Claim Missing Document
Check
Articles

Assesstment of soil organic carbon in mangrove area, Pante Bayam- Aceh Harefa, Meilinda Suriani; Eling Tuhono; Zulkifli Nasution; Arida Susilowati; Rifqi Ulfah Nikmah; Fitra Yuda Pratama
Global Forest Journal Vol. 3 No. 02 (2025): Global Forest Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/gfj.v3i02.21778

Abstract

Pante Bayam is one of natural mangrove area in Aceh Province. Due toanthropogenic activities such as fishpond, the area become degradated. This studyaims to analyze soil organic carbon (SOC) stock based on soil depth and texturecharacteristics at several observation points in the study area. Data were collectedfrom seven sample locations with four categories of soil depth: 0–15 cm, 15–30cm, 30–50 cm, and 50–100 cm. The results showed that the highest carbon stockwas found at a depth of 50–100 cm, reaching 159.1 Mg C/ha, while the 15–30 cmlayer had the lowest carbon stock. This indicates that the subsoil plays a significantrole in long-term carbon storage. The distribution of carbon stocks also variedbetween locations, where PB04 and PB07 showed the highest values, while PB05and PB06 showed the lowest. Correlation analysis showed a positive relationshipbetween clay content and soil carbon stock, indicating that fine soil texturesupports carbon accumulation through the formation of stable aggregates. Thesefindings emphasize the importance of soil management that considers soil depthand physical characteristics to increase the potential for climate change mitigationthrough sustainable soil carbon storage
Dampak Restorasi Mangrove Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Provinsi Riau Sidauruk, Tumiar; Berutu, Nurmala; Harefa, Meilinda Suriani; Rahmadi, M Taufik; Damanik, M Ridha Syafii; Permana, Sendi; Tuhono, Eling; Pratama, Alvin; Tanjung, Putra Laksamana; Angraini, Tia
Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 2 (2025): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.101460

Abstract

Abstrak. Kabupaten Indragiri Hilir memiliki hutan mangrove terluas di Provinsi Riau yang mencapai 131.658 hektare berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2021. Namun, kawasan ini mengalami degradasi akibat abrasi, eksploitasi kayu untuk arang dan konstruksi, serta konversi lahan menjadi tambak. Desa Pulau Ruku, Tanjung Lajau, dan Kuala Patah Parang menjadi fokus restorasi mangrove yang didukung oleh YAKOPI sejak 2022. Masyarakat setempat, termasuk kelompok tani, dilibatkan dalam upaya restorasi dengan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi berbasis ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengalanisis dampak kegiatan restorasi mangrove terhadap sosial ekonomi masyarakat di Desa Pulau Ruku, Tanjung Lajau, dan Kuala Patah Parang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan di tiga desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang menjadi fokus restorasi mangrove akibat degradasi ekosistem pada bulan Mei 2024. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terstruktur dengan kelompok tani dan masyarakat, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman yang mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan terkait dampak sosial-ekonomi restorasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat di Pulau Ruku, Tanjung Lajau, dan Kuala Patah Parang dilakukan melalui pembentukan kelompok tani seperti Maju Bersama, Tanjung Bidadari, dan Konservasi Pesisir dan Bakau Indah. Kegiatan restorasi mangrove di Desa Pulau Ruku meningkatkan pendapatan keluarga sebesar 12,41%, di Desa Tanjung Lajau sebesar 12,07%, dan di Desa Kuala Patah Parang sebesar 9,35%. Kegiatan restorasi mangrove di tiga desa memberikan dampak positif signifikan pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Dari segi sosial, kekompakan dan kekerabatan warga meningkat, sementara dari segi ekonomi, masyarakat di Desa Pulau Ruku, Tanjung Lajau, dan Kuala Patah Parang terbantu dengan adanya sumber pendapatan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Abstract. Indragiri Hilir Regency has the largest mangrove forest in Riau Province, covering 131,658 hectares according to the 2021 National Mangrove Map. However, this area has experienced degradation due to coastal erosion, wood exploitation for charcoal and construction, and land conversion into fish ponds. Pulau Ruku, Tanjung Lajau, and Kuala Patah Parang villages have been the focus of mangrove restoration efforts supported by YAKOPI since 2022. Local communities, including farmer groups, have been involved in restoration efforts through training and economic empowerment based on the mangrove ecosystem. This research aims to analyze the impact of mangrove restoration activities on the socio-economic conditions of communities in Pulau Ruku, Tanjung Lajau, and Kuala Patah Parang villages, Indragiri Hilir Regency, Riau Province. The research was conducted in three villages in Indragiri Hilir Regency, Riau, which have been the focus of mangrove restoration due to ecosystem degradation, in May 2024. Data was obtained through field observations, structured interviews with farmer groups and community members, and document studies. Data analysis used the Miles & Huberman model, which includes data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing regarding the socio-economic impact of mangrove restoration. The findings indicate that community empowerment in Pulau Ruku, Tanjung Lajau, and Kuala Patah Parang was carried out through the formation of farmer groups such as Maju Bersama, Tanjung Bidadari, and Konservasi Pesisir and Bakau Indah. Mangrove restoration activities increased household incomes by 12,41% in Pulau Ruku, 12.07% in Tanjung Lajau, and 9.35% in Kuala Patah Parang. The restoration initiatives in these three villages have had a significant positive impact on both social and economic aspects. Socially, they have strengthened community cohesion and relationships, while economically, they have provided residents with a sustainable source of income to meet their daily needs.Submitted: 2024-11-11 Revisions:  2025-03-07 Accepted:  2025-06-20 Published:  2025-07-03
STRATEGI PENGELOLAAN KAWASAN EKOWISATA MANGROVE YANG BERKELANJUTAN DI PANTAI PALUH GETAH Harefa, Meilinda Suriani; Pratama, Alvin; Sihombing, Erlina Teresia; Ilvaldo, Iqbal; Putri, Nindy Asyifa; Sembiring, Yolanda Pratiwi; Ramadani, Yunda Fitri
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 8 No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v8i1.7457

