Transformasi digital mendorong pertumbuhan pesat aplikasi e-commerce sebagai sarana utama transaksi masyarakat. Meskipun menawarkan kemudahan dan efisiensi, tingkat adopsi e-commerce tidak selalu sejalan dengan ketersediaan teknologi, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara. Perbedaan karakteristik geografis, infrastruktur digital, dan literasi teknologi menyebabkan penerimaan aplikasi e-commerce dipengaruhi oleh faktor psikologis pengguna. Dalam konteks ini, persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan menjadi faktor penting yang membentuk sikap dan niat menggunakan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan kegunaan terhadap niat menggunakan aplikasi e-commerce, menguji pengaruh kedua persepsi tersebut terhadap sikap pengguna, serta menilai peran sikap sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara persepsi kegunaan, persepsi kemudahan kegunaan, dan niat menggunakan aplikasi e-commerce pada masyarakat wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory dan confirmatory. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 200 responden yang memiliki pengalaman menggunakan aplikasi e-commerce. Pengukuran variabel dilakukan menggunakan instrumen yang diadaptasi dari Technology Acceptance Model dengan skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares untuk menguji validitas, reliabilitas, hubungan langsung, serta pengaruh mediasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap dan niat menggunakan aplikasi e-commerce. Sikap terbukti memiliki pengaruh paling kuat terhadap niat menggunakan serta berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan kegunaan terhadap niat menggunakan. Temuan ini memperkuat relevansi Technology Acceptance Model dalam konteks wilayah perbatasan dan menegaskan pentingnya pembentukan sikap positif pengguna. Secara praktis, hasil penelitian memberikan implikasi bagi pengelola platform e-commerce dan pembuat kebijakan untuk tidak hanya berfokus pada aspek teknis aplikasi, tetapi juga pada strategi peningkatan sikap dan penerimaan masyarakat terhadap teknologi digital.