Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN FACIAL WASH GEL EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS ATCC 25923 Kristanti Prihatin Sri Rejeki, Melinia Mega; Wardani, Tatiana Siska; Luthfiyanti, Niken
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34104

Abstract

Jerawat atau acne vulgaris adalah masalah kulit umum, terutama di kalangan remaja. Membersihkan wajah dengan sabun dapat membantu mencegah jerawat. Daun sirsak (Annona muricata L) memiliki kandungan senyawa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri, antiparasit, dan antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) dapat diformulasikan menjadi facial wash gel yang memenuhi standar kualitas fisik yang baik, serta menyediakan aktivitas antibakterinya pada konsentrasi 10%, 15%, 20% terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Pengujian aktivitas antibakteri dari sediaan facial wash gel dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak 10% (Formula 1), 15% (Formula 2), dan 20% (Formula 3). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS dengan uji One Way ANOVA (Analysis of Variance). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak dapat di formulasikan menjadi sediaan facial wash gel yang stabil secara fisik ditinjau dari uj homogentitas, organoleptic, pH, viskositas, dan tinggi busa. Facial wasg gel memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 rata-rata ukuran zona hambat pada Formulasi I; II; III adalah 6,2mm; 7,35mm; 8,12mm. Berdasarkan hasil uji One Way ANOVA dengan hasil ANOVA 0,000 < 0,05 dan Post hoc Tukey HSD. Kesimpulannya, sediaan facial wash gel ini memiliki aktivitas antibakteri, meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan antara berbagai konsentrasi ekstrak daun sirsak
FORMULASI SEDIAAN HAIR TONIK DARI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS L.) DAN DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB.) SEBAGAI PERANGSANG PERTUMBUHAN RAMBUT PADA KELINCI (NEW ZEALEND WHITE) tri Mastuti, eni; Maulid Wicahyo, Septian; Wardani, Tatiana Siska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34122

Abstract

Kerontokan rambut lebih dari 100 helai setiap harinya yang berakhir dengan kebotakan merupakan problema estetis yang banyak dialami oleh orang dewasa. Daun seledri dan pandan wangi telah dikenal memiliki aktivitas penyubur rambut karena mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tannin hingga saponin. Mengetahui ekstrak etanol daun seledri dan daun pandan wangi dengan perbandingan kosentrasi (2,5%:7,5%), (5%:5%) dan (7,5%:2,5%) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan hair tonic dan mengetahui formula yang paling baik dalam memicu pertumbuhan rambut selama 28 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan The Experimental laboratory. Pengujian aktivitas pertumbuhan rambut dilakukan dengan metode Tanaka yaitu mencukur rambut kelinci pada bagian punggung dengan pembagian 6 area kelompok perlakuan yang sesuai dengan dosis ±1 ml setiap hari. Area perlakuan dibagi menjadi 6 kelompok secara berurutan dari FI, FII, FIII, F0, K(+) dan VI: K(N). Pengukuran panjang rambut menggunakan jangka sorong dilakukan tiap 7 hari selama 28 hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa formula II sediaan hair tonic kombinasi ekstrak etanol daun seledri dan pandan wangi dengan perbandingan kosentrasi (5%:5%) menunjukkan aktivitas yang paling baik dengan pertumbuhan rambut yang hampir menyamai kontrol positif (minoxidile 2%). Seluruh formulasi memiliki aktivitas dalam mempercepat pertumbuhan rambut. Namun, hanya formulasi II yang menunjukkan aktivitas yang hampir sama dengan kontrol positif (minoxidile 2%).
FORMULASI SERUM ANTI AGING EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBUSA (PASSIFLORA FOETIDA L.) DENGAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Wali Jati, Ilham; Wardani, Tatiana Siska; Ardiyantoro, Bagas
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34739

