p-Index From 2021 - 2026
9.796
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies JURNAL SERAMBI ILMU Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman PeTeKa Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Pendidikan Edutama Jurnal Isema : Islamic Educational Management Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam JURNAL ANSIRU PAI : Jurnal Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan dan Konseling Tabyin; Jurnal Pendidikan Islam Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan MANAGERE : Indonesian Journal of Educational Management Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Indonesian Research Journal on Education Innovative: Journal Of Social Science Research Managere: Indonesian Journal of Educational Management Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD IT ANNABA CIASEM Muhammad Noer Aksel Farizal; Acep Nurlaeli
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/hmggq851

Abstract

Classroom management should be carried out with procedures that have been used as a reference source for each study, with good and conceptual class management will make an effective and efficient classroom management for an educator. As educators, teachers are required to be able to apply various methods for classroom management, both approach techniques, disciplinary coaching and managing obstacles and solutions in dealing with classroom management. This is all aimed at good and effective classroom management. Various approaches were applied to achieve a result that was in line with the researchers' expectations for more efficient classroom management at SD IT Annaba Ciasem.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM TERPADU UNTUK MENUNJANG MUTU PRESTASI SANTRI DI SMP PLUS ARRUSYDA CILEUNGSI Anis Yala Setyaningsih; Acep Nurlaeli; Wahidin Wahidin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10765

Abstract

This study is driven by the significance of applying an integrated curriculum i in improving the quality of students’ achievement in Islamic educational institutions. It focuses on the implementation of integrated curriculum management, which includes the stages of planning, organizing, implementing, and evaluating, in supporting the quality of students’ achievement at SMP Plus Arrusyda Cileungsi.The study employs a qualitative approach with a descriptive method and is categorized as field research. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, vice principal for curriculum affairs, teachers, and students. Data analysis was conducted using the interactive model by Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through technique triangulation. The findings indicate that the implementation of integrated curriculum management has been carried out through the four main functions of educational management, namely planning, organizing, implementing, and evaluating. The integrated curriculum is applied by combining the national curriculum with Islamic boarding school content, supported by religious habituation and extracurricular activities. However, its implementation has not yet reached an optimal level due to limitations in conceptual integration, teacher competence, and an evaluation system that is not yet comprehensive. This study concludes that strengthening curriculum integration, improving teacher competence, and developing a data-based evaluation system are necessary to sustainably enhance students’ achievement quality.Bottom of Form ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi kurikulum terpadu dalam meningkatkan mutu prestasi santri pada lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini berfokus pada implementasi manajemen kurikulum terpadu yang mencakup tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi dalam menunjang mutu prestasi santri di SMP Plus Arrusyda Cileungsi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, serta santri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen kurikulum terpadu telah dilakukan melalui empat fungsi utama manajemen pendidikan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Kurikulum terpadu diterapkan melalui integrasi kurikulum nasional dengan muatan kepondokan serta didukung oleh pembiasaan religius dan kegiatan ekstrakurikuler. Namun demikian, implementasi tersebut belum berjalan secara optimal karena masih adanya keterbatasan dalam integrasi konseptual, kompetensi guru, serta sistem evaluasi yang belum komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan integrasi kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan sistem evaluasi berbasis data diperlukan untuk meningkatkan mutu prestasi santri secara berkelanjutan.  
MANAJEMEN KURIKULUM MERDEKA MELALUI PENDEKATAN DEEP LEARING BERBASIS LINGKUNGAN BELAJAR KOLABORATIF PADA SISWA KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA BEKASI Anisa Dwi Mulia; Acep Nurlaeli; Wahidin Wahidin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11112