Abstract

Ekowisata mangrove berkelanjutan mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ekowisata mangrove berkelanjutan tidak hanya melibatkan wisatawan dalam aktivitas pengamatan dan penelusuran keindahan alam, tetapi juga menyediakan pendidikan lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove, termasuk di Pantai Paluh Getah yang berada di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengelolaan kawasan ekowisata mangrove yang berkelanjutan di Pantai Paluh Getah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Paluh Getah dengan ekosistem mangrove yang kaya dan panorama alam yang memukau, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ekowisata yang berkelanjutan. Ekowisata mangrove di Pantai Paluh Getah tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Ekowisata mangrove dapat membantu menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi pencemaran serta meningkatkan citra daerah sebagai daerah yang peduli terhadap lingkungan. Untuk mencapai SDGs di Pantai Mangrove Paluh Getah, optimasi pengelolaan ekowisata mangrove harus dilakukan dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pihak. Pemerintah perlu memperkuat regulasi dan kebijakan terkait pengelolaan ekowisata mangrove untuk memastikan kelestarian ekosistem dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
Menggali Peran Masyarakat Dalam Konservasi Hutan Mangrove (Studi Kasus Berbasis Masyarakat Paluh Getah, Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang): Indonesia Niwanda, Anisa; Rahmadani, Putri; Sitompul, Delon; Harefa, Meilinda Suriani
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 2 No. 4 (2025): IJISK 2025
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v2i4.162

