Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pola Peresepan Antipsikotik Pasien Skizofrenia Di RSJ Mutiara Sukma Provinsi NTB Tahun 2020: Antipsychotic prescribing patterns for Schizophrenia Patients at RSJ Mutiara Sukma NTB Province In 2020 Candra Eka Puspitasari; Ni Made Amelia Ratnata Dewi; Siti Rahmatul Aini; Raisya Hasina; Iman Surya Pratama
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i3.1151

Abstract

Prevalensi skizofrenia di NTB menempati urutan ketiga nasional yaitu mencapai 9,6%. Terapi primer skizofrenia adalah antipsikotik untuk mencegah timbulnya kekambuhan gejala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan analisis data secara deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif tahun 2020. Data yang digunakan antara lain data penggunaan terapi berdasar data rekam medis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa obat yang paling banyak diresepkan adalah golongan atipikal yakni Risperidon (44,32%). Sedangkan untuk peresepan kombinasi terdapat kombinasi terbanyak yakni Risperidon-Klozapin (34 kali atau 47,89%).
Evaluasi Tingkat Pengetahuan Penggunaan dan Penyimpanan Antibiotika pada Masyarakat di Kecamatan Ampenan Periode April–Juli 2021: Evaluation of Knowledge Level of Antibiotics Use and Storage in Community in Ampenan District April–July 2021 Candra Eka Puspitasari; Audra Meivira; Ni Made Amelia Ratnata Dewi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i6.1421

Abstract

Penggunaan dan penyimpanan antibiotik yang rasional dapat meningkatkan efektivitas terapi. Pengetahuan yang rendah mengenai obat dapat mengakibatkan tidak tercapainya tujuan terapi, termasuk pengetahuan penggunaan antibiotik sehingga perlu adanya studi yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan dan penyimpanan antibiotika serta mengetahui hubungan faktor demografik partisipan terhadap tingkat pengetahuan penggunaan dan penyimpanan antibiotik. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat adalah cross sectional melalui survei dengan media kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode cluster sampling yang melibatkan 120 KK (Kepala Keluarga). Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan total 29 pertanyaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan selanjutnya diuji korelasi menggunakan Uji Chi Square untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan penggunaan dan penyimpanan antibiotika di Kecamatan Ampenan termasuk kategori baik yaitu secara berurutan dengan total presentase yang menjawab sebesar 53% dan 83%. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan penggunaan dengan jenis kelamin (0.038), pekerjaan (0.014) dan usia (0.012). Terdapat pula hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan penyimpanan dengan jenis kelamin (0.002) dan pekerjaan (0.008).
Edukasi Pentingnya Pemberian Vaksin Covid-19 Di Kota Mataram Ratnata Dewi, Ni Made Amelia; Aini, Siti Rahmatul; Pratama, Iman Surya; Puspitasari, Candra Eka; Hasina, Raisya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v3i2.143