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum in madrasah institutions demands systematic and innovative curriculum management; however, a significant gap remains between ideal policy and its actual execution in the field, particularly regarding teachers' readiness to apply deep learning approaches and the suboptimal development of collaborative learning environments. This study focuses on the management of the Merdeka Curriculum through a deep learning approach based on a collaborative learning environment in Class XI at MAN 2 Bekasi City, examined through three main aspects: curriculum planning, organization and implementation, and curriculum supervision. This research employs a qualitative approach with a descriptive method and field research design. Data were collected through direct classroom observation, semi-structured interviews with the school principal, vice principal for curriculum affairs, teachers, and students, as well as documentation of learning materials. Data analysis followed the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that curriculum planning was carried out through the development of learning outcomes, learning objective sequences, and teaching modules integrating the principles of meaningful learning, mindful learning, and joyful learning. Organization and implementation involved coordination among the school principal, curriculum vice principal, and teachers in creating active, contextual, and collaborative learning through group discussions and collaborative projects. Supervision was conducted through academic supervision, monitoring, reflection, and continuous evaluation. This study concludes that the integration of a deep learning approach based on a collaborative learning environment in Merdeka Curriculum management effectively enhances students' active engagement, fosters critical and reflective thinking skills, and creates meaningful, character-based learning aligned with the Profil Pelajar Pancasila. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah menuntut pengelolaan yang sistematis dan inovatif, namun dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan antara kebijakan ideal dengan pelaksanaan di lapangan, terutama dalam hal kesiapan guru menerapkan pembelajaran mendalam dan belum optimalnya lingkungan belajar kolaboratif. Penelitian ini berfokus pada manajemen Kurikulum Merdeka melalui pendekatan deep learning berbasis lingkungan belajar kolaboratif pada kelas XI di MAN 2 Kota Bekasi, yang dikaji melalui tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan, serta pengawasan kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di kelas, wawancara semi terstruktur dengan kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, dan peserta didik, serta dokumentasi perangkat pembelajaran. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum dilakukan melalui penyusunan capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, dan modul ajar yang mengintegrasikan prinsip meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning. Pengorganisasian dan pelaksanaan melibatkan koordinasi antara kepala madrasah, wakil kepala kurikulum, dan guru dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan kolaboratif melalui diskusi kelompok serta proyek bersama. Pengawasan dilakukan melalui supervisi akademik, monitoring, refleksi, dan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan deep learning berbasis lingkungan belajar kolaboratif dalam manajemen Kurikulum Merdeka mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, mendorong kemampuan berpikir kritis dan reflektif, serta menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkarakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.    
Counselling Services as a Predictor of Bullying Prevention Among Vocational Students: A Quantitative Study in an Electrical Engineering Department Ariesta Prameswari; Acep Nurlaeli; Wahidin
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2026): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/dirasah.v9i2.3273

Abstract

Bullying remains a persistent challenge in Indonesian vocational secondary schools, particularly in male-dominated technical departments where hierarchical peer dynamics may normalise aggressive conduct. School counselling services represent a preventive resource for fostering the socio-emotional competencies associated with prosocial student behaviour, yet quantitative evidence of this association in the specific context of electrical engineering vocational programmes remains limited. This study examines the predictive relationship between students’ perceptions of counselling service quality and their self-reported bullying prevention orientation. Using a quantitative causal-associative design, data were collected from 66 Grade XI students in the Electrical Power Installation Technology department at SMKN 1 Karawang through a structured Likert-scale questionnaire, employing total population sampling. Both variables were measured as student perceptions and operationalised through validated multi-indicator instruments whose items were tested for validity (r > 0.30) and reliability (Cronbach’s α > 0.70). Data were analysed using simple linear regression after confirming normality and linearity assumptions. Results indicate that students’ perception of counselling service quality is a strong positive predictor of their bullying prevention orientation (β = 0.908, R² = 0.753, p < 0.001), with counselling service perception accounting for approximately 75.3% of the variance in bullying prevention scores. These findings suggest that optimising students’ experience of counselling services particularly through problem-solving techniques that build conflict-management capacity is associated with substantially stronger bullying prevention attitudes and behaviours, as perceived by students themselves. Implications for school policy and counselling practice are discussed, with attention to the study’s methodological limitations.
MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI MADRASAH ALIYAH NIHAYATUL AMAL PURWASARI Didah Nursayidah; Acep Nurlaeli; Abdul Kosim
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 32 No 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/0j8xb369

