Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bermuatan Kearifan Lokal Dalam Mengembangkan Sikap Kreatif Peserta Didik Sifa Ulfikriah; Asep Tutun Usman; Jafar Amirudin; Ijudin Ijudin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya yaitu kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka ini memiliki program yaitu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai pancasila. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini memiliki 6 dimensi diantaranya yaitu 1) Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlakul karimah, 2) Mandiri, 3) Bergotong royong, 4) Berkebhinekaan global, 5) Bernalar kritis, dan 6) Kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sikap kreatif peserta didik sebelum dilaksanakannya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, implementasinya, faktor pendukung dan penghambat serta pengembangan sikap kreatif peserta didik kelas IV MIN 4 Garut setelah dilaksanakannya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, pendidik kelas IV, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama adalah peneliti dengan menggunakan alat bantu berupa pedoman observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclution drawing/verification). Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa 1) Sebelum diterapkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sikap kreatif peserta didik itu kurang. 2) Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di MIN 4 Garut terlaksana dengan baik dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. 3) Faktor pendukung program ini yaitu sarana dan prasarana, peran pendidik, peserta didik, peran orangtua dan biaya. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu lahan yang belum tersedia, penyesuaian karakter peserta didik, kurangnya referensi kegiatan, keluhan peserta didik dan biaya. 4) Setelah dilaksanakannya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sikap kreatif peserta didik meningkat.
KONSEP SALAF DALAM PERSPEKTIF IBNU HANBAL DAN IBNU TAIMIYAH Imam Alawi Abdul Luthfi; Indri Munggaran Putri; Siti Aisyah; Novia Handayani; Isni Nur Awaludini; Jafar Amirudin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran salaf merupakan fondasi penting dalam tradisi Islam Sunni, di mana Ibn Taimiyah dan Ibnu Hanbal menjadi 2 tokoh sentral yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan teologi serta aturan Islam. Ibn Hanbal dikenal sebagai pendiri Mazhab Hanbali, yang menekankan pada pemahaman literal teks Al-Qur’an serta Hadis, sementara Ibn Taimiyah memperkuat pendekatan ini dengan argumentasi rasional dalam mempertahankan prinsip-prinsip salaf di tengah tantangan pemikiran filsafat dan teologi rasionalis pada masanya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemikiran keduanya dalam konteks salaf, menyoroti persamaan, perbedaan, serta relevansi pemikiran mereka dalam kehidupan umat Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengacu pada karya-karya utama, seperti Musnad Ahmad Ibn Hanbal dan Majmu' Fatawa, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel ilmiah. Data dianalisis secara naratif dan komparatif untuk memahami dinamika pemikiran keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Hanbal dan Ibn Taimiyah memiliki kesamaan dalam komitmen terhadap prinsip salaf, namun Ibn Taimiyah memperluas kerangka pemikiran tersebut dengan pendekatan rasional yang lebih dinamis. Pemikiran mereka tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan teologis di masanya, tetapi juga tetap relevan dalam menjawab tantangan modernisasi dalam Islam.
Peran Teologi Al-Asy’ariyah dan Al-Maturidiyah dalam Islam Aldi Nurmansyah; Annisa Nur Azizah; Yuri Hamidah; Syifa Mawarni Putri; Siti Nuraeni; Jafar Amirudin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teologi Asy’ariyah dan Maturidiyah merupakan dua mazhab utama dalam Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang berperan penting dalam membentuk tradisi intelektual Islam. Kedua mazhab ini memberikan kontribusi besar dalam menjawab tantangan pemikiran yang muncul pada masa klasik, termasuk dari filsafat dan aliran teologi lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan antara pemikiran teologi Asy’ariyah dan Maturidiyah, khususnya dalam hal penggunaan akal dan wahyu, konsep sifat Allah, serta relevansinya terhadap isu-isu kontemporer seperti ekstremisme dan pluralisme.Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Sumber utama yang digunakan mencakup karya Al-Asy’ari, seperti Al-Ibanah ‘an Ushul ad-Diyanah, dan karya Al-Maturidi, seperti Kitab Al-Tauhid, serta interpretasi dari ulama klasik dan kontemporer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendekatan, kedua mazhab tetap berlandaskan prinsip Ahlus Sunnah. Pemikiran mereka terbukti relevan dalam menjawab tantangan intelektual dan sosial umat Islam di era modern, dengan menekankan keseimbangan antara wahyu dan akal. Kajian ini menegaskan pentingnya teologi moderat untuk menjaga keharmonisan tradisi Islam sekaligus merespons dinamika globalisasi.
