Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FACIAL WASH EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) TERHADAP Propionibacterium acnes Siwi, Melati Daru; Luthfiyanti, Niken; Wardani, Tatiana Siska
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/fd8kjz46

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada masa remaja bahkan hingga dewasa. Salah satu alternatif anti jerawat yang lebih praktis penggunaannya dan lebih ekonomis yaitu sabun wajah. Facial wash atau sabun wajah dengan ekstrak daun sirih memiliki kegunaan sebagai antijerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan facial wash ekstrak etanol daun sirih mempunyai aktivitas antibakteri, untuk mengetahui bagaimana mutu fisik sediaan facial wash ekstrak etanol daun sirih, dan untuk mengetahui berapakah konsentrasi sediaan facial wash ekstrak etanol daun sirih yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini merupakan penelitian experiment dengan menggunakan ekstrak etanol daun sirih terhadap bakteri Propionibacterium acne. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif dengan penyajian data dalam bentuk tabel, serta dilakukan analisis secara statistik dengan uji One Way Anova dengan taraf signifikan 5%. Hasil yang diperoleh adalah aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes pada F1 konsentrasi 15% menghasilkan zona hambat sebesar 9,67 mm, F2 konsentrasi 20% menghasilkan zona hambat sebesar 15,7 mm , F3 konsentrasi 25% menghasilkan zona hambat sebesar 7,38 mm.Kata kunci: antibakteri, facial wash, daun sirih
FORMULASI SEDIAAN GEL MOISTURIZER EKSTRAK DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata) DENGAN UJI ANTIOKSIDAN, UJI MUTU FISIK DAN UJI STABILITAS FISIK rani, fahrenza meta; Wicahyo, Septian Maulid; Wardani, Tatiana Siska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49009

Abstract

Pendahuluan: Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas penyebab stres oksidatif yang dapat merusak sel kulit. Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan fenol yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel moisturizer berbahan ekstrak etanol daun kirinyuh serta mengevaluasi mutu fisik, stabilitas, dan aktivitas antioksidannya. Metode: Gel diformulasikan dengan variasi konsentrasi Carbopol, dan dilakukan uji mutu fisik (organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat), stabilitas suhu ekstrem selama 3 siklus, serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa formulasi F2 (Carbopol 1%) merupakan formula terbaik dengan mutu fisik stabil, pH 5,67–5,92, dan viskositas dalam rentang ideal. Uji antioksidan menunjukkan ekstrak daun kirinyuh memiliki nilai IC₅₀ sebesar 44,27 ppm, sedangkan sediaan gel moisturizer F2 sebesar 90,28 ppm, yang termasuk kategori aktivitas antioksidan kuat. Nilai ini lebih baik dibandingkan kontrol negatif dan mendekati kontrol positif (moisturizer vitamin C). Kesimpulan: Dengan demikian Carbopol 1% merupakan formulasi gel terbaik, dan ekstrak daun kirinyuh memiliki sifat antioksidan yang sangat kuat, bahkan setelah diformulasikan mendapatkan hasil antioksidan yang kuat
FORMULASI FACE MIST DAN UJI KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK DAUN LAVENDER (Lavandula dentata) Phiapresia, Safara Zulfa; Wardani, Tatiana Siska; Rohmana, Vivin Marwiyati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50295

Abstract

Tingginya paparan polusi udara di perkotaan dapat mempercepat penuaan kulit melalui stres oksidatif. Face mist dipilih sebagai sediaan praktis untuk melembabkan dan memberikan perlindungan antioksidan. Penelitian ini bertujuan merumuskan face mist dengan ekstrak daun lavender (Lavandula dentata), yang dikenal mengandung flavonoid tinggi dan beraroma relaksasi. Penelitian ini merupakan metode eksperimental, ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol, menghasilkan rendemen 10,3 % dan kadar flavonoid total 11,09 ± 0,10 mg ekuivalen kuersetin per gram. Tiga formula face mist dibuat dengan konsentrasi ekstrak 2,5 %, 4 %, dan 5 %, lalu diuji mutu fisik, penerimaan panelis, serta keamanan kulit. Semua formula memiliki pH 4,6–4,8, bertekstur cair, dan daya sebar semprot sesuai standar. Formula II dan III mencapai diameter semprot 6 cm, sedangkan formula I 5 cm. Uji hedonik menunjukkan ≥85 % panelis menyukai aroma, dengan formula II paling disukai dari segi warna dan tekstur. Uji iritasi menunjukkan reaksi ringan dan toleransi yang baik. Formula II direkomendasikan karena menunjukkan keseimbangan antara efektivitas, kenyamanan, dan preferensi pengguna. Penelitian lanjutan diperlukan untuk uji stabilitas dan aktivitas antioksidan lebih lanjut sebelum dikembangkan sebagai produk komersial.
FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN TONER EKSTRAK DAUN LAVENDER PERANCIS (LAVANDULA DENTATA) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-DIPHENYL-1-PICRYLHYDRAZYL) Yusuf, Dea Sagitarina; Wardani, Tatiana Siska; Rahmatillah, Annie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50310