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah mengungkap perilaku mengejek atau intimidasi siswa sedemikian rupa sehingga mereka menjadi tidak aman dan tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Masih banyak siswa yang melanggar tata tertib sekolah seperti terlambat masuk sekolah, membolos, tidak menanggalkan pakaian sehingga menyebabkan hilangnya kedisiplinan siswa. Tujuan pengajaran adalah untuk membantu siswa mengembangkan kehidupan pribadi, sosial, akademik, perencanaan, dan profesional mereka. Layanan bimbingan dan konseling memfasilitasi perkembangan peserta didik secara individu, atau kelompok, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, dan peluangnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, konselor, guru mata pelajaran dan siswa MA Nihayatul Amal Purwasari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Perencanaan meliputi penyusunan program layanan bimbingan dan konseling oleh konselor pada awal tahun pelajaran sebagai program tahunan yang mencakup jangka panjang, menengah dan pendek. Pelaksanaan bimbingan konseling meliputi beberapa kegiatan, yaitu bimbingan sosial, pengajaran kelompok dan pengajaran individual. sehingga dapat memudahkan melanjutkan ke perguruan tinggi atau menuju dunia kerja setelah menyelesaikan studi dengan alokasi waktu yang disesuaikan. Kendala atau kendala adalah terbatasnya jumlah pengajar dan konselor bagi konselor untuk bekerja sama dengan wali kelas dan kepala sekolah.    Latar belakang dari penelitian ini adalah mengungkap perilaku mengejek atau intimidasi siswa sedemikian rupa sehingga mereka menjadi tidak aman dan tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Masih banyak siswa yang melanggar tata tertib sekolah seperti terlambat masuk sekolah, membolos, tidak menanggalkan pakaian sehingga menyebabkan hilangnya kedisiplinan siswa. Tujuan pengajaran adalah untuk membantu siswa mengembangkan kehidupan pribadi, sosial, akademik, perencanaan, dan profesional mereka. Layanan bimbingan dan konseling memfasilitasi perkembangan peserta didik secara individu, atau kelompok, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, dan peluangnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, konselor, guru mata pelajaran dan siswa MA Nihayatul Amal Purwasari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Perencanaan meliputi penyusunan program layanan bimbingan dan konseling oleh konselor pada awal tahun pelajaran sebagai program tahunan yang mencakup jangka panjang, menengah dan pendek. Pelaksanaan bimbingan konseling meliputi beberapa kegiatan, yaitu bimbingan sosial, pengajaran kelompok dan pengajaran individual. sehingga dapat memudahkan melanjutkan ke perguruan tinggi atau menuju dunia kerja setelah menyelesaikan studi dengan alokasi waktu yang disesuaikan. Kendala atau kendala adalah terbatasnya jumlah pengajar dan konselor bagi konselor untuk bekerja sama dengan wali kelas dan kepala sekolah.   
Strategi Perencanaan Kurikulum Efektif Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Ratu Safira Aulia; Acep Nurlaeli; Sya&#039;roni Ma&#039;sum
As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal Vol. 4 No. 2 (2025): As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal 
Publisher : Ikatan Da'i Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/4jmv7d61

Abstract

Curriculum management is a crucial process in the education system, aiming to guide curriculum development and implementation to ensure effectiveness, efficiency, and alignment with students’ needs and contemporary demands. The core functions of curriculum management include planning, organizing, implementing, and supervising, which are integrated to achieve optimal educational goals. The curriculum not only focuses on delivering subject matter but also plays a vital role in shaping students’ character, skills, and competencies, especially in the face of global challenges. Successful curriculum management requires collaboration among educational components, such as school principals, teachers, and policymakers, to ensure implementation aligns with institutional goals. Structured evaluation and continuous supervision are essential to keep the curriculum relevant and responsive to social, technological, and labor market changes. With proper management, curriculum planning can become a strategic instrument for improving the quality of education at various school levels.
STRATEGI PENGELOLAAN BUKU DIGITAL PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN SLiMS DI BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA KEMENDIKDASMEN Fauzan Nur Aidin; Acep Nurlaeli; Wahidin Wahidin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.60156

Abstract

This study aims to analyze the strategy for managing digital library books using the Senayan Library Management System (SLiMS) at the Library of the Language Development and Cultivation Agency, Ministry of Primary and Secondary Education (Kemendikdasmen). The study is motivated by the importance of systematic digital collection management amid the rapid digital transformation of library services, as well as the technical and managerial obstacles faced by librarians in optimizing the automation system. A qualitative approach was applied using a descriptive qualitative method and a naturalistic field research design. Data were collected through observation, semi-structured interviews with the head of the library, librarians, and library users, and documentation studies. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that digital book management through SLiMS covers the stages of planning, acquisition, metadata processing, storage, access services through OPAC and QR Code, and digital preservation. The main obstacles identified are the limited number of librarians with digital management competencies and inadequate server capacity. Efforts to address these obstacles include improving human resource competence through training, strengthening server infrastructure, and standardizing metadata processing procedures. This research is expected to serve as a strategic reference for the development of digital collection management in government library institutions.
MANAJEMEN MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN: STUDI LITERATUR BERBASIS SIKLUS PDCA Akmallifadin, Azkavin; Acep Nurlaeli; Ilham Fahmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62036