Abstract

Salah satu harapan terbesar untuk menghentikan pandemi coronavirus 2019 (COVID-19) adalah vaksin. Badan Pengawas Obat dan Makanan telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat Emergency Use Authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin COVID-19 dengan mempertimbangkan keadaan emergensi dan bukti terbatas kemanfaatan dan keamanan vaksin tersebut. Pemberian vaksin penuh COVID-19 hingga tanggal 25 Februari 2021 baru mencapai kepada 853.754 orang atau sekitar 0,31% dari jumlah seluruh populasi penduduk Indonesia. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemberian vaksin COVID-19. Edukasi dilakukan dengan mengadakan webinar menggunakan aplikasi web conference dengan mengundang pembicara ahli di bidang mikrobiologi, farmasi dan kesehatan anak terkait manfaat dan keamanan pemberian vaksin. Pengetahuan masyarakat terkait pentingnya vaksin sebelum dan sesudah edukasi diukur melalui pretest dan post test. Kegiatan edukasi berjudul “Mitos dan Fakta tentang Vaksin COVID19 telah dilakukan dengan metode webinar menggunakan aplikasi zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 110 orang. Kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Terdapat peningkatan nilai rerata pre-test dari 77 menjadi 88 pada saat post-test dengan nilai maksimum adalah 100. Kegiatan terlaksana dengan baik, terlihat dari peningkatan nilai rerata pre-test dan post-test.
Uji Efek Ekstrak Collagen Spons Laut (Stylissa flabeliformis) Terhadap Profil Kulit Mencit Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani; Deccati, Rizqa Fersiyana; Maulana, Farreh Alan; Utami, Ni Wayan Putri; Dewi, Ni Made Amelia Ratnata
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan biodiversitas tinggi termasuk biota lautnya. Spons laut merupakan sumber alami yang dapat ditemukan dalam jumlah melimpah di perairan Indonesia dan mengandung berbagai komponen bioaktif termasuk collagen yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Pada penelitian ini, dilakukan suatu studi efek ekstrak collagen dari spons laut Stylissa flabelliformis terhadap profil kulit mencit (Mus musculus L.). Spons laut tersebut diambil dari perairan Lombok Utara Indonesia kemudian ekstraksi collagen dilakukan dengan menggunakan Tris-HCl Buffer diikuti dengan pengendapan collagen menggunakan asam asetat. Selanjutnya dilakukan karakterisasi ekstrak collagen dengan menggunakan FTIR-Spectroscopy. Studi efek ekstrak collagen terhadap profil mencit dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak collagen spons laut Stylissa flabelliformis secara topikal ini dapat meningkatkan kadar minyak (sebum) dan kelembapan kulit (moisture), meskipun tidak signifikan. Sedangkan elastisitas kulit dan kandungan collagen kulit tidak terpengaruh. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak collagen ini dapat memperbaiki profil kelembapan kulit, sehingga dapat dikembangkan sebagai pelembap alami.
Metabolite Profile of Marine Sponge (Stylissa sp.) Lipid Extract and Its Effect on Bacterial Skin Infection Maulana, Farreh Alan; Utami, Ni Wayan Putri; Handayani, Ervina; Kabir, Mila Mayanti; Inggit, Baiq Putri Maharani Bine; Pangestu, Kukuh Waseso Jati; Deccati, Rizqa Fersiayana; Dewi, Ni Made Amelia Ratnata; Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1b (2024): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1b.7848

Abstract

UV radiation from sunlight can induce the formation of free radicals, which can disrupt cellular homeostasis or DNA by triggering inflammatory signal transduction. The occurrence of inflammation in the skin can be aggravated by the presence of the bacterium Staphylococcus aureus. Previous studies have shown that the marine sponge Stylissa sp. contains an abundance of fatty acids and lipids compared to other species. Although Stylissa sp. has great potential for health applications, research on the bioactivity of lipid and fatty acid compounds from this sponge remains limited. Therefore, this study aims to explore the lipid content of Stylissa sp. as an alternative source of antibacterial agents against pathogens responsible for photoaging. The metabolite profiling of the extract was conducted using GC-MS, while the antibacterial activity was performed using the Kirby-Bauer method. Based on GC-MS profiling results, six compounds were identified in the lipid extract of Stylissa sp. namely palmitic acid, butyl glycol acetate, n-eicosylcyclohexane, isopropyl laurate, oleic acid, and 1-tetradecanol. Antibacterial evaluation of Stylissa sp. lipid extract at concentrations of 25%, 75%, and 100% showed antibacterial activity against Staphylococcus aureus, with inhibition zone diameters of 1.83, 2.17, and 2.92 mm, respectively. The results in this study have shown that the lipid extract of Stylissa sp. contains lipid compounds with potential anti-bacterial activity towards S. aureus. Future research to isolate unsaturated fatty acid compounds from the lipid extract of Stylissa sp. to achieve higher antibacterial activity is recommended.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN NUTRASEUTIKAL SERTA PEMERIKSAAN KESEHATAN DI DESA MENINTING, KABUPATEN LOMBOK BARAT Muliasari, Handa; Permatasari, Lina; Dewi, Ni Made Amelia Ratnata; Saputra, Yoga Dwi; Nirmala, Annisa Rizka; Hafizah, Qori'atul; Ananta, Muhammad Naufal Farras; Farobbi, Muhammad Iqbal; Kabir, Mila Mayanti; Alya, Ainun; Amalia, Marshanda Fitri; Rahmayanti, Wulan Desi
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.4062