Abstract

Penuaan pada kulit bisa terjadi karena salah satu penyebabnya adalah radikal bebas. Daun rambusa (Passiflora foetida L.) diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat sebagai antioksidan dan berpotensi sebagai anti penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan evaluasi mutu fisik dari sediaan serum wajah ekstrak etanol daun rambusa (Passiflora foetida L.). Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% perbandingan 1:10 selama 3 hari kemudian remaserasi 2 hari. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, serum diformulasikan dengan variasi konsentrasi ekstrak 0,5% 1%, 1,5%, 2% dan 2,5%. Evaluasi uji fisik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji viskositas dan uji daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan serum ekstrak etanol daun rambusa (Passiflora foetida L.) dengan variasi konsentrasi ekstrak 0,5% 1%, 1,5%, 2% dan 2,5% memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 253,655 ?g/mL, 236,776 ?g/mL, 197,545 ?g/mL, 160,943 ?g/mL dan 132,497 ?g/mL, diketahui memiliki hasil uji fisik yang baik dengan memenuhi standar evaluasi sediaan serum yang baik, meliputi uji organoleptik sediaan berwarna coklat, tekstur kental agak cair dengan aroma citrus orange, pada Uji pH didapatkan hasil yang baik dengan rentang 5,59 - 6,45, pada uji homogenitas didapatkan hasil yang baik dengan tidak ditemukan partikel - partikel kasar pada sediaan, pada uji viskositas didapatkan hasil yang baik dengan rentang 306,7 – 806,7 cPs dan pada uji daya sebar didapatkan hasil yang baik yang baik dengan rentang 6,26 - 7,04 cm. Hal ini menunjukan sediaan serum memiliki aktivitas antioksidan yang baik pada konsentrasi 2,5% dan memiliki mutu fisik yang baik.
FORMULASI SEDIAAN LILIN AROMATERAPI SEBAGAI ANTINYAMUK DARI MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (CYMBOPOGON NARDUS L) KOMBINASI MINYAK ATSIRI GERANIUM (PELARGONIUM GRAVEOLENS) Verentika, Jumini; Wardani, Tatiana Siska; Artini, Kusumaningtyas Siwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44694

Abstract

Tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus L) dan geranium (Pelargonium graveolens) mengandung molekul aktif seperti citronellal, citronellol, dan geraniol yang diketahui mempunyai karakteristik sebagai penolak nyamuk (repellent). Minyak atsiri yang dihasilkan kedua tanaman ini mulai menarik perhatian sebagai alternatif alami pengganti repellent berbahan kimia karena dinilai lebih aman dan ramah lingkungan. Pada studi ini, minyak atsiri sereh wangi dan geranium dirancang menjadi lilin aromaterapi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik lilin yang sesuai dengan standar SNI dan mengkaji efektivitasnya sebagai penolak nyamuk. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Nyamuk Aedes Aegypti hasil perkembangbiakan diperoleh dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode glass chamber. Data yang diperoleh dalam studi ini adalah output dari perhitungan jumlah nyamuk yang mati akibat pengaktifan lilin. Hasil menunjukkan bahwa evaluasi fisik dari ketiga formulasi sediaan lilin aromaterapi semuanya memenuhi standar SNI. Hasil uji efektivitas antinyamuk didapatkan rata-rata nyamuk yang mati dari 2 kali pengulangan yang paling efektif adalah formula FIII dengan rata-rata kematian nyamuk sebanyak 17 nyamuk. Hasil uji One Way Anova dengan nilai signifikasi yang didapatkan yaitu 0,146 > 0,05, artinya tidak ada perbedaan signifikan antara konsentrasi pada FI, FII dan  FIII dalam lilin terhadap daya bunuh nyamuk Aedes aegypti. Kesimpulannya ketiga formulasi lilin aromaterapi memenuhi standar SNI dan efektif sebagai antinyamuk.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Seduhan Daun Putri Malu (Mimosa Pudica L.) Terhadap Bakteri Escherichia Coli Atcc 25922 : Penelitian Riztiandi Ardiansyah; Tatiana Siska Wardani; Anna Fitriawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.665

Abstract

Escherichia coli merupakan bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan seperti diare. Daun putri malu (Mimosa pudica L.) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan seduhan daun putri malu terhadap Escherichia coli ATCC 25922. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan uji difusi cakram. Ekstrak dibuat menggunakan etanol 96%, sedangkan seduhan menggunakan air panas. Zona hambat pertumbuhan bakteri diamati untuk menilai efektivitas masing-masing perlakuan, dan data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol lebih efektif dibandingkan seduhan. Zona hambat tertinggi terdapat pada ekstrak etanol konsentrasi 50% dan 12,5% sebesar 6,6 mm, serta 25% sebesar 4,5 mm. Sementara itu, seduhan menghasilkan zona hambat sebesar 3,3 mm (50%), 1,6 mm (25%), dan 1 mm (12,5%). Hasil ini membuktikan bahwa ekstraksi dengan etanol lebih optimal dalam menarik senyawa aktif antibakteri. Dengan demikian, ekstrak etanol daun putri malu memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap Escherichia coli.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Lulur (Scrub) Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) dan Beras Putih (Oryza Sativa): Penelitian Alfi Risna Fadilla; Kusumaningtyas Siwi A; Tatiana Siska Wardani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1232