Abstract

Hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sertamemberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Namun, tekanan dariaktivitas manusia seperti alih fungsi lahan, penebangan liar, dan pencemaran telahmenyebabkan kerusakan ekosistem mangrove di berbagai wilayah, termasuk Paluh Getah, DesaTanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentukpartisipasi masyarakat dalam konservasi hutan mangrove dan kendala yang mereka hadapi.Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melaluiobservasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakatberperan aktif dalam upaya pelestarian melalui kegiatan seperti penanaman kembali mangrove,edukasi lingkungan, dan pengelolaan ekowisata. Namun, partisipasi ini masih menghadapiberbagai tantangan seperti keterbatasan modal, kurangnya pengetahuan teknis, dan minimnyadukungan eksternal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas masyarakat dan dukungandari berbagai pihak agar konservasi hutan mangrove dapat berkelanjutan.
Analisis Dampak Degradasi Kerusakan Mangrove di Pantai Serambi Deli Terhadap Lingkungan dan Kehidupan Masyarakat di Desa Paluh Sibaji, Kec. Pantai Labu, Kab. Deli Serdang Roy Eka Kurnia Telaumbanua; Ryan Pramana; Harefa, Meilinda Suriani
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 2 No. 4 (2025): IJISK 2025
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v2i4.163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penurunan kualitas hutan mangrove terhadap ekosistem dan kondisi sosial ekonomi penduduk di area pariwisata Pantai Serambi Deli, khususnya di Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif, dengan cara pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan, serta sumber data sekunder dari berbagai literatur ilmiah. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kerusakan mangrove terjadi akibat aktivitas manusia seperti penambangan pasir laut, perubahan fungsi lahan untuk usaha tambak dan perkebunan sawit, serta rendahnya upaya pemeliharaan lingkungan. Dampak lingkungan yang muncul meliputi pengikisan pantai, hilangnya tempat tinggal biota laut, penurunan mutu air dan udara, serta meningkatnya ancaman bencana pesisir. Dari segi sosial ekonomi, masyarakat menghadapi penurunan produktivitas perikanan, sengketa lahan, akses terbatas terhadap sumber daya alam, serta memburuknya kesehatan. Penemuan ini menyoroti nilai pengelolaan dan pelestarian mangrove yang melibatkan komunitas guna mempertahankan keberlangsungan ekosistem pesisir serta mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.
Optimasi Penggunaan Bio-Pestisida sebagai Pengganti Pestisida Kimia pada Pertanian di Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang Sitompul, Delon; Lumbantobing, Putri; Manik, Suandro; Harefa, Meilinda Suriani
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 2 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i2.1281

Abstract

Deli Serdang is an agricultural center in North Sumatra where farming activities are still done conventionally using chemical fertilizers and synthetic pesticides. The frequent use of synthetic pesticides continuously leads to negative impacts such as the emergence of pest resistance and resurgence. Because the pests have become resistant, farmers will continue to use synthetic pesticides by increasing the dosage and application time so that production can be achieved. The purpose of this research is to understand the actual impact, identify sustainable solutions, and promote agriculture that is safer, environmentally friendly, and sustainable. By analyzing the impact of pesticide use in agriculture considering various aspects. The method used is qualitative descriptive through interviews and observations. The excessive use of pesticides in agricultural ecosystems pollutes the soil and water and kills beneficial non-target organisms, which can disrupt the ecosystem balance and reduce agricultural biodiversity. Meanwhile, the impact on the health of farmers includes health risks, including acute and chronic poisoning. Farmers and agricultural workers may experience respiratory problems, skin irritation, nervous system damage, and long-term risks such as cancer.
Floristic Diversity of Mangrove Restoration Area: A Case Study in Pasar Rawa, North Sumatra Harefa, Meilinda Suriani; Nasution, Zulkifli; Tuhono, Eling; Susilowati, Arida
Jurnal Sylva Lestari Vol. 12 No. 1 (2024): January
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl.v12i1.824

Abstract

Mangrove forests are important ecosystems. However, land conversion and degradation have destroyed a significant area of mangrove. Mangrove restoration employing native species has been performed in several degraded areas, including some North Sumatra regions. However, information regarding floristic diversity in monoculture restoration areas is still limited. This research aims to analyze the floristic diversity in the mangrove restoration area, which is dominated by Soneratia alba species in Pasar Rawa Village, North Sumatra. The plotted path approach was employed for vegetation analysis in a 3-ha area in Pasar Rawa. The findings revealed that 8 (eight) species were found in the S. alba restoration area. The highest Important Value Index (IVI) in the seedling stage was found in Acanthus ilicifolius, while at the sapling and tree stages, S. alba was the highest. The highest diversity index was obtained at the sapling stage, which was 1.46 (medium), and the lowest was obtained at the tree stages, which were 0.26 (low). The result showed a new recruitment of seedlings in the research location, although the species diversity value is still lower. The appearance of new species, particularly pioneer species, in the research area indicates that natural succession processes are currently taking place. Keywords: floristic, mangrove, monospecies, restoration, Sonneratia alba
Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Wilayah Pengembangan Konservasi Mangrove Di Wilayah Pesisir Paluh Merbau Harefa, Meilinda Suriani; Arbiansyah, Arbiansyah; Fazera, Della; Siboro, Laurentina Putri Puspita; Fadilah, Rayhan; Nasution, Tri Wahyuni; Utami, Widya Astri
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 2 No 01 (2024): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v2i01.4515