Abstract

Radikal bebas akibat paparan polusi, sinar ultraviolet, asap rokok, dan faktor lingkungan lain dapat memicu kerusakan sel kulit serta mempercepat penuaan dini. Kondisi ini terjadi karena radikal bebas merusak kolagen, elastin, dan membran sel sehingga kulit kehilangan kekenyalannya. Untuk mengatasinya, diperlukan senyawa antioksidan yang mampu menetralkan radikal bebas. Salah satu sumber antioksidan alami adalah Lavender Perancis (Lavandula dentata), yang diketahui mengandung flavonoid dan berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan sediaan toner dari ekstrak daun Lavandula dentata serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian bersifat eksperimental dengan rancangan kuantitatif komparatif. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% lalu diformulasikan menjadi toner dengan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, dan iritasi, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm menggunakan perhitungan IC50 dari persamaan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan semua formula toner memenuhi persyaratan fisik, memiliki pH 5,1–5,9, tampak homogen, serta tidak menimbulkan iritasi. Ekstrak Lavandula dentata memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan IC50 19,0693 ppm. Adapun formula toner 0,5%, 1%, dan 1,5% masing-masing menghasilkan IC50 sebesar 111,005 ppm, 94,5532 ppm, dan 90,3029 ppm. Formula 1,5% merupakan yang terbaik karena memiliki nilai IC50 terendah. Dengan demikian, toner ekstrak daun Lavandula dentata stabil secara fisik dan berpotensi dikembangkan sebagai kosmetik antioksidan alami.
Effectiveness Of Cucumber Extract (Cucumis Sativus) In Reducing Cholesterol Levels In Mice (Mus Musculus) Induced By Hypercholesterolemia Haikal Zanki; Bagas Ardiyantoro; Tatiana Siska Wardani
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2025): IJHET SEPTEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypercholesterolemia is a global health problem and a major cause of cardiovascular disease. This study aims to explore the potential, determine the optimal dose, and identify the active compounds of cucumber (Cucumis sativus) ethanol extract as a cholesterol-lowering agent. Using a quantitative approach with a pure experimental method, a pre-test and post-test control group research design was applied in vivo to 25 mice (Mus musculus) divided into five treatment groups. The main instruments used included the Easy Touch cholesterol checker, and the data were analyzed using the One-Way ANOVA test. The results showed that cucumber extract had a significant effect in lowering cholesterol levels, with the effect increasing with dose. A dose of 700 mg/kgBW resulted in an average reduction of 49.51%, which was close to the effectiveness of simvastatin (54.05%). In conclusion, cucumber ethanol extract is a potential natural cholesterol-lowering agent, with a dose of 700 mg/kgBW being the most optimal dose that provides an effect almost comparable to that of standard drugs.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI N-HEKSAN, FRAKSI ETIL ASETAT, FRAKSI AIR DARI DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 Weri veranita; dewi mei ika widiyastuti; Tatiana siska wardani
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.881 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1243

Abstract

Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) mengandung flavonoid, saponin dan tannin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, fraksi air dari daun ubi jalar ungu terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Daun ubi jalar ungu diekstrak secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian difraksinasi dengan menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Ekstrak etanol 96%, fraksi n-heksan, etil asetat dan air diuji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi dengan konsentrasi 1%, 5%, 10%, 15% dan 20% kemudian fraksi teraktif dilanjutkan uji dengan metode dilusi dengan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,12%, 1,56%, 0,78%, 0,39%, 0,19% dan 0,095%. Hasil penelitian dengan metode difusi menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Fraksi yang teraktif adalah fraksi etil asetat konsentrasi 20% dengan rata-rata diameter zona hambat adalah 12,0 mm. Fraksi etil asetat dari daun ubi jalar ungu mempunyai aktivitas antibakteri paling aktif dibandingkan dengan ekstrak etanol, fraksi n-heksan dan fraksi air dilihat dari rata-rata diameter zona hambat yang diperoleh. Metode dilusi dari fraksi etil asetat menunjukkan Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum dari fraksi etil asetat adalah 25%.Kata kunci : Daun ubi jalar ungu, Staphylococcus aureus ATCC 25923, difusi, dilusi.
ANALISIS CEMARAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI, SALMONELLA PADA DEPOT AMIU KELURAHAN CEMANI KABUPATEN SUKOHARJO Tatiana Siska Wardani; Rita Anita Tanikolan
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.159 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1247