Abstract

Consuming healthy foods such as nutraceuticals or functional foods is very important to prevent and reduce the risk of degenerative and chronic diseases. Efforts to improve community knowledge and skills related to nutraceuticals are very important, so community service activities are carried out with the aim of providing socialization and training on the production of nutraceutical drinks from local natural ingredients, as well as health checks including blood pressure, blood sugar, cholesterol and uric acid. The partners of this community service activity are PKK women and the community in Kongok Hamlet, Meninting Village, Batulayar District, West Lombok Regency, NTB. The community service activities consist of several stages, namely activity preparation, location survey and coordination with partners, socialization of nutraceutical drinks using PowerPoint slides and leaflets, training on the production of nutraceutical drinks, health checks, and ending with post-tests and activity evaluations using questionnaires. The 56 residents who attended were very enthusiastic in participating in the activities. The results of the questionnaire showed that 35.7% of the participants who attended were able to answer questions related to the socialization material with an average score of 74.3. The results of the activity evaluation questionnaire stated that activities like this are very important to do and the selection and provision of material are very good and clear. Thus, it can be concluded that this community service activity is very beneficial for the community and the socialization and training materials can be understood well by the participants of the community service activity.
Pola Pemberian Obat Antihipertensi pada Pasien Geriatri di Instalasi Rawat Inap RSUD Provinsi NTB Tahun 2017 Mia Cahya Lestari; Raisya Hasina; Ni Made Amelia Ratnata Dewi
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9444

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang diderita oleh pasien usia lanjut (geriatri) dengan persentase kejadian terbanyak yaitu sebesar 57,6%. Hipertensi pada pasien geriatri dapat disebabkan karena penurunan fungsi organ, sehingga akan lebih rentan terkena penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pola pemberian antihipertensi serta kesesuaian pengobatan hipertensi pada pasien geriatri di Instalasi Rawat Inap RSUD Provinsi NTB tahun 2017. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan metode pendekatan observasional secara retrospektif terhadap pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUD Provinsi NTB. Pengambilan data dilakukan dengan metode Total sampling terhadap 97 pasien geriatri. Data yang diperoleh dari bagian rekam medik dan resep ditabulasi dengan software microsoft excel. Setelah dilakukan penelitian didapatkan bahwa terapi untuk hipertensi didominasi oleh obat dengan dua kombinasi yaitu amlodipin dan valsartan (88%). Obat tunggal didominasi oleh amlodipin (75%). Kesesuaian peresepan dilihat dari dosis dan frekuensi terapi antihipertensi telah sesuai 100% dengan pedoman pengobatan, namun jenis obat yang digunakan hanya mencapai 99% dilihat dari pemberian kombinasi 3 antihipertensi dengan kombinasi golongan Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (captopril) dan golongan Angiotensin Receptor Blocker (candesartan) yang menimbulkan potensi interaksi mayor dan efek samping (1%). Kata Kunci: Hipertensi, Geriatri, Pola Pemberian Obat.  Hypertension is a disease that affects geriatric with the highest percentage of incidence was 57.6%. Hypertension in geriatric patients can be caused by decreased organ function, so they are more susceptible to disease. The purpose of this study was to describe the pattern of antihypertensive drugs also the appropriateness of hypertension therapy in geriatric patients. This study was held in the inpatient Installation of the NTB Provincial Hospital in 2017. The design of this study was descriptive by collecting data retrospectively on 97 geriatric patients. The data obtained from the medical record and prescription sections were processed using Microsoft Excel software. The result showed that the therapy for hypertension was dominated by combination drugs which consist of amlodipine and valsartan (88%) and single drugs were dominated by amlodipine (75%). The appropriateness of prescription was seen from the dosage and frequency in the main therapy (hypertension) was 100% according to the treatment guidelines, but the type of drug that used was only 99% which seen from the giving combination of 3 antihypertensive drugs of Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitor (captopril) and Angiotensin Receptor Blocker (candesartan) groups which caused interactions major and side effects (1%).