan regulasi, dengan syarat adanya dasar hukum yang kuat, kejelasan kewenangan, serta implementasi bertahap dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Badan Otorita berpotensi menjadi instrumen strategis dalam memperkuat tata kelola, mendorong pengembangan ekonomi kawasan, dan meningkatkan keberlanjutan koridor. Rekomendasi utama adalah penerapan model kelembagaan secara bertahap dengan penekanan pada integrasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat adat. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan pengelolaan berbasis kawasan dalam pembangunan infrastruktur di wilayah dengan kompleksitas sosial dan geografis tinggi.
Analisis Multi-Kriteria dengan Pendekatan Analytical Hierarchy Process Untuk Strategi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Banjir di Distrik Nabire Kabupaten Nabire Husain Husain; Johnson Siallagan; Janviter Manalu; Auldry F. Walukow; Basa T. Rumahorbo
METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi Vol. 9 No. 2 (2025): METHOMIKA: Jurnal Manajemen Informatika & Komputersisasi Akuntansi
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/jmika.Vol9No2.pp282-291

Abstract

Nabire Regency, Central Papua Province, has a high vulnerability to flooding due to significant rainfall intensity. Risk analysis was conducted using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the priority of factors causing flooding, including hydrological aspects, land use, infrastructure, and socio-economic impacts in a systematic manner. The results of this study indicate that the analysis of public perception of flooding disasters was conducted by modeling data using a Likert scale, which was processed computationally to generate patterns of public perception. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method was used to determine the priority of data-based mitigation strategies. The results confirm that BPBD plays a dominant role in flood risk management through the integration of adaptive and sustainable environmental information systems.
Co-Authors A. Asmuruf, Frans Achmad Erlangga Bintang Samodra Adi, Markus Budi Agustinus Giai Agustinus Purna Irawan AKBAR SILO Al Ichlas Imran Aldias Bahatmaka Allo, Obed Rante Anastasia Sri Werdani Apolo Safanpo Auldry Fransje Walukouw Ayomi, Erna Ferderika Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Basa T Rumahorbo Berlian Yonanda Andrianto Bernathius Julison Canggih Persada Sembiring Depari Chandra I. Lumban Gaol Cionita, Tezara Dewi Ana Rusim Diane Merani, Marice Endang Hartiningsi Endang Hartiningsih Endang Hartiningsih Enos Karapa Fitriyana, Deni Fajar Florida Doloksaribu Frans A. Asmuruf Fred Andris Waroy Gedrida Yacoba Maay Griapon, Nourish Griapon, Nourish C. Gunawan Purba, Hisar Hartiningsi, Endang Haryati, Kristina Henny Rosita Mantundoij Herbert Innah Heri Purnomo Herlia Herlia Herman Ferdinand Putera Safanpo Himawan Himawan HS, Surjono Husain Husain Husain Husain Hutapea, Musa B. I Wayan Nurjaya Irene Sondang Lingga Iriana Zebua, Lisye Ivan Medwin Januar Parlaungan Siregar Jembris Smur Jhonson Siallagan Jitmau, Yowel Johni J Numberi JOHNSON SIALLAGAN Johnson Siallagan Joni Karapa, Enos Kende Suma, Ratte Kholil Kholil Kholil Kholil Khristhoper Aris Arianto Manalu Krisna Dewi Kristofel Rumar Kudiai, Silvester Vinsentsius Lazarus B. Ramandey, Lazarus B. Lazarus Ramandei Lefaan, Yosef Lekito, Hanro Maklon Warpur Maklon Warpur Marthen Liga Marthen Liga Matulessy, Beni D. J. Mega Fatimah Rosana Mickael Ruben Kaiway Min Adii Mochamad Marte Ardhianto Mochammad Marte Ardianto Muhammad Syawal Mujiati Mujiati Nathaniel Alfons Nourish C. Griapon Nourish Griapon Nugroho, Rizky Fajar Nurul Puspitasari Obed Rante Allo Oktaviani, Theresia W. Oscar Wambrauw Pakpahan, Marianti Merry Petrus Bahtiar Pither Palamba Pither Palamba Prihananto Setiadji Puspitasari, Windy Desti Putra, Naufal Bahy Rahmat Doni Widodo Rante, Harmonis Ranteallo, Obet Riando, Kopanye Riano M Rumbiak Rio Andrew Kristio Kandai Risky Novan Ngutra Rombe Allo Ronaldo Ruwayari, Daniel Ruben M. Kaiwai Rumar, Kristofel Rusim, Dewi Ana Ruth Yabansabra, Yuliana Safanpo, Apolo Samsudin Anis Samuel Parlindungan Siregar Saramuke, Dina Mathilda Selyus Rantepulung Setiadji, Prihananto Siahainenia, Armand Ronald Silitonga, Astina Wati Siregar, Januar Parlaungan Suebu, Erni Fitri Suharyadi Suharyadi Sukatin, Sukatin Suparno Surjono HS Syamsuddin, Indri Hapsari Tanta - Tezara Cionita Tiurlina Siregar Tonapa, Veronika Gina Uniplaita, Tiper Walukouw, Auldry F Wambrauw, Oscar O. Wanane, Wilfriedf Werdani, Anastasia Sri Widiastuty, Wiwid Wilfriedf Wanane Yane A. Ansanay Yane Oktovina Ansanay Yembise, Leo Yansen Yohanes B. J. Rusmanta Yohanis Wanane Yosef Lefaan