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu air minum isi ulang yang dijual di wilayah Kelurahan Cemani Kabupaten Sukoharjo berdasarkan tingkat cemaran bakteri Escherichia coli dan Salmonella. Penelitian ini menggunakan metode Most Probable Number (MPN) dengan tiga seri variasi tabung. Sampel diambil dari tujuh tempat yang berbeda di Kelurahan Cemani Kabupaten Sukoharjo.Hasil metode MPN sampel 1 sampai sampel 6 memiliki nilai indeks MPN yang sama yaitu < 3 koloni/100 ml artinya tidak tercemar bakteri Coliform dan pada sampel 7 memiliki nilai indeks MPN yaitu >1100 koloni/ml artinya tercemar bakteri Coliform. Hasil uji lengkap identifikasi menggunakan media selektif EMBA negatif tidak ditumbuhi bakteri Escherichia coli melainkan di tumbuhi bakteri Enterobacter aerogenes dengan ciri-ciri koloni berwarna merah mudah dan untuk media selektif SSA positif ditumbuhi bakteri Salmonella dengan ciri-ciri koloni berwarna hitam. hal ini menunjukan positif mengandung bakteri Enterobacter aerogenes dan bakteri Salmonella pada sampel 7.Kata Kunci : air minum isi ulang, Escherichia coli dan Salmonella, Most Probable Number (MPN).
UJI AKTIFITAS TABIR SURYA DENGAN METODE SUN PROTEKTION FACTOR PADA SEDIAAN LOTION KOMBINASI EKSTRAK KAYU MANIS dan TEMULAWAK Istiara Subekti; Tatiana Siska Wardani; Kusumaningtyas Siwi Artini
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.136 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2082

Abstract

Ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanni (Nees & T.Nees) dan ekstrak temulawak(Curcuma zanthorrhiza Roxb.) memiliki aktivitas sun protektion factor (SPF) secara spektroskopi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tabir surya dengan pengukuran (SPF) sertamengetahui kategori tabir surya pada sediaan lotion kombinasi ekstrak kayu manis EKM danekstrak temulawak (ETM). Metode penelitian ini menggunakan metode observasi eksperimentaldengan 3 variasi kombinasi V1 EKM 0.25% ETM 0,75% V2 EKM 0,5% ETM 0,5% V3 EKM0,75% ETM 0,25%. Observasi meliputi uji fisik, uji nilai SPF, serta uji stabilitas dengan metodecycling test. Aktivitas tabir surya lotion di tentukan secara spektrofotometri dengan serikonsentrasi 1250ppm, 2500ppm, 3750ppm dan 5000ppm untuk menentukan nilai (SPF). Hasilpenelitian menunjukan V1 memiliki nilai SPF 5,03±15,60 V2 5,47±16,92 dan V3 6,92±18,39.Lotion dengan kombinasi ekstrak kayu manis dan ekstrak temulawak memiliki kategori tingkatkemampuan ultra dibuktikan dengan nilai SPF ≥15. Variasi konsentrasi terbaik adalah V3dibuktikan dengan nilai SPF paling tinggi.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI N-HEKSAN, FRAKSI ETIL ASETAT, FRAKSI AIR DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 Dinar Aditama Nugroho; Tatiana Siska Wardani; Anita Dwi S
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.631 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2084

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan bahan tambahan dalam bumbudapur yang memiliki efek pengobatan untuk kesehatan tubuh dalam mencegah beberapapenyakit. Sejauh ini, banyak penelitian yang telah mengungkap bermacam-macam khasiat daunsalam, diantaranya untuk pengobatan dalam menurunkan kadar gula darah, menurunkantekanan darah, menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan kadar asam urat, mengobatisakit maag (gastritis), gatal-gatal (pruritis), kudis (scabies) dan eksim. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui kemampuan daya hambat ekstrak dan fraksi N-Heksan, fraksi Etil Asetat,fraksi Air Daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC25923 serta untuk mengetahui fraksi teraktif untuk menghambat bakteri. Pengujian ekstrak danfraksi dilakukan dengan menggunakan metode difusi dan dilusi pada sampel ektrak yangdimaserasi dengan etanol 96% kemudian dilanjutkan proses fraksinasi. Pengujian denganmetode difusi menggunakan konsentrasi 1%,5%,10%,15%,20% menggunakan kontrol positifCiprofloxacin 0.5% dan metode dilusi konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,12%, 1,56%,0,78%, 0,39%, 0,195% dan 0,098%. Hasil pengujian aktifitas antibakteri menunjukan ekstrak,fraksi N-Heksan, Etil Asetat, dan Air memiliki daya hambat terhadap bakteri. Fraksi teraktifpada penelitian ini adalah fraksi Etil Asetat dengan daya hambat fraksi etil asetat padakonsentrasi 20% dengan rata– rata zona hambat sebesar 13,33 mm. Hasil uji dilusi Fraksi EtilAsetat dengan KBM dan KHM pada konsentrasi 25%.
ANALISIS MINIMAL BIAYA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE JANUARI- MARET 2023 Wardhani, Annisa Kusuma; Artini, Kusumaningtyas Siwi; Wardani, Tatiana Siska
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2821