Abstract

Body scrub is one of the cosmetic pharmaceutical products that functions to smooth the skin by removing dead skin cells. White rice (Oryza sativa) is used as abrasive material in making body scrubs. Lime peel contains more than 60% flavonoids and around 170 different types of phytonutrient compounds. Flavonoids are the main group of polyphenol compounds that have antioxidant properties. This study aims to identify the content of secondary metabolites in lime peel extract, test the physical quality standards of the body scrub, and determine the best body scrub formulation. The method used in this study is a laboratory experimental method. The extraction process was carried out using maceration techniques using 70% ethanol solvent. Furthermore, a phytochemical screening test was carried out to identify the content of active compounds, as well as physical testing on body scrub preparations with three different extract concentrations (2%, 3%, and 4%). In addition, a hedonic test was carried out to assess the level of preference and an irritation test to ensure product safety. Data analysis was carried out using One Way ANOVA to see the differences between formulas, and a Dependent T-test to test the level of preference for body scrub preparations. The results of the observation showed that lime peel (Citrus aurantifolia) contains various secondary metabolites, including flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, terpenoids, and antioxidant compounds.
Training on Processing Used Cooking Waste into Solid Soap and Liquid Soap at the Karang Taruna of Palur Village. Wardani, Tatiana siska; Suhatmi, Erna Chotidjah; Artini, Kusumaningtyas Siwi; Dewi, Belinda Arbitya; Erikania, Susanti
Abdi Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i1.8714

Abstract

Karang Taruna Saras Muda Palur Village in creating a clean environment, one of which is collecting used cooking oil so that it does not pollute the environment and can have a bad impact on health. One of the uses of used cooking oil that can be turned into a product that has a selling value is soap. The purpose of this PKM is to increase understanding and training in liquid soap and solid soap that can be sold to increase the income of Karang Taruna Saras Muda Palur Village. The methods used are socialization, soap making training and entrepreneurship training. This PKM produces a processed product from used cooking oil waste and increases partner understanding after the pretest and posttest. From the activities above, it can be concluded that the results of the PKM related to the utilization of used cooking oil waste carried out by Karang Taruna Saras Muda Palur Mojolaban Sukoharjo have been carried out well and smoothly.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIDIABETES DARI EKSTRAK ETANOL SERTA FRAKSI BUAH ANGGUR Febriyani, Rima; Wardani, Tatiana Siska; Raharjo, Danang
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/kmynds45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antidiabetes dari ekstrak etanol serta fraksi buah anggur (Vitis vinifera L.). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pengujian aktivitas antidiabetes melalui penghambatan enzim ?-amilase secara in vitro, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan pengukuran nilai Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi buah anggur, yaitu fraksi air, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksan, mampu menghambat aktivitas enzim ?-amilase dengan nilai berturut-turut sebesar 54,213 µg/mL, 42,496 µg/mL, 32,393 µg/mL, dan 157,533 µg/mL. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas penghambatan paling kuat dibandingkan fraksi lainnya. Pada pengujian aktivitas antioksidan, fraksi etil asetat menunjukkan kemampuan tertinggi dengan nilai sebesar 14,763 µg/mL. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa ekstrak etanol dan fraksi buah anggur memiliki potensi sebagai agen antidiabetes dan antioksidan alami. Fraksi etil asetat merupakan kandidat utama yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut sebagai bahan antidiabetes dan antioksidan alami yang efektif.
UJI PERBANDINGAN TOTAL FLAVONOID EKSTRAK ETANOL 70% DAN ETANOL 96% DAUN KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA L.) Aminnulloh, Muhammad; Fitriawati, Anna; Wardani, Tatiana Siska
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/afn03x65

Abstract

Tanaman kirinyuh (Chromolaena odorata L.) sering dianggap sebagai tanaman pengganggu (gulma) di kalangan masyarakat umum. Penelitian dilakukan secara in vitro untuk mengetahui perbandingan kadar total flavonoid yang lebih tinggi dari pelarut etanol 70% dan 96% ekstrak daun kirinyuh. Penetapan kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% dan 96% daun kirinyuh dilakukan dengan metode kalorimetri AlCl3 dengan kuersetin sebagai larutan standar Kemudian menyiapkan lima tabung reaksi dengan konsentrasi kuersetin masing-masing 40, 60, 80, 100, dan 120 ppm. Selanjutnya, ekstrak tersebut dicampurkan dengan larutan reagen AlCl3 10% dalam tabung reaksi baru dengan rasio 1:1, yaitu 1 mL ekstrak dicampur dengan 1 mL larutan reagen AlCl3 dan ditambah 8 mL larutan CH3COOH 5%. Hasil campuran ini kemudian dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer Genesys 30-UV Vis pada panjang gelombang 425 nm untuk membuat kurva standar. Hasil diperoleh dari pengujian dengan metode kalorimetri yaitu ekstrak etanol 70% dan 96% daun kirinyuh dengan kadar total flavonoid 51,415 ± 0,462 mg QE/g dan 61,108 ± 3,030 mg QE/g. Dapat dilihat bahwa ekstrak etanol 96% memiliki kadar total flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol 70%, hal tersebut dikarenakan etanol 96% memiliki daya tarik senyawa yang lebih kuat untuk menarik senyawa flavonoid dari ekstrak daun kirinyuh daripada etanol 70%.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANTIKOAGULAN PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DENGAN ATRIAL FIBRILASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) Dr. MOEWARDI Khusain, Muhammad Fuad Zidane; Luthfiyanti, Niken; Wardani, Tatiana Siska
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/nqca8689