Abstract

Hutan mangrove di Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir, namun menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kerusakan hutan mangrove di Pantai Mangrove Paluh Merbau, Deli Serdang, Sumatera Utara, serta faktor-faktor yang menyebabkannya. Metode penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat setempat, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan mangrove disebabkan oleh sampah di sekitar mangrove, kurangnya perawatan dari pemerintah dan pengelola, abrasi pantai, dan konversi lahan menjadi tambak. Faktor-faktor tersebut dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove. Untuk melindungi keberlangsungan hutan mangrove di Paluh Merbau, diperlukan tindakan konservasi yang lebih serius dan partisipasi aktif dari semua pihak. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan yang dihadapi dalam menjaga ekosistem mangrove dan menekankan perlunya implementasi kebijakan yang efektif untuk mengatasi ancaman yang dihadapi.
Dampak Kerusakan Ekosistem Mangrove Terhadap Aktivitas Nelayan di Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Daulay, M. Reza Fahlepi; Yolanda, Mirza; Tijaman, Muhammad Hakim; Annisa, Shafira Dwi; Harefa, Meilinda Suriani
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v11i2.27523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai dampak yang timbul akibat kerusakan ekosistem mangrove terhadap aktivitas nelayan serta mencari solusi yang dapat dilakukan guna mengatasi kerusakan ekosistem mangrove di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Jaring Halus yang berjumlah 3.360 jiwa (907 KK), dengan sampel sebanyak 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pendapatan nelayan sebelum dan sesudah terjadi kerusakan ekosistem mangrove, yaitu sebelum ekosistem mangrove rusak, nelayan mendapatkan penghasilan hingga Rp. 300.000/hari, setara hasil tangkapan sebanyak 12 kg, setelah ekosistem mangrove rusak, nelayan hanya mendapatkan penghasilan Rp.100.000/hari, setara dengan hasil tangkapan sebanyak 4 – 5 kg. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki ekosistem mangrove, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat, rehabilitasi dan pengurangan aktivitas yang dapat merusak ekosistem mangrove, meningkatkan keberlanjutan ekonomi lokal, serta pemantauan terhadap kondisi mangrove.Kata kunci: aktivitas nelayan; jaring halus, secanggang; kerusakan mangrove; langkatDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v11.i2.27523
Spatial Utilization Planning of Mangrove Conservation Area at Tinjul Village, Lingga Regency Permana, Sendi; Sari, Yetti Anita; Harefa, Meilinda Suriani; Tuhono, Eling; Rahmadi, M Taufik; Lubis, Darwin Parlaungan; Damanik, M Ridha Safii; Ginting, M Rizky Pratama; Halim, Jennifer
Jurnal Penelitian Geografi (JPG) Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v12i2.31374