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kelainan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia karena sekresi insulin yang rusak. Diabetes melitus tipe 2 ditandai dengan resistensi insulin perifer dan penurunan produksi insulin. Data RISKESDAS 2018 menjelaskan prevalensi diabetes melitus nasional adalah sebesar 8,5 % atau sekitar 20,4 juta orang Indonesia terdiagnosis diabetes melitus tipe 2. Analisis farmakoekonomi dalam peningkatan efisiensi atau penggunaan biaya secara lebih rasional sangat diperlukan. Pasien diabetes melitus tipe 2 juga memerlukan terapi seumur hidupnya sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar untuk terapi pengobatannya. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai minimal biaya terapi kepada pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada periode Januari – Maret 2023. Metode yang digunakan dalam analisis biaya penelitian ini adalah Cost Minimization Analysis (CMA). Hasil penelitian ini diketahui distribusi pengobatan hiperglikemik yang paling banyak digunakan untuk pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta adalah terapi kombinasi insulin analog basal dan insulin analog prandial/premixed sebanyak 30 pasien (33%) serta monoterapi insulin analog basal/prandial/premixed sebanyak 11 pasien (12%). Hasil analisis biaya dengan metode Cost Minimization Analysis (CMA) didapatkan hasil Rp 1.282.626,- dan Rp 1.173.120,-
Co-Authors ACHMAD FAUZI Adhe Wibawa Mahardika Putra Agung Widiastuti Agustina, Isnaini Akbar, Finica Dwi Al Fajri Razid Faizur Muhammad Alfi Risna Fadilla Aminnulloh, Muhammad Anita Dwi S Anita Dwi Septiarini Anita Dwi Septiarini Anita Dwi Septiarini Anna Fitriawati Annisa Kusuma Wardhani Ariyanti Ariyanti Artini, Kusumaningtyas Siwi Bagas Ardiantoro Bagas Ardiyantoro Baiq Mitasari Cahyono, Imam Sahid Chahyaningrum, Dhiyan Danang Raharjo Desy Ayu Irma Permatasari Devi Nur Indah Sari dewi mei ika widiyastuti Dian Pratiwi Dinar Aditama Nugroho Erikania, Susanti Erna Chotidjah Suhatmi Erna Chotidjah Suhatmi Faizah Ariqoh Fazlin Fauzi Febriyani, Rima Fitriana, Lydia Haikal Zanki hanif fathur rohman, muhammad Ikrima Rahmasari Iqbal Sirajudin Maulidinawan Istiara Subekti Kezia Putri Maha Dewi Kharisma Jayak P Khasanah, Isna Nur Khilda Hilyatul 'Ulya Khusain, Muhammad Fuad Zidane Kristanti Prihatin Sri Rejeki, Melinia Mega Kusumaningtyas Siwi A Kusumaningtyas Siwi Artini Kusumaningtyas Siwi Artini Lindra Putri, Jessika Ukurmehuli Listyani, Tiara Ajeng Luthfiyanti, Niken Mahadewi Putri Kezia Masruroh, Sururul Kamalin Muhammad Abdul Azis Muhammad Andira Ibnu Shina Muhhamad Aminulloh Muladi Putra Mahardika Nesya Sucitra Ni Luh Ari Yusasrini NOVISYIAHGIANT, DINA AMALIA Phiapresia, Safara Zulfa Pratama, Kharisma Jayak Purwaningsih Purwaningsih Raden Rara Anteng Pujowati Rahadyana, Riskaldila Zahra Rahmat Hidayat Rahmatillah, Annie rani, fahrenza meta Ratna Sari Dewi Ria, Septiyana Rita Anita Tanikolan Riztiandi Ardiansyah Rohmana, Vivin Marwiyati Sahadatun, Angga Aulia Saifana, Cindy Septia Santoso, Aris Priyo Agus Septian Maulid Wicahyo Septiyana Ria Siti Nur Hikmah Siwi, Melati Daru Suhatmi, Erna Chotidjah Tantri Dwi Lestari Toyang, Gresilia tri Mastuti, eni Triya Choirin Nisa Urip, Sri Khanti Utomo Kartika Endrat Verentika, Jumini Voen-Na, Cut Dara Wahyu Budi Utomo Wali Jati, Ilham Weri veranita Wimpy, W Yusuf, Dea Sagitarina