PANDANGAN JABARIYAH DAN QADARIYAH PENGARUHNYA TERHADAP PEMIKIRAN MUSLIM MODERN Azka Zain Muhaimin Al Anwari; Fitria Robianti; Imelda Fitriana; Serli Arsela; Jafar Amirudin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pandangan teologis Jabariyah dan Qadariyah terhadap pemikiran Muslim modern, khususnya dalam konteks sosial, politik, ekonomi, dan pendidikan. Jabariyah, yang menekankan takdir Tuhan, mengajarkan penyerahan total kepada takdir, sementara Qadariyah mengutamakan kebebasan manusia dalam menentukan nasibnya sendiri. Kedua pandangan ini sering dianggap bertentangan, tetapi memiliki potensi untuk saling melengkapi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis literatur yang relevan. Sumber-sumber ini mencakup kajian teologi Islam klasik dan penafsirannya dalam konteks modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa pandangan Jabariyah memberikan ketenangan spiritual dan stabilitas sosial, tetapi dapat menghambat inovasi dan reformasi. Sebaliknya, Qadariyah mendorong kebebasan berpikir, tanggung jawab individu, dan reformasi sosial, yang relevan dalam menghadapi tantangan modern. Integrasi nilai-nilai Jabariyah dan Qadariyah dapat menciptakan pendekatan yang lebih holistik dan inklusif, memungkinkan umat Islam untuk menyeimbangkan kebutuhan spiritual dan praktis di era global.
PERAN ILMU KALAM DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ISLAM Sajida Khoirulloh Telfah; Maudi Maudi; Parhan Maulidan; Jafar Amirudin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Kalam memainkan peran penting dalam konteks pendidikan Islam, khususnya dalam membentuk pemahaman agama yang rasional, moderat, dan kritis. Sebagai cabang teologi Islam, ilmu Kalam mengajarkan pemahaman agama yang tidak hanya berdasarkan teks, tetapi juga menggunakan akal dan logika dalam menganalisis ajaran-ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran ilmu Kalam dalam pendidikan Islam dengan fokus pada pembentukan pemahaman yang lebih terbuka, inklusif, dan moderat. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti tantangan dalam pengajaran ilmu Kalam di lembaga pendidikan Islam, yang sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan ilmu-ilmu lainnya seperti fiqh atau tafsir. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks dan plural, ilmu Kalam menawarkan perspektif yang lebih rasional dalam mengatasi tantangan-tantangan sosial, ideologi, dan radikalisasi. Melalui pendidikan berbasis ilmu Kalam, siswa diharapkan dapat berpikir kritis, menghargai keberagaman, dan mengaplikasikan ajaran Islam secara lebih kontekstual dan relevan. Oleh karena itu, pengintegrasian ilmu Kalam dalam kurikulum pendidikan Islam menjadi hal yang penting untuk menghasilkan generasi muda yang lebih moderat dan terbuka terhadap perbedaan
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ILMU KALAM Delia Putri; Azizah Muthia Azzahra; M Fajar Sidik; Najieb Faturahman; Fauzan Nurul Hakim; Jafar Amirudin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu kalam, sebagai teologi rasional dalam tradisi Islam, berkembang sejak abad ke-2 Hijriah untuk menjawab tantangan teologis, filosofis, dan sosial yang dihadapi umat Islam. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk mengkaji perkembangan ilmu kalam dari masa awal hingga kontemporer. Dalam periode awal, pemikiran kalam dipengaruhi oleh aliran-aliran seperti Mu’tazilah yang menekankan rasionalitas dan Ahl al-Sunnah wal Jama’ah yang lebih mengutamakan wahyu. Kedua aliran ini menimbulkan perdebatan panjang mengenai hubungan antara akal dan wahyu. Selanjutnya, tokoh-tokoh seperti al-Asy’ari dan al-Maturidi berusaha menyeimbangkan rasionalitas dan otoritas wahyu dalam pemahaman teologi Islam, yang diterima oleh mayoritas umat Sunni. Pada abad modern, ilmu kalam menghadapi tantangan baru berupa pengaruh filsafat Barat, sains, dan pluralisme agama, yang mendorong pemikir Muslim untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan kebutuhan zaman. Kajian pustaka ini mengungkapkan bahwa ilmu kalam tidak hanya relevan dalam konteks internal Islam, tetapi juga berfungsi untuk mempertemukan Islam dengan tantangan globalisasi dan hubungan antaragama. Dengan demikian, ilmu kalam tetap menjadi disiplin penting dalam mempertahankan relevansi ajaran Islam di tengah perubahan sosial dan intelektual.