Abstract

This article synthesizes evidence on learning service quality management as a strategy for improving instructional quality in secondary and vocational schools. A structured literature review was conducted using 15 verified academic and institutional sources concerning Total Quality Management, the Plan-Do-Check-Act cycle, data-informed decision-making, instructional leadership, academic supervision, teacher professional development, feedback, and continuous school improvement. The sources were selected through explicit relevance and credibility criteria and analyzed thematically according to planning, implementation, evaluation, follow-up, enabling conditions, and implementation risks. The synthesis shows that quality improvement becomes effective when learning goals, curriculum, teacher assignments, facilities, and assessment plans are aligned at the planning stage; student-centered instruction, formative assessment, technology, and vocational relevance are maintained during implementation; supervision and multiple data sources are used during evaluation; and findings are converted into corrective actions, professional learning, and revised programs. The major enabling conditions are instructional leadership, teacher competence, collaborative quality culture, adequate infrastructure, and usable data. The main risks are administrative compliance without instructional change, fragmented data, unequal teacher capacity, limited facilities, and technology adoption without pedagogical purpose. An integrated PDCA framework is proposed for an anonymized Vocational School X.
Co-Authors Abdul Jalil Abdul Kosim Abdul Kosim Abdul Kosim Abdul Kosim Abdul Kosim, Abdul Abidin, Jaenal Aisyah, Siti Akil Akil Akil, Akil Akmallifadin, Azkavin Alya Rihhadatul Aisy Amanah, Mimin Amirudin Amirudin Amirudin Amirudin Amirudin Anis Yala Setyaningsih Anisa Dwi Mulia Anisa Faradila R Anitasari Anitasari Aqil Aqil Ariesta Prameswari Arisetiawati, Syifa Astri Amelia Purniasih Astuti Darmiyanti Ayu Suci Atik Bahtiar, Sidik Maulana Bariah, Oyoh Daenuri Daenuri Dede Linda Lindawati Deni Hardianto Didah Nursayidah Doddy Ali Gunawan Elsa Rafika Eriansyah Kamal Eriansyah Kamal Ernawati Ernawati Faujiah, Sifa Fauzan Nur Aidin Fauziah, Evi Hopipah Fauziah, Wiqoyatul Ferianto Ferianto Ferianto Ferianto Fitria, Pinky Ayu Fuji Fauziah Fuji Fauziah Ghina, Maghfirotul Hadian, Hanhan Hanhan Hadian Hawanur, Cahyadi Hery Saparudin Hikmawati, Siti Ika Nurjanah Ilham Fahmi Ilham Fahmi Ilham Fahmi, Ilham Istiqomah, Siti Jaenal Abidin Jaenal Abidin Kasja Eki Waluyo Lidya Khofifah Turohmah Lutfhianti, Safhira Nur M. Makbul Ma'shum, Sya'roni Ma'shum, Syahroni Maghfirotul Ghina Masriah, Siti Masykur H Mansyur Maziah Maziah Maziah, Maziah Ma’shum, Sya’roni Ma’sum, Sya’roni Monica Ekza Pramudya Muhammad Hanif Ramadhan Muhammad Noer Aksel Farizal Muhammad Tawab Munafiah, Nida’ul Muslem Daud Noor, H. E Tajuddin Novita Diyanti, Siti Azizah Nur Azizah, Ditha Nur Fitria Reza Oding Supriadi, Oding pengelola, pengelola Purnamaningsih, Ine Rahayu Putri, Rahmah Eka Rahma Zhafirah, Alya Rahmawati, Deby Ramdhani, Khalid Ratu Safira Aulia Russamsi, Yunus Safira Sruie Zufari Safitri, Laila Nur Sajuli, Sulaim Ahmad Saputra, Suryana Sayan Suryana Sidik Maulana Bahtiar Silvi Samsiah Siregar, Muthomainnah Sofyan Iskandar Sopia Sopia Sulaeman, Zelika Meilani Suryana Saputra Suryana Saputra Suryana, Suyan Sya&#039;roni Ma&#039;sum Syahrir Akil Sya’roni Ma’sum Tata Suryana , Aep Tatang Ibrahim Turohmah, Lidya Khofifah Wahidin Wahidin Wahidin Wahidin Wahidin Wahidin Wahidin Wiqoyatul Fauziah Yunus Russamsi Zufari, Safira Sruie