Abstract

The Indonesian Coastal Conservation Foundation (Yakopi) has successfully planted 82.24 hectares of mangroves in Tinjul Village, Lingga Regency. However, mangrove planting efforts need to be complemented with mangrove zoning mapping and the establishment of village regulations for mangrove protection. This research employs a qualitative approach using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, with data collection through Focus Group Discussions (FGD), participatory mapping, and documentation. The analysis method used is descriptive. The results indicate that (1) the first FGD led to an agreement on conducting mangrove zoning mapping and formulating village regulations, (2) a field survey via participatory mapping produced a mangrove zoning map, (3) the second FGD resulted in consensus on the mangrove zoning maps and village regulations regarding mangrove protection, and (4) the third FGD led to the ratification and handover of the mangrove zoning maps and Tinjul Village Regulation No. 002 of 2024 on mangrove protection to village government officials. The study concludes that community-based mangrove management can be sustainable, contributing to the balance of the existing ecosystem.Keywords: mangrove conservation; planning; spatial utilization
Co-Authors Adeline Adeline, Adeline Adha, Nabila Putri Afrianita, Yessi Agustin, Suciati Al Azizah, Rohil Al Zahwa, Afitzka Alfiaturahmah, Viona Lutfia Ananda, Qamara Aulia Andini, Syarifah Angraini, Tia Annisa, Shafira Dwi Arbiansyah Arbiansyah, Arbiansyah Arida Susilowati Iswanto Aritonang, David Ariztotelez, Ariztotelez Aulia, Citra Azis, Tengku Abdillah Azzarah, Regita Asiah Baeha, Nandita Septika Batubara, Rina Mawardah Br Sembiring, Samariana Damanik, M Ridha Safii Damanik, M Ridha Syafii Damanik, Muhammad Ridha Damanik, Muhammad Ridha Syafii Dao, Arungi Putra Darliandri, Darliandri Darwin P. Lubis, Darwin Daulay, M. Reza Fahlepi Durubanua, Derita Ramai Eleven Saputra Eling Tuhono Evitrisna, Evitrisna Fadilah, Ika Anggi Fadilah, Rayhan Fajriyah, Nabila Fatih, Mhd. Zidan Aris Fazera, Della Fitra Yuda Pratama Ginting, M Rizky Pratama Gultom, Maria Joito Gultom, Qania Gultom, Windri P. Halim, Jennifer Harahap, Muhammad Alfi Harahap, Putri Ramadayanti Harefa, Agnes Enonita Harefa, Sri Aswinda Hasibuan, Hadomuan Hasibuan, Novita Annisah Hidayat, Syukrie Hutagalung, Galatia Valentin Hutapea, Angraini Oktavia Hutauruk, Mutiara Cristeofani Ilvaldo, Iqbal Khairunnisa Khairunnisa Laia, Nilfais Lase, Tri Wandani Lintang, Ahd Aidil Fazri Luahambowo, Kerin Sisca Octaviani Lubis, Siti Nurhaliza Lumban Gaol, Riski Fanni Lumbantobing, Putri Lumbantobing, Rely Noviyanti Mahmuda, Rozi Manalu, Devi Rosalinda Manalu, Selly Marcelina Manik, Irene Anggreny Br. Manik, Lolona Manik, Suandro Margarethe, Grecia Marpaung, Stevani Matondang, Muhammad Farouq Ghazali Mayvita, Balqis Aulia Muftih, Anisa Muhammad Farouq Ghazali Matondang muhammad rizky, muhammad Nababan, Yolanda Naibaho, Annisa Azzahra Nainggolan, Richard Steven Nasution, Tri Wahyuni Nikmah, Rifqi Ulfatun Niwanda, Anisa Nur Rohim Nurmala Berutu Octaviani, Kerin Sisca Pandiangan, Errason Pangaribuan, David Perdinan Permata Mei Kartika Pramuja, Imam Pratama, Alvin Purba, Dwi Aulia Syafira Purba, Hetti Melinda Purba, Miranda Purba, Tondang Raja Pangihutan Putra, Mulhady Putri Rahmadani, Putri Putri, Nindy Asyifa Rahmadayanti, Rahmadayanti Rahmadi, M Taufik Rahmah, Mawaddah Ramadani, Yunda Fitri Restu Restu Rifqi Ulfah Nikmah Roy Eka Kurnia Telaumbanua Ryabtsev, Vladimir Ryan Pramana Sabela, Serli Sagala, Dini Deswina Salsabila, Gadis Salsabilla, Friska Saputri, Ayu Surya Saragih, Cahyani Oktavia Sari, Anggun Citra Sari, Naila Elfira Sari, Yetti Anita Sembiring, Joey Athana Sembiring, Yolanda Pratiwi Sendi Permana Siagian, Ester Tinor Julianty Siagian, Natalia Siboro, Laurentina Putri Puspita Siburian, Feny Cristanti Siburian, Prima Alexander Sihombing, Adesiana Sihombing, Erlina Teresia Sihombing, Goklas Sihombing, Ivan Rivaldo Simamora, Angelina Setia Simaremare, Ermas Simarmata, Claudia G. Natasya Simarmata, Gomoses Stevencus Simatupang, Evi Trisna Simbolon, Krisna Natalin Sinaga, Agnes Sinaga, Novida Hensary Sinaga, Putri Sinaga, Risdo Hotray Sinaga, Valerina Leo Sinurat, Ester Sipayung, Hadriadi Iskandar Sirait, Anggita Lydia Siregar, Kamaluddin Siregar, Risbue Sitanggang, Jonatan Pardamean Siti Aisyah Sitompul, Delon Situmeang, Juwita Suciani, Ayu Syahfitri, Nasha Astrid Syukri Hidayat Tambunan, Mesi Tania, Wulan Dira Tanjung, Putra Laksamana Tarigan, Sri Winensi Tijaman, Muhammad Hakim Tobing, Rachel Mia Novriyanti Try, Daniel Tuhono, Eling Tumiar Sidauruk Utami, Widya Astri Widya Asmara Yana, Rafika Yolanda, Mirza Yunus, Nur Rohim Zulkifli Nasution Zulkifli Nasution