PERSPEKTIF INTEGRATIF ILMU KALAM DAN FILSAFAT DI ERA KONTEMPORER Sri Hera; Adelia Andriyani; Desi Novitasari; Novi Fitriyani; Jafar Amirudin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perspektif Ilmu Kalam dan filsafat Islam di era kontemporer, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi kedua bidang tersebut akibat kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, sekularisme, dan pluralisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana doktrin teologi Islam tradisional dan pemikiran filsafat Islam tetap relevan dalam menghadapi isu-isu kontemporer. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian pustaka (library research), dengan menganalisis buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan terkait dengan Ilmu Kalam dan filsafat Islam. Pembahasan penelitian ini menyoroti pentingnya reinterpretasi pandangan teologis klasik dan konsep-konsep filsafat, serta bagaimana pemikir-pemikir modern menyelaraskan keyakinan agama dengan perkembangan pengetahuan ilmiah dan masalah etika dalam dunia yang pluralistik. Diskusi juga mengemukakan perlunya strategi adaptif, seperti mengintegrasikan ajaran Islam dengan kemajuan ilmiah dan teknologi, mendorong dialog lintas disiplin, dan mengembangkan pemikiran yang inklusif dalam kerangka filsafat Islam. Kesimpulannya, penelitian ini menekankan bahwa agar Ilmu Kalam dan filsafat Islam tetap relevan di dunia kontemporer, keduanya perlu melakukan reinterpretasi dan kontekstualisasi, menciptakan keseimbangan antara mempertahankan prinsip dasar Islam dan menghadapi tantangan zaman yang semakin berkembang. Dengan demikian, pemikiran Islam dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam diskusi global kontemporer tentang moralitas, ilmu pengetahuan, dan spiritualitas.
TANTANGAN ILMU KALAM DALAM PEMIKIRAN KONTEMPORER Rida Annisa; Suci Laela Nazwa; Nesya Oktavia Ramadhani; Moh Alfaz Badri Yasin; Syehabudin Abdullah; Jafar Amirudin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Kalam kontemporer menghadapi tantangan besar dalam menyelaraskan ajaran agama Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pemikiran rasional, serta isu sosial-politik yang berkembang. Di tengah globalisasi dan kemajuan teknologi, tantangan seperti pluralisme agama, perbedaan tafsir, dan pengaruh pemikiran Barat turut memperumit kajian kalam. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan hasil pencarian artikel pada berbagai laman (google scholar, sinta, dan sumber lain) diperoleh 21 artikel yang selanjutnya diseleksi berdasarkan kriteria tahun terbit dan indexing artikel. Hasil screening dan seleksi diperoleh 15 artikel yang menjadi bahan kajian literatur. Dengan fokus kajian pada tema Ilmu Kalam ini meliputi tiga hal, yaitu tantangan ilmu kalam pada masa kontemporer, upaya dari tantangan ilmu kalam pada masa kontemporer, peran ilmu kalam pada masa kontemporer. Hasil dari artikel ini membahas tentang adanya tantangan penggunaan teknologi dan media sosial dalam menyebarkan ajaran Islam yang autentik menjadi semakin penting, agar umat Islam dapat memilah informasi yang benar. Dengan pendekatan ini, ilmu kalam kontemporer tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern dan menjaga kesatuan ajaran Islam di dunia yang semakin pluralistik.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB AL-AKHLAQ LIL BANIN DAN RELEVANSINYA DENGAN PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL ALAMIN Nurfasihah, Siti Aida; Ade Holis; Jafar Amirudin; Ani Siti Anisah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i1.5184

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh Penurunan nilai pendidikan karakter siswa di Indonesia yang saat ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, terlihat dari meningkatnya perilaku menyimpang seperti bullying. Pendidikan karakter merupakan sistem penanaman nilai-nilai yang mencakup pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama, maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai Pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab Akhl?q al-Ban?n yang relevan dengan profil pelajar rahmatan lil alamin.Metode Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang ada dalam kitab Akhl?q al-Ban?n karya ‘Umar Bin Ahmad Baraja. Metode ini melibatkan penelitian terhadap berbagai sumber tertulis, termasuk buku, majalah, dan jurnal, untuk menggali teori-teori akhlak yang relevan dengan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin, Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep profil pelajar Rahmatan lil ‘?lam?n sangat relevan dengan materi dalam kitab Akhl?q al-Ban?n. Profil ini dirancang untuk memfasilitasi siswa agar dapat berperan aktif dalam masyarakat, serta mengembangkan karakter yang baik melalui pengajaran akhlak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengajaran akhlak yang terkandung dalam kitab Akhl?q al-Ban?n dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi penurunan nilai pendidikan karakter siswa.