Abstract

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling banyak terjadi dan seringkali disertai dengan komplikasi atrial fibrilasi, yang meningkatkan risiko stroke berulang. Penggunaan terapi antikoagulan menjadi tatalaksana penting, namun perlu dipertimbangkan tidak hanya dari segi efektivitas klinis tetapi juga efektivitas biayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya terapi antikoagulan serta menilai cost-effectiveness berdasarkan perhitungan ACER. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif dan metode analisis kuantitatif. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan data pembayaran pasien selama dirawat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dalam periode 2025. Analisis data mencakup efektivitas terapi berdasarkan kejadian stroke berulang dengan parameter INR (International Normalized Ratio) dimana dikatakan bebas stroke berulang mendapat angka 2-3, serta analisis biaya medis langsung dari persepektif rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warfarin merupakan antikoagulan yang paling sering digunakan (77,8%) dengan efektivitas 35%, lebih tinggi dari heparin (18%). Namun hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p= 0,112 (>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara efektivitas kedua terapi. Dari sisi biaya, warfari memiliki total biaya lebih rendah dibandingkan dengan heparin. Analisis ACER menunjukkan bahwa warfarin lebih cost-effective. Uji sensitivitas juga mendukung stabilitas hasil tersebut.
Co-Authors ACHMAD FAUZI Adhe Wibawa Mahardika Putra Agung Widiastuti Agustina, Isnaini Akbar, Finica Dwi Al Fajri Razid Faizur Muhammad Alfi Risna Fadilla Aminnulloh, Muhammad Anita Dwi S Anita Dwi Septiarini Anita Dwi Septiarini Anita Dwi Septiarini Anna Fitriawati Annisa Kusuma Wardhani Ariyanti Ariyanti Artini, Kusumaningtyas Siwi Bagas Ardiantoro Bagas Ardiyantoro Baiq Mitasari Cahyono, Imam Sahid Chahyaningrum, Dhiyan Danang Raharjo Desy Ayu Irma Permatasari Devi Nur Indah Sari dewi mei ika widiyastuti Dian Pratiwi Dinar Aditama Nugroho Erikania, Susanti Erna Chotidjah Suhatmi Erna Chotidjah Suhatmi Faizah Ariqoh Fazlin Fauzi Febriyani, Rima Fitriana, Lydia Haikal Zanki hanif fathur rohman, muhammad Ikrima Rahmasari Iqbal Sirajudin Maulidinawan Istiara Subekti Kezia Putri Maha Dewi Kharisma Jayak P Khasanah, Isna Nur Khilda Hilyatul 'Ulya Khusain, Muhammad Fuad Zidane Kristanti Prihatin Sri Rejeki, Melinia Mega Kusumaningtyas Siwi A Kusumaningtyas Siwi Artini Kusumaningtyas Siwi Artini Lindra Putri, Jessika Ukurmehuli Listyani, Tiara Ajeng Luthfiyanti, Niken Mahadewi Putri Kezia Masruroh, Sururul Kamalin Muhammad Abdul Azis Muhammad Andira Ibnu Shina Muhhamad Aminulloh Muladi Putra Mahardika Nesya Sucitra Ni Luh Ari Yusasrini NOVISYIAHGIANT, DINA AMALIA Phiapresia, Safara Zulfa Pratama, Kharisma Jayak Purwaningsih Purwaningsih Raden Rara Anteng Pujowati Rahadyana, Riskaldila Zahra Rahmat Hidayat Rahmatillah, Annie rani, fahrenza meta Ratna Sari Dewi Ria, Septiyana Rita Anita Tanikolan Riztiandi Ardiansyah Rohmana, Vivin Marwiyati Sahadatun, Angga Aulia Saifana, Cindy Septia Santoso, Aris Priyo Agus Septian Maulid Wicahyo Septiyana Ria Siti Nur Hikmah Siwi, Melati Daru Suhatmi, Erna Chotidjah Tantri Dwi Lestari Toyang, Gresilia tri Mastuti, eni Triya Choirin Nisa Urip, Sri Khanti Utomo Kartika Endrat Verentika, Jumini Voen-Na, Cut Dara Wahyu Budi Utomo Wali Jati, Ilham Weri veranita Wimpy, W Yusuf, Dea Sagitarina